Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trik Jitu Penggunaan Strategi Trading Fakeout
    Click image for larger version

Name:	Fake.png
Views:	1
Size:	8.6 KB
ID:	13023265
    Munculnya sinyal fakeout memang harus disikapi secara bijak oleh trader. Jangan sampai bertindak gegabah hingga akhirnya mengalami kerugian yang cukup fatal. Tidak perlu memandang negatif dulu pada strategi ini, sebenarnya penerapan trading fakeout bisa mendatangkan profit yang menjanjikan.

    Mengenal Strategi Fakeout

    Ada berbagai macam strategi yang bisa digunaka untuk melakukan trading. Salah satunya dengan menggunakan analisa teknikal dengan fakeout. Kebanyakan trader menerapkan strategi tersebut sebagai bentuk antisipasi harga.

    Terutama ketika gagal memproyeksikan breakout harga di level tertentu. Pada dasarnya, fakeout sendiri merupakan situasi ketika harga seolah tampak fluktuatif membentuk breakout.

    Padahal, saat itu pergerakannya kembali ke arah semula. Strategi fakeout umumnya dipilih sebagai langkah pencegahan. Sayangnya, strategi ini bisa menyebabkan loss jika tidak diterapkan secara hati-hati.

    Trader perlu mempelajari berbagai macam indikator teknikal dan konfirmator agar bisa meminimalisir risiko tersebut.

    Indikator untuk Mengidentifikasi Fakeout

    · Bollinger Band

    Ada berbagai macam indikator yang bisa digunakan untuk mengenali fakeout. Mayoritas trader memang hanya menggunakan indikator biasa untuk membentuk channel atau kanal.
    Adapun kanal tersebut biasanya disusun dari garis support and resistance. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi pergerakan harga suatu aset atau instrumen. Beberapa jenis indikator dalam kanal memang bisa digunakan oleh analis atau trader itu sendiri.

    Mereka bisa mengidentifikasi harga dengan baik melalui indikator-indikator ini. Terdapat indikator bernama bollinger band yang ternama dan dianggap lebih mumpuni dibanding kanal lain.

    Pada umumnya, harga akan berada di kanal BB tersebut. Namun saat terjadi break di atas atau di bawah bank, peluang fakeout pun terbuka lebar.

    · Trend Channel

    Tidak hanya kanal BB, ada pula indikator fakeout lainnya yang dinamakan trend channel. Pada dasarnya, kanal ini merupakan sebuah tool populer yang sifatnya subjektif.

    Artinya, trend channel yang dilakukan memang bergantung dari trader itu sendiri. Trader perlu memperhatikan level-level terendah dan tertinggi harga yang akhirnya membentuk suatu tren pasar.

    Kanal tren ini biasanya berfokus pada tren jangka pendek dan tidak berlaku setelah terjadi reversal atau kebalikan.

    · Volume Pasar

    Penggunaan strategi fakeout ini memang memiliki risiko loss yang terbilang besar. Oleh karena itu, trader bisa memanfaatkan lebih dari satu jenis indikator untuk membuat analisa yang lebih akurat.

    Sebenarnya bisa saja jika Anda hanya ingin mengandalkan indikator kanal. Namun, ada baiknya indikator lainnya yang berhubungan dengan fakeout juga dipelajari. Misalnya indikator volume pasar yang biasanya bisa mengkonfirmasi sinyal trading yang muncul.

    Anda bisa menggunakan beberapa indikator lain sebagai konfirmator, misalnya Positive Volume Index, Volume Weighted Average Price (VWAP), dan Negative Volume Index.

    Anda juga perlu mewaspadai beberapa kabar berita yang secara tidak langsung memberikan dampak pada sentimen pasar. Berita-berita tersebut juga bisa menggerakkan harga ke arah yang tidak dikehendaki trader.

    Cara Mengidentifikasi Terjadinya Fakeout

    Sebelumnya, Anda memang perlu memahami breakout trading terlebih dahulu. Jenis trading ini merupakan strategi yang dikenal memberikan banyak profit. Sayangnya, kebanyakan trader harus menderita kerugian karena mendapati sinyal breakout palsu.

