Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Memakai Trading Reversal Ala Sushi Roll


    Click image for larger version

Name:	teknik-trading-reversal-ala-sushi-roll-294624-21603.jpg
Views:	1
Size:	51.1 KB
ID:	13017636
    Nama yang sangat unik bukan? Apa hubungannya peristiwa reversal dengan sushi roll? Jawabannya adalah kedua kata tersebut tidak memiliki hubungan. Mana ada trading dengan pola makanan Jepang tersebut. Faktanya kedua ini memiliki hubungan kontekstual mereka sendiri.

    Pendapat yang kuat menyatakan, nama trading reversal ala sushi roll adalah suatu nama yang digunakan untuk menyebut salah satu cara menganalisa trend reversal dalam trading. Kebetulan saja, pemikiran ini dicetuskan oleh sekelompok trader ketika mereka sedang makan sushi roll di sebuah restoran. Asal usul yang sangat unik, bukan?

    Lalu apa latar belakang dicetuskannya strategi reversal ala sushi roll?

    Menganalisa suatu kondisi reversal bukanlah hal yang mudah. Pasalnya ada beberapa kondisi yang hampir menyerupai fenomena pembalikan harga ini yaitu pullback, koreksi, dan retracement. Terutama bagi para trader pemula, ketika dihadapkan kepada pembalikan harga mereka akan kebingungan untuk menentukan yang manakah kondisi yang sedang mereka hadapi.

    Problem inilah yang berusaha diatasi oleh teknik trading ala sushi roll. Strategi ini dapat dipelajari secara menyeluruh dalam buku karangan Mark Fisher yang berjudul ‘The Logical Trader’. Ia mencoba berusaha untuk menguraikan berbagai tipikal pola uang dapat mengindikasikan jenis pembalikan harga tersebut, apakah reversal atau koreksi biasa.

    Pada dasarnya, reversal memang disikapi dengan banyak cara oleh trader. Mereka yang menyukai tantangan untuk trading dalam pembalikan harga akan menanti-nanti momentum ini. Sedangkan bagi mereka yang menggunakan tipe strategi trend following akan berusaha untuk menghindar atau minimal mensiasatinya.

    Kali ini, kita akan membedah apa itu strategi trading ala sushi roll yang berfungsi sebagai indikator deteksi trend reversal. Tips ini penting untuk Anda pelajari sebagai referensi mengenali situasi dan kondisi reversal yang merupakan momentum penting dalam trading.

    Mengenal Keistimewaan Trading Reversal Ala Sushi Roll

    Jika Anda masih meragukan teknik indikator ini, maka Anda perlu mengetahui bahwa strategi reversal ala sushi roll pernah mengalahkan efektifitas strategi buy and hold (yang biasa diterapkan pada jual beli pasar saham) pada tahun 1990 hingga 2004. Perbandingan ini menunjukkan bahwa trading sushi roll memiliki return lebih unggul yaitu 29.31%.

    Meskipun ditemukan dengan cara yang nampaknya tak sengaja dan kurang serius, nyatanya popularitas strategi ini tidak main-main. Bahkan konsep yang dimiliki menunjukkan bahwa trading reversal ala sushi roll memang sistematis dan tidak bisa dianggap sebagai taktik abal-abal.

    Strategi reversal ala sushi roll memiliki 8 teknik dasar yang menjadi acuan dalam menggunakan teknik trading ini, yaitu:

    1. Tidak menggunakan candlestick lebih dari sepuluh buah. Meskipun tidak diketahui apa alasannya, hemat penulis strategi ini sedang berusaha untuk memaksimalisasi analisa dengan indikator candlestick sesedikit mungkin agar lebih simpe dan efektif.


    2. Sebuah kondisi disebut rolling inside ketika 5 buah candlestick bergerak ke arah yang sejajar dengan trend dan berada dalam jalur (perdagangan) yang sempit.

