Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Strategi Trading Forex, Breakout Menggunakan Pivot Point

    Apakah Anda pernah mendengar strategi pivot point di dunia trading forex? Ternyata, strategi yang satu ini bisa dikombinasikan dengan breakout. Namun, tentunya hal ini tidak bisa sembarangan dilakukan, terlebih untuk trader pemula.

    Anda harus mempelajari tekniknya dengan baik agar bisa membaca sinyal entry yang tepat dan bukan merupakan sinyal palsu. Oleh karena itu, ulasan di bawah ini akan membahas mengenai strategi trading forex menggunakan breakout dan pivot point.

    Mengenal Breakout dalam Trading

    Pada dasarnya, breakout merupakan salah satu metode trading yang populer di kalangan trader. Terutama mereka yang termasuk trend following atau mengikuti kondisi trend. Pada intinya, strategi ini merumuskan bahwa harga yang berhasil melewati suatu batas tertentu akan menimbulkan arah tren yang berlanjut.

    Tidak sedikit trader yang merasa penasaran apakah metode ini bisa dipadukan dengan pivot point. Anda mungkin bisa menerapkannya namun harus dengan langkah-langkah sistematis agar nantinya tidak mengambil keputusan yang salah.

    Sekilas Tentang Strategi Pivot Point

    Pivot point merupakan salah satu jenis analisa teknikal yang sering dilakukan trader pemula maupun berpengalaman dimana hasilnya bisa digunakan sebagai referensi. Umumnya, penerapan pivot point tidak jauh berbeda dengan support and resistance.

    Terutama ketika harga sudah mencapai level tertentu, maka pivot trader harus menunggu breakout atau rejection. Adapun level-level tersebut sebenarnya sedikit berbeda dibanding support and resistance.

    Anda harus menentukannya secara subjektif melalui hubungan antara titik-titik high dan low harga. Tidak hanya pada pivot, harga juga bisa ditentukan menggunakan rumus-rumus tertentu. Singkatnya, berikut rumus dan cara perhitungan lengkapnya.

    Pada dasarnya, cara menghitung pivot bukan itu saja. Ada banyak metode lainnya yang bisa Anda lakukan, namun yang paling banyak adalah dengan cara konvensionel. Biasanya para trader di pasar menggunakan cara itu karena dianggap lebih lazim. Adapun cara lain menghitung pivot misalnya dengan fibo pivot, poin camarilla, woodie pivot, dan lain sebagainya.

    Sekilas Mengenai Cara Trading dengan Breakout

    Breakout sendiri menjadi salah satu peristiwa di pasar trading keluar dari kondisi sebelumnya yang ranging. Breakout seringkali dikaitkan dengan penembusan suatu level support and resistance tertentu di pasar trading.

    Adapun istilah breakout sendiri secara harfiah sebenarnya diartikan sebagai penembusan. Namun, tidak hanya bergantung pada support resistance saja, melainkan pada hal-hal lainnya di pasar trading. Salah satu contohnya adalah kondisi breakout yang terjadi pada bollinger band atau level fibonacci yang mungkin pernah Anda temui.

    Cara trading breakout memang cukup terkenal karena sifatnya yang ramah untuk trend following. Tidak jauh berbeda dibanding sistem trading lainnya, tentunya metode ini juga memiliki kelemahannya tersendiri.

    Salah satu yang mudah dikenali adalah false breakout. Pada dasarnya, hal tersebut merupakan kondisi dimana harga sudah berhasil menembus suatu level penting. Namun, beberapa saat setelahnya justru berbalik arah begitu saja.

    Hal inilah yang sebenarnya menjadi momok mengkhawatirkan sehingga banyak trader merasa rugi dengan teknik breakout. Terutama ketika mereka sudah terlanjur menunggu lama, padahal yang dihasilkan hanya sinyal palsu.

    Tak heran jika seiring berjalannya waktu teknik ini pun semakin ditinggalkan, bahkan trader pemula banyak yang menjadi korbannya. Padahal, trader profesional pun menggunakan breakout sebagai salah satu metode trading mereka. Hasilnya pun tidak main-main, bahkan bisa mencapai jutaan dolar dari market.

    Cara Melakukan Trading Pivot Point Breakout

    Masing-masing cara trading pivot point dan breakout sudah dijelaskan sebelumnya. Pada dasarnya, keduanya ternyata bisa dikombinasikan. Hal ini karena sejatinya trading dengan pivot point tidak jauh berbeda dengan support resistance. Tak heran jika konsep-konsep pada trading breakout bisa dimanfaatkan pada strategi pivot pont. Cara ini biasanya dikenal dengan istilah pivot point breakout.

    Singkatnya, dalam trading pivot point breakout akan menggunakan beberapa level resisance yang disediakan. Misalnya R1, R2, S1, dan S2. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan metode pivot point breakout.

    1. Market Bearish

    Apabila harga dibuka di atas pivot daily lalu merosot dan menembus level pivot, maka buka posisi sell dengan SL sedikit di atas high candle. Sedangkan TP bisa di S1 saja.

    Jika harga yang bergerak selalu menurun dan tembus di S1, maka bisa membuka posisi order sell melalui SL, sedikit di bagian atas candle dan TP di posisi S2. Apabila harga masih sana menurun secara kontinyu dan sudah lewat posisi S2, maka untuk realisasikan trik pivot point breakoutnya bisa memakai dengan cara order sell melalui SL, sedikit lebih tinggi daripada high candle. Untuk TP ada di posisi S3.

