Вход

Login |
  • Rekan-rekan yang terhormat. Kami telah memperbarui bagian teknis forum. Jika Anda menemukan bug atau masalah, laporkan di thread ini.
  • Kami masih mengerjakan forum, tetapi Anda sudah dapat berkomunikasi dan membaca artikel

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Memakai Indikator Volume dalam Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	draft-revisi-indikator-volume-dalam-pasar-forex-283818-24249.png
Views:	3
Size:	7.2 KB
ID:	13017095
    Tahukah Anda bahwa di dalam duni trading, indikator volume pasar forex dapat menunjukkan minat dari para trader maupun investor terhadap pasangan mata uang tertentu. Volume yang ada pada pasar forex tidak diukur melalui jumlah kontrak yang diperdagangkan ataupun dengan ukuran besarnya kontrak. Mengapa demikian? Karena perdagangan forex tidak hanya terpusat seperti halnya pada trading saham.

    Oleh karenanya, dalam indikator volume yang sebenarnya, ternyata jarang digunakan dalam pasar forex. Para trader menganggap bahwa keberadaannya begitu asing, bahkan mungkin sejauh ini Anda termasuk trader ada tak tidak tahu bagaimana cara menggunakan indikator volume agar berfungsi dengan baik. Para ahli menganggap bahwa hal tersebut dapat terjadi karena indikator volume pasar forex yang tidak menunjukkan adanya volume pada pasar. Lalu sebenarnya apakah yang akan ditunjukkan oleh indikator volume dalam trading forex?

    Mengenal Indikator Volume dalam Trading Forex

    Definisi dari indikator volume yakni indikator yang menunjukkan adanya jumlah transaksi yang terjadi pada aktivitas perdagangan dalam waktu, sesi tertentu. Sederhanya adalah indikator volume merupakan total kontrak yang terjual dan dapat berpindah tangan dalam sesi tertentu. Dalam hal ini Anda diminta untuk melakukan pencatatan volume dalam bentuk batangan yang lebih familiar dikenal dengan sebutan volume bar.

    Indikator volume dapat diletakkan dan dipasang pada bagian bawah chart. Pada volume bar yang tinggi menandakan adanya jumlah perdagangan besar pada kondisi saat itu. Hal tersebut juga dapat menujukkan adanya minat partisipasi yang begitu besar. Sedangkan bar pendek, memberikan tanda tentang jumlah kegiatan yang kurang diminati oleh pelaku pasar.

    Pada pasar saham, adanya indikator volume dapat menunjukkan secara tegas, berapa jumlah saham yang berpindah tangan pada satu periode waktu tertentu. Dalam pengukuran jumlah transaksi tersebut Anda tentu saja dapat melakukannya, karena pasar saham memiliki sifat yang terpusat. Anda, nantianya akan mengetahui berapa jumlah saham total dalam suatu perusahaan, serta berapa jumlah saham yang termasuk dalam transaksi saat itu.

    Definisi yang telah dijabarkan di atas tidak dapat diberlakukan secara mentah dalam pasar forex. Karena dalam indikator volume yang ada pada forex bisa jadi ia tidak menujukkan hal yang sebenarnya karena alasan perdagangan yang bersifat terdesentralisasi. Tak ada satu pun orang dalam dunia ini yang mengetahui berapa banyak mata uang USD yang terjual hingga saat ini.

    Sejauh ini, indikator volume yang ditampilkan pada platform trading meta trader, ia hanyalah volume yang dapat dihitung dan dapat dikeluarkan oleh broker Anda. Coba Anda perhatikan betul. Biasanya terdapat perbedaan dari dua buah broker, sehingga Anda pun akan mendapatkan hasil, berupa volume yang berbeda.

    Cara 1 dan 2 dalam Menggunakan Indikator Volume pada Pasar Forex

    Dalam benak hati Anda mungkin masih terbesit pertanyaan, untuk apa ada indikator volume apabila tingkat validasinya terdapat pada satu broker saja? Dan bagaimana sebenarnya cara yang baik dalam menggunakan indikator volume untuk trading forex? Berikut adalah cara menggunakannya.

