Вход

  • Rekan-rekan yang terhormat. Kami telah memperbarui bagian teknis forum. Jika Anda menemukan bug atau masalah, laporkan di thread ini.
  • Kami masih mengerjakan forum, tetapi Anda sudah dapat berkomunikasi dan membaca artikel

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Risiko Tertinggi yang Dipertimbangkan dan Perdagangkan Sesuai Diri Sendiri
    Click image for larger version

Name:	Tujuan Management Risiko.jpg
Views:	1
Size:	9.9 KB
ID:	13022349
    Investasi jadi jalan tepat untuk mengembangkan modal tanpa resiko besar, kebanyakan investor memilih jalan investasi seperti saham atau logam mulia yang memiliki value besar. Investasi sebenarnya penuh dengan resiko tapi semakin tinggi resikonya maka semakin besar pula keuntungannya.

    Itulah kenapa banyak investor memilih trading atau perdagangan produk investasi, ini cara cepat dan tepat untuk melipatgandakan modal. Kalau investasi bersifat pasif bagi investor, trading akan membuat investor atau pelaku trading yaitu trader akan lebih aktif dalam menjalankan investasi tersebut.

    Kenapa bisa demikian? Trading berbeda dengan investasi, kalau investasi bisa ditinggal begitu saja dan berjalan sesuai yang diinginkan namun membutuhkan kurun waktu lama. Ini sangat bertolak belakang dengan sistem investasi yang diterapkan dalam trading.

    Kalau Anda memilih trading, maka harus selalu aktif dan full trading guna mendapatkan keuntungan maksimal. Berbeda dengan investasi yang butuh waktu lama untuk bisa dapat untung, sekali trading saja Anda sudah bisa hasilkan keuntungan yang diinginkan kalau membuat penerapan trading yang tepat.

    Memang terdengar sangat menguntung sekali memulai trading, terlebih lagi kalau memilih trading dengan produk investasi yang mengalami pergerakan cepat seperti trading forex, trading emas hingga trading bitcoin. Tapi perlu Anda ingat kembali, trading itu high risk high return.

    Resiko akan selalu muncul dalam trading, resiko ini terbagi menjadi dua, resiko mengalami keuntungan dan resiko mengalami kerugian. Dua hal yang berjalan berdampingan dan saling bertolak belakang, tetapi Anda akan selalu mendapatkan keduanya, bahkan dalam kondisi bersamaan.

    5 Resiko Tertinggi dalam Trading Forex

    Membahas tentang resiko dalam trading, inilah yang paling ditakutkan oleh trader. Apalagi kalau Anda memilih jenis trading dengan perubahan harga cepat. Jangan dikira trading forex dengan value kecil maka resikonya rendah, trading forex memiliki resiko paling tinggi karena perubahan harga di pasar forex yang sangat agresif.

    Jangan heran kalau menemukan banyak full time trader dalam trading forex, karena ini memang jenis trading yang populer dan sudah ada berabad-abad lalu. Bahkan awalnya trading forex ini dilakukan secara face to face dengan sederet aturan lainnya, namun kini sudah lebih bebas dan bisa diikuti siapa saja.

    Bagi Anda yang ingin memulai trading dan takut dengan resikonya, sebaiknya ketahui terlebih dahulu jenis-jenis resiko yang muncul dalam trading. Resiko inilah yang akan berpengaruh terhadap untung dan rugi yang akan didapatkan oleh trader, bisa jadi perencanaan Anda harus disesuaikan juga dengan resikonya.

    1. Risiko Tingkat Leverage

    Ini menjadi resiko paling tinggi kalau Anda ikut dalam trading forex, pergerakan pasar forex yang terlalu agresif akan membuat tingkat leverage melambung tinggi atau parahnya mengalami perubahan dengan cepat dan ekstrim.

    Bagi Anda yang cukup awam dengan forex, tingkat leverage ini berkaitan dengan margin, ini merupakan selisih antara nilai jual beli dalam forex. Semakin tinggi selisihnya maka akan terjadi fluktuasi harga, ini akan berdampak buruk pada leverage.

    Padahal idealnya tingkat leverage rendah sehingga bisa memberikan nilai jual beli forex yang tinggi, namun kondisi ini akan membuat pasar menjadi lebih lesu. Kondisi sideways atau stabil tidak diinginkan banyak pihak, apalagi untuk trader profesional yang ingin keuntungan lebih banyak dan lebih cepat.

    Tingkat leverage tinggi memang cukup beresiko namun ini sama halnya dengan kondisi fluktuasi harga, kalau bisa memanfaatkan dan melihat peluang dengan benar maka bisa mendapatkan keuntungan maksimal. Maka dari itu, saat tingkat leverage tinggi harus lebih ekstra lagi dalam membuat sikap saat trading berlangsung.

    2. Risiko Penetapan Tingkat Suku Bunga

    Ini terjadi pada perekonomian makro yang mengakibatkan pergerakan ekonomi dengan dampak besar, siapa yang bisa mengubah tingkat suku bunga? Sudah jelas bank sentral yaitu Bank Indonesia. Kenapa bisa terjadi perubahan tingkat suku bunga, ini kembali melihat bagaimana kondisi perekonomian satu negara.

    Kalau terjadi krisis ekonomi yang membuat investor mulai menarik lagi investasi yang diberikan, jelas ini membuat perekonomian mengalami gejokan dan inflasi melambung tinggi. BI membuat kebijakan penurunan tingkat suku bunga agar perekonomian kembali sehat dan tidak terjadi hutang terlalu besar.

    Apa dampaknya bagi trader yang ikut dalam trading forex? Ini akan membuat value dari beberapa aset forex mengalami perubahan dengan cepat, ada yang bisa jadi melihat ini semua sebagai sentimen positif dan terus mengalami kenaikan aset, ada juga yang tetap stabil ataupun terjun bebas.

    Kondisi setiap aset dalam trading forex memang berbeda, ini tergantung dari sentiment yang muncul. Biasanya aset trading dengan value tinggi tidak mudah mengalami pergerakan, ini terjadi pada EUR, harga Euro tetap stabil di kisaran tertinggi tetapi pergerakan sangat terbatas.

    Inilah yang membuat investor kurang begitu saja, modal awalnya sudah besar tetapi tidak bisa memberikan keuntungan maksimal. Namun beberapa trader menjadikan EUR sebagai investasi jangka panjang karena setiap tahunnya mengalami rata-rata peningkatan yang paling stabil dan terus menerus meningkat.

    3. Risiko Transaksi Trading Forex

    Fluktuasi harga terjadi bukan karena sentimen eksternal, namun transaksi buyer dan seller yang tidak stabil menjadi pemicu utamanya. Ini terjadi karena setiap trader memiliki tujuan yang berbeda. Misalkan saat ini aset trading sudah menipis sehingga modal menjadi lebih besar, maka Anda akan berharap terjadi downtrend.

    Kenapa harus terjadi downtrend saat ingin membeli aset trading yang baru? Ini akan memberikan harga aset yang lebih rendah jika dibandingkan membeli aset saat kondisi sideways atau uptrend. Sebaliknya, kalau ingin menjual aset maka menunggu hingga terjadi uptrend agar mendapatkan keuntungan maksimal.

    Kondisi inilah yang membuat trend di pasar forex mengalami perubahan dengan cepat, jangan kira saat semua trader tengah sell karena kondisi uptrend, tidak terjadi ketidakseimbangan sehingga perubahan trend bergerak dengan cepat.

    Perlu Anda ketahui setiap transaksi besar yang terjadi di pasar forex tentu akan mempengaruhi kondisi pasar forex, ini membuat Anda harus pintar dalam memilih kondisi untuk melakukan trading. Sentimen yang muncul di pasar juga memiliki peran penting, ini pemicu terjadinya kondisi yang bisa jadi Anda inginkan.

    4. Risiko Counterparty dalam Forex

    Banyak yang tidak paham dengan risiko counterparty, mudahnya ini merupakan perusahaan dengan penyedia aset investasi pada investor. Kalau terjadi perubahan harga, pemindahan aset maka investasi akan mengalami gejolaknya bukan.

    Terlebih lagi setiap transaksi dalam counterparty menerapkan pembayaran valas atau forex, jelas ini akan memberikan perbedaan harga yang tidak menguntungkan kedua belah pihak. Kondisi counterparty yang paling tidak menguntungkan adalah saat terjadinya krisis, ini membuat investor ingin melepaskan investasinya.

    Sudah pasti pelepasan aset investasi dalam jumlah besar akan menimbulkan gejolak dalam perekonomian, hal yang pasti terjadi adalah penghentian kerjasama hingga terjadinya pemecatan hubungan kerja. Kondisi ini tidak akan menguntungkan bagi investor dan pekerjanya namun perekonomian negara tidak pernah bisa diprediksi dengan akurat.

    Risiko counterparty ini memang bisa diprediksi dengan melihat bagaimana perkembangan pasar, kebijakan pemerintah hingga kondisi perekonomian dunia. Semakin terjadinya krisis maka investor yang datang dari luar negeri bisa jadi menarik asetnya dan meninggalkan investasi sebelumnya.

    5. Risiko Kondisi Negara Aset Forex

    Resiko kondisi negara dalam trading memang tidak terlalu memberikan dampak besar, tetapi ini akan jadi masalah besar kalau menimpa negara berkembang hingga negara maju yang jadi tumpuan dunia. Coba amati krisis yang terjadi di Amerika beberapa waktu lalu, apakah ini tidak menyebabkan krisis di negara lain.

    Sudah jelas kondisi perekonomian negara adidaya tersebut memberikan sokongan penuh bagi negara sekitarnya. Kalau Amerika Serikat mengalami masalah ekonomi, ini akan membuat beberapa negara lainnya juga menderita hal serupa.

    Bagaimana cara mengatasinya? Ini harus datang dari negara tersebut dan membuat komitmen penuh, dimana tidak lagi ketergantungan dengan negara lainnya. Misalkan dalam masalah pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri hingga hal yang berkaitan dengan pengelolaan negara.

    Kalau negara sudah bisa berkembang sendiri maka tidak perlu takut dengan ancaman kondisi perekonomian negara lainnya. Bahkan bisa memberi dampak pada negara lain yang letaknya berdekatan atau memiliki hubungan kerja sama yang baik.

    3 Toleransi Pribadi Trader dalam Penerapan Trading Forex
    Click image for larger version

Name:	main-qimg-b1475b3707257094fc2ec1df3daaf57b.jpg
Views:	1
Size:	51.0 KB
ID:	13022350
    Tinggalkan sejenak resiko investasi yang membuat banyak trader ketakutan, Anda bisa mulai menerapkan keuntungan trading dengan memberikan self reward. Ini memang jadi trend tersendiri untuk mengapresiasi diri dalam bentuk membeli atau pemenuhan barang dan jasa yang diinginkan selama ini.

    Self reward juga sebagai cara menghargai atas pencapaian diri sendiri, ini bisa terkait dengan pekerjaan hingga goals lainnya. Tetapi bagi trader lebih baik menerapkan toleransi tersendiri terkait dengan self reward kalau tidak ingin kehilangan semoga modal dan momentum dalam trading.

    1. Lifestyle Trader

    Ini menjadi bagian yang paling penting, semakin tinggi tingkatan lifestyle seseorang maka semakin tinggi juga pengeluaran yang harus dikeluarkan. Lebih baik menentukan budget untuk memberikan self reward, ini sebagai kontrol agar tidak lepas dari perhitungan awal.

    Kebanyakan self reward ini terpenuhi secara berlebihan, bahkan ada yang menerapkan self reward dalam bentuk cicilan. Jelas ini akan sangat merugikan, apalagi kalau Anda tidak bisa mengontrol setiap pengeluaran dengan baik.

    2. Pemilihan Time Frame Trading

    Bagaimana cara trader profesional memiliki timing yang tepat dalam trading? Mereka membuat perencanaan dan strategi yang matang dan selalu memperkirakan banyak peluang untung dan rugi sebelum memulai trading. Selain itu selalu punya time frame yang tepat untuk trading.

    Jangan hanya sekedar trading saja, tentukan time frame yang tepat agar hasil trading bisa lebih maksimal. Terkait dengan self reward, kenapa tidak menjadikan modal trading lebih besar sebagai tindakan menyenangkan diri sendiri, toh kalau profit hasilnya bisa lebih banyak dan modal semakin tidak terbatas.

    3. Pengalaman dalam Trading

    Pengalaman menjadi guru paling baik dalam setiap kegiatan apapun, ini juga terjadi pada trading. Bahkan kebanyakan trader profesional memulai trading tanpa pengalaman dan ikut trading secara otodidak. Apakah ini jadi hal yang tepat? Tidak juga karena tidak paham konsepnya.

    Lebih baik Anda mengenal trading dari teorinya terlebih dahulu, pahami konsepnya hingga praktek secara langsung dalam trading. Ini akan membuat Anda mengerti resikonya dan tahu bagaimana peluang untung dan rugi dalam trading tersebut.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    resiko terteinggi di forex adalah trading tanpa pengalaman, akhirnya tidak tau cara mengnalisa market, cara mengetahui arah market tren, masuk op pada level harga dan waktu yang salah, lalu yang terjadi adalah mendapatkan lebih banyak loss hingga kena mc

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X