Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Dasar Trading Forex Wilayah New York, London dan Asia
    Click image for larger version

Name:	sesi-trading-forex-1.png
Views:	1
Size:	68.8 KB
ID:	13018613
    Trading sesi London mempunyai porsi terbesar dari semua aktivitas trading di dunia, jumlah sekitarannya mencapai 35%, dan saat ini juga adalah suatu market forex sangat terbesar. Sesi forex London tampaknya overlap pula (berpapasan) dengan suatu sesi trading New York di setengah hari terakhir.

    Market forex sesi London akan bisa dibuka mulai sejak pukul 03 am ET sampai 12 pm ET, dan adalah suatu pasar dengan volume trading yang sangat besar dari semua pasar yang ada. Sesi London berpapasan dengan sesi Asia dari 03 am hingga 04 am, dan berbarengan pula dengan sesi New York mulai dari 08 am hingga 12 pm.
    Tentang Sesi Trading London yang Harus Diketahui
    - Sesi London Sangat Cepat dan Aktif

    Penurunan di market Tokyo mengakibatkan trader mulai berpindah ke sesi London, dan juga harga mulai akan bergerak dari penyedia likuiditas di Inggris Raya, trader akan dapat mengamati adanya suatu penambahan volatilitas. Dapat dikatakan bahwa trader dari sesi Tokyo akan berpindah membuka trading ke sesi London.

    Disebabkan oleh mulai bertambahnya market di London, maka pergerakan rata-rata per jam dari pair mata uang juga akan mengalami peningkatan. Di bawah ini adalah suatu analisa pada EUR/USD yang didasarkan pada data selama satu hari sesi trading.

    Perhatikanlah berapa banyak pergerakan yang mungkin terjadi secara rata-rata sesudah sesi Asia tutup (sesi Asia tutup pada 03 am ET yang ditunjukkan dengan garis biru). Garis support dan resistance mungkin saja akan mencapai lebih mudah daripada saat sesi Asia merangkak (karena volatilitas seringnya rendah).

    Konsep ini cukup penting bagi trader yang mencari pendekatan trading saat ingin berspekulasi di sesi London, terlebih lagi trader dapat memakai volatilitas ini sebagai suatu keuntungan bila menggunakan strategi trading breakout. Strategi ini mengutamakan volatilitas pergerakan market untuk jangka waktu yang lama.

    Selalu Amati Overlap

    Overlap dapat terjadi ketik sesi London dan sesi New York saling berpapasan, yaitu pada 08 am ET sampai 12 pm ET. Dua market ini adalah suatu pusat trading dunia, dan selama durasi 4 jam ini ada cukup banyak pergerakan besar yang bisa terjadi selama overlap berlangsung.

    Overlap juga memberikan penawaran sejumlah besar likuiditas dalam market. Seperti misalnya yang biasanya ada dalam grafik, volatilitas naik hingga ke titik paling maksimal dari 08 am sampai 12 pm ET ketika sesi forex London akan saling bertemu dengan sesi forex New York.

    Untuk trading saat terjadi overlap, trader dapat menggunakan strategi breakout yang memang tepat dipakai untuk mendapatkan keuntungan dari naiknya tingkat volatilitas selama overlap terjadi. Kunci utamanya yaitu dengan selalu mengamati keadaan overlap.
    Likuiditas Tinggi

    Sesi forex London adalah suatu sesi trading yang memberikan tawaran likuiditas yang paling tinggi. Karena tingginya aktivitas jual beli, pair mata uang mayor dapat digunakan untuk transaksi dengan spread rendah. Trader dapat mencari pergerakan jangka pendek untuk mendapatkan tren dan breakout lalu membuka trading hingga dapat mengurangi biaya spread.
    Mata Uang Terbaik Untuk Trading Sesi London

    Tak ada suatu mata uang terbaik untuk trading selama jam buka sesi London, namun hanyalah ada pair mata uang yang berkurang nilai spread sebab volume trading tinggi hingga mengakibatkan spread menjadi lebih rendah jika dibandingkan membuka trading dalam keadaan normal.

    Memang, beberapa pair mata uang masih menjadi favorit di sesi London, yaitu diantaranya EUR/USD, USD/JPY, USD/CHF, dan GBP/USD. Hal ini karena pair mata uang mayor ini digunakan untuk transaksi dalam volume yang cukup tinggi selama sesi forex London.

