Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Leading Indikator Trading Forex Melalui Spread Obligasi
    Trading forex masih dianggap sebagai investasi seksi yang tetap bisa hasilnya return positif di tengah kondisi perekonomian yang tidak baik-baik saja, bahkan trading mengalahkan investasi saham yang banyak diagungkan oleh investor karena bisa memberikan keuntungan lebih dalam kondisi normal.
    Saat kondisi perekonomian dunia sedang collabs, tentu banyak investasi yang mengalami penurunan. Bahkan hingga kini kebanyakan produk investasi menyala merah, ini berarti terus menerus terjadinya penurunan harga, ini jelas akan membuat nilai investasi semakin menurun dan bisa jadi mengurangi jumlah modal.

    Trading forex bisa jadi solusi kalau Anda ingin mengembangkan dana yang dimiliki dengan cara cepat dan menguntungkan, apalagi forex memang salah satu produk investasi yang mengalami pergerakan paling cepat sekalipun value nya tidak terlalu tinggi.

    Kenapa dipilih forex bukan produk investasi lainnya seperti logam mulia emas atau koin kripto bitcoin yang sedang meroket harganya? Forex menjadi produk investasi yang cocok karena pergerakan harga yang agresif, harganya tidak terlalu tinggi sehingga tidak membutuhkan modal besar.

    Bahkan investasi forex bisa dimulai modal hanya USD 1 saja, ini bisa memberikan kesempatan untuk memulai trading tanpa harus modal besar. Trading forex juga mematahkan anggapan kalau trading butuh modal besar, kenyataannya Anda hanya perlu nyali dan strategi untuk melipat gandakan modal tersebut.

    Bagi Anda yang akan memulai trading forex, jangan terlena dengan keuntungan yang akan didapatkan nantinya tapi lihat dari resikonya. Setiap investasi jelas memiliki resiko masing-masing tetapi hal yang perlu Anda ketahui adalah semakin besar resikonya maka semakin besar keuntungannya.

    Sebelum jauh membahas trading forex dan bagaimana cara investasinya, Anda harus mengenali pergerakannya dan bagaimana menghasilkan keuntungan. Kali ini akan melihat bagaimana perbedaan suku bunga negara yang disadarkan dari hubungan mata uang dan spread obligasi resmi.

    Bagi Anda yang masih awal, tingkat suku bunga negara dipengaruhi oleh dua hal yang saling berkaitan yaitu spread obligasi dan mata uang. Kalau kondisi ekonomi nasional sedang mengalami gangguan hingga mencapai krisis maka membuat bank sentral mengeluarkan kebijakan moneter.

    Ini nantinya akan berpengaruh pada harga forex di seluruh dunia, padahal yang mengalami gangguan hanya beberapa negara saja, kenapa bisa demikian? Ini biasanya terjadi pada negara dengan pengaruh besar sehingga negara lain akan terkena imbasnya dari penerapan kebijakan moneter tersebut;.

    Adanya kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank sentral memberikan pengaruh berbeda bagi setiap mata uang di dunia, inilah yang membuat trading forex semakin menarik. Kalau Anda memilih mata uang yang kuat, jelas nilainya mengalami peningkatan guna menekan laju inflasi.

    Sebaliknya, kalau ini terjadi pada mata uang dengan nilai rendah yang berdampak pada penurunan harga atau pelemahan maka akan terjadi peningkatan inflasi di negara tersebut. Laju inflasi yang terlalu tinggi akan membuat nilai mata uang semakin tidak terkendali dan value semakin terbatas.

    Kenali Mata Uang dan Spread Obligasi

    Ini sebabnya penting sekali bagi trader untuk paham dengan kondisi perekonomian dunia sebelum memulai kembali trading forex, jangan sampai memilih aset trading yang tidak tepat sehingga nilainya terus mengalami penurunan dan tidak bisa memberikan keuntungan yang sesuai keinginan.

