Forex Community Place

Dapatkan hingga
$50000
karena mengundang teman
untuk memperoleh Bonus StartUp
dari InstaForex
Tidak perlu investasi!
Mulai trading tanpa
risiko dan investasi
Dengan Bonus Permulaan 1000$
Dapatkan bonus
55%
ke akun anda!
Page 1 of 87
1 2 3 11 51 ... LastLast
Results 1 to 10 of 865

Thread: Sudahkah anda menjadi seorang trader profesional?

  1. #1
    Orang Lama
    Riang
     
    tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82 has a brilliant future tiyangndeso82's Avatar
    Join Date
    Sep 2018
    Location
    Jawa Timur
    Posts
    895
    Accumulated bonus
    203 USD (What is this?)
    Thanks
    1,121
    Thanked 1,619 Times in 659 Posts

    Sudahkah anda menjadi seorang trader profesional?

    om admin dan OM moderator saya mohon ijin buka threat ini, jika kurang relevan, ada kesamaan dengan yang lain maka threat ini dihapus saja. Terima kasih.
    ______________________

    Seminggu yang lalu saya tersesat di sebuah website forex yang berjudul : ALASAN KENAPA TRADER PROFESIONAL BISA PROFIT. Setelah membaca artikel tersebut kemudian saya intropeksi diri ternyata saya baru sadar kalau saya itu belum termasuk kriteria seorang “TRADER PROFESIONAL” (waduh).
    Yang paling mendasar kalau saya bukanlah seorang trader Profesional adalah selama ini saya masih LOSS (rugi dalam bentuk materi) dan belum bisa mendapatkan profit dari usaha trading ini. Dalam hati saya bertanya pada diri sendiri : “Berapa tahun lagi saya bisa menjadi seorang TRADER PROFESIONAL ?”

    Terus KIRA-KIRA AGAN yang MEMBACA THREAT INI SUDAH TERMASUK TRADER PROFESIONAL APA BELUM ?

    ______________________
    Berikut ini adalah artikelnya :
    Alasan Kenapa Trader Profesional Bisa Profit
    Banyak trader forex mengira bahwa untuk memperoleh profit yang konsisten dalam trading adalah hal yang sulit untuk dicapai hanya dengan bersusah payah dan lebih merupakan suatu kebetulan.
    Berjuang dengan susah payah bisa berarti berusaha terus menerus menemukan metode dan strategi yang pas dengan trial and error, atau mencoba beberapa paket software trading dan robot. Walau begitu, banyak diantara mereka yang gagal menghasilkan profit yang konsisten. Sebaliknya para trader profesional yang seakan trading dengan santai dan tanpa beban justru menghasilkan profit dengan konsisten. Apakah ada yang salah?

    Sebenarnya banyak trader yang telah mengetahui bagaimana menghasilkan profit yang konsisten, tetapi mereka tidak menerapkan pengetahuan tersebut dengan proporsional dan tepat. Misalnya soal fokus target. Motivasi trader profesional terfokus pada perolehan hasil dalam jangka panjang, sementara trader pada umumnya termotivasi untuk memperoleh hasil secepat-cepatnya dalam jangka pendek. Mungkin karena alasan ini, para trader profesional seolah tampak santai dan tanpa beban.
    Selain fokus pada hasil jangka panjang sebagai alasan utama, ada baiknya kita mengetahui beberapa alasan yang membuat trader profesional bisa memperoleh profit dengan konsisten.

    1. Trader profesional tidak menghabiskan banyak waktu untuk analisa pasar.
    Mungkin Anda mengira diri sendiri kurang banyak meluangkan waktu guna mendalami berita-berita ekonomi yang mempengaruhi pasar hingga selalu lambat mengantisipasi arah pergerakan harga? Karenanya, disadari atau tidak, banyak diantara kita yang telah meluangkan waktu lebih banyak dari para trader profesional untuk menghimpun data dari berbagai sumber berita.
    Trader profesional juga melakukan itu, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Yang penting bagi mereka adalah menemukan sinyal untuk trading. Menemukan sinyal itu mencakup layak atau tidaknya untuk membuka sebuah posisi, menutup posisi, atau menambah posisi baru pada kondisi pasar pada saat itu.

    2. Trader profesional selalu trading berdasarkan apa yang mereka lihat, bukan pada apa yang mereka kira akan terjadi.
    Dengan kata lain, trader profesional bertransaksi dengan obyektif, bukan berbasis rumor.
    Banyak trader yang tergoda untuk memperkirakan apa yang bakal terjadi di pasar setelah membaca dan menganalisa perkembangan sebuah berita ekonomi. Hal ini sering membuat trader merasa sangat optimis dan melakukan pelanggaran pada strategi manajemen resiko dengan misalnya melipatgandakan ukuran lot trading, atau menambah posisi baru hingga over-trading.
    Sebaliknya, trader profesional mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah tahu dengan pasti kemana arah gerak pasar, sejelas apapun petunjuk dari berita ekonomi. Dalam hal ini tentu mereka belajar dari pengalaman. Oleh sebab itu, mereka sangat patuh pada manajemen resiko yang telah ditentukannya sendiri. Semua berita selalu dikombinasikan dengan sinyal trading yang layak. Mereka tidak memaksakan diri atau memasang target untuk "harus masuk pasar". Trader profesional tahu dengan pasti apa yang mereka inginkan dari pasar, dan hanya akan trading jika pasar telah memberinya peluang.

    3. Trader profesional tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal.
    Banyak trader forex yang sebenarnya menyadari bahwa dengan banyaknya indikator pada chart trading akan membuat bingung dan cenderung over analyzing, tetapi tetap saja mereka melakukannya.
    Menurut penuturan seorang trader profesional, pertama kali yang mereka lihat dalam chart trading adalah membaca pergerakan harga seperti apa adanya, dengan hanya menandai level-level support dan resistance. Kebanyakan dari mereka mampu membaca pergerakan harga secara "telanjang" (naked price), atau trading tanpa indikator. Ini tak berarti bahwa mereka mengabaikan indikator teknikal sama sekali, melainkan hanya menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dengan proporsional.
    Biasanya, indikator yang sering digunakan adalah moving average sebagai level support dinamis atau resistance dinamis. Mereka tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal untuk mendapatkan "holy grail" yang selalu benar dalam sistem tradingnya. Mereka tahu bahwa sebagian besar indikator teknikal terbentuk setelah terjadinya pergerakan harga (bersifat lagging). Holy grail mereka adalah pada risk/reward ratio.

    4. Trader profesional tidak bergantung pada software trading dan robot.
    Walaupun di pasaran banyak penawaran software trading dan robot forex yang namanya kadang cukup bombastis, sangat jarang trader profesional yang menggunakannya. Mereka lebih percaya pada pikiran dan analisanya sendiri.
    Software trading, seperti halnya juga software lainnya, berisi dengan program-program yang mengerjakan perintah yang sama secara berulang-ulang. Padahal, pergerakan pasar sangat dinamis dan kecil kemungkinannya keadaan yang sama terulang berkali-kali. Pada suatu keadaan tertentu bisa saja program tersebut bekerja sesuai harapan, tetapi tidak menjamin akan selalu bekerja dengan baik pada pergerakan pasar yang cenderung acak (random) dan sarat dengan pengaruh emosional para pelakunya.
    Bagi trader profesional, untuk memprediksi pergerakan harga pasar yang dinamis dan cenderung acak, maka nalar yang obyektif adalah sarana trading terbaik.

    5. Trader profesional tidak terlalu fokus pada faktor fundamental.
    Faktor fundamental sudah barang tentu tidak bisa diabaikan, bahkan bisa dikatakan sebagai penggerak utama pasar. Trader profesional menggunakan analisa fundamental sebagai konfirmasi dari apa yang dilihatnya dalam chart saat trading. Namun, mereka tahu bahwa pengaruh faktor fundamental pada pergerakan harga tidak selalu pasti.
    Banyak faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi pasar. Rilis data GDP yang meningkat misalnya, tidak begitu saja membuat mata uang suatu negara langsung menguat. Masih banyak faktor lain yang mempengaruhi, termasuk emosi para pelaku pasar.

