Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trading Logis dan Objektif, Boleh Kok Pakai Scalping
    Click image for larger version

Name:	scalping logis.jpg
Views:	1
Size:	8.2 KB
ID:	13023332Salah satu kunci melakukan dalam bisnis forex adalah trader harus melakukan trading berdasarkan kondisi pasar yang ia lihat. Jadi, bukan berdasarkan apa yang ia pikirkan tentang pasar, hal ini harus Anda ingat sebelum trading.

    Mungkin Anda sudah pernah mendengar nasihat jangan terpengaruh oleh ‘greed of fear’. Seorang trader yang bijak adalah yang bisa mengatasi keterlibatan emosi ketika sedang dalam posisi profit ataupun loss.

    Mengapa Harus Trading secara Logis dan Objektif?

    Mengadapi pergerakan harga pasar yang dinamis, otak manusia cenderung memiliki mekanisme otak yang primitif. Di dalamnya akan terpaku pemikiran ‘fight or flight’ yang artinya ‘menyerang atau lari’.

    Adanya mekanisme primitif ini membuat trader menghindari untuk melihat potensi pasar apa adanya. Pemikiran Anda akan cenderung subjektif seperti ‘menyerang, bertahan, atau lari’ dari pasar.

    Agar bisa menjadi trader yang konsisten memperoleh profit, Anda harus mengoptimalkan salah satu bagian otak, yaitu frontal lobe. Bagian tersebut berfungsi untuk memahami sebuah permasalahan, menganalisanya, dan merencanakan suatu ide secara objektif.

    Bagi seorang trader, hal ini diwujudkan dengan cara trading berdasarkan apa yang memang ia lihat di pasar. Jadi, bukan melakukan trading berdasarkan apa yang Anda pikirkan tentang pasar.

    Oleh karena itu, Anda harus menyingkirkan keterlibatan emosi baik sebelum open posisi maupun setelah close posisi. Trader juga membutuhkan bekal berupa metode dan perencanaan trading yang tepat.

    Dengan demikian, upaya pencegahan melibatkan emosi ini akan lebih mudah dilakukan. Misalnya dengan menggunakan strategi price action, metode ini memungkinkan Anda untuk melakukan analisa setup pola pasar.

    Caranya dengan memperhatikan pergerakan harga guna mendapatkan sinyal trading yang sudah terkonfirmasi. Setelah membuka posisi, Anda bisa melihat kondisi pasar berjalan dan merespon trading yang dilakukan.

    Tips Trading secara Logis dan Objektif

    Perlu diingat bahwa trading yang dijalankan jangan sampai melibatkan emosi. Oleh karena itu, penting bagi seorang trader mencari tahu cara yang tepat untuk trading secara logis dan objektif.

    1. Hindari Memprediksi Pasar dengan Tanpa Strategi yang Rasional

    Melakukan prediksi terhadap kondisi pasar tanpa analisa dan metode yang rasional tak ubahnya seperti berjudi. Anda seperti mempertaruhkan sejumlah dana dengan mengandalkan keberuntungan, bahkan cenderung asal menebak.

    Tidak sedikit trader pemula maupun yang sudah berpengalaman namun gagal mendapatkan profit konsisten. Namun, dirinya justru terjebak dalam emosional trading error seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

    Biasanya mereka akan mencari pembenaran akan prediksinya, bahkan cenderung sudah terlalu yakin dengan arah pergerakan pasar selanjutnya. Padahal di pasar forex, pergerakan harga pasar begitu dinamis.

    Bahkan pola yang digunakan bisa berubah dari waktu ke waktu. Tak heran jika tidak ada seorang pun yang bisa memastikan 100% arah pergerakanya. Pada dasarnya, tidak ada hal yang benar-benar pasti di pasar forex.

    Anda hanya bisa mencari tahu tinggi-rendahnya kemungkinan yang bisa dijadikan acuan ukuran sebuah prediksi.

    2. Menghitung Rasio Risiko Setiap Kali Open Posisi

    Seorang trader bisa saja merasa metode yang ia gunakan sudah ukuran dan teruji. Sebenarnya, Ada tidak bisa memastikan sepenuhnya bahwa metode tersebut selalu bekerja sesuai harapan.

    Terlebih jika kita kembali pada pergolakan harga pasar dalam trading forex. Mengingat ketidakpastian di pasar forex, Anda perlu menetapkan besarnya risiko setiap kali open posisi di pasar trading forex.

