Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Belajar Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Sistem Carry Trade
    Click image for larger version

Name:	pro kontra carry trade.jpg
Views:	1
Size:	5.9 KB
ID:	13023614
    Salah satu strategi trading yang bisa dipertimbangkan adalah carry trade. Strategi yang satu ini memfokuskan keuntungan yang didapatkan dari perbedaan suku bunga. Jadi, bukan dari perubahan harga seperti strategi trading lainnya.

    Apa Itu Carry Trade?

    Carry trade adalah strategi yang memanfaatkan selisih suku bunga antara dua mata uang dalam pasar forex. Pengguna strategi ini bisa mengalami kerugian apabila dana yang dipinjamkan untuk trading cenderung menguat.

    Sedangkan mata uang yang menjadi targetnya justru melemah. Selain itu, kombinasi keduanya juga bisa membuat loss. Oleh karena itu, mengaplikasikan strategi carry trade memang tidak bisa sembarangan.

    Pada dasarnya, carry trade merupakan bukan strategi yang mengambil profit dari perubahan nilai tukar antar pair mata uang. Ketika mengaplikasikannya, trader harus membeli mata uang dengan tingkat suku bunga lebih tinggi.

    Di waktu yang sama, trader kemudian menjual mata uang yang tingkat suku bunganya lebih rendah. Hal ini dilakukan agar keuntungan yang didapatkan bisa maksimal ketik trading. Misalnya ketika tingkat suku bunga bank sentral Australia dollar per tahun sebesar 3.25% dan Yen Jepang 0.1%, maka ketika membuka posisi buy AUD/JPY, Anda bisa mendapatkan profit sebagai berikut:

    · Posisi buy AUD, bunga yang didapatkan sebesar 3.25%.
    · Posisi sell JPY, profit dari bunga sebesar 0.1%.

    Apabila nilai tukar AUD terhadap JPY tidak berubah dalam setahun, maka traer bisa mendapatkan profit sebesar 3.15%. Angka tersebut didapatkan dari selisih bunga keduanya. Apabila trader trading dengan ukuran lot standar (AUD 100.000), maka bunga per tahun yang didapatkan sebesar 3.15%. Jika melakukan trading dengan leverage 200:1 dengan margin AUD 500, maka profitya sebesar AUD 3,150 dari perbedaan suku bunga.

    Posisi Mata Uang dalam Trading Carry Trade

    1. Pasangan Mata Uang Likuid

    Kebanyakan mata uang seringkali ditransaksikan dengan strategi ini terutama untuk pair mata uang yang mendunia dan sifatnya likuid. Alasannya karena lebih mudah dalam mencari mitra baik ketika membuka posisi buy ataupun sell.

    Anda bisa melakukannya pada level harga yang diinginkan. Adapun yang termasuk pair mata uang dengan kapitalisasi pasar besar dan likuid misalnya USD, JPY, GBP, AUD, CHF, CAD,dan NZD. Suku bunga dari mata uang negara-negara berkembang biasanya terlalu tinggi. Namun, sifatnya ternyata kurang likuid.

    Alasannya karena di pasar forex sebenarnya cukup jarang terjadi transaksi. Tak heran jika nantinya akan sulit untuk mencapai persetujuan harga jual-beli di level harga yang diharapkan.

    2. Perbedaan Suku Bunga Antar Mata Uang dalam Satu Pair

    Untuk menerapkan strategi carry trader, diperlukan dua mata uang dengan perbedaan tingkat suku bunga. Misalnya pada pair mata uang AUD/JPY yang sudah diilustrasikan sebelumnya. Oleh karena itu, tren carry trade memang tidak konstan karena bisa berubah dari satu pasangan mata uang ke pasangan lainnya.

    Hal ini beriringan dengan perubahan suku bunga di setiap negara asalnya. Beberapa tahun lalu, pair mata uang NZD/JPY memang cukup populer bagi pengguna strategi ini. Biasanya para trader akan membuka posisi buy pada pair mata uang tersebut.

    Alasannya bukan karena pertumbuhan perekonomian negara New Zealand, melainkan karena suku bunganya saat itu mencapai 8%, sedangkan JPY di saat yang sama 7.5%. Angka tersebut terbilang bagus bagi sebagian besar fund manager.

    Terlebih peluang profit yang bisa didapatkan ketika membuka posisi buy begitu menjanjikan. Terutama ketika NZD menguat terhadap mata uang YEN. Seiring berjalannya waktu, tingkat suku bunga mata uang New Zealand pun semakin menurun.

    Bahkan saat ini kurang dari 2.5% per tahun. Berdasarkan kebijakan dari bank sentral Australia, tingkat suku bunga akan ditingkatkan secara bertahap. Tak heran jika peminat carry trader mulai bergeser ke pair AUD/JPY.

    3. Nilai Tukar Antar Mata Uang Relatif Stabil

    Carry trading yang diterapkan pada pair NZD/JPY atau AUD/JPY memang bisa mendulang profit yang terbilang lumayan. Bahkan bisa mengakibatkan krisis keuangan global di tahun 2008 lalu. Ketika itu dollar Australia merosot tajam terhadap mata uang Jepang yang volatilitasnya tinggi.

    Anda bisa melihatnya melalui grafik di bawah ini. Tak heran jika akhirnya para carry menderita loss dan terpaksa keluar dari pasar. Setahun kemudian, mereka baru kembali masuk untuk trading mata uang.
    Click image for larger version

Name:	2008.jpg
Views:	1
Size:	43.6 KB
ID:	13023615
    Berdasarkan grafik di atas, pada saat trading di periode tersebut, para carry trade sempat mengalami kerugian besar. Tepatnya di tanggal 13 November 2012 ketika US Dollar saat itu kembali menguat sejak 2011.

    Saat itu, mata uang AS tersebut menjadi salah satu yang difavoritkan oleh carry trader. Tentunya, selain Swiss Franc dan Yen Jepang pada pasar forex. Alasannya adalah tingkat suku bunga AS berada di urutan terendah kedua setelah Yen Jepang.

    Cara Memilih Waktu yang Tepat untuk Carry Trading

    Banyak yang menggambarkan teknik carry trading sebagai strategi yang easy profit. Namun, perlu diingat bahwa penerapannya tidak semudah perkiraan trader kebanyakan. Anda harus memilih momen atau waktu yang tepat untuk memasuki pasar.

    Biasanya trader yang sudah pro menggunakan carry trading akan melihat dan mempelajari siklus ekonomi secara global. Hal ini mereka lakukan sebelum mengambil posisi di pasar forex. Hal serupa juga dilakukan investor yang mewakili bank atau institusi lainnya.

    Ketika pertumbuhan ekonomi tidak banyak kendala dan cenderung solid, trend pergerakan mata uang suatu negara akan lebih stabil. Tentunya, menguatnya mata uang negara tersebut secara jangka panjang akan menguntungkan bagi carry trader.

    Hal ini karena tingkat laju inflasi cepat atau lambat pasti akan meningkat. Bahkan tingkat suku bunga kemungkinan besar akan dinaikkan. Kondisi inilah yang akhirnya mengenai perekonomian di negara Australia. Terutama ketika mereka hendak membuka posisi buy pair AUD/JPY beberapa tahun lalu.

    Kelemahan Strategi Carry Trading

    Jika Anda menggunakan strategi trading ini, maka ketika menghadapi beberapa posisi di bawah ini memang terpaksa harus menutup posisi. Berikut beberapa kelemahan strategi carry trading yang membuat trader harus keluar dari pasar.

    1. Pemotongan Tingkat Suku Bunga

    Ketika kondisi finansial global sedang berisiko tinggi, maka dampaknya pada pasar cenderung negatif. Tak heran jika akhirnya beberapa bank sentral akan memberlakukan kebijakan pemotongan tingkat suku bunga. Hal ini bisa menyebabkan para pengguna carry trading harus memantau kembali posisi tradingnya yang tadinya sudah direncanakan secara matang.

    Tidak hanya itu, volatilitas akibat pemotongan suku bunga sebenarnya terjadi dalam jangka pendek saja. Namun, mengingat yang dipotong adalah mata uang target, maka profit jangka panjang akibat pemotongan tingkat suku bunga akan berkurang.

    2. Average Daily Range Berubah Secara Drastis

    Perlu diingat bahwa volatilitas merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh pengguna strategi ini. Terutama ketika sentimen pasar cenderung ekstrim di pasar keuangan. Tak heran jika volatilitas otomatis akan meningkat.

    Hal ini bisa diperhatikan dari pergerakan harga harian atau average daily range. Jika perubahan range ini drastis, maka volatilitas juga tinggi. Anda bisa memanfaatkan indikator ATR atau Average True Range untuk mengetahuinya. Indikator tersebut memang biasa digunakan untuk mengetahui selisih perubahan range harga di periode tertentu.

    3. Kebijakan Pemerintah

    Pemerintah bisa saja membuat kebijakan yang cenderung mengintervensi pasar forex. Bahkan frekuensinya memang cenderung sedikit. Namun, pengaruhnya tetap terasa apabila nilai tukar mata uang dinilai terlalu lemah atau terlalu kuat dibanding yang diharapkan bank sentral.
    Intervensi tersebut jelas akan membuat nilai mata uang akan semakin melemah atau menguat dalam waktu singkat. Tentunya, hal ini akan berpengaruh terhadap nilai tukar dan volatilitas mata uang carry trade.

    Pada dasarnya, strategi carry trading harus dilakukan di situasi yang paling cocok atau mendekati ideal. Misalnya ketika perekonomian global sedang tumbuh pesat dengan tingkat suku bunga yang kompetitif di beberapa negara.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalau pergerakannya hampir serentak ya ngak mungkin trader punya kesempatan melihat gap dan bisa profit dari situ, yang jelas carry trader itu lebih menguntungkan kalo membandingkan market saham dan forex di satu negara ketimbang membandingkan dua pair yang mirip

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X