    6. Trader profesional lebih percaya pada dirinya sendiri, bukan pada para pakar.
    Ada trader yang membuka posisi trading karena mendengar atau membaca komentar seorang pakar dari media mengenai sesuatu yang dianggap penting. Selang beberapa waktu kemudian, pakar yang lain memberi opini yang berlawanan dengan berbagai alasan. Trader tersebut menjadi khawatir dengan posisinya, cabut atau terus?
    Trader profesional selalu membuat keputusan tradingnya sendiri dan hampir tidak terpengaruh oleh komentar para analis atau pakar. Mereka percaya pada cara analisanya sendiri, sesuai dengan strategi trading yang telah dibuat, karena hanya mereka sendirilah yang tahu persis keadaan account dan sistem portofolio dalam tradingnya.

    7. Trader profesional selalu realistis.
    Anda tidak akan pernah menjadi trader profesional jika tidak realistis dalam trading. Realistis dalam trading maksudnya menerapkan manajemen resiko yang proporsional pada balance account Anda. Jika modal Anda $10,000, apakah Anda akan mempertaruhkan seluruhnya (100%) hanya dalam sekali trade? atau mengambil resiko 30% per trade? atau 5%? Tentu yang tahu Anda sendiri. Jika dana tersebut bukan dana yang menganggur (disposable income), maka Anda tentu akan sangat berhati-hati dalam menentukan resiko.
    Trader profesional biasanya juga menggunakan sistem portofolio berdasarkan diversifikasi instrumen trading pada jenis pasar yang berbeda. Khusus di pasar forex, diversifikasi bisa dilakukan dengan tidak hanya trading pada satu pasangan mata uang saja untuk mengurangi kemungkinan resiko. Diversifikasi adalah salah satu cara yang realistis dalam trading.

    8. Trader profesional bekerja menurut rencana trading dan disiplin.
    Anda mesti mempunyai rencana trading yang jelas dan dilakukan dengan disiplin agar mencapai hasil yang maksimum dalam trading. Rencana trading juga akan mengurangi pengaruh emosi ketika trading.
    Selain itu, Anda juga mesti membuat jurnal trading sebagai umpan balik (feedback) guna mengevaluasi semua hasil trading. Tanpa evaluasi, Anda tidak tahu tingkat kemajuan yang telah dicapai. Trader profesional telah lama melakukan langkah-langkah tersebut, sehingga mereka bisa bekerja dengan target jelas dan perencanaan matang.
    (Sumber : www.seputarforex.com)

  2. The Following 57 Users Say Thank You to tiyangndeso82 For This Useful Post:

    adidark22 (05-05-2019), AFLAH89 (12-09-2018), AhmadFatoni (06-11-2019), Ali77 (12-06-2018), Bakugo (02-15-2019), BangBram (10-08-2018), bonerofx (06-09-2019), Budiman81 (12-05-2018), Ceisarrizky (05-20-2019), coinaja (03-12-2019), DedeSupriatno (05-18-2019), dodogtg (12-06-2018), Dwi1 (06-09-2019), dwix (04-27-2019), gom85 (12-05-2018), Hayat81 (10-05-2018), indra88makmur (05-08-2019), israhmi08 (03-27-2019), iw4nN (10-07-2018), Jaka Dejavu (02-14-2019), Jaya1 (05-01-2019), Julia_razumova (05-14-2019), Lainstaforex (04-26-2019), lordmishi (01-30-2019), Lusifa13 (05-01-2019), Mamatbajuri (01-30-2019), masaris65 (03-12-2019), mashtereko22 (02-06-2019), masna (06-13-2019), Mohamad mufroil (02-28-2019), mtanjung (12-05-2018), nurro (12-10-2018), Okta66 (04-24-2019), OneRokhsi (01-15-2019), oviputra (12-08-2018), Putriayufx (06-03-2019), rachmandiksi (05-15-2019), raden123 (12-06-2018), Rudifx234 (05-27-2019), Saidi993 (03-05-2019), Sri purwanti (10-06-2018), Syada28 (05-27-2019), SYAMSULNEMORT (05-23-2019), tutus0929 (10-29-2018), tyo143 (10-05-2018), UqiBennington (05-13-2019), weanesa96 (02-14-2019), Yainal89 (02-06-2019), yanadi77 (03-05-2019), YanWij (02-07-2019), Yuli79 (05-01-2019), Zimenym (10-06-2018), Unregistered (5)

  3. <a href="">Forex Portal MT5</a>
  4. #2
    Penggemar
    Terinspirasi
     
    Hayat81 has much to be proud of Hayat81 has much to be proud of Hayat81 has much to be proud of Hayat81 has much to be proud of Hayat81 has much to be proud of Hayat81 has much to be proud of Hayat81 has much to be proud of Hayat81 has much to be proud of Hayat81's Avatar
    Join Date
    Aug 2018
    Location
    sumenep
    Posts
    214
    Accumulated bonus
    195 USD (What is this?)
    Thanks
    1,415
    Thanked 1,125 Times in 208 Posts
    Wah threatnya komplit buanget gan , dan ternyata setelah saya membaca thtead agan saya juga merasa kalau saya masih jauh dari kata profesional.namun walaupun begitu saya tidak akan putus asa untuk belajar dan belajar hingga menjadi salah satu dari kreteria yang terdapat dalam penjabaran agan . Salam sukses bersama
    UIRIP IKU MURUP
    > Hayat81 <
    Siapa yang Bersungguh2 Maka Akan Berhasil
    JANGAN LUPA MAMPIR KE THREAD SAYA


  5. The Following 11 Users Say Thank You to Hayat81 For This Useful Post:

    Bakugo (02-15-2019), Bironk (05-27-2019), coinaja (03-12-2019), iw4nN (10-05-2018), JangkrikBoss (04-27-2019), mtanjung (12-05-2018), tiyangndeso82 (10-05-2018), Unregistered (4)

  6. #3
    Poster Honorer
    Santai
     
    dilianto has a reputation beyond repute dilianto has a reputation beyond repute dilianto has a reputation beyond repute dilianto has a reputation beyond repute dilianto has a reputation beyond repute dilianto has a reputation beyond repute dilianto has a reputation beyond repute dilianto has a reputation beyond repute dilianto has a reputation beyond repute dilianto has a reputation beyond repute dilianto has a reputation beyond repute dilianto's Avatar
    Join Date
    Sep 2016
    Location
    Malang-Surabaya
    Posts
    1,976
    Accumulated bonus
    1828 USD (What is this?)
    Thanks
    93
    Thanked 2,048 Times in 1,367 Posts
    Quote Originally Posted by tiyangndeso82     
    om admin dan OM moderator saya mohon ijin buka threat ini, jika kurang relevan, ada kesamaan dengan yang lain maka threat ini dihapus saja. Terima kasih.
    ______________________

    Seminggu yang lalu saya tersesat di sebuah website forex yang berjudul : ALASAN KENAPA TRADER PROFESIONAL BISA PROFIT. Setelah membaca artikel tersebut kemudian saya intropeksi diri ternyata saya baru sadar kalau saya itu belum termasuk kriteria seorang “TRADER PROFESIONAL” (waduh).
    Yang paling mendasar kalau saya bukanlah seorang trader Profesional adalah selama ini saya masih LOSS (rugi dalam bentuk materi) dan belum bisa mendapatkan profit dari usaha trading ini. Dalam hati saya bertanya pada diri sendiri : “Berapa tahun lagi saya bisa menjadi seorang TRADER PROFESIONAL ?”

    Terus KIRA-KIRA AGAN yang MEMBACA THREAT INI SUDAH TERMASUK TRADER PROFESIONAL APA BELUM ?

