Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
This topic is closed.
X
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Apa itu Floating Exchange Rate?
    Click image for larger version

Name:	pexels-karolina-grabowska-4386473 (1).jpg
Views:	1
Size:	38.2 KB
ID:	13023351

    Sederhananya, sistem floating exchange rate terjadi ketika pasar pertukaran mata uang asing (forex) menetapkan harga mata uang berdasarkan penawaran dan permintaan mata uang lain. Hal ini berlawanan dengan fixed exchange rate dimana pemerintah sepenuhnya menentukan nilai tukar.

    Floating exchange rate berfungsi di pasar terbuka di mana spekulasi, bersama dengan kekuatan permintaan dan penawaran, mendorong harga. Struktur floating exchange rate berarti bahwa perubahan harga mata uang jangka panjang mewakili kekuatan ekonomi komparatif dan perbedaan suku bunga antar negara. Perubahan floating exchange rate jangka pendek mewakili bencana, spekulasi, serta penawaran dan permintaan harian mata uang.

    Pada grafik di bawah, peningkatan penawaran mata uang dari S1 ke S2 ​​pada permintaan yang sama D1 menyiratkan bahwa harga pasangan mata uang akan terdepresiasi. Sebaliknya, peningkatan permintaan dari D1 ke D2 pada penawaran S1 yang sama akan menyebabkan apresiasi mata uang.

    Click image for larger version

Name:	Capture.png
Views:	1
Size:	64.5 KB
ID:	13023352

    Sentimen pasar terhadap perekonomian suatu negara mempengaruhi seberapa kuat atau lemahnya mata uang floating tersebut. Misalnya, mata uang suatu negara diperkirakan akan terdepresiasi jika pasar memandang pemerintah tidak stabil.

    Meskipun floating exchange rate tidak sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah, tetapi itu dapat melakukan intervensi ketika mata uang terlalu rendah atau terlalu tinggi untuk menjaga mata uang pada harga yang menguntungkan.

    Bagaimana Cara Kerja Floating Exchange Rate?

    Harga mata uang didasarkan pada kurs floating rate atau fixed rate. Tingkat bunga floating rate umumnya ditentukan oleh pasar swasta melalui penawaran dan permintaan. Jadi, jika ada permintaan mata uang yang tinggi, kursnya naik.

    Dampak ekonomi utama dari mata uang yang kuat adalah membuat impor lebih murah bagi negara. Floating exchange rate sangat dipengaruhi oleh disparitas kekuatan ekonomi dan perbedaan suku bunga antar negara. Selain itu, perubahan suku bunga jangka pendek dihasilkan dari spekulasi investor, bencana alam atau buatan manusia, dan rumor.

    Perubahan jangka pendek yang parah dalam nilai tukar menyebabkan intervensi bank sentral, terlepas dari apakah ada ekonomi tingkat mengambang. Dalam sistem floating rate, bank sentral mentradingkan mata uang lokal mereka untuk penyesuaian nilai tukar. Ini menstabilkan pasar yang tidak stabil atau mencapai perubahan nilai tukar yang diinginkan.

    Bank sentral, seperti negara-negara G-7 (Kanada, Jerman, Prancis, Italia, Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat), berkolaborasi untuk intervensi agar berdampak maksimal. Sebaliknya, fixed exchange rate (juga disebut kurs yang dipatok) ditentukan oleh bank sentral. Nilai biasanya dipatok ke mata uang utama seperti Dolar AS, Yen atau Euro.

    Untuk menstabilkan nilai tukarnya, pemerintah mentradingkan mata uangnya dengan mata uang yang menjadi dasar (dipatok) di pasar forex. Pada kenyataannya, mata uang jarang hanya bersifat fixed atau floating, karena tekanan pasar mempengaruhi nilai tukar. berkolaborasi agar intervensi memiliki dampak maksimal.

    Floating Exchange Rate dan Perjanjian Bretton Woods

    Perlu diketahui bahwa Konferensi Bretton Woods diadakan pada bulan Juli 1944, dan dihadiri oleh 44 negara (Sekutu dalam Perang Dunia II). Hal ini menyebabkan pembentukan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia. Ini juga menghasilkan sistem fixed exchange rate yang diatur.

    Hal tersebut menempatkan harga emas di $35 per ons, dengan negara-negara yang hadir memperbaiki mata uang mereka ke dolar AS.

    1 persen penyesuaian diizinkan. Dolar AS ternyata menjadi mata uang cadangan, karena bank sentral melakukan intervensi untuk menstabilkan atau mengubah nilai tukar. Setelah jatuhnya sistem Bretton Woods antara 1968 dan 1973, sebagian besar mata uang utama melayang bebas.

    Kelebihan Floating Exchange Rate

    Ada beberapa kelebihan floating exchange rate, salah satunya adalah sebagai berikut:

    1. Stabilitas Balance of Payments (BOP)

    Balance of Payments (BOP) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama neraca pembayaran. Balance of Payments (BOP) ada dalam laporan transaksi antara entitas suatu negara dan entitas dari seluruh dunia selama periode waktu tertentu. Secara teori, setiap ketidakseimbangan dalam pernyataan itu secara otomatis mengubah nilai tukar.

    Misalnya, jika ketidakseimbangan itu defisit, itu akan menyebabkan mata uang terdepresiasi. Ekspor negara tersebut akan menjadi lebih murah, sehingga mengakibatkan peningkatan permintaan dan akhirnya mencapai keseimbangan dalam BOP.

    2. Devisa Tidak Dibatasi

    Mata uang dengan floating exchange rate dapat ditradingkan tanpa batasan, tidak seperti mata uang dengan fixed exchange rates. Oleh karena itu, pemerintah dan bank tidak harus menggunakan proses manajemen yang berkelanjutan.

    3. Efisiensi Pasar Meningkat

    Fundamental makro ekonomi suatu negara mempengaruhi floating exchange rate di pasar global, sehingga mempengaruhi aliran portofolio antar negara. Dengan demikian, floating exchange rate meningkatkan efisiensi pasar.

    4. Cadangan Devisa yang Besar Tidak Diperlukan

    Untuk floating exchange rate, bank sentral tidak diharuskan menyimpan jumlah cadangan mata uang asing yang besar untuk mempertahankan nilai tukar. Dengan demikian, cadangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengimpor barang modal.

    5. Inflasi Impor Terlindungi

    Negara-negara dengan nilai tukar tetap menghadapi masalah mengimpor inflasi melalui surplus neraca pembayaran atau harga impor yang lebih tinggi. Namun, negara-negara dengan nilai tukar mengambang tidak menghadapi masalah seperti itu.

    Kekurangan Floating Exchange Rate

    Ada beberapa kekurangan floating exchange rate, salah satunya adalah sebagai berikut:

    1. Terkena Volatilitas Nilai Tukar

    Floating exchange rate rentan terhadap fluktuasi dan sifatnya sangat fluktuatif. Nilai mata uang terhadap mata uang lain mungkin memburuk hanya dalam satu hari trading. Selanjutnya, volatilitas jangka pendek dalam floating exchange rate tidak dapat dijelaskan melalui fundamental makroekonomi .

    2. Pertumbuhan atau Pemulihan Ekonomi yang Terbatas

    Kurangnya kontrol atas floating exchange rate dapat membatasi pertumbuhan atau pemulihan ekonomi. Pergerakan nilai tukar mata uang negatif dapat menyebabkan masalah serius. Misalnya, jika dolar naik terhadap euro, akan lebih sulit untuk mengekspor ke zona euro dari AS.

    3. Masalah yang Ada Dapat Memburuk

    Jika suatu negara menderita masalah ekonomi, seperti pengangguran atau inflasi yang tinggi, floating exchange rate dapat memperparah masalah yang ada. Misalnya, depresiasi mata uang suatu negara yang sudah mengalami inflasi tinggi akan menyebabkan inflasi semakin meningkat karena peningkatan permintaan barang. Selain itu, impor yang mahal dapat memperburuk neraca berjalan negara.

    Contoh Intervensi Pemerintah dalam Nilai Tukar

    Pemerintah China melalui Peoples' Bank of China (PBOC) secara teratur mengintervensi nilai tukar untuk menjaga agar Yuan tetap undervalued. Hal ini dilakukan untuk mendepresiasi nilai Yuan yang membuat ekspor lebih murah dengan yuan dipatok ke sekeranjang mata uang untuk mencapai hal ini.

    Sekeranjang mata uang didominasi oleh Dolar AS, dan PBOC berusaha untuk menjaga Yuan dalam kisaran trading 2% di sekitar Dolar AS. PBOC mencapai ini dengan membeli mata uang lain atau terkadang obligasi pemerintah AS dan mengeluarkan lebih banyak Yuan kembali ke pasar. Dengan demikian, itu meningkatkan pasokan Yuan sambil membatasi pasokan mata uang lainnya.

    Demikian informasi seputar floating exchange rate yang mungkin perlu Anda ketahui.

Online

Working...
X