    Hal tersebut membuat mereka tidak mendapatkan keuntungan, justru kerugian yang harus ditanggung. Seorang trader yang bijak dan berpengalaman sudah seharusnya bisa memahami situasi pasar. Dengan demikian, Anda bisa merespon pergerakan harga pasar dengan langkah-langkah yang tepat.

    Tak jarang kondisi ini membuat fakeout justru menghasilkan cuan. Hal ini penting dilakukan apabila trader mengetahui apa hal yang harus dilakukannya. Sebenarnya cara yang bisa dilakukan untuk mengenali pola fakeout?

    1. Mengawasi Pola Candlestick

    Ini adalah trik yang ampuh jika Anda ingin mengenali pola fakeout saat melakukan trading. Trader bisa mengantisipasinya dengan mengawasi pola candlestick. Saat breakout membentuk pola-pola reversal (kebalikan), maka hal ini menandakan penolakan pasar.

    Artinya,dalam kondisi tersebut trader memang harus melanjutkan harga ke arah breakout. Untuk bisa memastikannya, maka akan terlihat bahwa harga hanya menampakkan sinyal breakout palsu.

    2. Menggunakan Indikator Volume

    Mungkin Anda belum mempercayai sepenuhnya tentang identifikasi fakeout menggunakan candlestick. Maka untuk memastikannya, silahkan gunakan indikator yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu indikator volume.

    Kebanyakan kondisi breakout memang dibarengi dengan sinyal volume trading yang kuat. Apabila volume trading menurun, Anda tidak akan menemukan perubahan signifikan. Padahal, saat itu pasar tengah mengalami breakout.

    Kemungkinan besar kondisi ini memang menggambarkan fakeout atau breakout palsu.
    Click image for larger version

Name:	Fakeout.jpg
Views:	1
Size:	38.9 KB
ID:	13023266
    Pada grafik di atas, memang terlihat harga sudah membentuk support yang diwakili oleh garis hitam. Sementara itu, terdapat garis yang membatasi pergerakan harga tersebut.

    Harga kemudian bisa melewati level support yang ditandai dengan lingkaran berwarna biru. Perhatikan baik-baik posisi indikator volume. Ternyata kondisinya tidak menguat, justru saat itu volume pasar tengah menurun.

    Akibatnya, breakout gagal terjadi dan harga kembali bergerak menuju atas support. Beberapa waktu kemudian, harga kembali melewati garis support seperti pada bagian yang dilingkari kuning.

    Kali ini, Anda bisa melihat pergerakannya yang didahului oleh kenaikan indikator volume. Berdasarkan grafik tersebut, terlihat bahwa percobaan breakout kedua memang sudah berhasil.

    Hal ini dibuktikan dengan harga yang cenderung konsisten. Sedangkan ketika berada di level support maka harga akan melemah. Lalu, bagaimana agar bisa memperoleh profit menggunakan strategi seperti ini?

    Jika ingin mendapatkan profit dari teknik fakeout, Anda harus memiliki aturan yang dijadikan cuan untuk menjalankan sistem trading. Untuk lebih jelasnya, akan disebutkan aturan-aturan tersebut di bawah ini.

    Aturan-Aturan dalam Menjalankan Strategi Fakeout

    1. Menggunakan Level Kunci untuk Entry

    Ketika trading menggunakan teknik fakeout, pengaturan waktu untuk entry atau memasuki pasar sangat penting dilakukan. Ketika pasar mengalami breakout dalam volume rendah, trader sebaiknya melakukan entry saat itu.

    Dengan demikian, harga bisa kembali melewati level yang sebelumnya belum sempat ditembus. Apabila momentum yang terbentuk lebih tinggi ketika terjadi breakout, maka hal ini bisa menjadi pertanda sinyal fakeout akan muncul.