    ______________________
    Berikut ini adalah artikelnya :
    Alasan Kenapa Trader Profesional Bisa Profit
    Banyak trader forex mengira bahwa untuk memperoleh profit yang konsisten dalam trading adalah hal yang sulit untuk dicapai hanya dengan bersusah payah dan lebih merupakan suatu kebetulan.
    Berjuang dengan susah payah bisa berarti berusaha terus menerus menemukan metode dan strategi yang pas dengan trial and error, atau mencoba beberapa paket software trading dan robot. Walau begitu, banyak diantara mereka yang gagal menghasilkan profit yang konsisten. Sebaliknya para trader profesional yang seakan trading dengan santai dan tanpa beban justru menghasilkan profit dengan konsisten. Apakah ada yang salah?

    Sebenarnya banyak trader yang telah mengetahui bagaimana menghasilkan profit yang konsisten, tetapi mereka tidak menerapkan pengetahuan tersebut dengan proporsional dan tepat. Misalnya soal fokus target. Motivasi trader profesional terfokus pada perolehan hasil dalam jangka panjang, sementara trader pada umumnya termotivasi untuk memperoleh hasil secepat-cepatnya dalam jangka pendek. Mungkin karena alasan ini, para trader profesional seolah tampak santai dan tanpa beban.
    Selain fokus pada hasil jangka panjang sebagai alasan utama, ada baiknya kita mengetahui beberapa alasan yang membuat trader profesional bisa memperoleh profit dengan konsisten.

    1. Trader profesional tidak menghabiskan banyak waktu untuk analisa pasar.
    Mungkin Anda mengira diri sendiri kurang banyak meluangkan waktu guna mendalami berita-berita ekonomi yang mempengaruhi pasar hingga selalu lambat mengantisipasi arah pergerakan harga? Karenanya, disadari atau tidak, banyak diantara kita yang telah meluangkan waktu lebih banyak dari para trader profesional untuk menghimpun data dari berbagai sumber berita.
    Trader profesional juga melakukan itu, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Yang penting bagi mereka adalah menemukan sinyal untuk trading. Menemukan sinyal itu mencakup layak atau tidaknya untuk membuka sebuah posisi, menutup posisi, atau menambah posisi baru pada kondisi pasar pada saat itu.

    2. Trader profesional selalu trading berdasarkan apa yang mereka lihat, bukan pada apa yang mereka kira akan terjadi.
    Dengan kata lain, trader profesional bertransaksi dengan obyektif, bukan berbasis rumor.
    Banyak trader yang tergoda untuk memperkirakan apa yang bakal terjadi di pasar setelah membaca dan menganalisa perkembangan sebuah berita ekonomi. Hal ini sering membuat trader merasa sangat optimis dan melakukan pelanggaran pada strategi manajemen resiko dengan misalnya melipatgandakan ukuran lot trading, atau menambah posisi baru hingga over-trading.
    Sebaliknya, trader profesional mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah tahu dengan pasti kemana arah gerak pasar, sejelas apapun petunjuk dari berita ekonomi. Dalam hal ini tentu mereka belajar dari pengalaman. Oleh sebab itu, mereka sangat patuh pada manajemen resiko yang telah ditentukannya sendiri. Semua berita selalu dikombinasikan dengan sinyal trading yang layak. Mereka tidak memaksakan diri atau memasang target untuk "harus masuk pasar". Trader profesional tahu dengan pasti apa yang mereka inginkan dari pasar, dan hanya akan trading jika pasar telah memberinya peluang.

    3. Trader profesional tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal.
    Banyak trader forex yang sebenarnya menyadari bahwa dengan banyaknya indikator pada chart trading akan membuat bingung dan cenderung over analyzing, tetapi tetap saja mereka melakukannya.
    Menurut penuturan seorang trader profesional, pertama kali yang mereka lihat dalam chart trading adalah membaca pergerakan harga seperti apa adanya, dengan hanya menandai level-level support dan resistance. Kebanyakan dari mereka mampu membaca pergerakan harga secara "telanjang" (naked price), atau trading tanpa indikator. Ini tak berarti bahwa mereka mengabaikan indikator teknikal sama sekali, melainkan hanya menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dengan proporsional.
    Biasanya, indikator yang sering digunakan adalah moving average sebagai level support dinamis atau resistance dinamis. Mereka tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal untuk mendapatkan "holy grail" yang selalu benar dalam sistem tradingnya. Mereka tahu bahwa sebagian besar indikator teknikal terbentuk setelah terjadinya pergerakan harga (bersifat lagging). Holy grail mereka adalah pada risk/reward ratio.

    4. Trader profesional tidak bergantung pada software trading dan robot.
    Walaupun di pasaran banyak penawaran software trading dan robot forex yang namanya kadang cukup bombastis, sangat jarang trader profesional yang menggunakannya. Mereka lebih percaya pada pikiran dan analisanya sendiri.
    Software trading, seperti halnya juga software lainnya, berisi dengan program-program yang mengerjakan perintah yang sama secara berulang-ulang. Padahal, pergerakan pasar sangat dinamis dan kecil kemungkinannya keadaan yang sama terulang berkali-kali. Pada suatu keadaan tertentu bisa saja program tersebut bekerja sesuai harapan, tetapi tidak menjamin akan selalu bekerja dengan baik pada pergerakan pasar yang cenderung acak (random) dan sarat dengan pengaruh emosional para pelakunya.
    Bagi trader profesional, untuk memprediksi pergerakan harga pasar yang dinamis dan cenderung acak, maka nalar yang obyektif adalah sarana trading terbaik.

    5. Trader profesional tidak terlalu fokus pada faktor fundamental.
    Faktor fundamental sudah barang tentu tidak bisa diabaikan, bahkan bisa dikatakan sebagai penggerak utama pasar. Trader profesional menggunakan analisa fundamental sebagai konfirmasi dari apa yang dilihatnya dalam chart saat trading. Namun, mereka tahu bahwa pengaruh faktor fundamental pada pergerakan harga tidak selalu pasti.
    Banyak faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi pasar. Rilis data GDP yang meningkat misalnya, tidak begitu saja membuat mata uang suatu negara langsung menguat. Masih banyak faktor lain yang mempengaruhi, termasuk emosi para pelaku pasar.

    6. Trader profesional lebih percaya pada dirinya sendiri, bukan pada para pakar.
    Ada trader yang membuka posisi trading karena mendengar atau membaca komentar seorang pakar dari media mengenai sesuatu yang dianggap penting. Selang beberapa waktu kemudian, pakar yang lain memberi opini yang berlawanan dengan berbagai alasan. Trader tersebut menjadi khawatir dengan posisinya, cabut atau terus?
    Trader profesional selalu membuat keputusan tradingnya sendiri dan hampir tidak terpengaruh oleh komentar para analis atau pakar. Mereka percaya pada cara analisanya sendiri, sesuai dengan strategi trading yang telah dibuat, karena hanya mereka sendirilah yang tahu persis keadaan account dan sistem portofolio dalam tradingnya.

    7. Trader profesional selalu realistis.
    Anda tidak akan pernah menjadi trader profesional jika tidak realistis dalam trading. Realistis dalam trading maksudnya menerapkan manajemen resiko yang proporsional pada balance account Anda. Jika modal Anda $10,000, apakah Anda akan mempertaruhkan seluruhnya (100%) hanya dalam sekali trade? atau mengambil resiko 30% per trade? atau 5%? Tentu yang tahu Anda sendiri. Jika dana tersebut bukan dana yang menganggur (disposable income), maka Anda tentu akan sangat berhati-hati dalam menentukan resiko.
    Trader profesional biasanya juga menggunakan sistem portofolio berdasarkan diversifikasi instrumen trading pada jenis pasar yang berbeda. Khusus di pasar forex, diversifikasi bisa dilakukan dengan tidak hanya trading pada satu pasangan mata uang saja untuk mengurangi kemungkinan resiko. Diversifikasi adalah salah satu cara yang realistis dalam trading.

