Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pelaku Pasar Trading dan Jika Trader Profit, Siapa yang Lose?
    Sebelum terjun ke dunia forex, ada baiknya memperkaya pengetahuan Anda mengenai trading valuta asing ini. Salah satunya dengan mengetahui siapa saja pelaku pasar trading. Setiap pelaku pasar trading memiliki pengaruh yang berbeda-beda.

    Mungkin Anda menganggap mereka yang memiliki modal besar adalah yang paling bisa mengontrol pasar. Lantas, benarkah anggapan tersebut? Untuk mengetahuinya, Anda bisa menyimak ulasan di bawah ini agar lebih mengenal dunia trading.

    Mengenal Pelaku Pasar Trading dalam Forex

    Ketika berbicara tentang pelaku pasar forex, sebenarnya mereka berasal dari berbagai macam golongan. Bukan hanya trader forex dan perbankan, melainkan juga pemerintah, institusi keuangan, perusahaan multinasional, broker, dan spekulan.

    Adapun trader forex adalah yang terbanyak dari kalangan biasa. Biasanya modal yang dimiliki juga terbatas. Untuk lebih jelasnya, berikut para pelaku pasar trading yang bisa diketahui.

    1. Pemerintah

    Rasanya tidak mengherankan jika pemerintah adalah pelaku pasar forex yang paling memberikan pengaruh. Perwakilan pemerintah yang menjadi pelaku pasar trading adalah bank sentral.

    Pemerintah menjadikan bank sentral sebagai kepanjangan tangannya untuk menjalankan kebijakan di bidang finansial. Setiap tahunnya, pemerintah menganggarkan biaya belanja negara yang jumlahnya sangat besar.

    Oleh karena itu, kondisi pasar forex sangat dipengaruhi oleh pemerintahan negara. Terutama pemerintahan dari negara adidaya yang kebijakannya kerap kali mempengaruhi di negara lainnya.

    Maka tak heran jika bank-bank sentral menjadi pemain utama dalam forex. Setiap negara memiliki bank sentralnya sendiri, tak terkecuali di tanah air. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan karena bank sentral memiliki peran sebagai berikut.

    · Mencetak uang
    · Menarik uang
    · Membeli dan menjual persediaan valuta asing
    · Dan lain-lain

    Tak heran jika setiap tindakan bank sentral terhadap keputusan finansial sangat berpengaruh. Di Indonesia, kita mengetahui bank sentralnya adalah Bank Indonesia. Namun, pengaruhnya di dunia forex tidak begitu terasa karena mata uang rupiah jarang digunakan.

    Adapun beberapa bank sentral di dunia yang memiliki pengaruh besar diantaranya yaitu:

    · Federal Reserve (The Fed, bank sentral di Amerika Serikat)
    · Bank of England (BoE, bank sentral di Inggris)
    · European Central Bank (ECB, bank sentral di Uni Eropa)
    · Swiss National Bank (SNB, bank sentral di Swiss)
    · Bank of Japan (Boj, bank sentral di Jepang)
    · Reserve Bank of Australia (RBA, bank sentral di Australia)
    · Reserve Bank of New Zealand (RBNZ, bank sentral di Selandia Baru)
    · People’s Bank of China (PBOC, bank sentral di China)
    · Bank of Canada (BoC, bank sentral di Kanada)

    Perlu diingat bahwa semua bank sentral memang menjadi pelaku di pasar trading. Namun beberapa bank sentral yang disebutkan di atas memang memiliki pengaruh khusus karena mata uangnya banyak digunakan. Tak heran jika stok dana yang dimilikinya termasuk besar.

    2. Bank dan Institusi Keuangan

    Pelaku pasar forex berikutnya adalah bank dan institusi keuangan. Keduanya memiliki peran aktif di pasar forex sehingga pengaruhnya sangat besar. Di dalamnya terdapat perwakilan pemerintah, yaitu bank sentral. Ada pula bank-bank swasta besar dan bank komersial biasa yang memiliki pengaruh juga.

    Namun, sebenarnya yang paling memiliki pengaruh di pasar trading adalah bank multinasional. Jadi, keputusan finansial bank-bank tersebut sangat berpengaruh dalam pasar forex. Adapun contoh-contoh bank multinasional dengan pengaruh besar itu adalah :

    · JP Morgan Chase
    · Citi
    · UBS
    · Deutsche Bank
    · Barclays
    · Goldman Sachs
    · Morgan Stanley
    · HSBC
    · Dan lain-lain

    Bank-bank tersebut seringkali bertransaksi dengan institusi keuangan atau bank lain dalam skala besar. Transaksi yang dilakukan tidak hanya untuk mereka sendiri, melainkan untuk keperluan nasabah. Tak heran jika nilai mata uang di pasar forex terus naik dan turun.

    Perlu diingat di perdagangan mata uang, bank merupakan pelaku pasar trading yang sangat dominan. Tak heran jika akhirnya tercipta pasar antar bank atau dikenal sebagai Interbank Market.

    2. Perusahaan Multinasional

    Perusahaan multinasional dengan tujuan komersial juga berpartisipasi dalam pasar forex. Tindakan mereka membutuhkan mata uang asing agar bisa melakukan perdagangan di luar negeri.

    Contohnya sebuah perusahaan yang berbasis di Kanada maka memanfaatkan pasar valuta asing untuk membeli mata uang guna membayar perusahaan mitra di negara bersangkutan. Namun, tindakan perusahaan multinasional ini sebenarnya masih membutuhkan bank-bank agar bisa trading di pasar forex.

    3. Spekulan

    Spekulan umumnya bisa berupa perusahaan atau organisasi swasta di bidang keuangan. Mereka mengembangkan dana dan kemampuan finansialnya biasanya tidak terbatas. Tujuan spekulan adalah mendapatkan dana sebanyak-banyaknya dalam waktu yang cepat di pasar trading.

    Salah satu spekulan ternama yang mungkin Anda pernah mendengarnya, yaitu George Sorong. Ia adalah seorang miliuner yang sudah memiliki banyak jam terbang dalam pasar trading forex.

    George Soros pernah berspekulasi pada penurunan mata uang Inggris (Poundsterling) sehingga dalam waktu kurang dari sebulan berhasil mengumpulkan 1,2 miliar dollar! Tak heran jika ia kerap kali dianggap sebagai salah satu pihak yang bertanggugjawab atas krisis moneter di Asia di akhir 1990-an.

    4. Broker

    Pihak-pihak yang disebut sebagai broker adalah perusahaan, institusi, agen, dan individu yang mempertemukan penjual dan pembeli dalam pasar valuta asing. Broker memiliki posisi yang sangat strategis di pasar trading.

    Mereka akan mengatur dan meneruskan permintaan trading ritel pada institusi keuangan yang lebih besar. Permintaan para trader biasa pun terakomodasi di pasar forex yang lebih luas. Adanya broker membuat trader tidak perlu mengeluarkan modal besar agar bisa berpartisipasi di pasar trading. Sementara itu, peluang profit tetap bisa didapatkan oleh trader biasa.

    5. Trader Forex Ritel

    Pelaku pasar forex selanjutnya adalah trader forex ritel, siapakah mereka? Mereka bisa jadi Anda atau siapa saja yang kebanyakan tidak memiliki modal besar untuk terjun ke pasar trading.

    Meskipun dollar yang dimiliki terbatas, namun Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan di pasar trading. Pada dasarnya, trader forex merupakan pelaku pasar trading dengan jumlah terbesar. Namun, keputusannya dalam trading jelas tidak memiliki pengaruh apapun di pasar trading. Hal ini karena modal yang dimiliki memang begitu terbatas.

    Transaksi yang dilakukan trader forex ritel dilakukan melalui perantara, yaitu broker. Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat broker forex semakin bermunculan dan transaksinya mudah.

    Trader biasa bisa melakukan trading forex dimanapun menggunakan jasa broker. Bahkan dengan modal kecil sekalipun, Anda bisa ikut berpartisipasi dalam pasar trading.

    Jika Trader Profit, Lalu Siapa yang Lose?

    Ketika trader profit, tentu saja akan merasa senang karena mendapatkan keuntungan. Begitu pula broker karena mendapatkan komisi dari nasabahnya. Pertanyaannya, lalu siapa yang mengalami kerugian?

    Mungkin Anda beranggapan bahwa tidak ada pihak yang dirugikan ketika trader profit. Padahal, adanya keuntungan dalam trading forex, maka ada pula kerugian yang dialami pihak tertentu.

    Sumber keuntungan yang didapatkan trader berasal dari selisih harga jual dan harga beli mata uang dalam transaksi valuta asing. Jika trader bisa berspekulasi dengan tepat apakah suatu kurs akan menguat akan melemah, maka jika benar ia akan memperoleh profit besar.


    Namun, ada berbagai macam faktor yang membuat trader justru kesulitan mendapatkan keuntungan. Masing-masing trader saja memiliki kondisi psikologis dan modal yang berbeda. Oleh karena itu, merupakan hal yang tidak mungkin jika semua trader bisa profit.

    Oleh karena itu, ada kalanya trader loss (rugi) di momen lain ia juga mendapatkan profit. Terkadang seorang trader memang harus mengalami jatuh bangun dalam dunia forex. Peran trader secara tidak langsung memang mempengaruhi kondisi perekonomian. Terlebih aktivitasnya di pasar forex memang berkaitan dengan nilai mata uang asing.

    Lalu, siapa saja yang lose ketika trader profit? Ini dia pihak-pihak yang ternyata merasa dirugikan.

    1. Eksportir dan Importir

    Pihak-pihak yang berada di ranah ekspor dan impor, ternyata kerap kali mengeluh ketika terjadi penguatan atau penurunan mata uang secara signifikan. Seperti yang telah diketahui, ekspor merupakan kegiatan perdagangan barang ke luar negeri.

    Eksportir dan importir adalah pihak-pihak yang terkena pengaruh negatif di saat para trader merasa riang karena mendapatkan profit. Ketika suatu kurs mata uang menguat tajam, maka pihak yang merasa gembira adalah importir.

    Hal ini karena mereka bisa membeli barang di negara bersangkutan dengan harga yang murah. Sementara itu, para eksportir akan mengeluh karena harga yang dijual ke pasar terlalu mahal.

    Tak heran jika para pihak luar negeri menjadi enggan membeli barang di negara tersebut. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka para eksportir akan menjadi pihak yang gembira. Saat kurs mata uang turun, maka harga yang dijual ke luar negeri akan lebih mahal.

    Tak heran jika profit yang didapatkan akan begitu melimpah. Sementara itu, negara importir akan merasa barang ekspor tersebut terlalu mahal. Tak heran jika barang yang ada di dalam negeri terkadang harus dinaikkan. Kenaikan harga tersebut akhirnya dikeluhkan oleh konsumen lokal. Sedangkan kenaikan harga yang terus-menerus juga bisa menyebabkan inflasi.

    2. Negara dan Masyarakat Umum

    Ketika suatu kurs mata uang mengalami penguatan, maka hal ini akan berdampak pada harga produk ekspor yang mahal. Tak heran jika barang di dalam negeri yang tadinya akan dikirim ke luar negeri jadi tidak laku lagi.

    Konsumen luar negeri akan lebih memilih membeli produk dari negara yang menyediakan barang serupa dengan harga yang lebih murah. Terlebih kemungkinan nilai tukar mata uang di negara pesaing juga tidak terlalu kuat.

    Secara tidak langsung, kondisi ini akan berpengaruh pada pabrik dan orang-orang yang bekerja di dalamnya. Apabila barang tidak laku, biaya tenaga kerja harus tetap dibayar sementara tagihan terus ada.

    Tak heran jika bank sentral di negara-negara maju seperti Swiss dan Jepang mengintervensi agar nilai tukar mata uangnya melemah. Apabila hal tersebut tidak dilakukan, mereka akan kehilangan pangsa pasar untuk mengekspor produknya ke luar negeri.

    Jika nilai tukar tinggi, maka konsumen akan beralih ke barang serupa dengan harga yang lebih terjangkau, misalnya dengan memilih produk China.

    Hal ini berkebalikan dengan kondisi di negara berkembang seperti Indonesia. Ketika nilai mata uang rupiah melemah terlalu parah, maka pemerintah dan perusahaan swasta akan kalang kabut. Mengingat jumlah tagihan utang luar negeri dan barang impor jadi lebih mahal. Tak heran jika bank sentral di tanah airakan melakukan intervensi agar nilai tukarnya lebih kuat.

    Dengan memahami siapa saja pelaku pasar trading, Anda jadi lebih paham siapa yang paling berpengaruh di dunia valuta asing ini. Tidak hanya itu, Anda juga jadi memahami fakta bahwa saat trader profit, ada pihak-pihak yang ternyata lose.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    di catatat komputer forex mungkin tidak ada siapang yang pernah beli pair tertentu dan kemudian jual dalam keadaan loss, di pasar modal Indonesia juga tidak ada, karena yang tercatat adalah nama brokernya

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X