Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Apa yang dimaksud dengan short sell?
    BEI kemungkinan besar akan menerapkan perdagangan secara short sell,apakah pengertian short sell dan hal apakah yang menjadi dasar untuk menerapkan kebijakan ini dan apakah kelebihan serta kekurangan dari kebijakan ini.terima kasih
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by yhasyim View Post
    BEI kemungkinan besar akan menerapkan perdagangan secara short sell,apakah pengertian short sell dan hal apakah yang menjadi dasar untuk menerapkan kebijakan ini dan apakah kelebihan serta kekurangan dari kebijakan ini.terima kasih
    Mungkin saya akan mencoba menambahkan ya gan menurut saya short selling itu suatu transaksi di mana terdapat jual kosong artinya suatu transaksiyang terjadi dan dilakukan tanpa adanya ketersediaan efek pada bursa efek Jakarta.

    Hal yang menjadi salah satu kebijakan yang dilakukan oleh bursa efek Jakarta yaitu peraturan mengenai adanya persyaratan khusus tentang perdagangan efek pada transaksi margin peraturan tersebut telah tertuang pada tahun 2017 mengenai pembiayaan transaksi oleh anggota bursa.

    Lalu apakah kelebihannya ?pembiayaan melalui rekening efek reguler.
    Beberapa hal menurut saya dan yang menjadi kekurangannya yaituada peraturan khusus mengenai besarnya permodalan yang harus dipenuhi agar perusahaan efek tersebut bisa dan mampu menyelenggarakan short selling itu saja menurut saya gan selanjutnya biar ada yang menambahkan

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by yhasyim View Post
      BEI kemungkinan besar akan menerapkan perdagangan secara short sell,apakah pengertian short sell dan hal apakah yang menjadi dasar untuk menerapkan kebijakan ini dan apakah kelebihan serta kekurangan dari kebijakan ini.terima kasih


      Apa Itu Short Sell

      Short selling adalah transaksi yang digunakan dalam perdagangan saham dimana Investor/trader meminjam dana untuk menjual saham yang tidak dimilikinya pada harga tinggi dengan harapan akan membeli pada saat harga saham turun. Short selling merupakan strategi perdagangan yang mengharapkan terjadinya penurunan harga pada saham target. Trader yang melakukan short selling memperoleh keuntungan jika harga saham turun, namun jika harga saham naik trader atau investor mengalami kerugian. Strategi trading ini biasanya juga dilakukan dengan menggunakan margin trading yang tinggi. Sehingga strategi ini merupakan strategi trading yang dapat memberikan potensi keuntungan yang tinggi, sekaligus memiliki tingkat risiko kerugian yang tinggi pula.

      Strategi short selling merupakan kebalikan dari transaksi pembelian saham biasa. Jika pada transaksi saham biasa trader mengharapkan harga saham naik dan dari kenaikan ini trader memperoleh untung. Situasi sebaliknya terjadi pada short selling, pada transaksi jenis ini trader justru berharap harga saham yang ditransaksikannya mengalami penurunan. Karena dari penurunan harga saham tersebutlah trader/investor memperoleh keuntungan. Dengan adanya fasilitas short selling trader dapat bertransaksi saham dan memperoleh keuntungan meskipun pasar saham sedang lesu.


      Short Selling Pada Bursa Efek Indonesia

      Bursa Efek Indonesia mengatur transaksi short selling ini melalui:
      • Peraturan BEI No.II-O tentang Keanggotaan Margin dan/atau Short Selling.
      • Surat Edaran BEI No. S-01109/BEI.ANG/02-2017 mengenai Pemenuhan Ketentuan Pembiayaan Transaksi oleh Anggota Bursa.
      • Perubahan Peraturan BEI No. II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek Dalam Transaksi Margin

      Menurut aturan BEI tidak semua broker atau perusahaan efek dapat memberikan fasilitas short selling kepada nasabah mereka, dan tidak semua nasabah atau investor suatu broker yang dapat memberikan fasilitas short selling bisa (diperbolehkan) melakukan short selling. Menurut aturan OJK Nasabah yang dapat melakukan short selling adalah:
      1. Nasabah tersebut harus memiliki rekening efek reguler. Tujuannya adalah agar dapat diketahui riwayat transaksi nasabah tersebut.
      2. Nasabah yang akan melakukan short selling atas pembukaan rekening efek pembiayaan transaksi margin, nasabah tersebut harus masih memiliki rekening efek reguler.
      3. Nasabah wajib menyetorkan jaminan awal yang nilainya tidak kurang dari 200 juta rupiah untuk setiap rekening efek pembiayaan transaksi short selling dan rekening efek pembiayaan transaksi margin.


      Contoh Transaksi Short Selling

      Agar kita lebih memahami apa itu short selling kami akan berikan contoh mengenai transaksi short selling ini.
      • Ahmad melakukan aksi short selling saham TLKM 2000 lembar pada harga Rp 10.000,-.
      • Saham BMRI mengalami koreksi 10% menjadi Rp 9000,-.
      • Ahmad melakukan aksi buyback / short covering saham TLKM 2000 lembar pada haga Rp 9000,-.
      • Keuntungan yang Ahmad dapatkan adalah (10.000 – 9000) X 2000 lembar = Rp 2.000.000,-.


      Keuntungan dan Kerugian Short Selling

      Keuntungan short selling adalah:
      • Trader atau investor dapat memperoleh keuntungan pada kondisi market yang sedang lesu, atau pada saham yang sedang mengalami pelemahan harga.
      • Karena dapat bertransaksi pada saham yang melemah, maka short selling membuka peluang mencari keuntungan pada berbagai kondisi market.
      • Dapat meningkatkan keuntungan yang dapat dihasilkan oleh seorang investor atau trader dengan menggunakan laverage.
      • Short Selling dapat dilakukan dengan menggunakan modal yang sedikit


      Kerugian short selling adalah:
      • Memberikan potensi keuntungan yang terbatas, karena target keuntungan telah ditentukan sebelumnya.
      • Risiko kerugian yang tidak terbatas, ketika harga terus naik trader bisa kehabisan margin.
      • Terdapat bunga atas pinjaman untuk melakukan short selling yang harus dibayar. Makin lama posisi short selling ditahan makin besar bunga yang mesti dibayar.
      • Jika margin yang dimiliki trader berada di bawah batas aman trader tersebut dapat terkena force sell. Force sell adalah kondisi dimana trader dipaksa menjual saham yang dimiliki atau kembali membeli saham sedang di short sell.
      • Jika emiten yang sahamnya di short sell oleh trader memberikan dividen trader mesti membayar dividen tersebut kepada broker.
      • Jika emiten melakukan stock split, trader yang melakukan short sell atas saham emiten tersebut harus mengembalikan saham yang dipinjam sesuai dengan rasio aksi tersebut kepada broker.

      Comment

      Advanced mode
      • #4 Collapse

        Short selling adalah investasi atau strategi perdagangan yang berspekulasi pada penurunan saham atau harga sekuritas lainnya. Ini adalah strategi lanjutan yang hanya boleh dilakukan oleh pedagang dan investor berpengalaman.

        Pedagang dapat menggunakan short selling sebagai spekulasi, dan investor atau manajer portofolio dapat menggunakannya sebagai lindung nilai terhadap risiko penurunan posisi long dalam sekuritas yang sama atau yang terkait. Spekulasi membawa kemungkinan risiko besar dan merupakan metode perdagangan tingkat lanjut. Hedging adalah transaksi yang lebih umum yang melibatkan penempatan posisi offset untuk mengurangi eksposur risiko.

        Dalam short selling, suatu posisi dibuka dengan meminjam saham atau aset lain yang diyakini investor akan turun nilainya pada tanggal yang telah ditentukan — tanggal kedaluwarsa. Investor kemudian menjual saham pinjaman tersebut kepada pembeli yang bersedia membayar harga pasar. Sebelum saham yang dipinjam harus dikembalikan, trader bertaruh bahwa harga akan terus menurun dan mereka dapat membelinya dengan biaya lebih rendah. Risiko kerugian pada short selling secara teoritis tidak terbatas karena harga aset apa pun dapat naik hingga tak terbatas.

        Wimpy dari strip komik Popeye yang terkenal akan menjadi short selling yang sempurna. Karakter komik itu terkenal karena mengatakan dia akan "dengan senang hati membayar Selasa depan untuk hamburger hari ini." Dalam short selling, penjual membuka posisi dengan meminjam saham, biasanya dari broker-dealer. Penjual short akan mencoba menghasilkan uang dari penggunaan saham tersebut sebelum mereka harus mengembalikannya kepada pemberi pinjaman.

