Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    10 Indikator Trading yang Harus Diketahui Trader Pemula
    Click image for larger version

Name:	indikator trading.jpeg
Views:	2
Size:	249.9 KB
ID:	13019144

    Indikator trading adalah formula matematis yang dapat dijadikan pedoman bagi para trader untuk mengetahui kondisi pasar. Dengan memanfaatkan indikator, seorang trader akan lebih mudah dalam membuat analisis teknikal guna membantu memberikan sinyal buy atau shell.

    Tanpa kehadiran indikator trading besar kemungkinan seorang trader akan mengalami kesulitan dalam membaca situasi perdagangan: apakah kondisi pasar sedang bullish atau bearish, kapan saat yang tepat untuk membuka posisi serta posisi apa yang mesti dibuka.

    Indikator sangat membantu untuk mengetahui tren yang sedang berlangsung, mendeteksi kekuatan dari tren tersebut, termasuk berapa lama tren akan berlanjut. Sebagaimana diketahui bersama, tren yang kuat akan membuat harga dalam periode yang panjang bergerak ke satu arah, sehingga trader bisa memanfaatkannya untuk mendatangkan profit. Sementara tren yang lemah di tengah kondisi pasar jenuh harus dihindari, karena sebelum menghasilkan profit pergerakan harga besar kemungkinan berbalik arah.

    Satu lagi fungsi dari indikator trading adalah untuk mempermudah trader dalam memilih area support dan resistance yang bisa dijadikan referensi dalam menemukan momen buka posisi beli dan jual.

    Persoalannya, saat ini tidak hanya satu-dua, tapi ratusan atau bahkan ribuan indikator trading yang telah diciptakan dan dipraktikkan para trader. Diantara sekian banyak indikator tersebut, masing-masing memiliki karakter dan cara penggunaan yang berbeda-beda.

    Hal inilah yang membuat pusing trader pemula. Banyak diantara mereka yang bertanya-tanya, diantara sekian banyak indikator trading tersebut mana yang terbaik untuk digunakan?

    Jawaban singkat untuk pertanyaan tersebut adalah: semua indikator baik untuk digunakan sepanjang Anda memahami karakter dari indikator tersebut dan menguasai cara penggunaannya.

    Percuma saja Anda mempelajari dan menggunakan banyak indikator saat melakukan trading jika Anda kurang memahami karakter dari indikator yang dipakai dan hanya setengah-setengah dalam menguasai penggunaannya.

    Itu sebabnya trader pemula disarankan untuk terlebih dahulu mempelajari lima indikator utama yang telah digunakan sejak lama dan masih relevan untuk dipakai pada saat sekarang, karena indikator ini juga masih menjadi senjata andalan para trader profesional.

    Berikut 10 indikator trading yang perlu dipelajari dan dipahami trader pemula, sebelum mencoba jenis indikator yang lain.

    Moving Average
    Inilah indikator sejuta umat yang banyak digunakan para trader, baik pemula maupun profesional. Begitu populernya Moving Average (MA), membuat mereka yang baru mengenal pasar keuanganpun pasti mengenal atau setidaknya pernah mendengar kata Moving Average.

    Popularitas dari indikator trading yang satu ini disebabkan karena paling sederhana dan paling mudah dipelajari dibandingkan indikator analisis teknikal yang lain. Meski sederhana, hasil prediksi dari MA terbilang akurat. Itu sebabnya trader profesional masih menggunakan MA yang dikolaborasikan dengan indikator yang lain.

    MA adalah indikator tren. Bentuknya berupa garis yang bergerak lagging atau bergerak lebih lambat dari pergerakan harga yang menjadi indikator tren. Jika garis MA bergerak naik, hal tersebut menunjukkan kondisi bullish atau uptren dan jika garis MA bergerak turun artinya bearish atau downtren.

    Trader juga bisa menggunakan posisi garis MA pada grafik untuk menentukan level support dan resistance dinamis. Apabila posisi garis MA berada di atas harga maka menjadi level resistance dinamis dan jika garis MA berada di bawah harga maka menjadi level support dinamis.

