Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Apa perbedaan dari Zakat Fitrah, Zakat Mal dan Zakat penghasilan ?
    Menurut hukum agama, Zakat merupakan salah satu rukun atau landasan Islam. Artinya umat Islam wajib menjalankan zakat atau menjadi penerima zakat. Peran zakat adalah menghilangkan harta benda dari hak orang lain. Selain itu, zakat juga dapat digunakan sebagai penghapus untuk menghilangkan sifat-sifat yang tidak diinginkan seperti sombong atau arogan .

    Nah Zakat di bagi menjadi 3 jenis yaitu Zakat Fitrah, Zakat Mal dan Zakat penghasilan. Apa perbedaan dari ketiga jenis zakat tersebut, berikan contoh pembagian nya ?
    Bagaimana pandangan Trader Forex mengenai Zakat ini ?
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    [QUOTE=rhendi18;8494449]
    detikNews
    Home
    Berita
    Daerah
    Jawa Timur
    Internasional
    detikX
    Kolom
    Blak blakan
    Pro Kontra
    Infografis
    Foto
    Video
    Hoax Or Not
    Suara Pembaca
    Jawa Barat
    Jawa Tengah & DIY
    Makassar
    Medan
    Indeks
    detikNews
    Berita
    Zakat Fitrah dan Zakat Mal, Apa Bedanya?
    Lusiana Mustinda - detikNews
    Jumat, 15 Mei 2020 15:42 WIB
    zakat Dua jenis zakat. Foto: Luthfy Syahban/Tim Infografis
    Jakarta - Zakat termasuk dalam salah satu di antara kelima rukun Islam. Dan disebutkan sebanyak tiga puluh kali dalam Al-qur'an serta hadits Nabi Saw.
    Allah Swt berfirman,

    وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Artinya: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'." (QS. Al-Baqarah: 43)

    Baca juga:
    Membayar Zakat Fitrah dengan Uang, Bagaimana Hukumnya?
    Bahkan bagi orang yang mampu tetapi tidak mau berzakat, ada ancaman bagi mereka. Allah Swt berfirman,

    "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menginfakkan di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih. (Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS. At-Taubah: 34-35).

    Dari ayat-ayat Al-qur'an tersebut, zakat sangatlah penting bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya. Zakat pun ada dua jenis bentuknya yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

    Berikut ini beberapa perbedaan mengenai zakat fitrah dan zakat mal:
    1. Zakat Fitrah
    Diriwayatkan dalam sebuah hadits:

    "Baginda Rasulullah shallallahu 'alihi wasallam mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan kepada manusia yaitu satu sha' dari kurma atau satu sha' dari gandum kepada setiap orang merdeka, budak laki-laki atau orang perempuan dari kaum Muslimin." (HR. Bukhari Muslim)

    Zakat fitrah ditunaikan sesuai bahan pokok di daerah setempat. Di Indonesia, satu sha' setara dengan dua setengah kilogram beras per orang. Ada juga yang berpendapat 2,7 kilogram.

    2. Zakat Mal
    Menurut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) zakat mal adalah zakat harta. Zakat mal yang dimaksud dalam perhitungan ini adalah zakat yang dikenakan atas uang, emas, surat berharga dan aset yang disewakan.

    Dikutip dalam 'Zakat Sebagai Ketahanan Nasional" oleh Sony Santoso dan Rinto Agustino, menjelaskan mengenai kekayaan yang wajib dizakati menurut Yusuf Qadhawi (Yusuf al-Qardhawi, Fiqhus Zakat, Op, Cit, halaman 21) :

    - Zakat binatang ternak
    - Zakat emas dan perak
    - Zakat dagang
    - Zakat pertanian (tanaman dan buah-buahan)
    - Madu dan produksi hewan
    - Barang tambang dan hasil laut
    - Investasi pabrik, gedung
    - Zakat pendapatan usaha (profesi)

    Uraian di atas bisa disimpulkan bahwa pada dasarnya setiap harta kekayaan yang produktif dan bernilai ekonomis apabila mencapai nishab maka wajib dikeluarkan zakatnya.

    Seperti yang tercantum dalam surat Al-Baqarah: 267:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ


    Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

    Zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat profesi; zakat pendapatan adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan / penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Kadar zakat penghasilan senilai 2,5%.

    Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.


    Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab perbulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas (mengikuti harga Buy Back emas pada hari dimana zakat akan ditunaikan), dengan kadar 2,5%. Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut

    Ada banyak jenis profesi dengan pembayaran rutin maupun tidak, dengan penghasilan sama dan tidak dalam setiap bulannya. Jika penghasilan dalam 1 bulan tidak mencapai nishab, maka hasil pendapatan selama 1 tahun dikumpulkan atau dihitung, kemudian zakat ditunaikan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.

    Nishab Zakat Penghasilan 85 gram emas
    Kadar Zakat Penghasilan 2,5%
    Haul 1 tahun
    Cara menghitung Zakat Penghasilan:

    2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan
    Contoh:

    Jika harga emas pada hari ini sebesar Rp800.000/gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp68.000.000,-. Penghasilan Bapak Fulan sebesar Rp10.000.000/ bulan, atau Rp120.000.000,- dalam satu tahun. Artinya penghasilan Bapak Fulan sudah wajib zakat. Maka zakat Bapak Fulan adalah Rp250.000,-/ bulan.

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      [QUOTE=Nattaly;8494466]
      Originally posted by rhendi18 View Post
      detikNews
      Home
      Berita
      Daerah
      Jawa Timur
      Internasional
      detikX
      Kolom
      Blak blakan
      Pro Kontra
      Infografis
      Foto
      Video
      Hoax Or Not
      Suara Pembaca
      Jawa Barat
      Jawa Tengah & DIY
      Makassar
      Medan
      Indeks
      detikNews
      Berita
      Zakat Fitrah dan Zakat Mal, Apa Bedanya?
      Lusiana Mustinda - detikNews
      Jumat, 15 Mei 2020 15:42 WIB
      zakat Dua jenis zakat. Foto: Luthfy Syahban/Tim Infografis
      Jakarta - Zakat termasuk dalam salah satu di antara kelima rukun Islam. Dan disebutkan sebanyak tiga puluh kali dalam Al-qur'an serta hadits Nabi Saw.
      Allah Swt berfirman,

      وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

      ADVERTISEMENT

      SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

      Artinya: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'." (QS. Al-Baqarah: 43)

      Baca juga:
      Membayar Zakat Fitrah dengan Uang, Bagaimana Hukumnya?
      Bahkan bagi orang yang mampu tetapi tidak mau berzakat, ada ancaman bagi mereka. Allah Swt berfirman,

      "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menginfakkan di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih. (Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS. At-Taubah: 34-35).

      Dari ayat-ayat Al-qur'an tersebut, zakat sangatlah penting bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya. Zakat pun ada dua jenis bentuknya yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

      Berikut ini beberapa perbedaan mengenai zakat fitrah dan zakat mal:
      1. Zakat Fitrah
      Diriwayatkan dalam sebuah hadits:

      "Baginda Rasulullah shallallahu 'alihi wasallam mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan kepada manusia yaitu satu sha' dari kurma atau satu sha' dari gandum kepada setiap orang merdeka, budak laki-laki atau orang perempuan dari kaum Muslimin." (HR. Bukhari Muslim)

      Zakat fitrah ditunaikan sesuai bahan pokok di daerah setempat. Di Indonesia, satu sha' setara dengan dua setengah kilogram beras per orang. Ada juga yang berpendapat 2,7 kilogram.

      2. Zakat Mal
      Menurut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) zakat mal adalah zakat harta. Zakat mal yang dimaksud dalam perhitungan ini adalah zakat yang dikenakan atas uang, emas, surat berharga dan aset yang disewakan.

      Dikutip dalam 'Zakat Sebagai Ketahanan Nasional" oleh Sony Santoso dan Rinto Agustino, menjelaskan mengenai kekayaan yang wajib dizakati menurut Yusuf Qadhawi (Yusuf al-Qardhawi, Fiqhus Zakat, Op, Cit, halaman 21) :

      - Zakat binatang ternak
      - Zakat emas dan perak
      - Zakat dagang
      - Zakat pertanian (tanaman dan buah-buahan)
      - Madu dan produksi hewan
      - Barang tambang dan hasil laut
      - Investasi pabrik, gedung
      - Zakat pendapatan usaha (profesi)

      Uraian di atas bisa disimpulkan bahwa pada dasarnya setiap harta kekayaan yang produktif dan bernilai ekonomis apabila mencapai nishab maka wajib dikeluarkan zakatnya.

      Seperti yang tercantum dalam surat Al-Baqarah: 267:

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ


      Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."

      Zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat profesi; zakat pendapatan adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan / penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Kadar zakat penghasilan senilai 2,5%.

      Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.


      Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab perbulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas (mengikuti harga Buy Back emas pada hari dimana zakat akan ditunaikan), dengan kadar 2,5%. Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut

      Ada banyak jenis profesi dengan pembayaran rutin maupun tidak, dengan penghasilan sama dan tidak dalam setiap bulannya. Jika penghasilan dalam 1 bulan tidak mencapai nishab, maka hasil pendapatan selama 1 tahun dikumpulkan atau dihitung, kemudian zakat ditunaikan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.

      Nishab Zakat Penghasilan 85 gram emas
      Kadar Zakat Penghasilan 2,5%
      Haul 1 tahun
      Cara menghitung Zakat Penghasilan:

      2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan
      Contoh:

      Jika harga emas pada hari ini sebesar Rp800.000/gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp68.000.000,-. Penghasilan Bapak Fulan sebesar Rp10.000.000/ bulan, atau Rp120.000.000,- dalam satu tahun. Artinya penghasilan Bapak Fulan sudah wajib zakat. Maka zakat Bapak Fulan adalah Rp250.000,-/ bulan.
      Bagus bagus bagus
      Klick ==>>>

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X