Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Kisah Trader Lee Gettess dan Pakar Analisa Candlestick, Gary Wagner
    Click image for larger version

Name:	pelajaran-trading-dari-pahit-manis-kisah-lee-gettess-113235-1.jpg
Views:	1
Size:	23.0 KB
ID:	13020494
    Lee Gettes dan Gary Wagner, merupakan dua orang yang terkenal di dunia trading. Lee Gettess dikenal sebagai sosok trader professional dan mentor trading. Sedangkan, Gary Wagner dikenal sebagai trader di pasar futures yang berhasil dengan analisa candlestick-nya dalam bidang trading. Trader merupakan investor yang rutin melakukan transaksi jual-beli saham di dunia pasar modal.

    Elemen yang sering digunakan Lee adalah manajemen risiko, sebagai fondasi utama dalam trading menuju kesuksesan di pasar komoditi. Lain hal bagi Gary, candlestick adalah dasar utamanya dalam trading, yang merupakan karakter matematis dari psikologi pemikiran pasar. Ia mengkombinasikan candlestick yang dinamai ‘indikator dari timur’ dengan ‘peralatan ala barat’ sebagai indikator teknikalnya.

    Di dalam pasar komoditi, manajemen risiko dan analisis candlestick merupakan hal yang penting. Keduanya berkaitan untuk menghasilkan profit dan meminimalisir kerugian. Namun, kedua elemen ini adalah hal yang berbeda, serta bukan jalan singkat yang ditempuh oleh Lee Gettes dan Gary Wagner. Bagaimana perjalanan mereka berdua dalam dunia trading?

    Lee Gettes Pernah Tertipu oleh Broker

    Ada seorang broker (perantara untuk berinvestasi) tak dikenal menelepon Lee sambil mengenalkan trading dan pasar komoditi. Lee menceritakan bahwa seseorang dalam telepon itu menerangkan bagaimana pasar komoditi gula mengubah account trading Omar Sharif dari USD50.000 menjadi USD50 juta.

    Broker itu juga meyakinkan Lee bahwa pola pada pasar komoditi gula yang dijalani Omar Sharif pasti berulang. Kala itu, Lee bekerja menjadi pembersih kantor (cleaning service) dan penjaga gedung di General Motors. Padahal, ia memiliki latar belakang di dunia IT.

    Tempat kelahiran Lee Gettess berada di kota Detroit. Di kota kelahirannya, ada beberapa orang yang dalam waktu sekejap bisa menjadi kaya raya meski ia tidak tahu apa kerjaan orang-orang tersebut. Tanpa menimbang-nimbang lebih lama lagi, Lee mengupayakan sejumlah uang untuk bisa jadi kaya raya seperti Omar Sharif.

    Lee Gettess memberikan uang sebesar USD10.000 kepada broker itu untuk ikut serta dalam trading di pasar komoditi gula. Nyatanya, uang yang seharusnya kembali berkali-kali lipat, justru mengalami kerugian besar. Lee hanya mendapatkan USD3,000, yang artinya ia rugi sebanyak USD7.000, kalau dirupiahkan sekitar 100 juta rupiah.

    Kerugian yang dialami Lee Gettess tak membuatnya cepat menyerah. Lee berpikir bahwa jika ada kerugian begitu cepat dan jumlahnya besar, maka ada acara lain untuk mengembalikkan keuntungan secara cepat dan jumlah yang besar juga. Meskipun berpikir demikian, ia masih belum tahu bagaimana caranya.

    Alhasil, untuk menemukan caranya, Lee mulai mencari tahu ilmu seputar dunia pasar komoditi. Ia selalu menyempatkan di waktu senggangnya untuk membaca buku atau menelusuri apa pun yang berkaitan dengan pasar komoditi dan trading. Setelah dipelajari, Lee menemukan hal yang menyenangkan untuk digali yaitu sisi teknikal dari pasar komoditi.

    Transformasi ke Trading for Living

    Di pertengahan tahun 80-an, untuk kedua kalinya Lee Gettess ikut serta dalam trading. Akan tetapi, lagi-lagi nasib buruk menimpa Lee karena pada tanggal 12 Oktober 1987 terjadi crash di pasar saham yang berimbas ke semua pasar kala itu. Kerugian yang diterima Lee sebesar USD1.500, kalau dirupiahkan dengan kurs saat ini sekitar Rp 22 juta.

    Bagi Lee Gettess yang pernah mengalami kerugian jauh lebih besar sebelumnya, menurutnya kerugian sebesar USD1.500 merupakan hasil trading yang tidak sepenuhnya buruk. Kerugian tersebut disebabkan Lee yang tidak mengikuti arah trend.

    Menurut Lee Gettess hal yang bagus mengetahui alasan kerugian tersebut dan dampak acuh terhadap manajemen risiko. Setelah mengalami kerugian, akhirnya Lee mendapatkan profit, dan hasil tersebut digunakan untuk bertahan hidup. Ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan sepenuhnya masuk ke tahap trading for living.

