Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pelajari three strategi mudahnya di sini
    Banyak dealer menganggap Breakout sebagai peluang emas mendulang cuan. Bagaimana cara memanfaatkannya jika Anda masih pemula? Pelajari three strategi mudahnya di sini.

    Breakout adalah momen ketika harga melewati batas diploma resisten atau resource dan bisa membentuk tren kenaikan atau penurunan yang lebih panjang. Bagi pemula yang ingin belajar untuk memahami dan menggunakan strategi Breakout, kalian dapat menggunakan beberapa cara, antara lain:

    Menggunakan Trend Line
    Memanfaatkan Channel
    Strategi Breakout dengan Triangle
    Untuk lebih memahami masing-masing strategi Breakout tersebut, mari kita bahas satu persatu!


    1. Menggunakan Trend Line
    Trend Line adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik lembah (bottom) harga yang naik secara berurutan dalam keadaan uptrend. Jika harga sedang downtrend, maka vogue line dihubungkan dari titik-titik puncak (top) harga yang turun secara berurutan.

    Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah membuat style line terlebih dahulu. Dalam membuat vogue line, kalian membutuhkan minimal dua titik puncak atau dua titik lembah, lalu kalian dapat menarik garis lurus dari titik puncak satu ke titik puncak ke dua, atau dari titik lembah ke satu ke titik lembah kedua, seperti gambar di bawah ini.



    3 Strategi Breakout Mudah Untuk Pemula - Trend Line

    Setelah berhasil menemukan dan membuat vogue line, sekarang perhatikan apakah harga berhasil menembus fashion line yang kalian buat dan melanjutkan pergerakan, atau malah harga memantul ke arah yang berlawanan. Ketika harga menyentuh garis style line pilihannya hanya dua: harga akan menembus trend line dan melanjutkan pergerakannya (Continuation) atau bergerak kearah yang berlawanan (Reversal).

    Ketika harga mampu menembus style line, maka momen inilah yang disebut dengan istilah Breakout. Contohnya seperti di bawah ini.



    Breakout dengan pergerakan ke bawah bisa disebut juga dengan istilah Breakout Down. Agar sinyal Breakout yang telah muncul semakin meyakinkan, kalian bisa menggunakan indikator lain sebagai pendukung dari analisis Breakout seperti indikator MACD, Stochastic Oscillator, Commodity Channel Index, dan lain sebagainya.


    2. Memanfaatkan Channel
    Channel adalah indikator yang terdiri dari dua garis sejajar. Garis atas menunjukkan vicinity yang potensial sebagai resisten, sedangkan garis bawah menunjukkan vicinity potensial support. Indikator Channel dianggap lebih akurat dibanding Trend Line karena memiliki dua buah garis yang ditarik antara titik puncak dengan titik lembah, seperti pada gambar di bawah ini.



    Cara menggunakan indikator Channel sama dengan cara menggunakan Trend Line. Hanya saja, kalian bisa mendapatkan sinyal Continuation yang lebih meyakinkan dari two garis sekaligus, sehingga memungkinkan kalian untuk mengambil peluang dari koreksi harga. Berikut contohnya:



    Agar sinyal Breakout yang telah muncul semakin meyakinkan, kalian harus menggunakan indikator lain sebagai pendukung dari analisis Breakout tersebut seperti indikator MACD, Stochastic Oscillator, Commodity Channel Index, dan lain sebagainya.


    3. Strategi Breakout dengan Triangle
    Triangle adalah sebuah pola yang terbentuk oleh pergerakan harga dan menyerupai segitiga. Triangle chart terbentuk ketika volatilitas pasar sudah lemah dan mulai terbentuk konsolidasi harga ke arah yang lebih sempit.

    Ada tiga jenis Triangle Chart Pattern, yaitu:
    Ascending Triangle
    Descending Triangle
    Symmetrical Triangle


    1. Ascending Triangle
    Ascending Triangle terbentuk ketika ada sebuah diploma resistance dan harga melanjutkan pergerakannya membentuk Higher Lows. Hal ini menunjukkan bahwa uptrend akan muncul setelah downtrend lama menguasi pasar.

    Dalam dunia trading, ada anggapan bahwa Ascending Triangle selalu membentur harga tertinggi. Ketika harga akan naik ke degree yang lebih tinggi namun terhambat oleh aksi jual (Sell), maka harga selalu kembali lagi ke bawah dengan momentum yang semakin melemah (Higher Lows).