    Jika Anda melakukan trading saham, MA cukup akurat dalam menghitung harga rata-rata suatu saham pada rentang waktu tertentu. Caranya dengan menggunakan dua garis MA dalam periode yang berbeda, misalnya menggunakan rentang waktu 20 hari atau MA20 dan rentang waktu 50 hari atau MA50.

    Perhatikan posisi kedua garis tersebut. Apabila MA20 memotong MA50 dari atas ke bawah hal tersebut menunjukkan sinyal bearish yang artinya Anda dapat membuka posisi sell. Namun jika garis MA20 memotong garis MA50 dari bawah ke atas, hal tersebut menunjukkan sinyal bullish yang mengharuskan trader membuka posisi buy.

    Moving Average Convergence Divergence (MACD)
    Para trader yang ingin mendapatkan informasi terkait pergerakan tren potensial termasuk momentum dan durasi pergerakan tren kerapkali menggunakan Moving Average Convergence Divergence (MACD).

    Indikator trading ini sistem kerjanya menggunakan dua moving average yaitu divergen dan konvergen pada saat bersamaan. Jika nilai yang didapat dari penggunaan indikator ini positif menandakan tren akan cenderung bergerak ke atas. Sebaliknya, jika nilainya negatif maka tren memiliki kecenderungan bergerak ke bawah.

    Average Directional Movement Index
    Banyak trader yang menggunakan indikator Average Directional Movement Index (ADX) untuk mengukur kekuatan tren, karena hasil yang disuguhkan memang seringkali akurat. Caranya hanya tinggal memperhatikan posisi garis ADX.

    Jika garis tersebut naik atau bergerak menembus level 25 maka kemungkinan besar tren akan menguat. Sebaliknya, jika garis tersebut menurun maka tren memiliki kecenderungan melemah.

    Momentum Osilator
    Bagi trader saham maupun forex tentu memahami volatilitas pasar, dimana fluktuasi harga saham tidak pernah berhenti naik turun. Untuk itulah dibutuhkan indikator trading yang dapat mengikuti pergerakan harga dengan mudah. Indikator yang dimaksud adalah Osilator momentum.

    Indikator ini bahkan dipercaya sebagai satu-satunya indikator yang dapat menentukan momen atau tren disaat pasar mengalami siklus jangka pendek, baik ketika sedang bearish maupun bullish. Sehingga trader bisa mengidentifikasi skenario khusus guna memutuskan apakah pasar dalam waktu dekat akan mengalami sejumlah perubahan cepat.

    Relative Strength Index (RSI)
    Indikator Relative Strength Index (RSI) banyak digunakan trader untuk membandingkan daya tarik kenaikan dan penurunan harga serta keuntungan dan kerugian. Melalui indikator trading ini, data yang dibutuhkan akan dikirim dalam bentuk index, lengkap dengan tingkat penilaian RSI dengan kisaran antara 0 - 100.

    Prinsip kerja dari RSI, jika nilai yang ditunjukkan sangat tinggi yaitu di atas 70 menandakan bahwa pasar dalam kondisi jenuh beli atau overbought sehingga berpotensi turun dan saatnya untuk pasang posisi jual.

    Sebaliknya, jika nilai yang ditunjukkan sangat rendah yaitu di bawah 30 menandakan bahwa pasar mengalami jenuh jual atau oversold sehingga berpotensi naik dan saatnya untuk pasang posisi beli.

    Fibonacci Retracement
    Untuk menentukan level support dan resistance, banyak trader yang menggunakan indikator fibonacci retracement. Indikator trading yang satu ini, juga sering dipakai dalam menentukan area untuk membuka posisi.

    Level yang tersedia dalam indikator ini sebenarnya antara 0% - 100%. Namun level terpenting dan dijadikan acuan para trader adalah level 38,2%, 50%, 61,8% serta 78,6%.

