Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Membahas Seputar Candlestick Forex
    Membahas Seputar Candlestick Forex
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Pola candlestick merupakan bagian dari analisa teknikal dalam trading forex, dan berbagai trading komoditas lainnya. Candlestick bisa membantu para trader untuk bisa membaca prediksi harga dalam satu periode tertentu. Pertama kali dipopulerkan di Jepang pada abad ke 17 oleh pelopor teknik analisa, Munehisa Homma. Pola ini pada kala itu dimanfaatkan untuk melihat pergerakan harga beras. Sebagian orang beranggapan bahwa pola candlestick ini rumit, namun sebenarnya pola ini dari segi membacanya tidak begitu sulit untuk dipelajari. Mengapa? Karena dalam analisa teknikal ada satu pendapat yang mengemukakan bahwa sejarah pasti akan terulang dalam pola pergerakan harga di masa yang akan datang. Pengertian Pola Candlestick Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, di mana pola ini digunakan untuk melihat ada atau tidaknya potensi harga dalam trading. Menurut definisi, pola candlestick merupakan sebuah metode diagram kuno yang berasal dari Jepang guna meningkatkan akurasi perhitungan. Candlestick bisa merefleksikan dampak sentimen investor terhadap harga. Metode ini harus dipahami dan dipelajari oleh para trader karena termasuk salah satu strategi yang tepat dalam investasi. Analisa ini bisa dilakukan untuk melihat dan menetapkan kapan waktu terbaik untuk masuk dan juga keluar dalam trading. Perlu diketahui bahwa analisa menggunakan pola candlestick termasuk ke dalam kategori direksional. Maksud dari pernyataan di atas adalah di mana pola ini mengandalkan intuisi subjektif para trader dalam kegiatan memahami berbagai pola lainnya. Candlestick bisa menjadi metode yang mampu menghasilkan profit yang sifatnya konsisten apabila dikombinasikan dengan pengalaman trader dan berbagai faktor pendukung lainnya. Bagaimana Cara Membaca Candlestick? Setelah mengetahui pengertian dan sejarah singkat kemunculan candlestick ini, tentunya Anda juga ingin tahu bagaimana membaca pola ini bukan? dibawah ini informasi tentang bagaimana membaca candlestick:
    • Candlestick yang memuat empat posisi harga di mana dalam candlestick ini sendiri termuat sekitar 4 indikator yakni, open (harga yang dibuka pada hari tertentu), low (harga terendah), high (harga tertinggi), serta closed (harga setelah trading ditutup).
    • Candlestick merah dan hijau itu menandakan sebuah candlestick bullish atau bearish. Jika berwarna hijau, maka artinya harga open lebih tinggi daripada closed (candlestick bullish). Sedangkan jika merah menandakan open lebih rendah daripada closed (bearish).
    • Sumbu candlestick atau biasa disebut dengan istilah shadow. Sumbu ini sendiri meinforasikan kepada trader fluktuasi harga yang bergerak sesuai dengan durasi candlestick.
    Jenis Candlestick Single Definisinya cukup jelas. Sebuah pola yang dihasilkan oleh hanya satu candle disebut sebagai pola candlestick single. Candlestick single menjadi salah satu bentuk analisis teknis yang paling sederhana dan membutuhkan waktu yang sangat sedikit. Ada berbagai jenis candlestick single, salah satunya adalah sebagai berikut ini: 1.Pola Marubozu Pertama ada pola Marubozu yang memiliki arti si kepala botak. Dalam hal ini, si candlestick ini tidak memiliki shadow atau sumbu dan menandakan sinyal pergerakan sedang kuat dari sisi pelaku pasar yang akan membeli maupun menjual. 2.Pola Spinning Top Spinning Top merupakan pola candlestick yang memiliki ukuran kecil namun sumbu atau shadownya di atas dan bawah bentuknya memanjang. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakpastian antara para trader. Saat muncul uptrend, aka nada banyak trader yang melakukan aksi ambil untung, kondisi yang sama juga terjadi sebaliknya. 3.Pola Hammer Hammer memiliki arti palu. Seusia dengan namanya, pola candlestick ini memang bentuknya seperti martil dengan body kecil dan sumbu panjang ke bawah. Pola hammer ini menandakan adanya sinyal bullish di saat pasar sedang bearish (pembalikan harga dari down menjadi up). 4.Pola Doji Doji cukup berbeda dengan pola yang telah dibahas sebelumnya karena secara kasat mata seperti tidak memiliki body. Pola ini menandakan peristiwa ketidakmampuan para trader baik yang melakukan pembelian ataupun yang menjual dalam memegang kendali. Dapat dikatakan bahwa Doji ini merupakan pola dimana harga komoditas mengalami konsolidasi. 