Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Script Mining Pada Trading Cryptocurrency yang Wajib Trader Tahu
    Click image for larger version

Name:	Cryptscryp.jpg
Views:	1
Size:	8.4 KB
ID:	13023291
    Ketika menambang aset kripto, Anda perlu mengetahui script mining apa saja yang bisa digunakan. Penambang akan lebih mudah memecahkan konsensus PoW dengan script yang tepat.

    Sayangnya, tidak semua trader menyadari pentingnya mengetahui script mining. Padahal, script ini nantinya akan membantu Anda memecahkan berbagai tantangan sulit ketika melakukan mining.

    Apa Itu Mining?

    Sebelum mengenal lebih jauh script mining, ada baiknya mengetahui apa yang dimaksud dengan mining terlebih dahulu. Pada dasarnya, mining merupakan salah satu cara yang paling umum untuk mengumpulkan mata uang kripto.

    Mining bisa dilakukan secara individu maupun berkelompok. Saat melakukannya, Anda perlu menyiapkan berbagai hal yang diperlukan. Misalnya software mining, algoritma, dan perangkat keras yang memadai.

    Salah satu algoritma hashing yang akhir-akhir ini menarik perhatian para pelaku pasar kripto adalah script mining.

    Pengertian dan Sejarah script Mining

    Pada dasarnya, ini merupakan salah satu bentuk algoritma yang bisa Anda pelajari sebelum terjun ke pasar kripto. script mining adalah algoritma jenis Proof-of-Work atau disingkat PoW.

    Algoritma ini kerap kali digunakan pada aset kripto, misalnya bitcoin. PoW mengharuskan penambang memberikan bukti kinerjanya agar bisa mengumpulkan koin baru. Nantinya, koin yang diberikan kepada Anda adalah bagian dari reward.

    Pada awalnya, script ini ditemukan di tahun 2009 oleh Colin Percival. Pemakaian perdana algoritma ini adalah oleh sebuah jasa pencadangan online, yaitu Tarsnap. Software tersebut digunakan dalam sistem operasi Linux.

    Namun, algoritma ini juga bisa digunakan untuk menambang aset cryptocurrency. Terutama untuk algoritma yang sudah disempurnakan sehingga tampilannya lebih ringkas.

    Sosok yang pertama kali menerapkan algoritma ini di bidang kripto adalah seorang programmer anonim dengan username ArtForz. Ia yang pertama kali menerapkannya di Tenerbrix yang dirilis tahun 2011 lalu. Setelah itu, script tersebut menjadi dasar Dogecoin dan Litecoin.

    Fungsi script Mining

    Pada dasarnya, script mining memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dibanding algoritma lainnya yang sudah pernah ada. script ini berperan dalam memecahkan masalah matematika maupun kode kriptografi yang cukup rumit di blockchain.

    Kinerja mining sendiri mengadopsi algoritma ini sehingga kerap kali diterapkan pada GPU atau Graphic Processing Unit. GPU sendiri memiliki daya jalankan proses yang lebih tinggi dibanding CPU pada komputer.

    GPU berkualitas tinggi memang baru bisa ditemukan dengan mudah di pasaran akhir-akhir ini. Sedangkan di bulan November dan Desember tahun 2013, menemukannya masih menjadi perkara sulit.

    Salah satu penyebabnya adalah terlalu banyak script miner yang memborong hardware yang satu ini. Tujuan mereka adalah untuk mendukung kegiatan penambangan mata uang yang dilakukan.

    Cara Kerja script Mining dalam Cryptocurrency

    Setelah memahami pengertian dan fungsinya, Anda juga perlu memahami bagaimana cara kerja script ini. script ini memiliki prinsip kerja dengan mempersulit pemilihan opsi dengan mengisikan noise pada jaringan PoW.

    Adapun noise tersebut biasanya berupa kumpulan angka yang dihasilkan secara random. Angka tersebut dihasilkan dari algoritma script sehingga bisa menambah waktu kerja.