    Untuk mendapatkan referensi saat akan membuka posisi buy atau shell misalnya, yang dijadikan acuan adalah level support dan resistance yaitu level 38,2% - 61,8%. Sementara untuk mendapatkan referensi Take Profit digunakan level 0% dan untuk referensi Stop Loss mengacu pada level 78,6%.

    Meski demikian ada juga trader yang berani mengambil risiko tinggi agar bisa mendapatkan profit yang lebih besar dengan menempatkan Stop Loss pada level 100%.

    Bollinger Bands
    Indikator trading ini digunakan untuk melihat kejenuhan pasar dengan menggunakan garis lower, middle dan upper band. Harga dikatakan telah mencapai kondisi jenuh beli atau overbought apabila pergerakan harga menyentuh upperband.

    Namun jika sebaliknya, yaitu harga bergerak sampai menyentuh garis bawah, maka artinya telah terjadi kondisi jenuh jual atau oversold. Dengan mengetahui kondisi pasar yang sedang jenuh tersebut, trader dapat segera mengambil sikap, karena besar kemungkinan harga akan segera berbalik arah.

    Pada saat harga menyentuh garis lower band, trader dapat mengambil posisi buy. Namun dengan syarat: keseluruhan tren harga sedang naik. Begitu juga ketika harga menyentuh garis upper band, trader dapat mengambil posisi sell apabila keseluruhan tren harga mengalami penurunan.

    Parabolic SAR
    Indikator trading ini juga digunakan untuk mengetahui tren. Dinamakan Parabolic SAR (stop and reverse) karena fungsinya adalah untuk mengindikasikan momen-momen reversal atau momen disaat pergerakan harga akan berhenti dan berbalik arah.

    Tanda bahwa pasar sedang tren dapat diketahui dari titik-titik SAR yang muncul di bawah candlestick. Apabila titik-titik SAR tersebut muncul di atas candlestick maka artinya pasar dalam kondisi downtren.

    Pergerakan harga atau reversal dapat dilihat dari posisi titik-titik SAR yang bergerak berlawanan dengan tren, disusul candlestick yang posisinya melewati titik-titik SAR tersebut.

    Stochastic
    Indikator trading yang dikembangkan George C. Lane pada dekade 1950-an ini masih relevan untuk dipakai hingga sekarang. Prinsip kerja dari Stochastic adalah membandingkan lokasi harga penutupan terakhir dengan range harga terendah atau tertinggi dalam kurun waktu tertentu.

    Terdapat tiga tipe Stochastic Oscillators yaitu Fast, Slow dan Full. Dalam menggunakan indikator ini, trader biasanya memanfaatkan dua garis di Stohastic yang dinamakan %K dan %D.

    Untuk melihat sinyal jual beli dengan memanfaatkan dua garis tersebut caranya cukup mudah. Sinyal beli ditandai dengan %K yang memotong %D ke atas, sedang sinyal jual ditandai dengan %K yang memotong %D ke bawah.

    On Balance Volume (OBV)
    Prinsip kerja dari indikator trading ini berangkat dari asumsi bahwa volume transaksi pasar idealnya mengonfirmasi trend pasar. Sehingga naiknya On Balance Volume seiring dengan kenaikan harga pasar. Begitu juga dengan turunnya OBV selalu mengikuti penurunan harga pasar.

    Namun harus pula dipahami bahwa kondisi pasar tidak selamanya ideal. Bisa saja harga pasar masih stagnan sementara garis OBV merangkak naik. Jika itu terjadi, harga pasar besar kemungkinan akan mengikuti OBV.

    Hal yang sama juga berlaku saat harga pasar masih stagnan sementara garis OBV merangkak turun. Kemungkinan besar harga pasar pada saat itu telah mendekati puncak.

    Itulah 10 indikator trading yang harus diketahui trader pemula. Pelajari kesepuluh indikator tersebut sebelum mempelajari indikator lainnya yang jumlahnya ratusan, bahkan ribuan.

