Forex Community Place

Dapatkan hingga
$50000
karena mengundang teman
untuk memperoleh Bonus StartUp
dari InstaForex
Tidak perlu investasi!
Mulai trading tanpa
risiko dan investasi
Dengan Bonus Permulaan 1000$
Dapatkan bonus
55%
ke akun anda!
Page 1 of 3
1 2 3 LastLast
Results 1 to 10 of 24

Thread: kekhawatiran pasar terhadap perang dagang AS -China

  1. #1
    Harian
    Bahagia
     
    yanpopey has a spectacular aura about yanpopey has a spectacular aura about yanpopey's Avatar
    Join Date
    Jan 2018
    Location
    Indonesia
    Posts
    82
    Accumulated bonus
    35 USD (What is this?)
    Thanks
    116
    Thanked 170 Times in 89 Posts

    kekhawatiran pasar terhadap perang dagang AS -China

    Dollar mendapat reaksi yang berbeda pada beberapa mata uang di tengah kekhawatiran pasar terhadap perang dagang AS -China minggu lalu. Isu perang dagang masih membayangi sentimen minggu lalu, dimana isu tersebut memicu kejatuhan bursa saham, mengangkat mata uang yen atas dollar. Sementara itu, diskusi panel yang dihadiri Jerome Powell, Mario Draghi, Haruhiko Kuroda, serta Phillip Lowe, juga tidak memberikan dampak yang besar bagi pasar. Selama sepekan indeks dollar mengalami penurunan sekitar 0,63%.

    Isu perang dagang masih membayangi sentimen. Akhir minggu lalu, presiden AS, Donald Trump, mengancam akan memberlkukan tarif 20% pada mobil import dari Uni Eropa. Ancaman tersebut datang setelah Uni Eropa memberlakukan tarif pada berbgai barang import AS, sebagai reaksi atas tarif baja dan aluminium yang diterapkan oleh Gedung Putih. Sementara itu, poundsterling naik ke level tertinggi satu minggunya setelah adanya sinyal hawkish dari BoE, mencuatkan kembali adanya ekspektasi kenaikan suku bunga BoE pada Agutus nanti. Namun ketidakpastian negoisasi Brexit masih membatasi kenaikannya. Sedangkan euro menguat setelah data PMI zona euro yang melebihi ekspektasi serta adanya berita yang menyebutkan pemerintahan baru Italia tidak akan keluar dari zona euro.

    Beralih ke Komoditas, emas masih bearish minggu lalu, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed, yang mendorong pamor yield obligasi AS. Emas juga gagal terangkat di tengah isu perang dagang AS - China, yang biasanya mendorong permintaan safe haven atas logam mulia tersebut. Ekspektasi kenaikan suku bunga cenderung bearish buat emas, karena akan mengurangi daya tarik emas sebagai asset non bunga. Sedangkan penguatan dollar akan menjadikan harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegan mata uang non dollar. Selama sepekan, emas melemah 0,56%, setelah sempat jatuh ke level 1267,20 hari Kamis, terendah sejak Desember 2017.

    Sedangkan komoditas minyak menguat minggu lalu, setelah para produsen minyak sepakat untuk meningkatkan produksi sebagai kompensasi kerugian dalam produksi pada saat meningkatnya permintaan global. OPEC dan produser minyak lainnya sepakat meningkatkan produksi sekitar 1 juta bph mulai bulan Juli.

    Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada serangkaian data-data penting AS, serta negara-negara lainnya. Data-data tersebut antara lain; Dari AS, CB Consumer Confidence, GDP (Final): dan Core PCE Price Index. Sementara data-data dari negara lain; GDP Inggris dan Kanada, serta laporan inflasi zona euro. Selain data, ada juga beberapa event penting, seperti rapat regular bank sentral New Zealand (RBNZ), Pidato Mark Carney, serta pertemuan petinggi Uni Eropa di Brussel.
    Market Review Sepekan
    25 June 18

  2. The Following 28 Users Say Thank You to yanpopey For This Useful Post:

    Depriansyah (06-26-2018), Eko Wijianto (06-26-2018), Hdyjuztin (12-24-2018), HusenFx (06-26-2018), KHOIRI (12-18-2018), Miftah1725 (12-16-2018), Nanangmaulana (10-03-2018), ratucinta (06-26-2018), rejeki besamo (07-05-2018), sangpialang (08-20-2018), Sherni (06-26-2018), Unregistered (6)

