Вход

Login |
  • Rekan-rekan yang terhormat. Kami telah memperbarui bagian teknis forum. Jika Anda menemukan bug atau masalah, laporkan di thread ini.
  • Kami masih mengerjakan forum, tetapi Anda sudah dapat berkomunikasi dan membaca artikel

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Inilah Analisis Teknis yang Indikasinya dengan Psikologi Pasar
    Dasar indikator teknis yang sering digunakan dalam trading sebenarnya mengikuti prinsip-prinsip pasar. Oleh karena itu, trader perlu memahami pola tingkah kerumunan karena karena erat kaitannya dengan indikator teknis tertentu.
    Pada dasarnya, psikologis pasar bukanlah hal yang mudah untuk ditebak. Namun, Anda bisa mengandalkan beberapa indikator teknis untuk mencoba memahaminya. Penting bagi trader ataupun investor untuk memahami analisis teknikal yang dikaitkan dengan psikologi pasar.

    Melalui ulasan di bawah ini, Anda akan mengenal indikator teknis apa saja yang didorong oleh kondisi psikologi pasar.

    Apa Kaitan Indikator Teknis dengan Psikologi Pasar?

    Pada dasarnya, memang ada beberapa indikator teknis yang dimanfaatkan pelaku pasar untuk memahami lebih dalam psikologi pasar. Dengan mengenal lebih dalam perilaku pasar, hal ini akan mempermudah karir Anda di bidang trading.

    Alasannya karena aksi volume dan harga yang biasanya dianggap sebagai sejarah perubahan pasar. Tidak hanya itu, Anda juga bisa melihat pergeseran sentimen, misalnya ketakutan dan keserakahan para pelaku pasar.

    Dengan demikian, Anda bisa melihat bagaimana kondisi psikologi pasar menggambarkan beberapa indikator teknis. Misalnya indikator ADX, MACD, RoC, dan Williams %R.

    Jenis-Jenis Indikator Teknis dan Kaitannya dengan Psikologi Pasar

    Pada dasarnya, beberapa indikator teknis memang bisa digunakan untuk membaca psikologi pasar. Tidak semua indikator harus digunakan, Anda bisa memilih beberapa diantaranya yang bisa bekerja dengan baik ketika pasar dibuka. Adapun beberapa jenis indikator teknis yang dimaksud adalah sebagai berikut.

    1. Momentum dan Laju Perubahan (RoC)

    Indikator momentum ini akan mendeteksi dan mengukur adanya perubahan optimismie atau pesimisme trader. Caranya dengan membandingkan kedua harga, yaitu konsensus nilai hari ini dengan konsensus nilai sebelumnya.

    Momentum dan RoC merupakan ukuran yang cenderung spesifik karena biasanya dibandingkan dengan nilai teraktual. Apabila harga sudah naik namun momentum turun, maka kemungkinan besar harga semakin mendekati puncak.

    Apabila harga mencapai titik tinggi namun RoC di titik paling rendah, maka sinyal jual akan direalisasikan. Aturan seperti ini juga diterapkan ketika situasi berjalan sebaliknya. Apabila harga sedang turun atau berada di titik terendah, maka titik tersebut baru akan tercapai.

    2. MACD

    MACD adalah kependekan dari Moving Average Convergence Divergence. Ini merupakan alat yang digunakan untuk mengukur adanya pergeseran antara konsensus bullish ke konsensus bearish. Berlaku juga dengan keadaan sebaliknya di pasar trading.

    Cara memperluas MACD bisa dilakukan dengan masuk ke dasar tingkat yang lebih dalam. Adanya grafik MACD sebenarnya menunjukkan bahwa ini merupakan alat yang bisa menunjukan perbedaan nilai konsensus jangka panjang dengan jangka pendek.

    Tidak sedikit yang mempertanyakan, apakah MACD dan ADX merupakan ungkapan tentang sentimen pasar? Pada dasarnya, indikator MACD hanya menggambarkan pergeseran konsensus bullish dan bearish dalam pergerakan harga pasar.

    Indikator ini ditunjukkan dengan adanya garis arah sehingga trader bisa mengetahui apakah suatu tren di pasar termasuk bullish atau bearish. Sebenarnya, hal ini juga berlaku pada jenis indikator rata-rata, yaitu ADX.

    3. Sisem Directoral

    J. Welles Wilder telah mengembangkan sistem ini sebagai media untuk mengidentifikasi tren pasar. Terutama ketika menujukkan sinyal yang cukup kuat untuk menjadi indikator yang sudah valid.

    Tidak hanya itu, indikator sistem ini menjadi salah satu yang paling berguna bagi trader. Terdapat garis yang terbentuk dan menunjukkan apakah sebuah tren pasar termasuk bullish ataukah bearish.

    Apabila garis tersebut memiliki arah positif, maka akan terletak di atas garis negatif. Biasanya trader bullish memiliki power yang cenderung lebih besar melalui sinyal bullish itu sendiri. Kondisi sebaliknya juga berlaku ketika garis menunjukkan sinyal bearish.

    4. ADX

    ADX merupakan indikator rata-rata yang terlihat ketika terdapat spread antara garis positif dan negatif yang terus naik. Apabila ADX mengalami kenaikan, maka akan meningkatkan peluang investasi yang menguntungkan.

    Sementara itu, pecundang dalam kondisi ini akan semakin melemah. Bahkan tren pasar juga memiliki kemungkinan akan terus berlanjut.

    5. Tingkat Perubahan yang Disempurnakan

    Indikator ini akan membandingkan pergerakan rata-rata harga pasar ekspoensial hari ini dengan beberapa titik di masa lalu. Tingkat perubahan ini sebenarnya merupakan indikator momentum atau RoC yang disempurnakan sedemikian rupa.

    Hal ini dilakukan agar peluang kegagalan RoC semakin kecil. Caranya dengan menentukan sikap pasar apakah akan naik atau turun.

    6. Williams%R (Wm%R)

    Indikator ini merupakan pengukuran yang berfokus pada harga penutupan pasar. Wm%R akan membandingkan harga tersebut setiap hari dengan perkiraan nilai konsensus teraktual. Biasanya harga yang diambil adalah harga penutupan pasar.

    Di momen tertentu, tren bullish mampu mendorong kondisi pasar ke atas hingga perkiraan terakhirnya. Indikator ini bisa memunculkan beberapa sinyal bullish dan sinyal bearish yang dikenal bisa mendorong pasar ke bawah perkiraannya.

    7. Stokastik

    Tidak jauh berbeda dengan WM%R, indikator ini akan mengukur harga penutupan pasar terhadap suatu perkiraan. Apabila tren bullish memicu harga naik, di bagian atas kisaran justru tidak mencapai penutupan.

    Di waktu tersebut, stokasitu pun akan turun sehingga sinyal jual dikeluarkan. Kinerja yang sama ditunjukkan ketika kondisi bear mendorong harga menjadi turun namun tidak dapat mencapai harga penutupan. Terutama ketika berada di level harga terendah. Ketika situasi ini terjadi, maka sinyal beli yang akan dikeluarkan.

    8. Indeks Kekuatan Relatif (RSI)

    Indikator ini juga dapat mengukur kondisi psikologi pasar dengan teknik fundamental. Biasanya kinerja indikator ini mirip seperti Wm%R. Indikator RSI sendiri hampir selalu diukur dengan alat, misalnya komputer.

    Dalam prosesnya, terdapat rentah tujuh atau sembilan hari untuk membuahkan hasil. Hasil yang dimaksud adalah berupa data numerik antara 0-100. Angkat tersebut menunjukkan kondisi overbought ataupun oversold.

    9. Volume

    Bagaimana mengetahui total volume saham? Pada dasarnya, hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi psikologi pasar dapat dipahami. Adapun pengertian volume sendiri sebenarnya merupakan keadaan emosional investor.

    Sementara itu, terdapat ledakan volume yang menyebabkan rasa sakit secara tiba-tiba. Terutama di saat investasi tidak sesuai waktu dan kegembiraan langsung bagi mereka yang ingin berinvestasi secara bijaksana.

    Volume yang cenderung rendah justru menciptakan kemungkinan yang tidak menghasilkan respons yang bagus. Tren pasar yang bertahan dalam waktu lama kemungkinan besar terjadi ketika emosi trader berada di titik terendah.

    Sementara itu, volume dalam tingkat sedang umumnya tidak mengalami gejolak emosi. Tidak hanya iu, tren juga diperkirakan dapat berlanjut sehingga emosi pasar bisa berubah sedemikian rupa.

    Jika yang dipilih adalah tren jangka panjang, maka perubahan harga kecil akan terjadi. Namun, umumnya tidak akan memicu banyak emosi. Beberapa perubahan kecil pun bisa terjadi setiap waktunya. Biasanya hal ini terjadi ketika pasar hendak menciptakan tren besar secara bertahap.

    Bagaimana Indikator Teknis dengan Psikologi Pasar Bisa Berjalan Beriringan?

    Analisis teknis umumnya dilakukan dengan memperhatikan chart harga untuk mendapatkan pola tren dan pembalikannya. Para teknisi pasar percaya bahwa pola tren tersebut merupakan hasil psikologi pasar yang dicari.

    Tidak hanya itu, grafik harga juga dianggap sebagai representasi emosi dalam bentuk grafis. Beberapa jenis emosi yang kerap kali dialami pelaku pasar misalnya keserakahan, ketakutan, optimisme, dan pesimisme.

    Begitu pula dengan naluri alami manusia dan naluri kawanan yang seringkali timbul ketika melakukan trading. Adapun grafik fluktuasi harga pasar sendiri menggambarkan bagaimana pelaku pasar bisa bereaksi terhadap kondisi di masa depan.

    Dengan memahami prinsip-prinsip dalam psikologi pasar, Anda akan lebih mudah melakukan analisa teknis. Trader yang tidak mengabaikan perilaku kerumunan biasanya bisa memanfaatkan peluang trading yang ada.

    Terlebih pasar trading merupakan hal yang tidak bisa diprediksi. Namun dengan beberapa indikator yang sudah diulas di atas, bukan tidak mungkin Anda bisa memahami psikologi pasar dengan baik.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    sebenarnya secara logika tidak ada kaitan langsung, secara teknikal trader cuman menganalisa data2 di chart yang merupaka data transaksi, biasanya pola yang terbentuk bisa jadi pemicu terbentuknya pola lain yang mungkin bisa jadi landasan analisa teknikal dalam meramalkan pergerakan market, jadi trader yang berpengalaman bisa menggunakan fenomena ini untuk menghasilkan profit

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X