Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
This topic is closed.
X
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Perbandingan 5 Jenis Pivot Points
    Click image for larger version

Name:	Foto (1).jpg
Views:	1
Size:	43.9 KB
ID:	13022348

    Tidak sedikit trader forex yang menggunakan pivot points sebagai cara untuk menentukan area support dan resistance yang potensial. Sebab, bagi trader forex, cara ini terbilang lebih objektif jika membandingkan dengan indikator lain. Berikut penjelasan lengkap mengenai apa itu pivot point dalam trading forex dan jenis pivot points.

    Apa Itu Pivot Points dalam Forex?

    Sebelum mengenal jenis pivot points, Anda harus paham terlebih dahulu mengenai apa itu pivot point. Pivot point adalah satu dari sekian cara untuk memprediksi harga forex di masa depan. Tidak hanya forex, pivot point sebenarnya bisa Anda gunakan juga untuk trading di pasar ekuitas dan futures.

    Pivot point berguna untuk menemukan area support dan resistance potensial, yang mana keduanya merupakan konsep terpenting saat melakukan trading. Sebab tanpa mengetahui area potensial ini, Anda seperti terjun dari tempat tinggi tanpa menggunakan parasut, yaitu cepat atau lambat akan menghancurkanmu.

    Berbagai jenis pivot points cenderung banyak digunakan oleh trader jangka pendek seperti interval waktu 5 hingga 15 menit. Namun, tidak sedikit pula yang menggunakannya untuk trading jangka menengah yang biasanya terbatas pada interval waktu mingguan atau bulanan.

    Setidaknya terdapat tiga strategi utama untuk menggunakan pivot levels saat trading. Pertama, menggunakannya untuk memulai breakout trading. Kedua, untuk melakukan pembalikan trading. Kemudian ketiga, trader dapat menggunakan pivot point sebagai cara untuk mengambil untung.

    5 Jenis Pivot Points

    Setelah tahu secara umum mengenai apa itu pivot point, berikut beberapa jenis pivot points yang sering trader gunakan.

    1. Standard Pivot Points

    Pertama adalah standard pivot points atau classical pivot point, yang merupakan cara paling sederhana. Kalkulasi awalnya, Anda harus mencari angka pivot point (P) dengan menjumlahkan angka high, low, dan close kemudian bagi tiga.

    P = (High + Low + Close) / 3
    Setelah itu, Anda bisa mencari dua level support (S1, S2) dan dua level resistance (R1, R2). Berikut rumusnya.
    S1 = (P x 2) – Titik High Kemarin
    R1 = (P x 2) – Titik Low Kemarin
    Setelah mendapatkan hasil S1 dan R1, selanjutnya Anda bisa mencari S2 dan R2. Nantinya, hasil S2 akan lebih rendah dari S1 sedangkan R2 akan lebih tinggi dari R1. Berikut rumus untuk mencari support dan resistance level 2.
    S2 = P – (High – Low)
    R2 = P – (High – Low)
    Sampai di sini, Anda sudah bisa menentukan area support dan resistance yang potensial. Anda bisa menggunakan prediksi ini untuk menentukan keputusan saat trading.

    2. Woodie’s Pivot Points

    Jenis pivot points selanjutnya adalah Woodie’s Pivot Points yang juga banyak trader gunakan untuk menentukan area support dan resistance.
    P = (High + Low) + (2 x Closing Price) / 4
    R2 = P + (High – Low)
    R1 = (2 x P) – Low
    S1 = (2 x P) – High
    S2 = P – (High + Low)

    Setelah memahami rumus di atas, Anda bisa memperhatikan bahwa perhitungan Woodie’s Pivot Points sangat berbeda dari jenis pivot point sebelumnya. Pada dasarnya, pivot point ini bekerja mirip dengan Exponential Moving Average, yang mana data terakhir lebih berbobot dibandingkan dengan data sebelumnya.

    3. Camarilla Pivot Points

    Berikutnya ada Camarilla Pivot Points. Jenis pivot points ini ditemukan oleh Nick Scott. Perhitungannya tidak jauh berbeda dengan Woodie karena sama-sama menggunakan harga dari hari penutupan sebagai salah satu variabelnya. Berikut rumusnya.

    R4 = Closing + ((High - Low) x 1.5000)
    R3 = Closing + ((High – Low) x 1.2500)
    R2 = Closing + ((High – Low) x 1.1666)
    R1 = Closing + ((High – Low) x 1.0833)
    P = (High + Low + Closing) / 3
    S1 = Closing – ((High – Low) x 1.0833)
    S2 = Closing – ((High – Low) x 1.1666)
    S3 = Closing – ((High – Low) x 1.2500)
    S4 = Closing – ((High – Low) x 1.5000)

    Pada pivot points ini, Anda akan mendapatkan empat level pivot points. Hal ini dikarenakan sifat pasar yang siklis sehingga pergerakan pasar cenderung berulang dengan kisaran yang hampir sama pada keesokan harinya.

    Posisi stop dapat Anda lakukan ketika mencapai level R4 atau S4 karena pasar dalam kondisi kecenderungan untuk berbalik arah pada hari berikutnya setelah tren yang kuat. Akan tetapi, apabila harga masih terus naik, maka Anda bisa memasang posisi stop dan reverse untuk antisipasi.

    4. Fibonacci Pivot Points

    Jenis pivot points Fibonacci mirip dengan jenis classical namun dengan tambahan rasio 38.2%, 61.8%, dan 100%. Berikut formula untuk menghitung Fibonacci Pivot Points.
    P = (High + Low + Close) / 3
    R1 = P + (0.382 x (High - Low))
    R2 = P + (0.618 x (High - Low))
    R1 = P + (1 x (High - Low))
    S3 = P + (1 x (High - Low))
    S2 = P + (0.618 x (High - Low))
    S1 = P + (0.382 x (High - Low))

    5. Demark Pivot Points

    Berbeda dengan jenis pivot sebelumnya, Demark Pivot Points memiliki sifat kondisional berdasarkan harga pembukaan (opening price) dan harga penutupan (closing price). Demark menggunakan “X” untuk menghitung level R dan lower support line.
    Jika Close > Open, maka X = (2 x High) + Low + Close
    Jika Close < Open, maka X = High + (2 x Low) + Close
    Jika Close = Open, maka X = High + Low + (2 x Close)
    P = X/4
    R1 = X/2 – Low
    R 2 = X/2 - Low

    Banyak trader menggunakan formula Demark Pivot Points bersamaan dengan TD line untuk menemukan level support dan resistance intraday di pasar.

    Menggabungkan Pivot Points dengan Faktor Teknis

    Berbagai jenis pivot points di atas dapat Anda gabungkan dengan berbagai faktor teknis lainnya untuk membuat suatu pengaturan trading yang konfluen. Misalnya, Anda menetapkan bullish trendline dengan grafik 30 menit. Bersamaan dengan itu, Anda juga menambahkan perhitungan Standard Daily Pivot pada grafik tersebut.

    Melalui pivot point, Anda dapat menempatkan long trade ketika harga mulai menjauh dari garis tren dan bergerak naik serta kembali ke level pivot harian pada S1 atau R1. Kemudian sloping trend line akan mendukung secara konfluen dengan memperkuat sinyal dagang.

    Beberapa konfluen lain yang dapat Anda gunakan bersamaan dengan pivot points adalah horizontal support and resistance, trend line, moving averages, Fibonacci Levels, Bollinger bands, dan candlestick patterns. Saat menggunakannya, beberapa trader cenderung memakai hingga tiga kerangka waktu yang berbeda untuk menemukan pivot points yang tumpang tindih.

    Demikian penjelasan mengenai apa itu pivot points serta jenis pivot points yang populer di kalangan trader forex. Anda bisa menentukan sendiri mana pivot points terbaik yang bisa gunakan untuk trading. Untuk menemukan yang terbaik, Anda perlu menguji masing-masing pivot points dengan instrument trading pilihanmu.

Online

Working...
X