  3. #2
    Anggota
    ----
     
    Sherni is a splendid one to behold Sherni is a splendid one to behold Sherni is a splendid one to behold Sherni is a splendid one to behold Sherni is a splendid one to behold Sherni is a splendid one to behold Sherni is a splendid one to behold Sherni's Avatar
    Join Date
    Mar 2018
    Location
    Lampung
    Posts
    177
    Accumulated bonus
    384 USD (What is this?)
    Thanks
    502
    Thanked 784 Times in 259 Posts
    Quote Originally Posted by yanpopey View Post
    Dollar mendapat reaksi yang berbeda pada beberapa mata uang di tengah kekhawatiran pasar terhadap perang dagang AS -China minggu lalu. Isu perang dagang masih membayangi sentimen minggu lalu, dimana isu tersebut memicu kejatuhan bursa saham, mengangkat mata uang yen atas dollar. Sementara itu, diskusi panel yang dihadiri Jerome Powell, Mario Draghi, Haruhiko Kuroda, serta Phillip Lowe, juga tidak memberikan dampak yang besar bagi pasar. Selama sepekan indeks dollar mengalami penurunan sekitar 0,63%.

    Isu perang dagang masih membayangi sentimen. Akhir minggu lalu, presiden AS, Donald Trump, mengancam akan memberlkukan tarif 20% pada mobil import dari Uni Eropa. Ancaman tersebut datang setelah Uni Eropa memberlakukan tarif pada berbgai barang import AS, sebagai reaksi atas tarif baja dan aluminium yang diterapkan oleh Gedung Putih. Sementara itu, poundsterling naik ke level tertinggi satu minggunya setelah adanya sinyal hawkish dari BoE, mencuatkan kembali adanya ekspektasi kenaikan suku bunga BoE pada Agutus nanti. Namun ketidakpastian negoisasi Brexit masih membatasi kenaikannya. Sedangkan euro menguat setelah data PMI zona euro yang melebihi ekspektasi serta adanya berita yang menyebutkan pemerintahan baru Italia tidak akan keluar dari zona euro.

    Beralih ke Komoditas, emas masih bearish minggu lalu, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed, yang mendorong pamor yield obligasi AS. Emas juga gagal terangkat di tengah isu perang dagang AS - China, yang biasanya mendorong permintaan safe haven atas logam mulia tersebut. Ekspektasi kenaikan suku bunga cenderung bearish buat emas, karena akan mengurangi daya tarik emas sebagai asset non bunga. Sedangkan penguatan dollar akan menjadikan harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegan mata uang non dollar. Selama sepekan, emas melemah 0,56%, setelah sempat jatuh ke level 1267,20 hari Kamis, terendah sejak Desember 2017.

    Sedangkan komoditas minyak menguat minggu lalu, setelah para produsen minyak sepakat untuk meningkatkan produksi sebagai kompensasi kerugian dalam produksi pada saat meningkatnya permintaan global. OPEC dan produser minyak lainnya sepakat meningkatkan produksi sekitar 1 juta bph mulai bulan Juli.

    Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada serangkaian data-data penting AS, serta negara-negara lainnya. Data-data tersebut antara lain; Dari AS, CB Consumer Confidence, GDP (Final): dan Core PCE Price Index. Sementara data-data dari negara lain; GDP Inggris dan Kanada, serta laporan inflasi zona euro. Selain data, ada juga beberapa event penting, seperti rapat regular bank sentral New Zealand (RBNZ), Pidato Mark Carney, serta pertemuan petinggi Uni Eropa di Brussel.
    Market Review Sepekan
    25 June 18
    Yang di khawatirkan jika terjadi hal itu adalah pada pergerakan market pada saat kita entri di market tersebut dan merubah entri kita menjadi loss, tentu itu akan menjadi masalah untuk kita. Oke thanks for forum.