5.Hanging Man Memiliki body kecil dengan sumbu yang memanjang ke bawah. Hanging Man ini muncul ketika terjadi uptrend, namun perlu Anda ketahui akurasi dari pola ini rendah sehingga ketika Anda mendapati pola candlestick ini usahakan jangan mengambil keputusan secara tergesa-gesa. 6.Inverted Hammer Pola berikutnya ini hampir sama dengan hammer, bedanya hanya terletak pada sumbunya yang berada di atas dan terjadi saat downtrend. Jika melihat sumbunya, ini bisa menjadi sinyal bullish dikarenakan trader melakukan pembelian namun terdapat tekanan dari trader yang melakukan profit taking. Tanda-tanda ini bisa menjadi salah satu penanda akan terjadinya bullish. 7.Shooting Star Pola candlestick single yang terakhir adalah shooting star yang secara fisik hampir sama dengan inverted hammer. Perbedaannya ada pada posisinya yang muncul ketika kondisi sedang uptrend. Oleh karena, pola ini disebut dengan bintang jatuh dan bisa menjadi penanda harga mata uang atau komoditas memasuki masa downtrend. Jenis Candlestick Double Pola yang terdiri dari dua candle disebut sebagai double candlestick. Ada beberapa jenis candlestick double, salah satunya sebagai berikut ini: 1.Pola Tweezer Bottoms dan Tweezer Tops Pola tweezer bottoms ini muncul dan terlihat ketika kondisi pasar dalam keadaan downtrend. Adapun bentuknya menyerupai pola hammer yakni sumbu memanjang ke bawah. Hanya saja pada bagian kanan serta kirinya merupakan candlestick bearish juga bullish. Adapun tanda dari pola ini menandakan adanya sinyal harga sedang naik. Sedangkan pada tweezer tops sama seperti shooting star yang menandakan terjadi hal yang sebaliknya. Apabila candle bullish bertemu dengan candle bearish di saat uptrend, maka itu tandanya harga sudah naik tapi tak lama akan memantul kembali ke bawah. 2.Pola Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing Pola Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing merupakan tanda yang mampu menunjukkan fenomena di mana akan terjadi kondisi uptrend maupun kondisi sebaliknya. Hal tersebut ditunjukan melalui candlestick bearish sebelah kiri yang memiliki body lebih kecil dibandingkan candlestick bullish sebelah kanan. Pola ini menunjukkan bahwa trader bisa masuk dan melakukan pembelian. Namun, jika bullish candle ada di sebelah kiri dan bodynya lebih besar pada bagian sebelah kanan maka ini merupakan sinyal terjadinya kondisi downtrend. 3.Pola Harami Selanjutnya, ada candlestick yang diberi nama Harami. Dikatakan harami karena body sebelah kiri lebih besar dibandingkan yang kanan. Adapun kondisi ini mengindikasikan bahwa trend akan segera berubah. Apabila candlestick sebelah kiri semakin mengecil, maka akan semakin potensi perubahan tren. Jenis Candlestick Triple Ada beberapa jenis candlestick triple, salah satunya sebagai berikut ini: 1.Three White Soldiers dan Three Black Crowns Jenis candlestick ini menandakan adanya konfirmasi bullish atau bearish. Adapun Three white soldiers terdiri dari tiga candle bullish yang muncul setelah downtrend. Sementara black crowns adalah kebalikannya, di mana terlihat tiga bearish pada saat harga mata uang sedang mengalami uptrend. 2.Evening Star dan Morning Star Dalam pola ini akan muncul doji pada bagian tengah (adanya fase konsolidasi dari sebuah harga mata uang maupun komoditas lainnya). Adapun pola morningstar ini tersusun atas, bearish candle- doji ataupun small bullish candle- bullish candle. Ini terjadi saat kondisi downtrend dan cocok untuk melakukan pembelian karena ada tanda-tanda naik. Sedangkan evening star terdiri dari, bullish candle- doji- bearish candle dan ini mengindikasikan sinyal kuat untuk melakukan penjualan. 3.Three Inside Up dan Three Inside Down Three Inside Up dan Three Inside Down menandakan adanya perubahan tren harga yang terjadi. Untuk three inside up, perhatikan pola ini, yakni bearish- bullish- bullish saat terjadi downtrend. Sedangkan three inside down terdapat pola bullish- bearish- bearish saat terjadi kondisi uptrend. Dengan Anda memahami jenis pola candlestick dan bagaimana cara membacanya tentu akan memperkuat teknik analisis yang dilakukan. Selain itu, keuntungan dari mengetahui candlestick dalam trading ini selain memudahkan dalam menganalisis, juga menjadi pelengkap analisa teknikal dan dijadikan alat konfirmasi bersama dengan indikator lainnya.

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X