        Untuk membuka posisi short, trader harus memiliki akun margin dan biasanya harus membayar bunga atas nilai saham yang dipinjam saat posisi terbuka. Selain itu, Financial Industry Regulatory Authority, Inc. (FINRA), yang memberlakukan aturan dan regulasi yang mengatur pialang terdaftar dan perusahaan pialang-pialang di Amerika Serikat, Bursa Efek New York (NYSE), dan Federal Reserve telah menetapkan nilai minimum. untuk jumlah yang harus dipertahankan oleh akun margin — dikenal sebagai margin pemeliharaan.1 Jika nilai akun investor berada di bawah margin pemeliharaan, diperlukan lebih banyak dana, atau posisinya mungkin dijual oleh broker.

        Untuk menutup posisi short, seorang pedagang membeli kembali sahamnya di pasar — mudah-mudahan dengan harga yang kurang dari yang mereka pinjam asetnya — dan mengembalikannya kepada pemberi pinjaman atau perantara. Pedagang harus memperhitungkan bunga yang dibebankan oleh broker atau komisi yang dibebankan pada perdagangan.

        Proses menemukan saham yang dapat dipinjam dan mengembalikannya di akhir perdagangan ditangani di belakang layar oleh broker. Membuka dan menutup perdagangan dapat dilakukan melalui platform perdagangan reguler dengan sebagian besar broker. Namun, setiap broker akan memiliki kualifikasi yang harus dipenuhi akun perdagangan sebelum mereka mengizinkan perdagangan margin.

        Seperti disebutkan sebelumnya, salah satu alasan utama melakukan short selling adalah berspekulasi. Strategi panjang konvensional (saham dibeli) dapat diklasifikasikan sebagai investasi atau spekulasi, bergantung pada dua parameter— (a) tingkat risiko yang dilakukan dalam perdagangan, dan (b) horison waktu perdagangan. Berinvestasi cenderung berisiko lebih rendah dan umumnya memiliki cakrawala waktu jangka panjang yang mencakup bertahun-tahun atau dekade. Spekulasi adalah aktivitas berisiko tinggi secara substansial dan biasanya memiliki cakrawala waktu jangka short.

        Bayangkan seorang trader yang percaya bahwa saham XYZ — saat ini diperdagangkan dengan harga $ 50 — akan turun harga dalam tiga bulan ke depan. Mereka meminjam 100 saham dan menjualnya ke investor lain. Pedagang sekarang "kekurangan" 100 saham karena mereka menjual sesuatu yang tidak mereka miliki tetapi telah mereka pinjam. Penjualan singkat hanya dimungkinkan dengan meminjam saham, yang mungkin tidak selalu tersedia jika saham sudah sangat short oleh pedagang lain.

        Seminggu kemudian, perusahaan yang sahamnya dipersingkat melaporkan hasil keuangan yang suram untuk kuartal tersebut, dan saham tersebut turun menjadi $ 40. Pedagang memutuskan untuk menutup posisi short dan membeli 100 saham seharga $ 40 di pasar terbuka untuk menggantikan saham yang dipinjam. Keuntungan pedagang dari short selling, tidak termasuk komisi dan bunga pada akun margin, adalah $ 1.000: ($ 50 - $ 40 = $ 10 x 100 saham = $ 1.000).

        Menggunakan skenario di atas, sekarang anggaplah pedagang tidak menutup posisi short pada $ 40 tetapi memutuskan untuk membiarkannya terbuka untuk memanfaatkan penurunan harga lebih lanjut. Namun, pesaing masuk untuk mengakuisisi perusahaan dengan tawaran pengambilalihan $ 65 per saham, dan saham melonjak. Jika pedagang memutuskan untuk menutup posisi short pada $ 65, kerugian pada short selling akan menjadi $ 1.500: ($ 50 - $ 65 = negatif $ 15 x 100 saham = kerugian $ 1.500). Di sini, pedagang harus membeli kembali saham dengan harga yang jauh lebih tinggi untuk menutupi posisinya.

        Terlepas dari spekulasi, short selling memiliki tujuan lain yang berguna — hedging — yang sering dianggap sebagai bentuk shorting yang berisiko lebih rendah dan lebih terhormat. Tujuan utama lindung nilai adalah perlindungan, sebagai lawan dari motivasi laba murni dari spekulasi. Hedging dilakukan untuk melindungi keuntungan atau mengurangi kerugian dalam portofolio, tetapi karena biaya yang dikeluarkan cukup tinggi, sebagian besar investor ritel tidak mempertimbangkannya selama waktu normal.

        Biaya lindung nilai ada dua. Ada biaya aktual untuk melakukan lindung nilai, seperti biaya yang terkait dengan penjualan singkat, atau premi yang dibayarkan untuk kontrak opsi perlindungan. Selain itu, ada biaya peluang untuk membatasi keuntungan portofolio jika pasar terus bergerak lebih tinggi. Sebagai contoh sederhana, jika 50% dari portofolio yang memiliki korelasi dekat dengan indeks S&P 500 (S&P 500) dilindungi nilai, dan indeks naik 15% selama 12 bulan ke depan, portofolio hanya akan mencatat sekitar setengahnya. keuntungan atau 7,5%.

        Short selling bisa mahal jika penjual salah menebak tentang pergerakan harga. Seorang pedagang yang telah membeli saham hanya bisa kehilangan 100% dari pengeluaran mereka jika saham bergerak ke nol.

        Namun, seorang trader yang memiliki shorted stock dapat kehilangan lebih dari 100% dari investasi aslinya. Risikonya datang karena tidak ada batas atas harga saham, ia bisa naik hingga tak terbatas dan seterusnya — untuk membuat ungkapan dari karakter komik lain, Buzz Lightyear. Juga, selama saham dipegang, pedagang harus mendanai akun margin. Bahkan jika semuanya berjalan dengan baik, trader harus memperhitungkan biaya bunga margin saat menghitung keuntungan mereka.

        Ketika tiba waktunya untuk menutup posisi, penjual singkat mungkin mengalami kesulitan menemukan cukup saham untuk dibeli — jika banyak pedagang lain juga melakukan shorting atau jika saham diperdagangkan tipis. Sebaliknya, penjual dapat terjebak dalam lingkaran tekanan short jika pasar, atau saham tertentu, mulai meroket.

        Di sisi lain, strategi yang menawarkan risiko tinggi juga menawarkan imbalan hasil yang tinggi. Short selling tidak terkecuali. Jika penjual memprediksi harga bergerak dengan benar, mereka dapat menghasilkan laba atas investasi (ROI) yang rapi, terutama jika mereka menggunakan margin untuk memulai perdagangan. Menggunakan margin memberikan leverage, yang berarti trader tidak perlu menaruh banyak modal sebagai investasi awal. Jika dilakukan dengan hati-hati, short selling bisa menjadi cara yang murah untuk melakukan lindung nilai, memberikan penyeimbang terhadap kepemilikan portofolio lainnya.

        Investor pemula biasanya harus menghindari short selling sampai mereka mendapatkan lebih banyak pengalaman trading. Dengan demikian, short selling melalui ETF adalah strategi yang agak lebih aman karena risiko tekanan short yang lebih rendah.

        Selain risiko kehilangan uang yang disebutkan sebelumnya dalam perdagangan akibat kenaikan harga saham, short selling memiliki risiko tambahan yang harus dipertimbangkan investor.

        Shorting Menggunakan Uang yang Dipinjam
        Shorting dikenal sebagai perdagangan margin. Saat short selling, Anda membuka akun margin, yang memungkinkan Anda meminjam uang dari perusahaan pialang menggunakan investasi Anda sebagai jaminan. Sama seperti ketika Anda mengambil margin panjang, kerugian mudah lepas kendali karena Anda harus memenuhi persyaratan pemeliharaan minimum 25%. Jika akun Anda tergelincir di bawah ini, Anda akan dikenakan margin call dan dipaksa untuk memasukkan lebih banyak uang tunai atau melikuidasi posisi Anda. 1

        Waktu yang Salah
        Meskipun suatu perusahaan dinilai terlalu tinggi, mungkin perlu waktu beberapa saat agar harga sahamnya turun. Sementara itu, Anda rentan terhadap bunga, margin call, dan panggilan keluar.

        Short squeezing
        Jika saham secara aktif melakukan short short dengan high short float dan days to cover ratio, maka berisiko mengalami short squeeze. Tekanan singkat terjadi ketika saham mulai naik, dan penjual short menutup perdagangan mereka dengan membeli kembali posisi short mereka. Pembelian ini bisa berubah menjadi umpan balik. Permintaan saham menarik lebih banyak pembeli, yang mendorong saham lebih tinggi, menyebabkan lebih banyak penjual short untuk membeli kembali atau menutupi posisi mereka.