    Mata uang yang paling mudah terpengaruh dengan adanya overlap yaitu adalah USD/JPY, EUR/USD, dan GBP/USD sebab aktivitas interbank antara Amerika dan Inggris/Eropa. Strategi trading yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan tingkat volatilitas dan harus menentukan salah satu pair mata uang tersebut karena akan dipenuhi dengan likuiditas, bahkan juga pergerakannya akan makin bertambah dari rata-rata saat overlap berlangsung.


    Trading Breakout Saat Sesi London

    Mencoba trading breakout ketika sesi London memanfaatkan strategi breakout agak sama dengan trading breakout secara biasanya, kecuali ada satu fakta tambahan bahwa trader akan memperoleh likuiditas dan volatilitas besar ketika membuka trading.

    Ketika trader mencari setup untuk trading breakout, trader wajib mengamati garis support dan resistance yang telah pasti untuk mengeplot trading. Chart pada umumnya memberikan ilustrasi naiknya pola wedge, suatu garis tren dengan level resistance yang nantinya mungkin patah, dan lalu menjadi sebuah breakout.

    Suatu profit atau keuntungan besar dari setup semacam ini yaitu adalah pada manajemen resiko. Trader bisa mengawasi stop dengan lebih ketat, contohnya dengan menggunakan trailing stop-loss dekat dengan garis tren. Bila garis tren support patah, kerugian dapat dikurangi, dan bila strategi berfungsi dengan baik maka trader akan memperoleh rasio resiko dan keuntungan dalam kisaran positif.

    Menurut data trading 10 tahun terakhir, trading mata uang Eropa akan lebih besar, harapan untuk suksesnya bila ditransaksikan selama periode 19.00-11.00 GMT. Seperti yang dicontohkan sebelumnya, likuiditas selama periode ini cukup rendah yang dikarenakan sesi Amerika akan mengalami sesi penutupan.

    Likuiditas ini membuat mungkin terjadi range pada market, hingga trader dapat memanfaatkan strategi trading range dengan menggunakan indikator RSI. Trader yang menyukai range, membeli di poin support dan menjual di poin resistance, sebaiknya memikirkan untuk membuka trading mata uang Eropa menjelang suatu penutupan sesi trading Amerika.

    Trader yang menyukai breakout dan tren sebaiknya memikirkan pula tentang trading ketika menjelang pembukaan sesi Eropa hingga sesi penutupan market, yaitu pada 08.00-17.00 GMT. Hal sama yang akan mungkin terjadi ketika trading mata uang Asia (AUD/NZD misalnya) di sesi Asia yang juga dapat memberikan tawaran breakout sebab adalah hari aktif untuk mata uang lokal tersebut.

    Jika trader ingin membuka trading breakout untuk suatu mata uang Eropa selama sesi Asia, trader mungkin hanya akan memperoleh frustasi yang dikarenakan market memiliki kecenderungan tak bergerak. Sebabnya yaitu karena, mata uang Eropa sedang dalam keadaan yan tak aktif.
    Sesi Trading Eropa

    London mungkin menjadi sesi trading yang terbesar dan paling penting di dunia, dengan porsi 34% dari seluruh trading harian di dunia. Maka tidak heran jika kebanyakan bank-bank besar dunia mengalokasikan dealing desk di London sebab porsi market yang sangat besar ini.

    Jumlah besar partisipan dalam market London dan juga tingginya nilai transaksi mengakibatkan sesi London akan menjadi lebih tinggi volalitasnya jika dibanding sesi trading lain di dunia. Likuiditas tinggi yang tersedia di market London dapat menambah pergerakan rata-rata per jam untuk mata uang EUR/USD.

    Ingatlah bahwa ketika trading sesi London dengan volatilitas dan likuiditas yang bertambah, maka tetap berhati-hati dan pakailah leverage yang sesuai sebelum membuka trading. Terlepas dari sesi trading London, sesi Asia dan Amerika juga mempunyai karakteristik yang unik yang harus selalu diperhatikan oleh trader.

    Kunci utama yang sebaiknya diingat yaitu ialah, bahwa sesi London memberikan level volatilitas dan likuiditas yang tinggi. Maka degan begitu, breakout memiliki kesempatan yang besar lebih sering terjadi ketika sesi London terbuka. Belum lagi ditambah dengan fakta jika sesi London dan Amerika saling overlap.

    Berada di urutan kedua sebagai suatu market forex yang paling besar, sesi New York memegang transaksi global mencapai 16%. Walaupun begitu, periode paling tertinggi transaksi yang terjadi yaitu adalah saat sesi New York bertemu (overlap) dengan sesi London (Eropa).

