Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Membahas Apa dan Bagaimana Trading dengan Moving Average
    Membahas Apa dan Bagaimana Trading dengan Moving Average
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Trading menjadi salah satu aktivitas yang bisa menghasilkan uang. Kemampuan menganalisa pasar, melihat arah trend, dan modal yang cukup menjadi bekal utama menjadi seorang trader profesional. Penggunaan indikator dalam analisis teknikal wajib Anda ketahui, salah satunya yang terpopuler dan banyak digunakan adalah Moving Average. Moving average (MA) merupakan salah satu indikator teknikal yang banyak digunakan trader dalam mengidentifikasi arah trend pasar. Penggunaan indikator ini menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk memperhalus fluktuasi harga dan membantu trader dalam membedakan antara “noise” yang umum terjadi dalam pasar dengan trend reversal sebenarnya. Pengertian dari moving average sendiri adalah gerakan rata-rata sejumlah angka tetap dalam periode trading tertentu. Adapun penerapan MA ini untuk mengestimasi sebuah pergerakan trend berjalan dimana harus ditentukan durasi yang diinginkan. Tentunya durasi ini harus sesuai dengan harapan atau goal transaksi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Indikator moving average menjadi indikator yang bisa Anda sesuaikan sepenuhnya. Ini artinya, Anda bisa bebas memiliki kerangka waktu seperti apa yang ingin digunakan dalam menghitung rata-rata. Umumnya, periode waktu yang paling banyak digunakan trader dalam rata-rata pergerakan adalah 15, 20, 30, 50, 100 dan 200 hari. Semakin pendek waktu rentang waktu yang Anda gunakan, maka akan semakin tinggi tingkat sensitivitasnya terhadap perubahan harga aset. Begitupun sebaliknya, semakin panjang rentang waktu yang digunakan, maka rata-ratanya pun akan semakin kurang sensitif. Jenis Moving Average yang Paling Populer Digunakan oleh Trader Dalam aktivitas trading, analisa teknikal menggunakan indikator moving average ini bisa memperbesar peluang Anda untuk memperoleh profit. Saat ini, ada dua jenis moving average yang paling banyak digunakan oleh trader dalam aktivitas tradingnya. Berikut ini ulasannya: 1.Simple Moving Average (SMA) Simple Moving Average merupakan salah satu jenis MA yang paling sederhana dan popular digunakan oleh trader dalam aktivitasnya. SMA ini dihasilkan melalui perhitungan rata-rata yang bergerak dalam satu periode tertentu. Biasanya, kebanyakan moving average didasarkan pada harga penutupan pasar. Seperti contohnya, SMA 5 hari merupakan jumlah harga penutupan 5 hari dibagi dibagi 5. Berdasarkan namanya, moving average adalah rata-rata yang bergerak. Data yang lama akan dihilangkan apabila data baru telah tersedia. Ini akan menyebabkan rata-rata akan mengalami pergerakan di sepanjang skala waktu. Periode yang paling banyak digunakan oleh trader dalam penggunaan SMA ini adalah periode SMA 50 dan SMA 200. Kedua indikator ini bisa dijadikan sebagai acuan untuk melakukan entry karena dianggap bisa membantu trader untuk mengurangi noise dalam pergerakan pasar. Untuk SMA 50 bisa dibilang lebih responsif dibandingkan SMA 200. 2.Exponential Moving Average (EMA) Jenis MA yang kedua yang juga banyak digunakan saat trading adalah Exponential Moving Average atau biasa disingkat EMA. Rata-rata bergerak eksponensial merupakan jenis rata-rata bergerak yang memberi bobot lebih pada harga terbaru. Tentunya ini menjadi indikator yang mampu membuatnya menjadi lebih responsif terhadap informasi baru. Untuk menghitung EMA, Anda terlebih dahulu harus menghitung rata-rata bergerak sederhana (SMA) selama periode waktu tertentu. Kemudian, hitunglah pengali untuk pembobotan EMA (atau disebut dengan “faktor pemulusan” yang mengikuti rumus [2/(jangka waktu yang dipilih + 1)]. Jadi, untuk rata-rata bergerak 20 hari, pengalinya adalah [2/ (20 + 1)] = 0,0952. Kemudian gunakan faktor penghalusan yang dikombinasikan dengan EMA untuk sampai pada nilai saat ini. Dengan demikian, EMA memberikan bobot yang lebih tinggi pada harga terkini sedangkan SMA memberikan bobot yang sama untuk seluruh nilai. EMA menggunakan rumus yang menggabungkan nilai EMA pada periode sebelumnya, lalu menggabungkan nilai untuk EMA sekarang dan seterusnya. Setiap nilai EMA sebelumnya akan menyumbang sebagian kecil dari nilai yang saat ini. Oleh karena itu, nilai EMA saat ini bisa kapanpun berubah tergantung pada seberapa banyak data sebelumnya yang trader gunakan dalam perhitungan