Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Menangkan Game Trading Psikologi, Pahami Psikologinya dalam Pendekatan Bias Kognitif
    Click image for larger version

Name:	Psiko Kognitif.jpg
Views:	1
Size:	7.1 KB
ID:	13023208
    Pada dasarnya, mempersiapkan mental trader agar siap terjun di pasar trading tidak semudah yang dibayangkan. Meskipun terdengar seperti premis sederhana, nyatanya tidak semua trader bisa mempraktikkannya.

    Hal tersebut sebenarnya bertentangan dengan kondisi alami kita, selain penerapannya yang memang cukup sulit. Namun, selalu ada jalan untuk menaklukkan hambatan psikologis. Oleh karena itu, sebagai trader Anda memang harus melampauinya. Hal ini demi memperbesar peluang sukses melakukan trading.

    Tidak sedikit trader yang justru terjebak dalam jebakan emosional seperti ini. Oleh karena itu, sebaiknya lihat berbagai kemungkinan yang terjadi agar bisa menemukan pencerahan dalam trading.

    Lalu, apa saja permainan psikologi yang harus dilawan oleh trader agar sukses di pasar trading?

    1. Trader Iri dan Terus Membandingkan Diri dengan Orang Lain

    Bisa dibilang, rasa iri ini merupakan salah satu dari kesalahan fatal yang mematikan. Seorang trader yang bijak tidak boleh mempertahankan sifat seperti ini karena membahayakan. Rasa iri dan dengki hanya membawa penderitaan yang membuat Anda teralihkan fokusnya.

    Trader jadi tidak fokus dengan diri sendiri dan cenderung memperhatikan orang lain saja. Pada dasarnya, hal ini mengacu pada obsesi tentang berapa banyak yang dihasilkan orang lain, bukan diri sendiri.

    Hal ini membuat trader jarang melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri. Kondisi ini jelas berbahaya karena terlalu fokus pada pencapaian orang lain. Sementara itu, Anda tidak bisa melihat dan merenungkan apakah yang selama ini dilakukan sudah betul atau belum.

    Ketika mengalami suasana hati seperti ini, mustahil akan menjadi seorang trader yang tumbuh dan berkembang.

    2. Malu dan Kurang Percaya Diri Ketika Trading

    Jika terlalu sering menundukkan kepala dan mundur ke dalam, hal ini bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Anda akan kehilangan banyak elemen krusial dari umpan balik yang ada di luar.

    Oleh karena itu sebaiknya hilangkan terlebih dahulu rasa malu tersebut. Mungkin rasa malu ini timbul karena kerugian yang akhir-akhir ini dialami. Seorang trader harus tetap kuat dan jika perlu berkonsultasi dengan orang-orang yang sudah melewati ini.

    Perhatikan mereka yang sudah tidak peduli apakah mereka harus malu dengan hasil trading negatif atau tidak. Hal terbaik yang harus diperhatikan adalah tetap dalam rencana trading dan teruslah maju. Jangan biarkan diri Anda sendiri berkubang dalam energi negatif yang harusnya diusir.

    3. Trader Merasa Bangga Diri Sampai Menjadi Sombong

    Sebenarnya sifat ini merupakan kebalikan dari yang sebelumnya dibahas. Jadi, sifat seperti ini merupakan kebalikan dari trader yang merasa malu. Terkadang ada pula trader yang merasa bangga diri sehingga membuatnya menjadi sombong.

    Emosi mentah ini timbul karena merasa diri tidak tersentuh dan ingin mendapat pengakuan bahwa dirinyalah yang terbaik. Kondisi ini menggambarkan bahwa Anda tengah dicengkeram kesombongan.

    Tak jarang trader seperti ini akan mengambil risiko konyol dengan mudahnya. Trading yang dilakukan justru berkebalikan dengan sistem dan strategi yang sudah ditentukan. Ketika seorang trader tidak mengikuti alur yang seharusnya, maka cepat atau lambat akan mengalami masalah.

    4. Trader Mengabaikan Rencana yang Seharusnya

    Sebenarnya, sifat ini mengarah kembali pada rasa bangga yang berlebihan. Perwujudan sifat seperti ini terjadi karena terlalu sering mengabaikan hal-hal yang seharusnya dilakukan. Terutama hal yang berkaitan dengan rencana trading yang dilakukan.

    Bahkan sekalipun trader merasa beruntung dan menang, hal itu dianggapnya sebagai rasa aman yang salah. Tak heran jika nantinya trader akan terus mengambil keputusan yang salah. Biasanya tindakan yang diambil sudah di luar agenda yang seharusnya.

    Perlu diingat, selama Anda menyimpang dari rencana trading yang dilakukan, maka sebaiknya siapkan diri untuk menghadapi masalah.

    5. Depresi dari Aktivitas Trading

    Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa seseorang memutuskan untuk berhenti trading. Ketika menghadapi loss secara beruntun, biasanya mereka akan jatuh pada keadaan yang begitu tertekan.

    Tidak hanya itu, periode depresi ini juga bisa didorong karena peristiwa yang terjadi di luar dunia trading yang digeluti. Misalnya kematian seseorang yang disayangi atau berita negatif lainnya yang mempengaruhi kondisi psikologis.

    Kondisi tersebut sebenarnya area lain dimana jika Anda tetap mengikuti rencana trading yang seharusnya, kemungkinan Anda akan terselamatkan dari gelombang depresi. Pastikan untuk tetap mengawasi tujuan dan target yang diinginkan. Jangan sampai terhalang oleh beberapa kerugian saja.

    6. Merasa Gelisah Ketika Trading

    Berbicara tentang psikologi trader, bisa dibilang sifat seperti ini merupakan masalah besar. Sebenarnya Anda bisa mengaitkannya dengan suasana negatif lainnya yang sudah diulas di artikel ini.

    Pada dasarnya, kecemasan merupakan istilah umum yang menyebabkan diri merasa stress dan tertekan. Anda akan terhalangi ketika harus berpikir jernih ketika melakukan trading. Tidak hanya itu biasanya akan sulit pula ketika harus melakukan trading yang sesuai rencana.

    Rasa cemas merupakan produk sampingan dari keadaan emosional yang seringkali menjangkiti trader. Misalnya rasa iri, dengki, depresi, dan malu.

    7. Kemarahan yang Meluap Ketika Melakukan Trading

    Sejak gagal dalam menghasilkan profit, seorang trader pasti merasa kecewa. Biasanya ia akan merasa trader lain melakukan kinerja yang lebih baik dari dirinya. Rasa marah ini bisa menyelinap masuk ke dalam hati seseorang.

    Hingga akhirnya mencengkeram keadaan emosinoal secara perlahan. Mungkin akan terdengar semakin jelas, namun trading dengan penuh kemarahan justru hal yang sangat perlu dihindari. Hal ini sering membuat Anda merasa dendam sehingga akan menjadi siklus yang mengerikan.

    Akan muncul sindrom yang merugikan dan dapat dialami oleh trader yang melakukan trading dengan penuh kemarahan.

    8. Trader Merasa Ketakutan

    Tak jarang seorang trader menggigit kuku dan dengan cemas mengayunkan lutut ke atas dan ke bawah sambil menatap pergerakan harga yang begitu dinamis. Seorang trader yang ketakutan luar biasa bisa mengalami lumpuh.

    Menghadapi fluktuasi harga di layar yang bergerak naik turun seringkali membuat frustasi hingga takut. Oleh karena itu, menaklukkan rasa takut ini perlu dilakukan. Anda bisa mempelajari berbagai tips yang bisa dilakukan ketika merasa takut dalam trading.

    9. Trading dengan Kebahagiaan yang Sebenarnya Buruk

    Apa maksud dari kebahagiaan trading yang sebenarnya buruk? Mungkin Anda bertanya-tanya mengenai permainan psikologi ini. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, setiap keadaan emosional yang membuat Anda berhenti dari rencana trading adalah sebuah masalah.

    Perlu diketahui bahwa kebahagiaan berlebihan kerap kali membuat seorang trader melakukan overtrading. Ia akan meningkatkan ukuran posisinya di pasar trading. Ketika melakukan trading, hal terbaik yang harus dilakukan adalah mengatur emosi di posisi yang netral. Pastikan untuk tidak terlalu senang, tidak sedih, sebaiknya datar saja.

    10. Kejutan Tiba-Tiba di Pasar Trading

    Pasar trading memang penuh dengan dinamika. Hal ini kerap kali membuat trader kelimpungan. Kejutan yang dimaksud adalah lonjakan secara tiba-tiba di pasar trading. Sebenarnya hal ini bukan menjadi masalah jika trading yang dilakukan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat.

    Namun, tidak sedikit trader yang merasa harus bertindak sekarang. Padahal apapun hal yang membuat diri Anda mengesampingkan rencana awal, ini adalah masalah yang buruk. Pastikan untuk selalu mengikuti rencana trading sampai selesai.

    Memahami Psikologi Trader dalam Bias Kognitif

    Seorang trader memang selalu dalam kondisi ketidakpastian ketika berada di pasar trading. Terkadang mereka mengembangkan pola pikir tertentu sehingga membuat kesalahan yang sistematik dalam penilaian, penalaran, dan pengetahuan.

    Tindakan yang mereka ambil biasanya dipengaruhi oleh pola bias melalui pendekatan kognitif. Tidak hanya itu,mereka biasanya juga menyimpang dari norma rasionalitas yang ada.

    Di tengah ketidakpastian yang didapatkannya, biasanya trader akan salah dalam menafsirkan risiko dan fakta. Tidak hanya itu, biasanya juga terjadi penyimpangan yang cukup signifikan. Terutama ketika mereka mempresepsikan realitas yang ada.

    Hal ini berakibat pada ketidakpastian yang membuat trader jarang membuat keputusan yang rasional. Bahkan para ilmuan kerap kali menyebut distorsi ketika orang melewati realitas. Terlebih jika berada di kondisi ketidakpastian bias kognitif yang dialaminya.

    Beberapa Bias Kognitif yang Berdampak Pada Keputusan Trader

    Adapun yang dimaksud bias kognitif sendiri adalah alasan mengapa trader cenderung membuat keputusan yang salah berkaitan dengan risiko yang sudah mereka ambil. Lalu, apa saja bias kognitif yang dimaksud?

    1. Rasa Enggan untuk Merugi

    Mayoritas trade tidak memiliki preferensi yang kuat untuk menghindari kerugian kecil yang dialaminya. Padahal, mereka mungkin akan mendapatkan manfaat dalam jangka relatif panjang. Beberapa riset sudah membuktikan bahwa kerugian bisa berpeluang memiliki dua kali kekuatan psikologis terhadap profit.

    2. Efek Sunk Cost

    Biaya ini adalah yang harus dikeluarkan dan tidak boleh dipulihkan. Sunk cost memang diartikan demikian karena trader tidak berada di posisi yang strategis untuk mengelola risiko. Terutama ketika portofolio mereka memang cukup sulit dipulihkan. Efek dari sunk cost ini adalah kecenderungan trader untuk menerima keadaan loss terhadap dana yang sudah hilang.

    3. Efek Disposisi

    Efek disposisi diartikan sebagai kecenderungan trader ketika memiliki posisi strategis di pasar. Misalnya ketika hendak menjual produk yang harganya memiliki sedikit kenaikan. Tidak hanya itu, jangka waktu penyimpanannya pun cenderung lama meskipun harganya turun drastis.

    4. Bias Hasil

    Adapun yang dimaksud dengan bias hasil adalah ketika pikiran trader membuatnya mengambil keputusan yang mengikuti teknik pengembalian positif secara keseluruhan. Namun di saat bersamaan, metode ini bisa mendorong pengembalian negatif yang cukup signifikan.

    Memahami permainan psikologi dalam trading bisa menjadi kunci sukses Anda di pasar forex. Terlebih fakta bahwa kondisi mental yang tidak sehat sulit membuat Anda menjadi trader yang profitable. Begitu pula dengan memahami pendekatan bias kognitif, ini juga bisa menambah bekal pengetahuan Anda sebelum membuka posisi di pasar trading.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    tidak baik membandingkan diri sendiri dengan orang lain, karena masing2 trader punya skill beda, strategy beda dan cara melihat chart juga beda, trader yang kurang pengalaman pasti akan lebih sibuk mengamati hal lain yang tidak perlu daripada fokus pada kemampuan trading nya sendiri
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X