  4. The Following 4 Users Say Thank You to Sherni For This Useful Post:

    Eko Wijianto (06-26-2018), HusenFx (06-26-2018), ratucinta (06-26-2018), yanpopey (06-26-2018)

  5. #3
    Pecandu
    Halus
     
    HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx has a reputation beyond repute HusenFx's Avatar
    Join Date
    Feb 2018
    Location
    jln merdeka pasar madang.tanggamus lampung
    Posts
    447
    Accumulated bonus
    1249 USD (What is this?)
    Thanks
    617
    Thanked 2,082 Times in 454 Posts
    terimakasih infonya gan, usd memang sudah menguat 1 bulan terakhir, sekarang masih dikisaran rasistance bulanan, semenjak ada isu perang dagang memang sempat melemah, cuma hanya sedikit saja, sentiment pasar sepertinya blum bisa terbaca , karena trand yg kuat dari bulan lalu, blum ada tanda tanda pelemahan usd.
    #Disclaimer On
    pesan ini hanya bersifat saran, ada baiknya untuk selalu mencari sumber yang lain untuk menentukan tujuan anda.
    Ayo trading mengikuti trend , bebas nanya,nambahin,dan koreksi
    DISINI

  6. The Following 3 Users Say Thank You to HusenFx For This Useful Post:

    Eko Wijianto (06-26-2018), yanpopey (06-26-2018)

  7. #4
    Orang Lama
    Bahagia
     
    Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto has a reputation beyond repute Eko Wijianto's Avatar
    Join Date
    Feb 2018
    Location
    Kota Agung
    Posts
    806
    Accumulated bonus
    853 USD (What is this?)
    Thanks
    1,905
    Thanked 2,212 Times in 715 Posts
    Quote Originally Posted by yanpopey View Post
    Dollar mendapat reaksi yang berbeda pada beberapa mata uang di tengah kekhawatiran pasar terhadap perang dagang AS -China minggu lalu. Isu perang dagang masih membayangi sentimen minggu lalu, dimana isu tersebut memicu kejatuhan bursa saham, mengangkat mata uang yen atas dollar. Sementara itu, diskusi panel yang dihadiri Jerome Powell, Mario Draghi, Haruhiko Kuroda, serta Phillip Lowe, juga tidak memberikan dampak yang besar bagi pasar. Selama sepekan indeks dollar mengalami penurunan sekitar 0,63%.

    Isu perang dagang masih membayangi sentimen. Akhir minggu lalu, presiden AS, Donald Trump, mengancam akan memberlkukan tarif 20% pada mobil import dari Uni Eropa. Ancaman tersebut datang setelah Uni Eropa memberlakukan tarif pada berbgai barang import AS, sebagai reaksi atas tarif baja dan aluminium yang diterapkan oleh Gedung Putih. Sementara itu, poundsterling naik ke level tertinggi satu minggunya setelah adanya sinyal hawkish dari BoE, mencuatkan kembali adanya ekspektasi kenaikan suku bunga BoE pada Agutus nanti. Namun ketidakpastian negoisasi Brexit masih membatasi kenaikannya. Sedangkan euro menguat setelah data PMI zona euro yang melebihi ekspektasi serta adanya berita yang menyebutkan pemerintahan baru Italia tidak akan keluar dari zona euro.

    Beralih ke Komoditas, emas masih bearish minggu lalu, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed, yang mendorong pamor yield obligasi AS. Emas juga gagal terangkat di tengah isu perang dagang AS - China, yang biasanya mendorong permintaan safe haven atas logam mulia tersebut. Ekspektasi kenaikan suku bunga cenderung bearish buat emas, karena akan mengurangi daya tarik emas sebagai asset non bunga. Sedangkan penguatan dollar akan menjadikan harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegan mata uang non dollar. Selama sepekan, emas melemah 0,56%, setelah sempat jatuh ke level 1267,20 hari Kamis, terendah sejak Desember 2017.

    Sedangkan komoditas minyak menguat minggu lalu, setelah para produsen minyak sepakat untuk meningkatkan produksi sebagai kompensasi kerugian dalam produksi pada saat meningkatnya permintaan global. OPEC dan produser minyak lainnya sepakat meningkatkan produksi sekitar 1 juta bph mulai bulan Juli.

    Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada serangkaian data-data penting AS, serta negara-negara lainnya. Data-data tersebut antara lain; Dari AS, CB Consumer Confidence, GDP (Final): dan Core PCE Price Index. Sementara data-data dari negara lain; GDP Inggris dan Kanada, serta laporan inflasi zona euro. Selain data, ada juga beberapa event penting, seperti rapat regular bank sentral New Zealand (RBNZ), Pidato Mark Carney, serta pertemuan petinggi Uni Eropa di Brussel.
    Market Review Sepekan
    25 June 18
    Tread yang menarik gan. Sangat bermanfaat untuk tipe trader yang fokus terhadap tehnik fundamental. Terus terang saya kurang pandai dalam menganalisa pergerakan harga akibat perang dagang tersebut. Saya adalah trader yang mengembangkan tehnik analisa, dan jarang sekali melihat dampak fundamental.
    Folow my signal...
    My Strategi: Tehnik Edukasi berbayar 15 juta/Bulan
    My Jurnal : Eko Wijianto's trading jurnal

  8. #5
    Penggemar
    Doh
     
    ratucinta is just really nice ratucinta is just really nice ratucinta is just really nice ratucinta is just really nice ratucinta is just really nice ratucinta's Avatar
    Join Date
    May 2018
    Location
    metatrader
    Posts
    359
    Accumulated bonus
    176 USD (What is this?)
    Thanks
    1,015
    Thanked 502 Times in 302 Posts
    Quote Originally Posted by Sherni View Post
    Yang di khawatirkan jika terjadi hal itu adalah pada pergerakan market pada saat kita entri di market tersebut dan merubah entri kita menjadi loss, tentu itu akan menjadi masalah untuk kita. Oke thanks for forum.
    betul ini.. kan bs sakit hati saya kak..terpotel potel sudah

    ---------- Post added at 12:32 ---------- Previous post was at 12:31 ----------

    Quote Originally Posted by yanpopey View Post
    Dollar mendapat reaksi yang berbeda pada beberapa mata uang di tengah kekhawatiran pasar terhadap perang dagang AS -China minggu lalu. Isu perang dagang masih membayangi sentimen minggu lalu, dimana isu tersebut memicu kejatuhan bursa saham, mengangkat mata uang yen atas dollar. Sementara itu, diskusi panel yang dihadiri Jerome Powell, Mario Draghi, Haruhiko Kuroda, serta Phillip Lowe, juga tidak memberikan dampak yang besar bagi pasar. Selama sepekan indeks dollar mengalami penurunan sekitar 0,63%.

    Isu perang dagang masih membayangi sentimen. Akhir minggu lalu, presiden AS, Donald Trump, mengancam akan memberlkukan tarif 20% pada mobil import dari Uni Eropa. Ancaman tersebut datang setelah Uni Eropa memberlakukan tarif pada berbgai barang import AS, sebagai reaksi atas tarif baja dan aluminium yang diterapkan oleh Gedung Putih. Sementara itu, poundsterling naik ke level tertinggi satu minggunya setelah adanya sinyal hawkish dari BoE, mencuatkan kembali adanya ekspektasi kenaikan suku bunga BoE pada Agutus nanti. Namun ketidakpastian negoisasi Brexit masih membatasi kenaikannya. Sedangkan euro menguat setelah data PMI zona euro yang melebihi ekspektasi serta adanya berita yang menyebutkan pemerintahan baru Italia tidak akan keluar dari zona euro.

    Beralih ke Komoditas, emas masih bearish minggu lalu, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed, yang mendorong pamor yield obligasi AS. Emas juga gagal terangkat di tengah isu perang dagang AS - China, yang biasanya mendorong permintaan safe haven atas logam mulia tersebut. Ekspektasi kenaikan suku bunga cenderung bearish buat emas, karena akan mengurangi daya tarik emas sebagai asset non bunga. Sedangkan penguatan dollar akan menjadikan harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegan mata uang non dollar. Selama sepekan, emas melemah 0,56%, setelah sempat jatuh ke level 1267,20 hari Kamis, terendah sejak Desember 2017.

    Sedangkan komoditas minyak menguat minggu lalu, setelah para produsen minyak sepakat untuk meningkatkan produksi sebagai kompensasi kerugian dalam produksi pada saat meningkatnya permintaan global. OPEC dan produser minyak lainnya sepakat meningkatkan produksi sekitar 1 juta bph mulai bulan Juli.

    Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada serangkaian data-data penting AS, serta negara-negara lainnya. Data-data tersebut antara lain; Dari AS, CB Consumer Confidence, GDP (Final): dan Core PCE Price Index. Sementara data-data dari negara lain; GDP Inggris dan Kanada, serta laporan inflasi zona euro. Selain data, ada juga beberapa event penting, seperti rapat regular bank sentral New Zealand (RBNZ), Pidato Mark Carney, serta pertemuan petinggi Uni Eropa di Brussel.
    Market Review Sepekan
    25 June 18
    makasi kak udah sharing trs terang sy lemah soal fundamental... info ini pasti sangat membantu kita semua..
    XOXOcup cup muuach,
    RATU CINTA

  9. #6
    Knuckle Gesit
    T ermenung
     
    rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo has a brilliant future rejeki besamo's Avatar
    Join Date
    Feb 2018
    Location
    jambi
    Posts
    1,170
    Accumulated bonus
    1067 USD (What is this?)
    Thanks
    1,472
    Thanked 1,961 Times in 1,062 Posts
    Quote Originally Posted by yanpopey View Post
    Dollar mendapat reaksi yang berbeda pada beberapa mata uang di tengah kekhawatiran pasar terhadap perang dagang AS -China minggu lalu. Isu perang dagang masih membayangi sentimen minggu lalu, dimana isu tersebut memicu kejatuhan bursa saham, mengangkat mata uang yen atas dollar. Sementara itu, diskusi panel yang dihadiri Jerome Powell, Mario Draghi, Haruhiko Kuroda, serta Phillip Lowe, juga tidak memberikan dampak yang besar bagi pasar. Selama sepekan indeks dollar mengalami penurunan sekitar 0,63%.

    Isu perang dagang masih membayangi sentimen. Akhir minggu lalu, presiden AS, Donald Trump, mengancam akan memberlkukan tarif 20% pada mobil import dari Uni Eropa. Ancaman tersebut datang setelah Uni Eropa memberlakukan tarif pada berbgai barang import AS, sebagai reaksi atas tarif baja dan aluminium yang diterapkan oleh Gedung Putih. Sementara itu, poundsterling naik ke level tertinggi satu minggunya setelah adanya sinyal hawkish dari BoE, mencuatkan kembali adanya ekspektasi kenaikan suku bunga BoE pada Agutus nanti. Namun ketidakpastian negoisasi Brexit masih membatasi kenaikannya. Sedangkan euro menguat setelah data PMI zona euro yang melebihi ekspektasi serta adanya berita yang menyebutkan pemerintahan baru Italia tidak akan keluar dari zona euro.

    Beralih ke Komoditas, emas masih bearish minggu lalu, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed, yang mendorong pamor yield obligasi AS. Emas juga gagal terangkat di tengah isu perang dagang AS - China, yang biasanya mendorong permintaan safe haven atas logam mulia tersebut. Ekspektasi kenaikan suku bunga cenderung bearish buat emas, karena akan mengurangi daya tarik emas sebagai asset non bunga. Sedangkan penguatan dollar akan menjadikan harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegan mata uang non dollar. Selama sepekan, emas melemah 0,56%, setelah sempat jatuh ke level 1267,20 hari Kamis, terendah sejak Desember 2017.

    Sedangkan komoditas minyak menguat minggu lalu, setelah para produsen minyak sepakat untuk meningkatkan produksi sebagai kompensasi kerugian dalam produksi pada saat meningkatnya permintaan global. OPEC dan produser minyak lainnya sepakat meningkatkan produksi sekitar 1 juta bph mulai bulan Juli.

    Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada serangkaian data-data penting AS, serta negara-negara lainnya. Data-data tersebut antara lain; Dari AS, CB Consumer Confidence, GDP (Final): dan Core PCE Price Index. Sementara data-data dari negara lain; GDP Inggris dan Kanada, serta laporan inflasi zona euro. Selain data, ada juga beberapa event penting, seperti rapat regular bank sentral New Zealand (RBNZ), Pidato Mark Carney, serta pertemuan petinggi Uni Eropa di Brussel.
    Market Review Sepekan
    25 June 18
    Jika terjadi perang dagang antara AS dan China akan berpengaruh terhadap pelemahan ekonomi global dimana berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global seiring dengan potensi penurunan volume perdagangan dunia pada umunya sebagai konsekuensi dari kebijakan proteksionisme AS dan China.kondisi ini berisiko pada perekonomian global, termasuk Indonesia dimana genderang perang dagang antara AS dan China bagi indonesia akan mengganggu pasar ekspor. Terutama, untuk ekspor baja dan aluminium.
    Perang dagang antara Amerika dan china dimulai ketika dua negera tersebut saling melakukan proteksi terhadap produk produk yang masuk dari negara china maupun amerika yang kemudian berujung saling membalas menerapkan kebijakan di negara masing masing yang menurut saya berpotensi menimbulkan persaingan dagang yang tidal sehat dan berdampak bagi negara negara yang membangun hubungan dagang dengan negara negara tersebut.

