Вход

Login |
  • Rekan-rekan yang terhormat. Kami telah memperbarui bagian teknis forum. Jika Anda menemukan bug atau masalah, laporkan di thread ini.
  • Kami masih mengerjakan forum, tetapi Anda sudah dapat berkomunikasi dan membaca artikel

RULES FORUM ~ Wajib dibaca oleh seluruh member Indo.MT5 !

Setiap member forum Indo.MT5 diwajibkan untuk membaca
dan memahami Peraturan yang diberlakukan di forum ini.

Adapun link dari thread-thread yang berisi Peraturan Forum adalah sbb:
  1. Indo MT5 Forum Rules
  2. Peraturan Bonus Posting


Rules untuk thread tertentu secara spesifik:
Sebaiknya member lama juga mengecek kembali thread-thread
yang berisi peraturan tersebut secara berkala, agar tahu jika ada update.

Harap menjadi perhatian seluruh member.

Terima kasih.




Ttd,
Admin & Moderator.
See more
See less
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts
20
  • #1 Collapse

    Trading Teknis Memakai Breakout Trading Melalui Fobonacci Retracement

    Click image for larger version

Name:	fibonacci-support-resistance-end.png
Views:	1
Size:	50.9 KB
ID:	13020434
    Trading forex yang dilakukan oleh sejumlah trader rupanya memiliki banyak sekali jenis yang perlu kita kenali. Di samping itu, perlu Anda ketahui juga bahwa salah satu jenis trading momentum, yang masuk dalam jenis trading teknis, trader memperhatikan tanda-tanda saham akan segera ‘meledak’.

    Maksudnya adalah dengan melakukan pergerakan harga searah nantinya akan signifikan pada volume tinggi untuk jangka waktu yang cukup yang dapat menghasilkan profit. Jika memperhatikan garis momentum, dapat diketahui bahwa momentum trader telah terlibat dalam analisis teknis dengan memeriksa grafik saham untuk tanda-tanda breakout.

    Trading Teknis Pakai Breakout Lewat Fobonacci Retracement

    Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, bahwa jenis trading forex sangat banyak. Dalam bahasan kali ini akan kami tuturkan sejumlah jenis-jenis trading agar mudah dipahami. Dimana yang pertama, ada jenis trader Scalper. Trader scalper memiliki makna seorang individu.

    Maksudnya adalah bahwa seorang individu nantinya akan melakukan ratusan trading per hari dalam upaya untuk bisa (scalp) sekalipun hanya profit kecil dari setiap trading dengan mengeksploitasi bid-ask spread. Terlepas dari jenis trading scalper, pastinya ada beberapa jenis trading lainnya.

    Jenis trading kedua, yakni trading dengan momentum. Perlu Anda ketahui, bahwa maksud dari momentum trader mencari saham ini nantinya bergerak secara signifikan dalam satu arah dalam volume tinggi. Para trader biasanya akan berusaha untuk mencoba memanfaatkan sejumlah momentum dan akan mendapatkan profit yang diinginkan.

    Jenis trading yang ketiga adalah trader teknis. Satu hal yang perlu Anda ketahui, bahwa terkait Trader teknis sejatinya lebih cenderung fokus pada grafiknya. Tidak dapat dipungkiri, para trader trading teknis ini akan mengamati garis-garis grafik saham atau indeks untuk mencari tanda-tanda konvergensi atau divergensi yang mungkin mengindikasikan sinyal beli atau jual.

    Adapun jenis trading lainnya biasa disebut dengan fundamental trading. Fundamental trading atau fundamentalis trading suatu perusahaan sering kali bergerak berdasarkan analisis fundamental. Nantinya fundamental akan memeriksa peristiwa perusahaan seperti halnya laporan pendapatan aktual, pemecahan saham, reorganisasi, hingga akuisisi.

    Jenis trading yang terakhir biasa disebut dengan swing trading. Terkait swing trader ini yang harus Anda ketahui adalah trader fundamental yang kebanyakan menahan posisi lebih dari satu hari. Biasanya mereka merupakan swing trader karena perubahan fundamental perusahaan akan memerlukan beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu untuk berhasil.

    Itulah beberapa jenis trading yang perlu Anda ketahui. Ada satu hal pula yang harus diketahui, bahwa biasanya para trader pemula akannlebih memilih untuk bereksperimen dengan masing-masing teknik di atas. Namun, tidak dapat dipungkiri jika mereka pada akhirnya harus menetapkan satu yang cocok dengan pengetahuan dan pengalaman investasi sendiri.

    Pastinya dengan gaya yang mendorong para trader pemula ini untuk mencurahkan riset, edukasi, dan praktik lebih lanjut. Seluruh buku teks pun sebenarnya akan dikhususkan untuk setiap gaya meskipun banyak judul seperti “Day Trade Online” atau “How to Get Started in Electronic Day Trading” tidak jelas tentang jenis trading apa yang mereka dukung.