    8. Trader profesional bekerja menurut rencana trading dan disiplin.
    Anda mesti mempunyai rencana trading yang jelas dan dilakukan dengan disiplin agar mencapai hasil yang maksimum dalam trading. Rencana trading juga akan mengurangi pengaruh emosi ketika trading.
    Selain itu, Anda juga mesti membuat jurnal trading sebagai umpan balik (feedback) guna mengevaluasi semua hasil trading. Tanpa evaluasi, Anda tidak tahu tingkat kemajuan yang telah dicapai. Trader profesional telah lama melakukan langkah-langkah tersebut, sehingga mereka bisa bekerja dengan target jelas dan perencanaan matang.
    (Sumber : www.seputarforex.com)
    Kita kembali ke kata dasarnya, "trader profesional", yang mana artinya seseorang yang menjadikan trading forex sebagai profesi. Artinya apa yang dilakukan dalam trading sudah bisa menghasilkan uang untuk hidupnya. Jadi, menurut ane trader profesional hanya perlu bisa menghasilkan profit konsisten sehingga ada jaminan penghasilan yang terus menerus. Jadi, sebenarnya trader profesional tidak harus memiliki teknik trading yang wah, namun hanya perlu 1 teknik yang minimal cukup bagus probabilitas profitnya, lalu tinggal penerapan money management yang aman. Nantinya seiring berjalannya waktu, pengalaman trading akan semakin meningkatkan mental trading, yang mana juga merupakan modal penting untuk menjadi trader profesional.

  7. The Following 9 Users Say Thank You to dilianto For This Useful Post:

    adidark22 (05-05-2019), Bakugo (02-15-2019), Bironk (05-27-2019), coinaja (03-12-2019), tiyangndeso82 (10-08-2018), Zainul13 (02-01-2019), Unregistered (3)

  8. #4
    Forum Resident
    ----
     
    Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana has a reputation beyond repute Duryudana's Avatar
    Join Date
    Apr 2016
    Posts
    5,748
    Accumulated bonus
    7045 USD (What is this?)
    Saya bertemu tamu
    1 (detail lebih lanjut)
    Thanks
    21,405
    Thanked 17,064 Times in 9,314 Posts
    ane mencermati pada poin ke-4 dimana trader profesional ternyata ga butuh EA sebagai alat bantu selama menjalankan trading. ada benarnya karena jika mengandalkan EA maka dapat dipastikan bahwa trader tersebut malas belajar dan caranya trading cuma berangan-angan meraih banyak profit dalam tempo singkat. trading model seperti ini gimana mo sukses???
    sebaiknya jangan malas belajar dan teruslah berjuang guna mendapatkan skill trading.
    Cuma butuh 1 detik untuk klik "thanks" dan semoga diberi tiket sukses bersama forex

  9. The Following 9 Users Say Thank You to Duryudana For This Useful Post:

    ahmad99 (05-18-2019), Bakugo (02-15-2019), Bironk (05-27-2019), coinaja (03-12-2019), kodokkepo (10-06-2018), mtanjung (12-05-2018), tiyangndeso82 (10-08-2018), Unregistered (2)

  10. #5
    Pecandu
    ----
     
    kodokkepo has a brilliant future kodokkepo has a brilliant future kodokkepo has a brilliant future kodokkepo has a brilliant future kodokkepo has a brilliant future kodokkepo has a brilliant future kodokkepo has a brilliant future kodokkepo has a brilliant future kodokkepo has a brilliant future kodokkepo has a brilliant future kodokkepo has a brilliant future kodokkepo's Avatar
    Join Date
    Jul 2017
    Location
    Indonesia
    Posts
    585
    Accumulated bonus
    767 USD (What is this?)
    Thanks
    2,914
    Thanked 2,028 Times in 1,066 Posts
    Quote Originally Posted by bimarosidin     
    trader profesional juga pasti mengalami rugi, tetapi kerugian trader proesional berbeda dengan kita, mereka lebih ke pada trading kalkulasi, jika kita trading dan di kalkulasikan dalam seminggu masih profit, maka itu di sudah di katakan konsisten profit.
    Harus dipahami bahwa kerugian itu merupakan bagian dari resiko trading. Kita tidak bias menjamin bahwa semua transaksi yang kita lakukan bisa berlangsung dengan sukses. Maka dari itu kita perlu memahami apa yang namanya money management dengan begitu maka kita bisa membatasi kerugian trading yang mungkin kita terima. Dengan money management artinya kita belajar untuk berasabar dalam mengejar profit. Karena kekonsistenan itu lebih penting daripada transaksi yang menghasilkan profit besar tetapi dengan resiko yang tinggi. Kita harus paham bahwa resiko itu nyata dalam trading yang kita lakukan.

  11. The Following 5 Users Say Thank You to kodokkepo For This Useful Post:

    Bakugo (02-15-2019), Bironk (05-27-2019), coinaja (03-12-2019), mtanjung (12-05-2018), tiyangndeso82 (10-08-2018)

  12. #6
    Poster Setia
    Agresif
     
    aliv has a reputation beyond repute aliv has a reputation beyond repute aliv has a reputation beyond repute aliv has a reputation beyond repute aliv has a reputation beyond repute aliv has a reputation beyond repute aliv has a reputation beyond repute aliv has a reputation beyond repute aliv has a reputation beyond repute aliv has a reputation beyond repute aliv has a reputation beyond repute aliv's Avatar
    Join Date
    Jul 2018
    Location
    indonesia
    Posts
    2,765
    Accumulated bonus
    3083 USD (What is this?)
    Thanks
    5,426
    Thanked 6,623 Times in 2,258 Posts
    kalau trader profesional pasti disukung dengan modal yang besar dan analisa yang mumpuni.mereka pasti mempunyai target kecil,tapi kalau dilihat nominalnya pasti besar.beda kalau trader seperti saya ini,modal kecil pengennya profit gede.pastinya akun tidak akan bertahan lama.Misal trader profesional modalnya sebesar 1 Milyar,target hanya 1% dari modal saja .ini akan lebih mudah daripada memakai modal pas-pasan.Dengan modal besar trading akan menjadi lebih santai.tanpa ada rasa dag-dig -dug.hehe

  13. The Following 4 Users Say Thank You to aliv For This Useful Post:

    Bironk (05-27-2019), coinaja (03-12-2019), mtanjung (12-05-2018), tiyangndeso82 (10-08-2018)

  14. #7
    Penggemar
    ----
     
    TraderWannabe is a jewel in the rough TraderWannabe is a jewel in the rough TraderWannabe is a jewel in the rough TraderWannabe is a jewel in the rough TraderWannabe's Avatar
    Join Date
    Sep 2018
    Location
    in excelsis Deo
    Posts
    307
    Accumulated bonus
    178 USD (What is this?)
    Thanks
    132
    Thanked 381 Times in 162 Posts
    Hehehe...saya jadi agak bertanya-tanya yang dimaksud situs yang agan kutip itu dengan kata "trader profesional". Saya curiga profesional disini bukan sekedar "berprofesi sebagai" tapi adalah "smart money".

    Ah tapi gak usah dipusingkan, anggap saja "profesional" yang dimaksud disini adalah yang profesinya sebagai trader.
    Semua point yang agan sebutkan memang terbaca (baca:terdengar) sangat mudah sekali atau terpikir kalo hal itu memang sewajarnya. Tapi yang perlu diperhatikan untuk mencapai kesemua point tsb, sang trader profesional sudah menghabiskan banyak waktu untuk belajar dan berlatih mengenali karakter pasar dan juga menghabiskan banyak modal agar semua itu bisa menjadi bagian dirinya. Sekalipun sang trader punya mentor yang mengajarnya.

    Jadi sebenarnya yang dibutuhkan para trader pemula bukanlah point-point dalam teori, tapi bagaimana jerih lelah yang sudah dilakukan sang trader si pemilik point-point tsb.

