Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pola Candle Ketika Open Posisi Buy Selama Trading
    Tidak sedikit trader yang merasa ragu ketika menemukan sebuah pola candle. Padahal, itu bisa menjadi momen yang tepat untuk open posisi. Terlebih jika pergerakan harga ternyata menuju arah yang Anda perkirakan, pastinya ada perasaan menyesal di dalamnya.

    Untuk menghindari hal tersebut, trader perlu memahami cara memastikan pola candle dengan sinyal yang terkonfirmasi. Tidak perlu khawatir, ada beberapa cara praktis untuk memahami tiga pola candle yang bisa memaksimalkan keuntungan.

    1. Bullish Pin Bar

    Sebagian besar trader mungkin sudah familiar dengan pola candle yang satu ini. Bentuk pin bar memang unik dan cukup mudah diingat. Pola ini juga termasuk yang tidak terlalu sulit ditemukan, biasanya tersebar di berbagai chart.

    Bullish pin bar adalah pola yang mengindikasikan pergerakan bearish (turun) yag berbalik menjadi bullish (naik). Salah satu ciri utamanya adalah terdapat candle yang memiliki body kecil dan sumbu bawahnya lumayan panjang.

    Tidak hanya itu, body candle juga ukurannya tidak lebih dari setengah ukuran candlestick secara keseluruhan. Untuk lebih mengenalinya, berikut ilustrasi yang diberikan:
    Click image for larger version

Name:	pola candle.jpg
Views:	1
Size:	20.7 KB
ID:	13023318
    Supaya tidak salah mengenali bullish pin bar, Anda harus memahami level penutupan pada pola candle. Perhatikan apakah penutupan lebih rendah dari pembukaan atau tidak.

    Pada dasarnya, indikasi utama dari pola pin bar adalah ukuran body candle dengan sumbunya. Semakin kecil ukuran body dan sumbu yang panjang, maka semakin besar kemungkinannya bahwa itu adalah pola bullish pin bar.

    Untuk open posisi menggunakan pola bullish pin bar, Anda bisa melakukannya dengan mencari sinyal lain yang mendukung. Misalnya dengan pola grafik yang menandakan kemunculan bullish reversal, misalnya double bottom, jead and shoulders, triple bottom, dan sebagainya.

    Pola-pola lanjutan seperti uptrend juga bisa menjadi acuan. Hal ini dilakukan jika trader tidak masalah untuk mencari peluang dari seorang trend follower maupun retracement.

    Beberapa pola yang dimaksud adalah ascending triangle, bullish flag, falling wedge, dan lain-lain. Jika Anda melihat pola tersebut setelah pola bullish pin bar, maka Anda bisa langsung open posisi karena kondisi ini sangat mendukung.

    2. Bullish Engulfing

    Pola bullish engulfing menjadi salah satu pola candle pembalikan yang populer. Indikasi khusus bullish engulfing adalah pola Price Ation yang memiliki dua buah candle.

    Tidak hanya itu, biasanya candle kedua ukurannya lebih besar sehingga memberikan kesan memakan candle pertama. Perlu diingat bahwa pola candle yang satu ini sangat memperhatikan letak level penutupan.

    Click image for larger version

Name:	Buillish Engulfing.jpg
Views:	1
Size:	22.2 KB
ID:	13023319Terdapat dua syarat utama yang harus diperhatikan trader ketika mengandal pola bullish engulfing, yaitu sebagai berikut:

    · Harga Candle Kedua Lebih Rendah

    Pada pola ini, pastikan candle kedua merupakan candle bullish yang kondisinya tertutup dan menguat di atas harga pembukaan candle pertama. Untuk harga terendah, pastikan harga candle kedua lebih rendah dibanding candle pertama.

    · Posisi Candle di Akhir Downtrend

    Untuk memastikan pola bullish engulfing, posisi candle juga harus di akhir downtrend. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan sinyal kenaikan berikutnya.

    Akurasi bullish engulfing umumnya dikenal lebih baik dibanding bullish pin bar. Hal ini karena candle kedua merupakan candle bullish. Pola tersebut sudah bisa menjadi konfirmasi perubahan sentimen pasar dari downside ke upside.

    Namun, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan sinyal lain sebagai konfirmator tambahan agar Anda lebih yakin.

    3. Bullish Piercing

    Tidak jauh berbeda dengan pola engulfing, bullish piercing juga memiliki dua buah candle. Meski keduanya memiliki komposisi 1 candle bearish, sebenarnya diikuti pola dengan 1 candle bullish.

    Namun, terdapat perbedaan pada ukuran candle-candle tersebut. Perlu diingat bahwa pola bullish piercing nyatanya tidak membutuhkan candle bullish yang ukurannya lebih besar dibanding candle pertama.

    Agar bisa mengidentifikasi sinyal pembalikan dengan baik, kenali dua syarat utama terbentuknya pola ini, yaitu:

    · Open candle kedua harus berada di bawah candle sebelumnya.
    · Close candle ukurannya paling sedikit setengah dari body candle pertama.

    Untuk lebih memahaminya, pola bullish piercing diilustrasikan sebagai berikut:
    Click image for larger version

Name:	Bullish Piercing.png
Views:	1
Size:	44.9 KB
ID:	13023320
    Menurut ahli yang membahas pola candle ini, bullish piercing sebenarnya terbilang menarik. Terlebih jika digabungkan, maka pola selanjutnya yang akan terbentuk adalah pin bar.

    Inilah yang menjadi alasan validasi pola ini bisa dilakukan dengan memperhatikan pin ar akan terbentuk atau tidak. Anda bisa memantaunya di time frame yang lebih besar.

    Misalnya jika Anda melihat pola bullish piercing di frame 30 menit, maka temukanlah time frame dua kali lipatnya (1 jam). Melalui time frame tersebut trader bisa melihat apakah ada pin bar yang terbentuk atau tidak.

    Perlu Anda ketahui bahwa ketika pencarian bullish pin bar, hal yang pasti itu posisi dan ukuran body pada sumbu candlestick. Sedangkan warna candle tidak mengindikasikan posisi bullish ataupun bearish.

    Tips Melakukan Open Posisi dengan Pola Candlestick

    Sebelum menggunakan ketiga pola candlestick di atas, Anda perlu memahami beberapa tips berikut ini sebagai acuan.

    1. Membuka Posisi Pada Penutupan Harga

    Sebenarnya, cara ini merupakan trading yang paling agresif dilakukan. Tak heran jika cara ini memiliki risiko yang tinggi. Hal ini karena trader segera melakukan open posisi setelah pola selesai terbentuk.

    Bahkan tidak ada sinyal tambahan untuk memvalidasi pola tersebut. Trader memang bisa memanfaatkan kesempatan ini secepat mungkin, namun tidak bisa dipastikan apakah langkah yang diambil valid atau tidak.

    2. Membuka Posisi Saat Breakout Harga Tertinggi

    Jika menerapkan strategi ini, biasanya sinyal yang muncul lebih bisa diandalkan. Sinyal tersebut sudah dikonfirmasi sebelumnya melalui penebusan harga, yaitu yang berasal dari high pola candle bullish.

    Singkatnya, jika melihat pola bullish engulfing terbentuk, maka trader tidak bisa open posisi dengan segera setelah candle terbentuk. Trader baru bisa melakukannya setelah candle berikutnya berada di atas high bullish engulfing.
    Click image for larger version

Name:	Breakout Up.jpg
Views:	1
Size:	33.1 KB
ID:	13023321
    Berdasarkan tingkat risikonya, open posisi dengan cara seperti ini merupakan gaya trading yang cenderung moderat. Cara ini sangat cocok bagi trader yang ingin menghindari trading beresiko tanpa meninggalkan trend.

    3. Membuka Posisi Pada Penutupan Candle Berikutnya

    Pada dasarnya, trader juga bisa mengandalkan close candle berikutnya. Namun, memang dibutuhkan waktu yang lebih lama dibanding strategi sebelumnya. Tak heran jika banyak trader yang menganggap cara trading ini tertinggal untuk mengejar trend.

    Meski demikian, strategi ini memang memiliki risiko yang paling rendah. Hal ini karena tingkat validasi sinyalnya paling kuat. Anda bisa memastikan entry buy hingga mendapatkan candle berikutnya.

    Khususnya candle yang ditutup di atas harga tertinggi pola candle bullish. Dalam hal ini, posisi buy akan lebih menguntungkan dibanding terburu-buru entry dengan cara-cara yang sudah disebutkan sebelumnya.
    Click image for larger version

Name:	Candle Down.jpg
Views:	1
Size:	34.0 KB
ID:	13023322
    Perbedaan Ketiga Cara Candle untuk Open Posisi Buy

    Kini, Anda sudah mengetahui pola candlestick mana saja yang bisa digunakan untuk memasuki pasar. Namun, sudahkah Anda memahami masing-masing perbedaannya?

    Pada cara pertama, pola candle bullish memang bisa diikuti oleh pola lainnya, yaitu candle bearish dan pin bar. Pola tersebut pada dasarnya menggambarkan ketidakpastian. Tak heran jika proyeksi kenaikan harga bisa saja ditunda. Bahkan tak jarang kenaikan tersebut malah tidak terealisasi.

    Sementara itu, cara kedua memang lebih mudah dipastikan terkait peluang kenaikan yang disediakan. Namun, perlu diingat bahwa yang harus dijadikan acuan adalah kondisi breakout pasar.

    Sedangkan untuk candle berikutnya tidak perlu dalam keadaan tertutup untuk memicu timbulnya sinyal open posisi buy. Lalu, bagaimana jika candle berikutnya memang sempat breakout? Jawabannya adalah sinyal tersebut masih berisiko palsu.

    Pada cara ketiga yang sudah dijelaskan sebelumnya, validasi sinyal memang lebih bisa diandalkan dibanding cara lainnya. Alasannya adalah karena Anda bisa memastikan kedua poin berikut ini.

    · Sentimen Pasar Menjadi Bullish

    Dengan pola tersebut, sentimen pasar benar-benar sudah beralih ke posisi bullish. Hal ini terjadi karena yang menjadi acuan adalah candle kedua yang sifatnya memang sudah bullish.

    · Candle Bullish Sudah Tertutup

    Candle bullish yang sudah tertutup pada akhirnya tidak akan ada risiko di dalamnya. Terutama ketika harga melemah secara mendadak dan pola candle berubah menjadi bearish.

    Tak heran jika membuka posisi dengan penutupan harga dikenal dengan cara konservatif. Namun di sisi lain, cara tersebut juga cukup ideal bagi trader yang ingin melakukan trading dengan risiko yang minim.

    Ukuran dan Letak Candle Merupakan Kunci

    Sebagian besar trader menganggap candlestick merupakan indikator Price action yang bisa menggambarkan situasi pasar. Jika bisa memahaminya dengan seksama, Anda akan lebih mudah dalam membaca pergerakan harga di pasar trading.

    Selain itu, trader juga bisa menganalisa mana harga yang akan bergerak dan mana yang tidak. Terlepas dari ketiga cara pola candle yang sudah dibahas, sebenarnya terdapat cara praktis untuk memahaminya.

    Poin pertama, Anda harus memperhatikan secara teliti ukuran candlesticknya. Apabila body candle ukurannya lebih dari setengah range candle, hal ini mengindikasikan trend pasar yang kuat.

    Setelah itu, Anda bisa memperhatikan apakah candle yang ditutup menunjukkan harga yang lebih tinggi atau tidak. Jika ternyata level harga lebih tinggi maka kekuatan buyer masih kuat.

    Sedangkan level harga ternyata rendah, maka tekanan jual masih dominan sehingga pasar dalam situasi bearish.

    Pertanyaannya, bagaimana jika ukuran body ternyata tidak sampai setengah dari candle secara keseluruhan?

    Pada dasarnya, Anda bisa melihat terlebih dahulu dimana posisinya terhadap sumbu, apakah di atas atau di bawah. Jika body cenderung ke sumbu atas candle, maka hal ini mengindikasikan penolakan pasar ke harga yang lebih rendah.

    Sedangkan jika body lebih dekat ke sumbu bawah candle, maka hal tersebut menandakan pelaku pasar kekurangan momentum. Tak heran jika akhirnya memicu harga menjadi lebih tinggi.

    Memahami pola-pola candlestick memang harus dilakukan dengan seksama agar sinyal yang ditangkap bukanlah sinyal palsu. Dengan membaca pola tersebut, trader jadi tidak asal-asalan ketika membuka posisi di pasar.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kelamahan teknik ini cuman berlaku di kerangka waktu 4 jam atau harian, supaya lebih akurat tentunya, tapi harus nunggu 2-3 candlestick lewat di depannya, artinya si trader mungkin bisa aja jika melihat di kerangka waktu 1 jam udah banyak melewatkan peluang profit

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X