    3. Sebuah kondisi disebut rolling outside ketika 5 buah candlestick sesudahnya bergerak melawan arah trend yang sedang berlangsung. Berbeda dengan situasi yang dialami oleh lima candlestick tadi, kelima candlestick ini justru diliputi oleh posisi low dan high.

    4. Ketika candlestick terbagi dalam rolling inside dan rolling outside, kondisi kombinasi ini disebut dengan RIOR.

    5. Breakout dalam trendline merupakan penampakan kunci untuk melakukan konfirmasi. Hal ini berbeda dengan backtest yang sudah dilakukan sebelumnya yang mengandalkan strategi divergence.

    6. Metode trading ala sushi roll pada dasarnya didesain untuk trading jangka panjang atau minimal menggunakan penerapan chart weekly. Menurut analisa pengalaman, metode ini memang membutuhkan beberapa candle untuk menempatkan diri dalam setup yang benar.

    Meskipun lebih tepat digunakan untuk trading jangka panjang, tidak menutup kemungkinan bagi pengguna untuk menerapkan trading jangka pendek atau menengah dengan menggunakan beberapa penyesuaian.

    7. Meskipun pada umumnya, pengguna trading reversal ala sushi roll terikat pada aturan penggunaan 10 candlestick. Sesungguhnya trading tetap bisa dilakukan dengan jumlah candlestick lain seperti 9, 8, 11, atau 12. Pada intinya, yang terpenting ialah memastikan bahwa jumlah yang Anda ambil dapat menghasilkan suara yang berimbang.

    8. Jika Anda pernah belajar atau memahami pola engulfing, kemungkinan Anda akan bertanya-tanya apa perbedaan pola ini dengan RIOR. Keduanya memang mirip namun tidak sama. Perbedaan yang paling mencolok, pola engulfing hanya membutuhkan dua candlestick saja. Sedangkan pada RIOR, hampir dibutuhkan candlestick dalam kisaran jumlah 10 buah candlestick.

    Bagaimana Cara Menggunakan Teknik Sushi Roll?
    Click image for larger version

Name:	teknik-trading-reversal-ala-sushi-roll-294624-59723.png
Views:	1
Size:	24.5 KB
ID:	13017637
    Trading reversal ala sushi roll atau bahkan semua teknik trading lain sesungguhnya mudah ketika penggunanya sudah menguasai teknik tersebut dan terbiasa menggunakannya. Adapun prosedur cara menggunakan metode sushi roll untuk analisa reversal ialah sebagai berikut:

    · Kondisi Pasar Sedang Bullish

    Pertama kita akan membahas penggunaan teknik sushi roll pada kondisi pasar yang sedang bullish dan mengundang trader untuk memasang posisi sell mereka. Dalam trend harga yang naik, munculnya indikator RIOR merupakan salah satu gejala akan terjadinya pembalikan harga dengan jarak yang cukup signifikan. Biasanya setelah fase ini, chart akan segera memberikan keterangan terkait pelemahan trend.

    Setelah itu, trader perlu menunggu konfirmasi terlebih dahulu mengenai terjadinya setup outside reversal. Kekuatan trend pembalikan selanjutnya ditandai dengan kondisi harga yang semakin menurun dan trend berbalik tersebut justru membentuk polanya sendiri sehingga lebih kuat. Hanya tinggal menunggu konfirmasi dari break oleh trendline saja untuk mulai menaruh posisi.

    Jika syarat terakhir tersebut sudah terpenuhi, kini trader dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka posisi penjualan mereka. Stop loss dapat ditempatkan pada zona potensial yang meliputi titik trading, misalnya di zona low pada candlestick.


    · Dalam Kondisi Pasar yang Tengah Bearish

    Lalu bagaimana ketika pasar sedang dalam kondisi downtrend?

    Ketika pasar sedang mengalami penurunan trend harga, salah satu indikasi akan terjadinya pembalikan arah ialah kemuculan setup RIOR yang bergerak terus keatas dan menunjukkan gerakan uptrend. Sebagaimana dalam kondisi bullish, kemunculan RIOR dalam arus pasar ini kemungkinan besar akan segera diikuti oleh melemahnya trend.