        Resiko Peraturan
        Regulator terkadang dapat memberlakukan larangan penjualan singkat di sektor tertentu atau bahkan di pasar luas untuk menghindari kepanikan dan tekanan jual yang tidak beralasan. Tindakan tersebut dapat menyebabkan lonjakan harga saham secara tiba-tiba, memaksa penjual short untuk menutup posisi short pada kerugian besar.

        Melawan Tren
        Sejarah telah menunjukkan bahwa, secara umum, saham bergerak naik. Dalam jangka panjang, sebagian besar saham terapresiasi harganya. Dalam hal ini, bahkan jika sebuah perusahaan hampir tidak membaik selama bertahun-tahun, inflasi atau tingkat kenaikan harga dalam perekonomian seharusnya menaikkan harga sahamnya. Artinya adalah bahwa shorting bertaruh terhadap keseluruhan arah pasar.

        Comment

        Advanced mode
        • #5 Collapse

          Originally posted by yhasyim View Post
          BEI kemungkinan besar akan menerapkan perdagangan secara short sell,apakah pengertian short sell dan hal apakah yang menjadi dasar untuk menerapkan kebijakan ini dan apakah kelebihan serta kekurangan dari kebijakan ini.terima kasih
          Apa Itu Transaksi Short Selling
          Transaksi short selling adalah transaksi dimana kita melakukan penjualan di pasar. Kalau di forex sih seperti saat kita melakukan sell, itu bisa disebut short selling. Kabarnya, penamaan transaksi jual atau sell itu dengan short selling dilatarbelakangi oleh transaksi pasar saham sejak zaman dulu, dimana pelaku pasar sering kali berharap pasar akan terus naik dalam jangka panjang. Jadi ketika terjadi penurunan di pasar atau koreksi, diharapkan hanya terjadi dalam jangka pendek atau short. Makanya sejak dulu transaksi sell identik dengan sebutan short selling hingga saat ini.

          Jadi dalam short selling, kita melakukan transaksi dengan mengharapkan pasar akan turun. Transaksi short selling sendiri memang bisa menghasilkan keuntungan bila setelah kita melakukan jual harga bergerak turun. Bagi para pelaku bursa saham pada umumnya, transaksi short selling memang merupakan transaksi yang kurang umum, terlebih lagi di Indonesia. Kadang pelaku pasar awam tidak bisa memahami bagaimana caranya kita bisa melakukan penjualan saham yang tidak kita miliki sebelumnya.

          Contoh transaksi short selling kurang lebih begini :
          1. Bapak A ingin melakukan short selling BBCA di harga 33000.
          2. Bapak A akan meminjam saham BBCA yang biasanya dimiliki sekuritas, untuk peminjaman ini akan dikenakan biaya sewa atau biaya jaminan.
          3. Selanjutnya bapak A akan menjual saham tersebut di pasar pada harga 33000.
          4. Bila setelah itu harga saham BBCA melemah ke 32000, Bapak A bisa melakukan buy back atau pembelian kembali saham BBCA pada harga tersebut.
          5. Setelah melakukan buy back, maka saham tersebut dikembalikan oleh Bapak A kepada pihak sekuritas.

          Sekarang coba perhatikan, logika sederhananya begini, misalnya bapak A menjual saham BBCA 1000 lembar, artinya saat menjual saham tersebut bapak A akan mendapatkan uang sebanyak 33 juta rupiah. Nah, saat melakukan buy back pada harga 32000 per lembar, bapak A hanya mengeluarkan uang sebanyak 32 juta. Ada selisih 1 juta. Selanjutnya selisih 1 juta itu sebagian digunakan untuk bayar sewa pada sekuritas, katakanlah 100 ribu, maka keuntungan bersih bapak A adalah 900 ribu rupiah. Sebaliknya, bila harga saham malah naik dari 33000 per lembar ke 34000, maka Bapak A akan menderita kerugian karena justru harus melakukan buy back pada harga yang lebih tinggi, ditambah harus membayar biaya sewa.

          Dinamika Short Selling di BEI
          Short selling setahu ane adalah sebuah fasilitas khusus, dimana tidak semua pelaku pasar bisa mendapatkan akses untuk hal tersebut. Apalagi di Indonesia yang merupakan negara berkembang, short selling bukanlah sebuah istilah yang populer. Di Indonesia sendiri, tidak semua perusahaan sekuritas bisa memberikan fasilitas short selling. Selain itu, tidak semua investor juga bisa mendapatkan fasilitas short selling.

          Syarat seorang investor untuk bisa melakukan short selling adalah sebagai berikut :
          Membuka rekening saham reguler di broker/sekuritas yang bisa memberikan fasilitas short selling.
          Membuka rekening efek khusus untuk transaksi margin dan short selling di sekuritas tersebut.
          Menyetorkan uang jaminan awal sebesar 200 juta dalam masing-masing rekening efek (rekening efek short selling dan rekening efek margin).
          Dari aturan dan syaratnya, bisa terlihat kalau orang yang bisa melakukan short selling setidaknya adalah orang yang punya modal cukup kuat dan ideal.

          Short selling sendiri mulai diberlakukan di Indonesia oleh BEI sejak tahun 2018, dengan dasar hukum peraturan nomor II-H Kep-0169/BEI/11/2018. Usaha ini dilakukan dalam upaya meningkatkan likuiditas bursa. Soalnya, dengan adanya short selling, diharapkan pasar akan bergerak lebih volatil dan menjadi lebih likuid. Imbasnya, pasar akan lebih bergairah dan menarik bagi para investor untuk bergabung dalam bursa. Dalam pelaksanaannya sendiri, tidak semua emiten saham di BEI bisa ditransaksikan dengan transaksi short selling. Setahu ane hanya ada sekitar 40-an emiten saja yang bisa di short selling. Ada beberapa kriteria yang harus dimiliki emiten yang bisa dishort selling, baik dari kapitalisasi pasar, fundamental perusahaan, hingga likuiditas sahamnya.

          Pada saat terjadi crash pasar di Maret 2020 lalu karena pandemi covid-19, BEI melarang transaksi short selling. Hal ini dilakukan untuk mencegah keruntuhan pasar yang terlalu dalam. Selain itu, dilakukan juga perubahan ARB (auto reject bawah) menjadi hanya 7% untuk membatasi penurunan pasar. Hal ini terbukti cukup efektif, dimana pasar saham Indonesia tidak terperosok terlalu dalam pada masa sulit saat pandemi tahun lalu.

          Memasuki tahun 2021, BEI kembali mewacanakan untuk memberlakukan kembali transaksi short selling pada bulan Februari besok. Hal ini menuai kontroversi karena banyak pihak yang menilai belum saatnya transaksi short selling diberlakukan lagi mengingat kebetulan seminggu terakhir IHSG terus-terusan turun. Tapi BEI sendiri kelihatannya tetap akan kembali memberlakukan short selling bulan Februari nanti dengan dasar bahwa rata-rata transaksi harian di bursa saat ini sudah meningkat tajam menjadi 20 triliun per hari dibandingkan dengan kondisi tahun lalu yang hanya 9 triliun rupiah per hari.

          Kita lihat saja perkembangannya bulan depan, tapi mau ada short selling atau pun tidak, bila kita bermain saham sebaiknya tetap fokus pada manajemen resiko dan strategi trading yang kita gunakan saja.

          Kelebihan dan Kekurangan Short Selling
          Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari short selling. Bila kita melihat sisi untungnya, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan adanya fasilitas short selling, misalnya :
          • Peningkatan likuiditas pasar. Fasilitas short selling akan membuat pasar lebih likuid, dan investor yang memiliki saham tidak perlu khawatir akan kesulitan menjual sahamnya.
          • Two way opportunity. Pelaku pasar bisa mendapatkan keuntungan dari melakukan beli dan jual di pasar. Secara teknikal, saat pasar saham turun pun, investor tetap berkesempatan meraih keuntungan. Jadi apapun yang terjadi di pasar, kita tetap bisa untung, sama halnya dengan forex yang kita kenal.


          Sementara dari sisi kekurangan, ada beberapa hal negatif yang bisa terjadi karena short selling, diantaranya :
          • Merupakan transaksi yang beresiko bagi trader/investor yang tidak memahami manajemen resiko.
          • Bisa menjadi ajang spekulasi. Hal ini sebetulnya tidak salah dalam pasar, tapi kadang terjadi aksi spekulasi untuk menjatuhkan saham tertentu, hingga menjatuhkan pasar untuk keuntungan sendiri.
          • Berpotensi membuat pasar saham runtuh bila tidak terkontrol. Contohnya saja seperti kejatuhan pasar saham Amerika saat great depression di tahun 1929. Penurunan pasar terjadi secara membabi buta karena aksi short selling, salah satunya short selling yang dilakukan oleh Jesse Livermore.
          • Meningkatkan potensi resiko bagi investor yang melakukan pembelian saham untuk investasi.


