Forex Community Place

Dapatkan hingga
$50000
karena mengundang teman
untuk memperoleh Bonus StartUp
dari InstaForex
Tidak perlu investasi!
Mulai trading tanpa
risiko dan investasi
Dengan Bonus Permulaan 1000$
Dapatkan bonus
55%
ke akun anda!
Page 14 of 21
FirstFirst ... 4 12 13 14 15 16 ... LastLast
Results 131 to 140 of 204

Thread: Kebijakan AS menjadi biang kladi gejolak ekonomi dunia

  1. #131
    Veteran Honorer MT5
    ----
     
    minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke's Avatar
    Join Date
    Feb 2015
    Location
    mitokondria
    Posts
    11,249
    Accumulated bonus
    10230 USD (What is this?)
    Saya bertemu tamu
    31 (detail lebih lanjut)
    Thanks
    12,296
    Thanked 17,205 Times in 7,667 Posts
    Quote Originally Posted by SereaL     
    Maaf yah kak minke, bukannya saya tidak sependapat dengan pernyataan kakak tetapi saya memiliki perspektif yang berbeda. Memang US yang memicu terjadi perang dagang dengan China, hanya saja ini bukan semata-mata untuk mencari untuk untung atau rugi dalam export ataupun import. US sendiri memiliki utang terhadap China sebanyak $1.15 triliun jadi sebagian besar surat utang pemerintah US dipegang oleh China. Sebenarnya China sendiri saja sudah cukup untuk menghancurkan perekonomian US dengan menagih pembayaran sekaligus surat utang pemerintah US tanpa perlu perang militer. Klopun perang militer jelas sekali China bisa mengimbangi US, toh China aja sudah bisa bikin matahari buatan sendiri.

    Kebijakan US yang dilakukan oleh Trump ini hanya untuk bisa mengurangi utang US terhadap China. Karena ada wacana, China Yuan (CNY) akan bisa menggantikan US Dollar (USD) ketika utang US terhadap China tidak bisa terbayarkan. Meskipun nantinya China memohon untuk mengulang adanya perundingan dagang dengan US, hanya untuk mencegah surat utang pemerintah US lepas begitu saja. Sebenarnya seh klo menurut saya, US yang merasa khawatir bukannya China. Semisal pemerintahan Xi Jinping ini juga frontol menanggapi kebijakan Trump, perekonomian dunia secara global jelas sekali akan terjadi shutdown.
    Utang Amerika Serikat kepada negara China itu adalah utang yang pembayarannya sudah ada tenggat waktu om. Jadi ada utang dengan tenggat waktu :
    • 1 tahun
    • 5 tahun
    • 10 tahun

    Nah, sebagai negara maju pasti akan membayar utang mereka sesuai janji atau ketentuan. Misalnya Amerika Serikat mencari utang 1 tahun kepada China maka pasti akan dibayar dalam jangka waktu 1 tahun. Jika Amerika Serikat mencari utang 5 tahun kepada China maka pasti akan dibayar dalam jangka waktu 5 tahun. Pokoknya China tenang saja kalau sudah jatuh tempo maka Amerika Serikat pasti bayar utangnya.

    Nah kemarin saya mendengar pembahasan trade war ini di sebuah podcast yang narasumbernya adalah Chatib Basri yang seorang dosen ekonomi UI dan mantan menteri ekonomi di jaman SBY. Lalu dia mengatakan sepertinya China tidak akan menjual semua surat utang Amerika Serikat. Kenapa? Karena kalau semua surat utang itu dijual secara bersamaan maka harga surat utang Amerika Serikat itu akan murah. Anggaplah kemarin China beli surat utang Amerika Serikat sebesar $100 lalu sekarang mau dijual semuanya secara bersamaan ke seluruh dunia tentu harganya akan turun misalnya menjadi $80 karena supply surat utang Amerika Serikat ini menjadi terlalu banyak. Ingat hukum ekonomi, kalau penawaran lebih besar daripada permintaan maka harga akan turun.