    Ingat, tidak perlu mempelajari terlalu banyak indikator karena kesuksesan Anda dalam trading tidak ditentukan oleh banyaknya indikator yang Anda kuasai. Melainkan dari seberapa dalam Anda menyelami karakter dari setiap indikator yang telah Anda kuasai dan seberapa pandai dalam menerapkan indikator tersebut dalam berbagai situasi.

    Meski demikian, menguasai satu-dua indikator saja belum cukup, karena untuk dapat membaca situasi pasar dengan akurat dibutuhkan beberapa indikator yang dikolaborasikan antara satu dengan yang lain berdasarkan kepentingan dan fungsinya masing-masing.

    Satu misal saat Anda menggunakan Moving Average, sinyal trading yang dihasilkan biasanya agak terlambat disebabkan MA merupakan lagging indicator. Untuk itu dibutuhkan indikator trading lainnya seperti Relative Strength Index guna menentukan apakah market sudah tersaturasi atau belum serta memastikan apakah sudah tiba saat yang tepat untuk mengambil posisi open. (*)
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by aguskurniawan View Post
    [ATTACH]383448[/ATTACH]

    Indikator trading adalah formula matematis yang dapat dijadikan pedoman bagi para trader untuk mengetahui kondisi pasar. Dengan memanfaatkan indikator, seorang trader akan lebih mudah dalam membuat analisis teknikal guna membantu memberikan sinyal buy atau shell.

    Tanpa kehadiran indikator trading besar kemungkinan seorang trader akan mengalami kesulitan dalam membaca situasi perdagangan: apakah kondisi pasar sedang bullish atau bearish, kapan saat yang tepat untuk membuka posisi serta posisi apa yang mesti dibuka.

    Indikator sangat membantu untuk mengetahui tren yang sedang berlangsung, mendeteksi kekuatan dari tren tersebut, termasuk berapa lama tren akan berlanjut. Sebagaimana diketahui bersama, tren yang kuat akan membuat harga dalam periode yang panjang bergerak ke satu arah, sehingga trader bisa memanfaatkannya untuk mendatangkan profit. Sementara tren yang lemah di tengah kondisi pasar jenuh harus dihindari, karena sebelum menghasilkan profit pergerakan harga besar kemungkinan berbalik arah.

    Satu lagi fungsi dari indikator trading adalah untuk mempermudah trader dalam memilih area support dan resistance yang bisa dijadikan referensi dalam menemukan momen buka posisi beli dan jual.

    Persoalannya, saat ini tidak hanya satu-dua, tapi ratusan atau bahkan ribuan indikator trading yang telah diciptakan dan dipraktikkan para trader. Diantara sekian banyak indikator tersebut, masing-masing memiliki karakter dan cara penggunaan yang berbeda-beda.

    Hal inilah yang membuat pusing trader pemula. Banyak diantara mereka yang bertanya-tanya, diantara sekian banyak indikator trading tersebut mana yang terbaik untuk digunakan?

    Jawaban singkat untuk pertanyaan tersebut adalah: semua indikator baik untuk digunakan sepanjang Anda memahami karakter dari indikator tersebut dan menguasai cara penggunaannya.

    Percuma saja Anda mempelajari dan menggunakan banyak indikator saat melakukan trading jika Anda kurang memahami karakter dari indikator yang dipakai dan hanya setengah-setengah dalam menguasai penggunaannya.

    Itu sebabnya trader pemula disarankan untuk terlebih dahulu mempelajari lima indikator utama yang telah digunakan sejak lama dan masih relevan untuk dipakai pada saat sekarang, karena indikator ini juga masih menjadi senjata andalan para trader profesional.

    Berikut 10 indikator trading yang perlu dipelajari dan dipahami trader pemula, sebelum mencoba jenis indikator yang lain.

    Moving Average
    Inilah indikator sejuta umat yang banyak digunakan para trader, baik pemula maupun profesional. Begitu populernya Moving Average (MA), membuat mereka yang baru mengenal pasar keuanganpun pasti mengenal atau setidaknya pernah mendengar kata Moving Average.

