Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Rekomendasi Indikator Profitable Khusus Trader Pemula


    Click image for larger version

Name:	Profitable-1.jpg
Views:	1
Size:	59.0 KB
ID:	13023143Tidak sedikit trader pemula yang menggunakan banyak indikator sekaligus ketika melakukan trading. Padahal, mereka tidak tahu apakah indikator tersebut profitable atau tidak. Dengan memakai indikator teknis terbaik, hal ini akan semakin membuka peluang kesuksesan trading.

    Ketika memilih indikator, Anda harus melakukannya secara bijak. Dengan demikian, trader bisa membangun pondasi yang kuat agar hasil spekulasi sukses.

    Poin Penting Pemilihan Indikator dalam Trading

    Ada beberapa kunci penting yang harus dipahami trader pemula sebelum menggunakan suatu indikator, yaitu sebagai berikut.

    · Kebanyakan indikator teknis termasuk ke dalam lima kategori penelitian, yaitu mean reversion, trend, volume, kekuatan relatif, dan momentum.
    · Indikator utama menunjukkan prediksi arah harga.
    · Indikator lagging mengacu pada laporan historis mengenai penyebab harga berada di tempatnya saat ini.
    · Indikator teknis populer diantaranya adalah Exponential Moving Averages (EMA), Simple Moving Averages (SMA), Bollinger Band, On-Balance Volume (OBV), dan Stochastic.

    Strategi Trader Pemula dalam Memanfaatkan Indikator

    Sebagian besar trader baru tidak teliti dalam memilih indikator. Bahkan mereka memasukkan sebanyak mungkin indikator di bawah bar dengan harga sekuritas yang diinginkan. Hal ini sebaiknya dihindari karena trader cenderung melihat pasar dari banyak sudut sekaligus.

    Padahal, sebuah indikator akan bekerja optimal ketika trader menyederhanakan analisis. Anda harus memotong noise sehingga memberikan output yang dapat digunakan sesuai momentum, tren dan waktu.

    Oleh karena itu, disarankan untuk trader pemula agar merinci jelas informasi yang diinginkan sesuai time frame fluktuasi pasar. Misalnya dengan mengikutinya dalam waktu harian, mingguan, bahkan bulanan.

    Pada dasarnya, kebanyakan indikator masuk ke dalam lima kategori penelitian yang sudah disebutkan di atas. Namun, setiap kategori dibagi lagi menjadi leading (utama) dan lagging sesuai kondisi.

    5 Kategori Indikator Teknis

    Seorang trader pemula bisa mengetahui apa saja yang termasuk indikator teknis. Masing-masing tipe indikator memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu sebagai berikut.

    1. Indikator Trend (Lagging)

    Indikator ini bisa menganalisis pergerakan harga pasar, baik itu ketika naik, turun, maupun menyamping. Pergerakan tersebut berubah-ubah di tiap periode trading.

    2. Indikator Mean Reversion (Lagging)

    Indikator Mean Reversion juga termasuk indikator lagging lainnya. Indikator ini menunjukkan seberapa jauh pergerakan harga akan meregang. Hal ini terlihat sebelum impuls balik memicu timbulnya retracement.

    3. Indikator Kekuatan Relatif (Terkemuka)

    Indikator terkemuka maksudnya adalah ia mampu mengukur oscillations dalam titik Buy atau Sell.

    4. Indikator Momentum (Terdepan)

    Indikator ini akan mengevaluasi perubahan harga dan kecepatannya sesuai periode yang dipilih.

    5. Indikator Volume (Memimpin atau Tertinggal)

    Adapun yang dimaksud dengan indikator volume yaitu memicu pada perhitungan trade dan mengukur fluktuasi harga.

    Berdasarkan kelima kategori indikator di atas, bagaimana seorang trader newbie bisa memilih pengaturan yang tepat? Hal ini penting diketahui agar bisa menghindari penggunaan sinyal yang tidak efektif dalam waktu lama.