  15. The Following 4 Users Say Thank You to TraderWannabe For This Useful Post:

    Bironk (05-27-2019), coinaja (03-12-2019), mtanjung (12-05-2018), tiyangndeso82 (10-08-2018)

  16. #8
    Orang Lama
    Bahagia
     
    Priyagung is a splendid one to behold Priyagung is a splendid one to behold Priyagung is a splendid one to behold Priyagung is a splendid one to behold Priyagung is a splendid one to behold Priyagung is a splendid one to behold Priyagung is a splendid one to behold Priyagung's Avatar
    Join Date
    Aug 2018
    Location
    Tuban Jawatimur
    Posts
    822
    Accumulated bonus
    200 USD (What is this?)
    Thanks
    83
    Thanked 884 Times in 546 Posts
    Quote Originally Posted by tiyangndeso82     
    om admin dan OM moderator saya mohon ijin buka threat ini, jika kurang relevan, ada kesamaan dengan yang lain maka threat ini dihapus saja. Terima kasih.
    ______________________

    Seminggu yang lalu saya tersesat di sebuah website forex yang berjudul : ALASAN KENAPA TRADER PROFESIONAL BISA PROFIT. Setelah membaca artikel tersebut kemudian saya intropeksi diri ternyata saya baru sadar kalau saya itu belum termasuk kriteria seorang “TRADER PROFESIONAL” (waduh).
    Yang paling mendasar kalau saya bukanlah seorang trader Profesional adalah selama ini saya masih LOSS (rugi dalam bentuk materi) dan belum bisa mendapatkan profit dari usaha trading ini. Dalam hati saya bertanya pada diri sendiri : “Berapa tahun lagi saya bisa menjadi seorang TRADER PROFESIONAL ?”

    Terus KIRA-KIRA AGAN yang MEMBACA THREAT INI SUDAH TERMASUK TRADER PROFESIONAL APA BELUM ?

    ______________________
    Berikut ini adalah artikelnya :
    Alasan Kenapa Trader Profesional Bisa Profit
    Banyak trader forex mengira bahwa untuk memperoleh profit yang konsisten dalam trading adalah hal yang sulit untuk dicapai hanya dengan bersusah payah dan lebih merupakan suatu kebetulan.
    Berjuang dengan susah payah bisa berarti berusaha terus menerus menemukan metode dan strategi yang pas dengan trial and error, atau mencoba beberapa paket software trading dan robot. Walau begitu, banyak diantara mereka yang gagal menghasilkan profit yang konsisten. Sebaliknya para trader profesional yang seakan trading dengan santai dan tanpa beban justru menghasilkan profit dengan konsisten. Apakah ada yang salah?

    Sebenarnya banyak trader yang telah mengetahui bagaimana menghasilkan profit yang konsisten, tetapi mereka tidak menerapkan pengetahuan tersebut dengan proporsional dan tepat. Misalnya soal fokus target. Motivasi trader profesional terfokus pada perolehan hasil dalam jangka panjang, sementara trader pada umumnya termotivasi untuk memperoleh hasil secepat-cepatnya dalam jangka pendek. Mungkin karena alasan ini, para trader profesional seolah tampak santai dan tanpa beban.
    Selain fokus pada hasil jangka panjang sebagai alasan utama, ada baiknya kita mengetahui beberapa alasan yang membuat trader profesional bisa memperoleh profit dengan konsisten.

    1. Trader profesional tidak menghabiskan banyak waktu untuk analisa pasar.
    Mungkin Anda mengira diri sendiri kurang banyak meluangkan waktu guna mendalami berita-berita ekonomi yang mempengaruhi pasar hingga selalu lambat mengantisipasi arah pergerakan harga? Karenanya, disadari atau tidak, banyak diantara kita yang telah meluangkan waktu lebih banyak dari para trader profesional untuk menghimpun data dari berbagai sumber berita.
    Trader profesional juga melakukan itu, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Yang penting bagi mereka adalah menemukan sinyal untuk trading. Menemukan sinyal itu mencakup layak atau tidaknya untuk membuka sebuah posisi, menutup posisi, atau menambah posisi baru pada kondisi pasar pada saat itu.

    2. Trader profesional selalu trading berdasarkan apa yang mereka lihat, bukan pada apa yang mereka kira akan terjadi.
    Dengan kata lain, trader profesional bertransaksi dengan obyektif, bukan berbasis rumor.
    Banyak trader yang tergoda untuk memperkirakan apa yang bakal terjadi di pasar setelah membaca dan menganalisa perkembangan sebuah berita ekonomi. Hal ini sering membuat trader merasa sangat optimis dan melakukan pelanggaran pada strategi manajemen resiko dengan misalnya melipatgandakan ukuran lot trading, atau menambah posisi baru hingga over-trading.
    Sebaliknya, trader profesional mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah tahu dengan pasti kemana arah gerak pasar, sejelas apapun petunjuk dari berita ekonomi. Dalam hal ini tentu mereka belajar dari pengalaman. Oleh sebab itu, mereka sangat patuh pada manajemen resiko yang telah ditentukannya sendiri. Semua berita selalu dikombinasikan dengan sinyal trading yang layak. Mereka tidak memaksakan diri atau memasang target untuk "harus masuk pasar". Trader profesional tahu dengan pasti apa yang mereka inginkan dari pasar, dan hanya akan trading jika pasar telah memberinya peluang.

    3. Trader profesional tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal.
    Banyak trader forex yang sebenarnya menyadari bahwa dengan banyaknya indikator pada chart trading akan membuat bingung dan cenderung over analyzing, tetapi tetap saja mereka melakukannya.
    Menurut penuturan seorang trader profesional, pertama kali yang mereka lihat dalam chart trading adalah membaca pergerakan harga seperti apa adanya, dengan hanya menandai level-level support dan resistance. Kebanyakan dari mereka mampu membaca pergerakan harga secara "telanjang" (naked price), atau trading tanpa indikator. Ini tak berarti bahwa mereka mengabaikan indikator teknikal sama sekali, melainkan hanya menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dengan proporsional.
    Biasanya, indikator yang sering digunakan adalah moving average sebagai level support dinamis atau resistance dinamis. Mereka tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal untuk mendapatkan "holy grail" yang selalu benar dalam sistem tradingnya. Mereka tahu bahwa sebagian besar indikator teknikal terbentuk setelah terjadinya pergerakan harga (bersifat lagging). Holy grail mereka adalah pada risk/reward ratio.

    4. Trader profesional tidak bergantung pada software trading dan robot.
    Walaupun di pasaran banyak penawaran software trading dan robot forex yang namanya kadang cukup bombastis, sangat jarang trader profesional yang menggunakannya. Mereka lebih percaya pada pikiran dan analisanya sendiri.
    Software trading, seperti halnya juga software lainnya, berisi dengan program-program yang mengerjakan perintah yang sama secara berulang-ulang. Padahal, pergerakan pasar sangat dinamis dan kecil kemungkinannya keadaan yang sama terulang berkali-kali. Pada suatu keadaan tertentu bisa saja program tersebut bekerja sesuai harapan, tetapi tidak menjamin akan selalu bekerja dengan baik pada pergerakan pasar yang cenderung acak (random) dan sarat dengan pengaruh emosional para pelakunya.
    Bagi trader profesional, untuk memprediksi pergerakan harga pasar yang dinamis dan cenderung acak, maka nalar yang obyektif adalah sarana trading terbaik.

    5. Trader profesional tidak terlalu fokus pada faktor fundamental.
    Faktor fundamental sudah barang tentu tidak bisa diabaikan, bahkan bisa dikatakan sebagai penggerak utama pasar. Trader profesional menggunakan analisa fundamental sebagai konfirmasi dari apa yang dilihatnya dalam chart saat trading. Namun, mereka tahu bahwa pengaruh faktor fundamental pada pergerakan harga tidak selalu pasti.
    Banyak faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi pasar. Rilis data GDP yang meningkat misalnya, tidak begitu saja membuat mata uang suatu negara langsung menguat. Masih banyak faktor lain yang mempengaruhi, termasuk emosi para pelaku pasar.

    6. Trader profesional lebih percaya pada dirinya sendiri, bukan pada para pakar.
    Ada trader yang membuka posisi trading karena mendengar atau membaca komentar seorang pakar dari media mengenai sesuatu yang dianggap penting. Selang beberapa waktu kemudian, pakar yang lain memberi opini yang berlawanan dengan berbagai alasan. Trader tersebut menjadi khawatir dengan posisinya, cabut atau terus?
    Trader profesional selalu membuat keputusan tradingnya sendiri dan hampir tidak terpengaruh oleh komentar para analis atau pakar. Mereka percaya pada cara analisanya sendiri, sesuai dengan strategi trading yang telah dibuat, karena hanya mereka sendirilah yang tahu persis keadaan account dan sistem portofolio dalam tradingnya.

