Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trading dalam Kondisi Pasar Risk Off dan Risk On
    Click image for larger version

Name:	risk-on-risk-off-1200x430.jpg
Views:	2
Size:	51.2 KB
ID:	13021043
    Pada saat melakukan trading ketika pasar sedang risk on maupun itu sedang risk off, sebenarnya itu tidak jadi masalah bila Anda sudah mengerti betul beberapa hal dari yang akan disebutkan dibawah ini. Apa saja itu? Salah satunya adalah mengenai pergerakan harga di pasar finansial tidak bisa diprediksi secara pasti.

    Apa yang Anda perhatikan dalam chart harga pasar yang sellau ditampilkan merupakan cerminan dari Supply and Demand yang mana ini akan melibatkan para pelaku pasar di dalamnya, misalnya seperti para-Buyer dan Seller. Bahkan terkadang juga pasar sedang dalam situasi risk on ataupun risk off.

    Bagi trader ataupun investor, biasanya dengan memahami dua situasi yang seperti ini sangatlah penting. Sebagai contoh, bila kondisi pasar sedang risk on, maka pastilah akan menggunakan strategi trading risk on di aset-aset dengan risiko tinggi karena tentu ini akan jauh lebih menguntungkan, begitu juga sebaliknya untuk trading risk off.

    Yang menjadi tujuan utamanya adalah disini Anda akan bisa memahami perubahan kondisi dan menemukan momentum terbaik untuk akhirnya bisa masuk pasar. Semakin tepat momentum dan metodenya, maka biasanya profit yang dihasilkan juga semakin maksimal.

    Apa Itu Risk on dan Risk Off?

    Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih jauh, dalam hal ini mungkin Anda perlu memahami apa sebenarnya pengertian dari risk on maupun risk off. Pada umumnya, dua istilah ini akan menjabarkan tentang mood yang ada pada situasi ekonomi terkini.

    Hal inilah yang nantinya akan mendasari tindakan para investor yang secara masif melakukan aksi jual maupun beli di pasar serta akan mendorong harga supaya bisa bergerak menuju ke arah tertentu. Kondisi risk on ini akan menggambarkan pelaku pasar yang sedang percaya diri terhadap prospek kondisi perekonomian yang semakin membaik.

    Sehingga, para trader maupun para investor akan cenderung mengalihkan modalnya ke instrumen finansial yang nantinya diyakini bisa memberikan imbal hasil tinggi. Aksi trading risk on ini pun akan menciptakan sentimen positif dengan minat risiko tinggi.

    Akibatnya, ada harga instrumen trading yang muncul dimana ini saling berhubungan satu dengan yang lain. Sebaliknya pada kondisi pasar risk off, biasanya para pelaku pasar pasti akan lebih cenderung pesimis terhadap kondisi perekonomian terkini yang kian memburuk.

    Dalam hal inilah yang akan membuat para investor cenderung menarik modalnya dari instrumen berisiko lalu akan beralih ke aset-aset yang yang jauh lebih stabil. Aksi trading risk off seperti ini akhirnya akan menciptakan sentimen negatif di pasar.

    Dampaknya, harga instrumen trading dengan risiko tinggi biasanya pasti akan jatuh atau semakin melemah. Disamping itu, aset-aset yang dinilai mempunyai fungsi sebagai lindung nilai pun nantinya akan semakin menguat.

    Tips Trading Risk on dan Trading Risk Off
    Click image for larger version

Name:	Forex-Trading-Trader.jpg
Views:	2
Size:	46.0 KB
ID:	13021044
    Sebelum para trader mulai menyusun strategi saat melakukan trading, maka langkah penting yang perlu diambil yaitu dengan mengenali kondsi pasar terkini, apakah sedang risk on ataupun risk off. Dan untuk para trader profesional tentu hal ini bukanlah perkara sulit.

    Namun untuk trader pemula, terkadang banyak dari mereka yang mengabaikan langkah ini yang akhirnya akan berakibat pada kesalahan menyusun trading plan karena tidak tahu kapan momentum paling tepat untuk masuk pasar dan aset apa yang sebaiknya diambil.

    Untuk menghindarinya, mak dalam hal ini Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut guna tahu kapan waktu paling tepat saat trading risk on ataupun trading risk off. Diantaranya;

    1. Pilihlah Instrumen Trading Paling Sesuai

    Tahukah Anda bahwa pada saat memilih instrumen paling sesuai dengan strategi merupakan salah satu kunci kesuksesan trading risk on maupun trading risk off yang wajib Anda tahu. Gaya trading risk on ini biasanya akan diambil investor ketika perekonomian sedang stabil.

    Jenis-jenis instrumen yang dipilih pun biasanya mempunyai risiko tinggi seperti saham, pair exotic, pair mayor diman semua ini melibatkan dolar Komoditas. Ekspektasinya adalah mampu memberikan profit lebih banyak.

    Sebaliknya, gaya trading risk off pun akan diterapkan ketika perkonomian sedang tidak menentu. Para investor pun biasnya akan cenderung melirik instrument lain yang stabil seperti emas, obligasi pemerintah AS, Yen Jepang, dan sebagainya.

    2. Perhatikan Chart dan Indikator Sentimen Pasar

    Dari chart harga, maka sebenarnya trader pun mampu mendapatkan banyak informasi berguna. Pada pair-pair mata uang komoditas pun yang umum dinilai berprofil risiko tinggi, dimana trend harganya akan cenderung naik pada saat pasar dalam kondisi risk on, dan turun pada saat pasar cenderung risk off.

    Sebaliknya, mata uang dan aset lain yang dianggap sebagai safe haven tentu akan menguat saat pasar risk off, dan melemah pada saat pasar risk on. Contoh kasus yang sangat erat hubungannya adalah melalui dari pergerakan harga di tengah krisis corona.

    Pada saat penyebaran wabah masih mengkhawatirkan dan pelaku pasar mulai cemas dan khawatir dengan prospek resesi global, maka aset-aset safe haven bersinar sementara dimana mata uang komoditas seperti AUD dan NZD pun mulai merosot.

    Namun pada saat penurunan kasus positif corona mulai menyusut dan ada terdapat wacana pelonggaran lockdown di berbagai negara, maka AUD/USD pun mengalami keniakan. Selain itu, indikator yang biasanya dipakai para trader untuk menganalisa sentimen pasar adalah datacommitment of trader yang dimuat secara mingguan oleh Commodity Futures Trading Commission.

    Meskipun belum sebenarnya masih belum bisa merefleksikan sentimen pasar forex secara menyeluruh,akan tetapi rasio jual/beli yang dimuat oleh para broker-broker forex pun bisa dimanfaatkan untuk mendapat sedikit gambaran mengenai kecenderungan para trader.

    3. Mulai Memantau Perkembangan Berita Ekonomi

    Trader atau investor begitu sangat memperhatikan yang namanya berita ekonomi dimana hal ini dijadikan sebagai acuan untuk menafsirkan kondisi pasar terkini. Respon inilah yang biasanya akan memicu pergerakan harga di pasar, karena nantinya akan menjadi katalis bagi para trader dan investor untuk bisa mengambil posisi.

    Dalam hal ini, biasanya risk on atau risk off pasti akan terbentuk. Pada saat investor dihujani berita-berita positif yang membuat mereka optimistis terhadap perekonomian, maka biasnya mereka akan jauh lebih bersemnagat untuk mengambil aset berisiko tinggi, dengan harapan bisa mendapatkan profit yang lebih besar nantinya.

    Namun pada saat pasar sedang berada diambang oleh berita-berita negatif yang menumbuhkan kecemasan terhadap kondisi perekonomian, maka mereka akan memilih untuk lebih baik bermain aman dengan mengambil aset berisiko yang rendah saja, sehingga terbentuklah yang namanya bias risk off.

    Dengan memperhatikan berita apa saja yang rilis dan seperti apa sentimennya untuk pasar tentu ini akan membantu Anda memperkirakan bias pasar lebih awal. Walaupun demikian, ada baiknya Anda sebagai trader jangan tergesa-gesa mengambil posisi sebelum bias pasar terkonfirmasi.

    Mengapa? Karena tidak jarang para investor yang justru mengambil langkah yang sebaliknya dari ekspektasi umum karena adanya pertimbangan lain yang turut mempengaruhi pasar.

    4. Pantau Money Management

    Trading dalam situasi apapun itu, money management haruslag bisa tetap jalan. Mengapa? Karena, trading merupakan sebuah kegiatan yang berhadapan langsung dengan pasar, dan harga pun kenyatannya bisa berubah sewaktu-waktu.

    Maka dari itu, sangat dibutuhkan tata kelola dana yang sempurna, supaya kerugian bisa diminimalisir pada saat pasar tidak bergerak sesuai prediksi. Dengan menerapkan Money Management yang baik, ini artinya Anda sudah memenuhi salah satu kriteria untuk bisa menjadi trader yang sukses.

    Dari sini kita bisa paham bahwa jika ingin menjadi trader yang sukses maka Anda sebagai trader haruslah sudah menguasai seperti apa kondisi pasar risk off dan on.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    wah relatif itu kondisi risk nya besar atau kecil, itu semua tergantung metode analisa dan pengalaman si trader aja, mau gimana pun resiko trading pasti akan ada di forex, kalau tradernya tidak ada petunjuk apa pun dari hasil analisa, sebenarnya itulah resiko trading terbesar, karena pasti kalo traderny op, tidak ada perencanaan jika op nya meleset dan jadi loss

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X