  10. #7
    Penggemar
    ----
     
    Marry is just really nice Marry is just really nice Marry is just really nice Marry is just really nice Marry's Avatar
    Join Date
    Aug 2016
    Location
    X-Three
    Posts
    278
    Accumulated bonus
    208 USD (What is this?)
    Thanks
    317
    Thanked 387 Times in 230 Posts
    Sebagai sebuah negara yang eknominya masih seperti ini, ya memang saya kwatir bahwa perang dagang antara beberapa negara seperti Cina dan Amerika akan membuat kita Indonesia dan perekonomiannya tidak pasti. Yang saya harapkan adalah bahwa perlu suatu keharmonisan dalam hubungan perdagangan sehingga negara-negara yang ekonominya masih dalam proses berkembang ke arah mapan akan mendapatkan suatu stabilitas eknomi. Kalau terjadi perang dagang seperti ini khan akhirnya yang akan menderita adalah negara-negara yang eknominya kasian tidak seperti Amerika. himbauanku, ingatlah akan negara-negara yang masih berkembang supaya ekonomi mereka pun menjadi lebih baik dari sebebelumnya.

  11. #8
    Guru Honorer dari MT5
    Panas
     
    alventa has a reputation beyond repute alventa has a reputation beyond repute alventa has a reputation beyond repute alventa has a reputation beyond repute alventa has a reputation beyond repute alventa has a reputation beyond repute alventa has a reputation beyond repute alventa has a reputation beyond repute alventa has a reputation beyond repute alventa has a reputation beyond repute alventa has a reputation beyond repute alventa's Avatar
    Join Date
    Aug 2010
    Location
    http://www.instaforex.com/
    Posts
    21,934
    Accumulated bonus
    5276 USD (What is this?)
    Saya bertemu tamu
    3 (detail lebih lanjut)
    Thanks
    6,469
    Thanked 6,790 Times in 3,712 Posts
    Black Frame Talent: Kontes Demotivator pada Forum MT5.com
    Quote Originally Posted by Marry View Post
    Sebagai sebuah negara yang eknominya masih seperti ini, ya memang saya kwatir bahwa perang dagang antara beberapa negara seperti Cina dan Amerika akan membuat kita Indonesia dan perekonomiannya tidak pasti. Yang saya harapkan adalah bahwa perlu suatu keharmonisan dalam hubungan perdagangan sehingga negara-negara yang ekonominya masih dalam proses berkembang ke arah mapan akan mendapatkan suatu stabilitas eknomi. Kalau terjadi perang dagang seperti ini khan akhirnya yang akan menderita adalah negara-negara yang eknominya kasian tidak seperti Amerika. himbauanku, ingatlah akan negara-negara yang masih berkembang supaya ekonomi mereka pun menjadi lebih baik dari sebebelumnya.
    Di nusantara ini tidak perlu khawatir gan, karena memang bumi yang dianugerahkan Alloh kepada penduduk nusantara subur makmur. Jadi memang tinggal menanam atau menambang dengan baik saja kemudian dimanfaatkan diri sendiri. Ini akan membuat kita menjadi tidak terpengaruh oleh negara-negara itu.

