Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Apa Itu Position Trading?
    Saat memutuskan menjadi seorang trader, Anda akan dihadapkan dengan berbagai jenis tipe trading berdasarkan jangka waktu transaksi. Contohnya position trading, day trading, dan swing trading. Namun, pada kesempatan kali ini kita hanya akan membahas seputar position trading.

    Apa itu Position Trading?

    Position trading adalah gaya spekulatif atau investasi di mana seorang trader lebih tertarik pada pergerakan harga jangka panjang di pasar. Seorang trader position biasanya hanya mengambil beberapa posisi utama selama setahun.

    Meski begitu, mereka juga bisa melakukan perdagangan di sekitar posisi tersebut secara aktif dari waktu ke waktu. Seorang trader yang menggunakan strategi position trading mencari peluang yang bisa bertahan dari beberapa bulan hingga satu tahun atau lebih lama.

    Karena jenis perdagangan ini bertahan untuk jangka waktu yang lebih lama, strategi position trading memerlukan pengetahuan mendalam tentang faktor-faktor fundamental yang dapat mempengaruhi harga dalam jangka panjang, serta pengetahuan tentang model waktu teknis untuk dapat masuk dan keluar dari posisi pada waktu yang paling tepat dalam siklus pasar yang lebih panjang.

    Sebagian besar trader position yang sukses umumnya berpengalaman dalam data ekonomi makro dan biasanya mencari untuk memulai perdagangan berdasarkan pandangan fundamental mereka, dan kemudian menggunakan studi teknis untuk membantu mengatur waktu perdagangan mereka.

    Selain itu, biasanya trader tersebut juga menggunakan level Stop Loss untuk kisaran angka yang cukup besar sampai ratusan pip. Trader yang menggunakan jenis trading ini umumnya menggunakan grafik seperti daily chart, monthly chart, dan weekly chart.

    Alat Teknis untuk Position Trading di Forex

    Analisis teknis dapat menjadi komponen penting untuk berhasil mengatur waktu position trading dalam jangka panjang. Analisis tindakan harga cenderung lebih dapat diandalkan pada grafik jangka panjang yang merupakan nilai tambah bagi trader position.

    Berikut ini adalah beberapa indikator dan alat yang dapat membantu Anda melihat peluang position trading jangka panjang:

    1.Indikator Garis Trend

    Alat perdagangan sederhana namun sangat efektif yang dapat membantu dalam perdagangan di sekitar posisi inti adalah garis tren. Aksi harga dan tren cenderung lebih jelas pada grafik kerangka waktu yang lebih lama seperti harian dan mingguan.

    Dengan demikian, menerapkan studi garis tren dapat memberi Anda wawasan berharga tentang pasar dan memberi Anda bias arah berdasarkan aksi harga yang berlaku.

    2.Support dan Resistance

    Level Support dan Resistance Horizontal juga sangat relevan untuk position trading. Ketika aksi harga menembus support atau resistance utama pada grafik, ini kemungkinan dapat menyebabkan kenaikan ke level resistance yang lebih tinggi jika terjadi penembusan sisi atas atau penurunan ke level support yang lebih rendah jika terjadi penembusan sisi bawah.

    Sebaliknya, jika aksi harga gagal menembus level kunci dan malah memantul ke arah yang berlawanan, Anda dapat menganggap ini sebagai kemungkinan penolakan harga dan memposisikan diri Anda untuk gerakan korektif atau tren baru di arah yang berlawanan.

    3.Indikator Moving Average

    Alat teknis lain yang dapat membantu posisi trader adalah indikator Moving Average. Jenis moving average bisa menjadi sederhana, eksponensial, volume tertimbang, dipindahkan, dan lain-lain. Itu tidak terlalu penting dalam skema keseluruhan. Namun, yang penting adalah jumlah periode rata-rata pergerakan jangka panjang yang Anda manfaatkan.

    Tindakan harga jangka panjang cenderung bereaksi secara teratur terhadap rata-rata pergerakan periode 50 dan 200. Tetapi Anda juga harus memperhatikan periode 100 dan bahkan rata-rata pergerakan periode 500 untuk petunjuk tambahan.

    Keuntungan Position Trading

    Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan gaya position trading, yaitu:
    • Mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar daripada gaya trading lainnya.
    • Memiliki peluang keuntungan cukup besar di market bullish.
    • Bisa Anda jadikan sebagai pekerjaan sampingan karena tidak membutuhkan pemantauan setiap saat.
    • Tidak perlu mengkhawatirkan fluktuasi harga dalam jangka pendek.
    • Tingkat risk-to-reward yang cukup bagus untuk seorang trader.