    Pertama, Anda dapat melakukan deteksi market yang berda dalam kondisi jenuh. Apabila Anda hingga saat ini masih bingung untuk membedakan puncak dan lembah pada forex, Anda dapat berupaya untuk merasakannya. Para trader yang berpengalaman sekalipun menyatakan bahwa kita tidak dapat memprediksi kapan puncak ataupun lembah akan terbentuk. Akan tetapi, di saat Anda telah menggunakan indikator volume, Anda dapat mengetahui indikasinya akan terbentuknya pada puncak ataupun lembah.

    Jika Anda sudah masuk dalam pasar forex, Anda akan mengetahui bahwa pergerakan pasar tidak akan berjalan menuju satu arah saja. Di waktu tertentu, bisa jadi pergerakan tersebut akan mengalami pelemahan hingga menimbulkan kondisi reversal hingga pembalikan tren. Hal tersebut tentu saja dapat Anda deteksi lebih awal dengan menggunakan indikator volume. Dan disaat harga terus mengalami pergerakan ke atas, yang diiringi dengan adanya volume yang terus mengecil, maka kemungkinan besar pasar berada dalam kondisi reversal, oleh karenanya dalam kondisi ini kerap disebut dengan market yang jenuh.

    Cara yang kedua, Anda akan diminta untuk mengukur kekuatan tren market. Fungsi dari indikator volume dalam hal ini adalah untuk mengukur seberapa jauh kekuatan tren yang ada dalam market. Jika volume market meningkat, maka hal tersebut menunjukkan tingginya minat pelaku pasar pada pergerakan harga saat itu. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah disaat minat ini begitu tinggi, searah dengan perjalanan tren, maka akan muncul kekuatan yang besar di balik pergerakan tren.

    Anda juga perlu memperhatikan di saat pergerakan pasar semakin menguat menuju satu arah tertentu, maka akan terlihat peningkatan nilai pada indikator volume. Selanjutnya, apabila terjadi reversal menuju arah yang berlawanan, maka volumenya akan berkurang. Kondisi volume serta pasar yang searah dapat menjadi penanda bahwa masih ada kemungkinan tren dapat berlanjut.

    Cara Ketiga dalam Menggunakan Indikator Volume pada Pasar Forex

    Pada cara yang ketiga ini Anda diminta untuk melakukan konfirmasi trading breakout. Breakout merupakan salah satu sistem trading yang dikenal dengan trend following. Ia banyak digunakan trader, akan tetapi memiliki kelemahan besar pada sistem trading. Kelemahan tersebut yakni adanya breakout palsu. Pada kondisi breakout palsu, Anda akan sering mengalami posisi breakout. .

    Apabila Anda ingin mengurangi risiko, para trader menyarankan untuk menunggu pullback dari harga awal sebelum Anda masuk ke dalam market. Sebenarnya ada cara lain untuk mengetahui tingkat validitasnya, yakni dengan menggunakan indikator volume. Pada breakout palsu, Anda dapat meminimalkannya, sehingga Anda pun mengalami kerugian

    Untuk mengetahui bagaimana cara mengkonfirmainya, secara garis besar prosesnya sama saja di saat Anda menggunakan indikator volume dalam konfirmasi tren. Yang membedakan yakni cara tersebut digunakan sesaat setelah harga dalam kondisi break pada support serta resistance tertentu. Akan tetapi, kenyataannya Anda akan begitu sulit melakukan analisis kenaikan volume karena sifatnya yang cenderung fluktuatif. Disamping itu, Anda harus menunggu terlebih dahulu hingga candle dalam keadaan closeagar Anda dapat mengetahui volumenya dengan tepat.

    Cara Melakukan Analisa Indikator Volume dalam Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	draft-revisi-indikator-volume-dalam-pasar-forex-283818-41638.png
Views:	1
Size:	16.0 KB
ID:	13017096
    Saat Anda sedang menjalankan trading dan menggunakan indikator volume, Anda akan mendapati grafik candlestick pada bagian bawah yang merupakan bagian dari grafik indikator volume. Pada volume yang memiliki warna hijau, ia menunjukkan terjadinya bullish. Sebaliknya, pada volume yang berwarna merah, ia menunjukkan terjadinya bearish.

    Hal tersebut membuat trader dapat mengambil posisi buy di saat harga sedang mengalami penurunan yang ditunjukkan dengan adanya volume yang berwarna merah melewati moving average. Sebaliknya, trader pun dapat mengambil posisi sell di saat harga telah melewati moving average dengan volume yang berwarna hijau karena berada dalam posisi naik. Pada kondisi seperti di atas, hal yang perlu Anda perhatikan adalah pada saat Anda mengambil posisi beli.

    Baiknya Anda perhatikan betul pada grafik batang yang berwarna merah apabila batang yang berwarna merah memanjang jumlahnya lebih dari dua dan melewati batas garis moving average baiknya Anda menuggu dan melihatnya. Tentu saja selanjutnya yang terjadi yakni penurunan yang akan berlanjut. Anda tunggu saja hingga harga berada dalam level support dan pada saat Anda ingin menjual, sebaiknya di saat harga berada pada level resistance. Oleh karenanya pada indikator perlu dikombinasikan dengan indikator yang lain agar memudahkan Anda dalam menentukan level support ataupun resistance, yangmisalnya saja ada pada indikator fibonacci atau bollinger band.

    Indikator Volume Lainnya dalam Trading Forex

    Perlu Anda ketahui bahwa selain indikator volume, ada yang sudah dibuat satu indikator sesuai dengan perubahan volume yang umum juga dipakai yaitu OBV atau On Balance Volume. Pada Konsep dasar indikator OBV, konsepnya yakni besarnya volume akan mengindikasikan perubahan harga. Anda dapat melakukan perhitungan OBV sebagai berikut. Apabila penutupan harga lebih besar dari penutupan kemarin, maka yang terjadi adalah: OBV(i) = OBV(i-1) + Volume(i). Akan tetapi, apabila penutupan harga hari lebih kecil dari penutupan kemarin, maka yang terjadi OBV(i) = OBV(i-1) – Volume (i).

    Apabila penutupan harga sama dengan penutupan kemarin, maka Anda dapat menggunakan acuan: OBV(i) = OBV(i-1). Maksud dari ketentuan di atas yakni OBV(i) merupakan nilai dari OBV terkini. Sedang volume(i) merupakan volume terkini, dan OBV(i-1) ialah nilai OBV yang ada pada periode sebelumnya. Perlu dicatat bahwa terjadinya naik dan turunnya tren OBV tentu saja sesuai dengan arah tren pada pergerakan harga. OBV dapat dianggap mendahului pergerakan harga apabila tren OBV break mengarah ke atas, dan hal tersebut merupakan sinyal untuk melakukan buy. Apabila OBV break mengarah ke bawah maka tentu saja akan ada sinyal untuk melakukan sell dan Anda bisa langsung memasang taruhan trading di dalamnya.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    volume itu relatif sifatnya, kalo semakin meningkat artinya volatilitasnya semakin tinggi, tapi bisa juga berarti akan ada pembalikan arah tren, jadi harus dilihat juga indikator lain, karena itu volume ini jarang dipake trader forex
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      Indikator Volume dalam pasar forex dapat juga menunjukkan minat para trader ataupun investor terhadap suatu pasangan mata uang tertentu. Volume dalam pasar forex tidak diukur dalam jumlah kontrak yang diperdagangkan atau ukuran besarnya kontrak, karena perdagangan forex tidak terpusat seperti halnya perdagangan saham. Dalam indikator ini, Volume dicatat dalam bentuk batangan-batangan yang dikenal dengan nama Volume Bar. Indikator ini biasanya terpasang pada bagian bawah chart. Volume Bar yang tinggi melambangkan jumlah perdagangan besar pada saat itu, atau bisa pula disebut menujukkan minat partisipasi yang besar.

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X