    Selanjutnya, tunggu hingga keseluruhan candlestick dalam trading mengelompokkan diri menjadi dua dan seimbang. Durasi proses pengelompokan ini dapat bervariasi tergantung kepada kekuatan serta kepastian trend saat itu. Tidak jarang proses terjadi memakan waktu hingga berjam-jam dan trader harus setia menunggu.

    Tindakan gegabah akan mengakibatkan celaka, termasuk ketika memasukkan posisi disaat keseluruhan pembagian candle belum tertutup dengan sempurna. Tindakan seperti ini sangat beresiko karena masih membuka peluang harga akan berubah lagi.

    Trader dapat menempatkan stop loss mereka pada zona low yang sudah terbentuk di sekitar low reversal. Adapun take profit dapat dilakukan dengan cara menerapkan money manajemen yang berguna untuk menghindarkan trader dari resiko kerugian total.

    Sampai di sini kita dapat mengetahui bahwa proses analisa reversal ala sushi roll tidak selalu berjalan dengan cepat dan membutuhkan waktu singkat. Justru rasanya, strategi ini mendebarkan kerena trader dapat mengetahui dengan pasti kapan penantian mereka akan berakhir. Semakin banyak candlestick yang digunakan, kemungkinan semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan keputusan.

    Namun di sisi lain, menggunakan candlestick yang terlalu sedikit juga sangat berisiko. Semakin sedikit jumlah candlestick, semakin sedikit sinyal pembalikan trend yang dapat ditangkap oleh candlestick dan demikian semakin lemah pula hasil analisa tersebut.

    Selain kelemahan terkait waktu panjang yang dibutuhkan, sepenuhnya indikator ini patut untuk direkomendasikan dan dicoba. Selain penggunaannya cukup sederhana, ia juga mempunyai tampilan yang ringan dan elegan.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by Nur Hayati View Post

    [ATTACH]337491[/ATTACH]
    Nama yang sangat unik bukan? Apa hubungannya peristiwa reversal dengan sushi roll? Jawabannya adalah kedua kata tersebut tidak memiliki hubungan. Mana ada trading dengan pola makanan Jepang tersebut. Faktanya kedua ini memiliki hubungan kontekstual mereka sendiri.

    Pendapat yang kuat menyatakan, nama trading reversal ala sushi roll adalah suatu nama yang digunakan untuk menyebut salah satu cara menganalisa trend reversal dalam trading. Kebetulan saja, pemikiran ini dicetuskan oleh sekelompok trader ketika mereka sedang makan sushi roll di sebuah restoran. Asal usul yang sangat unik, bukan?

    Lalu apa latar belakang dicetuskannya strategi reversal ala sushi roll?

    Menganalisa suatu kondisi reversal bukanlah hal yang mudah. Pasalnya ada beberapa kondisi yang hampir menyerupai fenomena pembalikan harga ini yaitu pullback, koreksi, dan retracement. Terutama bagi para trader pemula, ketika dihadapkan kepada pembalikan harga mereka akan kebingungan untuk menentukan yang manakah kondisi yang sedang mereka hadapi.

    Problem inilah yang berusaha diatasi oleh teknik trading ala sushi roll. Strategi ini dapat dipelajari secara menyeluruh dalam buku karangan Mark Fisher yang berjudul ‘The Logical Trader’. Ia mencoba berusaha untuk menguraikan berbagai tipikal pola uang dapat mengindikasikan jenis pembalikan harga tersebut, apakah reversal atau koreksi biasa.

    Pada dasarnya, reversal memang disikapi dengan banyak cara oleh trader. Mereka yang menyukai tantangan untuk trading dalam pembalikan harga akan menanti-nanti momentum ini. Sedangkan bagi mereka yang menggunakan tipe strategi trend following akan berusaha untuk menghindar atau minimal mensiasatinya.

