Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Jim Slater Penemu PEG Ratio dan Irving Khan yang Abaikan Spekulasi Pasar
    Click image for larger version

Name:	jim-slater-sang-kapitalis-penemu-peg-ratio-124702-1.jpg
Views:	1
Size:	17.7 KB
ID:	13020714
    Trading forex menjadi hal menyenangkan, ini bukan sekadar permainan saja namun bisa jadi investasi yang sangat menguntungkan. Bahkan trading menjadi andalan mayoritas orang di Indonesia untuk menghasilkan uang dalam jumlah besar secara singkat.

    Lantas bagaimana cara mendapatkan keuntungan besar dari investasi trading forex? Padahal tidak setiap saat terjadi penguatan rupiah terhadap mata uang asing. Anda membutuhkan strategi jitu untuk bisa menghasilkan keuntungan atau profit, hal ini juga menghindarkan Anda dari kerugian atau loss saat melakukan trading.

    Bagaimana untuk Anda yang baru mulai trading forex? Apakah punya kesempatan profit di permainan pertama? Tentu saja, asalkan sudah tahu bagaimana cara bermain dan peluang untuk mendapatkan keuntungan. Bagi orang awam sebaiknya ketahui apa itu formula Price-earings to Earning Growth (PEG), ini merupakan kapitalis yang dapat melipatgandakan profit.

    PEG sendiri diciptakan oleh Jim Slater yang merupakan investor sukses di bidang trading forex. Bahkan masyarakat dunia memberikan julukan Sang Kapitalis pada Jim Slater, pasalnya penemuan PEG miliknya telah mempermudah pemain trading forex untuk menggandakan hasil profit.

    Sebelum bergerak dibidang trading forex, Jim Slater memiliki latar belakang pendidikan dan karir yang cukup cemerlang dalam bidang ekonomi. Ia merupakan investor sekaligus konsultan untuk bidang investasi yang paling terkenal di Inggris, bahkan banyak industriawan Amerika Serikat menggunakan jasanya untuk memberikan saran terbaik untuk mengembangkan bisnis.

    Julukan Sang Kapitalis ini tidak datang dari satu dua orang saja, melainkan dari salah satu media massa besar Inggris yaitu The Sunday Telegraph, dimana Slater dipercaya untuk mengisi salah satu kolom khusus untuk investasi yang tanpa diduga disukai dan diinginkan oleh masyarakat untuk memulai investasi.

    Slater banyak memberikan saran tentang metode investasi yang cocok untuk diterapkan sekarang hingga di masa yang akan datang. Bukan hanya memberikan informasi dalam bentuk metode investasi saja, namun untuk strategi investasi berkala yang harus dilakukan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan lebih.

    Nama Slater semakin banyak dikenal setelah menerbitkan buku investasi yang berjudul ‘The Zulu Principle’ yang dirilis pada tahun 1992. Bahkan dalam waktu singkat buku milik Jim Slater ini tembus menjadi buku best seller atau dengan jumlah penjualan tertinggi dalam waktu singkat.

    Mengapa buku milik Jim Slater bisa tembus best seller dalam waktu singkat? Ini karena Ia menjabarkan tentang konsep trading forex terbaru yaitu Price-earnings to Earning Growth Ratio (PEG Ratio).

    Jim Slater merupakan salah satu tokoh kesuksesan trading forex yang berhasil mengukir sejarah. Terlahir pada 1929, Ia merupakan akuntan yang cukup berpengaruh pada industri besar di Inggris, bahkan pernah berada di posisi manajerial utama dalam industri.

    Bukan hanya bermain trading forex sendiri, Jim Slater dengan berani mendirikan perusahaan investasi bernama Slater Walker Securities, ini merupakan proyek besar Slater dengan sahabatnya, Peter Walker.

    Perusahaan yang didirikan pada 1969 ini berkembang dengan pesat karena berhasil membuat perencanaan investasi yang cepat dan tepat, hal inilah yang membuat perusahaan Salter unggul dibandingkan kompetitor lainnya. Bahkan dalam waktu singkat berhasil menempatkan sebagai bank investasi yang paling bergengsi di Inggris.

    Kesuksesan Slater ini memang pernah menemui jalan buntu, tepatnya pada tahun 1974, saat Inggris mengalami resesi besar-besaran. Slater Walter Securities juga termasuk dalam perusahaan yang mengalami kolaps, hal ini membuat Jim Slater mengalami kerugian besar dan membuka hutang yang cukup besar.

    Kebangkrutan ini awalnya membuat Slater ingin memulai usaha baru, namun menurutnya ini bukan solusi. Terjadinya kolaps pada Slater Walker Securities membuatnya menjadi sumber masalahnya, ternyata ini terjadi karena Slater tidak memperhatikan banyak perusahaan kecil yang tetap bertahan di tengah resesi.

    Inilah yang membuat Slater akhirnya bisa bangkit dengan melihat cara perusahaan-perusahaan kecil ini tetap bertahan dan kembali eksis.Hingga akhirnya terciptakan PEG Ratio yang menjadi pedoman bagi investor berinvestasi hingga masa kini.

    Bahkan tidak berhenti sampai disini saja, Slater kembali membangun perusahaan investasi yang bernama Investment Advisory Service atau lebih dikenal dengan nama Company REFS. Alasan utama Slater mendirikan perusahaan ini adalah untuk memonitor perkembangan perusahaan kecil yang kelak bisa jadi kompetitor utamanya.

