Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pasangan Indikator Signal Forex Terbaik Terakurat
    Menggunakan sebuah indikator teknikal untuk trading layaknya makanan pendamping untuk main course ketika anda sedang makan. Banyak sekali trader trader yang sering mengesampingkan dan menghiraukan karena mereka malah bingung dengan bagaimana cara menggunakan indikator teknik dan kebanyakan mereka beranggapan jika ujung-ujungnya indikator ini akan memberikan sinyal yang salah, sehingga trader mengalami kerugian. Memang hal-hal tersebut bisa terjadi kapan saja dan bagi siapa saja. Namun jangan salah sangka terlebih dahulu. pasti terjadinya hal itu ada sebabnya salah satunya yaitu kurangnya keterampilan dalam menggunakan dan memanfaatkan indikator teknikal yang digunakan oleh trader ketika trading.

    Padahal anda harus tahu jika kesalahan tersebut bisa terjadi karena salah trader sendiri. misalnya seorang trader sebut saja trader A menggunakan indikator X secara eksklusif dan tanpa bantuan indikator lain. Nah saat indikator yang dipilih oleh trader A tersebut memunculkan kan sinyal untuk posisi buy atau beli maupun sell atau jual, justru kondisi pasar saat sinyal muncul sudah jenuh atau dalam kata lain overbought dan oversold sehingga tren akan terkoreksi dan akan melawan prediksi trader yang menggunakan indikator X tadi.

    Dengan ilustrasi yang sudah saya sampaikan diatas mungkin Anda akan memiliki pertanyaan. saya dapat mengira jika pertanyaan yang muncul dalam benak Anda yaitu jika satu indikator yang digunakan dalam trading tidak cukup maka haruskah kita memakai indikator lagi untuk melengkapi indikator yang dipakai tadi?
    Yah jawabannya Anda bisa melengkapi indikator yang Anda gunakan tadi dengan indikator lain yang menurut anda bisa dikombinasikan dengan indikator lainnya. Jika Anda menggunakan lebih dari satu indikator dalam waktu bersamaan anda mungkin tidak akan mengalami hal seperti yang sudah saya sampaikan tadi, seperti mengalami overbought dan oversold.

    Berikut ini akan saya sampaikan beberapa indikator-indikator yang cukup populer di kalangan trader dan banyak digunakan oleh trader karena mereka layak untuk mendampingi anda ketika bertanding. dengan adanya indikator-indikator ini diharapkan analisa yang Anda gunakan untuk menganalisis tren pasar semakin tajam dan semakin tepat.

    Moving averages
    Indikator pertama yang bisa anda gunakan yaitu moving average. Banyak orang mengatakan moving averages merupakan the first love bagi para trader pemula. Dengan dijulukinya the first love atau dengan kata lain cinta pertama bagi para pemula trader, mereka ingin menunjukkan bahwa dengan menggunakan moving averages ini mereka mendapatkan banyak pengalaman yang mengesankan dan sangat sulit dilupakan. Ciri utama dari moving averages adalah kesederhanaan. kesederhanaan dalam penggunaan indikator ini menjadi salah satu alasan terkuat mengapa indikator moving averages menjadi pilihan favorit bahkan untuk trader pemula.

    Jika anda ingin menggunakan indikator forex moving average Anda cukup menggunakan beberapa garis MA atau moving average dimana satu garis MA atau satsu garis moving average berperiode panjang (100,200) akan menjadi sebuah patokan trader untuk membaca dan menentukan kapan terjadinya sebuah uptrend ataupun terjadinya downtrend.
    Sebagai contoh misal pada waktu terjadi sebuah uptrend. Anda bisa menambahkan beberapa garis moving averages pada periode pendek (10,20). Setelah itu Anda harus mengawasi dan melihat dengan jeli posisi MA berperiode pendek tadi yang sudah anda tambahkan. Jika posisi garis MA berperiode pendek tadi mulai berpotongan dengan garis ma yang memiliki periode panjang maka anda bersiap-siap untuk mengambil posisi buy atau beli.