    Kali ini, kita akan membedah apa itu strategi trading ala sushi roll yang berfungsi sebagai indikator deteksi trend reversal. Tips ini penting untuk Anda pelajari sebagai referensi mengenali situasi dan kondisi reversal yang merupakan momentum penting dalam trading.

    Mengenal Keistimewaan Trading Reversal Ala Sushi Roll

    Jika Anda masih meragukan teknik indikator ini, maka Anda perlu mengetahui bahwa strategi reversal ala sushi roll pernah mengalahkan efektifitas strategi buy and hold (yang biasa diterapkan pada jual beli pasar saham) pada tahun 1990 hingga 2004. Perbandingan ini menunjukkan bahwa trading sushi roll memiliki return lebih unggul yaitu 29.31%.

    Meskipun ditemukan dengan cara yang nampaknya tak sengaja dan kurang serius, nyatanya popularitas strategi ini tidak main-main. Bahkan konsep yang dimiliki menunjukkan bahwa trading reversal ala sushi roll memang sistematis dan tidak bisa dianggap sebagai taktik abal-abal.

    Strategi reversal ala sushi roll memiliki 8 teknik dasar yang menjadi acuan dalam menggunakan teknik trading ini, yaitu:

    1. Tidak menggunakan candlestick lebih dari sepuluh buah. Meskipun tidak diketahui apa alasannya, hemat penulis strategi ini sedang berusaha untuk memaksimalisasi analisa dengan indikator candlestick sesedikit mungkin agar lebih simpe dan efektif.


    2. Sebuah kondisi disebut rolling inside ketika 5 buah candlestick bergerak ke arah yang sejajar dengan trend dan berada dalam jalur (perdagangan) yang sempit.

    3. Sebuah kondisi disebut rolling outside ketika 5 buah candlestick sesudahnya bergerak melawan arah trend yang sedang berlangsung. Berbeda dengan situasi yang dialami oleh lima candlestick tadi, kelima candlestick ini justru diliputi oleh posisi low dan high.

    4. Ketika candlestick terbagi dalam rolling inside dan rolling outside, kondisi kombinasi ini disebut dengan RIOR.

    5. Breakout dalam trendline merupakan penampakan kunci untuk melakukan konfirmasi. Hal ini berbeda dengan backtest yang sudah dilakukan sebelumnya yang mengandalkan strategi divergence.

    6. Metode trading ala sushi roll pada dasarnya didesain untuk trading jangka panjang atau minimal menggunakan penerapan chart weekly. Menurut analisa pengalaman, metode ini memang membutuhkan beberapa candle untuk menempatkan diri dalam setup yang benar.

    Meskipun lebih tepat digunakan untuk trading jangka panjang, tidak menutup kemungkinan bagi pengguna untuk menerapkan trading jangka pendek atau menengah dengan menggunakan beberapa penyesuaian.

    7. Meskipun pada umumnya, pengguna trading reversal ala sushi roll terikat pada aturan penggunaan 10 candlestick. Sesungguhnya trading tetap bisa dilakukan dengan jumlah candlestick lain seperti 9, 8, 11, atau 12. Pada intinya, yang terpenting ialah memastikan bahwa jumlah yang Anda ambil dapat menghasilkan suara yang berimbang.

    8. Jika Anda pernah belajar atau memahami pola engulfing, kemungkinan Anda akan bertanya-tanya apa perbedaan pola ini dengan RIOR. Keduanya memang mirip namun tidak sama. Perbedaan yang paling mencolok, pola engulfing hanya membutuhkan dua candlestick saja. Sedangkan pada RIOR, hampir dibutuhkan candlestick dalam kisaran jumlah 10 buah candlestick.