    Popularitas dari indikator trading yang satu ini disebabkan karena paling sederhana dan paling mudah dipelajari dibandingkan indikator analisis teknikal yang lain. Meski sederhana, hasil prediksi dari MA terbilang akurat. Itu sebabnya trader profesional masih menggunakan MA yang dikolaborasikan dengan indikator yang lain.

    MA adalah indikator tren. Bentuknya berupa garis yang bergerak lagging atau bergerak lebih lambat dari pergerakan harga yang menjadi indikator tren. Jika garis MA bergerak naik, hal tersebut menunjukkan kondisi bullish atau uptren dan jika garis MA bergerak turun artinya bearish atau downtren.

    Trader juga bisa menggunakan posisi garis MA pada grafik untuk menentukan level support dan resistance dinamis. Apabila posisi garis MA berada di atas harga maka menjadi level resistance dinamis dan jika garis MA berada di bawah harga maka menjadi level support dinamis.

    Jika Anda melakukan trading saham, MA cukup akurat dalam menghitung harga rata-rata suatu saham pada rentang waktu tertentu. Caranya dengan menggunakan dua garis MA dalam periode yang berbeda, misalnya menggunakan rentang waktu 20 hari atau MA20 dan rentang waktu 50 hari atau MA50.

    Perhatikan posisi kedua garis tersebut. Apabila MA20 memotong MA50 dari atas ke bawah hal tersebut menunjukkan sinyal bearish yang artinya Anda dapat membuka posisi sell. Namun jika garis MA20 memotong garis MA50 dari bawah ke atas, hal tersebut menunjukkan sinyal bullish yang mengharuskan trader membuka posisi buy.

    Moving Average Convergence Divergence (MACD)
    Para trader yang ingin mendapatkan informasi terkait pergerakan tren potensial termasuk momentum dan durasi pergerakan tren kerapkali menggunakan Moving Average Convergence Divergence (MACD).

    Indikator trading ini sistem kerjanya menggunakan dua moving average yaitu divergen dan konvergen pada saat bersamaan. Jika nilai yang didapat dari penggunaan indikator ini positif menandakan tren akan cenderung bergerak ke atas. Sebaliknya, jika nilainya negatif maka tren memiliki kecenderungan bergerak ke bawah.

    Average Directional Movement Index
    Banyak trader yang menggunakan indikator Average Directional Movement Index (ADX) untuk mengukur kekuatan tren, karena hasil yang disuguhkan memang seringkali akurat. Caranya hanya tinggal memperhatikan posisi garis ADX.

    Jika garis tersebut naik atau bergerak menembus level 25 maka kemungkinan besar tren akan menguat. Sebaliknya, jika garis tersebut menurun maka tren memiliki kecenderungan melemah.

    Momentum Osilator
    Bagi trader saham maupun forex tentu memahami volatilitas pasar, dimana fluktuasi harga saham tidak pernah berhenti naik turun. Untuk itulah dibutuhkan indikator trading yang dapat mengikuti pergerakan harga dengan mudah. Indikator yang dimaksud adalah Osilator momentum.

    Indikator ini bahkan dipercaya sebagai satu-satunya indikator yang dapat menentukan momen atau tren disaat pasar mengalami siklus jangka pendek, baik ketika sedang bearish maupun bullish. Sehingga trader bisa mengidentifikasi skenario khusus guna memutuskan apakah pasar dalam waktu dekat akan mengalami sejumlah perubahan cepat.

    Relative Strength Index (RSI)
    Indikator Relative Strength Index (RSI) banyak digunakan trader untuk membandingkan daya tarik kenaikan dan penurunan harga serta keuntungan dan kerugian. Melalui indikator trading ini, data yang dibutuhkan akan dikirim dalam bentuk index, lengkap dengan tingkat penilaian RSI dengan kisaran antara 0 - 100.

