Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pemakaian Parabolic SAR dalam Pola Scalping Forex
    Click image for larger version

Name:	Tampilan-Parabolic-SAR.png
Views:	1
Size:	13.5 KB
ID:	13021687
    Investasi yang cukup stabil dan tetap memberikan return dalam kondisi apapun adalah forex. Investasi mata uang asing ini memang cukup menarik, dimana setiap harinya terjadi perubahan harga yang membuat hal ini memberikan keuntungan. Trading forex menjadi bagian tepat untuk melipatgandakan keuntungan tersebut.

    Banyak yang mengira trading forex sejenis judi yang hanya mengandalkan keberuntungan saja, ini salah besar tidak semua orang bisa paham, mengerti dan ikut dalam trading forex. Ini bukan sekedar punya modal, tetapi tahu bagaimana cara meningkatkan modal tanpa resiko kehilangan modal.

    Perlu Anda ketahui trading forex itu sah dah sudah mendapatkan pengakuan, bahkan banyak broker legal dengan aturan resmi sesuai dengan aturan yang berlaku. Cara ikut dalam trading forex juga mudah, cukup daftarkan diri, miliki aset yang Anda inginkan dan lakukan bid serta ask.

    Tetapi cara itu saja tidak cukup untuk hasilkan keuntungan besar, pasalnya Anda harus tahu dengan tepat kapan waktunya bid dan ask. Pasalnya keuntungan dari trading forex didapatkan dari selisih angka bid dan ask, inilah yang membuat trader selalu mencari momentum yang tepat untuk trading forex.

    Salah satu cara yang paling disukai oleh trader adalah scalping, ini strategi yang bisa mendatangkan profit dengan cepat tetapi juga memotong loss yang terjadi. Anda tahu ketahui terlebih dahulu, tidak semua broker menyediakan fitur tersebut karena terbukti merugikan berbagai pihak.

    Mengenal Scalping

    Metode scalping memang cukup populer, ini merupakan strategi yang banyak digunakan dalam trading dengan time frame rendah atau pendek, misalkan untuk menit ke-1 hingga ke-5. Metode scalping ini banyak disebut dengan scalper sesuai dengan namanya untuk memotongan namuns secara tiba-tiba.

    Dimana trader menggunakan metode scalping untuk memotong profit dan loss secara cepat, berbeda halnya dengan penggunaan stop loss yang sudah diprediksi diperagakan berapa, ini dilakukan secara tiba-tiba tanpa melihat akibatnya dalam trading.

    Jelas hal ini sangat mengganggu, bahkan sebelum dilarang oleh beberapa broker, banyak trader melakukan scalping terlalu sering. Akibatnya terjadi pergolakan harga secara cepat, pasalnya terjadi aksi short buy atau short sell yang terlalu mendadak. Hal ini memang menguntungkan, namun tidak disukai oleh banyak trader lainnya.

    Tujuan trader memang tepat untuk mengamankan keuntungan pada per posisi trading, bahkan ini terjadi pada 5-15 pips. Hal ini memang dilakukan untuk menjaring profit, berapapun jumlahnya, sekecil apapun tetap diambil karena memang tujuannya profit. Bahkan saat terjadi loss, trader seperti ketakutan dan langsung melakukan aksi scalping.

    Namun perlu dipahami, metode scalping tidak bisa dilakukan trader yang hanya menjadikan trading forex sebagai investasi sampingan. Ini membutuhkan fokus yang kuat, harus cermat dalam melihat pergerakan grafik harga, pasalnya dalam kondisi apapun harus bisa melakukan aksi cepat tanggap.

    Gerak cepat yang dilakukan oleh trader ini memang harus diimbangi dengan fokus yang tinggi, pasalnya profit kecil juga diambil dalam teknik scalping. Namun ada bahaya yang tidak banyak diketahui oleh trader jika terlalu sering melakukan scalping, inilah yang ditakutkan terjadi oleh trader profesional dan broker.

    Akibat terlalu sering scalping membuat pasar mengalami volatile sehingga terjadi pelebaran spread yang tidak terkendali. Sehingga terjadi fluktuasi harga yang sangat parah, inilah senjata makan tuan untuk penggunaan scalping, saat terjadi perubahan parah inilah profit dan loss yang tipis terjadi.

    Indikator Parabolic SAR

    Indikator yang ditemukan oleh Welles Wilder pada 1978 ini memang jadi indikator teknikal yang terkenal dan banyak digunakan hingga kini. Bahkan teknik ini dibukukan pada buku best seller kalangan Welles Wilder sendiri yang berjudul ‘New Concept In Technical Trading Systems’. Ini merupakan indikator dengan sifat lagging yang akan membantu dalam kondisi trending.

    Dikenal dengan Parabolic SAR, teknik ini akan digunakan untuk mengatur strategi Trend Following. SAR atau Stop And Reverse ini merupakan penanda harga terhenti atau mulai bergerak ke arah sebaliknya dimana memiliki sifat pembalik trend (Reversal).

    Dalam visual grafik harga, indikator Parabolic SAR akan memperlihatkan dengan jelas, bagaimana perpindahan trend dan pengaruhkan pada kondisi harga. Ini akan terlihat saat uptrend sudah memasuki titik tengah, dimana akan muncul PSAR yang dibawahnya, jelas ini tanda jika akan terjadi perubahan trend.

    Namun indikator Parabolic SAR ini juga memiliki kelemahan seperti halnya indikator lagging lainnya. Indikator ini tidak bisa atau tidak mampu membuat prediksi pada saat pasar dalam kondisi sideways atau konsolidasi.

    Saat indikator Parabolic SAR diterapkan dalam kondisi sideways. Hal ini akan membuat terjadinya perubahan titik hingga batas atas ke bawah, inilah yang menjadikan munculnya Fase Signal. Munculnya kondisi ini akan sangat berbahaya dalam menentukan kondisi sebelum masuknya entry.

    Meskipun demikian, indikator Parabolic SAR ini tetap banyak digunakan dan menjadi teknik andalan, bagaimana tidak jika bisa memprediksi terjadinya pembalikan trend. Bahkan bisa digunakan bersamaan dengan indikator momentum seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD).

    Cara Penggunaan Indikator Parabolic SAR pada Scalping
    Click image for larger version

Name:	2.png
Views:	1
Size:	44.9 KB
ID:	13021688
    Apa jadinya jika teknik Scalping yang bisa memotong profit dan loss dengan cepat disatukan dengan indikator Parabolic SAR, ini paling cocok dijadikan prediksi dalam frame time rendah. Mulai dari menit ke-1 sampai menit ke-30, paling cocok bukan untuk day trading dan sangat menguntungkan bagi trader.

    Bukan itu saja, MACD yang digunakan sebagai pendukung dari Parabolic SAR dan Scalping, bisa menjadi konfirmator, apakah terjadinya pembalikan trend atau tidak dan bagaimana kekuatan trend yang akan terjadi, sehingga membuat trader bersiap untuk aksi buy atau sell.

    Pedoman cara penerapan Scalping dengan Parabolic SAR bersama MACD :

    1. Kondisi Trader Ingin Sell

    Trader sebaiknya sell jika terjadi downtrend dalam kondisi sangat kuat. Ini akan terlihat dari indikator PSAR yang berada di atas candlestick. Setelah downtrend terkonfirmasi dengan jelas pada MACD, maka buka entry pada candlestick kedua atau bisa juga tunggu hingga candle ketiga, untuk penetapan harga terbaik.

    2. Perhatikan Kondisi Sinyal Indikator MACD

    Seperti diketahui indikator MACD untuk mengkonfirmasi ini ditandai dengan munculnya dua garis EMA yang paling berpotongan bentuk crossing dengan alur dari atas ke bawah, ini sinyal untuk entry sell. Sedangkan untuk crossing dengan alur dari bawah ke atas ini jadi sinyal untuk buy.

    3. Jangan Terburu-buru Koreksi Downtrend Sebelum Entry

    Saat terjadi downtrend jangan panik dulu dan menunda waktu entry, tunggu dulu hingga moment yang tepat, apakah ini akan terjadi koreksi atau sekedar peubah tidak pasti yang menyerupai dengan candle pembalik.

    4. Penempatan Stop Loss dan Take Profit

    Ini jadi hal utama yang menjadikan keuntungan trader semakin melimpah, meskipun scalping bisa melakukan pemotongan langsung tetap tetap harus menggunakan stop loss untuk mengamankan loss yang terjadi, tetapkan saja 5-10 pips agar tidak terjadi kebocoran besar.

    Untuk take profit, jangan buat terlalu besar tetap sesuaikan dengan titik Swing High dan Swing Low, inilah yang akan menentukan Reward Rationya, berapa keuntungan yang bisa didapatkan dan berapa resiko kerugian yang bisa jadi timbul karena scalping itu sendiri.

    5. Menentukan Posisi Exit Secara Manual

    Hal paling kritikal setelah menentukan entry adalah titik exit. Tidak bisa sembarangan dalam menentukan titik exit karena bisa berpengaruh pada keuntungan dan kerugian yang muncul setelah trading. Patokan utama nya adalah bentuk dari candlestick itu sendiri, bahkan ini dalam bentuk dasar.

    Candlestick inilah yang akan memperlihatkan bentuk konsolidasi atau Reversal sehingga menjadi titik permulaan exit hingga kapan exit mulai dilakukan. Sebaiknya perhatikan munculnya Engulfing, candlestick Pin Bar, bisa juga menunggu munculnya candlestick Shooting Star.

    Apa yang akan didapatkan dengan menerapkan Parabolic SAR dengan Scalping bahkan ditambahkan dengan teknik indikator MACD. Ini akan membuat trader mendapatkan kepastian jumlah profit dan loss dengan baik, strategi scalping paling tepat untuk trader yang takut mengalami banyak kerugian.

    Selain itu, teknik scalping juga paling cocok untuk day trading, pasalnya data valid yang digunakan untuk prediksi menggunakan time frame rendah sehingga prediksi bisa lebih akurat dan tepat sesuai yang diinginkan.
  • <a href="https://www.instaforex.org/id/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    dulu banyak sih yang suka scalping pake indikator parabolic SAR, cuman ini kan indikator lagging, jadi kalo jalan sendiri agak susah, kalo digandeng dengan indikator lain juga bkala jarang signalnya keluar, jadi menurut gw peluang profitnya tidak segambang di contoh di atas

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X