Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Inilah Kesalahan Besar Bagi Trader Ketika Pasang Take Profit dan Stop Loss


    Memasang take profit dan stop loss memang tidak bisa dilakukan sembarangan. Terkadang masih ada saja trader yang melakukan kesalahan fatal seperti penempatan yang terlalu lebar atau terlalu sempit.

    Tidak hanya itu, kesalahan juga terdapat pada penggunaan ukuran posisi sebagai dasar dan kesalahan lainnya. Sebagai bahan pembelajaran, Anda bisa menyimak beberapa kesalahan fatal yang dilakukan trader ketika memasang take profit dan stop loss.

    Mengenal Take Profit dan Stop Loss
    Click image for larger version

Name:	Take and Stop.jpg
Views:	1
Size:	29.9 KB
ID:	13023281
    Salah satu kemampuan yang tidak boleh disepelekan trader untuk bisa sukses di dunia trading adalah memasang take profit dan stop loss. Untuk melakukannya dengan benar, memang sedikit tricky.

    Anda harus memiliki daya analisa yang kuat ketika mempelajarinya. Kesalahan umum trader ketika menerapkan strategi ini adalah kekeliruan ketika menentukan tempat sebagai titik entry posisi.

    Pada dasarnya, manajemen trading yang benar juga tidak boleh diabaikan. Meskipun titik entry yang dipilih sudah bagus, namun trader juga tetap memiliki risiko kerugian. Terlebih jika tidak mampu menentukan titik entry yang ideal setelah memasuki pasar.

    Dalam penerapannya, trader memang harus memahami bahwa profit yang didapatkan berasal dari selisih gross profit dan gross loss. Artinya, trader harus mengingat bahwa keberhasilan dalam trading baru bisa divalidasi jika jumlah profit lebih dari total loss.

    Oleh karena itu, sebenarnya hampir mustahil jika Anda melakukan trading tanpa merasakan kerugian sedikit pun. Adanya manajemen risiko yang baik dinilai bisa meminimalisir peluang kerugian tersebut.

    Pada dasarnya, take profit dan stop loss itu sendiri memang tidak bisa dipisahkan dari manajemen risiko dalam trading forex. Trader harus memahami bahwa trading bukanlah aktivitas mencari keuntungan saja.

    Nantinya, Anda juga harus memahami adanya risiko kerugian dalam prosesnya. Apalagi jika ternyata hasil trading yang dilakukan tidak sesuai ekspektasi. Pasar forex sendiri sifatnya sangat volatile dan dinamis.

    Untuk terjun ke pasar forex, trader harus menyiapkan bekal yang mumpuni. Misalnya dengan menentukan strategi dan perencanaan jitu untuk terjun ke dunia trading. Lalu, apa saja kesalahan-kesalahan fatal trader ketika memasang take profit dan stop loss?

    1. Menentukan Stop Loss dan Take Profit Terlalu Berdekatan

    Ini merupakan kesalahan fatal dan umum terjadi di kalangan trader. Pasar forex memiliki pergerakan harga yang sangat dinamis, perubahannya begitu cepat dan kerap kali tidak sesuai harapan.

    Apabila Anda tentukan stop loss atau take profit terlalu dekat, kesempatan besar posisinya akan stop secara mendadak. Bahkan sebelum harga mencapai arah yang Anda perkirakan.

    Jika terlalu rapat atau berdekatan seperti itu, artinya trader terlampau cepat mengambil keputusan. Ia terlalu cepat berasumsi sebelum menganalisa pergerakan harga yang sesungguhnya.

    Contoh mudahnya misalnya ketika Anda membuka posisi di pasar dengan membeli pair GBP/JPY di angka 145.00. Stop loss yang ditempatkan yaitu di angka 144.90. Perhitungan Anda mungkin saat itu sudah benar, namun nyatanya harga akan bounce saat itu juga.

    Pada dasarnya, masih ada kemungkinan harga tersebut akan menurun sekitar 10-15 pip lagi. Sebelum akhirnya naik, anggap saja dana saat itu berada di angka 147.00. Sayangnya, peluang tersebut terlewatkan karena trader terlalu cepat berhenti di titik 144.90.

    2. Tidak Memberikan “Ruang Bernafas” untuk Stop Loss dan Take Profit

    Sangat penting untuk memberikan ‘ruang bernafas” ketika hendak menentukan stop loss dan take profit ketika trading. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi seperti yang sudah diilustrasikan pada contoh di atas.

    Tidak hanya itu, Anda juga harus memeriksa secara rutin volatilitas pasar. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi fluktuasi harga pada grafik.

    Ruang bernafas ini memang perlu disediakan, namun sebaiknya tidak terlalu besar. Menaruh titik take profit dan stop loss terlalu lebar juga tidak menjamin trader akan mendapatkan keuntungan.

    Ada baiknya seorang trader berpikir bahwa kedua titik tersebut berfungsi untuk mencegah dirinya dari kerugian yang terlalu banyak. Tidak hanya itu, hal ini juga berguna sebagai bentuk peringatan bahwa pergerakan harga pasar tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan.

    Jika kedua titik krusial tersebut terlalu jauh dari titik entry, maka fungsi peringatan ini sia-sia saja. Penting juga untuk seorang trader memperhatikan rasio reward maupun risiko ketika melakukan trading.

    Contohnya jika menempatkan stop loss 500 pip di dalam day trading. Maka keuntungan yang ditargetkan adalah sebesar 1,500 pip. Angka tersebut bisa didapatkan dengan mempertahankan rasio risk/reward 1:3.

    Padahal mayoritas pasangan mata uang tidak bergerak sampai 1,500 pip dalam sebulan di pasar trading forex.

    3. Menggunakan Ukuran Posisi sebagai Patokan Menentukan Stop Loss dan Take Profit

    Perlu diingat bahwa mengganggap ukuran posisi sebagai acuan menentukan stop loss dan take profit merupakan kesalahan fatal. Pada kenyataannya, pergerakan harga pasar tidak akan fluktuatif jika berdasarkan jumlah lot yang dimasukkan.

    Justru hal ini bekerja secara berkebalikan. Jadi, pihak traderlah yang harus beradaptasi dengan dinamika atau perubahan pasar. Oleh karena itu, trader harus cermat dalam menganalisa kondisi pasar. Dengan kemampuan yang mumpuni, menentukan titik stop loss dan take profit pun akan lebih bijak.

    Perlu diingat pula bahwa alur trading forex yang terbaik adalah tahap analisis dan menentukan titik stop loss dan take profit. Hal ini dilakukan sebelum Anda membuka posisi di pasar trading.

    Kelebihan melakukan hal ini adalah Anda bisa meminimalisir risiko terjadinya kehilangan modal dalam jumlah besar. Tidak hanya itu, secara psikologis pun trader akan lebih terbebas dari pengaruh emosional ketika trading. Trader juga bisa menilai secara objektif kapan waktu yang tepat untuk lanjut dan kapan berhenti.

    4. MenaruhTake Profit dan Stop Loss Tepat di Garis Support and Resistance

    Kesalahan lainnya ketika menentukan take profit dan stop loss adalah menaruh kedua titik tersebut tepat di batas support resistance. Alasan kesalahan ini tidak boleh dilakukan sebenarnya masih karena volatilitas pasar.

    Tidak sedikit trader yang lupa bahwa pasar mata uang asing ini bergerak mengikuti pola yang tak menentu. Dengan demikian, garis support resistance sebenarnya tidak bisa dijadikan acuan.

    Terutama untuk menentukan stop loss dan take profit untuk trading forex. Sebenarnya, masih ada kemungkinan harga bisa melakukan reversal sebelum menyentuh garis.

    Pergerakan harga bahkan akan melebihi batas lebih dulu sebelum mengalami perubahan arah. Baik ketika harga mengalami reversal maupun breakout.
    Click image for larger version

Name:	Take and Stop-2.jpg
Views:	1
Size:	61.5 KB
ID:	13023282
    Trader yang bijak sebaiknya cukup menggunakan batas-batas tersebut sebagai alat bantu dalam trading. Mungkin alat tersebut memang cukup menarik dan kredibel, namun risiko yang dapat ditimbulkan juga tidak boleh diabaikan.

    Strategi terbaik yang bisa dilakukan adalah menentukan take profit dan stop loss tidak terlalu jauh dari garis pembatas. Namun, perlu diingat bahwa peletakannya bukan tepat di garisnya.

    Anda tetap harus memberikan jarak agar memiliki ruang yang cukup untuk menunjukkan arah pergerakan harga. Ketika Anda memasang posisi buy, maka silahkan pasang stop loss di bawah garis support.

    Jika saat itu terlanjur melakukan sel, maka pasang stop loss di garis atas resistance. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya false breakout. Hal ini akan membuat Stop loss tidak memicu posisi close secara prematur.

    Terdapat cara khusus yang bisa dilakukan, yaitu dengan metode fibonacci retracement. Cara tersebut bisa efektif mengingat tren biasanya akan berbalik arah sekitar 61,8%-78,6%. Setelah itu, tren akan kembali ke semula.

    Beberapa kesalahan fatal penempatan stop loss dan take profit di atas sebenarnya bermuara pada pola pikir trader itu sendiri. Masih banyak trader yang ternyata tidak beradaptasi dengan cara kerja pasar forex. Oleh karena itu, strategi menentukan titik stop loss dan take profit tidak bisa disamakan di semua kegiatan trading.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    harusnya mungkin trader eksperimen dulu dengan akun demo supaya tau mana stop loss dan take profit point yang cocok, bisa aja sih menentukan jarak yang cukup tidak terlalu kecil atau besar, tapi bagaimana pun sl dan tp berkaitan erat dengan strategy yang digunakan
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X