Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Apa Itu Risk Management Dalam Forex?
    Apa itu risk management dalam forex? Tolong jelaskan
    Teknik Tepat Sasaran
    Fays ID 8's Trading Journal
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by Fays ID 8 View Post
    Apa itu risk management dalam forex? Tolong jelaskan
    Apa itu Risk Management

    Risk management resiko itu yaitu kepintaran atau kemampuan trader dalam mengelola segala resiko kerugian dengan benar. Bisa dibilang juga kemampuan seseorang dalam menangani ketidakpastian dengan cara menaati aturan ataupun disiplin. Nah, dalam hal ini kita berbicara dalam forex. Contoh kecil dalam forex dalam penerapan risk management adalah selalu menempatkan orderan dengan realistis dan tidak ambius dalam konteks ini tidak serakah (over lot), selalu menjalankan nilai nilai realistis selayaknya trading sehat. Contoh lainnya menerapkan stoploss serta ketika akan memasuki market dianalisa penuh dengan perhitungan karena dalam setiap orderan yang kita buka akan ada resiko didalamnya, resiko mengalami kerugian (loss).

    Di dalam forex terdapat beberapa jenis resiko manajemen forex. Seperti ada resiko yang dapat dikendalikan oleh trader dan ada juga yang tidak dapat dikendalikan. Seperti contoh manajemen resiko yang bisa dikendalikan yakni resiko trading, risk trading adalah resiko yang diambil oleh trader ketika menentukan seberapa besar modal dan volume transaksi.

    Risk trading juga terbagi menjadi dua yaitu, Risk Ekuitas Total dan Risk per Posisi Trading.
    • Risk Ekuitas Total adalah batasan maksimal yang dianjurkan para trader professional. Trader hanya diperbolehkan menggunakan 20-30 persen dari total ekuitas total.
    • Risk per Posisi Trading merupakan kurang lebih sama, namun untuk yang satu ini adalah menerapkannya secara per orderan transaksi sebagai contoh selalu menggunakan stoploss di setiap transaksi dengan maksimum 2-5% dari modal keseluruhan.


    Manfaat Risk Management

    Dengan Risk Management diharapkan trader bisa mendapatkan kenyamanan serta keamanan dalam trading. Soalnya, bisa kita ketahui dengan menerapkan risk management tiap trader akan mampu mengukur resiko yang bisa mengancam modal dirinya serta menghindarkan dari potensi margin call atau setidaknya meminimalisir kerugian.
    Take your choice and take your risk, pain is beautiful.

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Apa itu risk management dalam forex?

      Risk management dalam forex merupakan tindakan individu yang memungkinkan trader untuk melindungi dari kerugian / resiko perdagangan. Itu artinya jika risiko bisa dikendalikan maka peluang keuntungan bisa lebih tinggi dan mudah mencapai target yang diinginkan. Akan tetapi jika peluang kerugian yang terjadi signifikan lebih besar. Maka akan berdampak pada akun trading dan berpotensi MC. Oleh karena itu, seorang trader harus mampu mengelola manajemen risiko untuk meminimalkan kerugian, sambil memaksimalkan keuntungan. Risk management sebenarnya juga termasuk keterampilan utama bagi setiap trader yang harus dimiliki.

      Pertanyaan nya, bagaimana cara menggunakan risk management?

      1. Pip / Poin

      Dalam likuiditas perdagangan forex tentu kita mengenal istilah pip dan poin. Jadi untuk menghitung risiko sebaiknya gunakan angka pip step supaya lebih mudah menghitungnya. Kalau menggunakan data nominal USD misalkan sepertinya agak sulit kalau bagi saya. Selain daripada itu, hitungan persen juga bisa dilakukan seperti berapa banyak yang harus kita risikokan? Aturan praktis yang baik adalah hanya mengambil risiko antara 1 dan 3% dari saldo akun per transaksi. Jadi, misalnya, jika kita memiliki akun $ 100.000, jumlah risiko akan menjadi $ 1.000 - $ 3.000.

      2. Ukuran Lot

      Memilih ukuran posisi yang tepat, atau jumlah lot yang diambil pada setiap transaksi sangat penting karena ukuran yang tepat akan melindungi akun trading dan memaksimalkan peluang keuntungan. Untuk memilih ukuran posisi, kita perlu menetapkan stoploss, menentukan persentase risiko, dan mengevaluasi pip dan ukuran lot. Contoh saya menggunakan saldo $1.000 berarti lot maksimal saya adalah 0,02.

