Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Buka Posisi Trading Melalui Moving Average
    Click image for larger version

Name:	trading-dengan-moving-average.jpg
Views:	1
Size:	122.2 KB
ID:	13019673Dari banyaknya indikator yang ada saat ini, moving average (MA) merupakan indikator tren yang paling populer sekarang. Banyak kesalahan yang dilakukan oleh para trader pemula dalam memakai indikator ini. Padahal, indikator ini bisa menjadi sangat powerfull apabila Anda bisa menggunakannya dengan tepat.

    Moving average merupakan cara yang paling sederhana dibandingkan dengan indikator teknis yang lainnya. Pada umumnya, dihitung dari penjumlahan harga saat penutupan di suatu periode tertentu selanjutnya dibagi dengan jumlah satuan waktu selama periode tersebut. Apabila harganya bergerak uptrend, maka kurvanya akan bergerak ke arah atas. Sebaliknya jika pergerakannya sedang downtend, maka kurva tersebut akan bergerak ke bawah.

    Hal yang perlu dipahami dari moving average ini termasuk juga pada indikator repaint ataupun lagging indikator, sehingga terdapat celah kelemahan dalam memprediksi harga dengan akurat. Penggunaan moving average dalam memprediksi harga tidak bisa digunakan secara terpisah dari indikator lain. Anda tetap butuh alat bantu tambahan jika menggunakan indikator ini baik dalam memprediksi arah harga maupun menjadikannya sebagai acuan untuk open posisi.

    Walaupun termasuk ke dalam jenis repaint indikator, moving average merupakan salah satu indikator yang paling ideal dan bisa digunakan di saat kondisi pasar sedang trending. Terdapat tiga cara dalam penggunaan moving average yang dinilai cukup efektif. Bertanya sebagai trend filter, sebagai trigger, dan juga crossover dalam konfirmasi terjadinya koreksi maupun pembalikan arah (trend reversal).

    Manakah yang Lebih Bagus? SMA atau EMA?

    Indikator moving average sendiri dibagi menjadi dua yaitu simple moving average (SMA) dan exponential moving average (EMA). Perbedaan diantara keduanya yaitu pada kecepatan arah yang berubah. EMA lebih cepat dalam mengindikasikan adanya perubahan trend. Pemakaian EMA bisa memberikan bobot yang lebih cenderung ke data terkini sehingga bisa memberikan sinyal lebih akurat dan cepat.

    Namun sebenarnya, dari kedua jenis indikator tersebut yaitu exponential moving average dan smooth moving average. Tidak ada yang lebih baik. Keduanya punya peran masing-masing dan disesuaikan dengan kebutuhan para trader dalam membaca arah pergerakan suatu grafik.

    Pengaturan Periode Serta Aturan Entry Pada Moving Average

    Supaya Anda tidak keliru dalam penggunaan indikator moving average ini, Anda harus menentukan tujuan terlebih dahulu saat menggunakan indikator ini. Contohnya, trader dengan tipe day trading butuh lebih banyak sinyal yang cepat. Oleh karena itu, exponential moving average dinilai lebih tepat dibandingkan dengan indikator simple moving average.

    Penggunaan dari Exponential Moving Average

    Di bawah ini akan dijelaskan mengenai setting periode EMA lebih pendek (8), setting dengan periode pendek (21) dan juga setting dengan periode panjang (125). Setting dengan periode tersebut populer dipakai oleh para trader institusional, misalnya investment bank dan juga Hedge fund. Aturan ini adalah sekuen dari Fibonacci number. periode tersebut bisa dikatakan mewakili data dalam waktu satu minggu, 1 bulan, dan juga semester.

    Contoh grafik di bawah ini menggambarkan aturan entry dengan memakai indikator EMA (8,21,125) dengan time frame M30. Entry dilakukan di waktu garis EMA 8 dan 21 berpotongan (crossover).
    Click image for larger version

Name:	11.png
Views:	1
Size:	26.6 KB
ID:	13019674
    Apabila garis EMA 8 (hijau) dan EMA 21 (kuning) masih ada pada bawah garis EMA 125 (merah) maka posisi yang diambil berarti sebaiknya sell. Entry buy bisa diambil saat garis EMA 21 dan EMA 8 terletak di atas EMA 125. dari grafik tersebut dapat dilihat strategi ini bisa memberikan kapan waktu timing yang bagus baik untuk penjual maupun pembeli serta peringatan pembalikan trend yang dinilai akurat.

    Strategi tersebut juga dapat diaplikasikan pada time frame yang juga lebih tinggi. Dalam upaya meningkatkan akurasi saat memakai strategi EMA (8,21,25) juga bisa ditambahkan indikator yang lain seperti halnya berikut ini.