    Ciptakan Terobosan Baru dalam Trading

    Volpat Trading System merupakan software sistem trading yang dikembangkan oleh Lee Gettess pada tahun 1988, dan memasuki peringkat 10 besar sebagai software trading terbaik di dunia. Singkatan dari Volpat itu sendiri adalah volatility and pattern.

    Bagi Lee, cara mengetahui parameter aktivitas pasar diperlukan volatilitas. Apabila pasar dalam keadaan tidak bergerak, maka tidak bisa menghasilkan uang. Pattern berperan sangat penting disini karena bersifat obyektif dan dikenali komputer, yang dimaksud pattern adalah tren pergerakan harga dalam tempo singkat.

    Pattern itu sendiri harus kita yang menentukan, kapan titik-titik entry dan exit-nya. Bukan ide yang bagus untuk membeli jika kondisinya hari ini pasar ditutup dengan harga termurah, esok harinya harga kembali mahal. Berdasarkan pengalaman Lee, tren harga tetap bersifat bearish sehingga pattern harus banyak dipertimbangkan.

    Pada tahun 1993, Lee Gettess memberanikan diri untuk menjual software Volpat Trading System kepada sejumlah trader professional dan 3 institusi besar di bidang keuangan, dengan angka USD675.000 atau sekitar Rp 9,7 miliar.

    Tak berhenti berinovasi, Lee Gettess mempromosikan metode Market Mapping ke masyarakat umum pada tahun 1994. Metode ini dikatakan mampu membetulkan sistem trading yang di-backtest, menjadi lebih akurat dan dapat dipercaya. Lee memperoleh pujian dari trader ternama yaitu Larry Williams karena menemukan metode terbaik untuk mengurangi kerugian dalam trading.

    Keterkaitan Manajemen Risiko terhadap Keberhasilan Profit

    Berdasarkan pengalaman Lee dalam trading, manajemen risiko sangat mempengaruhi hasil profit. Menurutnya, seseorang tidak dapat mengelola pola harga pasar. Namun, satu hal yang bisa dikontrol sebagai seorang trader adalah risiko ketika trading.

    Lee menceritakan, ketika Anda sedang mengelola risiko, Anda harus melihat pola pasar dengan obyektif dan adil. Bukan berarti, menetapkan stop loss dengan ketat. Anda harus menyerahkan ruang untuk pergerakan pasar. Stop loss adalah aktivitas dalam investasi untuk membatasi kerugian.

    Ada nasehat dari Lee Gettess untuk Anda kaum trader pemula. Terapkan pengelolaan keuangan yang baik, dan jangan berangan-angan return atau profit yang tidak logis, seperti berekspektasi return berpuluh kali lipat.

    Banyak dari trader pemula bertanya kepada Lee cara paling optimal dalam trading, hal ini tidak bisa dijawab olehnya begitu saja. Teknik dan cara trading antar individu sangat bervariasi karena berkaitan dengan watak dan tingkah laku seseorang. Apakah trading menjamin Anda sukses? Belum tentu, karena kesuksesan bergantung pada diri Anda sendiri.

    Hal tersebut dialami langsung oleh Lee Gettess ketika bekerja di perusahaan besar General Motors yang menjamin kesuksesan. Padahal, sukses atau tidak, jaminannya ada di dalam dirinya sendiri. Setelah menceritakan kisah Lee Gettes, berikut Anda akan mengetahui perjalanan Gary Wagner yang juga seorang trader, khususnya di analisis candlestick.

    Awal Perjalanan Gary Wagner Sebelum Candlestick
    Click image for larger version

Name:	david-katz-277626-25582.jpeg
Views:	1
Size:	14.0 KB
ID:	13020495
    Gary Wagner merupakan lulusan dari akademi, yang setelahnya langsung bekerja di sebuah broker futures. Sekitar tahun 1989-1990, sudah mulai digunakan candlestick di dalam pasar futures guna melihat pola pergerakan harga.

    Sebelum menggeluti analisis candlestick, Gary terjun selama beberapa tahun di pasar komoditi untuk melakukan trading. Gary menceritakan bahwa selama melakukan trading, ia mengabaikan indikator candlestick ini. Tetapi setelah sekian lama diamati, hal tersebut menarik perhatian Gary untuk dipelajari guna mengetahui sentimen pasar pada saat itu.

    Candlestick Membawa Gary ke Pintu Kesuksesan

    Gary bercerita ketika mulai tertarik dengan candlestick. Awalnya, ia belum memahami kegunaan dari indikator candlestick itu sendiri dan alasan mengapa hal tersebut diciptakan. Di sisi lain, usia dari indikator tersebut sudah tergolong tua tetapi terus-menerus digunakan. Rasa penasaran tersebut memotivasi Gary untuk meneliti candlestock dengan bahan yang seadanya pada zaman itu.

    Selagi melakukan penelitian, Wagner menemukan buku yang ditulis oleh Seiki Shimizu berjudul The Japanese Chart of Charts. Ia mencoba memahami dengan membaca buku tersebut berulang kali.

    Setelah selesai memahami isi buku, Wagner sangat merekomendasikan buku tersebut kepada para chartist di Amerika Serikat untuk dibaca. Buku karya Seiki Shimizu sangat membantu menerangkan ide-ide yang tertera dalam candlestick.