    Jadi negara China saya yakin tidak mau rugi dengan menjual semua surat utang Amerika Serikat. Dan kata Chatib Basri jalan yang paling mungkin dilakukan oleh China adalah dengan melemahkan mata uang mereka sendiri yaitu Yuan. Karena ketika mata uang Yuan semakin murah terhadap USD maka biaya eksport ke Amerika Serikat menjadi lebih murah lagi sehingga nantinya tidak masalah kalau dikenai tarif masuk karena harga terbaru sudah turun.
    Contoh sederhananya:

    Kalau dulu China memasukkan produk elektronik ke Amerika serikat yang harganya $500 lalu kena tarif masuk sebesar 20 persen sehingga harga jualnya menjadi $600. Lalu sekarang China memilih untuk melemahkan mata uangnya sehingga biaya ekspor bisa lebih murah dan produk elektroniknya menjadi seharga kira-kira $450 yang dikenai tarif masuk sebesar 20 persen sehingga sekarang harga produk China menjadi $540 saja.

    Tapi memang skenario perang dagang ini sesuai selera masing-masing, ada yang suka terjadi perang dagang lanjutan dan China memilih jual surat utang amerika serikat dan ada juga yang suka kalau China sengaja melemahkan harga yuan supaya biaya ekspor jadi lebih murah dan China bisa bisnis lagi dengan tenang ke Amerika Serikat.

  2. The Following 7 Users Say Thank You to minke For This Useful Post:

    djeruk (06-21-2019), dorathetrader (06-21-2019), Niesa29 (06-22-2019), SereaL (06-21-2019), Unregistered (3)

  3. <a href="https://www.mt5.com/id/">Forex Portal MT5</a>
  4. #132
    Poster Setia
    ----
     
    dorathetrader is just really nice dorathetrader is just really nice dorathetrader is just really nice dorathetrader is just really nice dorathetrader is just really nice dorathetrader's Avatar
    Join Date
    May 2018
    Posts
    2,552
    Accumulated bonus
    67 USD (What is this?)
    Thanks
    64
    Thanked 621 Times in 447 Posts
    Quote Originally Posted by minke     
    Utang Amerika Serikat kepada negara China itu adalah utang yang pembayarannya sudah ada tenggat waktu om. Jadi ada utang dengan tenggat waktu :
    • 1 tahun
    • 5 tahun
    • 10 tahun

    Nah, sebagai negara maju pasti akan membayar utang mereka sesuai janji atau ketentuan. Misalnya Amerika Serikat mencari utang 1 tahun kepada China maka pasti akan dibayar dalam jangka waktu 1 tahun. Jika Amerika Serikat mencari utang 5 tahun kepada China maka pasti akan dibayar dalam jangka waktu 5 tahun. Pokoknya China tenang saja kalau sudah jatuh tempo maka Amerika Serikat pasti bayar utangnya.

    Nah kemarin saya mendengar pembahasan trade war ini di sebuah podcast yang narasumbernya adalah Chatib Basri yang seorang dosen ekonomi UI dan mantan menteri ekonomi di jaman SBY. Lalu dia mengatakan sepertinya China tidak akan menjual semua surat utang Amerika Serikat. Kenapa? Karena kalau semua surat utang itu dijual secara bersamaan maka harga surat utang Amerika Serikat itu akan murah. Anggaplah kemarin China beli surat utang Amerika Serikat sebesar $100 lalu sekarang mau dijual semuanya secara bersamaan ke seluruh dunia tentu harganya akan turun misalnya menjadi $80 karena supply surat utang Amerika Serikat ini menjadi terlalu banyak. Ingat hukum ekonomi, kalau penawaran lebih besar daripada permintaan maka harga akan turun.

    Jadi negara China saya yakin tidak mau rugi dengan menjual semua surat utang Amerika Serikat. Dan kata Chatib Basri jalan yang paling mungkin dilakukan oleh China adalah dengan melemahkan mata uang mereka sendiri yaitu Yuan. Karena ketika mata uang Yuan semakin murah terhadap USD maka biaya eksport ke Amerika Serikat menjadi lebih murah lagi sehingga nantinya tidak masalah kalau dikenai tarif masuk karena harga terbaru sudah turun.
    Contoh sederhananya:

    Kalau dulu China memasukkan produk elektronik ke Amerika serikat yang harganya $500 lalu kena tarif masuk sebesar 20 persen sehingga harga jualnya menjadi $600. Lalu sekarang China memilih untuk melemahkan mata uangnya sehingga biaya ekspor bisa lebih murah dan produk elektroniknya menjadi seharga kira-kira $450 yang dikenai tarif masuk sebesar 20 persen sehingga sekarang harga produk China menjadi $540 saja.

