Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Belajar Indikator Trading Ichimoku Kinko Hyo
    Ichimoku Kinko Hyo merupakan indikator trading forex yang dibuat untuk memberikan gambaran mendetail mengenai level support and resistance, peluang entry/exit, serta arah trend. Jika Anda melakukan trading dengan platform Metarader4, indikator ini bisa ditemukan di dalamnya.
    Indikator ichimoku memang dikenal serbaguna jika Anda bisa menerapkannya dengan benar. Oleh karena itu, Anda bisa mengandalkannya untuk mendatangkan keuntungan dalam trading.

    Cara Kerja Indikator Ichimoku Kinko Hyo

    Indikator forex yang satu ini diciptakan di tahun 1969 oleh Goichi Hosoda yang merilisnya bersamaan dengan karya bukunya. Adapun asal nama ‘Ichimoku Kinko Hyo’ merupakan tiga buah kata yaitu yang masing-masing memiliki arti. ‘ichimoku’ sendiri memiliki makna ‘sekilas’, lalu ‘kinko’ yang berarti ‘keseimbangan dalam sekilas’, dan ‘hyo’ yang berarti ‘grafik’.

    Sekilas istilah tersebut mungkin tampak kompleks jika dipasang beruntun dalam grafik harga. Namun, pada dasarnya ichimoku sebenarnya cukup mudah digunakan. Terlebih jika Anda sudah menguasainya dengan baik, indikator ini bisa memproyeksikan suatu trend.

    Tidak hanya itu, penggunaannya ternyata juga bisa menemukan sinyal trading yang potensial dalam waktu singkat. Adapun bentuk dasar dari indikator ini bisa dilihat melalui ilustrasi di bawah ini. Terlihat pada batang-batang biru-merah dengan cukup jelas.
    Click image for larger version

Name:	Ichimoku-1.jpg
Views:	1
Size:	61.0 KB
ID:	13023684
    Anda bisa menggunakan rumus dasar dari berbagai garis indikator ichimoku yang disediakan. Biasanya garis ini dihitung berdasarkan titik-titik penting dalam jejak pergerakan harga pada time frame tertentu. Agar bisa memahami gambar lebih baik, simak penjelasannya berikut ini.

    · Tenkan Sen: (HIGHEST HIGH ditambah LOWEST LOW)/2, melalui periode standart sebesar 9.
    · Kijun Sen: (HIGHEST HIGH + LOWEST LOW)/2, untuk periode yang digunakan standar 26.
    · Chikou Span: Harga penutupan dan menggeser ke belakang sebesar 26 periode.
    · Senkou Span A: (TENKAN SEN + KIJUN SEN)/2 lalu naikkan sebesar 26 periode.
    · Senkou Span B: (HIGHEST HIGH ditambah LOWEST LOW)/2 yang asalnya dari 52 candle yang terakhir lalu maju sebanyak 26 periode.

    Setelah memahami seluruh uraian di atas, maka dapat Anda simpulkan bahwasanya setting default indikator satu ini ada di area 9, 26, dan 52. Hal ini terbilang wajar mengingat ichimoku sendiri biasanya digunakan untuk menganalisa pergerakan harga long periods atau jangka panjang.

    Hingga saat ini, belum ditemukan informasi bahwa indikator ichimoku ini bisa diaplikasikan pada time frame yang lebih pendek atau tidak. Contohnya untuk kegiatan day trading, bahkan yang menggunakan teknik scalping.

    Namun hal yang harus diingat adalah pada periode dasar (9, 26, 52) semuanya memang sama-sama diganti. Indikator yang satu ini sebenarnya memiliki teori umum bahwa harga di atas awan (cloud), akan menunjukkan trend ketika mengalami bullish.

    Sedangkan ketika harga berada di bawah awan maka trend yang ditampilkan biasanya juga akan bearish. Tidak hanya itu, ada pula indikator moving average yang digambarkan oleh garis kijun dan tenkan.

    Biasanya garis tersebut memiliki fungsi layaknya sinyal crossover atau persilangan MACD. Apabila garis kijun memotong Tenkan di bagian bawahnya, hal ini mengindikasikan sinyal bullish. Sedangkan apabila tenkan memotong kijun dari bawah juga, artinya sinyal yang muncul adalah bearish.

    Berkaitan dengan perkembangan software trading masa kini, Anda tidak perlu lagi repot menggambar dan menghitung setiap garis di atas sendiri. Terlebih untuk indikator ichimoku sendiri sebenarnya sudah tersedia di platform MetaTrader4. Untuk mengaplikasikannya pada MT4, Anda hanya perlu memantau menu Indikator lalu klik Custom. Setelah itu, pilih Indikator Ichimoku untuk mengaktifkannya.

    Tips Menggunakan Indikator Ichimoku

    Pada dasarnya, indikator trading yang satu ini sudah digunakan sejak tahun 1970-an. Namun, fungsinya sendiri baru dikenal kalangan trader secara luas sekitar tahun 1990-an. Di masa itu, indikator ini bisa disebut sebagai indikator khusus yang tidak banyak diterapkan layaknya RSI atau Relative Strength Index.

    Setelah penggunaan PC semakin meluas di kalangan trader barat, tak lama kemudian indikator ichimoku banyak diaplikasikan. Bahkan sudah banyak yang menyadari bahwa indikator ini menjadi salah satu indikator teknikal yang paling lengkap.

    Tidak hanya itu, akurasinya juga terbilang sangat baik sehingga bisa diandalkan untuk mendulang keuntungan di pasar forex.

    1. Memahami Keberadaan Awan (Cloud)

    Perlu diingat bahwa inti dari penerapan ichimoku adalah keberadaan awan atau cloud. Dalam bahasa Jepang, istilah ini dikenal dengan kumo. Dengan munculnya kumo, trader bisa mengetahui letak titik support atau resistance dari suatu pergerakan harga. Tidak hanya itu, Anda juga bisa melihat seberapa tebal titik tersebut dan bagaimana suatu trend harga bisa terjadi.

    Sementara itu, komponen lainnya dalam indikator Ichimoku untuk mengetahui kekuatan sinyal adalah Kijun Sen, Tenkan Sen, dan Chikou Span. Sedangkan untuk dua buah garis yang membatasi awan dikenal dengan sebutan Senkou Span A atau Senkou Span B.

    Pada beberapa pembuatan charting platform lain disebut juga sebagai Down Kumo atau Up Kumo. Untuk lebih memahaminya, Anda bisa melihat penjelasannya di bawah ini.

    · Apabila harga bergerak di atas awan Senkou, artinya harga sedang dalam keadaan trend naik. Sedangkan untuk awan yang berada di bawahnya menjadi area untuk support dari pergerakan harga pasar.

    Click image for larger version

Name:	Ichimoku-2.jpg
Views:	1
Size:	18.7 KB
ID:	13023685· Hal ini juga masih diberlakukan saat harga ada di bawah awan Senkou, maka nanti trend ketika itu sedang mengalamai gerakan menurun. Oleh sebab itu, awan di atasnya akan disebut sebagai area resisten.

    Click image for larger version

Name:	Ichimoku-3.jpg
Views:	1
Size:	25.9 KB
ID:	13023686· Jika ternyata harga ada di area cloud, maksudnya adalah harga itu sudah masuk di masa struggling dan trend turun atau naik belum dapat diketahui betul. Kondisi ini biasa disebut sebagai kondisi sideways.

    Click image for larger version

Name:	Ichimoku-4.jpg
Views:	1
Size:	18.6 KB
ID:	13023687Dalam berbagai macam situasi, awan atau kumo seringkali berubah dari sisi ketebalannya. Oleh karena itu, Anda harus memahami suatu konsep support and resistance yang dikemukakan Hosoda. Seperti yang telah diketahui, ia adalah kreator dari indikator ichimoku.

    Ia pernah mengeluarkan pendapat bahwa support and resistance bukanlah sebuah gari semata, melainkan sebuah area. Tak heran jika area yang ditempati support dan resistance selalu bergerak menebal dan menipis berdasarkan indikator ichimoku.

    Ketika awan mulai menebal, artinya area support and resistance juga mengalami hal demikian. Biasanya hal ini akan terjadi ketika trend pasar sudah semakin melemah dan segera berakhir.

    Tidak hanya itu, ada sisi menarik lainnya dari indikator ichimoku yaitu bagian awan atau komo selalu ditampilkan ke depan. Dimana indikator tersebut memang mampu melewati harga terakhirnya. Dengan demikian, para pengguna indikator ini bisa memprediksi area support and resistance yang mungkin terbentuk.

    Bahkan tidak sedikit trader yang bisa melakukannya sebelum harga terbentuk. Oleh sebab itu, setiap trader sebenarnya bisa mendapatkan gambaran ke depan mengenai pola candle yang akan ditampilkan.

    2. Memahami Fungsi Garis Tenkan Sen dan Kijun Sen

    Berdasarkan bentuk dasarnya, sebenarnya baik garis Tenkan Sen ataupun Kijun Sen ternyata memiliki fungsi moving average yang sama, yaitu di periode 9 dan 26. Namun, cara plottingnya tidak bisa dibilang sama persis seperti indikator MA.

    Adapun moving average sendiri sebenarnya melalui plotting dengan menjumlahkan setiap titik close pada jangka waktu yang disepakati lalu diambil rata-ratanya. Sementara itu, untuk garis Kijun dan Tenkan Sen menggunakan plotting dengan hanya membagi dua titik, yaitu yang terendah dan tertinggi dari harga.

    Dengan demikian, hasilnya adalah sebuah garis yang mungkin mengingatkan Anda dengan moving average. Namun, di sisi lain sensitivitasnya dikenal lebih tinggi. Mengingat cara pemakaian Kijun Sen dan Tenkan Sen sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan moving average. Tak heran jika kedua garis tersebut sebenarnya bisa berfungsi sebagai suatu indikator trend seperti MA.

    Apabila Tenkan Sen posisinya berada di atas Kijun Sen, maka bisa disimpulkan bahwa harga saat itu sedang dalam trend naik. Hal sebaliknya berlaku jika Tenkan Sen letaknya di bawah Kijun Sen. Artinya, harga sedang dalam kondisi trend yang menurun. Sementara itu, Anda bisa melihat adanya perpotongan di antara kedua garis yang menjadi indikasi peralihan suatu trend yang naik ataupun turun.

    Sehingga, sekarang ini Anda dapat lebih paham bahwa indikator satu ini mempunyai dua jenis alat untuk mengkonfirmasi trend, diantaranya Tenkan Sen dan Kijun Sen serta posisi harga yang berhadapan langsung dengan cloud Senkou. Jika ingin mengetahui titik support dan resistance dari suatu harga, Anda bisa menggunakan awan sebagai konfirmatornya.

    3. Menentukan Data Harga Penutupan (Chikou Span)

    Chikou Span sebenarnya merupakan data harga penutupan yang bergeser ke kiri sebesar 26 periode. Jika Anda mengganti tampilan candlestick dan harga menjadi Line Chart, maka akan terlihat bahwa nilai penutupan atau Chikou Span ini sebenarnya sama dengan jumlah harga yang terjadi.
    Click image for larger version

Name:	Ichimoku-5.jpg
Views:	1
Size:	23.1 KB
ID:	13023688
    Adapun Chikou Span sendiri sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk memberikan konfirmasi lebih lanjut pada posisi trend yang terjadi. Jika ternyata harga penutupan ini berada di atas harga saat ini, maka bisa disimpulkan bahwa trend harga cenderung kuat.

    Sedangkan jika Chikou Span berada di bawah harga terakhirnya, berarti trend harga yang turun cenderung lebih kuat. Cara membaca indikator Ichimoku Kinko Hyo ini memang beraneka ragam. Oleh karena itu, sebenarnya Anda bisa mengetahui level kuat atau tidaknya sebuah trend dan sinyal trading yang ditampilkan.

    Ketika trend dalam keadaan strong bullish, maka akan terlihat pada kumo yang berada di bawah harga. Sementara itu, garis Tenkan Sen letaknya di atas Kijun Sen dan Chikou Span juga posisinya di atas harga.

    Pada dasarnya, setiap kondisi indikator Ichimoku memiliki sebutan trend harga tersendiri. Oleh karena itu, Anda harus memahaminya secara benar dan seksama agar tidak salah dalam membaca sinyal yang ternyata membuat loss.

    Meskipun indikator ini dikatakan paling lengkap, namun penggunanya harus memiliki kemampuan cukup baik dalam mengidentifikasi sinyal yang ketika trading. Dengan demikian, Anda bisa membuka posisi trading yang profitable.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    keliahtannya terlalu rumit, tapi awan yang terbentuk sebenarnya bisa menunjukan level resisten dan support yang akurat, apalagi kalo chikou zen udah melewati awan tersebut biasanya adalah signal kuat untuk masuk pada tren market yang baru
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X