Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Faktor Dorongan Naik Turunnya Bitcoin dengan Mengenal 4 Siklus Pasar Kripto
    Click image for larger version

Name:	naik turun.jpg
Views:	1
Size:	16.7 KB
ID:	13023364Pasar cryptocurrency memang dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi. Tak heran jika salah satu mata uang digital di dalamnya, yaitu bitcoin sulit diprediksi. Oleh karena itu, Anda perlu mempelajari faktor apa saja yang mempengaruhi fluktuasi harga bitcoin.

    Salah satu hal yang membuat bitcoin banyak diminati adalah karena pertumbuhan nilainya yang sangat cepat. Tak heran jika banyak yang mengandalkan mata uang digital ini untuk meraih keuntungan.

    Mengapa Bitcoin Banyak Diminati?

    Banyak yang menganggap mencari cuan dengan bitcoin mudah dilakukan. Apalagi saat ini Anda bisa menemukan berbagai macam aplikasi investasi kripto dengan akses praktis.

    Anda mungkin menyadari bahwa aset kripto yang satu ini tengah naik daun. Namun, fluktuasi harga mata uang digital ini juga dipengaruhi beberapa faktor. Pada dasarnya, bitcoin sendiri lebih tahan terhadap kebijakan otoritas dan gejolak politik.

    Jika Anda berminat trading bitcoin, maka mempelajari berbagai faktor penentu naik-turunnya harga sangat penting dilakukan. Dengan demikian, peluang mendapatkan profit akan lebih besar dibanding risiko kerugian.

    Faktor Pemicu Naik-Turunnya Harga Bitcoin

    1. Jumlah Permintaan dan Persediaan yang Tidak Seimbang

    Ketika memasuki pasar kripto, fluktuasi harga akan bergerak dengan sangat cepat. Seringkali perubahan harga begitu mencolok dan tajam. Bahkan dalam satu hari, Anda bisa mendapati suatu aset kripto naik 10-15%.

    Tak lama setelah itu, nilainya turun dengan persentase yang sama. Pada dasarnya, hal ini dipengaruhi oleh demand (permintaan) dan supply (persediaan) yang tidak seimbang.

    Pada aset bitcoin, permintaan koin terus naik sedangkan persediaan semakin menipis. Tak heran jika harga mata uang digital ini cenderung naik. Namun, Anda juga bisa mendapati permintaan yang turun dengan supply berlebih. Kondisi tersebut bisa menyebabkan kemerosotan harga di pasar kripto.

    2. Penggunaan Bitcoin sebagai Alat Tukar Tidak Merata

    Di tanah air, penggunaan bitcoin memang belum begitu lazim. Sedangkan di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Denmark, uang kripto sudah bukan hal yang asing.

    Penggunaan bitcoin sebagai mata uang dalam transaksi masih belum merata di banyak negara. Bahkan di beberapa negara penggunaan mata uang digital ini sifatnya ilegal.

    Semakin banyaknya pihak yang memanfaatkan bitcoin sebagai alat pembayaran, maka permintaan terhadap aset ini pun semakin naik. Dengan meluasnya penggunaan bitcoin, tentunya akan memberikan efek positif pada pergerakan harganya di pasar kripto.

    Dalam skala penggunaan, permintaan terhadap cryptocurrency juga akan melojak seiring infrastruktur yang mendukung. Misalnya dengan menyediakan ATM crypto yang memungkinkan penggunanya melakukan transaksi bitcoin.

    3. Biaya Mining yang Mahal

    Menambang bitcoin dengan perangkat seadanya tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Anda harus menyediakan hardware dengan spesifikasi memadai agar hasilnya termasuk menguntungkan.

    Tentunya, hal ini membuat biaya yang harus dikeluarkan memang tidak sedikit. Tidak hanya berfokus pada perangkat keras, Anda pun harus menyiapkan uang berlebih untuk biaya listrik.

    Mengingat aktivitas mining memang membutuhkan sumber daya yang tidak kecil. Sekalipun Anda memilih menjadi penambang secara cloud, masih ada fee yang harus dibayarkan pada penyedia layanan.

    4. Peluang Diretas

    Pada dasarnya, mata uang digital seperti bitcoin juga tidak lepas dari bentuk cyber crime. Salah satu kasus fenomenalnya terjadi di tahun 2014 yang disebut dengan insiden Mt Gox.

    Pada saat itu, terjadi peretasan secara beruntun dengan tingkat pengaruh yang berbeda-beda. Umumnya, pasar cryptocurrency akan sangat terdampak dengan aksi kejahatan digital ini.

    Saat itu, tidak sedikit exchange besar yang mengalami banyak kerugian. Hal ini karena banyaknya dana klien yang terhimpun di dalamnya.

    5. Kebijakan Pemerintah

    Di beberapa negara, bitcoin masih dilarang sebagai alat pembayaran yang sah. Tentunya, regulasi dari pemerintah tersebut berdampak pada naik dan turunnya harga di pasar kripto.

    Contohnya pemerintah Inggris yang mengeluarkan kebijakan pelarangan Binance untuk beroperasi. Hal ini menyebabkan efek buruk pada pergerakan harga cryptocurrency.

    Mengingat Binance sendiri merupakan salah satu exchange terbesar di dunia untuk menjangkau trader di Inggris. Seperti yang telah diketahui, Inggris menjadi salah satu negara yang menjadi pusat finansial dunia.

    Akses menuju pasar negara Eropa tersebut tentunya sangat krusial sehingga mempengaruhi pergerakan harga aset kripto.

    6. Media dan Influencer

    Tahukah Anda berita hacking atau peretasan bisa membuat harga kripto merosot tajam? Bahkan ketika berita tersebut belum tentu kebenarannya, beberapa ternyata memang palsu.

    Hal ini juga berlaku ketika berita baik dirilis media, misalnya suatu negara yang melegalkan penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Maka Anda akan mendapati harga aset kripto ini mengalami kenaikan.

    Sebenarnya, dampak tersebut terbilang wajar karena pelaku pasar biasanya akan dipengaruhi oleh sentimen yang merespon berita tertentu. Banyak pihak yang panik dan langsung mengambil keputusan ketika suatu berita dirilis.

    Terlebih jika berita tersebut memang terkesan heboh dan menggemparkan. Padahal, kebenarannya memang belum tentu dipastikan.

    Bukan hanya berita yang dirilis oleh per saja, para influencer pun mengambil peran dalam pergerakan harga Bitcoin. Salah satu tokoh tersebut adalah Elon Musk yang memiliki pengaruh besar karena menggelontorkan dana fantastis untuk Bitcoin.
    Ia seringkali mengunggah pernyataan-pernyataan yang menjadi kontroversi. Unggahannya tersebut mempengaruhi pelaku pasar. Maka tak heran jika efeknya juga begitu terasa pada pergerakan harga bitcoin.

    7. Kondisi Psikologis

    Perlu diingat bahwa berinvestasi mustahil jika tanpa risiko. Tak jarang trader ataupun investor dipenuhi rasa ketakutan sehingga mengambil keputusan yang terburu-buru.

    Ia tidak memikirkan secara matang untuk melakukan transaksi jual-beli aset. Jika Anda terburu-buru membeli aset kripto dalam jumlah banyak ketika tidak ada pergerakan harga di pasar, di sisi lain investor lainnya juga melakukan hal demikian.

    Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga di pasar kripto. Jika harga sudah di puncak, umumnya para investor akan melakukan profit-taking. Sedangkan pihak lainnya cenderung melakukan aksi jual sehingga membuat harga merosot.

    Mengenal 4 Siklus Pasar Kripto
    Click image for larger version

Name:	Kritpo.jpg
Views:	1
Size:	9.6 KB
ID:	13023365
    Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang mempengaruhi naik-turunnya bitcoin, Anda juga bisa melakukannya dengan memahami siklus-siklus di pasar kripto. Pada dasarnya, terdapat empat jenis siklus cryptocurrency yang bisa digunakan untuk menguatkan strategi investasi, apa sajakah itu?

    Sebelumnya, Anda perlu mengingat bahwa setiap aset kripto memang memiliki volatilitas yang bervariasi. Dengan demikian, seorang trader harus menyiapkan strategi yang efektif untuk menghindari loss di pasar trading.

    Salah satu cara efektif untuk memantau volatilitas aset kripto adalah dengan memahami keempat siklus pasar di dalamnya, yaitu sebagai berikut:

    1. Siklus Akumulasi

    Siklus ini dimulai ketika pergerakan pasar sedang turun. Sementara itu, tidak ada perubahan harga yang signifikan pada aset kripto. Dengan siklus ini, biasanya berbagai kalangan trader akan membeli cryptocurrency karena harganya sedang turun.

    Mereka yang melakukan hal ini adalah trader berpengalaman, trader institusional, dan whale. Bahkan ketika kepastian harga pasar belum terlihat jelas, aksi membeli aset di fase ini sebenarnya masih menguntungkan. Hal ini karena harga aset tersebut sifatnya undervalued.

    2. Siklus Markup

    Indikasi siklus ini bisa dilihat dari situasi pasar yang memperlihatkan pergerakan saat naik. Pada awalnya, Anda akan mendapatinya dalam kondisi normal. Lalu, muncul euforia besar secara mendadak yang mengakibatkan harga aset kripto menurun.

    Apa penyebabnya? Hal ini terjadi karena para investor besar melakukan buy aset dalam jumlah yang banyak. Trader biasa pun terdorong untuk membeli aset yang sama. Fenomena ini sendiri dikenal dengan istilah FOMO.

    FOMO harus diwaspadai karena bisa membuat harga aset cryptocurrency melonjak tinggi. Ketika volume trading meningkat, momen inilah yang dimanfaatkan investor untuk melepas aset yang dimilikinya. Mereka segera melakukan itu sebelum harga kembali turun.

    3. Siklus Distribusi

    Pada siklus ini, Anda bisa melihat sentimen pasar yang bervariasi. Biasanya trader yang sudah memiliki banyak pengalaman akan menjual aset kripto di momen tersebut.

    Meski demikian, penjualan itu tidak akan dilakukan begitu saja. Mereka juga akan memperhitungkan harga pasar yang berpotensi berubah secara mendadak. Siklus ini terbilang singkat karena hanya memiliki konsolidasi yang rendah.

    Di beberapa kasus, periode distribusi juga memakan waktu yang tidak sedikit. Bahkan hingga berbulan-bulan untuk menuntaskannya.

    4. Siklus Markdown

    Siklus di pasar kripto selanjutnya dikenal sebagai markdown. Fase ini terjadi karena beberapa investor memang masih memegang aset kripto yang akan membuatnya merasa jengkel.

    Umumnya, investor atau trader yang masih pemula akan merasa tidak nyaman berada di siklus ini. Oleh karena itu, Anda tidak perlu merasa heran ketika sebagian investor memilih untuk menahan aset mereka dibanding menjualnya dengan harga rugi.

    Adapun situasi tersebut dikenal sebagai HODL. Tidak hanya itu, siklus ini juga akan membantu Anda melihat kemungkinan peluang berikutnya.

    Siklus Cryptocurrency Saat ini

    Mungkin Anda sudah bisa memperkirakan bahwa aset kripto saat ini sedang berada di siklus akumulasi. Bagi trader dengan jam terbang tinggi, pendapat mereka bisa jadi berbeda.

    Anda perlu memahami karakteristik dan faktor untuk setiap siklus pasar kripto yang terjadi. Biasanya seorang investor akan melakukan analisa terhadap pasar agar tidak mengambil keputusan yang salah.

    Misalnya ketika kondisi pasar sedang dalam siklus distribusi, maka sebaiknya siapkan skenario membuka posisi yang tepat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi siklus markdown.

    Namun untuk siklus akumulasi, hal ini berlaku sebaliknya. Anda perlu menyikapinya dengan aksi buy agar tidak tertinggal dalam memanfaatkan siklus markup.

    Cara Mengoptimalkan Siklus di Pasar Kripto

    Tidak hanya memahami setiap karakteristik dalam siklus, seorang trader juga harus memahami tantangan di depannya. Pada dasarnya, setiap fase memang memiliki kendala tersendiri yang harus dilewati.

    Jika mengetahui kuncinya, Anda akan lebih mudah mengambil keputusan yang tepat. Perlu diketahui bahwa perhitungan yang tepat sangat dibutuhkan dalam cryptocurrency.

    Lalu, prinsip apa yang harus dipegang investor untuk memahami siklus ini? Ingatlah beberapa poin penting di bawah ini:

    · Beli aset kripto ketika pasar sedang mengalami kepanikan.
    · Lakukan HODL ketika pasar mengalami peningkatan.
    · Jual aset ketika pasar memasuki siklus distribusi.
    · Keluar ketika pasar belum mengalami penurunan harga.

    Melalui ulasan di atas, sebaiknya Anda tidak mudah terpengaruh ketika berada di pasar kripto. Pastikan untuk berinvestasi secara objektif untuk menghindari sikap FOMO.

    FOMO bisa disebut berbahaya sebab dapat memicu para investor untuk membelikan asep saat harga tinggi-tingginya dan menjualnya saat harganya anjlok. Tentunya, kondisi ini sangat berkebalikan dengan prinsip investasi itu sendiri bukan?



  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    btc udah jelas tidak dikeluarkan secara resmi dari negara tertentu , apalagi digunakan sebagai alat tukar, jadi faktor penggerak utamanya adalah sentiment tidak jelas yang tidak bercermin dari kondisi perekonomian dari negara mana pun, jadi mungkin di masa yang akan datang akan sulit diprediksi pergerakannya
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X