    MACD (Moving Average Convergence Divergence)
    Indikator yang kedua yaitu MACD atau Moving Average Convergence Divergence. Moving Average Convergence Divergence (MACD) ini adalah turunan dari moving average yang umumnya menggunakan 2 MA atau eksponensial moving average dengan periode 12 atau fast length dan periode 26 atau slow length. Setelah itu dua garis MA tadi akan dikalkulasikan dengan mengurangi MA yang berperiode 26 dari MA yang memiliki periode 12. Selain itu Anda juga bisa menambahkan MA berperiode 9 agar bisa mempertegas dan memperjelas sinyal buy untuk beli dan sell untuk jual.
    Sinyal buy atau beli yang terdapat di dalam indikator MACD biasanya akan ditangkap atau pun terlihat ketika fast length memotong slow length dan akan memiliki gerakan ke atas. Sebaliknya ketika fast length memotong slow length dan memiliki gerakan turun maka itu merupakan waktu yang tepat untuk jual atau waktu munculnya sinyal sell.

    RSI (relative strength index)
    Indikator yang ketiga yaitu indikator RSI (relative strength index). Indikator RSI (relative strength index) ini bisa anda gunakan untuk menentukan kondisi overbought maupun oversold pada waktu terjadinya sebuah tren. Anda bisa dengan mudah melihat sinyal RSI (relative strength index) ini. Skala yang dimiliki oleh RSI (relative strength index) dimulai dari rentang 0 hingga 100 dan kondisi pasar saat itu sudah terjadi overbought terjadi jika garis sudah mendekati 70 keatas. Untuk mengetahui kondisi pasar sudah oversold Anda tinggal membalikkan kondisi tersebut atau dengan melihat skala, jika skala dibawah 30 atau sama dengan 30 maka kondisi pasar sudah oversold.

    Misalkan saja kondisi pasar yang anda alami sudah uptrend, yakni di mana garis RSI akan berada di daerah sekitar 70 hingga 70 ke atas selama beberapa waktu yang berkelanjutan. Nah ketika waktu itu Anda harus melihat dengan cermat dan dengan jeli karena ketika garis tiba-tiba bergerak ke arah daerah 50 dan seketika garis tersebut kembali naik maka anda bisa dengan segera memilih posisi buy atau beli. Pasti anda akan bertanya mengapa harus menunggu hingga garis berada di daerah 50? Jawabannya sangat mudah yaitu itu ketika pada saat uptrend , garis akan turun dibawah 30 karena saat itu juga pasar mengalami reversal.

    OBV (On Balance Volume)
    Indikator yang keempat yaitu indikator OBV. Volume yang terjadi pada transaksi pasar itu berdasarkan pada asumsi bahwa idealnya volume mengkonfirmasi dari sebuah tren yang terjadi di pasar. Kenaikan harga yang ada di pasar selanjutnya akan diikuti oleh naiknya on balance volume atau OBV.
    Sedangkan penurunan harga yang terjadi di pasaran akan diikuti oleh turunnya on balance volume atau OBV. Pasti kita semua tahu jika kondisi pasar yang terjadi saat ini tidak selalu ideal kadang naik kadang juga turun secara tiba-tiba. Maka dari itu bila garis OBV merangkak naik namun harga yang terjadi di pasaran masih stagnan atau masih tetap tak ada perubahan ada kemungkinan yang sangat besar jika harga pasar akan mengikuti OBV. Begitu juga ketika harga sedang naik tetapi OBV yang menunjukkan penurunan atau stagnasi bisa jadi harga yang terjadi di pasaran sudah mendekati bahkan sampai dititik puncak.

    Nah itu tadi beberapa indikator-indikator yang bisa anda gunakan untuk melakukan trading. Setelah anda sedikit banyak mulai belajar dan mengerti menggunakan indikator-indikator di anda di atas anda pastinya akan menyadari satu hal penting yaitu hal menggunakan lebih dari satu macam indikator untuk bertrading dan membaca situasi pasar. Bagi anda trader pemula Anda harus lebih banyak mencari informasi terkait dengan indikator-indikator yang bisa anda kombinasikan dan gunakan ketika bertrading. Bagi anda seorang pemula jangan remehkan hal ini apalagi anda tidak menggunakan indikator ketika bertrading karena menggunakan satu indikator saja kemungkinan kesalahan akan terjadi cukup besar apalagi jika anda tidak menggunakan indikator.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by katarinasu View Post
    Menggunakan sebuah indikator teknikal untuk trading layaknya makanan pendamping untuk main course ketika anda sedang makan. Banyak sekali trader trader yang sering mengesampingkan dan menghiraukan karena mereka malah bingung dengan bagaimana cara menggunakan indikator teknik dan kebanyakan mereka beranggapan jika ujung-ujungnya indikator ini akan memberikan sinyal yang salah, sehingga trader mengalami kerugian. Memang hal-hal tersebut bisa terjadi kapan saja dan bagi siapa saja. Namun jangan salah sangka terlebih dahulu. pasti terjadinya hal itu ada sebabnya salah satunya yaitu kurangnya keterampilan dalam menggunakan dan memanfaatkan indikator teknikal yang digunakan oleh trader ketika trading.