          Bila kita menimbang dari sisi keuntungan dan kerugiannya, kelihatannya memang sisi kerugian dari short selling lebih besar dan berdampak, sementara sisi keuntungan yang menonjol hanya dalam soal peningkatan likuiditas pasar. Jadi wajar saja bila BEI membatasi hanya sekuritas tertentu, investor tertentu, dan emiten tertentu saja yang bisa berhubungan dengan short selling.

          Lagipula ane merasa aneh dengan keputusan BEI saat ini, dimana dalam sebuah sumber ane membaca bahwa walaupun transaksi short selling akan kembali diberlakukan, tapi nilai batas ARB (auto reject bawah) untuk sementara masih belum berubah di angka 7%. Ane sih kalau ada di posisi sebagai trader yang diperbolehkan melakukan short selling akan pikir-pikir untuk melakukan short selling, karena potensi keuntungannya seolah terbatas dan dibatasi oleh nilai ARB yang rendah, hanya 7%. Idealnya, ketika short selling diperbolehkan lagi, setidaknya batas ARB harus dinaikan ke angka 10%-15%.

          Comment

          Advanced mode
          • #6 Collapse

            Originally posted by yhasyim View Post
            BEI kemungkinan besar akan menerapkan perdagangan secara short sell,apakah pengertian short sell dan hal apakah yang menjadi dasar untuk menerapkan kebijakan ini dan apakah kelebihan serta kekurangan dari kebijakan ini.terima kasih
            Pengertian Short Sell

            Dalam Dunia transaksi perdagangan saham Short sell atau short selling diartikan sebagai sebuah aksi jual pendek / penjualan pendek yang dilakukan investor/trader . Secara defenisi Short Sell merupakan sebuah strategi aksi jual jangka pendek dalam perdagangan saham yang dilakukan investor atau trader dengan memamfaatkan fasilitas pinjaman dana dari Broker untuk menjual saham yang tidak dimilikinya pada harga tinggi dengan harapan akan membeli pada saat harga saham turun. Stategi dan aksi Short Sell merupakan sebuah upaya trader / investor untuk meraih keuntungan dengan mengharapkan adanya fenomena /momentum penurunan harga pada saham tertentu yang menjadi fokus perhatian utama untuk dilakukan aksi Short Sell/ Short selling. Pada prakteknya biasanya saham-saham yang lebih likuid cenderung memberikan pinjaman lebih besar daripada saham yang tidak likuid sehingga ara trader/investor dibursa saham sering menjadikan saham saham kategori saham saham unggulan dan saham potensial sering di jadikan target untuk melakukan aksi Short Sell.

            Berikut ini salah satu langkah dan strategi aksi short Sell/ Short Sheling dalam perdagangan saham diantaranya
            1. Pilih pasar yang diinginkan dengan mengidentifikasi jenis saham yang akan menjadi target short sell
            2. Melakukan analisa teknikal dan fundamental untuk mengidentifikasi dan memperkuat kesimpulan bahwa saham yang menjadi target opsi jual jangka pendek sedang terkonfirmasi mengalami trend penurunan
            3. Tentukan terlebih dahulu stop loss dan limit (rasio risiko terhadap profit)
            4. Lakukan Short Sell
            5. Perdagangan selesai ketika order stop atau mimit tercapai


            Dalam perdagangan saham Strategi dan aksi Short selling akan melibatkan kerjasama para partisipan perdagangan seperti Broker dan pialang untuk mendukung likuiditas harga sahamnya dimana broker akan menyediakan jaminann fasilitas pinjaman atau leverage dan pihak pialang sebagai pihak penghubung atau fasilitator perdagangan menawarkan fasilitas pinjaman tersebut kepada para trader /investor untuk bisa melakukan aksi short selling. Walaupun Sebuah Broker telah teregulasi dengan baik namun tidak semua broker menawarkan fasilitas pinjaman margin atau leverage. Jika tidak ada jaminan fasilitas pinjaman yang tersedia di broker bersangkutan atau fasilitas leverage yang tersedia dalam jumlah terbatas maka pihak pialang akan terkendala dalam memfasilitasi aksi short sell dan bisa saja menonaktifkan fungsi penjualan pendek sampai pinjaman yang cukup kembali ke pasar.

            Supaya lebih jelas dan lebih mudah memahaminya berikut ini alur ,proses dan mekanisme short shelling di perdagangan saham
            Spoiler Spoiler:
            Click image for larger version

Name:	Short-Sell-1.jpg
Views:	1
Size:	184.0 KB
ID:	12782018


            Pemberlakukan kembali aturan dan kebijakan BEI tentang Short shelling.

            Menurut Laksono Widodo selaku Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI, menyatakan bahwa Bursa Efek Indonesia bakal kembali menerapkan transaksi short selling mulai Februari 2021 setelah melalui berbagai pertimbangan dan kajian pasar yang di lakukan dan di mati selama ini .

            Dasar dan alasan kenapa Otoritas Bursa Efek Indonesia membuka dan memperbolehkan transaksi Short Selling saham adalah berdasarkan pertimbangan yang menganggap bahwa kondisi bursa saham secara bertahap telah kembali menuju ke era normal atau era pemulihan perdagangan di pasar modal yang dapat dilihat dari indikator volume transaksi perdagangan yang mulai menunjukan nilai yang hampir sama saat sebelum wabah covid masuk ke Indonesia. Lebih lanjut Pihak BEI juga menyatakan bahwa "Short sell selama sesuai peraturan (tidak naked short sell, sesuai dengan list marjin) akan diperbolehkan.
            Seperti kita ketahui bersama bahwa kebijakan dan aturan transaksi Short Selling sempat dihentikan pada 2 maret 2020 untuk mengantisipasi pelemahan harga saham yang terjadi di Bursa Efek Indonesia di awal awal wabah virus Covid-19 masuk ke Indonesia.

            Berikut salah satu kelebihan/keuntungan dari adanya kebijakan pemberlakuan transaksi short sell/ short selling .
            • Short Selling diharapkan mampu meningkatkan likuiditas transaksi perdagangan di bursa saham.

            • Kebijakan Short Selling Mendorong peningkatan dalam pertumbuhan dan nilai kapitalisasi pasar di bursa pasa modal.

            • Short Shelling menjadi sebuah strategi trader / investor yang tidak memiliki kekuatan modal atau lemah modal untuk meraup keuntungan dalam jangka pendek dengan memafaatkan fasilitas pinjaman margin / leverage yang tersedia.

            • Strategi short selling merupakan sebauh upaya spekulasi para Trader atau investor untuk memperoleh keuntungan pada kondisi market yang sedang lesu, atau pada saham yang sedang mengalami pelemahan harga.

            Berikut salah satu kelemahan /kerugian dari adanya kebijakan pemberlakuan transaksi short sell/ short selling .
            • Memberikan potensi keuntungan yang terbatas, karena target keuntungan telah ditentukan sebelumnya.

            • Peluang mengalami resiko kerugian tak terbatas yang dialami trader/investor karena bisa saja harga berpotensi malah terus mengalami kenaikan, sementara fasilitas pinjaman margin yang di gunakan untuk melakukan short selling terbatas nilainya .

            • Penggunaan fasilitas pinjaman margin memiliki konsekwensi bahwa trader harus membayar bunga atas pinjaman untuk melakukan transaksi short selling yang nilai bunganya makin makin besar.

            • Pinjaman margin yang digunakan trader berada di bawah batas aman, trader tersebut dapat terkena force sell yaitu sebuah kebijakan yang memaksa trader untuk menjual saham yang dimiliki atau kembali membeli saham sedang di short sell.

            • Bagi trader yang melakukan short sell atas saham emiten yang sedang melakukan kebijakan Stock split maka harus mengembalikan saham yang dipinjam sesuai dengan rasio aksi tersebut kepada broker.

            • Resiko terjadinya tekanan harga yang naik dsalam jangka pendek dimana trader yang melakukan short sell menyaksikan kenaikan harga (berlawanan dengan yang diharapkan) yang menyebabkan kerugian yang pada akhirnya memaksa trader untuk membeli (menutup perdagangan) dengan harga yang lebih tinggi dan mengalami kerugian.

            Comment

            Advanced mode
            • #7 Collapse

              Originally posted by yhasyim View Post
              BEI kemungkinan besar akan menerapkan perdagangan secara short sell,apakah pengertian short sell dan hal apakah yang menjadi dasar untuk menerapkan kebijakan ini dan apakah kelebihan serta kekurangan dari kebijakan ini.terima kasih
              Short Selling adalah salah satu metode transaksi dalam dunia pasar modal yang cukup unik. Konsep awalnya sederhana yaitu para trader ingin membukukan keuntungan ketika hasil analisis yang dibuat menyimpulkan bahwa harga dari saham tertentu misalnya saham A akan turun. Namun muncul permasalahan ketika ternyata trader ini tidak memiliki saham A.

