Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Cara Melihat Peluang Pasar dengan MACD dan RSI
    MACD dan RSI merupakan dua Indikator yang sering digabungkan dalam shopping for and promoting forex. Bagaimana cara tepat menggabungkan kedua indikator tersebut untuk mengenali peluang pasar?


    Indikator MACD dan RSI cukup populer di kalangan Momentum Indicator yang digunakan dalam buying and selling forex. Ketika dikombinasikan, Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan Relative Strength Index (RSI) dapat membantu supplier melihat peluang shopping for and promoting dan memaksimalkan Risk Management.

    Meskipun mirip, MACD dan RSI memiliki fungsi yang berbeda dalam melihat peluang. Perbedaan ini justru membuat mereka menjadi indikator yang baik jika digabungkan untuk evaluasi. Lantas, bagaimana cara menggunakan kombinasi MACD dan RSI?



    Memahami MACD dan RSI
    Histogram dari MACD memiliki representasi seen yang bisa menunjukkan style harga forex, sekaligus memperlihatkan sinyal yang mengindikasikan momentum. Contohnya bisa dilihat dalam grafik USD/CAD berikut ini.



    Jarak antara EMA 26 (garis biru) dengan Signal Line (garis merah) berkorelasi terhadap momentum harga. Makin besar jarak antara kedua garis ini, makin besar kekuatan trendnya.

    Ketika kedua garis MACD bertemu dan menyilang satu sama lain, ini menjadi indikasi perubahan Momentum. Trader bisa menggunakan kesempatan ini untuk exit atau menaruh posisi baru guna mendapatkan keuntungan dari perubahan arah harga.

    Sementara itu, RSI tidak hanya mengukur Momentum, tetapi juga menunjukan Momentum melalui pendekatan analisis yang berbeda. RSI bisa mengidentifikasi kesempatan shopping for and promoting di saat pair mata uang sedang Overbought atau Oversold.

    Dalam kondisi Overbought, RSI akan menunjukan bahwa kenaikan harga sudah jenuh dan ada kemungkinan untuk terkoreksi. Sedangkan dalam kondisi Oversold, RSI akan mengatakan bahwa provider mungkin sedang bereaksi berlebihan dan menyebabkan penurunan harga melebihi nilai yang seharusnya, sehingga harga akan terkoreksi naik.


    Karena dua Indikator ini melihat peluang pasar melalui metode yang berbeda, keduanya bisa bekerja sama dalam memvalidasi sinyal satu sama lain. Ini membuat supplier menjadi lebih yakin ketika MACD dan RSI menunjukkan sinyal trading.


    Cara Memakai MACD dan RSI
    Saat mengaplikasikan MACD dan RSI ke dalam strategi trading, preferensi Anda dalam menggunakan keduanya saat menganalisa akan terlihat. Anda dapat memaksimalkan potensi kedua indikator ini melaui beberapa langkah berikut.


    Menggabungkan MACD dan RSI Untuk Mencari Momentum
    Cara paling mudah untuk menggunakan Indikator MACD dan RSI adalah untuk mencari momentum. Jika salah satu indikator memberikan sinyal momentum, lihat apakah indikator yang lain menunjukan momentum yang serupa.

    Trader bisa lebih yakin dalam membuat keputusan jika kedua Indikator sepakat. Kekurangannya, Anda bisa kebingungan jika kedua Indikator menunjukkan hasil berbeda.

    Contohnya bisa dilihat adalah grafik EUR/USD yang ada di bawah ini. Sinyal RSI dan MACD memberikan perubahan momentum yang serupa satu sama lain. Dalam dua contoh ini, terlihat bahwa terjadi penyilangan di garis-garis MACD yang mengindikasikan penurunan harga. Di saat yang sama, RSI menunjukkan sinyal Overbought yang menandakan koreksi.



    Saat hal ini terjadi, biasanya provider mengidentifikasi sinyal RSI terlebih dahulu, kemudian melihat apakah MACD memberikan sinyal yang sama. Jika ya, maka dealer bisa membuka posisi untuk meraih keuntungan di pasar forex.



    Exit Saat Sinyal MACD dan RSI Menyilang
    Ketika MACD dan RSI memberikan sinyal yang serupa, provider bisa memasang open position. Sebaliknya, ketika MACD dan RSI tidak sepakat, maka provider sebaiknya Exit.

    Alasan mengapa divergensi antara MACD dan RSI memicu Exit bisa berbeda-beda, tergantung persepsi supplier yang menjalankan. Sebagian supplier menganggap bahwa situasi ini bisa menyebabkan pelemahan sinyal dari salah satu indikator. Sebagian lainnya menganggap bahwa divergensi MACD dan RSI merupakan sinyal perubahan momentum harga.

    Apapun evaluasi Anda, divergensi yang terjadi dalam indikator MACD maupun RSI adalah perubahan yang bisa dijadikan acuan Exit.



    Meskipun MACD dan RSI adalah indikator yang sering dipasangkan, bisa saja indikator ini memberikan sinyal yang salah. Anda sebagai provider harus selalu menerapkan Risk Management agar dapat melindungi diri dari risiko Loss.

    Ketika MACD dan RSI memberikan sinyal yang sama, hal ini tentu membuat Anda lebih tenang dan percaya diri. Namun, bukan berarti Indikator ini tak memiliki cela. Jadi, selalu gunakan Stop Loss untuk membatasi kerugian yang tidak direncanakan.


    Semakin Anda menguji dan memperbaiki analisis strategi foreign exchange Anda, semakin Anda bisa menemukan bagian-bagian lain dalam sistem shopping for and promoting yang dibutuhkan. Bisa jadi, MACD dan RSI nantinya hanya akan berkontribusi dalam sebagian kecil strategi Anda.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    sama2 indikator osilasi, kalau melihat kecendrungan crossing RSI, bisa jadi pada kasus di atas banyak false signalnya, harusnya trader menggunakan kerangka waktu yang lebih kecil untuk konfirmasi signal di kerangka waktu daily tersebut, karena kurang jelas signalnya
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X