    Prinsip kerja dari RSI, jika nilai yang ditunjukkan sangat tinggi yaitu di atas 70 menandakan bahwa pasar dalam kondisi jenuh beli atau overbought sehingga berpotensi turun dan saatnya untuk pasang posisi jual.

    Sebaliknya, jika nilai yang ditunjukkan sangat rendah yaitu di bawah 30 menandakan bahwa pasar mengalami jenuh jual atau oversold sehingga berpotensi naik dan saatnya untuk pasang posisi beli.

    Fibonacci Retracement
    Untuk menentukan level support dan resistance, banyak trader yang menggunakan indikator fibonacci retracement. Indikator trading yang satu ini, juga sering dipakai dalam menentukan area untuk membuka posisi.

    Level yang tersedia dalam indikator ini sebenarnya antara 0% - 100%. Namun level terpenting dan dijadikan acuan para trader adalah level 38,2%, 50%, 61,8% serta 78,6%.

    Untuk mendapatkan referensi saat akan membuka posisi buy atau shell misalnya, yang dijadikan acuan adalah level support dan resistance yaitu level 38,2% - 61,8%. Sementara untuk mendapatkan referensi Take Profit digunakan level 0% dan untuk referensi Stop Loss mengacu pada level 78,6%.

    Meski demikian ada juga trader yang berani mengambil risiko tinggi agar bisa mendapatkan profit yang lebih besar dengan menempatkan Stop Loss pada level 100%.

    Bollinger Bands
    Indikator trading ini digunakan untuk melihat kejenuhan pasar dengan menggunakan garis lower, middle dan upper band. Harga dikatakan telah mencapai kondisi jenuh beli atau overbought apabila pergerakan harga menyentuh upperband.

    Namun jika sebaliknya, yaitu harga bergerak sampai menyentuh garis bawah, maka artinya telah terjadi kondisi jenuh jual atau oversold. Dengan mengetahui kondisi pasar yang sedang jenuh tersebut, trader dapat segera mengambil sikap, karena besar kemungkinan harga akan segera berbalik arah.

    Pada saat harga menyentuh garis lower band, trader dapat mengambil posisi buy. Namun dengan syarat: keseluruhan tren harga sedang naik. Begitu juga ketika harga menyentuh garis upper band, trader dapat mengambil posisi sell apabila keseluruhan tren harga mengalami penurunan.

    Parabolic SAR
    Indikator trading ini juga digunakan untuk mengetahui tren. Dinamakan Parabolic SAR (stop and reverse) karena fungsinya adalah untuk mengindikasikan momen-momen reversal atau momen disaat pergerakan harga akan berhenti dan berbalik arah.

    Tanda bahwa pasar sedang tren dapat diketahui dari titik-titik SAR yang muncul di bawah candlestick. Apabila titik-titik SAR tersebut muncul di atas candlestick maka artinya pasar dalam kondisi downtren.

    Pergerakan harga atau reversal dapat dilihat dari posisi titik-titik SAR yang bergerak berlawanan dengan tren, disusul candlestick yang posisinya melewati titik-titik SAR tersebut.

    Stochastic
    Indikator trading yang dikembangkan George C. Lane pada dekade 1950-an ini masih relevan untuk dipakai hingga sekarang. Prinsip kerja dari Stochastic adalah membandingkan lokasi harga penutupan terakhir dengan range harga terendah atau tertinggi dalam kurun waktu tertentu.

    Terdapat tiga tipe Stochastic Oscillators yaitu Fast, Slow dan Full. Dalam menggunakan indikator ini, trader biasanya memanfaatkan dua garis di Stohastic yang dinamakan %K dan %D.

    Untuk melihat sinyal jual beli dengan memanfaatkan dua garis tersebut caranya cukup mudah. Sinyal beli ditandai dengan %K yang memotong %D ke atas, sedang sinyal jual ditandai dengan %K yang memotong %D ke bawah.

