Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Pintar Memakai Indikator Momentum dan Pola Pennant Bearish-Bullish
    Trading forex memang masih menjadi misteri, bagaimana bisa investasi yang hanya melihat pergerakan mata uang asing atau valas mengalahkan investasi saham yang jelas-jelas memberikan return besar. Alasannya jelas, trading forex hanya butuh waktu satu hari untuk hasilkan keuntungan melimpah.

    Hal inilah yang membuat banyak trader atau pelaku trading forex mulai bergerak cepat, bahkan tanpa ragu ikut dalam day trading forex yang buka 24 jam dalam 5 hari sepekan. Mengapa antusiasme tinggi dalam kondisi tidak menguntungkan seperti sekarang? Selama pasar valas masih bergerak maka trading forex akan tetap jalan.

    Jangan pikir trader hanya mengandalkan keberuntungan semata, ini berbeda dengan judi atau permainan keberuntungan lainnya. Trading forex membutuhkan ketelitian, pengamatan yang jeli dan bisa melihat peluang dengan tepat dan cepat. Inilah yang menjadi kunci utama keberhasilan para trader membawa untung jutaan dolar dengan waktu singkat.

    Tidak perlu ragu, ini sudah dibuktikan sejak zaman dahulu bahwa mulai awal abad 20. Sudah banyak sekali atau hampir semua miliarder di dunia merasakan keuntungan jutaan dolar Amerika Serikat dari trading forex. Bukan perkara mudah, mereka harus menemukan formula tepat untuk hasilkan keuntungan maksimal.

    Lantas apa kunci keberhasilan trader profesional dunia hingga bisa mendapatkan keuntungan jutaan dolar, bisa melihat momentum dengan jelas. Timing yang tepat akan membuat Anda tahu, kapan waktunya bid (buy) dan ask (sell). Dua senjata inilah yang membuat Anda bisa sukses dalam trading forex.

    Bicara soal momentum, ternyata ini masuk dalam indikator yang banyak digunakan untuk prediksi kondisi trading forex mendatang. Setiap trader tentu ingin tahu bagaimana pergerakan harga di pasar valas. Inilah yang bisa dijadikan indikator untuk memprediksi pergerakan harga dengan cepat dan tepat.

    Indikator Momentum

    Trader tentu tahu, untuk membuat prediksi yang tepat dibutuhkan data valid dan pengolahan yang tepat. Dalam sistem pengolahan data akan digunakan teknik dan indikator penunjang, indikator momentum ini menjadi salah satu yang terpenting, bahkan menjadi indikator Oscillator tertua.

    Indikator momentum ini banyak juga dikenal dengan Rate of Change (ROC), ini merupakan indikator teknikal yang digunakan untuk memberikan informasi terkait dengan selisih harga penutupan hari ini dengan penutupan di hari sebelumnya.

    Rumusnya cukup sederhana yaitu harga penutupan hari ini dibagi dengan harga penutupan sebelumnya di kali 100 persen. Ini akan memperlihatkan bagaimana momentumnya dalam satuan persen, hasilnya akan jadi perhitungan kekuatan trend yang terjadi di hari mendatang.

    Trader tentu ingin tahu bagaimana trend hari ini agar bersiap dengan modal yang cukup, jika nantinya muncul downtrend maka akan ambil aksi cepat dengan short buy or sell atau memilih bertahan. Sedangkan jika terjadi uptrend, akan ambil aksi cepat dengan short buy or sell atau memilih bertahan dan menunggu perubahan trend selanjutnya.

    Indikator momentum ini akan memperkirakan kekuatan sinyal trend, apakah naik atau turun dengan perhitungan harga penutupan seperti rumus di atas. Dimana menerapkan dua penghitungan utama :

    1. Harga Naik ke Atas Garis 100

    Ini menandakan jika harga akan semakin melambung tinggi dan akan melampaui dari harga standar yang diterapkan dalam periode tersebut. Waktu yang tepat untuk menjual aset guna mendapatkan keuntungan lebih banyak.