    Slater juga kembali mengeluarkan buku baru yang masih berkaitan dengan investasi dan bagaimana cara menjadi kaya dalam waktu singkat. Buku berjudul Investment Made Easy yang dirilis pada 1995 menjadi pedoman gampang bagi masyarakat awal untuk berinvestasi.

    Buku terbaru Slater bahkan kembali menjadi sorotan, pasalnya berani mengambil judul besar ‘How To Become Millionaire’ yang dirilis pada 2000. Buku ini bahkan dalam hitungan jam habis setelah diterbitkan, pasalnya semua orang penasaran bagaimana cara menjadi millionaire versi Slater dalam waktu singkat.

    Jim Slater berhasil menjadi investor ulung dalam trading forex dengan mengembangkan PEG Ratio, hal ini bisa jadi sudah menjadi pedoman Anda dalam bermain trading forex online. Banyak pemain mendapatkan profit besar dengan menggunakan metode tersebut, bahkan katalisnya bisa menggandakan profit secara cepat dalam waktu singkat.

    Bagaimana jika hasil profit masih kurang maksimal dan ingin lebih ditingkatkan? Coba gunakan metode permainan yang digunakan Irving Khan. Ini merupakan salah satu investor veteran yang cukup legendaris dan berhasil mengumpulkan profit besar dalam trading forex.

    Irving Khan lebih dikenal sebagai investor yang berinvestasi dengan mengabaikan spekulasi pasar. Terbilang nekat? Tentu saja tidak, Irving Khan punya cara strategi tersendiri untuk bisa tetap profit tanpa harus melihat bagaimana kondisi pasar secara berkala, ini tentu lebih menyenangkan bukan.

    Bagi Anda yang belum tahu, Irving Khan adalah investor tertua dengan tingkat kesuksesan investasi terbaik di dunia. Bahkan dalam wawancara The Telegraph pada 2014 lalu, Irving mengaku selama hidup 108 tahun, selalu melakukan trading dan selalu menghasilkan profit.

    Bagaimana bisa? Padahal dalam trading forex mengenal profit dan loss, kalaupun tidak mengalami keduanya, maka Anda harus hold bukan. Ini tidak berlaku untuk Irving yang menyebutkan sudah bermain trading forex selama 100 tahun.


    Irving Khan yang Mampu Survive dengan Spekulasi Pasar

    Click image for larger version

Name:	f9b7d3f1-834f-47f9-b6f5-30b86c51baab_169.jpeg
Views:	1
Size:	62.1 KB
ID:	13020715
    Lantas bagaimana cara Irving untuk bisa survive dan tetap untung di tengah ketidakpastian pasar? Dengan tegas Ia mengatakan untuk mengabaikan spekulasi yang terjadi di pasar, ini hanya akan membuat keraguan yang nantinya menuju gerbang kekalahan.

    Irving Khan mengaku mulai bermain trading pada 1920, bahkan hal ini sudah Ia lakukan sebelum terjadinya crash di Wall Street yang menyebabkan kekacauan pasar dunia. Bahkan Irving berhasil tetap cuan di tengah perang dunia kedua dan perang dingin yang mengikis kepercayaan pasar di Amerika Serikat.

    Irving bahkan mengaku masih tetap trading forex di tengah masa krisis dan resesi, alasannya simple, Ia akan mengabaikan kondisi pasar. Bahkan berani mengeluarkan statement keras, bahwa pengalaman trading forex yang paling menegangkan adalah saat terjadi peristiwa besar di dunia.

    Bagaimana cara Irving Khan untuk bertahap dengan kondisi mengabaikan spekulasi pasar? Ia mengaku melakukan trading forex dengan cara short sell atau penjualan singkat yang berlangsung cepat. Cara ini membuat Irving mendapatkan keuntungan besar saat pasar dalam kondisi bagus.

    Irving juga mengaku tidak suka hold atau menahan trading terlalu lama, lebih baik tetap terus bermain untuk menghasilkan profit. Irving juga tidak segan membeli mata uang yang tengah mengalami koreksi tajam dengan catatan, biasanya mata uang dijual dengan harga tinggi. Hanya saat kondisi pasar yang membuat perdagangan semakin buruk.

    Bukan hanya mengabaikan spekulasi pasar, namun juga tidak melihat perdagangan saham. Irving mengatakan, kala itu Ia mengandalkan feeling dan terus mengasah kemampuannya secara otodidak. Maklum saja, saat itu belum banyak konsultan sukses yang berhasil membuat formula trading forex menguntungkan.

    Strategi manakah yang harus digunakan? Apakah menggunakan metode Jim Slater yang menggunakan PEG ratio atau menggunakan cara Irving Khan dengan mengabaikan spekulasi pasar demi mendapatkan keuntungan besar. Anda yang harus menentukan sendiri, metode mana yang paling tepat untuk bermain trading forex.

  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    kayaknya itu cuman dipake di company aja bro, kalo kita di forex mah kagak ngitung PEG, lah kalau banyak company di suatu negara harus dihitung semua ya bisa lama banget selesai analisa nya, entar begitu op udah ngak relevan lagi hasilnya

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X