Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Indikator ATR (Average True Range)
    Average True Range (ATR) adalah sebuah tool trading yang digunakan dalam analisis teknikal untuk mengukur tingkat volatilitas. Tidak seperti kebanyakan indikator-indikator populer pada umumnya, ATR tidak digunakan untuk mengindikasikan arah trend dari harga. Indikator ini lebih berupa sebuah metrik yang digunakan hanya untuk mengukur volatilitas, terutama volatilitas yang disebabkan oleh kesenjangan harga. Tujuan perhitungan ATR memang untuk mengetahui tingkat volatilitas instrumen yang sedang kita analisa. Jadi secara umum, ATR merupakan indikator yang digunakan untuk melihat ramai tidaknya pasar. ATR tidak memberikan signal untuk mengambil posisi cenderung buy maupun cenderung sell. ATR hanya memberikan kita sebuah informasi tentang tingkat volatilitas sebuah instrument keuangan.

    Kalau pada chart, ATR itu menghasilkan sebuah angka, walaupun kita melihat dalam chart hanyalah sebagai sebuah garis, namun didalamnya terdapat angka-angka dari perhitungan statistik yang dipercaya untuk menentukan besar kecilnya volatilitas dalam sebuah pair. Melalui angka - angka tersebut akan membuat lebih mudah bagi seorang trader untuk menempatkan stop loss ( SL ) dan take profit ( TP ) secara lebih akurat. Tanpa ATR, kebanyakan trader terkadang kesulitan menerapkan SL maupun TP sehingga kadangkala* dipasang terlalu jauh atau terlalu dekat.

    Kesalahan penempatan SL Dan TP bisa dikurangi andaikan saja seorang trader mau mengamati tingkat volatilitas pada market dengan menggunakan indikator ATR. Agar signalnya lebih akurat lagi maka sebaiknya ATR disandingkan dengan beberapa indikator momentum lainnya untuk mencari titik support dan resistance, seperti indikator RSI, MFI, CCI, Stochastic osscillator, MACD, Bollinger Band dan lain sebagainya.

    ATR diukur berdasarkan rata-rata pergerakan suatu harga dalam periode tertentu. Cara menghitungnya juga mirip dengan Moving Average, dimana Indikator ini bisa mamberikan asumsi mengenai berapa range harga yang bisa terjadi pada sebuah pair. Makanya indikator tersebut sangat baik diterapkan untuk trader yang sering menggunakan fasilitas trailing stop ataupun SL dan TP.

    ATR merupakan indikator yang unik karena sedikit berbeda dengan indikator lainnya. Perbedaan utamanys terletak pada fungsinya dimana untuk kebanyakan indikator fungsi utamanya adalah memberikan signal terbaik untuk masuk market atau beberapa indikator lainnya sangat baik untuk masuk dan keluar dari market, sedangkan penggunaan ATR umumnya digunakan sebagai signal untuk keluar dari market yang dapat diterapkan dengan tidak memperdulikan bagaimana keputusan entri dibuat.

    Kekurangan ATR

    1. ATR lebih bersifat subyektif, dimana setiap trader akan memiliki interpretasi yang berbeda - beda. Tidak ada nilai ATR tunggal yang akan memberi signal pasti bahwa tren akan berbalik arah atau justru meneruskan trend.

    2. Signal indikator ATR tidak selalu akurat untuk memprediksi penguatan ataupun pelemahan tren, jika tidak merunut histori data harga sebelumnya.

    3. ATR memang kurang valid jika dipakai untuk meramalkan arah tren market karena indikator ini spesialisasinya hanya untuk mengukur*volatilitas.

Online

Working...
X