    Padahal anda harus tahu jika kesalahan tersebut bisa terjadi karena salah trader sendiri. misalnya seorang trader sebut saja trader A menggunakan indikator X secara eksklusif dan tanpa bantuan indikator lain. Nah saat indikator yang dipilih oleh trader A tersebut memunculkan kan sinyal untuk posisi buy atau beli maupun sell atau jual, justru kondisi pasar saat sinyal muncul sudah jenuh atau dalam kata lain overbought dan oversold sehingga tren akan terkoreksi dan akan melawan prediksi trader yang menggunakan indikator X tadi.

    Dengan ilustrasi yang sudah saya sampaikan diatas mungkin Anda akan memiliki pertanyaan. saya dapat mengira jika pertanyaan yang muncul dalam benak Anda yaitu jika satu indikator yang digunakan dalam trading tidak cukup maka haruskah kita memakai indikator lagi untuk melengkapi indikator yang dipakai tadi?
    Yah jawabannya Anda bisa melengkapi indikator yang Anda gunakan tadi dengan indikator lain yang menurut anda bisa dikombinasikan dengan indikator lainnya. Jika Anda menggunakan lebih dari satu indikator dalam waktu bersamaan anda mungkin tidak akan mengalami hal seperti yang sudah saya sampaikan tadi, seperti mengalami overbought dan oversold.

    Berikut ini akan saya sampaikan beberapa indikator-indikator yang cukup populer di kalangan trader dan banyak digunakan oleh trader karena mereka layak untuk mendampingi anda ketika bertanding. dengan adanya indikator-indikator ini diharapkan analisa yang Anda gunakan untuk menganalisis tren pasar semakin tajam dan semakin tepat.

    Moving averages
    Indikator pertama yang bisa anda gunakan yaitu moving average. Banyak orang mengatakan moving averages merupakan the first love bagi para trader pemula. Dengan dijulukinya the first love atau dengan kata lain cinta pertama bagi para pemula trader, mereka ingin menunjukkan bahwa dengan menggunakan moving averages ini mereka mendapatkan banyak pengalaman yang mengesankan dan sangat sulit dilupakan. Ciri utama dari moving averages adalah kesederhanaan. kesederhanaan dalam penggunaan indikator ini menjadi salah satu alasan terkuat mengapa indikator moving averages menjadi pilihan favorit bahkan untuk trader pemula.

    Jika anda ingin menggunakan indikator forex moving average Anda cukup menggunakan beberapa garis MA atau moving average dimana satu garis MA atau satsu garis moving average berperiode panjang (100,200) akan menjadi sebuah patokan trader untuk membaca dan menentukan kapan terjadinya sebuah uptrend ataupun terjadinya downtrend.
    Sebagai contoh misal pada waktu terjadi sebuah uptrend. Anda bisa menambahkan beberapa garis moving averages pada periode pendek (10,20). Setelah itu Anda harus mengawasi dan melihat dengan jeli posisi MA berperiode pendek tadi yang sudah anda tambahkan. Jika posisi garis MA berperiode pendek tadi mulai berpotongan dengan garis ma yang memiliki periode panjang maka anda bersiap-siap untuk mengambil posisi buy atau beli.

    MACD (Moving Average Convergence Divergence)
    Indikator yang kedua yaitu MACD atau Moving Average Convergence Divergence. Moving Average Convergence Divergence (MACD) ini adalah turunan dari moving average yang umumnya menggunakan 2 MA atau eksponensial moving average dengan periode 12 atau fast length dan periode 26 atau slow length. Setelah itu dua garis MA tadi akan dikalkulasikan dengan mengurangi MA yang berperiode 26 dari MA yang memiliki periode 12. Selain itu Anda juga bisa menambahkan MA berperiode 9 agar bisa mempertegas dan memperjelas sinyal buy untuk beli dan sell untuk jual.
    Sinyal buy atau beli yang terdapat di dalam indikator MACD biasanya akan ditangkap atau pun terlihat ketika fast length memotong slow length dan akan memiliki gerakan ke atas. Sebaliknya ketika fast length memotong slow length dan memiliki gerakan turun maka itu merupakan waktu yang tepat untuk jual atau waktu munculnya sinyal sell.