    Besarnya risiko tersebut diatur berdasarkan stop loss dan target level yang sudah disesuaikan. Tidak hanya itu, Anda juga tidak boleh mengabaikan balance dan equity.

    Jika trading yang Anda lakukan menggunakan time frame harian, maka perbandingan stop loss (risiko) dan target profit (reward) yang disarankan setidaknya 1:2.

    3. Jangan Lepas Kontrol Diri Ketika Trading

    Pada dasarnya, kondisi pasar tidak akan memperdulikan apakah trader sedang profit atau loss. Bahkan tidak mengetahui apakah trader tersebut eksis atau tidak. Bisa ditarik kesimpulan bahwa pasar forex memang tidak memiliki emosi apa-apa terhadap trader.

    Namun, tidak sedikit trader yang melibatkan emosinya pada posisi trading dan pasar itu sendiri. Bahkan terkesan pasar membiarkannya mengontrol perilaku trader. Hal ini mengakibatkan cara trading yang dilakkan cenderung reaktif dan emosional.

    Tidak hanya itu, banyak juga trader yang diliputi rasa euforia sesaat ketika mendapatkan profit. Tak heran jika akhirnya mereka membuka posisi lagi dengan strategi yang sama ketika mendapatkan profit.

    Padahal, terdapat setting price action yang harus diperhatikan dengan seksama. Bahkan ada juga trader yang merasa ingin balas dendam setelah mengalami kerugian dana ketika trading.

    Tanpa berpikir panjang, ia pun langsung ingin membuka posisi baru dari hasill analisa yang tidak berdasar. Bahkan cenderung dangkal dan terburu-buru dalam memutuskannya.

    Tak heran jika cara trading berdasarkan apa yang dilihat di pasar sebenarnya sangat penting dilakukan. Anda akan memahami bahwa pengendalian diri sendiri tanpa melibatkan emosi sangat penting dilakukan.

    Oleh karena itu, buatlah perspektif trading yang baik sehingga Anda akan berpikir lebih objektif. Terutama ketika melihat kondisi pergerakan harga pasar. Berpikir dengan cara yang logis juga penting dilakukan ketika menerapkan manajemen risiko dalam trading.

    Jika sudah memiliki metode yang tepat untuk trading, setidaknya Anda harus bisa menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

    · Apakah situasi pasar saat ini sesuai dengan setup metode trading yang saya lakukan?
    · Apakah jika saya open posisi maka sudah sesuai dengan rencana trading yang dilakukan?
    · Apakah ketika trading, saya melibatkan emosi atau tidak?
    · Apakah saya sudah cukup objektif dalam melihat kondisi pasar?
    · Apakah saya berpikir logis dalam menentukan rasio risk/reward?

    Jika Anda terbiasa melakukan hal-hal di atas setiap akan trading, maka Anda akan lebih bersikap objektif. Terutama ketika melihat pasar sehingga tidak akan ada kondisi emosional yang terlibat di dalamnya. Tak heran jika konsistensi profit yang akan didapatkan pun bisa diraih.

    Menggunakan Metode Scalping dalam Trading

    Mungkin Anda sudah pernah mendengar bahwa trading dengan teknik scalping memang berisiko tinggi. Namun dengan mengetahui poin-poin penting di dalamnya, bukan tidak mungkin teknik scalping yang dilakukan akan berbuah manis.

    Pada dasarnya, setiap metode scalping memang memiliki risiko tersendiri. Seorang trader harus memahami bahwa metode yang akan ia terapkan dalam trading harus dihitung rasio risikonya. Bagi Anda yang ingin menerapkan metode scalping, sebaiknya kenali teknik yang satu ini dengan baik.

    Mengenal Scalping
    Metode scalping dalam trading forex diartikan sebagai tindakan open posisi berjangka pendek. Trading ini dilakukan dengan margin yang relatif besar. sedangkan untuk profit yang didapatkan relatif kecil.

    Mengapa dikatakan ‘relatif’? Anda mungkin penasaran dengan lamanya open posisi dilakukan selama trading dengan teknik ini. Tidak hanya itu, trader juga perlu mengetahui berapa persen margin dan pips dalam target profit.

    Umumnya, teknik scalping bisa dilakukan dengan time frame 5 hingga 15 menit. Sedangkan margin yang digunakan antara 10 sampai 20 persen setiap kali trader open posisi.

    Sedangkan target profit yang ditetapkan memang hanya 10 pip saja. Terkadang, ada pula yang menggunakan margin sampai.40 persen. Namun, target profit yang ditetapkan jauh lebih kecil, yaitu 5 pips saja.

    Pada dasarnya, berapapun margin dan profit yang ditetapkan, time frame yang rendah untuk melakukan scalping memang terkesan kontroversial. Jika ingin menerapkan teknik scalping dengan tepat, sebaiknya trader memperhatikan beberapa poin krusial.

    Kelebihan dan Kekurangan Teknik Scalping

    Ada yang mengatakan bahwa scalping merupakan teknik khas yang dilakukan trader pemula. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat risiko per posisi terlalu besar ketika melakukannya. Sedangkan keuntungan yang didapatkan memang tidak seberapa.

    Pada dasarnya, siapapun bisa menggunakan teknik trading yang satu ini. Baik trader yang masih newbie maupun yang sudah berpengalaman. Beberapa trader yang berpengalaman mungkin lebih tertarik dengan metode lainnya, misalnya swing trading.

    Sebelum memutuskan trading dengan scalping, Anda harus mengenali kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu.

    1. Kelebihan

    · Trader akan terhindar dari jeratan pembalikan tren harga pasar. Seperti yang telah diketahui, pembalikan harga tersebut terkadang terjadi secara mendadak dengan time frame panjang.
    · Persentase win rate cenderung sangat tinggi, hal ini karena frekuensi trading yang banyak per hari.
    · Trader tidak harus mempelajari teknik fundamental mata uang yang ditradingkan. Hal ini karena teknik scalping termasuk metode trading murni berdasarkan analisa teknikal saja.
    · Untuk trading menggunakan teknik ini, Anda tidak perlu mengeluarkan modal besar.

    2. Kekurangan

    · Eksekusi order yang dilakukan harus akurat. Mengingat memang sering terjadi requote atau slippage pada beberapa pips. Hal ini akan mempengaruhi profitabilitas yang akan didapatkan trader.
    · Setiap melakukan open posisi akan sangat rentan dengan noise yang umumnya bersifat temporer dan relatif singkat.
    · Komisi atau akumulasi biaya trading cenderung tinggi. Hal ini karena trader mencari kompensasi dengan target profit yang rendah. Sedangkan lot atau volume trading harus diperbesa setiap kali open posisi.
    · Teknik ini bisa sangat melelahkan dilakukan karena trader tidak boleh lengah terhadap pergerakan pasar per menit.

    Tips Melakukan Teknik Scalping

    Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan metode scalping, apakah Anda tetap ingin mencobanya dalam trading? Jika masih tertarik, ikutilah tips yang akan diulas kali ini.

    Hal pertama yang harus diperhatikan adalah sebaiknya memilih pasangan mata uang dengan spread yang rendah. Namun, pergerakannya di pasar forex cukup kencang, misalnya pair EUR/USD atau GBP/USD.

    Sebenarnya jika ingin memilih pair dengan spread tinggi seperti GBP/JPY sah-sah saja dilakukan. Namun dengan spread yang besar tersebut, Anda harus mempersiapkan mental secara matang untuk menunggu spread tertutup.

    Tentunya, hal tersebut memakan waktu yang lama karena pergerakannya juga tidak terlalu kencang.

    Setelah memilih pair mata uang, selanjutnya apa saja indikator yang efektif digunakan dalam teknik scalping ini? Pada dasarnya, Anda bisa menggunakan indikator Simple Moving Average, Parabolic SAR, dan Williams%R.

    Beberapa indikator tersebut bisa digunakan ketika kondisi pasar sedang sideaways. Sedangkan jika pasar sedang trending, Anda bisa menjadikan pemahaman grafik candlestick sebagai acuan.

    Pada dasarnya, trader memang bisa mengembangkan metode scalping ini dengan indikator pilihannya sendiri. Hal penting yang harus diingat adalah ketika open posisi, pastikan untuk memperhatikan ketahanan margin.

    Jadi, trader tidak boleh membuka posisi berdasarkan nafsu karena melihat grafik harga yang menggoda di depan mata. Jika menuruti nafsu dan keuntungan semata, biasanya bukan profit yang didapat, melainkan margin call.


  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    mau trading forex dengan teori apa pun jelas harus dilandasi dengan skill trading dan pengalmaan yang cukup, jelas tidak akan ada yang bisa trading tanpa pengalaman, apalagi menggunakan teknik scalping yang beresiko tinggi, salah jalan malah lebih banyak loss yang dihasilkan
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X