    Penjelajahan Teknikal Trading

    Sebelum terjun lebih jauh ke trading forex, sebelumnya apakah Anda sudah pernah mendengar istilah Technical trading? Jika belum, sejatinya technikal trading merupakan suatu gaya yang lebih luas yang tidak selalu terbatas pada trading. Sejatinya kebanyakan, seorang teknisi akan pola data trading historis guna memprediksi apa yang mungkin terjadi pada saham masa depan.

    Terlepas dari bahasan tentang dunia teknis trading forex, ma tantangan analisis teknis Sebenarnya merupakan ketersediaan ratusan indikator teknis yang ada. Selain dari pada itu, tidak dapat dipungkiri sekalipun tidak ada satu indikator yang dianggap lebih baik secara universal, maka tak heran jika hanya ada beberapa indikator atau kelompok indikator saja.

    Terlepas dari pada itu, mungkin nantinya akan juga berlaku untuk keadaan tertentu. Untuk indikator-indikator teknis sangat bermanfaat untuk beberapa industri yang berguna sebagai klarifikasi tertentu yang berhubungan dengan saham. Beberapa pola unik ditunjukkan oleh saham yang sangat diperdagangkan sepanjang sejarah, beberapa indikator mungkin hanya relevan untuk saham individu tertentu.

    Satu hal yang perlu Anda ketahui, terutama tentang Indikator teknis, sekilas sebenarnya sangat mirip dengan indikator momentum. Saking miripnya, tak heran jika ada banyak trader yang mengatakan bahwa sesuatu bukanlah solusi sederhana sekalipun untuk memutuskan kapan membeli atau menjual.

    Sejumlah trader para pengguna indikator momentum lebih akrab disebut prediktor yang buruk untuk waktu yang tepat. Meskipun begitu, mereka tetap memiliki keunggula yang patut diacungi jempol. Terutama dalam hal menunjukkan saham mana yang merupakan kandidat untuk analisis lebih lanjut dengan data terperinci seperti layar level 2.

    Beberapa di antara trader forex pastinya sudah pernah mendengar sejumlah kelompok umum para trader yang menggunakan indikator teknis. Pertama, ada indikator yang disebut sebagai Relative Strength Index (RSI). Perlu Anda ketahui, sejatinya indikator Ini memiliki peran dalam mengukur kinerja saham terutama perihal kaitannya dengan kekuatan historisnya.

    Pastinya dengan memanfaatkan metode perbandingan jumlah dan besarnya sebuah penutupan yang bergerak naik dan turun baru-baru ini dan historis. Maka apabila RSI naik ke atas 80, tak heran jika mungkin saja akan mengindikasikan kondisi overbought, bermskna merupakan sinyal jual. Ada pun saat bawah 20, RSI menunjukkan saham oversold, yang bermakna sinyal beli.

    Indikator trading lainnya ada range trading. Terkait range trading ini perlu Anda tahu, maknanya adalah rangkaian harga tertinggi, terendah, dan beberapa penutupan diplot pada grafik waktu tertentu. Di samping itu, ada pula garis support dan resistance yang akan ditarik melintasi bagian bawah dan atas range.

    Mengenai indikator range biasanya akan terjadi breakout. Dimana pada saat breakout terjadi, pastinya harga pun akan mempertahankan pergerakan, bahkan untuk satu atau dua periode, di atas atau di bawah range juga akan mengalami pergerakan serupa. Bisa dikatakan pula bahwa hal seperti ini bagian yang tak disangka-sangka.
    ---
    Adapun indikator teknis lainnya ada anlisis pola. Satu hal yang perlu Anda ketahui tentang analisis pola merupakan suatu bentuk analisis teknis yang paling mudah dipahami. Akan ditampilkan sebuah grafik harga yang sama dan akan membahas di mana pada di atas dianalisis untuk pola tertentu.

    Karena dianalisis pada pola tertentu, maka nantinya juga dipandang secara historis pun muncul pada saham yang sama atau untuk pola umum yang terlihat di banyak saham dari waktu ke waktu. Mungkin Snda penasaran dengan pola yang seeing diamati? Biasanya pola head-and-shoulder, pola triangle-up atau triangle-down, rounded tops atau rounded bottoms.

    Di samping dari pembahasan di atas, ada indikator analisis tren. Terkait indikator yang satu ini sebenarnya sangat kompleks dan matematis. Terlebih saat kita menyaksikan ada tren jangka pendek dan jangka panjang. Pastinya dengan mencoba mengidentifikasi crossover, harga melintasi rata-rata jangka panjangnya.

    Sementara itu, untuk rata-rata jangka panjang dan lebih cenderung dikenal sebagai moving average, biasanya harga akan diperhalus dan penggunaannya dalam jangka waktu tertentu. Terkait hal ini, dengan membuat rata-rata serangkaian titik data dan memplot garis yang dihaluskan terhadap garis harga saham yang sebenarnya.

    Ada pun moving average convergence divergence (MACD) itu sendiri juga memiliki fungsi. Salah satunya berfungsi sebagai identitas beberapa bagian, seperti halnya bagian yang disebut sebagai crossover, divergensi, dan konvergensi. Terlepas dari pada itu, sejumlah kondisi seperti halnya overbought dan oversold juga tersedia.

    Ada indikator yang terakhir dan hiasa disebut sebagai analisis gap. Terkait analisis ini sebenarnya merupakan sebuah gap yang terjadi dimana pada saat harga pembukaan suatu saham berubah menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari harga penutupannya maka akan mungkin apabila beritanya sudah rilis saat malam hari atau karena ada kemungkinan faktor lain.

    Satu hal yang perlu Anda pahami, bahwa suatu gap trader akan merasa sangat prihatin dengan kinerja saham di atas atau di bawah pembukaannya. Terutama pada saat akan mengindikasikan suatu pergerakan yang lebih lanjut, pastinya akan terjadi pada dua arah. Dalam hal ini, keputusan trader biasanya akan mirip gaya momentum trader daripada analisis teknis.

    Breakout Trading dengan Fobonacci Retracement

    Pernahkah Anda mendengar istilah breakout? Apa yang dipikirkan ketika mendengar sebuah nama breakout disebut? Dilihat dari istilah, sebenarnya breakout merupakan suatu kondisi di mana pasar merupakan salah satu latar belakang yang memiliki daya tarik lebih.

    Pastinya jika mau dilihat dari segi definisinya pun bisa diartikan sebagai sesuatu yang ‘baru’ dan pastinya sedang terjadi. Tak dapat dipungkiri, bahwa suatu kondisi yang seperti ini ini juga biasanya akan menjadi strategi yang paling disukai kalangan trader forex. Pastinya ada alasan tersendiri mengapa mereka cukup menyikapinya.

    Pastinya tidak lain memang karena kondisi tersebut sangatlah memungkinkan pergerakan besar serta nantinya akan berlangsung selama periode waktu yang lama. Karena berlangsung dalam jangka waktu lama, maka akan berpotensi merancang breakout harga berkembang menjadi tren baru yang memungkinkan.

    Membahas breakout fibonacci sangat tidak mungkin jika Anda sendiri tidak kenal dengan maknanya. Mau dibaca dari definisi yang ringkas, sebenarnya fibonacci retracement merupakan suatu alat yang terbilang cukup terkenal dan juga digunakan ketika ingin memanfaatkan sebuah peluang breakout.

    Perlu Anda ketahui, bahwa dalam langkah mengidentifikasi level utama dalam tren dengan menggunakan fibonacci retracement biasanya cenderung memberikan zona dengan penggunaan harga yang cukup spesifik pada trader. Pemanfaatan metode seperti ini memiliki break harga di atas atau di bawah.

    Pastinya dengan menerapkan penggunaan dari sebuah analisis multi time frame nantinya akan cenderung membantu seorang trader, dengan memperluas informasi jangka panjang dalam penemuan sebuah ketepatan dari kemungkinan titik masuk yang lebih terperinci. Lebih jelasnya ikuti bahasan di bawah ini.

    Pastinya saat Anda memutuskan untuk menggunakan trader fibonacci ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Penggambaran fibonacci retracement secara tepat memakai titik paling tinggi dan paling rendah juga secara tepat, begitupun sebaliknya. Ada beberapa langkah, di mana langkah awal adalah mengidentifikasi tren sebelumnya.

    Masuk ke langkah berikutnya, bisa dengan menerapkan analisis multi time frame, kemudian tempatkan sebuah kisaran, lakukan penilaian di kondisi pasar terkini, lantas mencari kemungkinan peluang breakout ketika break harga berada di atas atau di bawah garis, dan lanjutkan untuk menggunakan manajemen risiko yang tepat.
  • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
  • #2 Collapse

    Originally posted by Suyati Vio View Post
    [ATTACH=CONFIG]436757[/ATTACH]
    Trading forex yang dilakukan oleh sejumlah trader rupanya memiliki banyak sekali jenis yang perlu kita kenali. Di samping itu, perlu Anda ketahui juga bahwa salah satu jenis trading momentum, yang masuk dalam jenis trading teknis, trader memperhatikan tanda-tanda saham akan segera ‘meledak’.

    Maksudnya adalah dengan melakukan pergerakan harga searah nantinya akan signifikan pada volume tinggi untuk jangka waktu yang cukup yang dapat menghasilkan profit. Jika memperhatikan garis momentum, dapat diketahui bahwa momentum trader telah terlibat dalam analisis teknis dengan memeriksa grafik saham untuk tanda-tanda breakout.

    Trading Teknis Pakai Breakout Lewat Fobonacci Retracement

    Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, bahwa jenis trading forex sangat banyak. Dalam bahasan kali ini akan kami tuturkan sejumlah jenis-jenis trading agar mudah dipahami. Dimana yang pertama, ada jenis trader Scalper. Trader scalper memiliki makna seorang individu.

    Maksudnya adalah bahwa seorang individu nantinya akan melakukan ratusan trading per hari dalam upaya untuk bisa (scalp) sekalipun hanya profit kecil dari setiap trading dengan mengeksploitasi bid-ask spread. Terlepas dari jenis trading scalper, pastinya ada beberapa jenis trading lainnya.

    Jenis trading kedua, yakni trading dengan momentum. Perlu Anda ketahui, bahwa maksud dari momentum trader mencari saham ini nantinya bergerak secara signifikan dalam satu arah dalam volume tinggi. Para trader biasanya akan berusaha untuk mencoba memanfaatkan sejumlah momentum dan akan mendapatkan profit yang diinginkan.

    Jenis trading yang ketiga adalah trader teknis. Satu hal yang perlu Anda ketahui, bahwa terkait Trader teknis sejatinya lebih cenderung fokus pada grafiknya. Tidak dapat dipungkiri, para trader trading teknis ini akan mengamati garis-garis grafik saham atau indeks untuk mencari tanda-tanda konvergensi atau divergensi yang mungkin mengindikasikan sinyal beli atau jual.

    Adapun jenis trading lainnya biasa disebut dengan fundamental trading. Fundamental trading atau fundamentalis trading suatu perusahaan sering kali bergerak berdasarkan analisis fundamental. Nantinya fundamental akan memeriksa peristiwa perusahaan seperti halnya laporan pendapatan aktual, pemecahan saham, reorganisasi, hingga akuisisi.

    Jenis trading yang terakhir biasa disebut dengan swing trading. Terkait swing trader ini yang harus Anda ketahui adalah trader fundamental yang kebanyakan menahan posisi lebih dari satu hari. Biasanya mereka merupakan swing trader karena perubahan fundamental perusahaan akan memerlukan beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu untuk berhasil.

    Itulah beberapa jenis trading yang perlu Anda ketahui. Ada satu hal pula yang harus diketahui, bahwa biasanya para trader pemula akannlebih memilih untuk bereksperimen dengan masing-masing teknik di atas. Namun, tidak dapat dipungkiri jika mereka pada akhirnya harus menetapkan satu yang cocok dengan pengetahuan dan pengalaman investasi sendiri.

    Pastinya dengan gaya yang mendorong para trader pemula ini untuk mencurahkan riset, edukasi, dan praktik lebih lanjut. Seluruh buku teks pun sebenarnya akan dikhususkan untuk setiap gaya meskipun banyak judul seperti “Day Trade Online” atau “How to Get Started in Electronic Day Trading” tidak jelas tentang jenis trading apa yang mereka dukung.

    Penjelajahan Teknikal Trading

    Sebelum terjun lebih jauh ke trading forex, sebelumnya apakah Anda sudah pernah mendengar istilah Technical trading? Jika belum, sejatinya technikal trading merupakan suatu gaya yang lebih luas yang tidak selalu terbatas pada trading. Sejatinya kebanyakan, seorang teknisi akan pola data trading historis guna memprediksi apa yang mungkin terjadi pada saham masa depan.

    Terlepas dari bahasan tentang dunia teknis trading forex, ma tantangan analisis teknis Sebenarnya merupakan ketersediaan ratusan indikator teknis yang ada. Selain dari pada itu, tidak dapat dipungkiri sekalipun tidak ada satu indikator yang dianggap lebih baik secara universal, maka tak heran jika hanya ada beberapa indikator atau kelompok indikator saja.

    Terlepas dari pada itu, mungkin nantinya akan juga berlaku untuk keadaan tertentu. Untuk indikator-indikator teknis sangat bermanfaat untuk beberapa industri yang berguna sebagai klarifikasi tertentu yang berhubungan dengan saham. Beberapa pola unik ditunjukkan oleh saham yang sangat diperdagangkan sepanjang sejarah, beberapa indikator mungkin hanya relevan untuk saham individu tertentu.

    Satu hal yang perlu Anda ketahui, terutama tentang Indikator teknis, sekilas sebenarnya sangat mirip dengan indikator momentum. Saking miripnya, tak heran jika ada banyak trader yang mengatakan bahwa sesuatu bukanlah solusi sederhana sekalipun untuk memutuskan kapan membeli atau menjual.

    Sejumlah trader para pengguna indikator momentum lebih akrab disebut prediktor yang buruk untuk waktu yang tepat. Meskipun begitu, mereka tetap memiliki keunggula yang patut diacungi jempol. Terutama dalam hal menunjukkan saham mana yang merupakan kandidat untuk analisis lebih lanjut dengan data terperinci seperti layar level 2.

    Beberapa di antara trader forex pastinya sudah pernah mendengar sejumlah kelompok umum para trader yang menggunakan indikator teknis. Pertama, ada indikator yang disebut sebagai Relative Strength Index (RSI). Perlu Anda ketahui, sejatinya indikator Ini memiliki peran dalam mengukur kinerja saham terutama perihal kaitannya dengan kekuatan historisnya.

    Pastinya dengan memanfaatkan metode perbandingan jumlah dan besarnya sebuah penutupan yang bergerak naik dan turun baru-baru ini dan historis. Maka apabila RSI naik ke atas 80, tak heran jika mungkin saja akan mengindikasikan kondisi overbought, bermskna merupakan sinyal jual. Ada pun saat bawah 20, RSI menunjukkan saham oversold, yang bermakna sinyal beli.

    Indikator trading lainnya ada range trading. Terkait range trading ini perlu Anda tahu, maknanya adalah rangkaian harga tertinggi, terendah, dan beberapa penutupan diplot pada grafik waktu tertentu. Di samping itu, ada pula garis support dan resistance yang akan ditarik melintasi bagian bawah dan atas range.

    Mengenai indikator range biasanya akan terjadi breakout. Dimana pada saat breakout terjadi, pastinya harga pun akan mempertahankan pergerakan, bahkan untuk satu atau dua periode, di atas atau di bawah range juga akan mengalami pergerakan serupa. Bisa dikatakan pula bahwa hal seperti ini bagian yang tak disangka-sangka.
    ---
    Adapun indikator teknis lainnya ada anlisis pola. Satu hal yang perlu Anda ketahui tentang analisis pola merupakan suatu bentuk analisis teknis yang paling mudah dipahami. Akan ditampilkan sebuah grafik harga yang sama dan akan membahas di mana pada di atas dianalisis untuk pola tertentu.

    Karena dianalisis pada pola tertentu, maka nantinya juga dipandang secara historis pun muncul pada saham yang sama atau untuk pola umum yang terlihat di banyak saham dari waktu ke waktu. Mungkin Snda penasaran dengan pola yang seeing diamati? Biasanya pola head-and-shoulder, pola triangle-up atau triangle-down, rounded tops atau rounded bottoms.

    Di samping dari pembahasan di atas, ada indikator analisis tren. Terkait indikator yang satu ini sebenarnya sangat kompleks dan matematis. Terlebih saat kita menyaksikan ada tren jangka pendek dan jangka panjang. Pastinya dengan mencoba mengidentifikasi crossover, harga melintasi rata-rata jangka panjangnya.

    Sementara itu, untuk rata-rata jangka panjang dan lebih cenderung dikenal sebagai moving average, biasanya harga akan diperhalus dan penggunaannya dalam jangka waktu tertentu. Terkait hal ini, dengan membuat rata-rata serangkaian titik data dan memplot garis yang dihaluskan terhadap garis harga saham yang sebenarnya.

    Ada pun moving average convergence divergence (MACD) itu sendiri juga memiliki fungsi. Salah satunya berfungsi sebagai identitas beberapa bagian, seperti halnya bagian yang disebut sebagai crossover, divergensi, dan konvergensi. Terlepas dari pada itu, sejumlah kondisi seperti halnya overbought dan oversold juga tersedia.

    Ada indikator yang terakhir dan hiasa disebut sebagai analisis gap. Terkait analisis ini sebenarnya merupakan sebuah gap yang terjadi dimana pada saat harga pembukaan suatu saham berubah menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari harga penutupannya maka akan mungkin apabila beritanya sudah rilis saat malam hari atau karena ada kemungkinan faktor lain.

    Satu hal yang perlu Anda pahami, bahwa suatu gap trader akan merasa sangat prihatin dengan kinerja saham di atas atau di bawah pembukaannya. Terutama pada saat akan mengindikasikan suatu pergerakan yang lebih lanjut, pastinya akan terjadi pada dua arah. Dalam hal ini, keputusan trader biasanya akan mirip gaya momentum trader daripada analisis teknis.

    Breakout Trading dengan Fobonacci Retracement

    Pernahkah Anda mendengar istilah breakout? Apa yang dipikirkan ketika mendengar sebuah nama breakout disebut? Dilihat dari istilah, sebenarnya breakout merupakan suatu kondisi di mana pasar merupakan salah satu latar belakang yang memiliki daya tarik lebih.

    Pastinya jika mau dilihat dari segi definisinya pun bisa diartikan sebagai sesuatu yang ‘baru’ dan pastinya sedang terjadi. Tak dapat dipungkiri, bahwa suatu kondisi yang seperti ini ini juga biasanya akan menjadi strategi yang paling disukai kalangan trader forex. Pastinya ada alasan tersendiri mengapa mereka cukup menyikapinya.

    Pastinya tidak lain memang karena kondisi tersebut sangatlah memungkinkan pergerakan besar serta nantinya akan berlangsung selama periode waktu yang lama. Karena berlangsung dalam jangka waktu lama, maka akan berpotensi merancang breakout harga berkembang menjadi tren baru yang memungkinkan.

    Membahas breakout fibonacci sangat tidak mungkin jika Anda sendiri tidak kenal dengan maknanya. Mau dibaca dari definisi yang ringkas, sebenarnya fibonacci retracement merupakan suatu alat yang terbilang cukup terkenal dan juga digunakan ketika ingin memanfaatkan sebuah peluang breakout.

    Perlu Anda ketahui, bahwa dalam langkah mengidentifikasi level utama dalam tren dengan menggunakan fibonacci retracement biasanya cenderung memberikan zona dengan penggunaan harga yang cukup spesifik pada trader. Pemanfaatan metode seperti ini memiliki break harga di atas atau di bawah.

    Pastinya dengan menerapkan penggunaan dari sebuah analisis multi time frame nantinya akan cenderung membantu seorang trader, dengan memperluas informasi jangka panjang dalam penemuan sebuah ketepatan dari kemungkinan titik masuk yang lebih terperinci. Lebih jelasnya ikuti bahasan di bawah ini.

    Pastinya saat Anda memutuskan untuk menggunakan trader fibonacci ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Penggambaran fibonacci retracement secara tepat memakai titik paling tinggi dan paling rendah juga secara tepat, begitupun sebaliknya. Ada beberapa langkah, di mana langkah awal adalah mengidentifikasi tren sebelumnya.

    Masuk ke langkah berikutnya, bisa dengan menerapkan analisis multi time frame, kemudian tempatkan sebuah kisaran, lakukan penilaian di kondisi pasar terkini, lantas mencari kemungkinan peluang breakout ketika break harga berada di atas atau di bawah garis, dan lanjutkan untuk menggunakan manajemen risiko yang tepat.
    Strategi break out dengan fibonanci saya rasa sangat riskan kalau tidak dibarengi dengan signal dari indikator lain kita ,karena break out fibo juga kita harus bisa memvalidkanya dan penarikany juga harus tepat biar gak salah dalam mengambil keputusan

    Comment

    Advanced mode
    • #3 Collapse

      Originally posted by Suyati Vio View Post
      [ATTACH=CONFIG]436757[/ATTACH]
      Trading forex yang dilakukan oleh sejumlah trader rupanya memiliki banyak sekali jenis yang perlu kita kenali. Di samping itu, perlu Anda ketahui juga bahwa salah satu jenis trading momentum, yang masuk dalam jenis trading teknis, trader memperhatikan tanda-tanda saham akan segera ‘meledak’.

      Maksudnya adalah dengan melakukan pergerakan harga searah nantinya akan signifikan pada volume tinggi untuk jangka waktu yang cukup yang dapat menghasilkan profit. Jika memperhatikan garis momentum, dapat diketahui bahwa momentum trader telah terlibat dalam analisis teknis dengan memeriksa grafik saham untuk tanda-tanda breakout.

      Trading Teknis Pakai Breakout Lewat Fobonacci Retracement

      Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, bahwa jenis trading forex sangat banyak. Dalam bahasan kali ini akan kami tuturkan sejumlah jenis-jenis trading agar mudah dipahami. Dimana yang pertama, ada jenis trader Scalper. Trader scalper memiliki makna seorang individu.

      Maksudnya adalah bahwa seorang individu nantinya akan melakukan ratusan trading per hari dalam upaya untuk bisa (scalp) sekalipun hanya profit kecil dari setiap trading dengan mengeksploitasi bid-ask spread. Terlepas dari jenis trading scalper, pastinya ada beberapa jenis trading lainnya.

      Jenis trading kedua, yakni trading dengan momentum. Perlu Anda ketahui, bahwa maksud dari momentum trader mencari saham ini nantinya bergerak secara signifikan dalam satu arah dalam volume tinggi. Para trader biasanya akan berusaha untuk mencoba memanfaatkan sejumlah momentum dan akan mendapatkan profit yang diinginkan.

      Jenis trading yang ketiga adalah trader teknis. Satu hal yang perlu Anda ketahui, bahwa terkait Trader teknis sejatinya lebih cenderung fokus pada grafiknya. Tidak dapat dipungkiri, para trader trading teknis ini akan mengamati garis-garis grafik saham atau indeks untuk mencari tanda-tanda konvergensi atau divergensi yang mungkin mengindikasikan sinyal beli atau jual.

      Adapun jenis trading lainnya biasa disebut dengan fundamental trading. Fundamental trading atau fundamentalis trading suatu perusahaan sering kali bergerak berdasarkan analisis fundamental. Nantinya fundamental akan memeriksa peristiwa perusahaan seperti halnya laporan pendapatan aktual, pemecahan saham, reorganisasi, hingga akuisisi.

      Jenis trading yang terakhir biasa disebut dengan swing trading. Terkait swing trader ini yang harus Anda ketahui adalah trader fundamental yang kebanyakan menahan posisi lebih dari satu hari. Biasanya mereka merupakan swing trader karena perubahan fundamental perusahaan akan memerlukan beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu untuk berhasil.

      Itulah beberapa jenis trading yang perlu Anda ketahui. Ada satu hal pula yang harus diketahui, bahwa biasanya para trader pemula akannlebih memilih untuk bereksperimen dengan masing-masing teknik di atas. Namun, tidak dapat dipungkiri jika mereka pada akhirnya harus menetapkan satu yang cocok dengan pengetahuan dan pengalaman investasi sendiri.

      Pastinya dengan gaya yang mendorong para trader pemula ini untuk mencurahkan riset, edukasi, dan praktik lebih lanjut. Seluruh buku teks pun sebenarnya akan dikhususkan untuk setiap gaya meskipun banyak judul seperti “Day Trade Online” atau “How to Get Started in Electronic Day Trading” tidak jelas tentang jenis trading apa yang mereka dukung.

      Penjelajahan Teknikal Trading

      Sebelum terjun lebih jauh ke trading forex, sebelumnya apakah Anda sudah pernah mendengar istilah Technical trading? Jika belum, sejatinya technikal trading merupakan suatu gaya yang lebih luas yang tidak selalu terbatas pada trading. Sejatinya kebanyakan, seorang teknisi akan pola data trading historis guna memprediksi apa yang mungkin terjadi pada saham masa depan.

      Terlepas dari bahasan tentang dunia teknis trading forex, ma tantangan analisis teknis Sebenarnya merupakan ketersediaan ratusan indikator teknis yang ada. Selain dari pada itu, tidak dapat dipungkiri sekalipun tidak ada satu indikator yang dianggap lebih baik secara universal, maka tak heran jika hanya ada beberapa indikator atau kelompok indikator saja.

      Terlepas dari pada itu, mungkin nantinya akan juga berlaku untuk keadaan tertentu. Untuk indikator-indikator teknis sangat bermanfaat untuk beberapa industri yang berguna sebagai klarifikasi tertentu yang berhubungan dengan saham. Beberapa pola unik ditunjukkan oleh saham yang sangat diperdagangkan sepanjang sejarah, beberapa indikator mungkin hanya relevan untuk saham individu tertentu.

      Satu hal yang perlu Anda ketahui, terutama tentang Indikator teknis, sekilas sebenarnya sangat mirip dengan indikator momentum. Saking miripnya, tak heran jika ada banyak trader yang mengatakan bahwa sesuatu bukanlah solusi sederhana sekalipun untuk memutuskan kapan membeli atau menjual.

      Sejumlah trader para pengguna indikator momentum lebih akrab disebut prediktor yang buruk untuk waktu yang tepat. Meskipun begitu, mereka tetap memiliki keunggula yang patut diacungi jempol. Terutama dalam hal menunjukkan saham mana yang merupakan kandidat untuk analisis lebih lanjut dengan data terperinci seperti layar level 2.

      Beberapa di antara trader forex pastinya sudah pernah mendengar sejumlah kelompok umum para trader yang menggunakan indikator teknis. Pertama, ada indikator yang disebut sebagai Relative Strength Index (RSI). Perlu Anda ketahui, sejatinya indikator Ini memiliki peran dalam mengukur kinerja saham terutama perihal kaitannya dengan kekuatan historisnya.

      Pastinya dengan memanfaatkan metode perbandingan jumlah dan besarnya sebuah penutupan yang bergerak naik dan turun baru-baru ini dan historis. Maka apabila RSI naik ke atas 80, tak heran jika mungkin saja akan mengindikasikan kondisi overbought, bermskna merupakan sinyal jual. Ada pun saat bawah 20, RSI menunjukkan saham oversold, yang bermakna sinyal beli.

      Indikator trading lainnya ada range trading. Terkait range trading ini perlu Anda tahu, maknanya adalah rangkaian harga tertinggi, terendah, dan beberapa penutupan diplot pada grafik waktu tertentu. Di samping itu, ada pula garis support dan resistance yang akan ditarik melintasi bagian bawah dan atas range.

      Mengenai indikator range biasanya akan terjadi breakout. Dimana pada saat breakout terjadi, pastinya harga pun akan mempertahankan pergerakan, bahkan untuk satu atau dua periode, di atas atau di bawah range juga akan mengalami pergerakan serupa. Bisa dikatakan pula bahwa hal seperti ini bagian yang tak disangka-sangka.
      ---
      Adapun indikator teknis lainnya ada anlisis pola. Satu hal yang perlu Anda ketahui tentang analisis pola merupakan suatu bentuk analisis teknis yang paling mudah dipahami. Akan ditampilkan sebuah grafik harga yang sama dan akan membahas di mana pada di atas dianalisis untuk pola tertentu.

      Karena dianalisis pada pola tertentu, maka nantinya juga dipandang secara historis pun muncul pada saham yang sama atau untuk pola umum yang terlihat di banyak saham dari waktu ke waktu. Mungkin Snda penasaran dengan pola yang seeing diamati? Biasanya pola head-and-shoulder, pola triangle-up atau triangle-down, rounded tops atau rounded bottoms.

      Di samping dari pembahasan di atas, ada indikator analisis tren. Terkait indikator yang satu ini sebenarnya sangat kompleks dan matematis. Terlebih saat kita menyaksikan ada tren jangka pendek dan jangka panjang. Pastinya dengan mencoba mengidentifikasi crossover, harga melintasi rata-rata jangka panjangnya.

      Sementara itu, untuk rata-rata jangka panjang dan lebih cenderung dikenal sebagai moving average, biasanya harga akan diperhalus dan penggunaannya dalam jangka waktu tertentu. Terkait hal ini, dengan membuat rata-rata serangkaian titik data dan memplot garis yang dihaluskan terhadap garis harga saham yang sebenarnya.

      Ada pun moving average convergence divergence (MACD) itu sendiri juga memiliki fungsi. Salah satunya berfungsi sebagai identitas beberapa bagian, seperti halnya bagian yang disebut sebagai crossover, divergensi, dan konvergensi. Terlepas dari pada itu, sejumlah kondisi seperti halnya overbought dan oversold juga tersedia.

      Ada indikator yang terakhir dan hiasa disebut sebagai analisis gap. Terkait analisis ini sebenarnya merupakan sebuah gap yang terjadi dimana pada saat harga pembukaan suatu saham berubah menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari harga penutupannya maka akan mungkin apabila beritanya sudah rilis saat malam hari atau karena ada kemungkinan faktor lain.

      Satu hal yang perlu Anda pahami, bahwa suatu gap trader akan merasa sangat prihatin dengan kinerja saham di atas atau di bawah pembukaannya. Terutama pada saat akan mengindikasikan suatu pergerakan yang lebih lanjut, pastinya akan terjadi pada dua arah. Dalam hal ini, keputusan trader biasanya akan mirip gaya momentum trader daripada analisis teknis.

      Breakout Trading dengan Fobonacci Retracement

      Pernahkah Anda mendengar istilah breakout? Apa yang dipikirkan ketika mendengar sebuah nama breakout disebut? Dilihat dari istilah, sebenarnya breakout merupakan suatu kondisi di mana pasar merupakan salah satu latar belakang yang memiliki daya tarik lebih.

      Pastinya jika mau dilihat dari segi definisinya pun bisa diartikan sebagai sesuatu yang ‘baru’ dan pastinya sedang terjadi. Tak dapat dipungkiri, bahwa suatu kondisi yang seperti ini ini juga biasanya akan menjadi strategi yang paling disukai kalangan trader forex. Pastinya ada alasan tersendiri mengapa mereka cukup menyikapinya.

      Pastinya tidak lain memang karena kondisi tersebut sangatlah memungkinkan pergerakan besar serta nantinya akan berlangsung selama periode waktu yang lama. Karena berlangsung dalam jangka waktu lama, maka akan berpotensi merancang breakout harga berkembang menjadi tren baru yang memungkinkan.

      Membahas breakout fibonacci sangat tidak mungkin jika Anda sendiri tidak kenal dengan maknanya. Mau dibaca dari definisi yang ringkas, sebenarnya fibonacci retracement merupakan suatu alat yang terbilang cukup terkenal dan juga digunakan ketika ingin memanfaatkan sebuah peluang breakout.

      Perlu Anda ketahui, bahwa dalam langkah mengidentifikasi level utama dalam tren dengan menggunakan fibonacci retracement biasanya cenderung memberikan zona dengan penggunaan harga yang cukup spesifik pada trader. Pemanfaatan metode seperti ini memiliki break harga di atas atau di bawah.

      Pastinya dengan menerapkan penggunaan dari sebuah analisis multi time frame nantinya akan cenderung membantu seorang trader, dengan memperluas informasi jangka panjang dalam penemuan sebuah ketepatan dari kemungkinan titik masuk yang lebih terperinci. Lebih jelasnya ikuti bahasan di bawah ini.

      Pastinya saat Anda memutuskan untuk menggunakan trader fibonacci ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Penggambaran fibonacci retracement secara tepat memakai titik paling tinggi dan paling rendah juga secara tepat, begitupun sebaliknya. Ada beberapa langkah, di mana langkah awal adalah mengidentifikasi tren sebelumnya.

      Masuk ke langkah berikutnya, bisa dengan menerapkan analisis multi time frame, kemudian tempatkan sebuah kisaran, lakukan penilaian di kondisi pasar terkini, lantas mencari kemungkinan peluang breakout ketika break harga berada di atas atau di bawah garis, dan lanjutkan untuk menggunakan manajemen risiko yang tepat.
      Breakout dengan fibonacci, akankah lebih baiknya apabila di gabungkan dengan beberapa pendekatan analisa teknikal, diantranya penggabungan area key price level, baik menggunakan horizontal line, dan trendline. Dimana akan terlihat lebih jelas, area mana saja yangmenjadi validasi SnR maupun SnD yang akan dituju. Dan trend yang sedang terjadi saat ini, menggunakan trendline. Apakah baru mulai trendnya ataukah sudah mau collapse. Dari sana akan terlihat, pada saat mendekati area tersebut, pola-pola candlestick akan lebih terlihat, membentuk pola penerusan ataukah tidak.

      Comment

      Advanced mode
      • <a href="https://www.instaforex.org/ru/?x=ruforum">InstaForex</a>
      • #4 Collapse

        kalau diperhatikan dari contoh chartnya, itu breakout bukan karena garis fibo, tapi trenline yang diarik dari beberapa puncak yang udah terbentuk, kalo dari fibo harusnya dari garis yang dibentuk dari angka2 fibo tersebut
        Place your siggy here

        Comment

        Advanced mode

        Online

        Working...
        X