    Tapi memang skenario perang dagang ini sesuai selera masing-masing, ada yang suka terjadi perang dagang lanjutan dan China memilih jual surat utang amerika serikat dan ada juga yang suka kalau China sengaja melemahkan harga yuan supaya biaya ekspor jadi lebih murah dan China bisa bisnis lagi dengan tenang ke Amerika Serikat.
    ya tinggal dilemahin aja terus cuma jangan bilang bilang trump... ntar dibilang curang

    Untuk export babi dari US ke China aja jadi susah

    Dengan demam babi Afrika memotong populasi babi Cina menjadi dua, itu mungkin tidak lagi dapat memenuhi permintaan bangsa akan daging babi, secara teoritis membuka pintu bagi para petani di Amerika Serikat untuk mengisi kekosongan.
    Tetapi sebagai balasan atas tarif yang dikenakan pada impor Cina oleh Presiden AS Donald Trump, babi yang pergi ke Cina dari AS sekarang menghadapi retribusi 62 persen, pada dasarnya membuat produk-produk Amerika terlalu mahal bagi konsumen di Cina. Hal ini juga membuat eksportir frustrasi karena mereka tidak dapat mengambil keuntungan dari peluang utama untuk mendapatkan akses jangka panjang ke pasar yang menguntungkan.

  5. The Following 2 Users Say Thank You to dorathetrader For This Useful Post:

    minke (06-22-2019), Unregistered (1)

  6. #133
    Forum Veteran
    Jahat
     
    djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk's Avatar
    Join Date
    Dec 2017
    Location
    AD - Z
    Posts
    5,417
    Accumulated bonus
    5268 USD (What is this?)
    Thanks
    11,905
    Thanked 15,325 Times in 4,677 Posts
    Quote Originally Posted by minke     
    Utang Amerika Serikat kepada negara China itu adalah utang yang pembayarannya sudah ada tenggat waktu om. Jadi ada utang dengan tenggat waktu :
    • 1 tahun
    • 5 tahun
    • 10 tahun

    Nah, sebagai negara maju pasti akan membayar utang mereka sesuai janji atau ketentuan. Misalnya Amerika Serikat mencari utang 1 tahun kepada China maka pasti akan dibayar dalam jangka waktu 1 tahun. Jika Amerika Serikat mencari utang 5 tahun kepada China maka pasti akan dibayar dalam jangka waktu 5 tahun. Pokoknya China tenang saja kalau sudah jatuh tempo maka Amerika Serikat pasti bayar utangnya.

    Nah kemarin saya mendengar pembahasan trade war ini di sebuah podcast yang narasumbernya adalah Chatib Basri yang seorang dosen ekonomi UI dan mantan menteri ekonomi di jaman SBY. Lalu dia mengatakan sepertinya China tidak akan menjual semua surat utang Amerika Serikat. Kenapa? Karena kalau semua surat utang itu dijual secara bersamaan maka harga surat utang Amerika Serikat itu akan murah. Anggaplah kemarin China beli surat utang Amerika Serikat sebesar $100 lalu sekarang mau dijual semuanya secara bersamaan ke seluruh dunia tentu harganya akan turun misalnya menjadi $80 karena supply surat utang Amerika Serikat ini menjadi terlalu banyak. Ingat hukum ekonomi, kalau penawaran lebih besar daripada permintaan maka harga akan turun.

    Jadi negara China saya yakin tidak mau rugi dengan menjual semua surat utang Amerika Serikat. Dan kata Chatib Basri jalan yang paling mungkin dilakukan oleh China adalah dengan melemahkan mata uang mereka sendiri yaitu Yuan. Karena ketika mata uang Yuan semakin murah terhadap USD maka biaya eksport ke Amerika Serikat menjadi lebih murah lagi sehingga nantinya tidak masalah kalau dikenai tarif masuk karena harga terbaru sudah turun.
    Contoh sederhananya:

    Kalau dulu China memasukkan produk elektronik ke Amerika serikat yang harganya $500 lalu kena tarif masuk sebesar 20 persen sehingga harga jualnya menjadi $600. Lalu sekarang China memilih untuk melemahkan mata uangnya sehingga biaya ekspor bisa lebih murah dan produk elektroniknya menjadi seharga kira-kira $450 yang dikenai tarif masuk sebesar 20 persen sehingga sekarang harga produk China menjadi $540 saja.