    Di belahan dunia lain, market Tokyo adalah suatu market yang mengalami sesi pembukaan pertama kali. Sejumlah besar trader seringnya memanfaatkan sesi Tokyo sebagai tempat untuk mencoba dan mengembangkan strategi trading dengan mengamati dinamisasi pergerakan.

    Sesi Tokyo memiliki suatu porsi transaksi dunia yang menembus hingga 6%, dan seringnya diperhatikan sebagai market yang tidak begitu memberikan tawaran likuiditas dan juga volatilitas dibandingkan dengan sesi London atau New York. Tetapi karakteristik semacam inilah yang akan mengakibatkan sesi Asia justru menarik.

    Kapan Sesi New York Buka?

    Sesi New York dikatakan sebagai pasar market yang paling banyak memberikan likuiditas dari market lain, bahkan jika dibandingkan sesi London, walaupun sesi Amerika kalah jumlah partisipasi trader dan volume trading. Dalam periode diantara likuiditas tinggi yaitu saat sesi New York sedang dalam kondisi overlap dengan sesi London.

    Sesi trading New York pun mulai dibuka pukul 08.00 am ET dan tutup 05.00 pm ET. Overlap dapat saja terjadi ketika sesi New York bertemu dengan sesi London di setengah hari penutupan. Sesi London mulai merangkak pada 03.00 am ET dan akan tutup 12.00 pm ET, sedangkan overlap terjadi ketika 08.00 am ET hingga 12.00 pm ET.

    Selama periode overlap, akan banyak terjadi ditrading di sesi Amerika. Permulaan sesi New York bahkan dinilai lebih akan mengalami volatilitas daripada penjelang sesi penutupan secara umum. Sebab tingkat volatilitas ini berbeda, diperlukan suatu metode trading yang tidak sama dan berbeda agar mendapatkan keuntungan.

    Trading Breakout Saat Overlap

    Periode overlap terjadi ketika sesi London dan Amerika saling berpapasan satu sama lain, yang mana dua market ini merupakan yang terbesar di dunia. Selama 4 jam periode overlap, pergerakan besar dan cepat akan lebih sering tampak, hal ini karena sejumlah besar likuiditas memasuki market.

    Untuk trading dalam kondisi overlap, maka trader bisa menerapkan strategi breakout yang mempunyai tujuan untuk menarik keuntungan dari naiknya volatilitas.

    Pair EUR/USD membentuk pola triangle, yaitu yang terjadi overlap, harga dari mata uang EUR/USD akan mengalami breakout. Dan juga trader telah merancang manajemen resiko yang tepat, sinyal entry dapat dimanapun sesuai mekanisme yang jelas antara support dan resistance.

    Trading Mendekati Akhir Sesi New York

    Ketika London mengalami sesi pentupan, volatilitas miliki maka akan memiliki kecenderungan turun secara drastis. Seperti yang diperhatikan dalam chart yang biasanya dipakai, yang memperlihatkan rata-rata pergerakan dalam satu jam, akan nampak pergerakan rata-rata mulai mengalami penurunan.

    Seperti yang ada pada contoh chart, bagian terakhir dari sesi trading New York memperlihatkan volatilitas rendah. Sebab, rata-rata pergerakan per jam akan menurun di bagian akhir sesi trading, trader harus menggunakan strategi trading yang berbeda, misalnya saja dengan memakai strategi trading range.

    Menerapkan strategi trading range dapat memberikan profit dari level support dan resistance. Chart banyak yang memperlihatkan contoh dari strategi trading range. Ketika harga bergerak naik menuju dekat level resistance (garis merah), maka trader sebaiknya memberikan order short pada market.

    Jika harga bergerak turun mendekati level support (garis hijau), trader dapat memberi order buy untuk suatu mata uang. Alasan dibalik penerapan strategi range yaitu bahwa saat volatilitas menurun, level support dan resistance akan cukup sulit untuk ditembus, dan sepertinya justru malahan akan tertahan hingga memberikan profit bila menggunakan strategi range.

    Mata Uang Saat Sesi Trading New York yang Terbaik

    Pair mata uang di sesi New York yang terbaik yaitu adalah yang masuk dalam kategori mata uang mayor, seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, EUR/JPY, GBP/JPY, dan USD/CHF. Semua pair mata uang itu menjadi yang paling likuid dalam sesi trading New York terbuka.