    On Balance Volume (OBV)
    Prinsip kerja dari indikator trading ini berangkat dari asumsi bahwa volume transaksi pasar idealnya mengonfirmasi trend pasar. Sehingga naiknya On Balance Volume seiring dengan kenaikan harga pasar. Begitu juga dengan turunnya OBV selalu mengikuti penurunan harga pasar.

    Namun harus pula dipahami bahwa kondisi pasar tidak selamanya ideal. Bisa saja harga pasar masih stagnan sementara garis OBV merangkak naik. Jika itu terjadi, harga pasar besar kemungkinan akan mengikuti OBV.

    Hal yang sama juga berlaku saat harga pasar masih stagnan sementara garis OBV merangkak turun. Kemungkinan besar harga pasar pada saat itu telah mendekati puncak.

    Itulah 10 indikator trading yang harus diketahui trader pemula. Pelajari kesepuluh indikator tersebut sebelum mempelajari indikator lainnya yang jumlahnya ratusan, bahkan ribuan.

    Ingat, tidak perlu mempelajari terlalu banyak indikator karena kesuksesan Anda dalam trading tidak ditentukan oleh banyaknya indikator yang Anda kuasai. Melainkan dari seberapa dalam Anda menyelami karakter dari setiap indikator yang telah Anda kuasai dan seberapa pandai dalam menerapkan indikator tersebut dalam berbagai situasi.

    Meski demikian, menguasai satu-dua indikator saja belum cukup, karena untuk dapat membaca situasi pasar dengan akurat dibutuhkan beberapa indikator yang dikolaborasikan antara satu dengan yang lain berdasarkan kepentingan dan fungsinya masing-masing.

    Satu misal saat Anda menggunakan Moving Average, sinyal trading yang dihasilkan biasanya agak terlambat disebabkan MA merupakan lagging indicator. Untuk itu dibutuhkan indikator trading lainnya seperti Relative Strength Index guna menentukan apakah market sudah tersaturasi atau belum serta memastikan apakah sudah tiba saat yang tepat untuk mengambil posisi open. (*)
    saya sangat senang ketika umumnya menggunakan 10 indikator ini secara langsung digunakan di handphone Android ketika kita menggunakan indikator ini di Android maka saya rasakan botak kepalanya oleh sebab itu ketika umumnya menggunakan indikator 10 ini menjadikan hal yang sangat menarik jika Om faham tentang indikator ini kalau menurut saya sih lebih baik kita memilih saja satu atau dua indikator saja untuk menganalisa sebuah masyarakat tentunya ini menjadi hal sangat menarik ketika Om paham semua tentang fungsi-fungsi indikator ini yang sebanyaknya sebanyak 10 indikator ini semoga sukses deh

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      Originally posted by Bumi Langit Biru View Post
      saya sangat senang ketika umumnya menggunakan 10 indikator ini secara langsung digunakan di handphone Android ketika kita menggunakan indikator ini di Android maka saya rasakan botak kepalanya oleh sebab itu ketika umumnya menggunakan indikator 10 ini menjadikan hal yang sangat menarik jika Om faham tentang indikator ini kalau menurut saya sih lebih baik kita memilih saja satu atau dua indikator saja untuk menganalisa sebuah masyarakat tentunya ini menjadi hal sangat menarik ketika Om paham semua tentang fungsi-fungsi indikator ini yang sebanyaknya sebanyak 10 indikator ini semoga sukses deh
      Wadaw mantap banget ya dengan 10 indikator apakah akan bisa menjadikan tarder konsisten unutk mendapatkan profit om/ hehe semoga saja ya om, soalnya kalau melihat satu HP dengan 10 indikator pastinya harganya sendiri malah tidak terlihat dong om, hehe kalau menurut saya pemula gunakan bebrpaa saja dua atau tidak indikator sudah cukup kayaknya membantu tarder dalam mendapatkan sinyal atau analisa dalam menjalankan entry nya.. semoga kita bisa memahamismua dan bisa memanfaatkan indikator tersebutr buat mendapatkan profit ..
      Halo Teman-teman salam hangat dari saya Raffi Ahmad.

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X