    Kekurangan Position Trading

    Selain memiliki keuntungan, position trading juga mempunyai beberapa kekurangan seperti berikut ini:
    • Support cukup jauh dari harga modal.
    • Membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan profit.
    • Harus memiliki kesabaran ekstra saat melakukan trading.
    • Potensi kerugian per transaksi cukup besar jika Anda salah dalam melakukan analisa.
    • Membutuhkan modal yang cukup besar untuk investasi.
    • Jumlah trading yang tidak banyak membuat potensi keuntungan lebih sedikit.
    • Memerlukan analisis yang tepat sebelum melakukan transaksi pembelian dan penjualan produk investasi.


    Faktor Makroekonomi untuk Position Trading Jangka Panjang

    Strategi position trading yang paling kuat menggabungkan pandangan fundamental dengan waktu pasar teknis. Seorang trader position secara rutin menganalisis data ekonomi makro negara-negara besar yang diwakili oleh pasangan mata uangnya masing-masing.

    Berikut ini adalah beberapa indikator ekonomi penting yang harus dipertimbangkan dalam konteks position trading jangka panjang:

    1.Tingkat Inflasi

    Tingkat inflasi di suatu negara atau wilayah dapat berdampak pada nilai tukar mata uangnya. Inflasi yang tinggi pada dasarnya berarti harga barang dan jasa di suatu negara semakin meningkat.

    Hal tersebut menciptakan lebih sedikit permintaan barang dan jasa dari negara itu dan dapat menjadi indikasi ekonomi yang tidak sehat. Akibatnya, nilai tukar mata uang bisa turun dibandingkan mata uang lain yang relatif stabil.

    Inflasi rendah hingga sedang menunjukkan bahwa harga di suatu negara kompetitif. Hal ini dapat mengakibatkan permintaan yang lebih tinggi untuk barang dan jasa yang diproduksi di negara ini. Ini menciptakan permintaan untuk mata uang, yang dapat menyebabkan peningkatan nilai relatif terhadap mata uang lainnya.

    Masing-masing bank sentral memiliki target tingkat inflasi yang harus diperhatikan dengan seksama. Hal ini bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang optimal.

    Misalnya, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Amerika Serikat memiliki target tingkat inflasi 2 persen per tahun. ECB (Bank Sentral Eropa) menargetkan tingkat inflasi di bawah 2 persen per tahun sebagai mandatnya dalam jangka menengah.

    2.Suku Bunga

    Bank sentral mengelola suku bunga dalam upaya menjaga perekonomian domestik agar tetap kompetitif dan berjalan lancar. Karena suku bunga, inflasi, dan nilai tukar mata uang saling terkait, para pembuat kebijakan moneter ditugaskan untuk mencoba menjaga ketiga penggerak ekonomi ini selaras satu sama lain. Ini selalu merupakan tindakan penyeimbang.

    Misalnya, suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan minat dalam investasi asing langsung, yang seharusnya meningkatkan permintaan dan nilai mata uang domestik. Ketika suku bunga relatif tinggi, investor institusi global yang mencari suku bunga menarik dapat mulai menuangkan uang ke negara itu.

    Namun, suku bunga yang tinggi dapat mengakibatkan inflasi yang lebih tinggi. Hal ini dapat membuat barang dan jasa dari negara itu lebih mahal. Dengan demikian, ini menjadi kurang kompetitif di lingkungan global.

    Suku bunga yang lebih rendah cenderung mengurangi investasi asing langsung di negara tersebut, membuat simpanan menjadi kurang menarik. Dalam hubungan ini, investor mengurangi eksposur modal dan investasi mereka di negara ini, yang menurunkan permintaan mata uang domestik.

    Hal ini dapat mengakibatkan penurunan nilai tukar. Suku bunga yang lebih rendah juga merangsang deflasi di negara tersebut, yang dapat menyebabkan stagnasi ekonomi atau bahkan resesi.

    3.Neraca Perdagangan

    Secara sederhana, neraca perdagangan suatu negara menyatakan perbedaan antara nilai moneter impor bruto vs nilai moneter ekspor bruto.

    Jika suatu negara memiliki neraca perdagangan negatif, itu berarti impornya lebih banyak daripada ekspornya, yang menciptakan defisit perdagangan. Defisit perdagangan ini biasanya dilunasi dengan kredit dari pemberi pinjaman eksternal, yang dapat menyebabkan depresiasi nilai nilai tukar.

    Jika suatu negara memiliki neraca perdagangan positif, ini berarti ekspornya lebih banyak daripada impornya. Ini biasanya dipandang sebagai situasi yang sehat untuk keseluruhan keadaan ekonomi tertentu.