    Oleh sebab itu, lebih baik menggunakan level kunci yang nantinya dijadikan acuan untuk trader memasang posisi. Entah itu buy atau sell ketika memasuki pasar. Adapun beberapa level penting yang dimaksud misalnya support and resistance horizontal, garis tren diagonal, level fibonacci, harga pararel, pivot point, dan lain sebagainya.

    Apabila breakout terjadi di level kunci saat terjadinya bullish, maka dapat dipastikan volume pasar sedang rendah. Dengan demikian, trader bisa melakukan sell atau pullback.

    Hal ini berlaku sebaliknya ketika trader membuka posisi buy maka harga saat itu akan menglami breakdown.

    2. Memanfaatkan Stop Loss

    Cara berikutnya untuk mengidentifikasi fakeout adalah dengan menggunakan stop loss. Perlu diingat bahwa volatilitas harga yang tinggi bisa memberikan profit besar dalam waktu sekejap.

    Mengenai hal ini, penggunaan stop loss akan sangat bermanfaat untuk melindungi trader dari segala macam kerugian.

    Jika ingin menggunakan stop loss, Anda bisa menerapkannya di titik ekstrim yang berkebalikan dari breakout. Misalnya jika memanfaatkan support and resistance sebagai acuan, maka level entry pada pullback bisa menjadi area untuk menempatkan stop loss.

    Pada dasarnya, pergerakan harga memang sangat mungkin berbalik dalam waktu singkat. Terlebih hal ini terjadi setelah fakeout. Ada kalanya trader harus menempatkan stop loss dengan jarak yang dekat dari posisi entry.

    Apabila terjadi break kembali di titik kunci, maka besar kemungkinan bahwa breakout yang terjadi memang terjadi. Hal tersebut bukanlah sinyal palsu yang disebut dengan fakeout.

    3. Menentukan Target

    Jika trader memasang target, maka tindakannya akan lebih bijak ketika melakukan trading. Ia tidak akan membiarkan posisi yang terus terbuka. Terlebih jika alasannya hanya untuk mengejar keuntungan yang sebenarnya kurang realistis.

    Ada kalanya rasio risiko menjadi dasar untuk menentukan target yang ideal bagi trader. Meski demikian, Anda bisa memilih cara lain yang lebih fleksibel agar bisa disesuaikan dengan kondisi pasar.

    Cara menentukan target tersebut adalah dengan melihat pola chat. Jika sewaktu-waktu pola breakout palsu muncul di pola chart, maka lakukan pengukuran terhadap formasi. Anda bisa menerapkannya dengan arah yang berlawanan dari fakeout itu sendiri.

    Contohnya ketika sinyal fakeout membentuk pola head and shoulders, maka sebaiknya gunakan jarak yang tepat antara neckline dengan puncak left shoulder. Anda bisa memasang target untuk mencegah keuntungan dan pembentukan right shoulder.

    Dari sekian banyak cara membedakan breakout asli dengan fakeout, salah satu cara yang paling direkomendasikan adalah dengan indikator volume. Breakout terjadi ketika volume pasar menurun sehingga kemungkinan terjadi breakout palsu.

    Tidak hanya itu, breakout juga bisa terjadi ketika volume pasar meningkat sehingga menciptakan breakout yang valid. Jika ingin menerapkan strategi trading fakeout, maka Anda harus segera open posisi berkebalikan dengan breakout.

    Terutama ketika melihat level volume pasar yang ternyata terus menurun selama breakout terjadi. Gunakan pula stop loss di tempat yang tepat sebagai bentuk pencegahan terhadap kerugian besar yang mungkin terjadi.

    Jika Anda mendapati volume pasar yang mendukung posisi trading, pertahankan untuk berada di posisi tersebut. Lakukan sampai profit yang Anda dapatkat sudah maksimal.

  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalo gitu mending tunggu breakout aja yang dilanjutkan dengan rally, toh masih ada kesempatan profit daripada pusing mikirin breakoutnya palsu atau tidak, toh kita taunya breakout setelah kejadiannya terjadi

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by Nas Media View Post
      [ATTACH=CONFIG]497524[/ATTACH]
      Munculnya sinyal fakeout memang harus disikapi secara bijak oleh trader. Jangan sampai bertindak gegabah hingga akhirnya mengalami kerugian yang cukup fatal. Tidak perlu memandang negatif dulu pada strategi ini, sebenarnya penerapan trading fakeout bisa mendatangkan profit yang menjanjikan. Mengenal Strategi Fakeout Ada berbagai macam strategi yang bisa digunaka untuk melakukan trading. Salah satunya dengan menggunakan analisa teknikal dengan fakeout. Kebanyakan trader menerapkan strategi tersebut sebagai bentuk antisipasi harga. Terutama ketika gagal memproyeksikan breakout harga di level tertentu. Pada dasarnya, fakeout sendiri merupakan situasi ketika harga seolah tampak fluktuatif membentuk breakout. Padahal, saat itu pergerakannya kembali ke arah semula. Strategi fakeout umumnya dipilih sebagai langkah pencegahan. Sayangnya, strategi ini bisa menyebabkan loss jika tidak diterapkan secara hati-hati. Trader perlu mempelajari berbagai macam indikator teknikal dan konfirmator agar bisa meminimalisir risiko tersebut. Indikator untuk Mengidentifikasi Fakeout · Bollinger Band Ada berbagai macam indikator yang bisa digunakan untuk mengenali fakeout. Mayoritas trader memang hanya menggunakan indikator biasa untuk membentuk channel atau kanal. Adapun kanal tersebut biasanya disusun dari garis support and resistance. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi pergerakan harga suatu aset atau instrumen. Beberapa jenis indikator dalam kanal memang bisa digunakan oleh analis atau trader itu sendiri. Mereka bisa mengidentifikasi harga dengan baik melalui indikator-indikator ini. Terdapat indikator bernama bollinger band yang ternama dan dianggap lebih mumpuni dibanding kanal lain. Pada umumnya, harga akan berada di kanal BB tersebut. Namun saat terjadi break di atas atau di bawah bank, peluang fakeout pun terbuka lebar. · Trend Channel Tidak hanya kanal BB, ada pula indikator fakeout lainnya yang dinamakan trend channel. Pada dasarnya, kanal ini merupakan sebuah tool populer yang sifatnya subjektif. Artinya, trend channel yang dilakukan memang bergantung dari trader itu sendiri. Trader perlu memperhatikan level-level terendah dan tertinggi harga yang akhirnya membentuk suatu tren pasar. Kanal tren ini biasanya berfokus pada tren jangka pendek dan tidak berlaku setelah terjadi reversal atau kebalikan. · Volume Pasar Penggunaan strategi fakeout ini memang memiliki risiko loss yang terbilang besar. Oleh karena itu, trader bisa memanfaatkan lebih dari satu jenis indikator untuk membuat analisa yang lebih akurat. Sebenarnya bisa saja jika Anda hanya ingin mengandalkan indikator kanal. Namun, ada baiknya indikator lainnya yang berhubungan dengan fakeout juga dipelajari. Misalnya indikator volume pasar yang biasanya bisa mengkonfirmasi sinyal trading yang muncul. Anda bisa menggunakan beberapa indikator lain sebagai konfirmator, misalnya Positive Volume Index, Volume Weighted Average Price (VWAP), dan Negative Volume Index. Anda juga perlu mewaspadai beberapa kabar berita yang secara tidak langsung memberikan dampak pada sentimen pasar. Berita-berita tersebut juga bisa menggerakkan harga ke arah yang tidak dikehendaki trader. Cara Mengidentifikasi Terjadinya Fakeout Sebelumnya, Anda memang perlu memahami breakout trading terlebih dahulu. Jenis trading ini merupakan strategi yang dikenal memberikan banyak profit. Sayangnya, kebanyakan trader harus menderita kerugian karena mendapati sinyal breakout palsu. Hal tersebut membuat mereka tidak mendapatkan keuntungan, justru kerugian yang harus ditanggung. Seorang trader yang bijak dan berpengalaman sudah seharusnya bisa memahami situasi pasar. Dengan demikian, Anda bisa merespon pergerakan harga pasar dengan langkah-langkah yang tepat. Tak jarang kondisi ini membuat fakeout justru menghasilkan cuan. Hal ini penting dilakukan apabila trader mengetahui apa hal yang harus dilakukannya. Sebenarnya cara yang bisa dilakukan untuk mengenali pola fakeout? 1. Mengawasi Pola Candlestick Ini adalah trik yang ampuh jika Anda ingin mengenali pola fakeout saat melakukan trading. Trader bisa mengantisipasinya dengan mengawasi pola candlestick. Saat breakout membentuk pola-pola reversal (kebalikan), maka hal ini menandakan penolakan pasar. Artinya,dalam kondisi tersebut trader memang harus melanjutkan harga ke arah breakout. Untuk bisa memastikannya, maka akan terlihat bahwa harga hanya menampakkan sinyal breakout palsu. 2. Menggunakan Indikator Volume Mungkin Anda belum mempercayai sepenuhnya tentang identifikasi fakeout menggunakan candlestick. Maka untuk memastikannya, silahkan gunakan indikator yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu indikator volume. Kebanyakan kondisi breakout memang dibarengi dengan sinyal volume trading yang kuat. Apabila volume trading menurun, Anda tidak akan menemukan perubahan signifikan. Padahal, saat itu pasar tengah mengalami breakout. Kemungkinan besar kondisi ini memang menggambarkan fakeout atau breakout palsu. [ATTACH=CONFIG]497525[/ATTACH] Pada grafik di atas, memang terlihat harga sudah membentuk support yang diwakili oleh garis hitam. Sementara itu, terdapat garis yang membatasi pergerakan harga tersebut. Harga kemudian bisa melewati level support yang ditandai dengan lingkaran berwarna biru. Perhatikan baik-baik posisi indikator volume. Ternyata kondisinya tidak menguat, justru saat itu volume pasar tengah menurun. Akibatnya, breakout gagal terjadi dan harga kembali bergerak menuju atas support. Beberapa waktu kemudian, harga kembali melewati garis support seperti pada bagian yang dilingkari kuning. Kali ini, Anda bisa melihat pergerakannya yang didahului oleh kenaikan indikator volume. Berdasarkan grafik tersebut, terlihat bahwa percobaan breakout kedua memang sudah berhasil. Hal ini dibuktikan dengan harga yang cenderung konsisten. Sedangkan ketika berada di level support maka harga akan melemah. Lalu, bagaimana agar bisa memperoleh profit menggunakan strategi seperti ini? Jika ingin mendapatkan profit dari teknik fakeout, Anda harus memiliki aturan yang dijadikan cuan untuk menjalankan sistem trading. Untuk lebih jelasnya, akan disebutkan aturan-aturan tersebut di bawah ini. Aturan-Aturan dalam Menjalankan Strategi Fakeout 1. Menggunakan Level Kunci untuk Entry Ketika trading menggunakan teknik fakeout, pengaturan waktu untuk entry atau memasuki pasar sangat penting dilakukan. Ketika pasar mengalami breakout dalam volume rendah, trader sebaiknya melakukan entry saat itu. Dengan demikian, harga bisa kembali melewati level yang sebelumnya belum sempat ditembus. Apabila momentum yang terbentuk lebih tinggi ketika terjadi breakout, maka hal ini bisa menjadi pertanda sinyal fakeout akan muncul. Oleh sebab itu, lebih baik menggunakan level kunci yang nantinya dijadikan acuan untuk trader memasang posisi. Entah itu buy atau sell ketika memasuki pasar. Adapun beberapa level penting yang dimaksud misalnya support and resistance horizontal, garis tren diagonal, level fibonacci, harga pararel, pivot point, dan lain sebagainya. Apabila breakout terjadi di level kunci saat terjadinya bullish, maka dapat dipastikan volume pasar sedang rendah. Dengan demikian, trader bisa melakukan sell atau pullback. Hal ini berlaku sebaliknya ketika trader membuka posisi buy maka harga saat itu akan menglami breakdown. 2. Memanfaatkan Stop Loss Cara berikutnya untuk mengidentifikasi fakeout adalah dengan menggunakan stop loss. Perlu diingat bahwa volatilitas harga yang tinggi bisa memberikan profit besar dalam waktu sekejap. Mengenai hal ini, penggunaan stop loss akan sangat bermanfaat untuk melindungi trader dari segala macam kerugian. Jika ingin menggunakan stop loss, Anda bisa menerapkannya di titik ekstrim yang berkebalikan dari breakout. Misalnya jika memanfaatkan support and resistance sebagai acuan, maka level entry pada pullback bisa menjadi area untuk menempatkan stop loss. Pada dasarnya, pergerakan harga memang sangat mungkin berbalik dalam waktu singkat. Terlebih hal ini terjadi setelah fakeout. Ada kalanya trader harus menempatkan stop loss dengan jarak yang dekat dari posisi entry. Apabila terjadi break kembali di titik kunci, maka besar kemungkinan bahwa breakout yang terjadi memang terjadi. Hal tersebut bukanlah sinyal palsu yang disebut dengan fakeout. 3. Menentukan Target Jika trader memasang target, maka tindakannya akan lebih bijak ketika melakukan trading. Ia tidak akan membiarkan posisi yang terus terbuka. Terlebih jika alasannya hanya untuk mengejar keuntungan yang sebenarnya kurang realistis. Ada kalanya rasio risiko menjadi dasar untuk menentukan target yang ideal bagi trader. Meski demikian, Anda bisa memilih cara lain yang lebih fleksibel agar bisa disesuaikan dengan kondisi pasar. Cara menentukan target tersebut adalah dengan melihat pola chat. Jika sewaktu-waktu pola breakout palsu muncul di pola chart, maka lakukan pengukuran terhadap formasi. Anda bisa menerapkannya dengan arah yang berlawanan dari fakeout itu sendiri. Contohnya ketika sinyal fakeout membentuk pola head and shoulders, maka sebaiknya gunakan jarak yang tepat antara neckline dengan puncak left shoulder. Anda bisa memasang target untuk mencegah keuntungan dan pembentukan right shoulder. Dari sekian banyak cara membedakan breakout asli dengan fakeout, salah satu cara yang paling direkomendasikan adalah dengan indikator volume. Breakout terjadi ketika volume pasar menurun sehingga kemungkinan terjadi breakout palsu. Tidak hanya itu, breakout juga bisa terjadi ketika volume pasar meningkat sehingga menciptakan breakout yang valid. Jika ingin menerapkan strategi trading fakeout, maka Anda harus segera open posisi berkebalikan dengan breakout. Terutama ketika melihat level volume pasar yang ternyata terus menurun selama breakout terjadi. Gunakan pula stop loss di tempat yang tepat sebagai bentuk pencegahan terhadap kerugian besar yang mungkin terjadi. Jika Anda mendapati volume pasar yang mendukung posisi trading, pertahankan untuk berada di posisi tersebut. Lakukan sampai profit yang Anda dapatkat sudah maksimal.
      Kalau seperti itu lebih di gunakan teknik support dan resistance om agar bisa valid sinyal yang akan muncul agar tradingnya lebih nyaman dan mudah di pahami

      Comment

      Advanced mode
      • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
      • #4 Collapse

        lebih mudah mengidentifkasikan signal palsu dengan bantuan bollinger band dan trenline, jadi trader bisa melihat apakah ada breakout atau perubahan momentum dari perubahan pola kurva bollinger band, dari situ aja udah kebaca signalnya bisa diandalkan atau tidak
        Place your siggy here

        Comment

        Advanced mode

        Online

        Working...
        X