    2. Harga Turun di Bawah 100

    Kondisi ini akan membuat harga mengalami penurunan tajam, bahkan hingga di bawah angka 100 yang merupakan ambang batas netral. Ini memprediksi jika harga akan mengalami kecenderungan merosot tajam, trader harus cepat ambil tindakan sebelum aset memberikan waktu merah sepanjang hari.

    Bagi Anda yang sudah menggunakan platform trading forex online seperti milik MetaTrader 4, tidak perlu melakukan penghitungan secara manual. Sudah terdapat fitur yang akan memberikan informasi tersebut, ini akan jadi rujukan dalam pengambilan keputusan, Anda tinggal klik saja hasilnya akan keluar beserta informasi pentingnya.

    Mengapa indikator momentum ini masih saja digunakan? Ini merupakan indikator pendukung untuk teknik Moving Average Convergence Divergence (MACD), dimana bisa memberikan informasi terkait dengan kekuatan sinyal trend yang akan muncul nantinya, namun belum ada penyempurnaan kapan trend akan muncul.

    Tips Penggunaan Indikator Momentum Secara Tepat dan Cepat

    Trader harus tahu dengan jelas dasarnya menggunakan indikator momentum ini sebagai alat untuk mengukur kecepatan dan besaran perubahan harga dalam satu periode tertentu. Indikator ini akan mengalami kenaikan jika terjadi trend yang kuat dan akan mengalami penurunan saat trend mulai melemah.

    Berikut ini beberapa cara penggunaan indikator momentum yang bisa digunakan untuk melihat kecepatan dan besaran perubahan harga trend yang muncul dalam grafik harga di pasar valas :

    1. Penunjuk Arah Trend

    Indikator momentum ini memiliki ciri khusus yaitu nantinya garis kurva akan memotong level 100 mulai dari atas ke bawah. Pergerakan ini akan didukung dengan munculnya candlestick bersifat bearish. Sedangkan untuk pergerakan yang muncul dari bawah ke atas maka akan muncul candlestick bullish.

    Keduanya akan memperlihatkan keuntungan berbeda, saat muncul bearish bisa jadi akan terjadi uptrend, sedangkan saat muncul bullish maka akan terjadi downtrend. Dimana indikator momentum ini akan memperkirakan kekuatan dari trend tersebut, apakah kuat atau rendah tergantung perubahannya.

    2. Indikator Terusan atau Munculnya Pembalik Trend

    Indikator momentum ini juga memiliki fungsi lain yaitu memperlihatkan adanya candlestick pembalik. Dimana nanti akan muncul trend continuation atau penerusan trend dan reversal atau pembalikan trend. Munculnya kedua trend ini akan berdasarkan dari pergerakan harga.

    Ini akan memperlihatkan titik pencapaian berbeda yaitu overbought atau oversold. Kedua titik ini bertolak belakang dan memberikan artian berbeda. Kondisi ini akan menegaskan arah trend yang sering kali mengalami perubahan akibat terjadinya sentimen di pasar valas.

    Misalkan indikator momentum sudah mencapai overbought tetapi secara tiba-tiba turun hingga mencapai bagian netral, sudah jelas potensi terjadinya uptrend gagal dan tidak muncul trend apapun karena harga menjadi stabil. Kondisi serupa juga terjadi saat memasuki titik oversold.

    Hal ini sering kali membuat trader merasa bingung, apakah nantinya akan memasuki wilayah uptrend tetapi kembali di tengah dan cenderung stabil. Saat kondisi demikian bisa diambil keputusan ask. Jika terjadi sebaliknya, maka lebih menguntungkan untuk ambil tindakan bid karena harganya jauh lebih rendah.

    3. Isyarat Munculnya Divergensi

    Indikator momentum in juga bisa mengindikasikan munculnya divergensi bullish dan bearish, dua kondisi bertolak belakang yang harus trader waspadai. Pasalnya ini akan memberikan keuntungan dan kerugian secara bersamaan.

    ·Divergensi Bullish

    Kondisi ini merupakan pembalikan arah trend yang awalnya mengarah pada bearish namun berbalik ke bullish. Kondisi ini semakin diperkuat dengan terjadinya penurunan harga secara terus menerus.

    Dimana indikator momentum akan menunjukkan ke arah low, namun secara perlahan semakin berjalan ke arah los yang lebih tinggi atau Higher Low. Kondisi ini sebaiknya trader segera ambil posisi buy.

    ·Divergensi Bearish

    Kondisi ini merupakan pembalikan arah trend yang awalnya mengarah pada bullish namun berbalik ke bearish. Kondisi ini semakin diperkuat dengan terjadinya kenaikan harga secara terus menerus.

    Dimana indikator momentum akan menunjukkan ke arah High, namun secara perlahan semakin berjalan ke arah profit yang lebih tinggi atau Higher High. Kondisi ini sebaiknya trader segera ambil posisi sell.

    Pola Pennant Bearish dan Bullish

    Munculnya bearish dan bullish yang akan sangat mengganggu pembentukan trend ini juga harus diamati dengan baik. Pasalnya ini akan mempengaruhi volatilitas harga di pasar forex meroket. Pergerakan ini memang dipengaruhi berbagai faktor hingga munculnya sentimen di pasar valas.

    Pergerakan memang bagus untuk pasar valas, namun terjadi tinggi dan cepat ini akan membuat trader sulit untuk ambil action agar dapat untung. Perubahan pola-pola candlestick ini memang harus diperhatikan, dimana nantinya akan mencapai pola pennant. Ini akan memberikan pengaruh cukup besar dengan perubahan harga di pasar.

    Bahkan untuk trader yang mengikut paham trend follower akan menjadi bingung, apa yang harus dilakukan. Pasalnya trader ini selalu mendapatkan keuntungan dari mengikuti trend yang tengah berkembang. Jika terus terjadi perubahan trend maka akan semakin bingung dalam mengikuti arahnya.

    Apalagi kalau sampai salah, ini akan membuat trader mengalami banyak kerugian, pasalnya mereka yang enggan dan malas melakukan analisis data tentu memilih cara instan untuk mendapatkan keuntungan di trading forex dengan mengikuti trend yang ada. Sebaiknya ikuti pola pennant yang terbukti lebih efektif.

    Pengertian Pola Pennant

    Bagi trader yang awam tentu merasa asing dengan pola pennant padahal sudah sering kali melihat atau mengamatinya. Pola ini akan menjadi penanda terjadinya pola pergerakan harga, dimana kemungkinan akan mengarah pada perubahan penerusan arah trend atau trend continuation pattern.

    Pola pennant sendiri terbentuk karena pergerakan trend yang sangat kuat, sehingga membentuk konsolidasi pola segitiga yang membentuk panji-panji khusus. Pola ini sendiri bisa memperlihatkan jika telah terjadi perubahan harga baik naik maupun turun secara tajam dan membentuk pola khusus.

    Sebenarnya terdapat tiga karakteristik utama pola yaitu pola flagpole, breakout dan pennant. Dimana untuk Pola Pennant merupakan titik tengah dari kedua pola lainnya, dimana akan membentuk dua trend tersendiri.

    Dalam pola Pennant akan terbentuk flagpole dan breakout secara sekaligus. Ini akan membentuk dua garis konvergen, dimana akan disatukan dengan pola Pennant itu sendiri. Sehingga bisa dibilang Pola Pennant ini akan jadi perhubung keduanya. Ini karena hanya pada pola Pennant terjadi dua sifat candlestick, bearish dan bullish secara sekaligus.

    Pola Pennant Bearish

    Seperti diketahui, pola bearish adalah pola yang disukai, pasalnya ini mewakili kenaikan harga, saat muncul pola pembalik dengan sifat bearish, ini jadi titik terang jika aset tersebut masih bisa diselamatkan. Lantas bagaimana dengan Pola Pennant bearish, ternyata ini merupakan pola penurunan harga.

    Jangan panik dulu, ini memang terjadi saat penurunan harga tidak terelakan dan mulai mengarah pada downtrend. Pola ini sendiri yang membentuk candlestick kecil dan memiliki bentuk cenderung menyempit, inilah titik awal terjadinya konsolidasi. Inilah yang cukup dibingungkan dari pola Pennant.

    Penggambaran pola pennant bearish diawali dengan bentuk flagpole, ini akan memperlihatkan terjadinya penurunan harga sangat tajam. Setelah itu muncul aksi profit taking atau banyak disebut dengan aksi ambil untung, hal ini terbukti bisa menghentikan laju dengan muncul trendline support.

    Namun tetap ada dorongan untuk terus downtrend dengan munculnya breakout, tapi tetap kalah dengan munculnya trendline resistance, inilah yang menjadi titik balik dan mengubah trend. Munculnya uptrend juga tidak bisa terelakkan, dimana harga terus mengalami kenaikan dan kondisi aset semakin sehat.

    Awalnya banyak yang mengira jika pola Pennant Bearish ini akan merugikan, tetapi tidak. Sesuai sifat aslinya bearish yang merupakan kenaikan harga, ini akan memperlihatkan terjadinya kenaikan harga, meskipun sebelumnya akan menyentuh titik terendah. Ini akan selamat dengan aksi short sell yang kuat.

    Pola Pennant Bullish

    Pola yang bisa jadi menipu, pasalnya ini berawal dari uptrend dan akhirnya mengarah pada downtrend. Bagaimana bisa? Sudah pasti, penggunaan bullish bukan tanpa alasan, ini tetap mengarah pada penurunan harga terus menerus.

    Ini diawali dengan flagpole garis tegak dan menunjukkan kenaikan harga, ini akan mengalami penurunan di awal yang cukup tajam. Ini merupakan bagian pertama, dimana akhirnya berhasil dibelokkan dengan penurunan semakin melambat namun belum ada tanda-tanda terjadinya kenaikan harga.

    Kondisi ini akan mengarahkan banyak trader untuk melakukan Short sell tapi tindakan yang paling tepat adanya short buy. Ini akan jadi reborn yang tepat untuk mengembalikan harga di titik awal, sebelum nanti kembali mengalami kenaikan. Namun gerakan awalnya adalah mengembalikan harga aset ke titik awal.

    Jelas ini pertanda bagus, dimana kondisi downtrend bisa diatasi dengan cepat, biasanya manuver yang paling cepat memberikan pengaruhnya adalah trader profesional. Pasalnya mereka punya aset besar yang jika digerakkan bersamaan, ini akan jadi manuver kuat untuk mendorong terjadinya trend baru.

    Hal ini memang sering kali dilakukan untuk mengatasi masalah downtrend, dimana pergerakan aset dalam jumlah besar akan sangat berpengaruh pada pasar valas. Pasalnya harus ada keseimbangan yang tetap dijaga, jika semua aset dilepas oleh investor, ini akan membuat pasar tidak stabil.

    Indikator momentum ini memang paling tepat untuk memantau pergerakan trend, untuk melihat bagaimana kekuatan trend dan apa yang harus dilakukan nantinya. Selain itu trend juga harus diprediksi mengarah kemana sehingga bisa memberikan sinyal positif atau negara bagi trader untuk memulai pergerakan nantinya.

    Sedangkan untuk Pola Pennant sendiri, jangan mudah terkecoh di awal. Bahkan Pola Pennant Bearish terlihat seperti bullish, pasalnya terjadi penurunan terlebih dahulu baru kembali ke sifat awalnya. Ini juga terjadi pada Pola Pennant Bullish, pastikan tidak terkecoh dengan arah trend yang muncul.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    ngak ada contoh grafik indikator nya ya bro? kalau cuman mau nentukan momentum lebih baik pake MACD aja, toh bisa lihat divergennya juga, bisa lihat kecendrungan reversal juga lebih mudah, toh MACD lebih baik performanya daripada rata2 indkator osilator

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X