Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
This topic is closed.
X
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Tips Manajemen Resiko dalam Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	application-ga93822f12_640.png
Views:	1
Size:	22.0 KB
ID:	13023641

    Mengetahui tips manajemen resiko dalam trading forex bisa menjadi salah satu hal penting bagi trader. Seperti yang diketahui, dengan tingkat volatilitas yang tinggi di pasar forex, keuntungan dan kerugian berjalan beriringan. Oleh sebab itu, penting untuk menerapkan manajemen risiko yang tepat.

    Sebelum terjun ke dunia trading forex, kita harus menyadari risiko yang terkait dengannya dan bagaimana menghadapinya untuk meminimalkan kerugian. Manajemen risiko forex adalah tindakan untuk mencegah dampak negatif dari trading forex. Ini membantu mengurangi kerugian yang terjadi karena fluktuasi nilai tukar dan faktor pasar lainnya.

    Tips Manajemen Resiko dalam Trading Forex

    Manajemen risiko forex memerlukan pengaturan parameter dan menyusun rencana yang dirancang untuk membantu membatasi kerugian. Nah, berikut ini adalah beberapa tips manajemen resiko dalam trading forex:

    1.Tentukan Toleransi Risiko yang Tepat untuk Trading


    Sebelum memulai, ada baiknya menentukan toleransi risiko yang tepat untuk trading. Menentukan toleransi risiko yang tepat memungkinkan trader untuk trading dengan lebih bijak. Hal ini dapat diartikan sebagai jumlah resiko yang bisa kita toleransi untuk setiap trading. Perlu diketahui bahwa toleransi risiko sedikit berbeda dengan pengelolaan uang.

    Pengelolaan uang cenderung berfokus pada cara untuk bertahan atau menghindari berbagai kerugian, sedangkan toleransi risiko lebih disesuaikan untuk mengukur seberapa kerugian yang mampu diambil. Sebagai contoh, beberapa trader berani mempertaruhkan 3% dalam setiap trading, sementara trader yang lain hanya mengambil resiko 0,5% di setiap trading.

    Berbeda orang maka berbeda pula toleransi risiko yang akan diambil. Toleransi mungkin akan bergantung pada usia seorang trader, pengetahuannya tentang trading forex, pengalamannya dalam dunia trading, apa tujuan tradingnya, serta seberapa besar seorang trader bersedia untuk kehilangan.

    2.Gunakan Stop Loss

    Dalam trading forex, semua trader pasti ingin selalu mempertahankan keuntungan dan menghentikan kerugian.Salah satu cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan menggunakan stop loss. Alat yang satu ini sangat baik untuk menghentikan kerugian selama trading.

    Stop loss merupakan jenis order yang digunakan untuk membatasi kerugian saat trading. Ini juga dikenal dengan sebutan stop order atau stop market order. Dengan menggunakan stop loss, kita akan keluar dari trading dengan harga atau jumlah kerugian yang sudah kita tentukan sebelumnya.

    Sebagai contoh, misalnya, kita menempatkan pesanan beli EUR/USD di 1,385. Setelah itu, kita langsung menetapkan stop loss di 1,375 dan target keuntungan pada 1,395. Apabila harga bergerak turun ke 1,375, maka pesanan kita akan otomatis tertutup dengan kerugian 10 pips. Begitu sebaliknya, jika harga bergerak mencapai ke 1,395, pesanan kita akan ditutup dengan keuntungan 10 pips.

    3.Hindari Menggunakan Leverage Secara Berlebihan

    Leverage adalah kemampuan untuk memasuki posisi yang lebih besar daripada jumlah uang yang kita miliki. Sederhananya, kita meminjam uang dari broker forex untuk melakukan trading yang lebih besar. Sebagian besar broker menghitung leverage menggunakan rasio dolar pada akun kita versus dolar yang dapat kita gunakan untuk trading.

    Rasio leverage yang paling umum digunakan dalam forex adalah 1:100. Apabila kita memiliki leverage 100:1, itu artinya bahwa untuk setiap dolar yang kita setorkan di akun kita, kita dapat membeli mata uang dengan kekuatan $100. Menggunakan leverage menjadi salah satu cara untuk trading di pasar forex karena pergerakan harga mata uang seringkali kecil.

    Sebagai contoh, kita memiliki $1.000 di akun forex kita. Kemudian kita membeli Dolar Kanada. Dalam contoh ini, kita yakin bahwa Dolar Kanada nilainya akan naik, sehingga kita berani mengeluarkan seluruh saldo kita untuk membeli Dolar Kanada. Saat kita membeli, $1 akan setara dengan CA$1,327. Ini berarti kita menambahkan CA$1.327 ke akun forex kita.

    Beberapa waktu kemudian, nilai Dolar Amerika Serikat mengalami penurunan dibandingkan dengan Dolar Kanada. Sekarang $1 hanya bernilai CA$1.320. Dalam hal ini, kita menukar uang kita kembali dan menerima sekitar $1.005. Jadi, kita sudah mendapatkan keuntungan $5 tapi itu belum termasuk kita membayar biaya broker.

    Menggunakan leverage kedengarannya menguntungkan karena berpotensi menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Namun, kita juga harus memahami bahwa penggunaan leverage sangatlah beresiko. Semakin besar leverage yang kita gunakan, semakin besar pula peluang keuntungan atau risiko kerugian yang mungkin akan kita terima.

    Untuk menghindari kerugian yang besar, sebaiknya hindari menggunakan leverage secara berlebihan. Pastikan untuk menggunakan leverage sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.

    4.Rasio Risk-Reward

    Cara menilai keuntungan atau kerugian adalah dengan menggunakan rasio risk/reward atau yang juga dikenal sebagai R/R. Ini digunakan untuk menilai bagaimana potensi keuntungan (reward) yang akan kita dapatkan dari sebuah trading relatif dengan potensi kerugiannya (risk).

    Intinya, rasio risk-reward dalam trading forex mengukur berapa banyak potensi imbalan/keuntungan yang dapat kita peroleh untuk setiap dolar yang kita risikokan. Sebagian besar investor dan trader menggunakan risk-reward untuk mengelola modal dan risiko mereka. Rasio risk-reward dihitung dengan perbedaan antara stop-loss dan take profit.

    Sebagai contoh, misalnya, kita memiliki risk-reward 1:5. Hal ini menunjukkan kepada kita tentang berapa resiko yang berani kita ambil untuk mendapatkan 5$. Dalam contoh lain, apabila kita mengambil resiko 100 pips dan kita memiliki target keuntungan 200 pips, maka risk-reward kita adalah 1:2.

    Ada beberapa kelebihan risk-reward, salah satunya adalah untuk membantu investor maupun trader mengelola resiko kerugian atau kehilangan uang dalam trading. Bahkan seorang trader profesional pun mungkin bisa saja mengalami kerugian seiring waktu apabila tingkat kemenangan mereka di bawah 50%.

    Dengan risk-reward, kita dapat mengukur perbedaan antara entry point trading ke stop loss dan sell atau take profit. Membandingkan kedua hal tersebut dapat memberikan kita informasi tentang rasio keuntungan terhadap kerugian, atau imbalan terhadap risiko.

    5.Menyesuaikan Ukuran Lot

    Ada berbagai metode yang dapat kita gunakan untuk trading forex. Ada metode yang mengharuskan kita menggunakan stop loss dan target keuntungan untuk setiap trading, sedangkan metode lainnya sangat bervariasi tergantung pada subjeknya.

    Misalnya, kita menggunakan strategi yang mengharuskan stop loss 20 pips pada setiap trading. Apabila kita hanya trading pasangan mata uang EUR/USD, maka kita bisa dengan mudah mengetahui berapa banyak yang mungkin akan kita masukkan untuk mencapai hasil yang kita inginkan.

    Namun, untuk strategi yang bervariasi pada ukuran stop atau bahkan instrumen yang diperdagangkan, mencari tahu berapa banyak yang akan dimasukkan bisa menjadi sedikit rumit. Salah satu cara untuk memastikan bahwa kita memasukkan jumlah uang yang ingin kita pertaruhkan pada setiap trading adalah dengan menyesuaikan ukuran posisi kita.

    Lot standar dalam trading forex adalah 100.000 unit mata uang, yang mewakili $10/pips pada EUR/USD. Apabila kita memiliki dolar AS (USD) sebagai mata uang dasar Anda, maka lot mini adalah 10.000.

    Jika kita ingin mengambil risiko $15 per pips pada trading EUR/USD, tidak mungkin melakukannya dengan lot standar. Jika menggunakan lot standar kemungkinan dapat memaksa kita untuk mempertaruhkan terlalu banyak atau terlalu sedikit pada trading yang kita tempatkan, sedangkan lot mini dan mikro bisa membawa kita ke jumlah yang diinginkan.

    Hal yang sama dapat dikatakan tentang keinginan untuk mengambil risiko $12,50 per pip pada suatu trading. Lot standar dan mini gagal mencapai hasil yang diinginkan, sedangkan lot mikro dapat membantu kita mencapainya. Dalam trading, memiliki fleksibilitas untuk mengambil risiko apa yang kita inginkan, kapan pun kita mau, bisa menjadi faktor penentu kesuksesan kita.

Online

Working...
X