      3. Stoploss

      Konsep lain untuk dipahami pada manajemen risiko yang efektif dalam perdagangan forex adalah mengetahui titik kapan transaksi ditempatkan dan kapan harus keluar dari posisi tersebut jika analisanya salah. Jadi di sini ada kaitannya dengan persentase risiko dan hitungan pip. Contohnya saya ketika sell di area resistance maka stoplossnya ditempatkan 10 piupi di atas resistance dengan perhitungan 3% dari saldo.

      Demikianlah tiga hal yang sangat penting bagaimana cara menggunakan risk management yang baik. Tentu dalam hal ini harus disertai dengan pengendalian emosional (psikologis) sebab sia sia saja kalau melakukan manajemen modal tapi diri pribadi tidak dapat dikendalikan.

      Comment

      Advanced mode
      • #4 Collapse

        Originally posted by Fays ID 8 View Post
        Apa itu risk management dalam forex? Tolong jelaskan
        Risk Management adalah serangkaian langkah yang dilakukan oleh trader forex mulai dari memprediksi risiko yang mungkin terjadi dan menentukan respon seperti apa yang perlu dilakukan menghadapi risiko tersebut. Hal ini sebenarnya sudah umum di kalangan terpelajar yang selalu berusaha meminimalisir kerugian dan berharap mendapat keuntungan maksimal. Sehingga ada beberapa respon yang bisa dilakukan ketika trader berhadapan dengan risiko, seperti:
        • Menghindari risiko. Jika kalian sudah trading bertahun-tahun maka sebagian dari kalian pasti pernah membuat keputusan untuk tidak melakukan entry walaupun indikator maupun data fundamental sudah memberikan sinyal entry. Hal ini merupakan salah satu langkah dari trader untuk menghindari risiko karena menduga bahwa harga kemungkinan besar tidak bergerak sesuai sinyal yang diberikan.

        • Memperkecil risiko. Selain melakukan penghindaran risiko langkah lain yang bisa dilakukan oleh trader adalah memperkecil risiko. Salah satu penerapan konkritnya melakukan entry dengan lot lebih kecil. Misal di saat kondisi normal trader akan melakukan entry dengan lot 1 namun ketika melihat adanya risiko cukup besar akhirnya membuat keputusan entry dengan lot 0,20 yang notabene lebih kecil.

        • Menerima risiko. Terkadang seorang trader tidak melihat adanya risiko yang mungkin terjadi sebelum melakukan entry. Sampai akhirnya baru melihat munculnya risiko setelah melakukan entry. Hal ini membuat trader dihadapkan pada beberapa pilihan antara lain melakukan cut loss jika sedang berada dalam floating loss atau cut profit jika beruntung sedang berada dalam floating profit.

        Langkah-langkah menerapkan risk management
        • Menemukan risiko. Jika berbicara mengenai trading forex maka beberapa risiko yang mungkin terjadi adalah kerugian saat entry sesuai trend dan kerugian saat entry counter trend. Trader harus mempelajari risiko apa yang mungkin terjadi ketika menerapkan strategi follow trend atau counter trend. Sehingga ketika trader cenderung suka follow trend sebaiknya entry buy saat harga sedang membentuk “low” dalam sebuah trend bullish. Jika muncul trend bearish lakukanlah entry sell saat harga sedang membentuk “high”.

        • Mengukur risiko. Untuk mengukur risiko dalam trading forex sebenarnya sangat sulit. Tidak ada yang tahu berapa pip harga akan bergerak bullish dan berapa pip harga akan bergerak bearish. Sehingga salah satu solusinya adalah mengukur berapa range harga rata-rata harian untuk setiap pair. Sehingga data tersebut bisa dijadikan patokan untuk mengukur risiko. Misal untuk pair EURUSD punya range rata-rata harian sebesar 50 sampai 100 pip, sehingga trader bisa membuat estimasi bahwa peluang kerugian setelah entry juga berkisar 50 sampai 100 pip.

        • Membuat keputusan. Hal paling penting dalam trading forex adalah membuat keputusan entry. Setelah mengetahui berapa risiko yang mungkin muncul dari pair seperti EUR/USD sebesar 50 sampai 100 pip selanjutnya trader perlu membuat keputusan berapa lot yang harus digunakan untuk melakukan entry. Ketika misalnya trader menentukan risiko di angka 2% dengan modal USD 1.000 artinya risiko yang siap diterima sebesar USD 20 sehingga lot ukuran standar yang digunakan maksimal 0,02 (1 pip = USD 0,10)
        Guest's Avatar
        Last edited by ; 16.12.2020, 14:42.