    7. Trader profesional selalu realistis.
    Anda tidak akan pernah menjadi trader profesional jika tidak realistis dalam trading. Realistis dalam trading maksudnya menerapkan manajemen resiko yang proporsional pada balance account Anda. Jika modal Anda $10,000, apakah Anda akan mempertaruhkan seluruhnya (100%) hanya dalam sekali trade? atau mengambil resiko 30% per trade? atau 5%? Tentu yang tahu Anda sendiri. Jika dana tersebut bukan dana yang menganggur (disposable income), maka Anda tentu akan sangat berhati-hati dalam menentukan resiko.
    Trader profesional biasanya juga menggunakan sistem portofolio berdasarkan diversifikasi instrumen trading pada jenis pasar yang berbeda. Khusus di pasar forex, diversifikasi bisa dilakukan dengan tidak hanya trading pada satu pasangan mata uang saja untuk mengurangi kemungkinan resiko. Diversifikasi adalah salah satu cara yang realistis dalam trading.

    8. Trader profesional bekerja menurut rencana trading dan disiplin.
    Anda mesti mempunyai rencana trading yang jelas dan dilakukan dengan disiplin agar mencapai hasil yang maksimum dalam trading. Rencana trading juga akan mengurangi pengaruh emosi ketika trading.
    Selain itu, Anda juga mesti membuat jurnal trading sebagai umpan balik (feedback) guna mengevaluasi semua hasil trading. Tanpa evaluasi, Anda tidak tahu tingkat kemajuan yang telah dicapai. Trader profesional telah lama melakukan langkah-langkah tersebut, sehingga mereka bisa bekerja dengan target jelas dan perencanaan matang.
    (Sumber : www.seputarforex.com)
    Kalau menurut pendapat saya untuk menjadi trader profesional sangat jauh dari gambaran dikarenakan untuk menjadi trader yang handal dan profesional dibutuhkan penguasaan materi dan teori ilmu pengetahuan dan wawasan jam terbang yang tinggi. Mungkin harapan trader untuk bisa menjadi lebih baik dengan mengevaluasi kinerja yang pernah dilakukan. Dengan belajar dan terus belajar untuk menjadi lebih baik. Salam profit konsisten dan jadilah pribadi yang loyal akan klik Terima Kasih

  17. The Following 5 Users Say Thank You to Priyagung For This Useful Post:

    Bironk (05-27-2019), coinaja (03-12-2019), mtanjung (12-05-2018), tiyangndeso82 (10-08-2018), Zainul13 (02-01-2019)

  18. #9
    Forum VIP
    ----
     
    zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar has a reputation beyond repute zank haidar's Avatar
    Join Date
    Feb 2013
    Location
    INDONESIA JAYA
    Posts
    9,665
    Accumulated bonus
    4739 USD (What is this?)
    Saya bertemu tamu
    2 (detail lebih lanjut)
    Thanks
    15,476
    Thanked 19,681 Times in 5,205 Posts
    Quote Originally Posted by tiyangndeso82     
    om admin dan OM moderator saya mohon ijin buka threat ini, jika kurang relevan, ada kesamaan dengan yang lain maka threat ini dihapus saja. Terima kasih.
    ______________________

    Seminggu yang lalu saya tersesat di sebuah website forex yang berjudul : ALASAN KENAPA TRADER PROFESIONAL BISA PROFIT. Setelah membaca artikel tersebut kemudian saya intropeksi diri ternyata saya baru sadar kalau saya itu belum termasuk kriteria seorang “TRADER PROFESIONAL” (waduh).
    Yang paling mendasar kalau saya bukanlah seorang trader Profesional adalah selama ini saya masih LOSS (rugi dalam bentuk materi) dan belum bisa mendapatkan profit dari usaha trading ini. Dalam hati saya bertanya pada diri sendiri : “Berapa tahun lagi saya bisa menjadi seorang TRADER PROFESIONAL ?”

    Terus KIRA-KIRA AGAN yang MEMBACA THREAT INI SUDAH TERMASUK TRADER PROFESIONAL APA BELUM ?

    ______________________
    Berikut ini adalah artikelnya :
    Alasan Kenapa Trader Profesional Bisa Profit
    Banyak trader forex mengira bahwa untuk memperoleh profit yang konsisten dalam trading adalah hal yang sulit untuk dicapai hanya dengan bersusah payah dan lebih merupakan suatu kebetulan.
    Berjuang dengan susah payah bisa berarti berusaha terus menerus menemukan metode dan strategi yang pas dengan trial and error, atau mencoba beberapa paket software trading dan robot. Walau begitu, banyak diantara mereka yang gagal menghasilkan profit yang konsisten. Sebaliknya para trader profesional yang seakan trading dengan santai dan tanpa beban justru menghasilkan profit dengan konsisten. Apakah ada yang salah?

    Sebenarnya banyak trader yang telah mengetahui bagaimana menghasilkan profit yang konsisten, tetapi mereka tidak menerapkan pengetahuan tersebut dengan proporsional dan tepat. Misalnya soal fokus target. Motivasi trader profesional terfokus pada perolehan hasil dalam jangka panjang, sementara trader pada umumnya termotivasi untuk memperoleh hasil secepat-cepatnya dalam jangka pendek. Mungkin karena alasan ini, para trader profesional seolah tampak santai dan tanpa beban.
    Selain fokus pada hasil jangka panjang sebagai alasan utama, ada baiknya kita mengetahui beberapa alasan yang membuat trader profesional bisa memperoleh profit dengan konsisten.

    1. Trader profesional tidak menghabiskan banyak waktu untuk analisa pasar.
    Mungkin Anda mengira diri sendiri kurang banyak meluangkan waktu guna mendalami berita-berita ekonomi yang mempengaruhi pasar hingga selalu lambat mengantisipasi arah pergerakan harga? Karenanya, disadari atau tidak, banyak diantara kita yang telah meluangkan waktu lebih banyak dari para trader profesional untuk menghimpun data dari berbagai sumber berita.
    Trader profesional juga melakukan itu, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Yang penting bagi mereka adalah menemukan sinyal untuk trading. Menemukan sinyal itu mencakup layak atau tidaknya untuk membuka sebuah posisi, menutup posisi, atau menambah posisi baru pada kondisi pasar pada saat itu.

    2. Trader profesional selalu trading berdasarkan apa yang mereka lihat, bukan pada apa yang mereka kira akan terjadi.
    Dengan kata lain, trader profesional bertransaksi dengan obyektif, bukan berbasis rumor.
    Banyak trader yang tergoda untuk memperkirakan apa yang bakal terjadi di pasar setelah membaca dan menganalisa perkembangan sebuah berita ekonomi. Hal ini sering membuat trader merasa sangat optimis dan melakukan pelanggaran pada strategi manajemen resiko dengan misalnya melipatgandakan ukuran lot trading, atau menambah posisi baru hingga over-trading.
    Sebaliknya, trader profesional mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah tahu dengan pasti kemana arah gerak pasar, sejelas apapun petunjuk dari berita ekonomi. Dalam hal ini tentu mereka belajar dari pengalaman. Oleh sebab itu, mereka sangat patuh pada manajemen resiko yang telah ditentukannya sendiri. Semua berita selalu dikombinasikan dengan sinyal trading yang layak. Mereka tidak memaksakan diri atau memasang target untuk "harus masuk pasar". Trader profesional tahu dengan pasti apa yang mereka inginkan dari pasar, dan hanya akan trading jika pasar telah memberinya peluang.