    Ketika harga berhasil menembus resisten, momen tersebut adalah (Breakout Up) dan akan menciptakan harga tertinggi baru.


    2. Descending Triangle
    Pola Descending Triangle pada dasarnya berlawanan dengan pola Ascending Triangle. Karena para supplier yang melakukan aksi jual (Sell) menekan para provider yang melakukan aksi beli (Buy), harga membentuk Lower Highs yang pada akhirnya akan ketemu dengan stage assist seperti ditunjukkan gambar di bawah ini:



    Descending Triangle adalah sinyal Bearish (Sell). Jadi jika ketemu pola ini, maka kesempatan untuk membuka posisi SELL ketika harga Breakout Down dari assist sangat besar.


    3. Symmetrical Triangle
    Pola yang ketiga yaitu Symmetrical Triangle. Pola ini terbentuk ketika garis aid semakin lama, semakin naik sementara resistance semakin lama semakin menurun. Sehingga, harga membentuk pola segitiga yang simetris.

    Berbeda dengan Ascending Triangle dan Descending Triangle, pola ini tidak memiliki acuan Breakout di arah tertentu. Kalian harus siap mengantisipasi kemungkinan Breakout ke arah atas atau bawah, karena potensi penembusan harga di kedua arah sama-sama besar.



    Berikut adalah contoh pergerakan dari salah satu mata uang yang membentuk symmetrical triangle. Pada kasus ini, harga ternyata bergerak ke arah atas (bullish) karena berhasil menembus garis Lower Highs.



    Itulah beberapa indikator yang dapat membantu kalian dalam menganalisis strategi Breakout. Dengan adanya penjelasan di atas, mudah-mudahan dapat memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan yang mudah dipahami mengenai strategi Breakout. Sehingga, kalian juga bisa berhasil menerapkannya meski masih pemula. Selain strategi Breakout, kalian juga bisa mempelajari cara-cara menentukan titik Reversal untuk menambah peluang cuan.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by umaryahya View Post
    Banyak dealer menganggap Breakout sebagai peluang emas mendulang cuan. Bagaimana cara memanfaatkannya jika Anda masih pemula? Pelajari three strategi mudahnya di sini.

    Breakout adalah momen ketika harga melewati batas diploma resisten atau resource dan bisa membentuk tren kenaikan atau penurunan yang lebih panjang. Bagi pemula yang ingin belajar untuk memahami dan menggunakan strategi Breakout, kalian dapat menggunakan beberapa cara, antara lain:

    Menggunakan Trend Line
    Memanfaatkan Channel
    Strategi Breakout dengan Triangle
    Untuk lebih memahami masing-masing strategi Breakout tersebut, mari kita bahas satu persatu!


    1. Menggunakan Trend Line
    Trend Line adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik lembah (bottom) harga yang naik secara berurutan dalam keadaan uptrend. Jika harga sedang downtrend, maka vogue line dihubungkan dari titik-titik puncak (top) harga yang turun secara berurutan.

    Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah membuat style line terlebih dahulu. Dalam membuat vogue line, kalian membutuhkan minimal dua titik puncak atau dua titik lembah, lalu kalian dapat menarik garis lurus dari titik puncak satu ke titik puncak ke dua, atau dari titik lembah ke satu ke titik lembah kedua, seperti gambar di bawah ini.



    3 Strategi Breakout Mudah Untuk Pemula - Trend Line

    Setelah berhasil menemukan dan membuat vogue line, sekarang perhatikan apakah harga berhasil menembus fashion line yang kalian buat dan melanjutkan pergerakan, atau malah harga memantul ke arah yang berlawanan. Ketika harga menyentuh garis style line pilihannya hanya dua: harga akan menembus trend line dan melanjutkan pergerakannya (Continuation) atau bergerak kearah yang berlawanan (Reversal).

    Ketika harga mampu menembus style line, maka momen inilah yang disebut dengan istilah Breakout. Contohnya seperti di bawah ini.



    Breakout dengan pergerakan ke bawah bisa disebut juga dengan istilah Breakout Down. Agar sinyal Breakout yang telah muncul semakin meyakinkan, kalian bisa menggunakan indikator lain sebagai pendukung dari analisis Breakout seperti indikator MACD, Stochastic Oscillator, Commodity Channel Index, dan lain sebagainya.


    2. Memanfaatkan Channel
    Channel adalah indikator yang terdiri dari dua garis sejajar. Garis atas menunjukkan vicinity yang potensial sebagai resisten, sedangkan garis bawah menunjukkan vicinity potensial support. Indikator Channel dianggap lebih akurat dibanding Trend Line karena memiliki dua buah garis yang ditarik antara titik puncak dengan titik lembah, seperti pada gambar di bawah ini.



    Cara menggunakan indikator Channel sama dengan cara menggunakan Trend Line. Hanya saja, kalian bisa mendapatkan sinyal Continuation yang lebih meyakinkan dari two garis sekaligus, sehingga memungkinkan kalian untuk mengambil peluang dari koreksi harga. Berikut contohnya:



    Agar sinyal Breakout yang telah muncul semakin meyakinkan, kalian harus menggunakan indikator lain sebagai pendukung dari analisis Breakout tersebut seperti indikator MACD, Stochastic Oscillator, Commodity Channel Index, dan lain sebagainya.


    3. Strategi Breakout dengan Triangle
    Triangle adalah sebuah pola yang terbentuk oleh pergerakan harga dan menyerupai segitiga. Triangle chart terbentuk ketika volatilitas pasar sudah lemah dan mulai terbentuk konsolidasi harga ke arah yang lebih sempit.

    Ada tiga jenis Triangle Chart Pattern, yaitu:
    Ascending Triangle
    Descending Triangle
    Symmetrical Triangle


    1. Ascending Triangle
    Ascending Triangle terbentuk ketika ada sebuah diploma resistance dan harga melanjutkan pergerakannya membentuk Higher Lows. Hal ini menunjukkan bahwa uptrend akan muncul setelah downtrend lama menguasi pasar.

    Dalam dunia trading, ada anggapan bahwa Ascending Triangle selalu membentur harga tertinggi. Ketika harga akan naik ke degree yang lebih tinggi namun terhambat oleh aksi jual (Sell), maka harga selalu kembali lagi ke bawah dengan momentum yang semakin melemah (Higher Lows).



    Ketika harga berhasil menembus resisten, momen tersebut adalah (Breakout Up) dan akan menciptakan harga tertinggi baru.


    2. Descending Triangle
    Pola Descending Triangle pada dasarnya berlawanan dengan pola Ascending Triangle. Karena para supplier yang melakukan aksi jual (Sell) menekan para provider yang melakukan aksi beli (Buy), harga membentuk Lower Highs yang pada akhirnya akan ketemu dengan stage assist seperti ditunjukkan gambar di bawah ini:



    Descending Triangle adalah sinyal Bearish (Sell). Jadi jika ketemu pola ini, maka kesempatan untuk membuka posisi SELL ketika harga Breakout Down dari assist sangat besar.


    3. Symmetrical Triangle
    Pola yang ketiga yaitu Symmetrical Triangle. Pola ini terbentuk ketika garis aid semakin lama, semakin naik sementara resistance semakin lama semakin menurun. Sehingga, harga membentuk pola segitiga yang simetris.

    Berbeda dengan Ascending Triangle dan Descending Triangle, pola ini tidak memiliki acuan Breakout di arah tertentu. Kalian harus siap mengantisipasi kemungkinan Breakout ke arah atas atau bawah, karena potensi penembusan harga di kedua arah sama-sama besar.



    Berikut adalah contoh pergerakan dari salah satu mata uang yang membentuk symmetrical triangle. Pada kasus ini, harga ternyata bergerak ke arah atas (bullish) karena berhasil menembus garis Lower Highs.



    Itulah beberapa indikator yang dapat membantu kalian dalam menganalisis strategi Breakout. Dengan adanya penjelasan di atas, mudah-mudahan dapat memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan yang mudah dipahami mengenai strategi Breakout. Sehingga, kalian juga bisa berhasil menerapkannya meski masih pemula. Selain strategi Breakout, kalian juga bisa mempelajari cara-cara menentukan titik Reversal untuk menambah peluang cuan.
    Ternyata banyak juga strategi breakout, ini juga merupakan untuk follow the trend ya ? Walau kadang-kadang juga bisa trend itu belum terjadi
    Malah harusnya mendahului trend

    Comment

    Advanced mode
    • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
    • #3 Collapse

      kalo pake trenline mameng lebih baik menggunakan teknik triangle atau channel, tapi harus dikonfirmasikan dengan indikator lain, misalnya MA dan juga teori divergen MACD, biasanya signal yang muncul atau breakout yang terjadi lebih bisa diprediksi
      Place your siggy here

      Comment

      Advanced mode

      Online

      Working...
      X