    Dalam kasus ini, pendekatan yang disarankan adalah dengan memulainya dari angka populer. Setelah itu, sesuaikan dengan satu indikator dalam waktu yang sama. Dengan demikian, Anda bisa melihat hasilnya apakah menguntungkan atau merugikan.

    Menggunakan metode ini akan membantu trader lebih cepat memahami kebutuhan spesifik sesuai levelnya.

    Rekomendasi Indikator Profitable untuk Trader Pemula

    Anda sudah memahami lima indikator yang membedah tindakan pasar trading. Berikut ini merupakan rekomendasi indikator terbaik di setiap kategorinya yang bisa menjadi referensi bagi trader pemula.

    1. Indikator Tren (50-Day EMA and 200-Day EMA)
    Click image for larger version

Name:	Indikator Tren.jpg
Views:	1
Size:	44.0 KB
ID:	13023144
    Dua indikator tren yang paling direkomendasikan berasal dari indikator Exponential Moving Averages (EMA). Kedua indikator ini disematkan pada satu panel sesuai harga bar harian, mingguan, dan intraday.

    Indikator EMA 50 dan 200 hari adalah pilihan yang responsif dari indikator yang masih berhubungan dengan mereka, yaitu Simple Moving Averages (SMA). Jadi, bisa disimpulkan bahwa EMA 50 digunakan untuk menghitung harga rata-rata menengah dari sekuritas. Sementara itu EMA 200 digunakan untuk menghitung harga rata-rata jangka panjang.

    Seperti pada grafik, terlihat indikator EMA 50 dan 200 hari dari dana minyak di Amerika Serikat (USO). USO mengalami kenaikan terus-menerus sampai musim panas 2014. Sementara itu, instrumen tampak bergerak ke level tertinggi selama 9 bulan terakhir.

    Di bulan Agustus, EMA 50 hari akhirnya berbalik lebih rendah. Sedangkan EMA 200 hari mengikuti kondisi tersebut 1 bulan setelahnya. Tak heran jika rata-rata jangka pendek akhirnya melewati rata-rata jangka panjang. Kondisi ini bisa dilihat dari tanda lingkaran merah pada grafik.

    2. Indikator Reversi Rata-Rata (Bollinger Band)

    Impuls dari pembelian dan penjualan USO terlihat merentang ke level tersembunyi. Kondisi ini membuat counter wave akhirnya bergerak. Indikator bollinger bands (20,2) memanfaatkan titik balik ini dengan mengukur jarak harga dapat bergerak dari poros tendensi sentral.

    Tidak hanya itu, indikator ini juga bereaksi terhadap fluktuasi harga volatilitas. Jika Anda trader yang jeli, maka akan menemukaan kekuatan tersembunyi yang tidak akan menghalangi perubahan harga yang cepat.

    3. Indikator Kekuatan Relatif (Stochastics)
    Click image for larger version

Name:	Indikator Stochastic.jpg
Views:	1
Size:	43.8 KB
ID:	13023145
    Stokastik (14,7,3) ini bisa mengidentifikasi pergerakan pasar menuju siklus Buy dan Sell. Ketika memasuki siklus tersebut, Anda akan melihat puncaknya pada level oversold ataupun overbought.

    Setelah itu, titik tersebut akan bergeser ke arah sebaliknya. Hal ini ditampakkan pada dua garis indikator yang saling bersilangan. Pada dasarnya, pergantian siklus memang tidak secara otomatis seperti yang diinginkan trader pada umumnya.

    Bahkan hal ini berlaku sebaliknya, belokan bearish atau bullish menggambarkan periode dimana pembeli dan penjual mengontrol pita ticker. Oleh karena itu, masih dibutuhkan momentum, volume, dan kekuatan pasar lainnya agar perubahan harga lebih terlihat.

    Terlihat SPDR S&P Trust (SPY) pada serangkaian siklus pembelian dan penjualan selama lima bulan terakhir. Silahkan cari sinyalnya sehingga bisa menemukan:

    1. Sebuah crossover yang ada di dekat level oversold atau overbought
    2. Garis indikator yang mengarah ke tengah panel

    Konfirmasi dua kemungkinan tersebut dibutuhkan karena stochastic bisa berosilasi sampai level yang ekstrim. Namun, dengan catatan waktu yang cukup lama pada tren pasar. Sementara stochastic (14, 7, 3) merupakan pengaturan ideal bagi trader pemula.

    4. Indikator Momentum (MACD)
    Click image for larger version

Name:	MACD.jpg
Views:	1
Size:	45.8 KB
ID:	13023146
    Rekomendasi indikator berikutnya merupakan indikator momentum, yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD). Titik yang ditetapkan adalah di 12, 26,9. Indikator ini memudahkan trader pemula untuk mengecek perubahan harga secara cepat.

    Pada dasarnya, alat momentum ini termasuk klasik dan bisa mengukur kecepatan pasar tertentu ketika bergerak. Lalu, kapan sinyal Buy dan Sell berbunyi? Anda akan mengetahuinya ketika histogram sudah mencapai puncaknya. Setelah itu, ia akan berbalik arah untuk mencapai garis nol.

    Adapun kedalaman dan ketinggian histogram dan kecepatannya saling berinteraksi agar bisa menghasilkan data pasar yang fungsional. Empat sinyal MACD begitu krusial dalam periode 5 bulan ini.

    Sementara itu, sinyal kedua tampak menunjukkan dorongan terarah setelah sinyal tampak padam. Sedangkan sinyal ketiga tampak akurat memperkirakan impuls pembelian di bulan Februari sampai Maret. Sedangkan yang keempat menggambarkan whipsaw yang terlihat saat histogram tidak menembus garis nol.

    5. Indikator Volume (Volume Seimbang/OBV)
    Click image for larger version

Name:	Indikator Volume.jpg
Views:	1
Size:	46.0 KB
ID:	13023147
    Histogram volume di bawah keterangan harga ini menunjukkan tingkat minat dalam keamanan atau pasar tertentu. Trend baru tampak ditunjukkan oleh kemiringan partisipasi dari waktu ke waktu.

    Trader juga bisa menempatkan volume rata-rata 50 hari di setiap indikator sehingga sesi saat ini bisa dilihat aktivitas historisnya. Selanjutnya bisa ditambahkan volume seimbang atau On-Balance Volume (OBV) pada titik itu.

    Dengan demikian, snapshot dari histogram akan lebih lengkap dari arus transaksi. Indikator yang tepat bisa menambahkan aktivitas jual dan beli. Selain itu, bisa juga memprediksi kondisi bulls atau bears untuk memenangkan suatu trading.

    Sebagian trader pemula memang kesulitan ketika harus memilih indikator yang tepat. Namun, hal ini tetap perlu dilakukan untuk mencapai kesuksesan dalam trading sekalipun untuk pemula.

    Terlebih ketika Anda dihadapkan pada indikator teknis yang memang cukup sulit. Namun jika trader fokus pada lima kategori indikator teknis, maka hal ini akan lebih membantu. Kelima kategori indikator tersebut berdasarkan riset pasar yaitu, trend, mean reversion, mometum, kekuatan relatif, dan volume.

    Setelah menemukan indikator yang efektif di setiap katergori, trader bisa memulai proses seusai masukan yang panjang. Agar hasilnya memuaskan, maka cobalah sesuaikan dengan gaya trade dan toleransi risiko yang dimiliki. Kuncinya adalah Anda harus fokus ketika sudah memilih suatu indikator untuk mengaplikasikannya dalam trading.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    mau gimana pun cara kerja indikator yang berbeda2, trader bisa aja profit kalo berlatih dulu dengan akun demo menggunakan indikator tersebut, selama trader tau cara melihat signal mana yang benar dan salah, maka trader pasti bisa menghasilkan profit, jadi harusnya tidak menggolongkan indikator apa pun dalam kelas apa pun, yang penting adalah pengalaman trading dulu
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X