    Identifikasi Key Level
    Click image for larger version

Name:	12.png
Views:	1
Size:	26.6 KB
ID:	13019675
    Identifikasi Level Teknis Dalam Penentuan Price Target

    ]Click image for larger version

Name:	13.png
Views:	1
Size:	30.8 KB
ID:	13019676Contoh grafik di atas merupakan kombinasi indikator yang bsia meningkatkan kualitas dari penggunaan strategi EMA (8,21,125). Di samping itu, faktor market sentimen juga bisa berpengaruh terhadap arah pergerakan harganya.amds sebaiknya selalu memperhatikan faktor sentimen ini baik yang sifatnya jangka pendek maupun jangka panjang.

    Anda juga bisa mengkombinasikan indikator EMA ini dengan sejumlah indikator lainnya. Ada yang menggunakan indikator moving average EMA 125, sentiment market, indikator pivot low high dan juga kombinasi analisa pergerakan harga ada level support dan resistance. Banyak platform trading yang menyediakannya dan bisa membantu prediksi Anda menjadi semakin akurat.

    Penggunaan Simple Moving Average (SMA)

    Simple moving average merupakan salah satu indikator yang paling sederhana. Pada prinsipnya SMA dihitung dengan menjumlahkan harga penutupan x pada periode sebelumnya dari selanjutnya dibagi jumlahnya dengan x. Jika Anda masih kebingungan cobalah untuk membaca penjelasannya lebih lanjut.

    Apabila Anda merencanakan 5 periode SMA satu jam pada grafik, maka hal tersebut akan menambah harga saat penutupan dalam 5 jam terakhir. Kemudian selanjutnya dibagi jumlahnya dengan angka 5. Anda kini punya harga penutupan rata-rata dalam waktu 5 jam terakhir ini. Serangkaian tersebut selanjutnya bisa bertemu dan kemudian under sudah memperoleh moving average.

    Jika Anda mengatur plot 5 di periode SMA pada waktu grafik 30 menit maka Anda menjumlahkan saat harga penutupan pada 150 menit terakhir dan selanjutnya membagi jumlahnya dengan angka 5. Apabila Anda plot 5 periode SMA dalam waktu 4 jam maka Anda bisa melihat saat diaplikasikan ke grafik.

    Sebagian besar paket grafik akan melakukan perhitungan yang bisa berguna untuk Anda. Alasan kita hanyalah bosan dengan bagaimana cara perhitungan pada grafik indikator SMA ini. Akan tetapi, hal ini penting untuk dipahami sehingga bisa tahun cara melakukan pengeditan dan pengaturan indikator.

    Untuk memahami bagaimana cara indikator tersebut bekerja, berarti sudah bisa melakukan penyesuaian dan pembuatan strategi yang berbeda. Apabila terdapat perubahan harga di pasar yang signifikan. Kini seperti semua indikator yang tersedia moving average bekerja dengan delay atau penundaan. Oleh karena itu, Anda mengambil rata-rata dari sejarah harga sebelumnya di masa lalu. Anda melihat pergerakan harga di masa lalu dan kemudian arah umum pergerakannya secara pendek di masa depan.

    Berikut ini adalah bagaimana contoh grafik moving average bisa diaplikasikan
    Click image for larger version

Name:	14.png
Views:	1
Size:	70.0 KB
ID:	13019677
    Dalam grafik di atas, kita sudah memasang tiga SMA yang berbeda di grafik 1 jam untuk pasangan mata uang USD/CHF. Seperti yang terlihat semakin lama periode SMA tersebut maka harganya akan semakin tertinggal. Perhatikanlah bagaimana sma 62 terletak jauh dibandingkan harga sekarang dari 30 dan juga pada sma 5.

    Hal ini dikarenakan sma 62 bertambah hingga dengan harga penutupan di angka 62 periode terakhir, serta membaginya dengan angka 62. Semakin lama periode yang dipakai pada SMA maka semakin lambat respon terhadap harga yang bergerak. SMA pada grafik di atas menggambarkan keseluruhan sentimen pasar disaat tersebut.

    Terdapat kelemahan juga pada indikator simple moving average ini yaitu rentan terhadap harga yang melonjak. Disaat itu terjadi, maka bisa memberikan sinyal yang palsu dan membuat kita sebagai trader, mungkin berpikir arah tren yang baru masih bisa berkembang. Akan tetapi dalam kenyataannya ternyata tidak ada yang berubah.

    Kesimpulannya, baik EMA maupun SMA dalam trading forex bisa membantu anda menentukan pergerakan harga yang lebih baik di masa yang akan datang. Dari kedua indikator moving average tersebut, satu sama lainnya memiliki keunggulan masing-masing dan disesuaikan dengan kebutuhan para trader. hal penting lainnya yaitu indikator moving average harus dikombinasikan dengan yang lain supaya mendapatkan hasil yang lebih akurat.



  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalau markenya bergerak harmonik dengan swing lebar maka dengan EMA akan kelihatan signal yang pas, tapi kalau lagi lambat EMA tidak berguna, sementara MA biasa cenderung stabil pada masa rally atau sideways
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X