Forex Community Place

Dapatkan hingga
$50000
karena mengundang teman
untuk memperoleh Bonus StartUp
dari InstaForex
Tidak perlu investasi!
Dapatkan bonus
55%
ke akun anda!
Page 1 of 3
1 2 3 LastLast
Results 1 to 10 of 21

Thread: Panduan scalping dari OP sampai Exit

  1. #1
    Poster Abadi
    ----
     
    fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja's Avatar
    Join Date
    May 2019
    Location
    Indonesia
    Posts
    3,755
    Accumulated bonus
    1669 USD (What is this?)
    Thanks
    7,480
    Thanked 9,932 Times in 3,228 Posts

    Thumbs up Panduan scalping dari OP sampai Exit

    dalam dunia trading banyak trader yang ingin menerapkan strategi scalping karena ingin cepat mendapatkan keuntungan karena meskipun kecil namun bisa dilakukan berkali-kali sehingga hasilnya cukup besar. Namun banyak pula trader yang tidak tahu cara mengawalinya. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari 3 cara mudah menerapkan strategi scalping.

    1: Cari trend

    Langkah pertama adalah menentukan trend. Menentukan trend menjadi sangat penting sebab akan membantu om memperkirakan pergerakan harga kedepannya. Jika trend adalah naik maka om sebaiknya hanya akan fokus mencari sinyal Buy. Sebaliknya, trend-nya adalah turun maka om hanya akan mencari sinyal Sell.

    Sebuah trend naik (uptrend) memiliki ciri sederetan “puncak” yang lebih TINGGI daripada puncak sebelumnya, serta sederetan “lembah” yang juga lebih TINGGI daripada lembah sebelumnya.

    Sebaliknya, trend turun (downtrend) memiliki ciri sederetan puncak yang lebih RENDAH daripada puncak sebelumnya, serta sederetan lembah yang juga lebih RENDAH daripada lembah sebelumnya.

    Perhatikan contoh grafik dibawah ini. om bisa lihat harga berada dalam kondisi uptrend. Ini artinya om hanya akan mencari peluang untuk mengambil posisi Buy.

    Spoiler Spoiler:



    2: Waktu op

    Langkah selanjutnya adalah memutuskan bagaimana cara untuk masuk posisi. Secara umum seorang scalper akan memilih memanfaatkan saat terjadinya koreksi atau memilih saat terjadinya breakout. Seorang scalper yang memilih memanfaatkan koreksi akan fokus saat harga mengalami koreksi untuk mencari sinyal Buy di harga rendah atau memanfaatkan terbentuknya “lembah”. Sebaliknya, scalper yang menggunakan cara breakout akan memanfaatkan break out hanya akan masuk posisi Buy jika harga menembus resistance dengan perkiraan harga akan membentuk “puncak” baru.

    Perhatikan grafik dibawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Scalper yang memanfaatkan koreksi akan masuk posisi Buy saat harga turun dan cenderung membentuk “lembah” baru yang lebih tinggi dibandingkan lembah sebelumnya. Dengan memanfaatkan garis Fibonacci retracement terlihat harga mengalami koreksi dan tertahan di garis fibo 50%. Nah, di level inilah Anda bisa mengambil posisi Buy.

    Perhatikan grafik di bawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Seorang scalper yang memanfaatkan strategi breakout akan menunggu hingga harga menembus resistance dengan asumsi harga akan naik dan akan membentuk puncak yang baru.


    3: Manage Risk

    Hal terpenting dari setiap trading adalah me-manage resiko yang mengiringi transaksi setiap transaksi. Agar strategi yang om lakukan berjalan sesuai rencana maka om juga harus menyiapkan langkah-langkah apabila analisa om salah.

    Untuk menentukan batasan resiko ini banyak sekali caranya. Namun untuk scalper, disarankan untuk tidak meresikokan lebih dari 1% dari modal om tiap kali melakukan transaksi.

    Selain itu untuk menentukan batasan kerugian juga bisa memanfaatkan penembusan support atau resistance yang terbentk dari koreksi, seperti terlihat pada grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:



    Jika om menggunakan strategi breakout maka batasan kerugian om adalah jika ternyata harga berbalik arah dan kembali menembus support atau resistance, perhatikan grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:
    Last edited by fanmeja; 08-03-2019 at 09:13.

  2. The Following 38 Users Say Thank You to fanmeja For This Useful Post:

    anakesoeharto (08-04-2019), asonganfx (08-03-2019), Baikbudi (08-05-2019), Jaka Dejavu (08-10-2019), kim tan (08-06-2019), Mantometal_abis (08-03-2019), SereaL (08-03-2019), Vanjogreaz (08-10-2019), Unregistered (30)

  3. <a href="https://www.mt5.com/id/forex_humor">Forex Portal MT5</a>
  4. #2
    Guru Honorer dari MT5
    ----
     
    asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx has a reputation beyond repute asonganfx's Avatar
    Join Date
    Jun 2016
    Posts
    18,125
    Accumulated bonus
    14524 USD (What is this?)
    Saya bertemu tamu
    9 (detail lebih lanjut)
    Thanks
    37,791
    Thanked 52,627 Times in 13,431 Posts
    Quote Originally Posted by fanmeja     
    dalam dunia trading banyak trader yang ingin menerapkan strategi scalping karena ingin cepat mendapatkan keuntungan karena meskipun kecil namun bisa dilakukan berkali-kali sehingga hasilnya cukup besar. Namun banyak pula trader yang tidak tahu cara mengawalinya. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari 3 cara mudah menerapkan strategi scalping.

    1: Cari trend

    Langkah pertama adalah menentukan trend. Menentukan trend menjadi sangat penting sebab akan membantu om memperkirakan pergerakan harga kedepannya. Jika trend adalah naik maka om sebaiknya hanya akan fokus mencari sinyal Buy. Sebaliknya, trend-nya adalah turun maka om hanya akan mencari sinyal Sell.

    Sebuah trend naik (uptrend) memiliki ciri sederetan “puncak” yang lebih TINGGI daripada puncak sebelumnya, serta sederetan “lembah” yang juga lebih TINGGI daripada lembah sebelumnya.

    Sebaliknya, trend turun (downtrend) memiliki ciri sederetan puncak yang lebih RENDAH daripada puncak sebelumnya, serta sederetan lembah yang juga lebih RENDAH daripada lembah sebelumnya.

    Perhatikan contoh grafik dibawah ini. om bisa lihat harga berada dalam kondisi uptrend. Ini artinya om hanya akan mencari peluang untuk mengambil posisi Buy.

    Spoiler Spoiler:



    2: Waktu op

    Langkah selanjutnya adalah memutuskan bagaimana cara untuk masuk posisi. Secara umum seorang scalper akan memilih memanfaatkan saat terjadinya koreksi atau memilih saat terjadinya breakout. Seorang scalper yang memilih memanfaatkan koreksi akan fokus saat harga mengalami koreksi untuk mencari sinyal Buy di harga rendah atau memanfaatkan terbentuknya “lembah”. Sebaliknya, scalper yang menggunakan cara breakout akan memanfaatkan break out hanya akan masuk posisi Buy jika harga menembus resistance dengan perkiraan harga akan membentuk “puncak” baru.

    Perhatikan grafik dibawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Scalper yang memanfaatkan koreksi akan masuk posisi Buy saat harga turun dan cenderung membentuk “lembah” baru yang lebih tinggi dibandingkan lembah sebelumnya. Dengan memanfaatkan garis Fibonacci retracement terlihat harga mengalami koreksi dan tertahan di garis fibo 50%. Nah, di level inilah Anda bisa mengambil posisi Buy.

    Perhatikan grafik di bawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Seorang scalper yang memanfaatkan strategi breakout akan menunggu hingga harga menembus resistance dengan asumsi harga akan naik dan akan membentuk puncak yang baru.


    3: Manage Risk

    Hal terpenting dari setiap trading adalah me-manage resiko yang mengiringi transaksi setiap transaksi. Agar strategi yang om lakukan berjalan sesuai rencana maka om juga harus menyiapkan langkah-langkah apabila analisa om salah.

    Untuk menentukan batasan resiko ini banyak sekali caranya. Namun untuk scalper, disarankan untuk tidak meresikokan lebih dari 1% dari modal om tiap kali melakukan transaksi.

    Selain itu untuk menentukan batasan kerugian juga bisa memanfaatkan penembusan support atau resistance yang terbentk dari koreksi, seperti terlihat pada grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:



    Jika om menggunakan strategi breakout maka batasan kerugian om adalah jika ternyata harga berbalik arah dan kembali menembus support atau resistance, perhatikan grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:
    kalau saya menangkap materi yang dibagikan untuk scalping,yang menjadi acuan utama adalah trend ya gan,dalam gambaran tersebut adalah trend bullish dimana memang ciri trend bullish akan selalu membentuk higher low dan higher high,dan yang menjadi parameter menentukan lower low adalah fibo dimana ada level-levelnya, secara teknik saya melihat itu sangat menarik,yang penting menurut saya tetap berpegang pada manajemen yang baik dan buat batasan resiko dengan baik juga,karena bagaimanapun juga tetap ada kemungkinan kita salah dalam memprediksi market,btw nice share gan

  5. The Following 6 Users Say Thank You to asonganfx For This Useful Post:

    Baikbudi (08-05-2019), fanmeja (08-03-2019), Unregistered (4)

  6. #3
    Poster Abadi
    ----
     
    fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja's Avatar
    Join Date
    May 2019
    Location
    Indonesia
    Posts
    3,755
    Accumulated bonus
    1669 USD (What is this?)
    Thanks
    7,480
    Thanked 9,932 Times in 3,228 Posts
    Quote Originally Posted by asonganfx     
    kalau saya menangkap materi yang dibagikan untuk scalping,yang menjadi acuan utama adalah trend ya gan,dalam gambaran tersebut adalah trend bullish dimana memang ciri trend bullish akan selalu membentuk higher low dan higher high,dan yang menjadi parameter menentukan lower low adalah fibo dimana ada level-levelnya, secara teknik saya melihat itu sangat menarik,yang penting menurut saya tetap berpegang pada manajemen yang baik dan buat batasan resiko dengan baik juga,karena bagaimanapun juga tetap ada kemungkinan kita salah dalam memprediksi market,btw nice share gan
    selamat datang om asonganfx, memang benar sich om acuan utama kita adalah trennya dan ciri cirinya seperti yang sudah ditulis
    pegangan kita dalam berscalping memanglah mm seperti yang dikatakan leh om asongan
    sebabnya kalau berscalping resiko lossnya jadi lebih sering sich om
    terimakasi sudah mengunjungi trit ini om

  7. The Following 2 Users Say Thank You to fanmeja For This Useful Post:

    anakesoeharto (08-04-2019), Baikbudi (08-05-2019)

  8. #4
    Orang Lama
    Paranoid
     
    Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis has a reputation beyond repute Mantometal_abis's Avatar
    Join Date
    Mar 2019
    Posts
    1,055
    Accumulated bonus
    224 USD (What is this?)
    Thanks
    4,187
    Thanked 3,776 Times in 993 Posts
    Quote Originally Posted by fanmeja     
    dalam dunia trading banyak trader yang ingin menerapkan strategi scalping karena ingin cepat mendapatkan keuntungan karena meskipun kecil namun bisa dilakukan berkali-kali sehingga hasilnya cukup besar. Namun banyak pula trader yang tidak tahu cara mengawalinya. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari 3 cara mudah menerapkan strategi scalping.

    1: Cari trend

    Langkah pertama adalah menentukan trend. Menentukan trend menjadi sangat penting sebab akan membantu om memperkirakan pergerakan harga kedepannya. Jika trend adalah naik maka om sebaiknya hanya akan fokus mencari sinyal Buy. Sebaliknya, trend-nya adalah turun maka om hanya akan mencari sinyal Sell.

    Sebuah trend naik (uptrend) memiliki ciri sederetan “puncak” yang lebih TINGGI daripada puncak sebelumnya, serta sederetan “lembah” yang juga lebih TINGGI daripada lembah sebelumnya.

    Sebaliknya, trend turun (downtrend) memiliki ciri sederetan puncak yang lebih RENDAH daripada puncak sebelumnya, serta sederetan lembah yang juga lebih RENDAH daripada lembah sebelumnya.

    Perhatikan contoh grafik dibawah ini. om bisa lihat harga berada dalam kondisi uptrend. Ini artinya om hanya akan mencari peluang untuk mengambil posisi Buy.

    Spoiler Spoiler:



    2: Waktu op

    Langkah selanjutnya adalah memutuskan bagaimana cara untuk masuk posisi. Secara umum seorang scalper akan memilih memanfaatkan saat terjadinya koreksi atau memilih saat terjadinya breakout. Seorang scalper yang memilih memanfaatkan koreksi akan fokus saat harga mengalami koreksi untuk mencari sinyal Buy di harga rendah atau memanfaatkan terbentuknya “lembah”. Sebaliknya, scalper yang menggunakan cara breakout akan memanfaatkan break out hanya akan masuk posisi Buy jika harga menembus resistance dengan perkiraan harga akan membentuk “puncak” baru.

    Perhatikan grafik dibawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Scalper yang memanfaatkan koreksi akan masuk posisi Buy saat harga turun dan cenderung membentuk “lembah” baru yang lebih tinggi dibandingkan lembah sebelumnya. Dengan memanfaatkan garis Fibonacci retracement terlihat harga mengalami koreksi dan tertahan di garis fibo 50%. Nah, di level inilah Anda bisa mengambil posisi Buy.

    Perhatikan grafik di bawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Seorang scalper yang memanfaatkan strategi breakout akan menunggu hingga harga menembus resistance dengan asumsi harga akan naik dan akan membentuk puncak yang baru.


    3: Manage Risk

    Hal terpenting dari setiap trading adalah me-manage resiko yang mengiringi transaksi setiap transaksi. Agar strategi yang om lakukan berjalan sesuai rencana maka om juga harus menyiapkan langkah-langkah apabila analisa om salah.

    Untuk menentukan batasan resiko ini banyak sekali caranya. Namun untuk scalper, disarankan untuk tidak meresikokan lebih dari 1% dari modal om tiap kali melakukan transaksi.

    Selain itu untuk menentukan batasan kerugian juga bisa memanfaatkan penembusan support atau resistance yang terbentk dari koreksi, seperti terlihat pada grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:



    Jika om menggunakan strategi breakout maka batasan kerugian om adalah jika ternyata harga berbalik arah dan kembali menembus support atau resistance, perhatikan grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:
    hallo om fanmeja, salam kenal sebelumnya ya om. terima kasih telah berbagi panduan untuk teknik scalping, Setelah saya menyimak dari penjelasan om fanmeja diatas ternyata arah trend sangat diperhatikan ya, berbeda dengan scalper lainnya. Yang terpenting ada setup mereka masuk market, btw scalping di timeframe berapa itu om dan kenapa juga tidak menyertakan indikator untuk acuan trend nya? terima kasih om, selamat sore happy weekend

  9. The Following 8 Users Say Thank You to Mantometal_abis For This Useful Post:

    Baikbudi (08-05-2019), Excelite (08-03-2019), fanmeja (08-03-2019), pawangcandle (08-03-2019), Unregistered (4)

  10. #5
    Poster Abadi
    ----
     
    fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja's Avatar
    Join Date
    May 2019
    Location
    Indonesia
    Posts
    3,755
    Accumulated bonus
    1669 USD (What is this?)
    Thanks
    7,480
    Thanked 9,932 Times in 3,228 Posts
    Quote Originally Posted by Mantometal_abis     
    hallo om fanmeja, salam kenal sebelumnya ya om. terima kasih telah berbagi panduan untuk teknik scalping, Setelah saya menyimak dari penjelasan om fanmeja diatas ternyata arah trend sangat diperhatikan ya, berbeda dengan scalper lainnya. Yang terpenting ada setup mereka masuk market, btw scalping di timeframe berapa itu om dan kenapa juga tidak menyertakan indikator untuk acuan trend nya? terima kasih om, selamat sore happy weekend
    halo juga dan selamat siang om manto yang metal abis, terimasi sudah berkunjung
    memang benar sich om acuan dalam menjalankan trading scalping ini adalah tren
    sebabnya biar kita aman saja opnya om dan keseretnya engga jauh jauh
    itu timeframenya menggunakan m15 sich om, kalau om manto ingin merubah jadi timeframe yang lebih tinggi juga bisa
    akan tetapi itu sudah engga berscalping lagi

  11. The Following 2 Users Say Thank You to fanmeja For This Useful Post:

    anakesoeharto (08-04-2019), Baikbudi (08-05-2019)

  12. #6
    Poster Honorer
    Yeehaw
     
    SereaL has a reputation beyond repute SereaL has a reputation beyond repute SereaL has a reputation beyond repute SereaL has a reputation beyond repute SereaL has a reputation beyond repute SereaL has a reputation beyond repute SereaL has a reputation beyond repute SereaL has a reputation beyond repute SereaL has a reputation beyond repute SereaL has a reputation beyond repute SereaL has a reputation beyond repute SereaL's Avatar
    Join Date
    Apr 2019
    Location
    Belum ditemukan
    Posts
    2,042
    Accumulated bonus
    254 USD (What is this?)
    Thanks
    3,819
    Thanked 3,718 Times in 1,362 Posts
    Quote Originally Posted by fanmeja     
    dalam dunia trading banyak trader yang ingin menerapkan strategi scalping karena ingin cepat mendapatkan keuntungan karena meskipun kecil namun bisa dilakukan berkali-kali sehingga hasilnya cukup besar. Namun banyak pula trader yang tidak tahu cara mengawalinya. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari 3 cara mudah menerapkan strategi scalping.

    1: Cari trend

    Langkah pertama adalah menentukan trend. Menentukan trend menjadi sangat penting sebab akan membantu om memperkirakan pergerakan harga kedepannya. Jika trend adalah naik maka om sebaiknya hanya akan fokus mencari sinyal Buy. Sebaliknya, trend-nya adalah turun maka om hanya akan mencari sinyal Sell.

    Sebuah trend naik (uptrend) memiliki ciri sederetan “puncak” yang lebih TINGGI daripada puncak sebelumnya, serta sederetan “lembah” yang juga lebih TINGGI daripada lembah sebelumnya.

    Sebaliknya, trend turun (downtrend) memiliki ciri sederetan puncak yang lebih RENDAH daripada puncak sebelumnya, serta sederetan lembah yang juga lebih RENDAH daripada lembah sebelumnya.

    Perhatikan contoh grafik dibawah ini. om bisa lihat harga berada dalam kondisi uptrend. Ini artinya om hanya akan mencari peluang untuk mengambil posisi Buy.

    Spoiler Spoiler:



    2: Waktu op

    Langkah selanjutnya adalah memutuskan bagaimana cara untuk masuk posisi. Secara umum seorang scalper akan memilih memanfaatkan saat terjadinya koreksi atau memilih saat terjadinya breakout. Seorang scalper yang memilih memanfaatkan koreksi akan fokus saat harga mengalami koreksi untuk mencari sinyal Buy di harga rendah atau memanfaatkan terbentuknya “lembah”. Sebaliknya, scalper yang menggunakan cara breakout akan memanfaatkan break out hanya akan masuk posisi Buy jika harga menembus resistance dengan perkiraan harga akan membentuk “puncak” baru.

    Perhatikan grafik dibawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Scalper yang memanfaatkan koreksi akan masuk posisi Buy saat harga turun dan cenderung membentuk “lembah” baru yang lebih tinggi dibandingkan lembah sebelumnya. Dengan memanfaatkan garis Fibonacci retracement terlihat harga mengalami koreksi dan tertahan di garis fibo 50%. Nah, di level inilah Anda bisa mengambil posisi Buy.

    Perhatikan grafik di bawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Seorang scalper yang memanfaatkan strategi breakout akan menunggu hingga harga menembus resistance dengan asumsi harga akan naik dan akan membentuk puncak yang baru.


    3: Manage Risk

    Hal terpenting dari setiap trading adalah me-manage resiko yang mengiringi transaksi setiap transaksi. Agar strategi yang om lakukan berjalan sesuai rencana maka om juga harus menyiapkan langkah-langkah apabila analisa om salah.

    Untuk menentukan batasan resiko ini banyak sekali caranya. Namun untuk scalper, disarankan untuk tidak meresikokan lebih dari 1% dari modal om tiap kali melakukan transaksi.

    Selain itu untuk menentukan batasan kerugian juga bisa memanfaatkan penembusan support atau resistance yang terbentk dari koreksi, seperti terlihat pada grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:



    Jika om menggunakan strategi breakout maka batasan kerugian om adalah jika ternyata harga berbalik arah dan kembali menembus support atau resistance, perhatikan grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:
    Selamat sore menjelang malam kak fanmeja. Melihat dan membaca referensi kakak di atas sepertinya ini tehnik scalping yang hanya dilakukan ketika kondisi pergerakan harga pada M15 dalam kondisi trending ntah itu HH HL (uptrend) atau LL LH (downtrend), apakah benar? Jadi tidak bisa untuk pergerakan harga kondisi sideway yang dimana bisa melakukan posisi sell dan buy secara bergantian.
    Selain itu draw Fibonacci Retracement pada swing high ke swing low untuk posisi sell dan swing low ke swing high untuk posisi buy. Acuan lebih amannya adalah pada FR 50.0 dalam membuka posisi sell/buy tergantung dari trending harga pasar yang sedang berlangsung. Tolong apakah pemahaman saya terhadap tehnik scalping kakak ini bisa dianggap benar atau saya masih ada kekurangan dalam memahaminya?

  13. The Following 6 Users Say Thank You to SereaL For This Useful Post:

    Baikbudi (08-05-2019), fanmeja (08-03-2019), Unregistered (4)

  14. #7
    Poster Abadi
    ----
     
    fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja's Avatar
    Join Date
    May 2019
    Location
    Indonesia
    Posts
    3,755
    Accumulated bonus
    1669 USD (What is this?)
    Thanks
    7,480
    Thanked 9,932 Times in 3,228 Posts
    Quote Originally Posted by SereaL     
    Selamat sore menjelang malam kak fanmeja. Melihat dan membaca referensi kakak di atas sepertinya ini tehnik scalping yang hanya dilakukan ketika kondisi pergerakan harga pada M15 dalam kondisi trending ntah itu HH HL (uptrend) atau LL LH (downtrend), apakah benar? Jadi tidak bisa untuk pergerakan harga kondisi sideway yang dimana bisa melakukan posisi sell dan buy secara bergantian.
    Selain itu draw Fibonacci Retracement pada swing high ke swing low untuk posisi sell dan swing low ke swing high untuk posisi buy. Acuan lebih amannya adalah pada FR 50.0 dalam membuka posisi sell/buy tergantung dari trending harga pasar yang sedang berlangsung. Tolong apakah pemahaman saya terhadap tehnik scalping kakak ini bisa dianggap benar atau saya masih ada kekurangan dalam memahaminya?
    selamat petang om sereal, memang seperti itu om peraturan dalam teknik scalping ini
    jadi kita bertrading ketika harga sedang dalam keadaan trending saja
    sebabnya biar kita cepat mendapatkan keprofitan, kalau berscalping dalam keadaan sideway jadinya malah lama dan seringnya kena sl duluan
    salah satu fibonya memang menggunakan 50 sich om untuk contohnya
    akan tetapi om juga bisa menggunakan level 38 dan 61 kalau keadaannya mendukung, jadi engga harus level 50 om
    terimakasi atas kunjungannya om

  15. The Following 4 Users Say Thank You to fanmeja For This Useful Post:

    anakesoeharto (08-04-2019), Baikbudi (08-05-2019), carilot (08-05-2019), SereaL (08-03-2019)

  16. #8
    Forum Guru
    Polos
     
    anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto has a reputation beyond repute anakesoeharto's Avatar
    Join Date
    Oct 2018
    Location
    dalam hatiMu
    Posts
    8,376
    Accumulated bonus
    3281 USD (What is this?)
    Thanks
    11,240
    Thanked 15,543 Times in 5,680 Posts
    Quote Originally Posted by fanmeja     
    dalam dunia trading banyak trader yang ingin menerapkan strategi scalping karena ingin cepat mendapatkan keuntungan karena meskipun kecil namun bisa dilakukan berkali-kali sehingga hasilnya cukup besar. Namun banyak pula trader yang tidak tahu cara mengawalinya. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari 3 cara mudah menerapkan strategi scalping.

    1: Cari trend

    Langkah pertama adalah menentukan trend. Menentukan trend menjadi sangat penting sebab akan membantu om memperkirakan pergerakan harga kedepannya. Jika trend adalah naik maka om sebaiknya hanya akan fokus mencari sinyal Buy. Sebaliknya, trend-nya adalah turun maka om hanya akan mencari sinyal Sell.

    Sebuah trend naik (uptrend) memiliki ciri sederetan “puncak” yang lebih TINGGI daripada puncak sebelumnya, serta sederetan “lembah” yang juga lebih TINGGI daripada lembah sebelumnya.

    Sebaliknya, trend turun (downtrend) memiliki ciri sederetan puncak yang lebih RENDAH daripada puncak sebelumnya, serta sederetan lembah yang juga lebih RENDAH daripada lembah sebelumnya.

    Perhatikan contoh grafik dibawah ini. om bisa lihat harga berada dalam kondisi uptrend. Ini artinya om hanya akan mencari peluang untuk mengambil posisi Buy.

    Spoiler Spoiler:



    2: Waktu op

    Langkah selanjutnya adalah memutuskan bagaimana cara untuk masuk posisi. Secara umum seorang scalper akan memilih memanfaatkan saat terjadinya koreksi atau memilih saat terjadinya breakout. Seorang scalper yang memilih memanfaatkan koreksi akan fokus saat harga mengalami koreksi untuk mencari sinyal Buy di harga rendah atau memanfaatkan terbentuknya “lembah”. Sebaliknya, scalper yang menggunakan cara breakout akan memanfaatkan break out hanya akan masuk posisi Buy jika harga menembus resistance dengan perkiraan harga akan membentuk “puncak” baru.

    Perhatikan grafik dibawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Scalper yang memanfaatkan koreksi akan masuk posisi Buy saat harga turun dan cenderung membentuk “lembah” baru yang lebih tinggi dibandingkan lembah sebelumnya. Dengan memanfaatkan garis Fibonacci retracement terlihat harga mengalami koreksi dan tertahan di garis fibo 50%. Nah, di level inilah Anda bisa mengambil posisi Buy.

    Perhatikan grafik di bawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Seorang scalper yang memanfaatkan strategi breakout akan menunggu hingga harga menembus resistance dengan asumsi harga akan naik dan akan membentuk puncak yang baru.


    3: Manage Risk

    Hal terpenting dari setiap trading adalah me-manage resiko yang mengiringi transaksi setiap transaksi. Agar strategi yang om lakukan berjalan sesuai rencana maka om juga harus menyiapkan langkah-langkah apabila analisa om salah.

    Untuk menentukan batasan resiko ini banyak sekali caranya. Namun untuk scalper, disarankan untuk tidak meresikokan lebih dari 1% dari modal om tiap kali melakukan transaksi.

    Selain itu untuk menentukan batasan kerugian juga bisa memanfaatkan penembusan support atau resistance yang terbentk dari koreksi, seperti terlihat pada grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:



    Jika om menggunakan strategi breakout maka batasan kerugian om adalah jika ternyata harga berbalik arah dan kembali menembus support atau resistance, perhatikan grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:
    selamat malam om fam, malam minggu kunujung di theread barunya om fan nih. slemat yach . membaca dari awal memang strategi ini profitable dan mendasar pada follower trend yam om . karena breakout yang terjadi merupakan breakout yang support atau resistancenya di uji beberapa kalai hingga akhir bisa jebol (break) .dan bisa juga terjadi false sinyal yang menyebabkan harga kembali bounching setealh break. kalau hitung kemungkinan misal 10 transaksi 8 kali break bis mencapai tp dan yang 2 break kena SL . tentu saja sudah bagus ya om. yang jadi pertanyaan adalah biasanya yang valid breakout seringnya di time frame berapa minimalnya.,,?

  17. The Following 3 Users Say Thank You to anakesoeharto For This Useful Post:

    Baikbudi (08-05-2019), fanmeja (08-04-2019), Unregistered (1)

  18. #9
    Pecandu
    ----
     
    cak_jerrie22 has a spectacular aura about cak_jerrie22 has a spectacular aura about cak_jerrie22 has a spectacular aura about cak_jerrie22's Avatar
    Join Date
    Dec 2018
    Location
    Ponorogo
    Posts
    487
    Accumulated bonus
    50 USD (What is this?)
    Thanks
    34
    Thanked 207 Times in 145 Posts
    Quote Originally Posted by fanmeja     
    dalam dunia trading banyak trader yang ingin menerapkan strategi scalping karena ingin cepat mendapatkan keuntungan karena meskipun kecil namun bisa dilakukan berkali-kali sehingga hasilnya cukup besar. Namun banyak pula trader yang tidak tahu cara mengawalinya. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari 3 cara mudah menerapkan strategi scalping.

    1: Cari trend

    Langkah pertama adalah menentukan trend. Menentukan trend menjadi sangat penting sebab akan membantu om memperkirakan pergerakan harga kedepannya. Jika trend adalah naik maka om sebaiknya hanya akan fokus mencari sinyal Buy. Sebaliknya, trend-nya adalah turun maka om hanya akan mencari sinyal Sell.

    Sebuah trend naik (uptrend) memiliki ciri sederetan “puncak” yang lebih TINGGI daripada puncak sebelumnya, serta sederetan “lembah” yang juga lebih TINGGI daripada lembah sebelumnya.

    Sebaliknya, trend turun (downtrend) memiliki ciri sederetan puncak yang lebih RENDAH daripada puncak sebelumnya, serta sederetan lembah yang juga lebih RENDAH daripada lembah sebelumnya.

    Perhatikan contoh grafik dibawah ini. om bisa lihat harga berada dalam kondisi uptrend. Ini artinya om hanya akan mencari peluang untuk mengambil posisi Buy.

    Spoiler Spoiler:



    2: Waktu op

    Langkah selanjutnya adalah memutuskan bagaimana cara untuk masuk posisi. Secara umum seorang scalper akan memilih memanfaatkan saat terjadinya koreksi atau memilih saat terjadinya breakout. Seorang scalper yang memilih memanfaatkan koreksi akan fokus saat harga mengalami koreksi untuk mencari sinyal Buy di harga rendah atau memanfaatkan terbentuknya “lembah”. Sebaliknya, scalper yang menggunakan cara breakout akan memanfaatkan break out hanya akan masuk posisi Buy jika harga menembus resistance dengan perkiraan harga akan membentuk “puncak” baru.

    Perhatikan grafik dibawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Scalper yang memanfaatkan koreksi akan masuk posisi Buy saat harga turun dan cenderung membentuk “lembah” baru yang lebih tinggi dibandingkan lembah sebelumnya. Dengan memanfaatkan garis Fibonacci retracement terlihat harga mengalami koreksi dan tertahan di garis fibo 50%. Nah, di level inilah Anda bisa mengambil posisi Buy.

    Perhatikan grafik di bawah ini :

    Spoiler Spoiler:



    Seorang scalper yang memanfaatkan strategi breakout akan menunggu hingga harga menembus resistance dengan asumsi harga akan naik dan akan membentuk puncak yang baru.


    3: Manage Risk

    Hal terpenting dari setiap trading adalah me-manage resiko yang mengiringi transaksi setiap transaksi. Agar strategi yang om lakukan berjalan sesuai rencana maka om juga harus menyiapkan langkah-langkah apabila analisa om salah.

    Untuk menentukan batasan resiko ini banyak sekali caranya. Namun untuk scalper, disarankan untuk tidak meresikokan lebih dari 1% dari modal om tiap kali melakukan transaksi.

    Selain itu untuk menentukan batasan kerugian juga bisa memanfaatkan penembusan support atau resistance yang terbentk dari koreksi, seperti terlihat pada grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:



    Jika om menggunakan strategi breakout maka batasan kerugian om adalah jika ternyata harga berbalik arah dan kembali menembus support atau resistance, perhatikan grafik dibawah ini:

    Spoiler Spoiler:
    Jika saya pahami lebih mendalam ini tehnik lebih mirip dengan SnR yaitu menunggu di pucuk ataas dan bawah, dan juga mengikuti trend, saya rasa tehnik ini memang bagus, tidak hanya scalping tapi juga semua tipe trader, karena mengikuti trend yang terjadi...
    Mungkin patut untuk dicoba, dan semoga bisa sesuai dengan yang diharapkan. Terimakasih

    LIKE itu gratis loohh


  19. The Following User Says Thank You to cak_jerrie22 For This Useful Post:

    Baikbudi (08-05-2019)

  20. lamborghini
  21. #10
    Poster Abadi
    ----
     
    fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja has a reputation beyond repute fanmeja's Avatar
    Join Date
    May 2019
    Location
    Indonesia
    Posts
    3,755
    Accumulated bonus
    1669 USD (What is this?)
    Thanks
    7,480
    Thanked 9,932 Times in 3,228 Posts
    Quote Originally Posted by anakesoeharto     
    selamat malam om fam, malam minggu kunujung di theread barunya om fan nih. slemat yach . membaca dari awal memang strategi ini profitable dan mendasar pada follower trend yam om . karena breakout yang terjadi merupakan breakout yang support atau resistancenya di uji beberapa kalai hingga akhir bisa jebol (break) .dan bisa juga terjadi false sinyal yang menyebabkan harga kembali bounching setealh break. kalau hitung kemungkinan misal 10 transaksi 8 kali break bis mencapai tp dan yang 2 break kena SL . tentu saja sudah bagus ya om. yang jadi pertanyaan adalah biasanya yang valid breakout seringnya di time frame berapa minimalnya.,,?
    walah ternyata ada bapak suharto, strategi scalpingan ini memang sangat profitable om dan sudah digunakan sejak lama
    strateginya itu disandarkan kepada tren jadi sangat aman untuk digunakan walaupun pada timeframe yang kecil om
    breakout atau false breakout yang penting kita sudah menggunakan sl om

    Quote Originally Posted by cak_jerrie22     
    Jika saya pahami lebih mendalam ini tehnik lebih mirip dengan SnR yaitu menunggu di pucuk ataas dan bawah, dan juga mengikuti trend, saya rasa tehnik ini memang bagus, tidak hanya scalping tapi juga semua tipe trader, karena mengikuti trend yang terjadi...
    Mungkin patut untuk dicoba, dan semoga bisa sesuai dengan yang diharapkan. Terimakasih
    memang ini teknik support resisten sich om, dasarnya menggunakan itu
    benar om apabila kita bertrading menggunakan teknik ini pada timeframe h4 berarti bukan scalping lagi, hasilnya juga masih bagus om
    jadi engga harus digunakan untuk berscalping saja, bisa juga untuk trading yang agak lama

  22. The Following 3 Users Say Thank You to fanmeja For This Useful Post:

    anakesoeharto (08-05-2019), Baikbudi (08-05-2019), s_g (08-06-2019)

Page 1 of 3
1 2 3 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts