Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Memanfaatkan Keadaan Divergensi Antara Pergerakan Harga Dan Indikator Oscillator
    Menggunakan kondisi divergensi antara pergerakan harga serta pergerakan penanda oscillator merupakan salah satu tata cara trading yang memiliki probabilitas besar. Pada dasarnya kondisi divergensi terjalin sebab perbandingan kekuatan momentum antara pergerakan harga dengan pergerakan penanda. Salah satu tujuan identifikasi kondisi divergensi merupakan buat mengenali dikala retracement ataupun reversal, tetapi demikian tidak seluruh kondisi divergensi memiliki probabilitas ataupun akurasi yang besar.

    Terdapat 2 type divergensi ialah divergensi regular serta divergensi hidden( tersembunyi). Divergensi regular mengisyaratkan pembalikan arah trend( trend reversal) lagi divergensi hidden mengisyaratkan penerusan trend( trend continuation). Yang dibahas disini merupakan divergensi regular, serta penanda oscillator yang diartikan dapat RSI, stochastics, MACD, CCI, ataupun William% R.

    JENIS- JENIS DIVERGENSI REGULAR
    Divergensi regular bullish terjalin apabila pergerakan harga membentuk lower low ataupun level- level low yang lebih rendah dari tadinya sedangkan pergerakan penanda oscillator membentuk higher low ataupun level- level low yang lebih besar dari tadinya. Divergensi regular bearish terjalin apabila pergerakan harga membentuk higher high ataupun level- level high yang lebih besar dari tadinya sedangkan penanda oscillator membentuk lower high ataupun level- level high yang lebih rendah dari tadinya.



    Dalam prakteknya divergensi regular baik bullish ataupun bearish tidak wajib terjalin persis sama dengan kondisi diatas, melainkan dapat dalam wujud alterasi dari kondisi tersebut. Terdapat 3 tipe divergensi regular yang bisa jadi terjalin ialah divergensi regular class A, class B serta class C yang ketiganya mengisyaratkan pembalikan arah gerakan harga( reversal) namun dengan kekuatan( probabilitas serta akurasi) yang berbeda.

    1. Divergensi regular class A
    Divergensi ini umumnya terjalin saat sebelum retracement ataupun reversal, serta merupakan yang sangat kokoh ataupun sangat besar probabilitas- nya. Perbandingan kekuatan momentum antara pergerakan harga serta pergerakan penanda nampak dengan jelas. Dengan timing entry yang pas hasilnya hendak akurat.



    Divergensi bullish class A terjalin apabila pergerakan harga membentuk lower low sedangkan penanda oscillator membentuk higher low. Perihal ini menampilkan momentum harga buat terus bergerak turun terus menjadi menurun serta hendak lekas berputar menjajaki arah pergerakan penanda. Kebalikannya buat divergensi bearish class A harga terus bergerak naik namun momentum yang ditunjukkan oleh penanda tidak cocok. Momentum harga buat terus bergerak naik terus menjadi lemah serta hendak lekas berputar turun menjajaki arah penanda.

    Probabilitas divergensi class A hendak terus menjadi besar bila pada waktu yang bertepatan ada aspek pendukung, semacam penanda oscillator yang menampilkan kondisi oversold( buat divergensi bullish) ataupun overbought( buat divergensi bearish), ataupun terjalin perpotongan antara kurva% K serta% D dari penanda stochastics yang mengisyaratkan pembalikan arah pergerakan harga.

    2. Divergensi regular class B
    Divergensi tipe ini probabilitas- nya lagi ataupun kurang akurat dibanding class A, tetapi demikian hendak valid bila terkonfirmasi oleh aspek pendukung paling utama tingkat support ataupun resistance, sebab pola harga pada divergensi class B ini merupakan double bottom ataupun double top.



    Pada divergensi bullish, pergerakan uptrend penanda oscillator mengkonfirmasi pola double bottom serta pada divergensi bearish mengkonfirmasi pola double top, namun kadang- kadang kandas paling utama pada time frame rendah( dibawah 4- hour). Semacam halnya pola double bottom ataupun double top yang tidak senantiasa lembut, divergensi tipe ini membutuhkan aspek pendukung yang sudah terbukti ialah tingkat support yang kokoh( buat double bottom) ataupun tingkat resistance yang kokoh( buat double top). Alibi lain merupakan double bottom ataupun double top umumnya mengisyaratkan kondisi range bound( sideways), lagi pada divergensi class A pergerakan harga merupakan trending.

    3. Divergensi regular class C
    Walaupun menampilkan kondisi divergensi, tetapi tipe ini probabilitas- nya sangat rendah dibanding class A serta class B. Divergensi class C umumnya terjalin pada time frame rendah dengan kondisi pasar yang choppy. Bila terjalin retracement hingga waktunya hendak sangat pendek saat sebelum kembali bergerak tanpa arah( choppy).



    Trader umumnya mengabaikan divergensi class C ini kecuali bila penanda oscillator terletak pada zona oversold( buat divergensi bullish) ataupun overbought( buat divergensi bearish).

    Langkah- langkah trading dengan divergensi regular:

    1. Identifikasi trend yang lagi terjalin, pada time frame berapapun. Kondisi divergensi penanda oscillator cuma hendak berjalan dengan baik pada keadaan pergerakan harga yang trending, bukan pada kondisi sideways.

    2. Divergensi regular mengisyaratkan reversal ataupun pembalikan arah pergerakan harga, jadi kala uptrend trader mengindentifikasi buat divergensi bearish, serta kala harga lagi downtrend lihat penanda buat divergensi bullish.

    3. Kondisi divergensi cumalah sinyal ataupun petunjuk, bukan konfirmator buat entry.

    4. Divergensi regular hendak berjalan dengan baik bila terkonfirmasi oleh aspek pendukung yang kokoh semacam formasi candlestick ataupun price action, support ataupun resistance yang kokoh, kondisi overbought ataupun oversold, perpotongan antara 2 garis pada penanda semacam% K serta% D pada stochastics ataupun MACD serta garis sinyal.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    double bottom atau top itu sekarang ngak bisa dijadikan pegangan pasti akan seperti itu, ada yang sideways sampe lebih dari 5 gelombang ya begitu2 aja, ngak ada petunjuk mau bullish atau bearish

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X