  12. The Following 8 Users Say Thank You to alventa For This Useful Post:

    giman (08-21-2018), muhammad_mulyono (08-21-2018), Unregistered (2)

  13. #9
    Penggemar
    Doh
     
    amir_ariffudin is a splendid one to behold amir_ariffudin is a splendid one to behold amir_ariffudin is a splendid one to behold amir_ariffudin is a splendid one to behold amir_ariffudin is a splendid one to behold amir_ariffudin is a splendid one to behold amir_ariffudin is a splendid one to behold amir_ariffudin's Avatar
    Join Date
    Feb 2018
    Posts
    304
    Accumulated bonus
    109 USD (What is this?)
    Thanks
    966
    Thanked 864 Times in 307 Posts
    Quote Originally Posted by alventa View Post
    Di nusantara ini tidak perlu khawatir gan, karena memang bumi yang dianugerahkan Alloh kepada penduduk nusantara subur makmur. Jadi memang tinggal menanam atau menambang dengan baik saja kemudian dimanfaatkan diri sendiri. Ini akan membuat kita menjadi tidak terpengaruh oleh negara-negara itu.
    tapi kenyataannya selama ini negara kita tidak sedang menanam gan, kalaupun menanam juga itu belum dapat menutupi kebutuhannya setiap indifidu dan pada akhirnya negara kita akan tetap begini begini saja dengan nilai tukar uang yang akan terus merosot dibandingkan dengan negara lain, kalaupun negara kita ini juga memiliki tanah yang subur berlimpah tambangnya saya rasa tambang-tambang di indonesia masih dimiliki sama orang-orang negara luar jadi selama negara kita belum memnyadari bahwa kita ini masih jauh dari negara lain maka kita akan tetap akan begini gan

  14. The Following User Says Thank You to amir_ariffudin For This Useful Post:

    Unregistered (1)

  15. <a href="">Forex Portal MT5</a>
  16. #10
    Pecandu
    Bahagia
     
    adidark34 is a name known to all adidark34 is a name known to all adidark34 is a name known to all adidark34 is a name known to all adidark34 is a name known to all adidark34 is a name known to all adidark34's Avatar
    Join Date
    Dec 2017
    Location
    Indragiri hulu, riau
    Posts
    593
    Accumulated bonus
    216 USD (What is this?)
    Thanks
    423
    Thanked 735 Times in 438 Posts
    Quote Originally Posted by alventa View Post
    Di nusantara ini tidak perlu khawatir gan, karena memang bumi yang dianugerahkan Alloh kepada penduduk nusantara subur makmur. Jadi memang tinggal menanam atau menambang dengan baik saja kemudian dimanfaatkan diri sendiri. Ini akan membuat kita menjadi tidak terpengaruh oleh negara-negara itu.
    Ya, betul gan, negara kita memang subur dan sangat kaya sumber daya alam baik darat maupun lautan. Sampai bisa pesawat su-35 dari rusia dengan barter hasil bumi. Dan, negara tetangga pada ribut karena indonesia dapat pesawat perang tercanggih seAsia. Wow. Salut ama rezim sekarang, meskipun udah diancam oleh Amerika tetapi indonesia tetap beli pesawt dari Rusia.

    Quote Originally Posted by amir_ariffudin View Post
    tapi kenyataannya selama ini negara kita tidak sedang menanam gan, kalaupun menanam juga itu belum dapat menutupi kebutuhannya setiap indifidu dan pada akhirnya negara kita akan tetap begini begini saja dengan nilai tukar uang yang akan terus merosot dibandingkan dengan negara lain, kalaupun negara kita ini juga memiliki tanah yang subur berlimpah tambangnya saya rasa tambang-tambang di indonesia masih dimiliki sama orang-orang negara luar jadi selama negara kita belum memnyadari bahwa kita ini masih jauh dari negara lain maka kita akan tetap akan begini gan
    Memang, kekayaan alam indonesia dikuasai oleh negara asing. Karena, pada masa orde lama mewariskan beban ekonomi yang buruk akibat perang dwikora dan trikora. Jadinya ketika dijaman orde baru, mau tidak mau. Menjual aset kekayaan alam ke pihak asing. Contohnya yang paling terkenal itu, Freeport. Tambang emas, alumunium beserta bahan mineral lainnya yang sangat bernilai.

    Cuman, sangat disayangkan saham yang dimiliki Indonesia sangat sedikit sekali. Saham asing nyaris 100% T_T Hanya, di jaman presiden Jokowi. Pemerintah berani dengan tegas menolak kontrak perpanjangan freeport asalkan mendapatkan saham sekitar 55%. Jika, tidak mau diperpanjang maka, akan mencari pihak lain yang mau diajak kerja sama. Salut dah ama rezim sekarang.

Page 1 of 3
1 2 3 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts