Вход

Log in with

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trading Forex Ala Trader Pro Melalui Zona Suppy And Demand
    Click image for larger version

Name:	trading-dengan-zona-supply-and-demand-ala-trader-pro-284161-72229.png
Views:	1
Size:	15.0 KB
ID:	13020460
    Berbicara tentang trading forex, bayangkan saja siapa yang tidak ingin sukses di dalamnya? Pastinya pula karena trading forex merupakan bisnis yang tergolong bebas dari ikatan waktu sebab lain dengan karyawan, Anda memang harus sukses dengan cara yang lain.

    Terlebih dalam trading forex ada bagian yang disebut saham dan juga proyek. Salah satu prinsip yang paling terkenal dan cukup bisa diandalkan adalah supply and demand, dimana Anda akan menempati zona keseimbangan sebagai halte-halte zona supply and demand dan sistem trading yang diterapkan

    Supply and Demand Sebagai Zona Keseimbangan

    Bagi Anda yang sudah terbiasa berkutat dengan bisnis trading forex dan melangkah sebegitu jauhnya mungkin saja tidak lagi asing dengan zona keseimbangan. Namun, apakah Anda masih mengingatnya? Zona kerap disebut sebagai halte-halte ini juga merupakan daerah dimana pada saat jumlah pembeli dan barang yang tersedia memiliki besaran yang sama.

    Terlepas dari pada itu, bisa dikatakan pula bahwa hal ini tidak sampai memiliki kekurangan maupun surplus. Seperti yang sudah diketahui, kebanyakan kekurangan atau surplus sejatinya akan menjadi salah satu sebab sebuah perubahan harga yang terjadi secara signifikan. Adapun zona atau halte-halte seperti ini yang dikenal dengan nama zona keseimbangan.

    Terkait zona keseimbangan ini, Anda harus tahu. Sejatinya zona keseimbangan kerap kali diilustrasikan sebagai harga-harga yang cenderung berhimpitan antara satu sama lain. Bukan hanya itu saja, biasanya hal ini juga akan cenderung terlihat seperti orang yang sedang berbaris rapi.

    Pada zona keseimbangan, sering kali pergerakan harga akan tampil bolak-balik terutama pada daerah tertentu sebelum pada akhirnya melakukan breakout serta melanjutkan perjalanannya. Pun tidak dapat dipungkiri, dalam zona keseimbangan ini pula biasanya akan terjadi tawar-menawar harga antara penjual dan pembeli gina menentukan arah pergerakan harga.

    Terkait zona keseimbangan ini biasanya ditampilkan grafik pada konsep dasar hukum zona supply and demand. Namun, apakah Anda masih mengingatnya? Sejatinya terdapat 4 konsep terkait zona supply-demand. Di mana yang pertama, saat permintaan (demand) naik dan supply (ketersediaan) barang tetap, maka akan terjadi kelangkaan barang serta harga akan naik.

    Kedua, apabila permintaan (demam) terhadap barang mengalami penurunan sedangkan ketersediaan (supply) barang tetap, bisa dipastikan akan terjadi penumpukan barang kemudian harga pun akan turun. Ketiga, mana kala demand tetap dan barang meningkat, pun akan terjadi penumpukan barang serta harga akan turun.

    Adapun yang keempat adalah mana kala terjadi demand atau permintaan yang tetap sedangkan barangnya turun, maka ketersediaan barang pun akan langka sedangkan harga akan berubah naik. Keempat poin di atas merupakan acuan bagi keseimbangan suatu harga pada saat mengalami perbedaan ketersediaan barang.

    Supply and Demand Sebagai Zona Ketidakseimbangan

    Terlepas dari ketersediaan zona keseimbangan, pastinya ada juga zona ketidakseimbangan dalam supply and demand. Terkait hal seperti ini, bisa dikatakan pula sebagai zona yang berkebalikan dari zona keseimbangan. Untuk lebih jelasnya, terkait zona ketidakseimbangan sebenarnya adalah zona-zona ekstrim tempat dimana harga dapat bergerak secara signifikan.

    Kemudian, terkait zona keseimbangan ini biasnaya akan ada kecenderungan perbedaan besar antara jumlah pasokan dengan peminatnya. Saat Anda sudah terbiasa dengan zona ketidakseimbangan, maka tidak heran begitu tahu ternyata ada banyak sekali manfaat yang diambil untuk melihat titik-titik penting reversal dan retracement pada pasar.

    Adapun misalkan apabila di dalam zona keseimbangan terjadi kegiatan tawar-menawar antara penjual dan pembeli, maka jelas saja pada zona ketidakseimbangan tersebut sebenarnya telah terjadi kecenderungan dan bias perihal arah gerak harga tersebut. Tidak banyak trader yang menggunakan zona seperti ini.

    Namun, kebanyakan zona ini cenderung digunakan oleh para trader ritel atau pun bank guna menempatkan order-order yang bernilai besar. Terlepas dari digunakan oleh siapa metode yang satu ini, rupanya keterkaitan berapa jumlah order pada zona ketidakseimbangan ini pun, kerap kali dikenal sebagai area likuiditas tinggi.

    Jenis Zona Ketidakseimbangan

    Hasan terkait zona ketidakseimbangan tidak hanya sampai di situ saja. Rupanya zona yang satu ini memiliki ragam jenis yang harus Anda ketahui. Kalau dilihat secara umum, sebenarnya terdapat 2 buah jenis zona ketidakseimbangan yang harus trader ketahui. Pertama, zona supply dan zona demand serta yang kedua ada zona supply and demand.

    Terkait zona-zona ini sebenarnya juga masih terbagi lagi dalam zona penerusan harga dan zona pembalikan harga. Untuk memahami hal seperti ini, baiknya Anda pahami beberapa zona-zona di bawah ini. Pastinya jika tahu banyak pengetahuan seputar zona, jadinya Anda pun akan semakin berpeluang dalam meraih kesuksesan.

    Zona Penerusan Harga

    Bahasan pertama yang harus Anda ketahui adalah tentang zona penerusan harga. Terkait zona yang satu ini, maka akan menampilkan kecenderungan di mana nantinya harga akan terus bergerak melanjutkan perjalanan, serta biasanya akan muncul setelah pergerakan kuat ke satu sisi terjadi pada pasar. Terkait waktunya, sebenarnya ada banyak pilihan yang cocok.

    Pertama, ada zona drop base drop supply. Apa yang dimaksud dengan zona drop base drop supply? Zona drop base drop supply sebenarnya merupakan definisi dari suatu daerah yang menjadi tanda di mana akan terjadi penurunan harga secara signifikan. Misalkan Anda menjumpai harga pullbac, maka disebut zona Drop Base Drop Supply (DBD Supply).

    Adapun terkait zona sering ini bukan hanya melakukan pullback ke daerah tertentu saja, melainkan setelah menembus suatu support atau suatu zona keseimbangan bisa dikatakan pula sebagai zona drop base drop supply. Wajarnya, sebagai seorang trader Anda memang harus tahu tentang hal yang satu ini.

    Kedua, ada zona really base really demand. Kalau zona yang satu ini sebenarnya merupakan suatu zona di mana daerah ini akan menjadi tanda sesuatu akan terjadinya suatu kenaikan lanjutan pada harga yang bergerak secara signifikan. Terkait zona ini juga akan menjadi pullback harga pasca berhasil menembus resistance atau zona keseimbangan.

    Zona Pembalikan Harga

    Apa yang disebut zona pembalikan harga? Sebenarnya merupakan suatu kecenderungan pergerakan harga yang akan berbalik arah, di mana zona ketidakseimbangan ini biasanya akan muncul begitu harga pasar mencapai titik resistance. Harga yang mencapai level itu sudah pasti akan memutuskan untuk berbalik arah kemudian menjauhi zona tersebut.

    Sama seperti zona di atasnya, dalam zona pembalikan harga ini pula akan memerlukan waktu yang yang terbilang berbalik pada suatu harga tertentu. Sama seperti zona di atasnya, zona ini juga terbagi menjadi dua bagian, yakni zona rally base drop supply dan zona drop base rally demand. Apa sajakah makna-makna dari zona tersebut?

    Pertama, ada zona rally base drop supply. Dari namanya saja sudah hisa.ditebak. Bahwa zona yang satu ini merupakan suatu wilayah yang akan menandai suatu pembalikan harga dimana suatu kenaikan akan bergerak ke arah penurunan. Harus diketahui, begitu menyentuh zona ini bisa jadi harga tidak kembali. Penyebutannya adalah RBD Supply.

    Kedua, ada zona drop base rally demand. Satu hal yang harus Anda ketahui tentang zona-zona ini adalah suatu daerah yang nantinya akan menjadi penanda suatu pembalikan harga dari sebuah penurunan ke kenaikan. Perlu diperhatikan, begitu menyentuh zona ini, nantinya suatu harga bisa saja tidak pernah kembali kemudian disebut sebagai DBR Demand.

    Menggambar Zona Ketidakseimbangan? Bagaimana?

    Terlepas dari membaca seputar zona-zona di atas, apakah Anda masih ingat kalau zona-zona ini merupakan bagian yang memiliki grafik? Lantas bagaimana cara menggambar zona ketidakseimbangan? Untuk memahami hal ini, pastinya sebelum mulai menggambar zona ketidakseimbangan, perlu diketahui bahwa sejatinya zona ini lebih mudah.

    Lebih mudah dari apa? Tentu jauh lebih mudah dibandingkan melakukan proses gambar memakai zona seimbang seperti biasanya. Bisa dikatakan saat Anda mulai menggambar zona ketidakseimbangan akan menjumpai suatu bias yang nantinya mampu menimbulkan kesan perspektif. Begitupun jika Anda mulai menggambar zona keseimbangan, maka tidak akan timbul pada zona ketidakseimbangan.

    Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Bisa dijadikan jawaban yang logis, bahwa pada saat proses menggambar salah satu zona tersebut, maka jelas saja akan digunakan yang namanya patokan pola-pola candlestick yang sudah terkenal. Pastinya bukan hanya pola-pola di atas saja, melainkan ada sejumlah pola candlestik bernama pun bar/doji dan engulfing/harami/piercing.

    Trading Dengan Supply And Demand, Bagaimana?

    Setelah membaca lebih jauh tentang pembahasan di atas, sudah sebaiknya Anda membaca bagaimana cara menggunakan supply and demand untuk dijadikan sebagai salah satu metode melakukan bisnis trading forex. Sebelum membahas lebih jauh, ingat pula 4 aturan, yakni sell hanya di supply, buy hanya di demand, Selalu lihat ke kiri, dan selalu perhitungkan risiko detail.

    Maka setelah Anda mengetahui 4 aturan penting dalam trading forex di atas, kini sudah saatnya mengetahui bagaimana sistem trading dengan zona ketidakseimbangan supply and demand itu bekerja. Pastinya, dengan memanfaatkan sistem trading seperti ini nantinya akan difokuskan hanya pada entry pullback/retest/retracement saja.

    A. Setup Trading

    Sebelumnya, apakah Anda pernah mendengar istilah setup trading? Jika belum, kebetulan sekali karena kali ini akan diketahui kondisi setup trading sebenarnya selalu diharapkan bukan untuk melihat tren secara keseluruhan, melainkan sesuatu yang harus dilihat terkait di mana letak harganya dalam kondisi time frame yang besar.

    Pada pembahasan kali ini, silakan Anda bayangkan saja ada chart time frame 1-hari EUR/USD. Anggap pula bahwa chart time ini menampilkan harga pada saat sedang posisi di dekat zona RBR Demand-nya. Mengenai zona yang satu ini, perlu Anda ketahui sejatinya sempat menjadi zona yang hampir dikunjungi beberapa tahun yang lalu.

    Hanya saja karena ditolak wajar saja jika belum sempat memasukinya. Dalam kondisi seperti ini wajar saja jika harga pada akhirnya akan bergerak kembali bertengger pada daerah sebelumnya. Kemudian, pada saat mengalami pembalikan harga ke zona itu pun beberapa tahun yang lalu tidak diikutkan, maka tak heran jika saat ini merupakan momen pullback pertama harga.

    Mengetahui bahwa harga saat ini menduduki zona Demand, tak heran jika fokusnya akan lebih menjorok pada peluang mencari nuy pada time frame yang lebih kecil. Kemudian, silakan Anda buka salah satu time frame di bawah 1-hari untuk memulai trading. Untuk selanjutnya, Anda bisa sesuaikan time frame ini dengan jenis trading yang digunakan.

    B. Market Filter

    Market filter adalah salah satu cara melakukan trading ketidakseimbangan. Terutama pada saat menyaring market, kami menyarankan Anda untuk menandai lebih dulu zona ketidakseimbangan yang ada pada time frame 1-hari atau 1-minggu. Tujuannya apa? Tentu saja untuk melihat posisi harga saat ini jika dilihat dari big picture-nya.

    C. Exit

    Selanjutnya, Anda juga jangan lupa untuk melakukan exit. Pada saat melakukan kegiatan ini, bisa jadi Anda bingung, akan melakukan BEP atau Trailing Stop? Tidak perlu bingung, silakan saja pahami dulu, kalau exit yang berasal dari sistem trading, biasanya fokusnya pada zona kebalikannya.

    Untuk lebih paham, bayangkan saja bahwa Anda menjual pada supply. Dalam kondisi ini, Anda kembali dibingungkan dengan di mana letak level amannya. Maka bisa jadi, level take profit merupakan salah satu level yang paling aman dan tentu saja posisinya ada pada bagian demand terdekat.

    Sampai di sini, Anda juga perlu mewaspadai bahwa harga pasar tidak bisa diperkirakan semulus ekspetasi. Sering kali dijumpai bahwa harga yang sudah running profit justru cenderung akan berbalik menjadi loss bahkan pasca ditinggal beberapa saat. Untuk memangnya, tidak perlu panik.

    Mayoritas trader justru lebih memilih untuk menggunakan trailing stop atau memindahkan SL ke BEP (Breakeven Point). Sampai di sini, Anda dibingungkan kembali pada sebuah pertanyaan, mana yang baik digunakan untuk sistem trading ini? Untuk meyakinkan jawaban atas pertanyaan tersebut, silakan simak kelanjutannya.

    Berdasarkan sosok trader support and demand yang selama ini dikenal banyak trader yaitu Sam Seiden, umumnya yang terbaik dipakai sesungguhnya hanya memindahkannya pada BEP. Sampai di sini, mengapa? Tentu saja karena nantinya penggunaan dan dalam mengaplikasikannya akan cenderung ke arah perhitungan risk reward ratio.

    Misalnya saja jika Anda menjumpai adanya chart open posisi pada suatu problem trading forex, rasio perbandingan risk dan reward yang digunakan adalah 1:3. Lantas, masih menurut Sam, sebenarnya Anda baru boleh memindahkan SL ke breakeven point saat harga running saat setelah mencapai keuntungan sebesar 2 kali risk yang Anda tetapkan.

    Entry

    Terlepas dari bahasan exit, kini kita beralih pada entrynya. Dimana seperti yang sudah pernah dijelaskan sebelumnya, entry dalam strategi seperti ini sebenarnya bisa berasal dari pullback, retrace atau bahkan bisa jadi pula dari Retest yang ada pada zona ketidakseimbangan supply and demand.

    Terkait Ketentuan entry itu sendiri, sebenarnya tidak sulit. Justru semakin sering zona itu muncul, maka jelas saja nantinya akan semakin tidak valid zona tersebut. Dalam kondisi seperti ini, dapat diketahui bahwa tentu saja Pullback pertama selalu dianggap yang terbaik. Terlebih saat suatu tindakan membuahkan keuntungan.

    Adapun beberapa trader SnD, cenderung akan memasang pending order yang berlapis terutama di zona-zona ini. Setiap trader memiliki keinginan sendiri-sendiri mengenai pemasangan hal ini. Akan tetapi, sebagian besar trdaer akan melakukan pemasangan sebelum masuk di zona harga, beberapa lagi proses pasangannya ketika harga sudah dekat pada zona di batas akhir.

    Mengapa bisa terjadi perbedaan waktu pemasangan ini? Tentu saja karena sebenarnya memang tidak ada yang tahu kapan harga akan benar-benar ditolak atau zona. Sebagai trader profesional sekalipun, kami biasanya juga akan lebih prefer untuk menunggu harga mendekati batas akhir zona, mengingat risiko yang ditanggung jadi jauh lebih kecil dengan keuntungan besar.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    wah kayaknya rumit teknik ini, coba dikasih contoh yang banyak supaya ngerti gimana cara baca arah demand dan supply, lalu batas kelemahan teknik ini kira2 di maan aja, supaya banyak yang ngerti cara penggunaannya

    Comment

    Advanced mode

    Online

    Working...
    X