    Meski demikian, script juga memiliki beberapa kekurangan utama, yaitu delay waktu pengerjaan.

    script mining juga dirancang untuk mencegah penipu memasuki blockchain. Untuk menjalankan fungsi ini, script akan menghalangi langkah-langkah yang dilakukan peretas.

    script akan memecahkan inti dengan memasukkan metode pencarian lengkap sehingga hal ini akan mempersulit peretas tersebut. Untuk menuntaskan tugasnya tersebut, script akan menggunakan banyak noise.

    Tak heran jika pelaku peretasan tidak bisa membobol pertahanan karena waktu yang dimilikinya tidak cukup. Dengan demikian, script mining sebenarnya memang memiliki pertahanan yang cukup kuat sehingga tidak mudah diretas.

    Cryptocurrency yang Memanfaatkan script Mining

    Mengingat fungsi dan kelebihannya yang tidak perlu diragukan, tak heran jika banyak aset kripto yang menggunakan algoritma ini. Dari sekian banyak mata uang digital yang memanfaatkan script mining, ada beberapa yang sebaiknya Anda perhitungkan.

    Apa saja aset kripto yang menggunakan algoritma ini? Bagaimana market cap dan volume tradingnya di pasar kripto? Berikut beberapa koin kripto yang menggunakan ditambang menggunakan algoritma mining ini.

    1. Dogecoin

    Dogecoin sendiri merupakan salah satu aset kripto yang bisa ditambang dengan script mining. Mata uang digital ini pertama kali ditemukan oleh Billy Markus. Ia adalah seorang insinyur yang merancang sebuah sistem pembayaran yang bebas biaya perbankan konvensional.

    Dogecoin memiliki tampilan wajah Shiba Inu dari meme Doge yang terkenal. Mata uang yang diperkenalkan pada 2013 ini langsung mendapatkan popularitas yang cepat di kalangan penggemar cryptocurrency.

    Hingga saat ini di pasar kripto, harga satu koin Dogecoin adalah sebesar $0,2153. Sedangkan kapitalisasinya di pasar cryptocurrency adalah sebesar $28,50 miliar. Koin ini meliputi volume perdagangan sebanyak $1,87 miliar atau dalam koin Dogecoin sebanyak 8,63 miliar.

    2. Litecoin

    Bagi penggemar mata uang Altcoin, mungkin sudah tidak asing dengan nama Litecoin. Pada dasarnya, aset kripto yang satu ini memang bisa ditambang dengan algoritma script.

    Litecoin atau yang biasa disingkat dengan LTC ini memang dikenal sebagai mata uang yang terdesentralisasi. Artinya, LTC bisa diakses secara bebes oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun.

    Menariknya, Litecoin juga menyediakan wallet gratis bagi penggunanya. Tak heran jika trader dan investor akan lebih mudah menemukan dompet digital di pasar kripto.

    Berdasarkan data dari CoinMarketCap, disebutkan bahwa harga satu koin LTC saat ini dihargai sebesar $211,33. Sementara itu, tingkat kapitalisasi pasarnya berada di harga $14,63 miliar. Sedangkan untuk volume tradingnya sendiri seharga $2,06 miliar atau dalam koin LTC sebanyak 9,72 juta.

    3. Reddcoin

    Mata uang digital berikutnya yang menggunakan algoritma script adalah Reddcoin. Aset kripto yang satu ini termasuk unik karena menerapkan konsep digital social currency.

    Sistem yang ada di Reddcoin dikenal bisa membuat trader dan investor saling berbagi nilai koin dengan siapapun. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mudah tanpa aplikasi perantara.

    Sekilas, cara kerjanya memang mirip seperti Basic Attention Token atau BAT. Token ini memang lazim digunakan oleh konten kreator. Koin ini juga bisa digunakan untuk memberikan support pada konten kreator di Youtube.

    Market Cap Reddcoin saat ini berada di angka $68 juta. Adapun harga per koinnya di cryptocurrency adalah sebesar $0,001778 dengan volume trading sebesar $390 ribu.

    4. Infinitecoin

    Pada dasarnya, mata uang digital ini merupakan bentuk pengembangan dari Litecoin atau LTC. Aset kripto ini juga menggunakan Proof-of-Work dan bisa ditambang dengan memanfaatkan script mining.

    Infinitecoin atau yang biasa disingkat IFC pada awalnya dibuat di bulan Juni 2013 lalu. Saat ini, satu koin IFC sudah dihargai sebanyak $0,0001525. Untuk market capnya sendiri sebanyak $13 juta. Sedangkan trading infinitecoin jumlahnya sebanyak $130.

    Keunggulan script Mining

    Cryptocurrency yang menggunakan script mining memang akan mendapatkan sejumlah keuntungan. Seperti yang sudah diketahui, script ini memang dirancang untuk memaksimalkan memori berkecepatan tinggi.

    Algoritma script bisa melakukan konfirmasi dari transaksi kripto yang dilakukan. Meski demikian, transaksi suatu mata uang digital bisa berlangsung cepat tanpa kendala yang berarti.

    Tidak hanya itu, script ini juga memungkinkan trader dan investor menghasilkan aset kripto yang bisa menangani transaksi secara masif. Penggunanya bisa langsung menambang blok di jaringan.

    Tak heran jika script ini dianggap lebih cepat dan praktis. Banyak trader yang menyukai sistem ini saat diterapkan dalam cryptocurrency. Pada dasarnya script ini juga diterima secara meluas untuk proses transaksi yang lebih cepat.

    Untuk mengkonfirmasi perubahan aset kripto, script ini juga bisa digunakan. Tak heran jika para penambang begitu dimudahkan dengan adanya script algoritma ini.

    Bagaimana dengan ASIC dalam Cryptocurrency?

    Trader yang memiliki banyak pengalaman di pasar kripto mungkin sudah tidak asing dengan ASIC. Pada dasarnya, ini merupakan singkatan dari Application-Specific Integrated Circuit.

    ASIC merupakan perangkat yang dibuat untuk trader dan investor melakukan penambangan aset kripto. Pada awal kemunculan kripto, kita sudah mengetahui bahwa proses penambangan hanya bisa dilakukan melalui GPU dan CPU.

    Beberapa aset kripto seperti bitcoin memang hanya bisa ditambang melalui komputer konvensional. Seiring berkembangnya teknologi, mining hanya dengan perangkat biasa ternyata sudah tidak mendukung.

    Terlebih perangkat komputer konvensinal yang daya komputasinya begitu terbatas dan banyak mengkonsumsi energi. Dengan adanya ASIC, ini merupakan salah satu solusi yang bisa menjadi pilihan.

    ASIC merupakan algoritma yang dibangun untuk menambang mata uang digital. Tidak hanya itu, ASIC juga bisa dimodifikasi sehingga daya komputasi bisa dimaksimalkan. Umumnya pihak-pihak yang menggunakan ASIC berasal dari negara yang biaya listriknya tergolong murah.

    Mana yang Lebih Baik, script Mining atau ASIC?

    Baik script mining dan ASIC, keduanya memang memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memecahkan PoW pada cryptocurrency. Namun, tentunya cara kerjanya memiliki perbedaan mendasar.

    Pada dasarnya, perangkat ASIC membutuhkan daya yang lebih besar. namun, script juga membutuhkan RAM yang tidak sedikit. Keduanya memang memiliki kinerja yang baik sehingga cukup menguntungkan.

    Anda bisa memilih salah satunya sesuai dengan jenis koin yang ingin ditambang. Selain itu, ketahui pula apa saja yang diperlukan untuk menyelesaikan Proof-of-Work.










    Guest's Avatar
    Last edited by ; 19.12.2021, 02:57.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    mining pasti jauh beda dengan trading cripto menggunakan metatrader, kalo pake mining makin hari makin sedikit perolehannya, sementara mungkin hasilnya dalam dollar tidak cukup untuk biaya operasi , jadi di situlah resikonya
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X