    Bagaimana Cara Menggunakan Teknik Sushi Roll?
    [ATTACH=CONFIG]337492[/ATTACH]
    Trading reversal ala sushi roll atau bahkan semua teknik trading lain sesungguhnya mudah ketika penggunanya sudah menguasai teknik tersebut dan terbiasa menggunakannya. Adapun prosedur cara menggunakan metode sushi roll untuk analisa reversal ialah sebagai berikut:

    · Kondisi Pasar Sedang Bullish

    Pertama kita akan membahas penggunaan teknik sushi roll pada kondisi pasar yang sedang bullish dan mengundang trader untuk memasang posisi sell mereka. Dalam trend harga yang naik, munculnya indikator RIOR merupakan salah satu gejala akan terjadinya pembalikan harga dengan jarak yang cukup signifikan. Biasanya setelah fase ini, chart akan segera memberikan keterangan terkait pelemahan trend.

    Setelah itu, trader perlu menunggu konfirmasi terlebih dahulu mengenai terjadinya setup outside reversal. Kekuatan trend pembalikan selanjutnya ditandai dengan kondisi harga yang semakin menurun dan trend berbalik tersebut justru membentuk polanya sendiri sehingga lebih kuat. Hanya tinggal menunggu konfirmasi dari break oleh trendline saja untuk mulai menaruh posisi.

    Jika syarat terakhir tersebut sudah terpenuhi, kini trader dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka posisi penjualan mereka. Stop loss dapat ditempatkan pada zona potensial yang meliputi titik trading, misalnya di zona low pada candlestick.


    · Dalam Kondisi Pasar yang Tengah Bearish

    Lalu bagaimana ketika pasar sedang dalam kondisi downtrend?

    Ketika pasar sedang mengalami penurunan trend harga, salah satu indikasi akan terjadinya pembalikan arah ialah kemuculan setup RIOR yang bergerak terus keatas dan menunjukkan gerakan uptrend. Sebagaimana dalam kondisi bullish, kemunculan RIOR dalam arus pasar ini kemungkinan besar akan segera diikuti oleh melemahnya trend.

    Selanjutnya, tunggu hingga keseluruhan candlestick dalam trading mengelompokkan diri menjadi dua dan seimbang. Durasi proses pengelompokan ini dapat bervariasi tergantung kepada kekuatan serta kepastian trend saat itu. Tidak jarang proses terjadi memakan waktu hingga berjam-jam dan trader harus setia menunggu.

    Tindakan gegabah akan mengakibatkan celaka, termasuk ketika memasukkan posisi disaat keseluruhan pembagian candle belum tertutup dengan sempurna. Tindakan seperti ini sangat beresiko karena masih membuka peluang harga akan berubah lagi.

    Trader dapat menempatkan stop loss mereka pada zona low yang sudah terbentuk di sekitar low reversal. Adapun take profit dapat dilakukan dengan cara menerapkan money manajemen yang berguna untuk menghindarkan trader dari resiko kerugian total.

    Sampai di sini kita dapat mengetahui bahwa proses analisa reversal ala sushi roll tidak selalu berjalan dengan cepat dan membutuhkan waktu singkat. Justru rasanya, strategi ini mendebarkan kerena trader dapat mengetahui dengan pasti kapan penantian mereka akan berakhir. Semakin banyak candlestick yang digunakan, kemungkinan semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan keputusan.

    Namun di sisi lain, menggunakan candlestick yang terlalu sedikit juga sangat berisiko. Semakin sedikit jumlah candlestick, semakin sedikit sinyal pembalikan trend yang dapat ditangkap oleh candlestick dan demikian semakin lemah pula hasil analisa tersebut.

    Selain kelemahan terkait waktu panjang yang dibutuhkan, sepenuhnya indikator ini patut untuk direkomendasikan dan dicoba. Selain penggunaannya cukup sederhana, ia juga mempunyai tampilan yang ringan dan elegan.
    Hallo kak susi mengenai pembahassnya itu sangat menarit untuk di bicarakan ya mengenai setrateginya saya sedikit faham mengenai reversal itu harus di atea supot ya kak dan resisten tentung nanti akan terjadi momen itu yangdi sebut reversal tetapi kalo kita ingin momen itu kita harus sabar menunggu ya tetapi menunggu dan hasilnya pasti menurut saya ya gak ada masalah terimakasih telah membuat trednya kak wasalam

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by Nur Hayati View Post

      [ATTACH]337491[/ATTACH]
      Nama yang sangat unik bukan? Apa hubungannya peristiwa reversal dengan sushi roll? Jawabannya adalah kedua kata tersebut tidak memiliki hubungan. Mana ada trading dengan pola makanan Jepang tersebut. Faktanya kedua ini memiliki hubungan kontekstual mereka sendiri.

      Pendapat yang kuat menyatakan, nama trading reversal ala sushi roll adalah suatu nama yang digunakan untuk menyebut salah satu cara menganalisa trend reversal dalam trading. Kebetulan saja, pemikiran ini dicetuskan oleh sekelompok trader ketika mereka sedang makan sushi roll di sebuah restoran. Asal usul yang sangat unik, bukan?

      Lalu apa latar belakang dicetuskannya strategi reversal ala sushi roll?

      Menganalisa suatu kondisi reversal bukanlah hal yang mudah. Pasalnya ada beberapa kondisi yang hampir menyerupai fenomena pembalikan harga ini yaitu pullback, koreksi, dan retracement. Terutama bagi para trader pemula, ketika dihadapkan kepada pembalikan harga mereka akan kebingungan untuk menentukan yang manakah kondisi yang sedang mereka hadapi.

      Problem inilah yang berusaha diatasi oleh teknik trading ala sushi roll. Strategi ini dapat dipelajari secara menyeluruh dalam buku karangan Mark Fisher yang berjudul ‘The Logical Trader’. Ia mencoba berusaha untuk menguraikan berbagai tipikal pola uang dapat mengindikasikan jenis pembalikan harga tersebut, apakah reversal atau koreksi biasa.

      Pada dasarnya, reversal memang disikapi dengan banyak cara oleh trader. Mereka yang menyukai tantangan untuk trading dalam pembalikan harga akan menanti-nanti momentum ini. Sedangkan bagi mereka yang menggunakan tipe strategi trend following akan berusaha untuk menghindar atau minimal mensiasatinya.

      Kali ini, kita akan membedah apa itu strategi trading ala sushi roll yang berfungsi sebagai indikator deteksi trend reversal. Tips ini penting untuk Anda pelajari sebagai referensi mengenali situasi dan kondisi reversal yang merupakan momentum penting dalam trading.

      Mengenal Keistimewaan Trading Reversal Ala Sushi Roll

      Jika Anda masih meragukan teknik indikator ini, maka Anda perlu mengetahui bahwa strategi reversal ala sushi roll pernah mengalahkan efektifitas strategi buy and hold (yang biasa diterapkan pada jual beli pasar saham) pada tahun 1990 hingga 2004. Perbandingan ini menunjukkan bahwa trading sushi roll memiliki return lebih unggul yaitu 29.31%.

      Meskipun ditemukan dengan cara yang nampaknya tak sengaja dan kurang serius, nyatanya popularitas strategi ini tidak main-main. Bahkan konsep yang dimiliki menunjukkan bahwa trading reversal ala sushi roll memang sistematis dan tidak bisa dianggap sebagai taktik abal-abal.

      Strategi reversal ala sushi roll memiliki 8 teknik dasar yang menjadi acuan dalam menggunakan teknik trading ini, yaitu:

      1. Tidak menggunakan candlestick lebih dari sepuluh buah. Meskipun tidak diketahui apa alasannya, hemat penulis strategi ini sedang berusaha untuk memaksimalisasi analisa dengan indikator candlestick sesedikit mungkin agar lebih simpe dan efektif.


      2. Sebuah kondisi disebut rolling inside ketika 5 buah candlestick bergerak ke arah yang sejajar dengan trend dan berada dalam jalur (perdagangan) yang sempit.

      3. Sebuah kondisi disebut rolling outside ketika 5 buah candlestick sesudahnya bergerak melawan arah trend yang sedang berlangsung. Berbeda dengan situasi yang dialami oleh lima candlestick tadi, kelima candlestick ini justru diliputi oleh posisi low dan high.

      4. Ketika candlestick terbagi dalam rolling inside dan rolling outside, kondisi kombinasi ini disebut dengan RIOR.

      5. Breakout dalam trendline merupakan penampakan kunci untuk melakukan konfirmasi. Hal ini berbeda dengan backtest yang sudah dilakukan sebelumnya yang mengandalkan strategi divergence.

      6. Metode trading ala sushi roll pada dasarnya didesain untuk trading jangka panjang atau minimal menggunakan penerapan chart weekly. Menurut analisa pengalaman, metode ini memang membutuhkan beberapa candle untuk menempatkan diri dalam setup yang benar.

      Meskipun lebih tepat digunakan untuk trading jangka panjang, tidak menutup kemungkinan bagi pengguna untuk menerapkan trading jangka pendek atau menengah dengan menggunakan beberapa penyesuaian.

      7. Meskipun pada umumnya, pengguna trading reversal ala sushi roll terikat pada aturan penggunaan 10 candlestick. Sesungguhnya trading tetap bisa dilakukan dengan jumlah candlestick lain seperti 9, 8, 11, atau 12. Pada intinya, yang terpenting ialah memastikan bahwa jumlah yang Anda ambil dapat menghasilkan suara yang berimbang.

      8. Jika Anda pernah belajar atau memahami pola engulfing, kemungkinan Anda akan bertanya-tanya apa perbedaan pola ini dengan RIOR. Keduanya memang mirip namun tidak sama. Perbedaan yang paling mencolok, pola engulfing hanya membutuhkan dua candlestick saja. Sedangkan pada RIOR, hampir dibutuhkan candlestick dalam kisaran jumlah 10 buah candlestick.

      Bagaimana Cara Menggunakan Teknik Sushi Roll?
      [ATTACH=CONFIG]337492[/ATTACH]
      Trading reversal ala sushi roll atau bahkan semua teknik trading lain sesungguhnya mudah ketika penggunanya sudah menguasai teknik tersebut dan terbiasa menggunakannya. Adapun prosedur cara menggunakan metode sushi roll untuk analisa reversal ialah sebagai berikut:

      · Kondisi Pasar Sedang Bullish

      Pertama kita akan membahas penggunaan teknik sushi roll pada kondisi pasar yang sedang bullish dan mengundang trader untuk memasang posisi sell mereka. Dalam trend harga yang naik, munculnya indikator RIOR merupakan salah satu gejala akan terjadinya pembalikan harga dengan jarak yang cukup signifikan. Biasanya setelah fase ini, chart akan segera memberikan keterangan terkait pelemahan trend.

      Setelah itu, trader perlu menunggu konfirmasi terlebih dahulu mengenai terjadinya setup outside reversal. Kekuatan trend pembalikan selanjutnya ditandai dengan kondisi harga yang semakin menurun dan trend berbalik tersebut justru membentuk polanya sendiri sehingga lebih kuat. Hanya tinggal menunggu konfirmasi dari break oleh trendline saja untuk mulai menaruh posisi.

      Jika syarat terakhir tersebut sudah terpenuhi, kini trader dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka posisi penjualan mereka. Stop loss dapat ditempatkan pada zona potensial yang meliputi titik trading, misalnya di zona low pada candlestick.


      · Dalam Kondisi Pasar yang Tengah Bearish

      Lalu bagaimana ketika pasar sedang dalam kondisi downtrend?

      Ketika pasar sedang mengalami penurunan trend harga, salah satu indikasi akan terjadinya pembalikan arah ialah kemuculan setup RIOR yang bergerak terus keatas dan menunjukkan gerakan uptrend. Sebagaimana dalam kondisi bullish, kemunculan RIOR dalam arus pasar ini kemungkinan besar akan segera diikuti oleh melemahnya trend.

      Selanjutnya, tunggu hingga keseluruhan candlestick dalam trading mengelompokkan diri menjadi dua dan seimbang. Durasi proses pengelompokan ini dapat bervariasi tergantung kepada kekuatan serta kepastian trend saat itu. Tidak jarang proses terjadi memakan waktu hingga berjam-jam dan trader harus setia menunggu.

      Tindakan gegabah akan mengakibatkan celaka, termasuk ketika memasukkan posisi disaat keseluruhan pembagian candle belum tertutup dengan sempurna. Tindakan seperti ini sangat beresiko karena masih membuka peluang harga akan berubah lagi.

      Trader dapat menempatkan stop loss mereka pada zona low yang sudah terbentuk di sekitar low reversal. Adapun take profit dapat dilakukan dengan cara menerapkan money manajemen yang berguna untuk menghindarkan trader dari resiko kerugian total.

      Sampai di sini kita dapat mengetahui bahwa proses analisa reversal ala sushi roll tidak selalu berjalan dengan cepat dan membutuhkan waktu singkat. Justru rasanya, strategi ini mendebarkan kerena trader dapat mengetahui dengan pasti kapan penantian mereka akan berakhir. Semakin banyak candlestick yang digunakan, kemungkinan semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan keputusan.

      Namun di sisi lain, menggunakan candlestick yang terlalu sedikit juga sangat berisiko. Semakin sedikit jumlah candlestick, semakin sedikit sinyal pembalikan trend yang dapat ditangkap oleh candlestick dan demikian semakin lemah pula hasil analisa tersebut.

      Selain kelemahan terkait waktu panjang yang dibutuhkan, sepenuhnya indikator ini patut untuk direkomendasikan dan dicoba. Selain penggunaannya cukup sederhana, ia juga mempunyai tampilan yang ringan dan elegan.
      Selamat siang gan dan selamat atas thread terbarunya.
      Izin nyimak sekejap agan,teknik dan strategi revershal ala susi roll ini teknik trader ala zaman berapa ya gan kayak makanan gitu nama tekniknya.trader yang menggunakan teknik reversal ala susi roll trader longterm bagusnya ya gan,bagaimana dengan trader yang scalper sebab banyak yang scalper di bandingkan trader longterm maupun intraday.izin comot gan tekniknya bisa membantu saya dinmarket dapatkan profit konsisten dengan teknik reversal ala susi roll.

      Comment

      Advanced mode
      • #4 Collapse

        Originally posted by must123 View Post
        Selamat siang gan dan selamat atas thread terbarunya.
        Izin nyimak sekejap agan,teknik dan strategi revershal ala susi roll ini teknik trader ala zaman berapa ya gan kayak makanan gitu nama tekniknya.trader yang menggunakan teknik reversal ala susi roll trader longterm bagusnya ya gan,bagaimana dengan trader yang scalper sebab banyak yang scalper di bandingkan trader longterm maupun intraday.izin comot gan tekniknya bisa membantu saya dinmarket dapatkan profit konsisten dengan teknik reversal ala susi roll.
        Sepertinya trading dengan tehnik reversal susu roll ini kita membutuhkan tambahan indikator yang menyertai ntah itu dikombinasikan dengan SNR atau SND biar terkihat lebih jelas dimana kita bisa mendapatkan insede bar atau outsed barnya
        Dan cocok tidak cocoknya sebuah strategi sebagai long tream atau scalping saya rasa bisa di lihat dimana strategi tersebut di tempatkan ,jika di gunakan di timeframe kecil kita akan bisa mendapatkan scalping mode

        Comment

        Advanced mode
        • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
        • #5 Collapse

          banyak taktik trading yang menghitung candlestick model gitu, cuman masalahnya kan ngak semua chart di broker yang berbeda menampilkan formasi yang sama, jadi mungkin aja teknik ini tidak akurat dalam melakukan analisa forex

          Comment

          Advanced mode

          Online

          Working...
          X