    Gary memberi ulasan bahwa setelah paham bagaimana cara membaca pola candlestick, hasil tradingnya mengalami peningkatan, seperti pendapatan profit yang tetap. Tidak hanya Gary yang merasakan kemajuan, namun klien-kliennya juga banyak yang mengalami peningkatan profit secara drastis.

    Dari pengalaman tersebut, akhirnya Gary menulis buku yang berjudul Trading Applications of Japanese Candlesticks bersama rekannya bernama Brad Matheny. Wagner mengungkapkan bahwa sebagian chartist atau technician, khususnya Amerika Serikat, mereka hanya memiliki peluang fifty-fifty ketika menggunakan candlestick.

    Hal tersebut dikarenakan mereka (technician dan chartist Amerika Serikat) pada saat itu hanya fokus terhadap harga penutupan (closing price). Bagi yang belum tahu, chartist adalah pembuat grafik, sedangkan technician merupakan teknisian di dalam teknikal analisis trading. Mereka kerap kali mengaplikasikan moving averages, menarik garis trend, dan stochastics.

    Pada kenyataannya, banyak sekali informasi yang bisa Anda ambil melalui candlestick, contohnya kaitan antara open price (harga pembukaan) dengan closing price (harga penutupan) dalam suatu periode waktu. Gary berkata bahwa pola pada candlestick yang menggambarkan pergerakan harga dapat memperlihatkan arah bearish atau bullish.

    Inovasi Software Candlestick dan Fundamental

    Tidak henti-hentinya berinovasi menulis buku, Gary juga menciptakan sebuah software Candlestick Forecaster, fungsinya untuk memprediksi pergerakan candlestick. Pada awal pembuatannya, software tersebut hanya digunakan untuk dirinya sendiri dan kliennya dalam melakukan trading.

    Cara Gary Wagner membuat software tersebut adalah dengan mengumpulkan semua teknik dan metode trading dalam candlestick yang sudah ia pelajari dan gunakan. Kemudian, jika sudah terkumpul, ia susun satu per satu metode dan teknik tersebut dan disatukan dalam sebuah software untuk membantu menentukan teknik dan metode yang paling baik digunakan.

    Meskipun terlihat fokus terhadap pola pergerakan candlestick, Gary Wagner tetap mempertimbangkan dari sisi faktor fundamental yang tak kalah pentingnya. Bagi Gary, fundamental tetap bisa disortir secara sistematis karena perannya menunjukkan arah trend pasar. Fundamental dan candlestick merupakan dua hal yang tidak bisa diabaikan dalam menentukan profit dan meminimalisir kerugian. Selain itu, Gary juga aktif menulis buku dan mengisi berbagai acara seminar trading.

    Pelajaran dari Lee Gettes dan Gary Wagnes yang Dapat Dipetik

    Ada banyak hikmah yang dapat Anda ambil dari Lee Gettess dan Gary Wagnes seputar profesi menjadi trader. Pertama dari sosok Lee, jangan mudah tergiur pada suatu elemen investasi yang belum Anda kenal hanya karena ada pihak yang menjanjikan profit berkali-kali lipat dari setoran awal. Anda perlu tahu portofolio dari suatu elemen investasi agar tidak mudah terjebak.

    Kedua, banyak pelajaran dari kegagalan-kegagalan yang dialami Lee, terutama pola pikir. Betapa pentingnya memiliki pandangan pantang menyerah, karena kegagalan Lee yang cukup besar di awal trading tidak membuatnya berhenti belajar dan memahami penyebab kerugian yang ia alami.

    Ketiga, memiliki prinsip ingin terus belajar dan berinovasi seperti Lee dan Gary. Mereka berdua sama-sama menciptakan software yang mempermudah masyarakat umum dalam ber-trading. Dari sosok Gary pun Anda belajar, bahwa jangan pelit dalam berbagi ilmu, cobalah untuk membuat buku yang menambah pengetahuan publik seputar tips trading.

    Pelajaran keempat dari Lee dan Gary yaitu, untuk memulai karier di dunia trading bisa dilakukan oleh siapapun dan tidak memandang usia maupun pekerjaan sebelumnya. Anda lihat Lee yang awalnya pembersih kantor dan penjaga gedung di sebuah perusahaan, sedangkan Gary lulusan akademi, yang akhirnya keduanya bisa menjadi trader terkenal di dunia. Pastinya itu tidak instan.

    Terakhir, untuk para trader pemula jangan pernah berekspektasi akan menghasilkan profit atau return yang tinggi. Anda harus menyesuaikan gaya trading yang sesuai dengan kepribadian diri Anda. Ingat, trading bukan jaminan kesuksesan Anda, tetapi jaminan kesuksesan itu sendiri ada di dalam diri Anda.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    jadi intinya, setelahsi Gary mulai menghitung manajemen resiko dia bisa profit? lalu bangaimana cara menghitungnya? apa cuman cerita sukses tanpa membeberkan jalan suksesnya sendiri?

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X