              Bagaimana cara trader ini membukukan keuntungan dengan menjual saham A ketika mereka sendiri tidak memiliki saham A?

              Maka dibuatlah solusi yaitu broker membuka transaksi short selling yaitu memberikan kesempatan bagi para trader yang ingin menjual saham A tapi tidak memiliki saham A untuk meminjamnya pada broker. Karena sekarang para trader sudah memiliki saham A maka mereka bisa menjual saham A untuk jangka waktu tertentu dengan harapan selang beberapa hari hingga beberapa bulan harganya akan turun.

              Saat sudah jatuh tempo maka para trader harus membeli saham A di pasar modal dan mengembalikannya kepada broker yang sebelumnya sudah berbaik hati meminjamkan saham A. Jika harga saham A saat pertama kali dipinjamkan bernilai Rp 10.000 per lembar dan saat jatuh tempo nilainya turun menjadi Rp 7.000 artinya para trader yang meminjam saham A membukukan keuntungan Rp 3.000 per lembar. Tapi jika ternyata saat jatuh tempo nilai saham A naik menjadi Rp 11.000 artinya para trader yang meminjam saham A membukukan kerugian Rp 1.000 per lembar.

              Contoh I:
              Spoiler Spoiler:
              Click image for larger version

Name:	01312021f.jpg
Views:	1
Size:	36.7 KB
ID:	12782061

              Seumpama hari ini pengelola Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengizinkan dilakukannya transaksi short selling di pasar modal. Di sisi lain ada trader bernama Dodi membuat analisis bahwa harga saham emiten Bank BRI yang berkode BBRI akan mengalami penurunan harga signifikan dari Rp 4.180 per lembar menjadi Rp 3.500 per lembar. Hal ini karena diketahui bahwa kinerja keuangan lebih khususnya jumlah keuntungan Bank BRI tahun 2020 turun drastis hingga 40-an persen jika dibandingkan dengan jumlah keuntungan tahun 2019.

              Tapi Dodi tidak memiliki saham BBRI sehingga dia harus melakukan transaksi short selling dengan meminjam saham BBRI di broker ABC sebanyak 100 lot untuk jangka waktu 3 bulan dalam upaya membuat dia bisa mendapat keuntungan ketika harga saham BBRI benar-benar bearish hingga ke harga Rp 3.500.

              Setelah Dodi memiliki saham BBRI sebesar 100 lot dia segera menjualnya di harga Rp 4.180 yang artinya Dodi mendapatkan uang dari hasil penjualan sebesar Rp 41.800.000. Selanjutnya Dodi harus menunggu dengan sabar menunggu fluktuasi harga saham BBRI. Jika harga saham BBRI benar-benar turun hingga ke harga Rp 3.500 sebelum 3 bulan maka Dodi akan segera membeli saham BBRI sebanyak 100 lot yang membutuhkan dana sebesar Rp 35.000.000. Kemudian 100 lot saham BBRI tersebut akan di kembalikan kepada broker ABC.

              # Lalu berapa keuntungan yang dibukukan oleh Dodi?

              Kita tinggal menghitung harga jual saham BBRI dikurangi harga beli saham BBRI yang dilakukan oleh Dodi

              Keuntungan Dodi = Total Harga jual 100 lot saham BBRI - Total Harga beli 100 lot saham BBRI
              Keuntungan Dodi = Rp 41.800.000 - Rp 35.000.000
              Keuntungan Dodi = Rp 6.800.000

              Contoh II:

              Seumpama harga saham BBRI tidak mau bearish lebih rendah dari harga Rp 4.180 dan malah melanjutkan trend bullish sehingga harga menguat hingga ke harga Rp 4.500 tepat setelah 3 bulan Dodi menjual 100 lot saham BBRI. Artinya Dodi harus membeli 100 lot saham BBRI yang membutuhkan dana sebesar Rp 45.000.000 dan mengembalikan semuanya ke broker ABC.

              # Lalu berapa keuntungan yang dibukukan Dodi?

              Lagi-lagi kita tinggal menghitung harga jual saham BBRI dikurangi harga beli saham BBRI yang dilakukan oleh Dodi

              Keuntungan Dodi = Total Harga jual 100 lot saham BBRI - Total Harga beli 100 lot saham BBRI
              Keuntungan Dodi = Rp 41.800.000 - Rp 45.000.000
              Keuntungan Dodi = - Rp 3.200.000

              Jadi ketika harga saham BBRI tidak mau melemah lebih dalam dari Rp 4.180 per lembar Dodi bukannya membukukan keuntungan namun malah membukukan kerugian yang lumayan. Ini membuktikan bahwa transaksi short selling juga memiliki risiko trading yang sama dengan transaksi pembeli saham biasa. Tinggal trader pintar-pintar membuat keputusan kapan harus melakukan transaksi pembelian saham dan kapan harus melakukan transaksi short selling.

              Fungsi transaksi short selling

              # Membuka peluang lebih banyak untuk mendapat keuntungan dari pasar modal

              Para trader dan investor memiliki satu tujuan di benak mereka yaitu mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya. Namun jika keuntungan dari pasar modal hanya bisa didapat dengan membeli saham di harga murah dan menjualnya di harga mahal maka peluang untuk mendapat keuntungan menjadi terbatas. Maka muncullah ide transaksi short selling dimana trader bisa mendapat keuntungan ketika memperkirakan bahwa harga saham akan melemah.

              Jadi trader bisa mendapat keuntungan dari dua sisi yaitu saat market membentuk trend bullish dan saat market membentuk trend bearish. Dengan diberlakukannya transaksi short selling akan membuat trader dan investor lebih tertarik karena mereka tahu bahwa keuntungan bisa didapat dari dua sisi yang berbeda.

              Namun bagi para trader forex kegiatan transaksi short selling ini bukanlah hal yang luar biasa karena dalam trading forex para trader sejak awal memiliki kesempatan membukukan keuntungan saat harga bergerak bullish dan saat harga bergerak bearish. Jadi saya perkirakan para trader forex akan biasa saja ketika mengetahui ada transaksi yang bernama short selling di pasar modal.

              Kenapa pengelola Bursa Efek Indonesia melarang transaksi Short Selling?

              Jika melihat data sejarah kita bisa mengetahui bahwa beberapa kali pihak pengelola Bursa Efek Indonesia melakukan pelarangan transaksi short selling namun selang beberapa bulan berikutnya kembali diizinkan. Sebelum bulan Maret 2020 transaksi short selling masih diizinkan oleh pengelola BEI namun tepat pada awal bulan Maret 2020 akhirnya pengelola BEI memutuskan untuk melarang transaksi short selling sementara waktu. Alasan yang mendasari pelarangan short selling adalah:

              # Mencegah harga saham melemah super signifikan

              Jika kita melihat fakta pada bulan Maret dan April tahun 2020 banyak saham blue chip yang harganya turun hingga mencapai 50% dan perlu diketahui bahwa saat terjadinya penurunan harga di banyak saham tersebut pemerintah melalui pengelola BEI sudah melarang transaksi short selling. Bayangkan jika di bulan Maret dan April 2020 itu pengelola BEI masih mengizinkan transaksi short selling, apa yang akan terjadi?

              Ya, kemungkinan besar harga berbagai saham akan melemah jauh lebih signifikan. Jika tanpa short selling harga saham melemah bisa mencapai 50% maka dengan diizinkannya transaksi short selling ada kemungkinan besar harga saham bisa melemah lebih besar lagi misalnya hingga 80%. Jadi demi menjaga keberlangsungan pasar modal akhirnya dibuatlah pelarangan transaksi short selling untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

              Comment

              Advanced mode
              • #8 Collapse

                Originally posted by yhasyim View Post
                BEI kemungkinan besar akan menerapkan perdagangan secara short sell,apakah pengertian short sell dan hal apakah yang menjadi dasar untuk menerapkan kebijakan ini dan apakah kelebihan serta kekurangan dari kebijakan ini.terima kasih
                Short selling merupakan kebijakan dalam dunia finance yang memperbolehkan investor mendapatkan keuntungan ketika nilai aset turun. Short selling merupakan praktik yang mudah dijumpai dalam perdagangan saham, futures, dan forex. Investor biasanya diwajibkan memberi jaminan margin kepada broker (sekuritas) agar bisa melakukan short. Sementara lawan dari short adalah long, di mana investor bisa meraup cuan saat nilai aset naik.