    Terutama pada saat overlap, mata uang EUR/USD akan bertambah secara drastis likuiditasnya. Tiap sesi trading forex memberikan penawaran karakteristik yang unik, dimulai dari sesi trading London lalu dilanjutkan oleh sesi trading New York, kemudian menyusul sesi trading Asia.

    Likuiditas tinggi ini dapat memberi profit tersendiri untuk trader, yang mana biaya spread akan jadi lebih rendah jika dibandingkan ketika likuiditas rendah. Selama terjadi overlap, gabungan dari naiknya tingkat likuiditas dan volatilitas dapat menawarkan lebih banyak keuntungan pada trader.

    Kapan Sesi Tokyo Buka?

    Sesi market Asia adalah awal dari rangkaian hari aktif trading, tepatnya dihari Senin pagi pukul 09.00 dan tutup pada 18.00 JST (waktu standar Jepang). Di London, trader wajib melakukan trading pagi hari mulai dari 00.00 GMT sampai 09.00 GMT apabila ingin ikut sesi Asia.

    Selalu ingat bahwa market jika ditransaksikan selama 24 jam tiap hari, jadi permulaan hari trading akan sangat objektif antara satu sesi ke sesi lain. Tapi secara umum sudah diterima bahwa sesi Asia akan dimulai ketika bank Tokyo online demi memberikan fasilitas volume trading yang terjadi.

    Secara teknis, sesi Australia dan Selandia Baru adalah suatu market yang pertama buka. Tetapi karena kecilnya skala yang muncul maka banyak trader yang menggabungkan dengan sesi Asia. Ketika sesi Asia telah dimulai, maka pusat ekonomi Eropa dan Amerika pada umumnya dalam keadaan yang tidak aktif sehingga juga memiliki kontribusi pada menurunnya volume trading.

    Trading Range Saat Sesi Asia

    Strategi range dikatakan sebagai sesi yang paling tepat untuk dimanfaatkan di sesi Asia karena level support dan resistance akan lebih sering terjadi dengan frekuensi tinggi dibanding sesi Amerika dan London yang memiliki volatilitas tingkat tinggi, terlebih lagi saat terjadi overlap.

    Dua jenis umum strategi yang paling sesuai untuk sesi trading sesi Tokyo mengaitkan trading breakout dan range. Gambar yang biasanya ada pada grafik yang tertera merupakan contoh dari posisi short dengan strategi trading range, tetapi tak menutup kemungkinan untuk mengambil posisi long juga.

    Setup trading. Satu cara trading range ialah dengan mendapatkan sinyal beli saat harga ada di dekat garis resistance sedangkan level take profit di dekat garis range terendah. Trader paling tidak memerlukan oscillator seperti RSI atau stochastic untuk mendapatkan sinyal beli (sesi Asia ditandai dengan kotak biru).

    Entry point. Trader harus mencari sinyal beli ketika harga mendekati support dan menjual saat harga mendekati resistance. Indikator stochastic memperlihatkan data jika market mengalami overbought, sehingga memberikan hasil sinyal jual (lingkaran biru). Harga lalu menembus ke level resistance sehingga memunculkan kesempatan untuk short.

    Stop-loss. Order stop dapat digunakan di atas level resistance sebab secara historis ini adalah suatu level di mana harga memantul (kembali ke titik semula).

    Take profit. Trader professional pasti akan berharap memperoleh lebih banyak pip daripada potensi kalah. Rasio resiko dan profit minimal yaitu 1:1. Memiliki arti, jika market bergerak dari titik range tertinggi ke terendah dengan target yaitu 80 pip dan resiko 30 pip, maka rasio resiko dan keuntungan menjadi 1:2.67.

    Trader dapat menggunakan stop dan limit untuk menjaga tingkat resiko tetap dalam channel. Trading range dapat pula menjadi kurang efektif bila diterapkan di sesi London dan Amerika karena market telah di isi dengan likuiditas, tetapi sangatlah efektif untuk sesi Asia sebab cukup rendah volatilitas dan likuiditas.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by Suyati Vio View Post
    [ATTACH=CONFIG]356205[/ATTACH]
    Trading sesi London mempunyai porsi terbesar dari semua aktivitas trading di dunia, jumlah sekitarannya mencapai 35%, dan saat ini juga adalah suatu market forex sangat terbesar. Sesi forex London tampaknya overlap pula (berpapasan) dengan suatu sesi trading New York di setengah hari terakhir.

    Market forex sesi London akan bisa dibuka mulai sejak pukul 03 am ET sampai 12 pm ET, dan adalah suatu pasar dengan volume trading yang sangat besar dari semua pasar yang ada. Sesi London berpapasan dengan sesi Asia dari 03 am hingga 04 am, dan berbarengan pula dengan sesi New York mulai dari 08 am hingga 12 pm.
    Tentang Sesi Trading London yang Harus Diketahui
    - Sesi London Sangat Cepat dan Aktif

    Penurunan di market Tokyo mengakibatkan trader mulai berpindah ke sesi London, dan juga harga mulai akan bergerak dari penyedia likuiditas di Inggris Raya, trader akan dapat mengamati adanya suatu penambahan volatilitas. Dapat dikatakan bahwa trader dari sesi Tokyo akan berpindah membuka trading ke sesi London.

    Disebabkan oleh mulai bertambahnya market di London, maka pergerakan rata-rata per jam dari pair mata uang juga akan mengalami peningkatan. Di bawah ini adalah suatu analisa pada EUR/USD yang didasarkan pada data selama satu hari sesi trading.

    Perhatikanlah berapa banyak pergerakan yang mungkin terjadi secara rata-rata sesudah sesi Asia tutup (sesi Asia tutup pada 03 am ET yang ditunjukkan dengan garis biru). Garis support dan resistance mungkin saja akan mencapai lebih mudah daripada saat sesi Asia merangkak (karena volatilitas seringnya rendah).

    Konsep ini cukup penting bagi trader yang mencari pendekatan trading saat ingin berspekulasi di sesi London, terlebih lagi trader dapat memakai volatilitas ini sebagai suatu keuntungan bila menggunakan strategi trading breakout. Strategi ini mengutamakan volatilitas pergerakan market untuk jangka waktu yang lama.

    Selalu Amati Overlap

    Overlap dapat terjadi ketik sesi London dan sesi New York saling berpapasan, yaitu pada 08 am ET sampai 12 pm ET. Dua market ini adalah suatu pusat trading dunia, dan selama durasi 4 jam ini ada cukup banyak pergerakan besar yang bisa terjadi selama overlap berlangsung.

    Overlap juga memberikan penawaran sejumlah besar likuiditas dalam market. Seperti misalnya yang biasanya ada dalam grafik, volatilitas naik hingga ke titik paling maksimal dari 08 am sampai 12 pm ET ketika sesi forex London akan saling bertemu dengan sesi forex New York.

    Untuk trading saat terjadi overlap, trader dapat menggunakan strategi breakout yang memang tepat dipakai untuk mendapatkan keuntungan dari naiknya tingkat volatilitas selama overlap terjadi. Kunci utamanya yaitu dengan selalu mengamati keadaan overlap.
    Likuiditas Tinggi

    Sesi forex London adalah suatu sesi trading yang memberikan tawaran likuiditas yang paling tinggi. Karena tingginya aktivitas jual beli, pair mata uang mayor dapat digunakan untuk transaksi dengan spread rendah. Trader dapat mencari pergerakan jangka pendek untuk mendapatkan tren dan breakout lalu membuka trading hingga dapat mengurangi biaya spread.
    Mata Uang Terbaik Untuk Trading Sesi London

    Tak ada suatu mata uang terbaik untuk trading selama jam buka sesi London, namun hanyalah ada pair mata uang yang berkurang nilai spread sebab volume trading tinggi hingga mengakibatkan spread menjadi lebih rendah jika dibandingkan membuka trading dalam keadaan normal.

    Memang, beberapa pair mata uang masih menjadi favorit di sesi London, yaitu diantaranya EUR/USD, USD/JPY, USD/CHF, dan GBP/USD. Hal ini karena pair mata uang mayor ini digunakan untuk transaksi dalam volume yang cukup tinggi selama sesi forex London.

    Mata uang yang paling mudah terpengaruh dengan adanya overlap yaitu adalah USD/JPY, EUR/USD, dan GBP/USD sebab aktivitas interbank antara Amerika dan Inggris/Eropa. Strategi trading yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan tingkat volatilitas dan harus menentukan salah satu pair mata uang tersebut karena akan dipenuhi dengan likuiditas, bahkan juga pergerakannya akan makin bertambah dari rata-rata saat overlap berlangsung.


    Trading Breakout Saat Sesi London

    Mencoba trading breakout ketika sesi London memanfaatkan strategi breakout agak sama dengan trading breakout secara biasanya, kecuali ada satu fakta tambahan bahwa trader akan memperoleh likuiditas dan volatilitas besar ketika membuka trading.

    Ketika trader mencari setup untuk trading breakout, trader wajib mengamati garis support dan resistance yang telah pasti untuk mengeplot trading. Chart pada umumnya memberikan ilustrasi naiknya pola wedge, suatu garis tren dengan level resistance yang nantinya mungkin patah, dan lalu menjadi sebuah breakout.

    Suatu profit atau keuntungan besar dari setup semacam ini yaitu adalah pada manajemen resiko. Trader bisa mengawasi stop dengan lebih ketat, contohnya dengan menggunakan trailing stop-loss dekat dengan garis tren. Bila garis tren support patah, kerugian dapat dikurangi, dan bila strategi berfungsi dengan baik maka trader akan memperoleh rasio resiko dan keuntungan dalam kisaran positif.

    Menurut data trading 10 tahun terakhir, trading mata uang Eropa akan lebih besar, harapan untuk suksesnya bila ditransaksikan selama periode 19.00-11.00 GMT. Seperti yang dicontohkan sebelumnya, likuiditas selama periode ini cukup rendah yang dikarenakan sesi Amerika akan mengalami sesi penutupan.

    Likuiditas ini membuat mungkin terjadi range pada market, hingga trader dapat memanfaatkan strategi trading range dengan menggunakan indikator RSI. Trader yang menyukai range, membeli di poin support dan menjual di poin resistance, sebaiknya memikirkan untuk membuka trading mata uang Eropa menjelang suatu penutupan sesi trading Amerika.

    Trader yang menyukai breakout dan tren sebaiknya memikirkan pula tentang trading ketika menjelang pembukaan sesi Eropa hingga sesi penutupan market, yaitu pada 08.00-17.00 GMT. Hal sama yang akan mungkin terjadi ketika trading mata uang Asia (AUD/NZD misalnya) di sesi Asia yang juga dapat memberikan tawaran breakout sebab adalah hari aktif untuk mata uang lokal tersebut.

    Jika trader ingin membuka trading breakout untuk suatu mata uang Eropa selama sesi Asia, trader mungkin hanya akan memperoleh frustasi yang dikarenakan market memiliki kecenderungan tak bergerak. Sebabnya yaitu karena, mata uang Eropa sedang dalam keadaan yan tak aktif.
    Sesi Trading Eropa

    London mungkin menjadi sesi trading yang terbesar dan paling penting di dunia, dengan porsi 34% dari seluruh trading harian di dunia. Maka tidak heran jika kebanyakan bank-bank besar dunia mengalokasikan dealing desk di London sebab porsi market yang sangat besar ini.

    Jumlah besar partisipan dalam market London dan juga tingginya nilai transaksi mengakibatkan sesi London akan menjadi lebih tinggi volalitasnya jika dibanding sesi trading lain di dunia. Likuiditas tinggi yang tersedia di market London dapat menambah pergerakan rata-rata per jam untuk mata uang EUR/USD.

    Ingatlah bahwa ketika trading sesi London dengan volatilitas dan likuiditas yang bertambah, maka tetap berhati-hati dan pakailah leverage yang sesuai sebelum membuka trading. Terlepas dari sesi trading London, sesi Asia dan Amerika juga mempunyai karakteristik yang unik yang harus selalu diperhatikan oleh trader.

    Kunci utama yang sebaiknya diingat yaitu ialah, bahwa sesi London memberikan level volatilitas dan likuiditas yang tinggi. Maka degan begitu, breakout memiliki kesempatan yang besar lebih sering terjadi ketika sesi London terbuka. Belum lagi ditambah dengan fakta jika sesi London dan Amerika saling overlap.

    Berada di urutan kedua sebagai suatu market forex yang paling besar, sesi New York memegang transaksi global mencapai 16%. Walaupun begitu, periode paling tertinggi transaksi yang terjadi yaitu adalah saat sesi New York bertemu (overlap) dengan sesi London (Eropa).

    Di belahan dunia lain, market Tokyo adalah suatu market yang mengalami sesi pembukaan pertama kali. Sejumlah besar trader seringnya memanfaatkan sesi Tokyo sebagai tempat untuk mencoba dan mengembangkan strategi trading dengan mengamati dinamisasi pergerakan.

    Sesi Tokyo memiliki suatu porsi transaksi dunia yang menembus hingga 6%, dan seringnya diperhatikan sebagai market yang tidak begitu memberikan tawaran likuiditas dan juga volatilitas dibandingkan dengan sesi London atau New York. Tetapi karakteristik semacam inilah yang akan mengakibatkan sesi Asia justru menarik.

    Kapan Sesi New York Buka?

    Sesi New York dikatakan sebagai pasar market yang paling banyak memberikan likuiditas dari market lain, bahkan jika dibandingkan sesi London, walaupun sesi Amerika kalah jumlah partisipasi trader dan volume trading. Dalam periode diantara likuiditas tinggi yaitu saat sesi New York sedang dalam kondisi overlap dengan sesi London.

    Sesi trading New York pun mulai dibuka pukul 08.00 am ET dan tutup 05.00 pm ET. Overlap dapat saja terjadi ketika sesi New York bertemu dengan sesi London di setengah hari penutupan. Sesi London mulai merangkak pada 03.00 am ET dan akan tutup 12.00 pm ET, sedangkan overlap terjadi ketika 08.00 am ET hingga 12.00 pm ET.

    Selama periode overlap, akan banyak terjadi ditrading di sesi Amerika. Permulaan sesi New York bahkan dinilai lebih akan mengalami volatilitas daripada penjelang sesi penutupan secara umum. Sebab tingkat volatilitas ini berbeda, diperlukan suatu metode trading yang tidak sama dan berbeda agar mendapatkan keuntungan.

    Trading Breakout Saat Overlap

    Periode overlap terjadi ketika sesi London dan Amerika saling berpapasan satu sama lain, yang mana dua market ini merupakan yang terbesar di dunia. Selama 4 jam periode overlap, pergerakan besar dan cepat akan lebih sering tampak, hal ini karena sejumlah besar likuiditas memasuki market.

    Untuk trading dalam kondisi overlap, maka trader bisa menerapkan strategi breakout yang mempunyai tujuan untuk menarik keuntungan dari naiknya volatilitas.

    Pair EUR/USD membentuk pola triangle, yaitu yang terjadi overlap, harga dari mata uang EUR/USD akan mengalami breakout. Dan juga trader telah merancang manajemen resiko yang tepat, sinyal entry dapat dimanapun sesuai mekanisme yang jelas antara support dan resistance.

    Trading Mendekati Akhir Sesi New York

    Ketika London mengalami sesi pentupan, volatilitas miliki maka akan memiliki kecenderungan turun secara drastis. Seperti yang diperhatikan dalam chart yang biasanya dipakai, yang memperlihatkan rata-rata pergerakan dalam satu jam, akan nampak pergerakan rata-rata mulai mengalami penurunan.

    Seperti yang ada pada contoh chart, bagian terakhir dari sesi trading New York memperlihatkan volatilitas rendah. Sebab, rata-rata pergerakan per jam akan menurun di bagian akhir sesi trading, trader harus menggunakan strategi trading yang berbeda, misalnya saja dengan memakai strategi trading range.

    Menerapkan strategi trading range dapat memberikan profit dari level support dan resistance. Chart banyak yang memperlihatkan contoh dari strategi trading range. Ketika harga bergerak naik menuju dekat level resistance (garis merah), maka trader sebaiknya memberikan order short pada market.

    Jika harga bergerak turun mendekati level support (garis hijau), trader dapat memberi order buy untuk suatu mata uang. Alasan dibalik penerapan strategi range yaitu bahwa saat volatilitas menurun, level support dan resistance akan cukup sulit untuk ditembus, dan sepertinya justru malahan akan tertahan hingga memberikan profit bila menggunakan strategi range.

    Mata Uang Saat Sesi Trading New York yang Terbaik

    Pair mata uang di sesi New York yang terbaik yaitu adalah yang masuk dalam kategori mata uang mayor, seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, EUR/JPY, GBP/JPY, dan USD/CHF. Semua pair mata uang itu menjadi yang paling likuid dalam sesi trading New York terbuka.

    Terutama pada saat overlap, mata uang EUR/USD akan bertambah secara drastis likuiditasnya. Tiap sesi trading forex memberikan penawaran karakteristik yang unik, dimulai dari sesi trading London lalu dilanjutkan oleh sesi trading New York, kemudian menyusul sesi trading Asia.

    Likuiditas tinggi ini dapat memberi profit tersendiri untuk trader, yang mana biaya spread akan jadi lebih rendah jika dibandingkan ketika likuiditas rendah. Selama terjadi overlap, gabungan dari naiknya tingkat likuiditas dan volatilitas dapat menawarkan lebih banyak keuntungan pada trader.

    Kapan Sesi Tokyo Buka?

    Sesi market Asia adalah awal dari rangkaian hari aktif trading, tepatnya dihari Senin pagi pukul 09.00 dan tutup pada 18.00 JST (waktu standar Jepang). Di London, trader wajib melakukan trading pagi hari mulai dari 00.00 GMT sampai 09.00 GMT apabila ingin ikut sesi Asia.

    Selalu ingat bahwa market jika ditransaksikan selama 24 jam tiap hari, jadi permulaan hari trading akan sangat objektif antara satu sesi ke sesi lain. Tapi secara umum sudah diterima bahwa sesi Asia akan dimulai ketika bank Tokyo online demi memberikan fasilitas volume trading yang terjadi.

    Secara teknis, sesi Australia dan Selandia Baru adalah suatu market yang pertama buka. Tetapi karena kecilnya skala yang muncul maka banyak trader yang menggabungkan dengan sesi Asia. Ketika sesi Asia telah dimulai, maka pusat ekonomi Eropa dan Amerika pada umumnya dalam keadaan yang tidak aktif sehingga juga memiliki kontribusi pada menurunnya volume trading.

    Trading Range Saat Sesi Asia

    Strategi range dikatakan sebagai sesi yang paling tepat untuk dimanfaatkan di sesi Asia karena level support dan resistance akan lebih sering terjadi dengan frekuensi tinggi dibanding sesi Amerika dan London yang memiliki volatilitas tingkat tinggi, terlebih lagi saat terjadi overlap.

    Dua jenis umum strategi yang paling sesuai untuk sesi trading sesi Tokyo mengaitkan trading breakout dan range. Gambar yang biasanya ada pada grafik yang tertera merupakan contoh dari posisi short dengan strategi trading range, tetapi tak menutup kemungkinan untuk mengambil posisi long juga.

    Setup trading. Satu cara trading range ialah dengan mendapatkan sinyal beli saat harga ada di dekat garis resistance sedangkan level take profit di dekat garis range terendah. Trader paling tidak memerlukan oscillator seperti RSI atau stochastic untuk mendapatkan sinyal beli (sesi Asia ditandai dengan kotak biru).

    Entry point. Trader harus mencari sinyal beli ketika harga mendekati support dan menjual saat harga mendekati resistance. Indikator stochastic memperlihatkan data jika market mengalami overbought, sehingga memberikan hasil sinyal jual (lingkaran biru). Harga lalu menembus ke level resistance sehingga memunculkan kesempatan untuk short.

    Stop-loss. Order stop dapat digunakan di atas level resistance sebab secara historis ini adalah suatu level di mana harga memantul (kembali ke titik semula).

    Take profit. Trader professional pasti akan berharap memperoleh lebih banyak pip daripada potensi kalah. Rasio resiko dan profit minimal yaitu 1:1. Memiliki arti, jika market bergerak dari titik range tertinggi ke terendah dengan target yaitu 80 pip dan resiko 30 pip, maka rasio resiko dan keuntungan menjadi 1:2.67.

    Trader dapat menggunakan stop dan limit untuk menjaga tingkat resiko tetap dalam channel. Trading range dapat pula menjadi kurang efektif bila diterapkan di sesi London dan Amerika karena market telah di isi dengan likuiditas, tetapi sangatlah efektif untuk sesi Asia sebab cukup rendah volatilitas dan likuiditas.
    Trading ketika sesi mulai open market.sesi asia bisa di lakukan transaksi atau melakukan analisa sambil menunggu sesi eropa di siang harinya.apabila market sesia asia naik maka di sesi eropa bisa lanjutkan tltrend dan menunggu di sesi amerika akan mengalami koreksi.metode ini bisa dinlakukan untuk mendapatkan profit sebab market mempunyai range setiap pergerakannya,ketika range tercapai market akan mengalami koreksi yang tidak bisa di tentukan.

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      menurut pengalaman gw sih mending trading dari jam 5 sore sampe jam 11 malem, jangan terlalu lama kalao trading pake major pair itu udah dalam jangkauan jam rame nya, kalo memaksakan diri sampe penutupan market amrik, trader bakal kelelahan dan bisa salah analisa

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X