    Tapi memang skenario perang dagang ini sesuai selera masing-masing, ada yang suka terjadi perang dagang lanjutan dan China memilih jual surat utang amerika serikat dan ada juga yang suka kalau China sengaja melemahkan harga yuan supaya biaya ekspor jadi lebih murah dan China bisa bisnis lagi dengan tenang ke Amerika Serikat.
    saya masih menganggap kalau cina juga tidak akan menarik surat hutangnya karena ini sebagai kartu AS bagi cina, hanya saja kalau dengan perspektif melemahkan yuan maka barang produksi akan murah dan apakah nanti sebanding dengan biaya produksi barang? agak sulit memahaminya karena cina terkenal dengan buat barang dengan untuk sedikit mungkin dan labih fokus kepada quantitinya. bahkan yang paling baru adalah Presiden Tiongkok, Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara, Kamis (20/6/2019) dan Jumat (21/6/2019).Ini menjadi kunjungan pertama Xi Jinping setelah ia menjabat pada 2013 dan yang pertama dalam 14 tahun bagi seorang presiden Cina.
    Tempat Ngobrol Analisa
    Update Tiap Hari

    Djeruk Journal

  7. The Following 4 Users Say Thank You to djeruk For This Useful Post:

    minke (06-22-2019), Unregistered (3)

  8. #134
    Poster Lama
     Jatuh Cinta
     
    Excelite has a reputation beyond repute Excelite has a reputation beyond repute Excelite has a reputation beyond repute Excelite has a reputation beyond repute Excelite has a reputation beyond repute Excelite has a reputation beyond repute Excelite has a reputation beyond repute Excelite has a reputation beyond repute Excelite has a reputation beyond repute Excelite has a reputation beyond repute Excelite has a reputation beyond repute Excelite's Avatar
    Join Date
    May 2019
    Location
    Home and Office
    Posts
    3,228
    Accumulated bonus
    892 USD (What is this?)
    Thanks
    18,843
    Thanked 20,086 Times in 3,265 Posts
    Quote Originally Posted by djeruk     
    saya masih menganggap kalau cina juga tidak akan menarik surat hutangnya karena ini sebagai kartu AS bagi cina, hanya saja kalau dengan perspektif melemahkan yuan maka barang produksi akan murah dan apakah nanti sebanding dengan biaya produksi barang? agak sulit memahaminya karena cina terkenal dengan buat barang dengan untuk sedikit mungkin dan labih fokus kepada quantitinya. bahkan yang paling baru adalah Presiden Tiongkok, Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara, Kamis (20/6/2019) dan Jumat (21/6/2019).Ini menjadi kunjungan pertama Xi Jinping setelah ia menjabat pada 2013 dan yang pertama dalam 14 tahun bagi seorang presiden Cina.
    wah keren ya om thread disini saya ikut nimbrung om bahwa memang sekarang barang impor yang masuk ke negera kita banyak yang berasal dai buatan china. china menurut saya negara paling banyak impor ke negara kita karena selain dengan banyak nya populasi dari negar china pun karena harganya yang sangat derani bila dibanding dengan negara lainnya dengan begitu menurut saya ini menjadikan keberanian yang sangat nyata bila diandingkan dengan negara lain nya om.

  9. The Following 6 Users Say Thank You to Excelite For This Useful Post:

    Unregistered (6)

  10. #135
    Veteran Honorer MT5
    ----
     
    minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke's Avatar
    Join Date
    Feb 2015
    Location
    mitokondria
    Posts
    11,249
    Accumulated bonus
    10230 USD (What is this?)
    Saya bertemu tamu
    31 (detail lebih lanjut)
    Thanks
    12,296
    Thanked 17,205 Times in 7,667 Posts
    Quote Originally Posted by dorathetrader     
    ya tinggal dilemahin aja terus cuma jangan bilang bilang trump... ntar dibilang curang

    Untuk export babi dari US ke China aja jadi susah

    Dengan demam babi Afrika memotong populasi babi Cina menjadi dua, itu mungkin tidak lagi dapat memenuhi permintaan bangsa akan daging babi, secara teoritis membuka pintu bagi para petani di Amerika Serikat untuk mengisi kekosongan.
    Tetapi sebagai balasan atas tarif yang dikenakan pada impor Cina oleh Presiden AS Donald Trump, babi yang pergi ke Cina dari AS sekarang menghadapi retribusi 62 persen, pada dasarnya membuat produk-produk Amerika terlalu mahal bagi konsumen di Cina. Hal ini juga membuat eksportir frustrasi karena mereka tidak dapat mengambil keuntungan dari peluang utama untuk mendapatkan akses jangka panjang ke pasar yang menguntungkan.
    Tidak mungkin rasanya amerika serikat tidak tau kalau china mau melemahkan yuan secara sistematis dan terstruktur. Jadi kalau sudah dilemahkan pasti dengan cepat akan ketahuan oleh donald trump dan pasti akan langsung dituduh curang.

    Kalau soal eksport babi kita juga bisa melakukan perbandingan saja, mana lebih besar antara eksport babi amerika serikat ke china atau eksport elektronik dan baja China ke Amerika Serikat. Saya juga tidak tau datanya berapa tapi kemungkinan besar yang lebih besar adalah eksport elektronik dan baja China ke Amerika Serikat om. Jadi dari sana ada kemungkinan yang paling besar ruginya adalah China. Tapi mungkin kita perlu data yang lebih pasti lagi supaya tidak pakai feeling

    Quote Originally Posted by djeruk     
    saya masih menganggap kalau cina juga tidak akan menarik surat hutangnya karena ini sebagai kartu AS bagi cina, hanya saja kalau dengan perspektif melemahkan yuan maka barang produksi akan murah dan apakah nanti sebanding dengan biaya produksi barang? agak sulit memahaminya karena cina terkenal dengan buat barang dengan untuk sedikit mungkin dan labih fokus kepada quantitinya. bahkan yang paling baru adalah Presiden Tiongkok, Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara, Kamis (20/6/2019) dan Jumat (21/6/2019).Ini menjadi kunjungan pertama Xi Jinping setelah ia menjabat pada 2013 dan yang pertama dalam 14 tahun bagi seorang presiden Cina.
    Saya menganut kebebasan berpendapat om dan kalau ingin melawan pendapat juga akan menggunakan pendapat yang dirasa cocok. Jadi saya sempat beberapa kali mendengar dan membaca analisa pakar ekonomi dan semuanya tidak yakin kalau China akan memainkan surat utang amerika serikat supaya China bisa menang dari AS. Karena yang namanya negara pasti akan dituntut oleh masyarakatnya kalau dengan sengaja mengalami kerugian besar. Bayangkan saja di Indonesia kalau ada pejabat yang merugikan negara dan ada buktinya pasti besok langsung ditangkap KPK. Nah begitu juga dengan China, kalau China menjual surat utang AS yang dulunya di beli dengan total biaya 1 triliun dolar maka saat dijual semuanya tentu pendapatannya akan kurang dari 1 triliun dolar karena ketika dunia ini dibanjiri oleh surat utang AS tentu harga surat utang itu akan lebih murah sehingga yang rugi adalah China bukan AS.

    Bayangkan saja dulu China membeli surat utang AS dengan biaya total 1 triliun dolar dan nanti mau di jual semuanya dan hanya dapat 800 milliar dolar. Jadi hanya karena ingin menggertak China terpaksa harus mengalami kerugian sampai 200 milliar dolar. Kalau hal seperti ini terjadi di Indonesia pasti pejabat yang memutuskan menjual itu akan ditangkap KPK om.

    Untuk hitung-hitungan biaya eksport dengan harga yuan yang semakin murah daripada USD maka China tidak perlu menekan biaya produksi om, tapi cukup ekspor seperti biasa saja. Sederhananya seperti ini, anggap sekarang nilai 1 USD itu adalah 5 yuan. Dan di kemudian hari China melemahkan yuan menjadi 1 USD sebesar 7 yuan.

    Lalu kalau eksport di bulan ini China mendapat untung 1 juta dolar yang kalau dibawa ke China menjadi 5 juta yuan saja. Tapi begitu beberapa bulan kemudian nilai 1 USD melemah menjadi 7 yuan maka di eksport selanjutnya setiap untung 1 juta dolar membuat China mendapat untung 7 juta yuan atau 2 juta yuan lebih banyak daripada sebelumnya.