                Bagaimana cara kerja short selling?

                Ada beberapa cara melakukan short selling. Cara yang paling umum menggunakan short selling "fisik". Jadi investor akan meminjam aset (saham atau obligasi) dari broker (sekuritas) lalu menjualnya di pasar. Investor nantinya akan membeli aset dalam jumlah yang sama untuk dikembalikan kepada broker. Jika harga jatuh setelah eksekusi order short selling, maka investor akan mendapatkan keuntungan sebesar selisih nilainya. Sebaliknya jika harga aset naik melebihi harga order short, maka investor akan mengalami kerugian. Kerugian ini berasal dari biaya meminjam aset (semacam bunga) plus harga pembelian aset kembali.

                Spoiler Spoiler:


                Cara short selling selanjutnya dilakukan di futures dan opsi. Di mana investor mendapatkan hak menjual aset sesuai dengan harga tertera pada kontrak. Prinsipnya sama dengan short selling "fisik", jika harga turun di bawah harga kontrak maka investor untung. Namun jika harga naik di atas harga kontrak, investorpun merugi. Cara short selling lainnya melalui jenis swap khusus yang berisi perjanjian dua pihak yang bakal membayar selisih harga aset.


                Contoh kasus short selling

                Misalkan saja seorang investor ingin melakukan short selling BBCA sebesar 7 juta rupiah. Saat ini harga BBCA diberandol 35 ribu perlembar dan investor akan meminjam 200 lembar BBCA. Jika beberapa waktu kemudian harga BBCA turun menjadi 30 ribu, dan investor menutup posisi short selling maka ia mendapatkan keuntungan sebesar 1 juta rupiah (5 ribu x 200 lembar). Ketika posisi short selling ditutup, order akan otomatis mengeksekusi pembelian BBCA di harga 30 ribu sebanyak 200 lembar. Saham ini nanti akan ‘dikembalikan’ kepada sekuritas. Namun seandainya harga BBCA malah naik menjadi 40 ribu perlembar, maka investor tersebut akan rugi sebesar 1 juta. Karena ia harus membeli kembali BBCA di harga 40 ribu dari tadinya 35 ribu.


                Short selling di Bursa Efek Indonesia

                Short selling di BEI dikenal dengan istilah ‘jual kosong’. Praktik ini memiliki tiga landasan hukum, yaitu Peraturan BEI no II-H mengenai transaksi margin dan short selling, Peraturan BEI no III-I mengenai keangggotaaan margin dan short selling, dan Peraturan BAPEPAM LK Nomor V.D. Inti aturan dari ketiganya yaitu tidak semua pihak diperbolehkan melakukan short selling. Investor yang boleh melakukanya adalah mereka yang ‘egible’ dan mengisi order dengan spesifik. Sementara bagi sekuritasnya diwajibkan menjalin kerjama dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

                Sepanjang sejarah BEI, praktik short selling sempat tiga kali membikin heboh. Adapun tiga kasus tersebut yaitu:

                - Kasus yang pertama adalah gagalnya serah terima saham Bank Pikko di tahun 2000. Pihak otoritas menjatuhkan denda kepada sekuritas yang gagal melakukan serah terima.

                - Kasus yang kedua adalah jatuhnya IHSG selama 2 minggu sebesar 400 poin di bulan Septermber 2008. Dari tadinya di level 2.164,62 ambles ke level 1.719,25 poin. Untuk mencegah kejatuhan yang lebih dalam, maka short selling dilarang.

                - Kasus yang ketiga adalah aksi spekulasi ketika IHSG jatuh di tahun 2015. Saat IHSG menyentuh level terendah selama dua tahun, ada sejumlah spekulan yang mencoba meraih keuntungan di tengah kesempitan. Sama seperti tahun 2008, di tahun 2015 short selling juga dilarang.

                Kasus yang terbaru adalah pelarangan short selling di tahun 2020 ketika market crash akibat corona. Rencananya praktik short selling akan dibuka pertanggal 1 Februari 2021, namun berdasarkan berita terbaru (30/1), pihak BEI memutuskan menundanya sampai batas waktu yang belum ditentukan. Alasannya karena market dirasa masih belum tenang dan IHSG sedang mengalami penurunan.


                Keuntungan dan kerugian

                Keuntungan

                a. Dari perspektif

                - kebijakan keberadaan short selling dapat menciptakan likuiditas pasar. Sehingga antrian order transaksi menjadi lebih cepat tereksekusi.

                b. Dari perspektif investor

                - Kebijakan ini memungkinkan investor untuk mendapatkan keuntungan two way opportunity. Maksudnya investor bisa mendapatkan keuntungan ketika harga aset naik maupun saat aset turun.
                - Investor dapat mengeksplorasi berbagai strategi perdagangan yang tidak ditemukan pada pasar yang tidak menawarkan short selling.

                Kerugian

                a, Dari perspektif kebijakan

                - Potensi rush IHSG atau minimal IHSG bakal melemah seperti kasus tahun 2008 dan 2015
                - Kemungkinan gagal serah terima sekuritas seperti yang terjadi pada kasus Bank Pikko.

                b. Dari perspektif investor

                - Short selling tidak memberikan hak deviden dan hak suara yang umumnya dimiliki pemegang saham. Karena saham yang dishort akan dikembalikan kepada sekuritas.
                - Short selling menciptakan kepanikan di kalangan investor retail.
                - Ada faktor resiko dari margin yang dijaminkan kepada pihak sekuritas.
                - Khusus di BEI, tidak semua investor diijinkan melakukan short selling. Jadi hanya investor yang dirasa layak saja oleh sekuritas.
                Guest's Avatar
                Last edited by ; 31.01.2021, 11:31.

                Comment

                Advanced mode
                • #9 Collapse

                  Originally posted by yhasyim View Post
                  BEI kemungkinan besar akan menerapkan perdagangan secara short sell,apakah pengertian short sell dan hal apakah yang menjadi dasar untuk menerapkan kebijakan ini dan apakah kelebihan serta kekurangan dari kebijakan ini.terima kasih
                  Pengertian Short Sell

                  Short Sell (Short Selling) adalah aksi menjual saham tanpa harus memiliki saham tersebut terlebih dahulu. Aksi tersebut bisa dilakukan karena menggunakan margin yang dipinjamkan oleh Broker untuk menjual saham disaat harganya sudah cukup tinggi dan kemudian Investor bisa membeli kembali saham tersebut ketika harganya turun. Saat harga turun dan Investor membeli saham itulah Investor membayar ke Broker atas penjualan saham sekaligus mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli saham.

                  Lawan dari Short sell adalah Long yaitu aksi beli saham yang dilakukan oleh Investor lalu menyimpannya sampai pada harga tertentu dan menjualnya ketika harga naik. Ketika seorang Investor melakukan short sell disaat itu pula investor meminjam dana dari Broker, sementara broker juga meminjam dana dari investor lain yang sedang melakukan aksi long untuk diberikan kepada investor yang melakukan short.

                  Sejarah Istilah "Short Sell"

                  Istilah "Short" sudah digunakan sejak abad ke 19 dimana posisi short dilakukan oleh seorang Investor atau trader saat akun yang dimiliki penjual berada pada kondisi defisit. Penggunaan short ini mulai diatur pada tahun 1929 dan juga tahun 1940 karena aksi tersebut tidak jarang membuat perekonomian terganggu, misalnya tudingan atas runtuhnya wall street pada tahun 1929 juga mengarah ke para Short seller.

                  Contoh lainnya yaitu aksi short sell secara besar-besaran pada saat terjadinya Gelembung ekonomi seperti gelembung dot com dimana banyak Investor yang memanfaatkan ketidakpastian pasar dan isu-isu yang beredar dengan melakukan aksi short sell, untuk itulah istilah "short sell" ini menjadi polemik dan banyak kontroversi di dalamnya.

                  Mekanisme atau Cara Kerja Short Selling

                  Seorang Investor meminjam saham kepada pialang (Broker) dimana jumlah saham yang boleh dipinjam sudah diatur dalam aturan tertentu dan pada umumnya disesuaikan dengan jumlah dana yang didepositkan ke Broker. Dana (saham) yang sudah dipinjam kemudian dijual oleh Investor dimana hasil penjualan akan dikreditkan ke akun atau rekening Broker.

                  Untuk menutup posisi short yang diambil maka Investor harus melakukan long (buy saham) dimana keuntungan atau kerugian yang diperoleh Investor tergantung dari harga saham selanjutnya, jika saham kemudian turun maka Investor akan mendapatkan keuntungan namun jika harga saham justru semakin naik maka Investor akan mengalami kerugian. Ketika transaksi short sell sudah selesai saat Investor melakukan long maka disaat itulah Investor mengembalikan saham yang dipinjamnya dari Broker.

                  Keuntungan adanya Short selling

                  Tidak mungkin kebijakan melakukan short sell ini diberlakukan kembali jika tidak memiliki keuntungan. Keuntungan dari adanya aksi short sell bisa berdampak baik bagi pasar modal terutama berkaitan dengan likuiditas. Short selling sendiri merupakan kebijakan dalam sebuah layanan dan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dengan bertambahnya likuiditas pasar saham maka ketahanan dan resiliensi bursa domestik akan lebih kuat.

                  Dari sudut pandang Investor sendiri adanya short selling dan kebijakan memperbolehkan Investor melakukan short selling menjadi keuntungan dan kesempatan tersendiri. Investor yang suka dengan tantangan sebuah Investasi yang beresiko akan melakukan short selling, meskipun dari segi resiko aksi tersebut memiliki resiko yang cukup besar namun dari segi keuntungan juga merupakan sebuah kesempatan yang tidak selalu ada dalam mendapatkan keuntungan yang besar dan cepat.

                  Karakteristik dan Resiko Short Selling

                  Meskipun short selling memiliki potensi keuntungan yang cukup besar dan cepat namun disisi lain aksi tersebut juga memiliki resiko yang cukup besar, untuk itu Investor harus mengetahui setiap potensi resiko dan juga karakteristik dari investasi yang akan dilakukan. Beberapa karakteristik dan resiko dari Short sell antara lain:
                  • Memiliki potensi kerugian yang tak terbatas terutama saat Investor melakukan short sell secara terus menerus
                  • Adanya aksi menjual saham yang sedang dipinjam oleh Investor sehingga terpaksa Investor harus membeli saham dan mengembalikan kepada si peminjam pada posisi yang kurang menguntungkan
                  • Dengan menggunakan posisi margin maka Investor harus membayar bunga sebagai imbal hasil untuk si peminjam, maka jika semakin lama menahan posisi short maka bunga yang harus dibayarkan juga akan semakin besar
                  • Potensi terkena force sell pada kondisi akun mengalami penurunan nilai dibawah batas aman, kalau dalam trading forex istilahnya adalah stop out, pada kondisi tersebut investor akan dipaksa untuk menjual saham pada saat itu atau dipaksa untuk membeli kembali saham.
                  • Apabila saham yang sedang dipinjam Investor sedang dibagikan dividen nya oleh perusahaan terkait maka investor harus membayarnya
                  • Apabila perusahaan yang sahamnya dipinjam investor melakukan stock split atau reverse stock split maka Investor harus mengembalikan saham yang dipinjam sesuai rasio saham yang digunakan untuk short sell

                  Dasar kebijakan BEI membuka kembali Short Selling

                  Short selling memang sering menjadi kontroversi karena sudah beberapa kali membuat kekacauan di market sehingga banyak pemerintah suatu negara sering menghentikan sementara kebijakan short selling. Indonesia sendiri melalui BEI juga sudah beberapa kali menghentikan kebijakan short selling ini. Misalnya pada tahun 2008 lalu, adanya kebijakan short selling membuat saham IHSG jatuh selama 2 minggu berturut-turut, kemudian tahun 2020 lalu dimana pandemi covid-19 mengobrak abrik tatanan ekonomi, aksi tersebut juga sempat membuat crash di pasar keuangan.

                  Namun dilihat dari segi kebutuhan dan keuntungan adanya Short selling maka BEI berencana memberlakukan lagi kebijakan tersebut. Selain alasan untuk meningkatkan likuiditas bursa, Short selling dibuka kembali karena pasar sudah terlihat kembali normal, ditandai dengan peningkatan nilai transaksi. Kali ini BEI akan lebih mempertimbangkan terkait aturan short selling karena meskipun pernah menimbulkan kekacauan di pasar, short selling akan berjalan lancar selama dilakukan sesuai aturan misalnya melakukan short sell dengan menetapkan list margin, tidak melakukan naked short sell dan sebagainya.

                  Comment

                  Advanced mode
                  • #10 Collapse

                    Penjelasan tentang Short Selling

                    Originally posted by yhasyim View Post
                    BEI kemungkinan besar akan menerapkan perdagangan secara short sell,apakah pengertian short sell dan hal apakah yang menjadi dasar untuk menerapkan kebijakan ini dan apakah kelebihan serta kekurangan dari kebijakan ini.terima kasih
                    Trading short selling adalah strategi yang digunakan saat investor memperkirakan harga saham akan turun. Cara tradisional untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangan saham adalah dengan "membeli saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi", tetapi investor melakukannya dalam urutan terbalik ketika investor ingin melakukan short selling. Singkatnya, investor menjual saham yang tidak investor miliki yang dipinjam dari broker. Setelah investor melakukan short posisi melalui short-sale, dimana pada akhirnya perlu membeli kembali untuk menutup posisi, yang berarti investor membeli kembali sahamnya nanti dan mengembalikan saham tersebut ke broker tempat investor meminjam saham tersebut. Investor bisa mendapat untung dari short selling jika membeli kembali saham dengan harga lebih rendah.

                    Saat Yang Tepat Untuk Short Selling

                    Sekilas, orang mungkin mengira bahwa short selling sama lazimnya dengan memiliki saham. Namun, relatif sedikit investor yang menggunakan strategi short selling.

                    Salah satu alasannya adalah perilaku pasar secara umum. Sebagian besar investor memiliki saham, dana, dan investasi lain yang ingin mereka lihat nilainya naik. Pasar saham dapat berfluktuasi secara dramatis dalam periode waktu yang singkat, tetapi dalam jangka panjang memiliki bias ke atas yang jelas. Bagi investor jangka panjang, memiliki saham merupakan taruhan yang jauh lebih baik daripada menjual seluruh pasar saham. Short selling jika ingin digunakan adalah paling cocok sebagai strategi keuntungan jangka pendek.

                    Terkadang, seseorang akan menemukan investasi yang menurut prediksinya akan turun dalam jangka pendek. Dalam kasus tersebut, short selling bisa menjadi cara untuk mendapatkan keuntungan dari kemalangan yang dialami perusahaan. Meskipun short selling lebih rumit daripada sekadar bertransaksi dan membeli saham, short selling dapat memungkinkan seseorang menghasilkan uang ketika orang lain melihat portofolio investasi mereka menyusut.

                    Contoh Short Selling

                    Seorang investor memprediksi bahwa Saham Y, yang diperdagangkan dengan harga Rp1000 per saham akan turun ketika perusahaan mengumumkan pendapatan tahunannya dalam satu minggu. Oleh karena itu, investor meminjam 100 saham dari broker sambil menjual saham tersebut ke pasar. Sehingga saat ini investor tersebut “melakukan short selling” 100 lembar saham Y yang tidak dimilikinya dengan harapan harga saham tersebut akan turun.

                    Seminggu kemudian, harga Saham Y turun menjadi Rp 900 per saham setelah perusahaan mengumumkan pendapatan tahunan. Investor memutuskan untuk menutup posisi pendek, jadi dia membeli kembali 100 saham Y dari pasar terbuka dengan harga Rp 900 per saham dan mengembalikan saham tersebut ke broker yang ini adalah pesanan buy-to-cover. Oleh karena itu, investor mendapat untung Rp 100 per saham dan keuntungan total Rp 10.000 untuk seluruh transaksi tidak termasuk komisi dan bunga.

                    Namun, jika harga saham naik menjadi Rp 1100 per saham dan investor memutuskan untuk menutup short selling, dia perlu membeli saham untuk menutupi 100 saham dari pasar terbuka dengan harga saat ini. Kerugian dari transaksi short selling ini akan menjadi Rp 100 per saham yang berarti kerugian total Rp 10.000 (tidak termasuk komisi dan bunga), karena saham tersebut dibeli kembali dengan harga yang lebih tinggi.

                    Alternatif Short Selling

                    Alternatif untuk shorting yang membatasi eksposur downside adalah dengan membeli opsi jual pada sebuah saham. Pada dasarnya, opsi jual memberi investor hak, tetapi bukan kewajiba untuk menjual saham pada harga yang telah ditentukan sebelumnya (dikenal sebagai harga kesepakatan) kapan saja sebelum kontrak opsi berakhir. Misalnya, jika seseorang membeli opsi jual di saham dengan harga kesepakatan Rp 1000 dan saham turun menjadi Rp600, investor tersebut kemudian dapat membeli saham seharga Rp 600 dan menggunakan opsi untuk menjualnya seharga Rp 1000, sehingga mendapat untung dari penurunan saham. .

                    Jadi, opsi jual mirip dengan shorting, meskipun kemungkinan besar kerugian yang mungkin dialami adalah apa yang investor bayar untuk opsi jual tersebut. Sekarang, Ini bisa menjadi alternatif yang lebih baik untuk eksposur kerugian tak terbatas yang ada pada trading dengan short selling.
                    disclaimer, tulisan di atas bukan panduan

                    https://opensea.io/collection/cfiles504-collection

                    Comment

                    Advanced mode
                    • #11 Collapse

                      Originally posted by yhasyim View Post
                      BEI kemungkinan besar akan menerapkan perdagangan secara short sell,apakah pengertian short sell dan hal apakah yang menjadi dasar untuk menerapkan kebijakan ini dan apakah kelebihan serta kekurangan dari kebijakan ini.terima kasih
                      Apa Itu Short Selling ?

                      Short selling merupakan strategi*dalam investasi*maupun*trading*yang berpicu terhadap spekulasi pada penurunan harga saham atau sekuritas lainnya. Hal ini merupakan sebuah strategi lanjutan yang direkomendasikan hanya boleh dilakukan oleh*trader*maupun investor berpengalaman.

                      Trader dapat menggunakan strategi short selling sebagai spekulasi. Investor atau manajer*portofolio*dapat menggunakan hal ini sebagai*hedging*maupun pelindung nilai terhadap risiko penurunan posisi long yang terjadi dalam*sekuritas*yang sama. Spekulasi ini mempunyai potensi membawa yang besar risiko besar dan merupakan metode trading tingkat lanjut. Sebagai informasi hedging adalah buy atau sell pada daerah levelan tertentu dengan tujuan mengunci profit maupun menahan loss.

                      Dalam short selling, suatu posisi dapat dibuka dengan meminjamkan saham maupun aset lainnya yang diyakini investor akan turun nilainya pada periode waktu tertentu. Selanjutnya investor akan menjual saham pinjaman tersebut kepada yang bersedia membelinya dan tentunya dengan harga sesuai dengan pasarannya. Sebelum saham yang dipinjamkan harus segera dikembalikan, trader berpendapat bahwa harga akan terus menurun dan mereka dapat membelinya dengan biaya lebih rendah dengan tujuan mendapatkan profitnya. Risiko kerugian pada short selling secara teorinya tidak terbatas karenakan harga aset apapun bisa saja naik hingga levelan yang tidak terbatas.

                      Untuk membuka short selling ini biasanya trader diharuskan memiliki akun dengan tingkatan margin yang lebih karena harus membayar buka ketika posisi orderan terbuka. Sedangkan untuk menutup short selling ini, trader diharuskan untuk membeli kembali sahamnya dengan harapan harga yang dipinjamkan asetnya.

                      Keuntungan Short Sell
                      • Bisa mendapatkan profit secara tinggi
                      • Modal yang digunakan cenderung rendah
                      • Dapat potensi investasi dengan leverage


                      Kerugian Short Sell
                      • Membutuhkan akun margin
                      • Terdapat bunga yang akan muncul
                      • Terdapat potensi mengalami kerugian yang tidak terbatas
                      Take your choice and take your risk, pain is beautiful.

                      Comment

                      Advanced mode
                      • #12 Collapse

                        Apa itu Short Selleing

                        Short selling adalah strategi mendapatkan profit dengan cara menjual saham yang nilainya diperkirakan akan turun dengan harga tinggi lalu membelinya kembali pada harga terendah. Short selling menjadi kontroversi tersendiri di tataran penyelenggara pasar modal, karena dinilai memicu penurunan pasar saham.

                        Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah beberapa kali menghentikan sementara waktu aktivitas short selling. Terakhir pada Maret 2020 lalu, setelah pasar saham mengalami penurunan enam hari berturut-turut. Otoritas bursa Amerika Serikat pada 2008 pernah melarang short selling untuk menghindari kejatuhan lebih dalam indeks global ketika terjadi krisis finansial.



                        Mengapa Short Selling Kontroversial ?

                        Sebagai sebuah strategi transaksi tidak ada persoalan dengan short selling. Investor menjual saham saham dengan harga tinggi sebelum harganya jatuh merupakan sesuatu yang sangat wajar. Namun, cara menjalankannya yang menjadi perdebatan karena mengarah kepada spekulasi.

                        Investor yang melakukan short selling tidak pernah betul-betul memiliki saham yang dijual. Dia hanya meminjam (on margin) dari pialang. Saham itu kemudian dijual dengan harga tinggi, lalu pada saat harganya turun dibeli kembali untuk dikembalikan kepada pialang. Oleh karena itu, short selling juga dikenal dengan istilah jual kosong.

                        Agar lebih mudah memahami apa itu short selling, ilustrasinya kurang lebih seperti ini. Harga saham PT. A saat ini Rp 10.000 per lembar. Anda memperkirakan dalam dua pekan mendatang harganya akan turun ke Rp7.000 per lembar.

                        Karena melihat potensi keuntungan, anda bermaksud untuk menjual saham PT. A. Namun, karena anda tidak memilikinya, anda kemudian meminjam dari pialang B dan menjualnya kepada investor lain di harga Rp10000.Ternyata prediksi anda tepat, saham PT. A turun ke Rp7000 per lembar.

                        Anda kemudian membelinya di harga tersebut untuk dikembalikan kepada pialang B dan mendapatkan keuntungan kotor Rp3000 per lembar saham. Disebut keuntungan kotor karena anda juga harus membayar imbal jasa kepada broker B atas layanan peminjaman saham tadi.

                        Berdasarkan ilustrasi di atas, bisa dilihat bahwa investor yang menjalankan short selling mendapatkan keuntungan dari selisih harga penjualan dan harga pembelian kembali. Keuntungan itu akan didapatkan investor apabila harga saham yang menjadi objek short selling betul-betul turun. Inilah yang memunculkan anggapan investor akan menunggangi penurunan bursa saham.

                        Comment

                        Advanced mode
                        • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
                        • #13 Collapse

                          Originally posted by ferdiasila View Post
                          Short selling adalah strategi mendapatkan profit dengan cara menjual saham yang nilainya diperkirakan akan turun dengan harga tinggi lalu membelinya kembali pada harga terendah. Short selling menjadi kontroversi tersendiri di tataran penyelenggara pasar modal, karena dinilai memicu penurunan pasar saham.

                          Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah beberapa kali menghentikan sementara waktu aktivitas short selling. Terakhir pada Maret 2020 lalu, setelah pasar saham mengalami penurunan enam hari berturut-turut. Otoritas bursa Amerika Serikat pada 2008 pernah melarang short selling untuk menghindari kejatuhan lebih dalam indeks global ketika terjadi krisis finansial.



                          Mengapa Short Selling Kontroversial ?

                          Sebagai sebuah strategi transaksi tidak ada persoalan dengan short selling. Investor menjual saham saham dengan harga tinggi sebelum harganya jatuh merupakan sesuatu yang sangat wajar. Namun, cara menjalankannya yang menjadi perdebatan karena mengarah kepada spekulasi.

                          Investor yang melakukan short selling tidak pernah betul-betul memiliki saham yang dijual. Dia hanya meminjam (on margin) dari pialang. Saham itu kemudian dijual dengan harga tinggi, lalu pada saat harganya turun dibeli kembali untuk dikembalikan kepada pialang. Oleh karena itu, short selling juga dikenal dengan istilah jual kosong.

                          Agar lebih mudah memahami apa itu short selling, ilustrasinya kurang lebih seperti ini. Harga saham PT. A saat ini Rp 10.000 per lembar. Anda memperkirakan dalam dua pekan mendatang harganya akan turun ke Rp7.000 per lembar.

                          Karena melihat potensi keuntungan, anda bermaksud untuk menjual saham PT. A. Namun, karena anda tidak memilikinya, anda kemudian meminjam dari pialang B dan menjualnya kepada investor lain di harga Rp10000.Ternyata prediksi anda tepat, saham PT. A turun ke Rp7000 per lembar.

                          Anda kemudian membelinya di harga tersebut untuk dikembalikan kepada pialang B dan mendapatkan keuntungan kotor Rp3000 per lembar saham. Disebut keuntungan kotor karena anda juga harus membayar imbal jasa kepada broker B atas layanan peminjaman saham tadi.

                          Berdasarkan ilustrasi di atas, bisa dilihat bahwa investor yang menjalankan short selling mendapatkan keuntungan dari selisih harga penjualan dan harga pembelian kembali. Keuntungan itu akan didapatkan investor apabila harga saham yang menjadi objek short selling betul-betul turun. Inilah yang memunculkan anggapan investor akan menunggangi penurunan bursa saham.
                          Ngapain di sini om, kangen ketemu ane ya
                          Klick ==>>>

                          Comment

                          Advanced mode

                          Online

                          Working...
                          X