Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Apa Itu Ichimoku Cloud?
    Ichimoku Cloud adalah metode analisis teknis yang menunjukkan level support dan resistance, serta informasi penting lainnya seperti arah trend dan momentum. Dibandingkan dengan grafik candlestick standar, Ichimoku Cloud berisi lebih banyak titik data sehingga meningkatkan akurasi perkiraan pergerakan harga.

    Pada dasarnya, Ichimoku Cloud menggabungkan tiga indikator ke dalam satu grafik sehingga trader memiliki beberapa tes pada aksi harga. Ichimoku Cloud dapat digunakan untuk menganalisis aset apa pun yang dapat diperdagangkan, mulai dari saham, opsi, futures, dan lain sebagainya.

    Perlu diketahui bahwa indikator Ichimoku menjadi salah satu dari berbagai sistem indikator teknis yang digunakan oleh trader untuk menilai pasar perdagangan Forex. Melalui strategi cloud trading, ini dapat meminimalkan kerugian yang terjadi dalam perdagangan Forex.

    Asal Usul Ichimoku Cloud

    'Ichimoku Kinko Hyo' atau 'The Ichimoku Cloud' diciptakan oleh seorang jurnalis Jepang Goichi Hosoda, pada akhir 1960-an. Indikatornya mungkin memang tampak terlihat sedikit rumit saat pertama kali melihatnya. Menghitung berbagai plot yang digunakan di Ichimoku Cloud hanya dapat dilakukan dalam skala besar menggunakan komputer, dan ini menyediakan lebih banyak titik data daripada grafik candlestick biasa.

    Saat garis harga berada di atas cloud, indikator memprediksi tren secara keseluruhan akan bergerak ke atas, dan saat harga berada di bawah cloud, cenderung terjadi tren turun. Meskipun Ichimoku Cloud memiliki banyak komponen, tetapi umumnya tidak digunakan sendiri. Trader menggunakannya bersama dengan indikator lain untuk memaksimalkan keuntungan terhadap eksposur risiko, dan sering dipasangkan dengan metrik seperti RSI (Relative Strength Index) dan moving averages.

    Indikator ditandai dengan warna merah atau hijau berdasarkan posisi dua bentang utama relatif satu sama lain. Cloud juga dapat digunakan sebagai wilayah support atau resistance yang dapat diproyeksikan lebih jauh dalam waktu, tidak seperti garis trend statis yang tidak beradaptasi dengan kinerja aset.

    Komponen Cloud

    Ada beberapa elemen yang membentuk Ichimoku Cloud. Elemen tersebut terdiri dari lima moving averages:

    1. Tenkan-Sen

    Komponen pertama dari Ichimoku Cloud adalah Tenkan-Sen, sering diwakili oleh garis merah pada grafik. Tenkan-Sen merupakan moving average yang dihitung dengan mengambil rata-rata tertinggi dan terendah selama sembilan periode terakhir. Pasar dianggap trending jika Tenkan-Sen bergerak naik atau turun.

    2. Kijun-Sen

    Kijun-Sen adalah garis support/resistance yang berfungsi sebagai indikator pergerakan harga di masa depan. Biasanya diwakili oleh garis biru. Kijun-Sen mirip dengan Tenkan-Sen, tetapi mempertimbangkan kerangka waktu yang lebih lama, biasanya 26 periode dibandingkan dengan sembilan periode Tenkan-Sen.

    Ini diukur dengan mengambil rata-rata tertinggi dan terendah selama 26 periode terakhir. Ketika diplot pada grafik, Kijun-sen biasanya tertinggal di belakang Tenkan-sen karena yang pertama terdiri dari periode yang lebih lama daripada yang terakhir.

    3. Senkou Span A

    Senkou Span adalah rata-rata tertinggi dan terendah dari Tenkan-Sen dan Kijun-Sen dan diplot 26 periode ke kanan. Pada grafik, rentang Senkou A diwakili oleh garis oranye. Jika harga sekuritas berada di atas rentang Senkou A (garis oranye), garis atas dan bawah masing-masing menjadi level support pertama dan kedua.

    Sebaliknya, ketika harga bergerak di bawah Senkou span A, garis bawah dan atas masing-masing menjadi level resistance pertama dan kedua.

    4. Senkou Span B

    Ini dihitung dengan mengambil rata-rata tinggi dan rendah dari 52 periode terakhir dan memplotnya 26 poin ke kanan.

    5. Chikou Span

    Chikou Span juga dikenal sebagai lagging span dan diwakili oleh garis hijau. Chikou Span dibentuk dengan mengambil harga saat ini dan menggesernya kembali 26 periode ke kiri. Jika rentang Chikou melintasi harga dari bawah ke atas, ini menunjukkan sinyal beli. Namun, jika garis melintasi harga dari atas ke bawah, itu adalah sinyal jual.

    Sinyal Ichimoku Cloud

    Cloud memberikan arah trend, dan juga menunjukkan level support dan resistance. Ini dibentuk oleh dua garis Senkou Span, A dan B. Tren tergantung pada lokasi harga vis-a-vis cloud. Misalnya, saat harga berada diatas cloud, trennya naik, sedangkan tren turun saat harga berada di bawah cloud. Jika harga berada di Ichimoku Cloud, trennya datar atau tidak ditentukan.

    Kuatnya trend juga dapat dipengaruhi oleh posisi Senkou span A dan B. Misalnya saat A bergerak ke atas B maka trend lebih kuat ke arah bottom-up. Sedangkan sebaliknya terjadi pada saat Senkou span B bergerak ke atas, Senkou Span A.

    Click image for larger version

Name:	ichimoku-cloud.png
Views:	1
Size:	22.6 KB
ID:	13021050
    Saat garis Tenkan-Sen bergerak di atas garis Kijun-Sen, ini merupakan sinyal beli. Idealnya, dua garis dan harga keamanan harus di atas Ichimoku Cloud. Di sisi lain, ketika garis Tenkan (garis merah) berpotongan dan turun di bawah garis Kijun-Sen, itu menunjukkan tanda sinyal jual.

    Kedua komponen dan harganya juga harus ditempatkan di bawah cloud. Trader dapat menggunakan indikator lain seperti Relative Strength Index untuk melengkapi indikator Ichimoku Cloud dengan tujuan memaksimalkan pengembalian yang disesuaikan dengan risiko.

    Mengapa Menggunakan Ichimoku Cloud?

    Dengan menggunakan strategi perdagangan Ichimoku, Anda dapat melihat informasi yang relevan tentang perdagangan Anda secara sekilas, dengan menggunakan rata-rata. Tren keseluruhan naik ketika harga naik di atas cloud. Sebaliknya, tren turun ketika harga turun di bawah cloud.

    Ketika sebuah tren terbentuk, biasanya diberi warna. Jadi, jika Leading Span A naik di atas Leading Span B, tren naik dikatakan terkonfirmasi, dan ruang antar garis dapat terlihat berwarna hijau. Sebaliknya, jika Leading Span A turun di bawah Leading Span B, ini akan membentuk tren turun, dengan spasi di antara garis berwarna merah.

    Sebagai trader, Anda mungkin akan sering menggunakan cloud Ichimoku sebagai area support dan resistance, berdasarkan lokasi relatif dari harga pasar skrip Anda. Anda juga bisa mendapatkan level support dan resistance, yang mungkin diproyeksikan untuk perdagangan di masa depan.

    Hal inilah yang membedakan cloud trading Ichimoku dari kebanyakan indikator teknis lainnya, yang biasanya hanya menyediakan level support dan resistance untuk perdagangan saat ini.

    Sebagai seorang trader, Anda perlu mempertimbangkan untuk menggunakan strategi cloud Ichimoku dengan menggabungkannya dengan beberapa indikator teknis. Hal ini dapat membantu memaksimalkan pengembalian yang disesuaikan dengan risiko Anda. Misalnya, Anda dapat memasangkan strategi cloud dengan Relative Strength Index untuk mengonfirmasi momentum harga skrip ke arah tertentu.

    Selain itu, Anda juga dapat menggunakan indikator Ichimoku untuk crossover. Di sini Anda perlu memperhatikan garis konversi dan melihat apakah garis itu bergerak di atas garis dasar, terutama ketika harga berada di atas cloud, yang berfungsi sebagai sinyal beli yang kuat. Anda juga dapat menahan perdagangan sampai garis konversi turun di bawah garis dasar saat menggunakan garis lain sebagai exit point.

    Ichimoku dapat diterapkan pada banyak situasi dan memberikan banyak sinyal. Untuk menemukan pasangan yang sempurna, Anda perlu memahami sinyal apa yang Anda cari. Jika Anda ingin menangkap momentum, gunakan indikator momentum seperti RSI atau Momentum.

    Jika Anda ingin konfirmasi tren, tempatkan sesuatu seperti Parabolic SAR atau MACD. Jika Anda mencari sinyal beli/jual, Anda juga bisa menggunakan RSI, MACD, atau Awesome Oscillator. Strategi Ichimoku Cloud memang sedikit rumit. Karena itu, Anda perlu memahaminya secara detail sebelum menggunakannya.

    Kesimpulannya, indikator hanya memberikan gambaran struktural tentang bagaimana pasar bertindak. Namun, semua kembali lagi pada trader untuk memutuskan bagaimana cara yang tepat untuk mendapatkan keuntungan dan bagaimana mengendalikan risiko.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalau yang dibahas adalah cloud, maka itu adalah indikasi area trading dan area non trading, secara sederhananya adalah bentuk trenline dalam sistem ichimoku, jadi sebenarnya sih akurat kalao di baca di kerangka waktu 4 jam an
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X