    Penting sekali mencegah laju inflasi semakin tinggi karena akan berpengaruh pada perekonomian dalam negeri. Kalau terjadi kenaikan inflasi yang bergerak cepat, ini akan membuat nilai mata uang mengalami penurunan dan terjadinya lonjakan harga di dalam negeri sehingga ekonomi menjadi tidak terkendali.

    Padahal kalau terjadi kenaikan inflasi membuat nilai mata uang mengalami penurunan dengan pergerakan tajam, jelas ini menjadi resiko tersendiri saat Anda ikut dalam trading, pasti lebih banyak mengalami loss dan mengarah pada kerugian besar, ini terjadi karena pasar sedang tidak mendapatkan dukungan bagus.

    Kalau memang akhirnya diterapkan kebijakan moneter yang mengarah pada krisis, Anda harus bisa melihat polanya sehingga bisa tetap ikut trading dengan aman dan menguntungkan. Inilah yang membedakan trader pemula dan trader profesional, bagi yang sudah berpengalaman sudah paham polanya.

    Ini sama halnya saat terjadi fluktuasi harga, jelas banyak trader yang memilih menyingkir terlebih dahulu menyelamatkan aset yang dimiliki dari pada ikut trading dengan konyol dan akhirnya mengalami kerugian. Saat terjadi kebijakan moneter, lihat polanya sehingga muncul celah peluang keuntungan.

    Lihat lagi bagaimana pergerakan harga di pasar forex, apa saja sentiment yang muncul dan bagaimana pergerakan mata uang dunia lainnya. Kalau beberapa hal tersebut memberikan pengaruh positif maka bisa dilakukan trading dan ada peluang untuk ambil untung, kalau tidak lebih baik berhenti terlebih dahulu.

    Tingkat Suku Bunga dan Mata Uang

    Bagaimana bisa nilai mata uang berpengaruh pada suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral? Ini menjadi pertanyaan umum oleh trader pemula, karena keduanya memang saling terkait. Saat suku bunga mengalami peningkatan selalu terjadi kondisi perekonomian yang bagus dengan laju inflasi stabil.

    Coba tengok apa yang terjadi pada sejarah pergerakan kebijakan moneter yang pernah terjadi di dunia, melihat apa yang terjadi pada tahun 2000, dimana saat itu kemajuan teknologi berkembang pesat dan membuat negara-negara maju berlomba untuk hasilnya teknologi terbaik dan tercepat.

    Amerika Serikat sebagai negara super power nampaknya sudah paham dengan kondisi yang terjadi hingga membuat kebijakan menerapkan suku bunga rendah di bawah 2 persen dengan tujuan melindungi mata uang miliknya agar lebih stabil dan pasar internasional tetap berjalan normal.

    Ternyata kondisi serupa juga ditawarkan oleh Australia yang melihat kalau kebijakan moneter bisa mencapai krisis kalau tidak mendapatkan dukungan penuh. Inilah yang membuat Australia menerapkan suku bunga di ambang batas minimal 5 persen, jelas ini membuat Australia mendapatkan sorotan banyak negara.

    Apalagi Dolar Australia (AUD) memiliki nilai yang lebih stabil dibandingkan dolar AS (USD), jelas ini memperlihatkan kalau Australia tidak ingin menurunkan suku bunga terlalu rendah tetap bisa tetap menjaga stabilitas dari nilai mata uang tersebut.

    Ternyata perbedaan penerapan ambang batas suku bunga ini berpengaruh pada kondisi Carry Trade, ini membuat pergerakan mata uang mengalami gejolak karena ketidakstabilan kondisi di pasar. USD mengalami lonjakan tajam dan mata uang lainnya tidak mengalami hal serupa sehingga muncul power baru.

    Jelas ini juga berimbas dengan mata uang lainnya yang berada di seputar keduanya. Pergerakan harga AUD membuat pergerakan nilai dolar Selandia Baru (NZD). Hal serupa juga terjadi di dolar Kanada (CAD) yang berbatas langsung dengan Amerika Serikat. Keduanya mengalami fluktuasi.

    Padahal baik NZD dan CAD tidak memiliki pengatur pada hal ekonomi, kedua mata uang ini dipengaruhi oleh nilai komoditas mayoritas di negara masing-masing, karena memang keduanya memiliki sumber daya yang menonjol dengan bisa sangat berpengaruh pada perekonomian negara.

    Hal ini membuat bank sentral dari kedua negara melakukan langkah cepat guna penyelamatan dengan cara membuat dana lindung nilai, mulai berkonsultasi dengan investor institusi serta melihat bagaimana pergerakan spread dan dipastikan masih berada di posisi rendah agar tidak memicu terjadinya lonjakan inflasi.

    Sudah jelas kalau kondisi ini diabaikan begitu saja akan berpengaruh buruk bagi kondisi perekonomian negara, dimana kondisi ekonomi nasional menjadi tidak stabil, banyak terjadi resiko gagal bayar hingga muncul masalah kriminal hanya karena kondisi ekonomi yang semakin memburuk.

    Kondisi ini mengharuskan negara mengeluarkan kebijakan taktis untuk mengatasi semua kondisi tersebut, kalau tidak lonjakan inflasi akan semakin tinggi. Harga kebutuhan pokok masyarakat semakin melonjak, terjadinya penurunan value pada mata uang serta membuat investor menarik dana investasi.

    Kenapa bisa sampai sejauh ini? Syarat utama kenapa investor berani menanamkan investasi di satu negara adalah kondisi ekonomi yang stabil, keamanan terjamin dan bisa mengembangkan modal yang dimiliki sesuai target periode yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.

    Wawasan Investor Terkait Trading Forex dan Spread Obligasi

    Apakah masih mungkin melakukan trading dengan kondisi perekonomian tidak stabil, bank sentral yang mengeluarkan kebijakan moneter hingga ancaman lonjakan inflasi berlebih? Selalu ada peluang dalam trading sekalipun kondisi terburuk terjadi, tinggal bagaimana pengambilan putusan akhir yang Anda lakukan.

    Kalau memang masih bingung lihat bagaimana grafik pergerakan harga dari mata uang berpengaruh pada negara maju seperti dolar Amerika Serikat (USD). Amati sebelum dan sesudah terjadinya krisis, ini akan jadi sinyal bagaimana trading akan berjalan nantinya.

    Kalau melihat dari grafik yang sudah tersebar, ini terlihat dengan jelas bagaimana terjadinya penurunan harga dari dolar AS yang terlihat pada garis biru, sedangkan untuk dolar Australia (AUD) mengalami lonjakan lebih tinggi.

    Ini memperlihatkan kalau keputusan awal dari Australia memang lebih tepat dan berdampak positif pada perekonomian, sedangkan Amerika Serikat tidak membuat keputusan ekonomi yang tepat sehingga membuat USD terus mengalami tekanan dan nilainya terus melemah.

    Kalau belum yakin keputusan perubahan tingkat suku bunga akan berpengaruh pada perekonomian hingga nilai mata uang negara tersebut. Lihat grafik yang muncul pada pergerakan harga NZD dan USD. Keduanya mengalami tingkat terendah pada 2000, tepatnya di musim gugur.

    Namun berangsur pulih dan kembali mencapai puncaknya pada 2002, hanya terpaut dua tahun yang terjadi pada musim panas. Ini bahkan jadi tarikan garis di luar grafik yang tidak diprediksi sebelumnya, jelas perubahan suku bunga antara AS dan Selandia Baru memberikan dampak positif di kemudian hari.

    4 Faktor Penyebab Kenaikan Tingkat Suku Bunga Berpengaruh pada Value Forex

    Kalau melihat apa yang terjadi pada perekonomian dunia di atas jelas terbilang sulit untuk menerapkan trading dengan santai karena kondisinya sudah mendekati krisis moneter dengan penerapan kebijakan bank sentral yang mengarah demikian.

    Bagaimana cara trader menyikapinya? Inilah yang harus dipikirkan sehingga tidak menimbulkan chaos di pasar forex. Sudah jelas munculnya sentimen akan berpengaruh pada harga namun pilih pengaruh yang memberikan dampak positif bukan mengarah pada krisis.

    Berikut empat perilaku trader yang akan membuat trading semakin tidak terkendali dan kondisi perekonomian semakin buruk, jelas ini bukan terjadi hanya karena satu penyebab saja namun kompleks dan menyeluruh.

    1. Ketidaksabaran Trader dalam Trading

    Kebanyakan trader tidak pernah sabar untuk menantikan momentum tepat agar bisa memulai trading dengan menyenangkan, lihat saja bagaimana mereka secara agresif memulai trading. Kondisi ini lebih baik tidak dilakukan agar tidak memancing chaos semakin tinggi.

    Lebih baik semua trader tetap menjaga kestabilan pasar dengan melakukan aktivitas seller dan buyer secara berimbang, ini akan membantu kondisi perekonomian semakin lancar dan bisa kembali berangsur normal.

    2. Tingginya Tingkat Leverage dan Perubahan secara Cepat

    Akibat trader yang mulai tidak sabaran inilah memancing kenaikan tingkat leverage semakin cepat hingga mencapai batasan maksimal. Kenaikan tingkat leverage dalam trading menjadi mimpi buruk yang lebih buruk dibandingkan fluktuasi harga.

    Ini akan membuat Anda mengalami resiko lebih besar dalam trading, kondisi yang tidak terkendali dan sulit untuk dapatkan profit. Apalagi pergerakan di pasar forex semakin tidak terkendali dengan kenaikan dan penurunan harga ekstrem yang bisa terjadi kapan saja.

    3. Tingkat Ekuitas Tidak Terbatas

    Terkait dengan tingkat leverage yang mengalami kenaikan, ini akan memicu terjadinya perubahan tingkat ekuitas yang tidak terbatas, bisa terjadi kenaikan dan penurunan yang tidak terkendali menjadi mimpi buruk dalam trading.

    Ini akan membuat trader kesulitan untuk melihat bagaimana peluang yang muncul, selain itu kondisi pasar juga tidak bisa diprediksi dengan mudah. Tidak akan mudah menentukan titik entry dan exit, ini juga serupa dengan kondisi buy atau sell yang akan diambil nantinya.

    4. Sentimen Negatif di Pasar Forex

    Semua hal di atas akan terakumulasi menjadi sentimen negatif di pasar yang akan membuat terjadinya tren penurunan harga atau downtrend terus menerus. Jelas ini mimpi buruk yang tidak diinginkan oleh semua trader.

    Normalnya saat terjadi downtrend, trader akan melakukan buy karena harga aset trading sedang rendah. Tapi Anda sudah memiliki banyak aset sehingga perlu melakukan peremajaan dan harus menjual aset tersebut. Menjual aset saat downtrend jelas merugikan karena nilai jual jauh lebih rendah dibandingkan nilai beli di awal.

    Saat terjadi kondisi perekonomian buruk memang bukan jaminan buruk juga untuk trading, tetapi resikonya lebih besar. Apalagi kalau Anda memilih aset trading dengan pergerakan agresif di pasar forex, resikonya bisa berlipat ganda dibandingkan terjadinya fluktuasi harga.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    suku bunga itu bagian dari kebijakan moneter bank sentral untuk mengendalikan angka inflasi, dalam arti memastikan pengeluaran perusahan tidak berubah banyak, dan secara garis besar merupakan usaha untuk menstabilkan dunia usaha itu sendiri

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X