        Comment

        Advanced mode
        • #5 Collapse

          Risk Management Dalam Trading Forex


          Risk Management dalam artian umum merupakan sebuah upaya untuk mengelola resiko dalam sebuah bisnis. Sudah kita ketahui bahwa trading forex bisa dibilang sebagai sebuah bisnis untuk mendapatkan keuntungan sebagai penghasilan tambahan bahkan sebagai penghasilan utama bagi sebagian orang.

          Trading forex merupakan sebuah bisnis yang sangat sulit untuk dilakukan banyak orang. Hanya orang tertentu saja yang bisa bertahan dalam jangka panjang di bisnis ini karena resiko yang sangat besar dibelakangnya. Resiko yang terdapat dalam trading forex adalah jumlah kerugian yang bisa menghilangkan seluruh modal anda dan bisa juga menanggung rugi melebihi modal yang didepositkan. Ini disebabkan penggunaan margin dan leverage dalam trading yang membuat kita bisa membuka sebuah transaksi tanpa kita harus mempunyai modal sesuai orderan tersebut. Oleh karena itulah hanya sebagian saja yang bisa bertahan lama di bisnis ini.

          Terkadang ada juga resiko yang timbul diluar dugaan kita sebelumnya. Resiko yang ini bisa saja muncul dari broker yang anda gunakan saat ini. Beberapa waktu lalu sering terjadi broker yang memberhentikan layanannya dalam memberikan likuiditas bagi retail trader dan menyatakan bangkrut. Ketika broker bangkrut akan membuat beberapa klien merasa bingung dengan uang yang ada di akunnya karena ada saja broker yang tidak bersedia mengembalikan modal klien tersebut. Kasus broker membawa uang klien ini sering terjadi pada broker yang tidak mempunyai regulasi yang jelas dan tidak sedikit pula broker yang mempunyai regulasi bisa mengalami hal seperti ini.

          Namun, ada upaya yang bisa dilakukan agar bisa bertahan lama dalam bisnis ini, yaitu mengelola resiko. Diharapkan dengan mengelola resiko yang ada di trading forex, kita bisa mempertahankan modal kita selama mungkin. Langkah-langkah yang bisa diambil dalam mengelola resiko dalam trading forex adalah sebagai berikut.

          1. Mempunyai Beberapa Portofolio Akun Trading.

            Langkah yang bisa diambil adalah membagi modal awal kita menjadi beberapa akun. Dengan menggunakan akun yang berbeda dapat mengamankan salah satu akun kita jika akun yang lain mengalami kerugian. Mempunyai beberapa portofolio akun trading yang berbeda broker juga bisa sedikit meminimalisir resiko jika salah satu broker yang dipakai mengalami kebangkrutan dan membawa kabur uang anda.

          2. Menggunakan Leverage Yang Rendah

            Menggunakan perbandingan leverage yang rendah. Kebanyakan broker menawarkan penggunaan leverage yang cukup besar hingga 1:1000. Akan tetapi dengan menggunakan perbanding leverage yang besar akan membuat kita ingin membuka transaksi dengan ukuran lot yang besar. Menggunakan ukuran lot yang besar akan menyebabkan akun kita mengalami kerugian yang sangat besar jika transaksi tersebut mengalami kerugian dan semakin mempercepat untuk margin call.

          3. Menggunakan Lot Sesuai Modal

            Selalu menggunakan lot yang kecil merupakan langkah aman dalam trading forex. Namun, ketika modal sudah berkembang kita harus menggunakan ukuran lot yang sedikit lebih besar dari sebelumnya agar akun kita bisa berkembang. Bagi yang mempunyai modal awal yang sangat sedikit ya memang sebaiknya untuk menggunakan position size maksimal 0.05 atau 0.01 saja. Dengan menggunakan ukuran lot yang sesuai dengan modal tidak hanya membuat akun bisa berkembang semakin cepat melainkan juga memperlambat margin call yang akan kita alami.



          Sekian, jawaban dari saya semoga membantu.
           
          Foo Trading Journal

          Comment

          Advanced mode
          • #6 Collapse

            Wadaw jawaban masuk ke kategori non bonus ini pasti ahahahaha tidak tidak
             
            Foo Trading Journal

            Comment

            Advanced mode
            • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
            • #7 Collapse

              Risk manajemen itu tingkat resiko yang di hadapi dalam trading gan di sesuaikan dengan modal yang di miliki,umpama modal $100 risk loss 1% dengan perhitungan pemakaian lot maksimal 0.02 dan open terbuka maksimal 2 posisi agar bisa menajemen monet agar menghindari loss ketika market salah analisa.

              Comment

              Advanced mode

              Online

              Working...
              X