EMA. Nilai EMA yang saat ini sangat bergantung pada pada banyaknya data yang digunakan untuk perhitungan sebelumnya. Untuk mendapatkan EMA yang akurat 100%, idealnya Anda harus menggunakan setiap poin data yang pernah dimiliki dalam menghitung Exponential Moving Average, yang dimulai dari hari pertama perhitungan. Semakin banyak poin yang digunakan, maka hasil EMA yang didapatkan akan semakin akurat pula. Tujuannya tidak lain untuk memaksimalkan akurasi sekaligus meminimalisir waktu kalkulasi. EMA dibandingkan dengan SMA, lebih cepat dalam merespon pergerakan harga di pasar trading. Keunggulan Menggunakan Indikator Moving Average dalam Trading Berbagai keunggulan serta kelebihan yang dimiliki oleh MA membuat indikator ini populer di kalangan trader. Beberapa kelebihan dari indikator ini bisa dilihat melalui informasi berikut ini: 1.Mampu Menggambarkan Support dan Resistance Indikator MA bisa digunakan sebagai acuan psikologis dalam menentukan resistance dan support. Apabila harga telah mendekati level moving average, biasanya harga akan memantul kembali sehingga membuat moving average terlihat seperti sebuah benteng dari pergerakan harga. Support dan resistance yang menggunakan moving average biasanya cukup susah untuk ditembus, apalagi dengan periode yang besar, seperti misalnya SMA 50 an SMA 200. 2.Bisa menjadi alat Identifikasi Arah Trend Dengan menggunakan indikator moving average, maka Anda bisa menyaring pergerakan harga yang acak lalu menggambarkannya menjadi sebuah trend yang lebih halus dan jelas berdasarkan periode yang digunakan. Ini tentunya lebih akurat jika dibandingkan dengan penggunaan candlestick saja. Anda bisa mengetahui trend mana yang sedang dominan pada saat trading. Jika indikator moving average berada di atas pergerakan harga, itu artinya kondisi trend turun. Namun sebaliknya, jika MA ini berada di bawah pergerakan harga maka itu menandakan trend sedang naik. Selanjutnya, apabila moving average bisa ditembus maka itu mengidentifikasikan perubahan harga trend. Bagaimana Open Posisi Menggunakan Moving Average? Bukan hanya bisa digunakan sebagai indikator trend, moving average juga dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk entry posisi terbaik. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk melakukan open posisi: 1.Open Posisi Saat Terjadi Crossover Crossover (persilangan garis moving average) dalam trading cukup banyak digunakan oleh trader untuk membuka posisi. Dalam hal ini, Anda hanya perlu memperhatikan MA kecil memotong MA besar. Pada saat itulah baru bisa digunakan sebagai acuan untuk melakukan open posisi. Apabila moving average kecil memotong ke atas moving average besar, maka itu bisa dijadikan acuan untuk melakukan posisi buy. Hal ini bisa juga menjadi sinyal untuk uptrend. Sebaliknya, jika moving average kecil memotong ke bawah MA besar, ini bisa dijadikan acuan untuk melakukan sell. Kondisi ini juga bisa dijadikan sinyal untuk downtrend. 2.Open Posisi Saat Terbentuk Sinyal Price Action Dalam melakukan open posisi dengan teknik ini biasanya cukup dengan menggunakan indikator moving average saja. Dalam hal ini, moving average digunakan sebagai support dan resistance dinamis. Apabila harga memotong MA dari atas ke bawah, maka MA tersebut berfungsi sebagai support. Apabila harga nantinya ditutup memantul dari garis moving average, ini menjadi pertanda bahwa harga akan kembali bullish trend. Begitupun sebaliknya, jika harga bergerak memotong MA dari bawah ke atas, maka MA berfungsi sebagai resistance. Jika harga tutup memantul dari garis MA, maka ini menjadi pertanda bahwa harga akan kembali ke bearish trendnya. Untuk mengkonfirmasi sinyal pullback hari moving average sebagai support dan resistance dinamis, Anda bisa memanfaatkan sinyal price action. Ada banyak sekali cara analisa teknikal yang bisa Anda gunakan dalam aktivitas trading. Melakukan open posisi menggunakan moving average menjadi salah satu dari banyaknya metode yang bisa digunakan. Setiap trader bisa menggunakan indikator yang disesuaikan dengan gaya tradingnya masing-masing. Tentunya ini kembali lagi pada seberapa banyak dan akurat data yang Anda dapatkan. Indikator ini menjadi salah satu alat bantu untuk mengidentifikasi pergerakan pasar. Selalu ada kemungkinan lain yang mungkin saja muncul dalam aktivitas trading Anda. Untuk itu, jangan jadikan moving average sebagai patokan satu-satunya dalam menentukan pergerakan pasar.

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X