    4.Stabilitas Ekonomi dan Politik

    Kinerja ekonomi suatu negara merupakan faktor penting ketika memutuskan apakah untuk berinvestasi dalam mata uang selama periode berkepanjangan. Jika ekonomi tidak stabil, ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan politik dan sosial di negara tersebut. Potensi risiko ini memberikan lingkungan yang tidak menarik dari sudut pandang investasi asing.

    Di sisi lain, ekonomi yang stabil memberikan peluang investasi yang menarik untuk investasi asing, yang mengarah pada permintaan mata uang domestik, dan kemungkinan apresiasi nilai.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by pwdewi99 View Post
    Saat memutuskan menjadi seorang trader, Anda akan dihadapkan dengan berbagai jenis tipe trading berdasarkan jangka waktu transaksi. Contohnya position trading, day trading, dan swing trading. Namun, pada kesempatan kali ini kita hanya akan membahas seputar position trading.

    Apa itu Position Trading?

    Position trading adalah gaya spekulatif atau investasi di mana seorang trader lebih tertarik pada pergerakan harga jangka panjang di pasar. Seorang trader position biasanya hanya mengambil beberapa posisi utama selama setahun.

    Meski begitu, mereka juga bisa melakukan perdagangan di sekitar posisi tersebut secara aktif dari waktu ke waktu. Seorang trader yang menggunakan strategi position trading mencari peluang yang bisa bertahan dari beberapa bulan hingga satu tahun atau lebih lama.

    Karena jenis perdagangan ini bertahan untuk jangka waktu yang lebih lama, strategi position trading memerlukan pengetahuan mendalam tentang faktor-faktor fundamental yang dapat mempengaruhi harga dalam jangka panjang, serta pengetahuan tentang model waktu teknis untuk dapat masuk dan keluar dari posisi pada waktu yang paling tepat dalam siklus pasar yang lebih panjang.

    Sebagian besar trader position yang sukses umumnya berpengalaman dalam data ekonomi makro dan biasanya mencari untuk memulai perdagangan berdasarkan pandangan fundamental mereka, dan kemudian menggunakan studi teknis untuk membantu mengatur waktu perdagangan mereka.

    Selain itu, biasanya trader tersebut juga menggunakan level Stop Loss untuk kisaran angka yang cukup besar sampai ratusan pip. Trader yang menggunakan jenis trading ini umumnya menggunakan grafik seperti daily chart, monthly chart, dan weekly chart.

    Alat Teknis untuk Position Trading di Forex

    Analisis teknis dapat menjadi komponen penting untuk berhasil mengatur waktu position trading dalam jangka panjang. Analisis tindakan harga cenderung lebih dapat diandalkan pada grafik jangka panjang yang merupakan nilai tambah bagi trader position.

    Berikut ini adalah beberapa indikator dan alat yang dapat membantu Anda melihat peluang position trading jangka panjang:

    1.Indikator Garis Trend

    Alat perdagangan sederhana namun sangat efektif yang dapat membantu dalam perdagangan di sekitar posisi inti adalah garis tren. Aksi harga dan tren cenderung lebih jelas pada grafik kerangka waktu yang lebih lama seperti harian dan mingguan.

    Dengan demikian, menerapkan studi garis tren dapat memberi Anda wawasan berharga tentang pasar dan memberi Anda bias arah berdasarkan aksi harga yang berlaku.

    2.Support dan Resistance

    Level Support dan Resistance Horizontal juga sangat relevan untuk position trading. Ketika aksi harga menembus support atau resistance utama pada grafik, ini kemungkinan dapat menyebabkan kenaikan ke level resistance yang lebih tinggi jika terjadi penembusan sisi atas atau penurunan ke level support yang lebih rendah jika terjadi penembusan sisi bawah.

    Sebaliknya, jika aksi harga gagal menembus level kunci dan malah memantul ke arah yang berlawanan, Anda dapat menganggap ini sebagai kemungkinan penolakan harga dan memposisikan diri Anda untuk gerakan korektif atau tren baru di arah yang berlawanan.

    3.Indikator Moving Average

    Alat teknis lain yang dapat membantu posisi trader adalah indikator Moving Average. Jenis moving average bisa menjadi sederhana, eksponensial, volume tertimbang, dipindahkan, dan lain-lain. Itu tidak terlalu penting dalam skema keseluruhan. Namun, yang penting adalah jumlah periode rata-rata pergerakan jangka panjang yang Anda manfaatkan.

    Tindakan harga jangka panjang cenderung bereaksi secara teratur terhadap rata-rata pergerakan periode 50 dan 200. Tetapi Anda juga harus memperhatikan periode 100 dan bahkan rata-rata pergerakan periode 500 untuk petunjuk tambahan.

    Keuntungan Position Trading

    Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan gaya position trading, yaitu:
    • Mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar daripada gaya trading lainnya.
    • Memiliki peluang keuntungan cukup besar di market bullish.
    • Bisa Anda jadikan sebagai pekerjaan sampingan karena tidak membutuhkan pemantauan setiap saat.
    • Tidak perlu mengkhawatirkan fluktuasi harga dalam jangka pendek.
    • Tingkat risk-to-reward yang cukup bagus untuk seorang trader.


    Kekurangan Position Trading

    Selain memiliki keuntungan, position trading juga mempunyai beberapa kekurangan seperti berikut ini:
    • Support cukup jauh dari harga modal.
    • Membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan profit.
    • Harus memiliki kesabaran ekstra saat melakukan trading.
    • Potensi kerugian per transaksi cukup besar jika Anda salah dalam melakukan analisa.
    • Membutuhkan modal yang cukup besar untuk investasi.
    • Jumlah trading yang tidak banyak membuat potensi keuntungan lebih sedikit.
    • Memerlukan analisis yang tepat sebelum melakukan transaksi pembelian dan penjualan produk investasi.


    Faktor Makroekonomi untuk Position Trading Jangka Panjang

    Strategi position trading yang paling kuat menggabungkan pandangan fundamental dengan waktu pasar teknis. Seorang trader position secara rutin menganalisis data ekonomi makro negara-negara besar yang diwakili oleh pasangan mata uangnya masing-masing.

    Berikut ini adalah beberapa indikator ekonomi penting yang harus dipertimbangkan dalam konteks position trading jangka panjang:

    1.Tingkat Inflasi

    Tingkat inflasi di suatu negara atau wilayah dapat berdampak pada nilai tukar mata uangnya. Inflasi yang tinggi pada dasarnya berarti harga barang dan jasa di suatu negara semakin meningkat.

    Hal tersebut menciptakan lebih sedikit permintaan barang dan jasa dari negara itu dan dapat menjadi indikasi ekonomi yang tidak sehat. Akibatnya, nilai tukar mata uang bisa turun dibandingkan mata uang lain yang relatif stabil.

    Inflasi rendah hingga sedang menunjukkan bahwa harga di suatu negara kompetitif. Hal ini dapat mengakibatkan permintaan yang lebih tinggi untuk barang dan jasa yang diproduksi di negara ini. Ini menciptakan permintaan untuk mata uang, yang dapat menyebabkan peningkatan nilai relatif terhadap mata uang lainnya.

    Masing-masing bank sentral memiliki target tingkat inflasi yang harus diperhatikan dengan seksama. Hal ini bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang optimal.

    Misalnya, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Amerika Serikat memiliki target tingkat inflasi 2 persen per tahun. ECB (Bank Sentral Eropa) menargetkan tingkat inflasi di bawah 2 persen per tahun sebagai mandatnya dalam jangka menengah.

    2.Suku Bunga

    Bank sentral mengelola suku bunga dalam upaya menjaga perekonomian domestik agar tetap kompetitif dan berjalan lancar. Karena suku bunga, inflasi, dan nilai tukar mata uang saling terkait, para pembuat kebijakan moneter ditugaskan untuk mencoba menjaga ketiga penggerak ekonomi ini selaras satu sama lain. Ini selalu merupakan tindakan penyeimbang.

    Misalnya, suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan minat dalam investasi asing langsung, yang seharusnya meningkatkan permintaan dan nilai mata uang domestik. Ketika suku bunga relatif tinggi, investor institusi global yang mencari suku bunga menarik dapat mulai menuangkan uang ke negara itu.

    Namun, suku bunga yang tinggi dapat mengakibatkan inflasi yang lebih tinggi. Hal ini dapat membuat barang dan jasa dari negara itu lebih mahal. Dengan demikian, ini menjadi kurang kompetitif di lingkungan global.

    Suku bunga yang lebih rendah cenderung mengurangi investasi asing langsung di negara tersebut, membuat simpanan menjadi kurang menarik. Dalam hubungan ini, investor mengurangi eksposur modal dan investasi mereka di negara ini, yang menurunkan permintaan mata uang domestik.

    Hal ini dapat mengakibatkan penurunan nilai tukar. Suku bunga yang lebih rendah juga merangsang deflasi di negara tersebut, yang dapat menyebabkan stagnasi ekonomi atau bahkan resesi.

    3.Neraca Perdagangan

    Secara sederhana, neraca perdagangan suatu negara menyatakan perbedaan antara nilai moneter impor bruto vs nilai moneter ekspor bruto.

    Jika suatu negara memiliki neraca perdagangan negatif, itu berarti impornya lebih banyak daripada ekspornya, yang menciptakan defisit perdagangan. Defisit perdagangan ini biasanya dilunasi dengan kredit dari pemberi pinjaman eksternal, yang dapat menyebabkan depresiasi nilai nilai tukar.

    Jika suatu negara memiliki neraca perdagangan positif, ini berarti ekspornya lebih banyak daripada impornya. Ini biasanya dipandang sebagai situasi yang sehat untuk keseluruhan keadaan ekonomi tertentu.

    4.Stabilitas Ekonomi dan Politik

    Kinerja ekonomi suatu negara merupakan faktor penting ketika memutuskan apakah untuk berinvestasi dalam mata uang selama periode berkepanjangan. Jika ekonomi tidak stabil, ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan politik dan sosial di negara tersebut. Potensi risiko ini memberikan lingkungan yang tidak menarik dari sudut pandang investasi asing.

    Di sisi lain, ekonomi yang stabil memberikan peluang investasi yang menarik untuk investasi asing, yang mengarah pada permintaan mata uang domestik, dan kemungkinan apresiasi nilai.
    Position trading adalah strategi trading yang memanfaatkan jangka waktu yang lama, bisa berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Timeframe yang biasa digunakan adalah harian (D1) atau siaran (W1). Analisa yang direkomendasikan untuk digunakan untuk trading posisi adalah analisa fundamental. Berarti trader harus sering mengikuti NFP, GDP, penjualan ritel, dan lain-lain. Kemudian gunakan analisis teknikal untuk menentukan waktu yang tepat untuk masuk posisi. Namun ada juga trader yang hanya menggunakan analisa teknikal saja, tanpa menggunakan analisa fundamental sama sekali. Biasanya strategi itu disebut dengan trend following.

    Kesimpulan bila menggunakan posisi trading:

    Tidak perlu lama waktu untuk selalu mengamati grafik dan pergerakan harga karena pesanan bersifat jangka panjang.
    Tidak khawatir dengan fluktuasi harga jangka pendek yang terjadi.
    Tingkat risk-to-reward yang bagus (contoh: mengambil risiko $1 untuk profit potential sebesar $5).
    Memlukan pengamatan pada analisa harga fundamental yang berpengaruh pada pergerakan.
    Memlukan modal yang besar karena stop loss yang lebar.
    Karena jumlah trading yang dilakukan tidak banyak, maka potensi profit juga lebih sedikit.... Sekian dari saya sapam kenal....

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Salam kenal juga.. Terima kasih tambahan ilmunya kak..

      Comment

      Advanced mode
      • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
      • #4 Collapse

        Originally posted by Stedy99 View Post
        Position trading adalah strategi trading yang memanfaatkan jangka waktu yang lama, bisa berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Timeframe yang biasa digunakan adalah harian (D1) atau siaran (W1). Analisa yang direkomendasikan untuk digunakan untuk trading posisi adalah analisa fundamental. Berarti trader harus sering mengikuti NFP, GDP, penjualan ritel, dan lain-lain. Kemudian gunakan analisis teknikal untuk menentukan waktu yang tepat untuk masuk posisi. Namun ada juga trader yang hanya menggunakan analisa teknikal saja, tanpa menggunakan analisa fundamental sama sekali. Biasanya strategi itu disebut dengan trend following.

        Kesimpulan bila menggunakan posisi trading:

        Tidak perlu lama waktu untuk selalu mengamati grafik dan pergerakan harga karena pesanan bersifat jangka panjang.
        Tidak khawatir dengan fluktuasi harga jangka pendek yang terjadi.
        Tingkat risk-to-reward yang bagus (contoh: mengambil risiko $1 untuk profit potential sebesar $5).
        Memlukan pengamatan pada analisa harga fundamental yang berpengaruh pada pergerakan.
        Memlukan modal yang besar karena stop loss yang lebar.
        Karena jumlah trading yang dilakukan tidak banyak, maka potensi profit juga lebih sedikit.... Sekian dari saya sapam kenal....
        wah kalo gitu caranya ngak bakal bisa trading toh, karena kebanyakan roang kan maunya haris ini op, entar sebelum sore udah tp dengan profit, kalau lihat dengan kacamata super besar ya mana ketemu targetnya

        Comment

        Advanced mode

        Online

        Working...
        X