Resesi Jerman, Membuat kemungkinan Euro Semakin Melemah

Dilansir dari https://www.cnbcindonesia.com/market...-terus-melemah

Nilai tukar euro kembali melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (14/2/2020) akibat risiko Jerman mengalami resesi setelah rilis data ekonomi yang buruk, serta wabah virus corona.

Euro melemah 0,13% ke US$ 1,0826, level tersebut merupakan yang terlemah sejak April 2017. Mata uang 19 negara ini memangkas pelemahan dan berada di level US$ 1.0837 atau melemah 0,04% pada pukul 14:40 WIB di pasar spot.

Pertumbuhan ekonomi Jerman stagnan alias 0% di kuartal IV-2019 dari kuartal sebelumnya yang tumbuh hanya 0,1%. Pertumbuhan di kuartal IV-2019 tersebut lebih rendah dari hasil polling Reuters yang memprediksi pertumbuhan 0,1%.

Suatu negara dikatakan mengalami resesi jika perekonomiannya mengalami kontraksi atau pertumbuhan minus dalam dua kuartal beruntun.

Buruknya pertumbuhan ekonomi di tiga bulan terakhir 2019 tersebut bisa jadi lebih parah di awal tahun ini akibat wabah virus corona atau yang disebut Covid-19.

Tanda-tanda pelambatan ekonomi di zona euro sebenarnya sudah terlihat sejak tahun lalu yang memaksa European Central Bank (ECB) memangkas suku bunga deposito (deposit facility) sebesar 10 basis poin (bps) menjadi -0,5%, sementara main refinancing facility tetap sebesar 0% dan suku bunga pinjaman (lending facility) juga tetap sebesar 0,25%.

------

Menurut agan sekalian apakah EURUSD akan mengalami bearish untuk pekan?