    3. Trader profesional tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal.
    Banyak trader forex yang sebenarnya menyadari bahwa dengan banyaknya indikator pada chart trading akan membuat bingung dan cenderung over analyzing, tetapi tetap saja mereka melakukannya.
    Menurut penuturan seorang trader profesional, pertama kali yang mereka lihat dalam chart trading adalah membaca pergerakan harga seperti apa adanya, dengan hanya menandai level-level support dan resistance. Kebanyakan dari mereka mampu membaca pergerakan harga secara "telanjang" (naked price), atau trading tanpa indikator. Ini tak berarti bahwa mereka mengabaikan indikator teknikal sama sekali, melainkan hanya menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dengan proporsional.
    Biasanya, indikator yang sering digunakan adalah moving average sebagai level support dinamis atau resistance dinamis. Mereka tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal untuk mendapatkan "holy grail" yang selalu benar dalam sistem tradingnya. Mereka tahu bahwa sebagian besar indikator teknikal terbentuk setelah terjadinya pergerakan harga (bersifat lagging). Holy grail mereka adalah pada risk/reward ratio.

    4. Trader profesional tidak bergantung pada software trading dan robot.
    Walaupun di pasaran banyak penawaran software trading dan robot forex yang namanya kadang cukup bombastis, sangat jarang trader profesional yang menggunakannya. Mereka lebih percaya pada pikiran dan analisanya sendiri.
    Software trading, seperti halnya juga software lainnya, berisi dengan program-program yang mengerjakan perintah yang sama secara berulang-ulang. Padahal, pergerakan pasar sangat dinamis dan kecil kemungkinannya keadaan yang sama terulang berkali-kali. Pada suatu keadaan tertentu bisa saja program tersebut bekerja sesuai harapan, tetapi tidak menjamin akan selalu bekerja dengan baik pada pergerakan pasar yang cenderung acak (random) dan sarat dengan pengaruh emosional para pelakunya.
    Bagi trader profesional, untuk memprediksi pergerakan harga pasar yang dinamis dan cenderung acak, maka nalar yang obyektif adalah sarana trading terbaik.

    5. Trader profesional tidak terlalu fokus pada faktor fundamental.
    Faktor fundamental sudah barang tentu tidak bisa diabaikan, bahkan bisa dikatakan sebagai penggerak utama pasar. Trader profesional menggunakan analisa fundamental sebagai konfirmasi dari apa yang dilihatnya dalam chart saat trading. Namun, mereka tahu bahwa pengaruh faktor fundamental pada pergerakan harga tidak selalu pasti.
    Banyak faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi pasar. Rilis data GDP yang meningkat misalnya, tidak begitu saja membuat mata uang suatu negara langsung menguat. Masih banyak faktor lain yang mempengaruhi, termasuk emosi para pelaku pasar.

    6. Trader profesional lebih percaya pada dirinya sendiri, bukan pada para pakar.
    Ada trader yang membuka posisi trading karena mendengar atau membaca komentar seorang pakar dari media mengenai sesuatu yang dianggap penting. Selang beberapa waktu kemudian, pakar yang lain memberi opini yang berlawanan dengan berbagai alasan. Trader tersebut menjadi khawatir dengan posisinya, cabut atau terus?
    Trader profesional selalu membuat keputusan tradingnya sendiri dan hampir tidak terpengaruh oleh komentar para analis atau pakar. Mereka percaya pada cara analisanya sendiri, sesuai dengan strategi trading yang telah dibuat, karena hanya mereka sendirilah yang tahu persis keadaan account dan sistem portofolio dalam tradingnya.

    7. Trader profesional selalu realistis.
    Anda tidak akan pernah menjadi trader profesional jika tidak realistis dalam trading. Realistis dalam trading maksudnya menerapkan manajemen resiko yang proporsional pada balance account Anda. Jika modal Anda $10,000, apakah Anda akan mempertaruhkan seluruhnya (100%) hanya dalam sekali trade? atau mengambil resiko 30% per trade? atau 5%? Tentu yang tahu Anda sendiri. Jika dana tersebut bukan dana yang menganggur (disposable income), maka Anda tentu akan sangat berhati-hati dalam menentukan resiko.
    Trader profesional biasanya juga menggunakan sistem portofolio berdasarkan diversifikasi instrumen trading pada jenis pasar yang berbeda. Khusus di pasar forex, diversifikasi bisa dilakukan dengan tidak hanya trading pada satu pasangan mata uang saja untuk mengurangi kemungkinan resiko. Diversifikasi adalah salah satu cara yang realistis dalam trading.

    8. Trader profesional bekerja menurut rencana trading dan disiplin.
    Anda mesti mempunyai rencana trading yang jelas dan dilakukan dengan disiplin agar mencapai hasil yang maksimum dalam trading. Rencana trading juga akan mengurangi pengaruh emosi ketika trading.
    Selain itu, Anda juga mesti membuat jurnal trading sebagai umpan balik (feedback) guna mengevaluasi semua hasil trading. Tanpa evaluasi, Anda tidak tahu tingkat kemajuan yang telah dicapai. Trader profesional telah lama melakukan langkah-langkah tersebut, sehingga mereka bisa bekerja dengan target jelas dan perencanaan matang.
    (Sumber : www.seputarforex.com)
    sudahkah saya menjadi seorang trader profesional?
    jawabannya jelas belum hehe, karena trading masih ane jadikan sebagai sampingan, belum yang utama, ditambah lagi kondisi nya masih naik turun, jadi belum pantes deh ane disebut sebagai trader pro.. maksudnya adalah profesional

  19. The Following 4 Users Say Thank You to zank haidar For This Useful Post:

    Bironk (05-27-2019), coinaja (03-12-2019), mtanjung (12-05-2018), tiyangndeso82 (10-08-2018)

  20. #10
    Orang Asing
    ----
     
    Zimenym is an unknown quantity at this point Zimenym's Avatar
    Join Date
    Oct 2018
    Posts
    2
    Accumulated bonus
    1 USD (What is this?)
    Thanks
    2
    Thanked 5 Times in 1 Post
    Quote Originally Posted by tiyangndeso82     
    om admin dan OM moderator saya mohon ijin buka threat ini, jika kurang relevan, ada kesamaan dengan yang lain maka threat ini dihapus saja. Terima kasih.
    ______________________

    Seminggu yang lalu saya tersesat di sebuah website forex yang berjudul : ALASAN KENAPA TRADER PROFESIONAL BISA PROFIT. Setelah membaca artikel tersebut kemudian saya intropeksi diri ternyata saya baru sadar kalau saya itu belum termasuk kriteria seorang “TRADER PROFESIONAL” (waduh).
    Yang paling mendasar kalau saya bukanlah seorang trader Profesional adalah selama ini saya masih LOSS (rugi dalam bentuk materi) dan belum bisa mendapatkan profit dari usaha trading ini. Dalam hati saya bertanya pada diri sendiri : “Berapa tahun lagi saya bisa menjadi seorang TRADER PROFESIONAL ?”

    Terus KIRA-KIRA AGAN yang MEMBACA THREAT INI SUDAH TERMASUK TRADER PROFESIONAL APA BELUM ?

    ______________________
    Berikut ini adalah artikelnya :
    Alasan Kenapa Trader Profesional Bisa Profit
    Banyak trader forex mengira bahwa untuk memperoleh profit yang konsisten dalam trading adalah hal yang sulit untuk dicapai hanya dengan bersusah payah dan lebih merupakan suatu kebetulan.
    Berjuang dengan susah payah bisa berarti berusaha terus menerus menemukan metode dan strategi yang pas dengan trial and error, atau mencoba beberapa paket software trading dan robot. Walau begitu, banyak diantara mereka yang gagal menghasilkan profit yang konsisten. Sebaliknya para trader profesional yang seakan trading dengan santai dan tanpa beban justru menghasilkan profit dengan konsisten. Apakah ada yang salah?

    Sebenarnya banyak trader yang telah mengetahui bagaimana menghasilkan profit yang konsisten, tetapi mereka tidak menerapkan pengetahuan tersebut dengan proporsional dan tepat. Misalnya soal fokus target. Motivasi trader profesional terfokus pada perolehan hasil dalam jangka panjang, sementara trader pada umumnya termotivasi untuk memperoleh hasil secepat-cepatnya dalam jangka pendek. Mungkin karena alasan ini, para trader profesional seolah tampak santai dan tanpa beban.
    Selain fokus pada hasil jangka panjang sebagai alasan utama, ada baiknya kita mengetahui beberapa alasan yang membuat trader profesional bisa memperoleh profit dengan konsisten.

    1. Trader profesional tidak menghabiskan banyak waktu untuk analisa pasar.
    Mungkin Anda mengira diri sendiri kurang banyak meluangkan waktu guna mendalami berita-berita ekonomi yang mempengaruhi pasar hingga selalu lambat mengantisipasi arah pergerakan harga? Karenanya, disadari atau tidak, banyak diantara kita yang telah meluangkan waktu lebih banyak dari para trader profesional untuk menghimpun data dari berbagai sumber berita.
    Trader profesional juga melakukan itu, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Yang penting bagi mereka adalah menemukan sinyal untuk trading. Menemukan sinyal itu mencakup layak atau tidaknya untuk membuka sebuah posisi, menutup posisi, atau menambah posisi baru pada kondisi pasar pada saat itu.

    2. Trader profesional selalu trading berdasarkan apa yang mereka lihat, bukan pada apa yang mereka kira akan terjadi.
    Dengan kata lain, trader profesional bertransaksi dengan obyektif, bukan berbasis rumor.
    Banyak trader yang tergoda untuk memperkirakan apa yang bakal terjadi di pasar setelah membaca dan menganalisa perkembangan sebuah berita ekonomi. Hal ini sering membuat trader merasa sangat optimis dan melakukan pelanggaran pada strategi manajemen resiko dengan misalnya melipatgandakan ukuran lot trading, atau menambah posisi baru hingga over-trading.
    Sebaliknya, trader profesional mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah tahu dengan pasti kemana arah gerak pasar, sejelas apapun petunjuk dari berita ekonomi. Dalam hal ini tentu mereka belajar dari pengalaman. Oleh sebab itu, mereka sangat patuh pada manajemen resiko yang telah ditentukannya sendiri. Semua berita selalu dikombinasikan dengan sinyal trading yang layak. Mereka tidak memaksakan diri atau memasang target untuk "harus masuk pasar". Trader profesional tahu dengan pasti apa yang mereka inginkan dari pasar, dan hanya akan trading jika pasar telah memberinya peluang.

    3. Trader profesional tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal.
    Banyak trader forex yang sebenarnya menyadari bahwa dengan banyaknya indikator pada chart trading akan membuat bingung dan cenderung over analyzing, tetapi tetap saja mereka melakukannya.
    Menurut penuturan seorang trader profesional, pertama kali yang mereka lihat dalam chart trading adalah membaca pergerakan harga seperti apa adanya, dengan hanya menandai level-level support dan resistance. Kebanyakan dari mereka mampu membaca pergerakan harga secara "telanjang" (naked price), atau trading tanpa indikator. Ini tak berarti bahwa mereka mengabaikan indikator teknikal sama sekali, melainkan hanya menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dengan proporsional.
    Biasanya, indikator yang sering digunakan adalah moving average sebagai level support dinamis atau resistance dinamis. Mereka tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal untuk mendapatkan "holy grail" yang selalu benar dalam sistem tradingnya. Mereka tahu bahwa sebagian besar indikator teknikal terbentuk setelah terjadinya pergerakan harga (bersifat lagging). Holy grail mereka adalah pada risk/reward ratio.

    4. Trader profesional tidak bergantung pada software trading dan robot.
    Walaupun di pasaran banyak penawaran software trading dan robot forex yang namanya kadang cukup bombastis, sangat jarang trader profesional yang menggunakannya. Mereka lebih percaya pada pikiran dan analisanya sendiri.
    Software trading, seperti halnya juga software lainnya, berisi dengan program-program yang mengerjakan perintah yang sama secara berulang-ulang. Padahal, pergerakan pasar sangat dinamis dan kecil kemungkinannya keadaan yang sama terulang berkali-kali. Pada suatu keadaan tertentu bisa saja program tersebut bekerja sesuai harapan, tetapi tidak menjamin akan selalu bekerja dengan baik pada pergerakan pasar yang cenderung acak (random) dan sarat dengan pengaruh emosional para pelakunya.
    Bagi trader profesional, untuk memprediksi pergerakan harga pasar yang dinamis dan cenderung acak, maka nalar yang obyektif adalah sarana trading terbaik.

    5. Trader profesional tidak terlalu fokus pada faktor fundamental.
    Faktor fundamental sudah barang tentu tidak bisa diabaikan, bahkan bisa dikatakan sebagai penggerak utama pasar. Trader profesional menggunakan analisa fundamental sebagai konfirmasi dari apa yang dilihatnya dalam chart saat trading. Namun, mereka tahu bahwa pengaruh faktor fundamental pada pergerakan harga tidak selalu pasti.
    Banyak faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi pasar. Rilis data GDP yang meningkat misalnya, tidak begitu saja membuat mata uang suatu negara langsung menguat. Masih banyak faktor lain yang mempengaruhi, termasuk emosi para pelaku pasar.

    6. Trader profesional lebih percaya pada dirinya sendiri, bukan pada para pakar.
    Ada trader yang membuka posisi trading karena mendengar atau membaca komentar seorang pakar dari media mengenai sesuatu yang dianggap penting. Selang beberapa waktu kemudian, pakar yang lain memberi opini yang berlawanan dengan berbagai alasan. Trader tersebut menjadi khawatir dengan posisinya, cabut atau terus?
    Trader profesional selalu membuat keputusan tradingnya sendiri dan hampir tidak terpengaruh oleh komentar para analis atau pakar. Mereka percaya pada cara analisanya sendiri, sesuai dengan strategi trading yang telah dibuat, karena hanya mereka sendirilah yang tahu persis keadaan account dan sistem portofolio dalam tradingnya.

    7. Trader profesional selalu realistis.
    Anda tidak akan pernah menjadi trader profesional jika tidak realistis dalam trading. Realistis dalam trading maksudnya menerapkan manajemen resiko yang proporsional pada balance account Anda. Jika modal Anda $10,000, apakah Anda akan mempertaruhkan seluruhnya (100%) hanya dalam sekali trade? atau mengambil resiko 30% per trade? atau 5%? Tentu yang tahu Anda sendiri. Jika dana tersebut bukan dana yang menganggur (disposable income), maka Anda tentu akan sangat berhati-hati dalam menentukan resiko.
    Trader profesional biasanya juga menggunakan sistem portofolio berdasarkan diversifikasi instrumen trading pada jenis pasar yang berbeda. Khusus di pasar forex, diversifikasi bisa dilakukan dengan tidak hanya trading pada satu pasangan mata uang saja untuk mengurangi kemungkinan resiko. Diversifikasi adalah salah satu cara yang realistis dalam trading.

    8. Trader profesional bekerja menurut rencana trading dan disiplin.
    Anda mesti mempunyai rencana trading yang jelas dan dilakukan dengan disiplin agar mencapai hasil yang maksimum dalam trading. Rencana trading juga akan mengurangi pengaruh emosi ketika trading.
    Selain itu, Anda juga mesti membuat jurnal trading sebagai umpan balik (feedback) guna mengevaluasi semua hasil trading. Tanpa evaluasi, Anda tidak tahu tingkat kemajuan yang telah dicapai. Trader profesional telah lama melakukan langkah-langkah tersebut, sehingga mereka bisa bekerja dengan target jelas dan perencanaan matang.
    (Sumber : www.seputarforex.com)
    Wah bagus juga ini threat, semoga saya dalam tahun bisa menjadi seorang trader profesional seperti orang orang yang bekerja di wallstreet amirika serikat. Amin

  21. The Following 6 Users Say Thank You to Zimenym For This Useful Post:

    Bironk (05-27-2019), coinaja (03-12-2019), mtanjung (12-05-2018), tiyangndeso82 (10-08-2018), Unregistered (2)

Page 1 of 87
1 2 3 11 51 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts