Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Kuasai Analisa Teknikal atau Belajar Trading Tanpa Analisa Teknikal
    Click image for larger version

Name:	VZ-1.png
Views:	2
Size:	65.0 KB
ID:	13021025Yang menjadi salah satu cara sempurna ketika ingin membuat prakiraan pergerakan harga di masa atau bulan depan pada pasar Forex yaitu dengan menerapkan sebuah analisis teknikal. Tentu dengan ini, para trader akan dapat memantau fluktuasi harga dan menentukan kemungkinan naik atau turunnya harga pasar.

    Lalu apa yang dimaksud dengan tren serta seperti apa cara mendefinisikannya? Tentulah sentimen pelaku pasar akan menentukan arah pergerakan dimana harga-harga di forex tidak akan dapat bergerak ke satu arah, dimana harga ini bisa saja tumbuh atau jatuh. Apabila arah pergerakan harga bertahan dalam jangka sekian waktu, maka dipastikan tren telah terbentuk.

    Tren disebut juga sebagai pergerakan harga berarah yang sudah diamati, dimana hal ini terjadi dalam jangka waktu tertentu saja. Harga pun nantinya akan bergerak melalui nilai tinggi dan rendah.

    Tahukah Anda bahwa ada terdapat beberapa tipe arah tren yaitu Uptrend menunjukkan kenaikan harga dalam periode tertentu. Jika Anda perhatikan sebuah grafik pasar, maka jelas akan terlihat bahwa ini tampak seperti sekumpulan nilai tinggi dan rendah yang terus saja naik. Uptrend inilah yang juga sering disebut tren bullish.

    Lalu ada downtrend yang mana akan mengindikasikan jatuhnya harga. Setiap nilai rendah dan tinggi yang mengikutinya, tentulah akan ada di bawah nilai yang sebelumnya. Downtrend pun terkadang sering disebut sebagai tren bearish.

    Tidak adanya tren yang jelas tentulah ini akan menjadi ciri tren menyamping. Sementara sekumpulan nilai tinggi maupun rendah terletak di level yang sama. Dalam hal ini para trader umumnya akan memperhitungkan beberapa aturan bahwa tren sideways kapan pun itu bisa saja digantikan oleh pergerakan yang kuat.

    Dalam hal ini juga terkadang trader haruslah mampu mengidentifikasi tren saat ini dengan sempurna waktu, baik itu menentukan naturnya, serta membuka order sesuai arah tren. Setidaknya haruslah ada dua nilai tinggi/rendah di grafik supaya bisa menggambar sebuah garis tren.

    Level Support Juga Resistance

    Bagi yang belum mengethaui level resistance dan support merupakan sebuah garis-garis yang paa dasarnya ditarik melalui titik ekstrem pada grafik harga. Dalam analisis teknikal ini sendiri, level resistance dan support pun nantinya akan menunjukkan permintaan dan juga supply atau pasokan ke pasar.

    Bagaimana Agar Dapat Menguasai Analisis Teknikal?

    Dalam hal ini harga mungkin melambat, mendekati level-level ini, akan tetapi juga terkadang dapat melambung lalu mulai bergerak ke arah berlawanan. Apabila harga berhasil memintas level dan menetap, ini berarti tren mungkin akan berubah.

    Biasanya garis yang ditarik melalui titik maksimum itu akan disebut sebagai level resistance, dimana posisinya ada di atas harga pasar saat ini. Di titik inilah nanti para seller dapat memasuki pasar. Garis yang ditarik melalui titik minimum itupun disebut sebagai level support, yang terletak di bawah harga pasar saat ini.

    Di sini Anda dapat menggunakan level support sebagai titik masuk ke pasar jika ingin membuka posisi yang panjang. Pada saat harga turun ke level ini, maka tentulah harga akan kemungkinan akan naik lagi.

    Di sini yang namanya Stop loss haruslah diletakkan di bawah level support. Level resistance sendiri akan digunakan dengan cara yang sama, akan tetpai sebagai titik masuk ke pasar untuk membuka posisi short. Apabila harga mencapai level ini, maka kita bisa berasumsi bahwa harga akan turun lagi.

    Apabila Anda memperhatikan sebuah grafik harga pasar, Anda dapat melihat berbagai pola grafik. Disini ada dua pola grafik yang paling populer yaitu sebuah reversals atau pembalikan serta ada juga continuations atau kelanjutan. Pembentukan pola reversal di grafik ini diartikan perubahan dalam tren.

    Pola demikian pun meliputi Head and Shoulders, Double Top juga Double Bottom. Misalnya untuk Double top adalah pola grafik dari uptrend reversal. Pola ini pun terdiri dari dua nilai tinggi, di mana di dalamnya terdapat harga dua kali mencoba melewati resistance. Apabila menemukan pola ini, maka Anda perlu mempertimbangkan untuk menjual.

    Apabila pola continuation terbentuk pada grafik, ini berarti trend mungkin akan berlanjut. Yang dikategorikan dalam continuations yaitu Flag, Pennant, Triangle, juga Rectangle. Terkadang pola-pola ini akan bertindak sebagai formasi pembalikan/reversal.

    Indikator

    Tahukah Anda bahwa masing-masing indikator dari analisis teknikal biasanya didasarkan pada formula atau rumus tertentu. Formula ini pun dapat bervariasi, semua tergantung pada tipe indikator atau tujuannya.

    Dengan memakai indikator, maka setiap trader dapat menentukan tren, zona serta adanya kelebihan beli maupun sebuah kelebihan jual, volume trading, juga dapat mengidentifikasi kemungkinan reversals.

    Semua indikator ini dapat dibagi menjadi Trend dan Oscillators yaitu sebuah indikator trend yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi trend dalam interval waktu tertentu. Sebagian besar indikator tren pun terkadang dibangun di jendela yang sama dengan grafik harga. Moving Average pun juga sering dianggap sebagai indikator tren paling populer.

    Dengan memakai analisis teknikal pasar keuangan ini seperti ini maka pastilah akan memungkinkan trader untuk meramalkan pergerakan harga, dimana bisa menghasilkan pendapatan yang stabil.

    Belajar Trading Tanpa Menggunakan Indikator Teknikal
    Click image for larger version

Name:	lupakan-analisis-teknikal-dan-fundamental-pemilik-uanglah-yang-menguasai-market-287429-22705.jpg
Views:	1
Size:	33.8 KB
ID:	13021026
    Tidak bisa dipungkiri jika ada banyak trader pemula yang menilai bahwa trading forex itu harus menggunakan indikator teknikal tertentu saja, sama halnya seperti Moving Average, dan sebagainya.

    Kenyataannya, trading tanpa memakai indikator dijamin mampu direalisasikan, sudah banyak sekali trader yang memakainya bahkan kalangan trader pro. Kunci untuk belajar trading ini pun tanpa menggunakan indikator hanya dua, yaitu membiasakan diri hanya dengan menggunakan grafik Candlestick disertai dengan mengenali level-level tertinggi dan terendah pada grafik harga.

    1. Seperti Ini Menggunakan Grafik Candlestick

    Sebagai trader, maka tentulah Anda harus bisa mengetahui bahwa ada tiga jenis grafik dalam trading forex, yaitu grafik garis, grafik batang dan juga grafik Candlestick. Jika dibandingkan dengan jenis grafik lainnya, maka kenyataannya adalah grafik Candlestick lebih informatif juga mudah dianalisa.

    Grafik Candlestick pun ternyata sudah memuat harga pembukaan, dimana harga tertinggi, harga terendah dan harga penutupan secara ringkas di perhatikan. Pada saat harga close di atas harga open, maka nantinya pasti akan muncul candle bullish hijau. Sementara jika harga open di atas harga close, maka pastilah nanti akan muncul candle bearish merah.

    2. Mengerti Jelas Seluk-beluk Level Tertinggi dan Terendah

    Cukup menggunakan grafik candlestick saja ternyata tidak cukup. Bahkan setelah membuka grafik harga, kita pun di tuntut harus pula menarik garis tren berdasarkan swing high dan swing low yang kelihatan. Swing high pun nantinya akan muncul pada saat harga bergerak naik hingga mencapai harga tertinggi tertentu, sebelum kemudian berbalik turun.

    Sebaliknya, pada sat swing low muncul pada saat harga menurun terus sampai mencapai level rendah tertentu, maka sebelum itu akan kemudian berbalik naik. Masing-masing dari titik tertinggi dan terendah ini pun nantinya akan menandai sebuah batas pergerakan harga secara historis, dimana hal ini bisa dijadikan sebgaai patokan untuk open posisi atau take profit.

    Dalam hal ini jika Anda perhatikan hasilnya, tentulah memang benar apabila harga mendekati kisaran tersebut, sebelum kemudian nanti akan nampak berbalik turun lagi. Pembalikan setelah swing high itu, biasanya akan membawa harga kemana? Tentulah kemungkinan akan sampai mencapai pada level support yang sebelumnya.

    Pemahaman-pemahaman seperti inilah yang nantinya pasti akan membantu Anda dalam belajar trading tanpa harus menggunakan indikator teknikal apapun itu. Bahkan saat baru memulai pun, memang pasti akan sulit. Akan tetapi, jika sudah terbiasa, maka Anda bahkan akan bisa memperkirakan seperti apa kenaikan atau penurunan harga dengan selayang pandang chart saja.

    Memang sangat diperlukan sebuah latihan untuk belajar trading tanpa menggunakan indikator seperti ini. Dalam hal ini Anda pun tidak perlu malu lagi untuk berdiskusi dengan para trader-trader lain yang mungkin lebih berpengalaman di komunitas atau forum online nantinya.

    Kesimpulannya adalah selain itu, agar dapat mempertajam analisa, maka dalam hal ini dapat pula dilengkapi dengan pengetahuan mengenai pola-pola candlestick yang berakurasi tinggi, dimana Anda tidak perlu khawatir mengenai apapun itu saat melakukan trading.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kalo candlesticknya tampat tidak beraturan, trader bisa menggunakan trenline dan channel untuk melihat pola yang sejajar dari puncak atas dan bawah yang dibentuk candlestick, tinggal nunggu breaout sambil konfimasi dari indkator lain seperti macd, tapi semua ini butuh waktu latihan supaya trader dapat juga pengalamannnya
    Place your siggy here

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X