    Setidaknya dengan cara ini China bisa mendapat win-win solution tanpa harus menjual surat utang AS.
    Last edited by minke; 06-22-2019 at 09:03.

  11. The Following 4 Users Say Thank You to minke For This Useful Post:

    djeruk (06-22-2019), Unregistered (3)

  12. #136
    Forum Veteran
    Jahat
     
    djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk's Avatar
    Join Date
    Dec 2017
    Location
    AD - Z
    Posts
    5,417
    Accumulated bonus
    5268 USD (What is this?)
    Thanks
    11,905
    Thanked 15,325 Times in 4,677 Posts
    Quote Originally Posted by minke
    Untuk hitung-hitungan biaya eksport dengan harga yuan yang semakin murah daripada USD maka China tidak perlu menekan biaya produksi om, tapi cukup ekspor seperti biasa saja. Sederhananya seperti ini, anggap sekarang nilai 1 USD itu adalah 5 yuan. Dan di kemudian hari China melemahkan yuan menjadi 1 USD sebesar 7 yuan.

    Lalu kalau eksport di bulan ini China mendapat untung 1 juta dolar yang kalau dibawa ke China menjadi 5 juta yuan saja. Tapi begitu beberapa bulan kemudian nilai 1 USD melemah menjadi 7 yuan maka di eksport selanjutnya setiap untung 1 juta dolar membuat China mendapat untung 7 juta yuan atau 2 juta yuan lebih banyak daripada sebelumnya.

    Setidaknya dengan cara ini China bisa mendapat win-win solution tanpa harus menjual surat utang AS.
    Saya paham sekarang om, berarti cara cina ini dalam rangka juga untuk mentabilkan harga juga, pagi ini saya juga baca lagi kalau bank central cina mengeluarkan uang lagi untuk menstabilkan harga dipasaran. kalau masih dalam ranah win win solution sampai sekarang berarti AS maupun Cina sedang perang terselubung dong ya?taktik cina seperti yang om sampaikan dan juga tekanan amerika terhadap negara lain untuk mencari keuntungan sepihak. Kasihan negara negara berkembang macam indonesia yang terombang ambing kondisi global. Selingan juga kemaren rupiah diberitakan bisa memukul mundur doalr dan keok terhadap dolar, dalam hati saya sih ketawa, para analis yang memberitakan kok sebegitunya, kalau doalr menguat kemudian rupih bisa memukul mundur barulah saya kagum, lha wong dolar terjun bebas seperti itu kok dibilang menghajar dolar
    Tempat Ngobrol Analisa
    Update Tiap Hari

    Djeruk Journal

  13. The Following User Says Thank You to djeruk For This Useful Post:

    minke (06-23-2019)

  14. #137
    Poster Honorer
     Jatuh Cinta
     
    Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29 has a reputation beyond repute Niesa29's Avatar
    Join Date
    Aug 2018
    Location
    BUMI PANJALU
    Posts
    1,882
    Accumulated bonus
    1129 USD (What is this?)
    Thanks
    6,187
    Thanked 7,092 Times in 1,593 Posts
    Quote Originally Posted by raden123     
    Kebijakan-kebijakan pemerintah AS agaknya memang menjadi biang keladi dari sebagian besar gejolak geopolitik dunia tahun ini. Selain masalah kenaikan tarif impor, negeri pimpinan Donald Trump itu memicu reaksi pasar karena serangkaian sanksi yang dijatuhkan pada Rusia dan Turki. Merespon ketegangan geopolitik yang memanas, Yen Jepang menguat terhadap mata uang-mata uang mayor di Kamis (09/Agustus) malam ini. Selain itu, mata uang Rusia dan Turki turun tajam karena terdampak kekhawatiran terkait sanksi AS.

    Konflik AS Dengan Rusia Dan Turki
    Washington menyatakan akan menerapkan sanksi baru untuk Moskow. Pihak AS yakin bahwa Rusia telah melanggar aturan penggunaan senjata kimia internasional, dengan cara menggunakan racun syaraf Novichok untuk menyerang mantan agen Rusia Sergei Skripal di Inggris pada bulan Maret lalu.
    Sementara itu, Presiden Donald Trump juga menjatuhkan sanksi keuangan terhadap Turki, karena tidak bisa menerima kebijakan pemerintahan Tayyip Erdogan yang memenjarakan dua warga Amerika Serikat atas tuduhan spionase. Untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, delegasi Turki pun mengadakan pertemuan dengan pejabat Kementerian Luar Negeri AS.

    Investor Cari Safe Haven, Yen Diburu
    Ketegangan geopolitik semacam ini membuat Yen yang menjadi mata uang safe haven, sehingga akhirnya kebanjiran pembeli. USD/JPY memperpanjang penurunan ke posisi 110.90, sedangkan EUR/JPY jatuh ke posisi 128.32 dari 128.72. GBP/JPY juga turun drastis ke 142.73, dari sebelumnya di 143.200.

    Meski demikian, para pelaku pasar sebetulnya masih ragu, mata uang mana yang benar-benar dapat diandalkan dalam situasi ketidakpastian politik. Lagipula, Yen sendiri juga cukup rentan dalam jangka pendek, mengingat AS dan Jepang sedang melakukan negosiasi.
    "Politik terus menjadi pembawa malapetaka dalam pasar forex jangka pendek. Kami semua masih bertanya-tanya mata uang mana yang benar-benar aman sekarang ini," kata Viraj Patel, ahli mata uang dari ING.

    Rubel Dan Lira Merosot Tajam
    Rubel Rusia melemah ke level terendah sejak bulan November 2016 terhadap Dolar AS, utamanya setelah Washington mengumumkan rencana pemberian sanksi. Pasangan mata yang RUB/USD jeblok ke level 0.015007 saat berita ini ditulis.


    Mengiringi penurunan Rubel, Lira Turki juga jatuh terhadap Dolar AS dengan melemah sebanyak 2.5 persen. Pasangan mata uang TRY/USD mengukir penurunan ke 0.18188, melanjutkan Downtrend kuat yang terbentuk sejak 23 Juli silam.
    Di tengah kondisi mata uang yang tidak menentu bisa di pastikan bahwa para investor lebih memilih ke komoditi seperti Gold, Oil, dan lain lain dan kemungkinan juga investor lebih memilih ke saham. Memang sepertinya Yen masih menguasai market ya jika di banding dengan mata uang lain. Tapi ya itulah yang menyebabkan market bergerak. Adanya pengaruh politik di dalam kebijakan kebijakan ekonomi suatu negara yang bisa membuat mata uang mereka naik dan turun.

  15. #138
    Veteran Honorer MT5
    ----
     
    minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke has a reputation beyond repute minke's Avatar
    Join Date
    Feb 2015
    Location
    mitokondria
    Posts
    11,249
    Accumulated bonus
    10230 USD (What is this?)
    Saya bertemu tamu
    31 (detail lebih lanjut)
    Thanks
    12,296
    Thanked 17,205 Times in 7,667 Posts
    Quote Originally Posted by djeruk     
    Saya paham sekarang om, berarti cara cina ini dalam rangka juga untuk mentabilkan harga juga, pagi ini saya juga baca lagi kalau bank central cina mengeluarkan uang lagi untuk menstabilkan harga dipasaran. kalau masih dalam ranah win win solution sampai sekarang berarti AS maupun Cina sedang perang terselubung dong ya?taktik cina seperti yang om sampaikan dan juga tekanan amerika terhadap negara lain untuk mencari keuntungan sepihak. Kasihan negara negara berkembang macam indonesia yang terombang ambing kondisi global. Selingan juga kemaren rupiah diberitakan bisa memukul mundur doalr dan keok terhadap dolar, dalam hati saya sih ketawa, para analis yang memberitakan kok sebegitunya, kalau doalr menguat kemudian rupih bisa memukul mundur barulah saya kagum, lha wong dolar terjun bebas seperti itu kok dibilang menghajar dolar
    Mungkin ada benarnya kalau bank central china mengeluarkan uang lagi untuk menstabilkan harga di pasaran, tapi pada intinya kalau uang yuan banyak beredar di masyarakat maka pelan-pelan nilai yuan juga akan melemah. Jadi istilah menstabilkan harga itu mungkin hanya kedok supaya rencana melemahkan yuan tidak terlalu terlihat dengan jelas.

    Kalau soal rupiah yang katanya memukul mundur dollar sepertinya hanya strategi media saja supaya banyak dibaca orang om. Soalnya karakter sebagin orang Indonesia ini haus sekali akan pengakuan atau haus prestasi. Jadi begitu rupiah menguat terhadap dolar langsung dikatakan kalau rupiah memukul mundur, padahal dibalik itu semua dolar yang sengaja mengalah,

  16. The Following 3 Users Say Thank You to minke For This Useful Post:

    djeruk (06-23-2019), Unregistered (2)

  17. #139
    Forum Veteran
    Jahat
     
    djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk has a reputation beyond repute djeruk's Avatar
    Join Date
    Dec 2017
    Location
    AD - Z
    Posts
    5,417
    Accumulated bonus
    5268 USD (What is this?)
    Thanks
    11,905
    Thanked 15,325 Times in 4,677 Posts
    Quote Originally Posted by minke     
    Mungkin ada benarnya kalau bank central china mengeluarkan uang lagi untuk menstabilkan harga di pasaran, tapi pada intinya kalau uang yuan banyak beredar di masyarakat maka pelan-pelan nilai yuan juga akan melemah. Jadi istilah menstabilkan harga itu mungkin hanya kedok supaya rencana melemahkan yuan tidak terlalu terlihat dengan jelas.

    Kalau soal rupiah yang katanya memukul mundur dollar sepertinya hanya strategi media saja supaya banyak dibaca orang om. Soalnya karakter sebagin orang Indonesia ini haus sekali akan pengakuan atau haus prestasi. Jadi begitu rupiah menguat terhadap dolar langsung dikatakan kalau rupiah memukul mundur, padahal dibalik itu semua dolar yang sengaja mengalah,
    betul om, saya sadar setelah obrolan kita di thread sebelah rapi sekali ya cara cina untuk mengatur segala kondisi, menjelang G20 sepertinya bakal asik sekali om, penarasan apa saja kesepakatan yang tercapai didalamnya, seperti sanksi iran bagaimana, dan apakah ditundanay serangan amerika terhadap iran ini juga karena akan diadakannya G20 tersebut atau ada motif lain.

    NAh kadang kita sanagt mudah terkecoh oleh poalh media yang sengaja memelintirkan berita sehingga sanagt sulit mencari kebenaran dari sebuah berita, entah ekonomi atau politik sama saja. media mainstream sekarang hanya mengikuti apa pembaca mau saja tanpa berfikir itu akan menjadi boomerang bagi kita sendiri.
    Tempat Ngobrol Analisa
    Update Tiap Hari

    Djeruk Journal

  18. The Following User Says Thank You to djeruk For This Useful Post:

    minke (06-24-2019)

  19. FB_indo
  20. #140
    Knuckle Gesit
    Bingung
     
    andi1997 is a splendid one to behold andi1997 is a splendid one to behold andi1997 is a splendid one to behold andi1997 is a splendid one to behold andi1997 is a splendid one to behold andi1997 is a splendid one to behold andi1997's Avatar
    Join Date
    Mar 2019
    Posts
    1,188
    Accumulated bonus
    156 USD (What is this?)
    Thanks
    323
    Thanked 728 Times in 402 Posts
    Quote Originally Posted by djeruk     
    betul om, saya sadar setelah obrolan kita di thread sebelah rapi sekali ya cara cina untuk mengatur segala kondisi, menjelang G20 sepertinya bakal asik sekali om, penarasan apa saja kesepakatan yang tercapai didalamnya, seperti sanksi iran bagaimana, dan apakah ditundanay serangan amerika terhadap iran ini juga karena akan diadakannya G20 tersebut atau ada motif lain.

    NAh kadang kita sanagt mudah terkecoh oleh poalh media yang sengaja memelintirkan berita sehingga sanagt sulit mencari kebenaran dari sebuah berita, entah ekonomi atau politik sama saja. media mainstream sekarang hanya mengikuti apa pembaca mau saja tanpa berfikir itu akan menjadi boomerang bagi kita sendiri.
    Jadi kita juga harus pintar dalam memfilter berita. Banyak sekali media yang hanya mencari sensasi saja untuk mendapatkan uang dengan mencari trafik yang banyak. Tanpa peduli pada isi kebenaran dan aktualitas dari apa yang di tulis.
    Era sekarang adalah era yang transparan, mudah sekali mencari informasi hal yang di inginkan. Berbeda dengan dulu, ada bagian penyaring. Sementara sekarang kita yang harusmenyaring berita itu sendiri.

Page 14 of 21
FirstFirst ... 4 12 13 14 15 16 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts