Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Panduan Lengkap Trading Forex Pola Kelanjutan

    Click image for larger version

Name:	2019-10-03-20_02_14-window.png
Views:	1
Size:	2.1 KB
ID:	13020185
    Pada sebuah bisnis yang disebut trading forex ternyata memiliki banyak sekali pola. Karena semakin banyaknya pola, sampai-sampai ada pola kelanjutan yang harus trader ketahui. Pola kelanjutan sebutan dari pola yang memiliki pola mendatar atau bahasa kerennya adalah sideways.

    Pola kelanjutan pula memiliki makna bahwa sebuah trend berhenti sementara atau sebuah harga konsolidasi aktif. Biasanya kita akan menjumpai adanya break pada seorang trader pasca melakukan pembelian yang cukup besar pada sebuah trading forex. Karena hal inilah yang menyebabkan sebuah harga pada trading forex menjadi konsolidasi.

    Pola Triangle

    Pada trading forex sebuah pola kelanjutan memiliki beberapa macam. Di antaranya adalah pola triangle, pola flag, pennant, wedge, dan juga pola rectangle. Masing-masing dari pada pola tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. Adapun pola yang akan kami bahas pada poin ini adalah pola triangle.

    Apa itu pola triangle? Pastinya sudah dapat diketahui makna dari triangle itu sendiri, bukan? Triangle merupakan bentuk bangunan pagar yang dalam bahasa Indonesia disebut segitiga. Triangle sebenarnya juga dibagi menjadi 3 pola, yakni ada pola ascending yang bermakna bullish, descanding yang bermakna bearish dan symetrical adalah pola netral.

    Adapun terkait pola yang satu ini biasanya memiliki 4 hingga 6 titik pembalikan dan sangat berguna dalam membentuk pola segitiga sempurna. Di samping itu, mana kala sebuah pola semakin lama teruji maka pola ini akan semakin kuat terbentuk. Untuk jangka waktunya sendiri biasanya pembentukan pola memakan waktu hingga 3 bulan.

    Lantas bagaimana cara pemakaiannya? Adalah dengan memanfaatkan breakout atau penembusan. Akan tetapi, untuk menunggu pola ini terbentuk pastinya kita harus menunggu sebuah harga terjadi penutupan entah di atas atau di bawah triangle. Dalam penggunaan trading ini sebagai trader Anda bisa memulainya dari jarak yang paling lebar dari pola triangle.

    Terkait pola trading triangle juga bisa digunakan sebagai pengukuran harga. Pengukuran harga terjadi apabila harga segera berkonsolidasi sedemikian rupa dengan menunjukan trend line yang menghubungkan harga tertinggi dan trend line yang menghubungkan harga terendah akan mengalami konvergen dan bertemu dalam satu titik sehingga tak heran gambarnya seperti segitiga.

    Adapun pola ascending triangle juga menampilkan pergerakannya tersendiri. Pergerakan di pola yang satu ini akan menampilkan upper trend line yang tampak datar, sementara lower line tampak naik. Tentu saja terjadi karena pembeli lebih agresif dibandingkan penjual. Maka tidak heran, jika pola kelanjutan bullish yang terbentuk ketika harga menembus ke atas upper line.

    Sedangkan untuk pola descanding triangle juga memiliki makna tersendiri. Dari pola yang satu ini bisa jadi disebut kebalikannya ascending, dimana trend line cenderung miring ke bawah dan lower line adalah garis horizontal. Alasannya karena penjual lebih agresif dari pembeli. Tak heran jika pola kelanjutan bearish yang terbentuk ketika harga menembus ke bawah lower line.

    Pola Wedge

    Selain pola triangle ada pola lain yang disebut wedge. Pola yang satu ini merupakan sebuah tanda bahwa pergerakan harga dalam trading forex Anda sedang mengalami jeda. Bukan hanya itu saja, sekilas pola ini memang mirip dengan pola Triangle karena adanya trend line yang konvergen.

    Karena tidak sepenuhnya mirip, sudah pasti pola ini memiliki perbedaan. Apa perbedaannya? Tentu saja kemiringannya yang berlawanan dengan trend. Di samping itu, dalam pola yang satu ini sebuah falling wedge dianggap sebagai pergerakan bullish. Sementara jika terjadi rising wedge kerap kali disebut bearish.

    Jika Anda menggunakannpola wedge untuk pengukuran harga maka tidak jauh berbeda dengan pola triangle, yakni hanya dengan mengukur jarak terlebar di antara titik-titiknya yang saling berhubungan. Pastinya karena dalam pola pengukurannya saja mirip, jika Anda sudah kenal dengan pola triangle maka tidak asing lagi dengan pola yang satu ini.

    Pola Flag dan Pennant

    Terlepas dari dua jenis pola di atas, ada pola lain yang disebut flag dan pennants. Pola yang satu ini juga bagian dari pola kelanjutan yang lain, hanya saja sering kali memiliki perbedaan dalam hal waktu. Baik flag maupun penannts kerap kali hanya membutuhkan waktu sekitar 1 bulanann saja.

    Pembahasan mengenai pola penannt memiliki ciri khas pada pergerakan harganya yang semula kuat, serupa dengan garis lurus dan pergerakan ini juga menyerupai tiang bendera atau kapal. Selain itu, ada sebutan unik bagi si penant ini yang tak lain adalah pola bendera setengah tiang. Mengapa? Tentu saja karena penant sering kali muncul pada titik tengah pergerakan harga.

    Perlu Anda ketahui, saat menggunakan pola penannt sejatinya kita bisa membedakan sebuah pola pergerakan yang bullish atau bearish. Bukan hanya itu, maknanya sesuai dengan nama, yakni bullish pennant menunjukan suatu trend harga mengalami bullish dan bearish penannt trend harga menunjukan bearish.

    Lantas bagaimana cara menggunakan pola pennant? Tidak susah sebenarnya. Anda hanya diminta untuk membuka posisi beli yang berada di atas titik beli dan jaraknya tidak jauh dari breakout. Sedangkan untuk target harganya And adapat manfaatkan pergerakan serupa dengan pola triangle.

    Terlepas dari bahasan pola pennant, kini waktunya kita beralih ke pola flag. Kalau pola yang satu ini merupakan salah satu pola kelanjutan yang mirip dengan channel. Pola flag memiliki 2 buah garis paralel dan berperan sebagai support dan resistance. Selain itu, kemiringan garis juga bisa bermakna nol, negatif atau bahkan positif.

    Pada penggunaan pola flag mungkin saja ada beberapa perbedaan yang harus Anda ketahui. Salah satunya adalah pergerakan dimana sebuah trend menunjukan garis naik, bukannya bergerak ke atas justru malah bergerak ke bawah serta dianggap sebagai sebuah kemiringan yang negatif.

    Sama halnya dengan prinsip di atas, justru pada saat tren mengalami gerak turun, flag akan mengarah pergerakan ke atas, dan memiliki kemiringan positif. Suatu waktu pola flag juga dapat bergerak sideways, dan ini biasanya disebut rectangle. Maka dari itu, bisa disebut tentang gerak harga pada pola flag, yang pada umumnya cenderung terbalik.

    Karena berbalik itulah disebut sebagai terbatas dalam trend line atas dan bawah, sebelum akhirnya breakout ke arah yang sama dengan tren sebelumnya. Terkait pola ini, bagaimana cara menggunakannya? Misalkan kita berada dalam tren naik, sinyal beli akan muncul ketika harga menembus dan ditutup di atas garis resistance (upper line) dari pola flag.

    Lain halnya, jika kita berada dalam tren turun, sinyal jual akan muncul ketika harga menembus dan ditutup di bawah garis support (lower line) dari pola flag. Dari pengertian pola flag, kini Anda sudah tahu banyak mengenai pola ini bagaimana pergerakannya. Sudah pasti ingin tahu pola selanjutnya, bukan? Yakni pola rectangle.

    Pola Rectangle

    Terkait pola rectangle pastinya kita sudah dapat menebak pola berbentuk apakah ini? Benar sekali! Tentu saja persegi panjang. Pada dasarnya dalam trading forex memang ada banyak sekali pola. Hanya saja saat Anda menggunakan untuk bisnis trading tidak bisa menggunakan semuanya secara bersamaan, melainkan harus salah satu.

    Pola rectangle dapat dikenali dengan adanya pola ini bentuk dari dua garis pararel dimana harga berkonsolidasi di antara sebuah rentang pergerakan harga. Dengan begitu tak heran, jika pola ini menunjukkan bahwa tren pasar tengah terhenti, dan kemungkinan pergerakan harga akan berlanjut ke arah yang sama dengan tren sebelumnya, terutama setelah tembus rectangle.

    Kalau membahas seputar pola rectangle sebenarnya tidak jauh-jauh dari pola pergerakan yang mirip dengan pola flag, yakni yang diawali dari sebuah pergerakan di mana tampak seperti sebuah tiang bendera, yang juga bisa dipakai untuk proses pengukuran dalam satu target saat harga tembus pola rectangle.

    Pastinya dengan membaca pola-pola di atas kini Anda sudah jauh lebih tahu bukan seperti apa saja pergerakannya dan apa saja pengaruhnya bagi pergerakan pola ke atas maupun ke bawah. Karena Anda sudah tahu, jadi dalam trading forex Anda akan memilih sebuah pola yang mana dan akan digunakan kapan?
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    polanya ngak jelas, kayak nya bakal resiko dapat signal yang keliru, menurut gw lebih baik tetap guaakan trendlina aja dengan fibo, biasaya jauh lebih akurat daripada begitu aja mengandalkan formasi candlestick

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by Suyati Vio View Post
      [ATTACH=CONFIG]424043[/ATTACH]
      Pada sebuah bisnis yang disebut trading forex ternyata memiliki banyak sekali pola. Karena semakin banyaknya pola, sampai-sampai ada pola kelanjutan yang harus trader ketahui. Pola kelanjutan sebutan dari pola yang memiliki pola mendatar atau bahasa kerennya adalah sideways.

      Pola kelanjutan pula memiliki makna bahwa sebuah trend berhenti sementara atau sebuah harga konsolidasi aktif. Biasanya kita akan menjumpai adanya break pada seorang trader pasca melakukan pembelian yang cukup besar pada sebuah trading forex. Karena hal inilah yang menyebabkan sebuah harga pada trading forex menjadi konsolidasi.

      Pola Triangle

      Pada trading forex sebuah pola kelanjutan memiliki beberapa macam. Di antaranya adalah pola triangle, pola flag, pennant, wedge, dan juga pola rectangle. Masing-masing dari pada pola tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. Adapun pola yang akan kami bahas pada poin ini adalah pola triangle.

      Apa itu pola triangle? Pastinya sudah dapat diketahui makna dari triangle itu sendiri, bukan? Triangle merupakan bentuk bangunan pagar yang dalam bahasa Indonesia disebut segitiga. Triangle sebenarnya juga dibagi menjadi 3 pola, yakni ada pola ascending yang bermakna bullish, descanding yang bermakna bearish dan symetrical adalah pola netral.

      Adapun terkait pola yang satu ini biasanya memiliki 4 hingga 6 titik pembalikan dan sangat berguna dalam membentuk pola segitiga sempurna. Di samping itu, mana kala sebuah pola semakin lama teruji maka pola ini akan semakin kuat terbentuk. Untuk jangka waktunya sendiri biasanya pembentukan pola memakan waktu hingga 3 bulan.

      Lantas bagaimana cara pemakaiannya? Adalah dengan memanfaatkan breakout atau penembusan. Akan tetapi, untuk menunggu pola ini terbentuk pastinya kita harus menunggu sebuah harga terjadi penutupan entah di atas atau di bawah triangle. Dalam penggunaan trading ini sebagai trader Anda bisa memulainya dari jarak yang paling lebar dari pola triangle.

      Terkait pola trading triangle juga bisa digunakan sebagai pengukuran harga. Pengukuran harga terjadi apabila harga segera berkonsolidasi sedemikian rupa dengan menunjukan trend line yang menghubungkan harga tertinggi dan trend line yang menghubungkan harga terendah akan mengalami konvergen dan bertemu dalam satu titik sehingga tak heran gambarnya seperti segitiga.

      Adapun pola ascending triangle juga menampilkan pergerakannya tersendiri. Pergerakan di pola yang satu ini akan menampilkan upper trend line yang tampak datar, sementara lower line tampak naik. Tentu saja terjadi karena pembeli lebih agresif dibandingkan penjual. Maka tidak heran, jika pola kelanjutan bullish yang terbentuk ketika harga menembus ke atas upper line.

      Sedangkan untuk pola descanding triangle juga memiliki makna tersendiri. Dari pola yang satu ini bisa jadi disebut kebalikannya ascending, dimana trend line cenderung miring ke bawah dan lower line adalah garis horizontal. Alasannya karena penjual lebih agresif dari pembeli. Tak heran jika pola kelanjutan bearish yang terbentuk ketika harga menembus ke bawah lower line.

      Pola Wedge

      Selain pola triangle ada pola lain yang disebut wedge. Pola yang satu ini merupakan sebuah tanda bahwa pergerakan harga dalam trading forex Anda sedang mengalami jeda. Bukan hanya itu saja, sekilas pola ini memang mirip dengan pola Triangle karena adanya trend line yang konvergen.

      Karena tidak sepenuhnya mirip, sudah pasti pola ini memiliki perbedaan. Apa perbedaannya? Tentu saja kemiringannya yang berlawanan dengan trend. Di samping itu, dalam pola yang satu ini sebuah falling wedge dianggap sebagai pergerakan bullish. Sementara jika terjadi rising wedge kerap kali disebut bearish.

      Jika Anda menggunakannpola wedge untuk pengukuran harga maka tidak jauh berbeda dengan pola triangle, yakni hanya dengan mengukur jarak terlebar di antara titik-titiknya yang saling berhubungan. Pastinya karena dalam pola pengukurannya saja mirip, jika Anda sudah kenal dengan pola triangle maka tidak asing lagi dengan pola yang satu ini.

      Pola Flag dan Pennant

      Terlepas dari dua jenis pola di atas, ada pola lain yang disebut flag dan pennants. Pola yang satu ini juga bagian dari pola kelanjutan yang lain, hanya saja sering kali memiliki perbedaan dalam hal waktu. Baik flag maupun penannts kerap kali hanya membutuhkan waktu sekitar 1 bulanann saja.

      Pembahasan mengenai pola penannt memiliki ciri khas pada pergerakan harganya yang semula kuat, serupa dengan garis lurus dan pergerakan ini juga menyerupai tiang bendera atau kapal. Selain itu, ada sebutan unik bagi si penant ini yang tak lain adalah pola bendera setengah tiang. Mengapa? Tentu saja karena penant sering kali muncul pada titik tengah pergerakan harga.

      Perlu Anda ketahui, saat menggunakan pola penannt sejatinya kita bisa membedakan sebuah pola pergerakan yang bullish atau bearish. Bukan hanya itu, maknanya sesuai dengan nama, yakni bullish pennant menunjukan suatu trend harga mengalami bullish dan bearish penannt trend harga menunjukan bearish.

      Lantas bagaimana cara menggunakan pola pennant? Tidak susah sebenarnya. Anda hanya diminta untuk membuka posisi beli yang berada di atas titik beli dan jaraknya tidak jauh dari breakout. Sedangkan untuk target harganya And adapat manfaatkan pergerakan serupa dengan pola triangle.

      Terlepas dari bahasan pola pennant, kini waktunya kita beralih ke pola flag. Kalau pola yang satu ini merupakan salah satu pola kelanjutan yang mirip dengan channel. Pola flag memiliki 2 buah garis paralel dan berperan sebagai support dan resistance. Selain itu, kemiringan garis juga bisa bermakna nol, negatif atau bahkan positif.

      Pada penggunaan pola flag mungkin saja ada beberapa perbedaan yang harus Anda ketahui. Salah satunya adalah pergerakan dimana sebuah trend menunjukan garis naik, bukannya bergerak ke atas justru malah bergerak ke bawah serta dianggap sebagai sebuah kemiringan yang negatif.

      Sama halnya dengan prinsip di atas, justru pada saat tren mengalami gerak turun, flag akan mengarah pergerakan ke atas, dan memiliki kemiringan positif. Suatu waktu pola flag juga dapat bergerak sideways, dan ini biasanya disebut rectangle. Maka dari itu, bisa disebut tentang gerak harga pada pola flag, yang pada umumnya cenderung terbalik.

      Karena berbalik itulah disebut sebagai terbatas dalam trend line atas dan bawah, sebelum akhirnya breakout ke arah yang sama dengan tren sebelumnya. Terkait pola ini, bagaimana cara menggunakannya? Misalkan kita berada dalam tren naik, sinyal beli akan muncul ketika harga menembus dan ditutup di atas garis resistance (upper line) dari pola flag.

      Lain halnya, jika kita berada dalam tren turun, sinyal jual akan muncul ketika harga menembus dan ditutup di bawah garis support (lower line) dari pola flag. Dari pengertian pola flag, kini Anda sudah tahu banyak mengenai pola ini bagaimana pergerakannya. Sudah pasti ingin tahu pola selanjutnya, bukan? Yakni pola rectangle.

      Pola Rectangle

      Terkait pola rectangle pastinya kita sudah dapat menebak pola berbentuk apakah ini? Benar sekali! Tentu saja persegi panjang. Pada dasarnya dalam trading forex memang ada banyak sekali pola. Hanya saja saat Anda menggunakan untuk bisnis trading tidak bisa menggunakan semuanya secara bersamaan, melainkan harus salah satu.

      Pola rectangle dapat dikenali dengan adanya pola ini bentuk dari dua garis pararel dimana harga berkonsolidasi di antara sebuah rentang pergerakan harga. Dengan begitu tak heran, jika pola ini menunjukkan bahwa tren pasar tengah terhenti, dan kemungkinan pergerakan harga akan berlanjut ke arah yang sama dengan tren sebelumnya, terutama setelah tembus rectangle.

      Kalau membahas seputar pola rectangle sebenarnya tidak jauh-jauh dari pola pergerakan yang mirip dengan pola flag, yakni yang diawali dari sebuah pergerakan di mana tampak seperti sebuah tiang bendera, yang juga bisa dipakai untuk proses pengukuran dalam satu target saat harga tembus pola rectangle.

      Pastinya dengan membaca pola-pola di atas kini Anda sudah jauh lebih tahu bukan seperti apa saja pergerakannya dan apa saja pengaruhnya bagi pergerakan pola ke atas maupun ke bawah. Karena Anda sudah tahu, jadi dalam trading forex Anda akan memilih sebuah pola yang mana dan akan digunakan kapan?
      Chart pattern sangat bisa diandalkan. Kaitannya berada dimanakah pola-pola tersebut terjadi.. bukan hanya setiap kali terjadi pola-pola tersebut diatas. Apakah pola triangle, pola rectangle, pola wedge, pola flag maupun pennant. chart pasti memberi tahu indikasinya... dimana ada semacam petunjuk... Disini kita harus melihat tempat terjadinya pola tersebut.

      Apakah terjadi pada area-area key price level yang signifikan. Ktakanlah terjadi pada area SnR, maupun SnD... bisa di timeframe berapapun... hanya perlakuan tiap timeframe yang berbeda. Akankah kita menggunakannya sebagai trading scalping, intraday, ataukah swing.. dari sana kita bisa mencari sesuai pergerakan sebelumnya... Yang mana pada saat terbentuk pola tersebut pada awalnya, kita akan melihat dari formasi candlestick pattern.. akan terjadi penerusan trend ataukah trend berubah.

      Disinilah perlunya kombinasi antara beberapa metode trading dipakai, bisa berupa penggabungan antara trendline, baik berbentuk kanal maupun trendline yang membentuk suatu pola tertentu, dan juga horizontal line, beserta fibonacci yang akan memprediksi samapi dimana batas koreksinya, dan penempatan sl tp yang terukur.
       

      Comment

      Advanced mode
      • #4 Collapse

        Originally posted by Ranger33 View Post
        Chart pattern sangat bisa diandalkan. Kaitannya berada dimanakah pola-pola tersebut terjadi.. bukan hanya setiap kali terjadi pola-pola tersebut diatas. Apakah pola triangle, pola rectangle, pola wedge, pola flag maupun pennant. chart pasti memberi tahu indikasinya... dimana ada semacam petunjuk... Disini kita harus melihat tempat terjadinya pola tersebut.

        Apakah terjadi pada area-area key price level yang signifikan. Ktakanlah terjadi pada area SnR, maupun SnD... bisa di timeframe berapapun... hanya perlakuan tiap timeframe yang berbeda. Akankah kita menggunakannya sebagai trading scalping, intraday, ataukah swing.. dari sana kita bisa mencari sesuai pergerakan sebelumnya... Yang mana pada saat terbentuk pola tersebut pada awalnya, kita akan melihat dari formasi candlestick pattern.. akan terjadi penerusan trend ataukah trend berubah.

        Disinilah perlunya kombinasi antara beberapa metode trading dipakai, bisa berupa penggabungan antara trendline, baik berbentuk kanal maupun trendline yang membentuk suatu pola tertentu, dan juga horizontal line, beserta fibonacci yang akan memprediksi samapi dimana batas koreksinya, dan penempatan sl tp yang terukur.
        hallo juragan
        boleh minta penjelasan tentang pola pola yang disebutin masih newbie ini ingin belajar tentang pola pola market yang mashur dan bisa membuat tau bagaimana trend selanjutnya akan terjadi oh iya , dan gak lupa cs pattern yang perlu untuk di pelajari oleh newbi apa aja ya gan
         

        Comment

        Advanced mode
        • #5 Collapse

          Originally posted by kapan kawin fcx View Post
          hallo juragan
          boleh minta penjelasan tentang pola pola yang disebutin masih newbie ini ingin belajar tentang pola pola market yang mashur dan bisa membuat tau bagaimana trend selanjutnya akan terjadi oh iya , dan gak lupa cs pattern yang perlu untuk di pelajari oleh newbi apa aja ya gan
          sharing aja gan... sebenarnya kalau boleh dikatakan chart pattern merupakan bentuk yang lebih spesifik dari suatu trend. Chart pattern merangkum seluruh aktivitas perdagangan, baik secara perspektif dan formatif. Dikatakan perspektif, karena sudut padang tiap trader dalam melihat pola yang terbentuk tidaklah sama (subjektif). Dan dikatakan formatif, karena chart pattern terbentuk dari formasi-formasi dari pergerakan harga tersebut.

          Berbicara tentang perspektif, sebenarnya chart pattern bisa dilihat dari sudut pandang manapun. Akan tetapi untuk validitasnya berbeda-beda. tergantung trading plan yang kita gunakan. Katakanlah perspektif yang lebih luas lebih vaid daripada perspektif yang sempit. Dalam hal ini, perpektif dari timeframe daily akan lebih valid daripada hourly, begitupun sebaliknya perpektif timeframe weekly lebih valid daripada daily.

          Secara sederhananya, chart pattern terbentuk akibat pergerakan harga yang sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran (SnD). Dimana akan terjadi kesepahaman trader, bisa juga disebut area equilibrium, base area,dan sebagainya.. yang mana dari kesepahaman tersebut akan terbentuk area SnR. Dan dari area SnR tersebut saat dihubung-hubungkan, akan membentuk pola-pola tertentu yang berulang. Dan ada beberapa pembagian chart pattern...
          Attached Files
           

          Comment

          Advanced mode
          • #6 Collapse

            Originally posted by Suyati Vio View Post
            [ATTACH=CONFIG]424043[/ATTACH]
            Pada sebuah bisnis yang disebut trading forex ternyata memiliki banyak sekali pola. Karena semakin banyaknya pola, sampai-sampai ada pola kelanjutan yang harus trader ketahui. Pola kelanjutan sebutan dari pola yang memiliki pola mendatar atau bahasa kerennya adalah sideways.

            Pola kelanjutan pula memiliki makna bahwa sebuah trend berhenti sementara atau sebuah harga konsolidasi aktif. Biasanya kita akan menjumpai adanya break pada seorang trader pasca melakukan pembelian yang cukup besar pada sebuah trading forex. Karena hal inilah yang menyebabkan sebuah harga pada trading forex menjadi konsolidasi.

            Pola Triangle

            Pada trading forex sebuah pola kelanjutan memiliki beberapa macam. Di antaranya adalah pola triangle, pola flag, pennant, wedge, dan juga pola rectangle. Masing-masing dari pada pola tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. Adapun pola yang akan kami bahas pada poin ini adalah pola triangle.

            Apa itu pola triangle? Pastinya sudah dapat diketahui makna dari triangle itu sendiri, bukan? Triangle merupakan bentuk bangunan pagar yang dalam bahasa Indonesia disebut segitiga. Triangle sebenarnya juga dibagi menjadi 3 pola, yakni ada pola ascending yang bermakna bullish, descanding yang bermakna bearish dan symetrical adalah pola netral.

            Adapun terkait pola yang satu ini biasanya memiliki 4 hingga 6 titik pembalikan dan sangat berguna dalam membentuk pola segitiga sempurna. Di samping itu, mana kala sebuah pola semakin lama teruji maka pola ini akan semakin kuat terbentuk. Untuk jangka waktunya sendiri biasanya pembentukan pola memakan waktu hingga 3 bulan.

            Lantas bagaimana cara pemakaiannya? Adalah dengan memanfaatkan breakout atau penembusan. Akan tetapi, untuk menunggu pola ini terbentuk pastinya kita harus menunggu sebuah harga terjadi penutupan entah di atas atau di bawah triangle. Dalam penggunaan trading ini sebagai trader Anda bisa memulainya dari jarak yang paling lebar dari pola triangle.

            Terkait pola trading triangle juga bisa digunakan sebagai pengukuran harga. Pengukuran harga terjadi apabila harga segera berkonsolidasi sedemikian rupa dengan menunjukan trend line yang menghubungkan harga tertinggi dan trend line yang menghubungkan harga terendah akan mengalami konvergen dan bertemu dalam satu titik sehingga tak heran gambarnya seperti segitiga.

            Adapun pola ascending triangle juga menampilkan pergerakannya tersendiri. Pergerakan di pola yang satu ini akan menampilkan upper trend line yang tampak datar, sementara lower line tampak naik. Tentu saja terjadi karena pembeli lebih agresif dibandingkan penjual. Maka tidak heran, jika pola kelanjutan bullish yang terbentuk ketika harga menembus ke atas upper line.

            Sedangkan untuk pola descanding triangle juga memiliki makna tersendiri. Dari pola yang satu ini bisa jadi disebut kebalikannya ascending, dimana trend line cenderung miring ke bawah dan lower line adalah garis horizontal. Alasannya karena penjual lebih agresif dari pembeli. Tak heran jika pola kelanjutan bearish yang terbentuk ketika harga menembus ke bawah lower line.

            Pola Wedge

            Selain pola triangle ada pola lain yang disebut wedge. Pola yang satu ini merupakan sebuah tanda bahwa pergerakan harga dalam trading forex Anda sedang mengalami jeda. Bukan hanya itu saja, sekilas pola ini memang mirip dengan pola Triangle karena adanya trend line yang konvergen.

            Karena tidak sepenuhnya mirip, sudah pasti pola ini memiliki perbedaan. Apa perbedaannya? Tentu saja kemiringannya yang berlawanan dengan trend. Di samping itu, dalam pola yang satu ini sebuah falling wedge dianggap sebagai pergerakan bullish. Sementara jika terjadi rising wedge kerap kali disebut bearish.

            Jika Anda menggunakannpola wedge untuk pengukuran harga maka tidak jauh berbeda dengan pola triangle, yakni hanya dengan mengukur jarak terlebar di antara titik-titiknya yang saling berhubungan. Pastinya karena dalam pola pengukurannya saja mirip, jika Anda sudah kenal dengan pola triangle maka tidak asing lagi dengan pola yang satu ini.

            Pola Flag dan Pennant

            Terlepas dari dua jenis pola di atas, ada pola lain yang disebut flag dan pennants. Pola yang satu ini juga bagian dari pola kelanjutan yang lain, hanya saja sering kali memiliki perbedaan dalam hal waktu. Baik flag maupun penannts kerap kali hanya membutuhkan waktu sekitar 1 bulanann saja.

            Pembahasan mengenai pola penannt memiliki ciri khas pada pergerakan harganya yang semula kuat, serupa dengan garis lurus dan pergerakan ini juga menyerupai tiang bendera atau kapal. Selain itu, ada sebutan unik bagi si penant ini yang tak lain adalah pola bendera setengah tiang. Mengapa? Tentu saja karena penant sering kali muncul pada titik tengah pergerakan harga.

            Perlu Anda ketahui, saat menggunakan pola penannt sejatinya kita bisa membedakan sebuah pola pergerakan yang bullish atau bearish. Bukan hanya itu, maknanya sesuai dengan nama, yakni bullish pennant menunjukan suatu trend harga mengalami bullish dan bearish penannt trend harga menunjukan bearish.

            Lantas bagaimana cara menggunakan pola pennant? Tidak susah sebenarnya. Anda hanya diminta untuk membuka posisi beli yang berada di atas titik beli dan jaraknya tidak jauh dari breakout. Sedangkan untuk target harganya And adapat manfaatkan pergerakan serupa dengan pola triangle.

            Terlepas dari bahasan pola pennant, kini waktunya kita beralih ke pola flag. Kalau pola yang satu ini merupakan salah satu pola kelanjutan yang mirip dengan channel. Pola flag memiliki 2 buah garis paralel dan berperan sebagai support dan resistance. Selain itu, kemiringan garis juga bisa bermakna nol, negatif atau bahkan positif.

            Pada penggunaan pola flag mungkin saja ada beberapa perbedaan yang harus Anda ketahui. Salah satunya adalah pergerakan dimana sebuah trend menunjukan garis naik, bukannya bergerak ke atas justru malah bergerak ke bawah serta dianggap sebagai sebuah kemiringan yang negatif.

            Sama halnya dengan prinsip di atas, justru pada saat tren mengalami gerak turun, flag akan mengarah pergerakan ke atas, dan memiliki kemiringan positif. Suatu waktu pola flag juga dapat bergerak sideways, dan ini biasanya disebut rectangle. Maka dari itu, bisa disebut tentang gerak harga pada pola flag, yang pada umumnya cenderung terbalik.

            Karena berbalik itulah disebut sebagai terbatas dalam trend line atas dan bawah, sebelum akhirnya breakout ke arah yang sama dengan tren sebelumnya. Terkait pola ini, bagaimana cara menggunakannya? Misalkan kita berada dalam tren naik, sinyal beli akan muncul ketika harga menembus dan ditutup di atas garis resistance (upper line) dari pola flag.

            Lain halnya, jika kita berada dalam tren turun, sinyal jual akan muncul ketika harga menembus dan ditutup di bawah garis support (lower line) dari pola flag. Dari pengertian pola flag, kini Anda sudah tahu banyak mengenai pola ini bagaimana pergerakannya. Sudah pasti ingin tahu pola selanjutnya, bukan? Yakni pola rectangle.

            Pola Rectangle

            Terkait pola rectangle pastinya kita sudah dapat menebak pola berbentuk apakah ini? Benar sekali! Tentu saja persegi panjang. Pada dasarnya dalam trading forex memang ada banyak sekali pola. Hanya saja saat Anda menggunakan untuk bisnis trading tidak bisa menggunakan semuanya secara bersamaan, melainkan harus salah satu.

            Pola rectangle dapat dikenali dengan adanya pola ini bentuk dari dua garis pararel dimana harga berkonsolidasi di antara sebuah rentang pergerakan harga. Dengan begitu tak heran, jika pola ini menunjukkan bahwa tren pasar tengah terhenti, dan kemungkinan pergerakan harga akan berlanjut ke arah yang sama dengan tren sebelumnya, terutama setelah tembus rectangle.

            Kalau membahas seputar pola rectangle sebenarnya tidak jauh-jauh dari pola pergerakan yang mirip dengan pola flag, yakni yang diawali dari sebuah pergerakan di mana tampak seperti sebuah tiang bendera, yang juga bisa dipakai untuk proses pengukuran dalam satu target saat harga tembus pola rectangle.

            Pastinya dengan membaca pola-pola di atas kini Anda sudah jauh lebih tahu bukan seperti apa saja pergerakannya dan apa saja pengaruhnya bagi pergerakan pola ke atas maupun ke bawah. Karena Anda sudah tahu, jadi dalam trading forex Anda akan memilih sebuah pola yang mana dan akan digunakan kapan?
            hallo agan agan semua
            pola pola chart menurutku bisa menjadi suatu acuan untuk melakukan open posisi walau banyak juga yang bilang kalau pola pola chart seperti di atas kebanyakan fals, sejauh saya belajar pola pola memang gak bisa di berdiri sendiri hal ini harus ada konfirmasi lebih lanjut tentang arah trend dan juga candelstik patern untuk konfimasi tentang fals atau tidaknya sebuah pola
             

            Comment

            Advanced mode
            • #7 Collapse

              chart pattern itu bermacam2 bentuknya dan sebutannya dalam teori forex, tapi pada dasarnya mengandalkan trenline, jadi trader tinggal menunggu waktu breakout aja supaya tren baru muncul, dari situ trader bisa mempertimbangkan untuk mengikuti trennya atau tidak

              Comment

              Advanced mode
              • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
              • #8 Collapse

                Originally posted by dorodoro
                chart pattern itu bermacam2 bentuknya dan sebutannya dalam teori forex, tapi pada dasarnya mengandalkan trenline, jadi trader tinggal menunggu waktu breakout aja supaya tren baru muncul, dari situ trader bisa mempertimbangkan untuk mengikuti trennya atau tidak
                untuk bisa hapal semua chart pattern membutuhkan waktu berapa lama sampai betul betul hapal karena pada saat melakukan aktivitas trading dan dalam kondisi pergerakan harga di dalam pasar masih belum kelihatan gambar dari pola candle itu sendiri

                Comment

                Advanced mode

                Online

                Working...
                X