    Perlu diingat bahwa S3 sendiri merupakan target terakhir dari pemberhentian harga jika Anda menjadikan pivot point sebagai acuan. Jika ternyata harga pasar sedang naik atau bullish, tata cara dan urutan tradingnya sebenarnya tidak jauh berbeda dibanding pasar bearish. Namun, Anda harus memperhatikan titik resistance yang terbentuk.

    2. Market Bullish

    Apabila harga dibuka dalam keadaan di bawah pivot, lalu naik sampai menembus level pivot, maka disarankan untuk membuka posisi buy dengan SL sedikit di bawah low candle. Sedangkan untuk TP-nya sendiri masih di S1.
    Click image for larger version

Name:	PP-1.jpg
Views:	1
Size:	63.1 KB
ID:	13023663
    Jika pergerakan harga terus naik dan melewati R1, Anda bisa membuka kembali order buy dengan letak SL di bawah low candle. Untuk bagian TP bisa ditempatkan di R2.
    Click image for larger version

Name:	pp-2.jpg
Views:	1
Size:	47.4 KB
ID:	13023664
    Apabila pergerakan harga terus naik dan menembus R2, Anda bisa membuka posisi buy dengan posisi SL di bawah low candlestick dan TP berada di R3.
    Click image for larger version

Name:	PP-3.jpg
Views:	1
Size:	28.4 KB
ID:	13023665
    Perlu diingat bahwa R1 menjadi target terakhir pemberhentian dari pergerakan harga apabila Anda menggunakan pivot point sebagai acuan.
    Click image for larger version

Name:	PP-4.jpg
Views:	1
Size:	55.9 KB
ID:	13023666
    Beberapa cara pengaplikasian pivot point breakout di atas memang terlihat mudah. Namun, untuk mendapatkan profit secara konsisten ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Sebagian besar harga yang sudah breakout biasanya tidak akan langsung berpindah dengan cepat.

    Harga justru sering menyambar SL duluan sebelum pergerakannya menuju target. Oleh karena itu, Anda harus memahami hal ini sebelum menerapkannya untuk trading.

    Waspadai Sinyal Palsu Pada Strategi Trading Breakout Pivot Point

    Tidak jauh berbeda seperti strategi trading pada umumnya, sinyal palsu juga berpotensi terjadi pada penerapan breakout pivot point. Seperti yang sudah diketahui, sinyal palsu seperti ini disebut sebagai false breakout. Kondisi ini terjadi ketika harga berhasil melewati level support resistance pivot, namun kemudian malah berbalik arah setelah terjadinya penembusan.

    Adapun sinyal-sinyal palsu seperti ini memang cukup sering terjadi di level yang dekat dengan pivot. Berdasarkan ilustrasinya, Anda bisa melihat S1 dan R1. Untuk lebih memahaminya, di bawah ini merupakan gambar sinyal palsu yang terjadi dalam strategi trading pivot point breakout.
    Click image for larger version

Name:	PP-5.jpg
Views:	1
Size:	58.8 KB
ID:	13023667
    Pada gambar di atas, harga telah breakout dari posisi R1 lalu tiba-tiba kembali merosot bahkan sudah mencapai titik pivot point itu sendiri. Meski pada akhirnya harga akan kembali ke sekitar level R1.

    Apabila trader memanfaatkan stop loss secara tepat di bawah R1, biasanya SL juga akan tersambar dalam waktu cepat. Tidak hanya itu, kondisi ini juga seringkali terjadi pada level S1 yang tidak jauh dari pivot point.

    Tak heran jika akhirnya harga hanya akan naik dan turun di sekitar level tersebut saja. Biasanya kondisi ini tidak bisa dihindari di pasar trading. Justru hal seperti inilah yang nantinya akan menguji mental trader.

    Terutama bagaimana cara merespon false breakout ini dan money management seperti apa yang diterapkan. Tidak hanya itu, Anda juga harus bisa mengatur kondisi psikologi agar tetap terjaga dan tidak cepat terguncang.

    Mungkin Anda juga penasaran mengenai cara mengantisipasi sinyal palsu pada strategi trading pivot point breakout. Salah satu caranya yang cukup populer adalah dengan memanfaatkan strategi lainnya di pasar forex, yaitu dengan pullback.

    Pullback sendiri merupakan salah satu entry pasar yang bisa dilakukan setelah terjadinya breakout. Pada dasarnya, prinsip penggunaannya mengharuskan Anda menunggu hingga terjadi retrace harga.

    Jika harga dirasa sudah kembali ke posisi support resistance, nantinya Anda bisa membuka posisi ideal di dalamnya. Hanya saja, hal tersebut harus membuat Anda menunggu agar pergerakan harga bisa kembali lagi.

    Strategi trading yang begitu bervariasi membuat Anda harus jeli dalam memilih dan menggunakannya. Salah satunya dengan metode pivot point breakout yang sudah dijelaskan di atas. Anda perlu memahaminya dengan seksama agar tidak terjebak sinyal palsu.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    breakout yang terjadi pada strategy pivot itu tidak mengikuti garis trenline snr, itu yang harus trader sadari, dalam arti setelah breakout bukan berarti akan ada tren baru terbentuk, jadi bisa aja trader terjebak reversal, ketika market balik ke tren semula, maka trader terjebak floating negatif
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X