Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pengertian Indikator Bollinger Band
    Pengertian Indikator Bollinger Band
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Dalam aktivitas trading, penggunaan indikator untuk memaksimalkan profit sangatlah dibutuhkan. Indikator ini digunakan oleh para trader sebagai alat untuk menganalisa trend, pergerakan harga, dan lain sebagainya. Salah satu indikator yang banyak digunakan adalah Bollinger Band atau biasa disebut dengan istilah pita bollinger. Sebelum membahas lebih jauh tentang Bollinger ini, Anda harus tahu terlebih dahulu asal mula indikator ini. Pertama kali ditemukan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an yang berprofesi sebagai analis keuangan, jurnalis Amerika, juga kontributor di bidang analisis teknikal serta pengembangan Bollinger Bands. Indikator ini berasal dari pengalaman pribadi yang dituangkan pada komputer tahun 1977 yang digunakan untuk memprediksi kisaran harga. Dalam komputer berbasis analisis teknis ini dicatat perkembangan tren di sektor industri. Pada saat inilah awal perkembangan Bollinger Band dimulai. Trader menggunakan bollinger bands untuk memperkirakan waktu terbaik untuk melakukan pembelian ataupun penjualan. Serta mampu memprediksi trend dan melihat pergerakan harga akan bergerak ke arah mana. Pengertian Indikator Bollinger Bands Bollinger band digunakan sebagai alat untuk mengukur volatilitas sebuah aset dalam trading. Indikator ini termasuk dalam indikator teknikal yang juga digunakan untuk memprediksi kemana tren akan bergerak. Bukan hanya itu saja, pita bollinger juga digunakan untuk menentukan fase overbought atau biasa disebut jenuh beli, dan kondisi oversold (jenuh jual). Melalui indikator ini, Anda bisa mengenali pasar saat mengalami sideways (ranging), dan juga harga yang akan bergerak diantara dua pita (bands). Bollinger bands memiliki Simple Moving Average (SMA) yang terdiri atas dua pita di mana masing-masing berada di garis bawah dan juga garis atas SMA. Untuk pita yang letaknya di atas disebut dengan Upper Bollinger Band sedangkan yang letaknya di bawah disebut Lower Bollinger Bands. Adapun nilai dari pita yang terletak di bawah ini dapat diukur melalui pengurangan dan juga penambahan nilai SMA dengan menggunakan standar deviasi. Pada standar deviasi ini mengukur volatilitas serta perkiraan sejauh mana pergerakan harga dari true value atau nilai yang sebenarnya. Bollinger bands terdiri dari tiga garis indikator yang mengikuti arah pergerakan harga. Adapun aris tersebut adalah upper band (garis batas atas), middle band (garis tengan batas), dan lower band (garis batas bawah). Dari ketiga indikator itu, yang paling utama digunakan adalah Upper band dan juga Lower band. Hal ini karena Upper dan Lower sangat berperan dalam mengamati hasil dari pergerakan harga yang terjadi baik dihitung dari naik maupun turunnya nilai volatilitas. Cara Kerja Bollinger Bands dalam Trading Dalam rangka melihat bagaimana cara kerja indikator pita bollinger ini, langkah pertama dalam menghitungnya yakni dengan menghitung rata-rata pergerakan sederhana dari sekuritas maupun aset yang akan diperdagangkan. Biasanya yang digunakan adalah SMA 20 hari dengan menggunakan rata-rata pergerakan selama 20 hari akan didapatkan harga penutupan untuk dua puluh hari pertama tersebut. Inilah yang dijadikan oleh para trader sebagai titik data pertama. Kemudian titik berikutnya diambil dengan cara menurunkan harga paling awal, lalu menambahkan harga pada hari ke-21 lalu menghitung nilai rata-ratanya. Setelah penghitungan selesai akan didapatkan standar deviasi dari harga sekuritas atau aset tersebut. Adapun standar deviasi merupakan pengukuran matematis varian rata-rata serta fitur menonjol dalam statistik ekonomi, keuangan, dan akuntansi ekonomi. Contoh Penggunaan Bollinger Band dalam Trading Untuk contoh penggunaan bollinger band ini dalam trading cukup sering digunakan, terutama pada saat trader open posisi buy. Ini dilakukan saat harga melampaui pita bawah serta mengambil posisi sell ketika harga melewati bands atau pita atas. Perlu diingat, meskipun sudah menggunakan cara ini tidak jaminan 100% berhasil. Ada kalanya trader open posisi sell maupun buy disaat harga melampaui pita atas juga pita bawah namun harga tidak kembali ke atas atau terkoreksi (biasa disebut rebound). Jika harga turun ataupun mengalami kenaikan terus menerus, Anda bahkan berpeluang mengalami kerugian dalam melakukan trading ini. Adapun langkah yang bisa digunakan untuk meminimalisir kerugian ini adalah dengan menggunakan indikator Bollinger band saat pasar sedang dalam kondisi sideways. Ketika harga sudah melampaui garis SMA-20, maka Anda bisa melakukan entry atau open posisi. Adapun ketentuan open posisi ini adalah:
    • Jika harga sudah melampaui level SMA-20 dan mengalami pergerakan naik, maka entry yang Anda lakukan yakni ketika candle tertutup melebihi SMA-20. Jika harga sudah mencapai Upper Band, maka trader bisa exit (close posisi)
    • Sedangkan jika terjadi kondisi sebaliknya dimana harga melampaui SMA-20 namun pergerakan harganya menurun, maka lakukan entry ketika candel tertutup di bawah SMA-20. Ini dilakukan saat harga mencapai Lower Band, gunakan itu menjadi target exit maupun close posisi.
    Apabila kondisi pasar sedang tren, maka cara menggunakan Bollinger band ini bisa beda lagi. Saat pasar trending, berikut cara menggunakan pita bollinger:
    • Jika harga sudah melampaui Upper Band dan harga sudah ditutup di luar pita, maka uptrend akan terjadi
    • Namun, jika harga melampaui Lower Band dan penutupan harga di luar pita, maka kondisi yang akan terjadi adalah downtrend
    Macam-Macam Strategi Trading Bollinger Bands Bollinger bands juga bisa dimanfaatkan oleh para trader sebagai strategi dalam trading. Anda sebenarnya bisa melakukan inovasi dan mengembangkan strategi sendiri sesuai dengan kemampuan dan gaya trading. Untuk strategi trading yang berkaitan dengan pita Bollinger, beberapa yang bisa Anda coba adalah sebagai berikut: 1.Untuk Scalping Scalping merupakan salah satu strategi trading yang cara kerjanya berupa open posisi dengan lebih sering dalam periode pendek (harian). Biasanya strategi scalping diterapkan untuk meraup profit kecil sekitar 5-10 pip saja. Ini tentunya bisa memanfaatkan Bollinger band untuk dilakukan analisis sebelum open posisi. 2. Bollinger Bands untuk Breakout Bollinger Bands untuk Breakout merupakan satu kondisi dimana harga akan menembus level penting, seperti contohnya Supply dan Demand atau Support dan Resistance. Trader biasanya dengan menggunakan teknik ini bisa mendapatkan peluang lebih banyak untuk mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal. 3.Double Bollinger Bands Double Bollinger Bands yakni strategi trading forex yang pertama kali dikembangkan oleh seorang analis sekaligus trader ternama yaitu Kathy Lien. Pada strategi ini, trader mengandalkan perubahan pergerakan candlestick serta indikator Bollinger Bands. Dengan menggunakan strategi ini, peluang keberhasilan yang lebih maksimum akan didapatkan dengan ketentuan entry yang dilakukan memenuhi syarat. 4.Bollinger Band untuk Trend Following Terakhir yakni strategi Trend Following di mana open posisi akan mengikuti arah trend yang sedang terjadi. Apabila trend mengalami kecenderungan bullish atau uptrend, maka trader sebaiknya mengambil posisi buy. Sebaliknya, jika harganya cenderung bearish maka entry yang direkomendasikan adalah sell. Kelebihan dan Kekurangan Bollinger Bands Setiap indikator ataupun strategi tentulah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahkan, bisa dibilang tingkat keberhasilan trader dalam menggunakan satu indikator tidak bisa disama ratakan. Sebagai indikator yang bisa memberikan sinyal, pita Bollinger ini dapat mendeteksi kapan berakhirnya trend. Tak hanya itu saja, Bollinger Bands juga bisa mengetahui terjadinya kondisi yang cenderung stabil dalam batas waktu tertentu (sideways). Pita bollinger juga bisa mengindikasikan level overbought atau oversold dan bisa juga digunakan untuk melihat beberapa pola seperti Double Top, Double Bottom, dan pergantian momentum. Untuk kekurangannya sendiri, pita Bollinger ini cenderung telat dan juga lambat (legging). Harga juga dapat bergerak melampaui Band dan tidak selamanya Upper Band merupakan garis tertinggi dan Lower Band menjadi garis terendah. Manajemen resiko dan emosi tetap menjadi yang terpenting untuk dikembangkan dan dikendalikan karena itu juga sangat berpengaruh. Pastikan Anda memahami dengan baik segala resiko yang mungkin terjadi kedepannya, termasuk jika indikator yang digunakan tidak bisa mendatangkan keuntungan seperti yang diharapkan.

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X