    RSI (relative strength index)
    Indikator yang ketiga yaitu indikator RSI (relative strength index). Indikator RSI (relative strength index) ini bisa anda gunakan untuk menentukan kondisi overbought maupun oversold pada waktu terjadinya sebuah tren. Anda bisa dengan mudah melihat sinyal RSI (relative strength index) ini. Skala yang dimiliki oleh RSI (relative strength index) dimulai dari rentang 0 hingga 100 dan kondisi pasar saat itu sudah terjadi overbought terjadi jika garis sudah mendekati 70 keatas. Untuk mengetahui kondisi pasar sudah oversold Anda tinggal membalikkan kondisi tersebut atau dengan melihat skala, jika skala dibawah 30 atau sama dengan 30 maka kondisi pasar sudah oversold.

    Misalkan saja kondisi pasar yang anda alami sudah uptrend, yakni di mana garis RSI akan berada di daerah sekitar 70 hingga 70 ke atas selama beberapa waktu yang berkelanjutan. Nah ketika waktu itu Anda harus melihat dengan cermat dan dengan jeli karena ketika garis tiba-tiba bergerak ke arah daerah 50 dan seketika garis tersebut kembali naik maka anda bisa dengan segera memilih posisi buy atau beli. Pasti anda akan bertanya mengapa harus menunggu hingga garis berada di daerah 50? Jawabannya sangat mudah yaitu itu ketika pada saat uptrend , garis akan turun dibawah 30 karena saat itu juga pasar mengalami reversal.

    OBV (On Balance Volume)
    Indikator yang keempat yaitu indikator OBV. Volume yang terjadi pada transaksi pasar itu berdasarkan pada asumsi bahwa idealnya volume mengkonfirmasi dari sebuah tren yang terjadi di pasar. Kenaikan harga yang ada di pasar selanjutnya akan diikuti oleh naiknya on balance volume atau OBV.
    Sedangkan penurunan harga yang terjadi di pasaran akan diikuti oleh turunnya on balance volume atau OBV. Pasti kita semua tahu jika kondisi pasar yang terjadi saat ini tidak selalu ideal kadang naik kadang juga turun secara tiba-tiba. Maka dari itu bila garis OBV merangkak naik namun harga yang terjadi di pasaran masih stagnan atau masih tetap tak ada perubahan ada kemungkinan yang sangat besar jika harga pasar akan mengikuti OBV. Begitu juga ketika harga sedang naik tetapi OBV yang menunjukkan penurunan atau stagnasi bisa jadi harga yang terjadi di pasaran sudah mendekati bahkan sampai dititik puncak.

    Nah itu tadi beberapa indikator-indikator yang bisa anda gunakan untuk melakukan trading. Setelah anda sedikit banyak mulai belajar dan mengerti menggunakan indikator-indikator di anda di atas anda pastinya akan menyadari satu hal penting yaitu hal menggunakan lebih dari satu macam indikator untuk bertrading dan membaca situasi pasar. Bagi anda trader pemula Anda harus lebih banyak mencari informasi terkait dengan indikator-indikator yang bisa anda kombinasikan dan gunakan ketika bertrading. Bagi anda seorang pemula jangan remehkan hal ini apalagi anda tidak menggunakan indikator ketika bertrading karena menggunakan satu indikator saja kemungkinan kesalahan akan terjadi cukup besar apalagi jika anda tidak menggunakan indikator.
    menggabungkan beberapa indikator memang cara yang tepat untuk mencari akurasi dari sebuah indikator ya om, banyak sekali para trader baik intraday atau scalper juga menggabungkan beberapa indikator bahkan ada juga yang sampai membuat indikator costum untuk digunakan sebagai alat bantu mencari momentum open posisinya, saya sendiri juga pernah merasakan semua indikator yang disebutkan semua diatas, cuman sekarang sudah jarang saya gunakan, entah karena saya kurang bisa mencari momentum nya atau memang ada settingan yang kurang tepat dari yang saya gunakan.
    orang yang menggapai sesuatu adalah si bodoh yang terus maju

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X